Unduh Film (bajakan) yuk lewat layarkaca21.tv

4

Category : tentang iLMu tamBahan

Ha… kelihatannya tulisan kali ini masih ndak jauh-jauh dari konten bajakan. Konten yang jika diketahui oleh Google, dijamin AdSense yang terpasang di halaman Blog kalian, akan langsung di-banned tanpa ampun. Termasuk halaman ini yang pada akhirnya tak mendapat ijin pemuatan lantaran menulis banyak materi dengan isi yang sama.
Bajakan.

Sementara itu, upaya pencarian film (bajakan) yang selama ini rajin dihunting melalui halaman Torrent, baik yang diunduh dengan menggunakan client semacam BitTorrent ataupun FileStream untuk jaringan yang memblokirnya, kini ada alternatif bagus selain Ganool atau halaman semacamnya.

Main aja ke halaman layarkaca21.tv

Dulu kalo ndak salah halaman ini masih menggunakan domain dot com. Entah kenapa bisa berubah ke domain dot tv. Mungkin nanti kalian bisa mengkonfirmasi langsung ke pemiliknya.

Halaman layarkaca21.tv ini menyajikan cukup banyak koleksi film dari berbagai kategori cerita, tahun rilis hingga yang masuk dalam kelompok short movie atau film pendek. Asyik dah pokoknya.

Sudah gitu, film yang nantinya akan diunduh sudah termasuk subtitlenya juga. Jadi kita ndak lagi susah payah mencari padanan teks Indonesianya di halaman lain, me-Rename dan mengcopasnya di folder yang sama seperti perburuan lewat Torrent.
Trus, di halaman unduhannya bisa dipilih juga resolusi film yang ingin diunduh, dari 360p, 420p, 720p hingga High Resolutions 1080p. Makin besar resolusinya, makin besar pula ukuran filenya.
Jika kalian masih bermasalah dengan Kuota, bisa pilih yang 420p dengan ukuran sekitar 700an MB per satu film durasi penuh.

Untuk mengunduhnya bisa memanfaatkan browser, atau IDM untuk kecepatan yang lebih baik.

Tapi eits, opsi Unduhan hanya untuk pengguna sekelas saya yang masih pelit membuang kuota data internet loh ya. Sedang bagi kalian yang punya kuota melimpah, berlebih, dan punya banyak waktu luang untuk menontonnya secara streaming juga bisa. Tinggal mainkan saja tanpa masuk ke halaman unduhan.

Sayangnya, di halaman layarkaca21.tv ini baik dalam tampilan desktop maupun mobile, sama-sama dijejali banyak iklan. Kalo ndak ingin salah pencet, tunggu aja dulu hingga halaman berhenti berproses. Karena kalo asal pencet, yang muncul biasanya malahan pop up iklan yang sisi positifnya memang akan memberikan benefit pada pemilik halaman.
Persoalan lainnya, entah memang bawaan browser atau halaman terkait, saat diakses melalui layar Android, tiap kali berupaya melakukan ‘copy link address’ untuk dapat mengunduh file film menggunakan aplikasi download client, kerap kali memunculkan halaman tab baru yang mengatakan bahwa ponsel kita dipenuhi dengan virus dan meminta agar tidak menutup lalu klik OK.
Kalo sudah begini, saran saya abaikan saja, pilih Nomor urut Tab pada browser lalu tutup Tab yang menampilkan notifikasi ini, dan ulang kembali aktifitas unduhannya dari awal.

Kira kira begitu.

Eh, Seandainya saja halaman ini ditutup kelak oleh Kominfo atau lainnya, mohon dibagi alamat siluman lain yang memberikan akses unduh film (bajakan) serupa ya. Jangan pelit info loh.
Hehehe…

Tips #Ngandroid tentang #Torrent

Category : tentang TeKnoLoGi

  • Akhirnya proses donlot filem ilegal via Torrent bisa berhasil dgn baik pk.2 dini hari, dan rupanya koneksi XL-lah yg mampu menyelesaikannya
  • Proses Donlot via Torrent itu merupakan proses donlot peer to peer (p2p) yang secara kecepatan donlot jauh lebih lambat dari proses biasa
  • Bahasa sederhananya peer to peer itu apa yah? Semacam tukeran data yang diambil dari pc pribadi milik pengguna lain barangkali? 🙂
  • Bagusnya proses donlot lewat #Torrent ini ketimbang donlot file biasa adalah…
  • (1) Pengguna bisa mengunduh satu, sebagian atau keseluruhan file yang terdapat dalam file #Torrent sesuai keinginan
  • (2) jika pengguna terbentur waktu saat mendonlot, proses bisa dihentikan sementara dan #Torrent dijamin mampu melakukan Resume di lain waktu
  • (3) apabila file atau yang diinginkan tidak ditemukan pada hasil pencarian Google dan sejenisnya, coba deh cari di #Torrent
  • Tapi hati”karena tidak smua file yg diunduh itu ‘sehat’, jadi lengkapi perangkat donlot dgn Antivirus terkini utk menjaga kmungkinan trburuk
  • Untuk bisa mendonlot file lewat Torrent, minimal Pengguna punya tiga hal penting… (1) Koneksi tentu saja *hammer
  • (2) file #Torrent yang berisikan informasi konten yang diinginkan dan (3) aplikasi pengunduh #Torrent seperti Bit #Torrent atau sejenisnya
  • Ktika pengguna menemukan sebuah halaman yg menyajikan konten/file yg dicari,pengguna tinggal mengunduh file#Torrent tsb (bukan file aslinya)
  • Lanjut dikit soal #Torrent, setelah mendapatkan file #Torrent yang dimaksud, silahkan buka aplikasi Bit #Torrent lalu add file tersebut
  • Kecepatan atau lamanya proses pengunduhan bergantung pada tingkat kecepatan akses yang digunakan dan dukungan dari sumbernya 🙁
  • Kadang untuk ukuran 4 GB #Torrent bisa menghabiskan waktu 5 jam spt donlot filem ilegal Iron Man 2 dan Transformers 3
  • Bisa juga sekitaran 4 hari untuk file #Torrent dengan ukuran 7-8 GB *GTA IV
  • di Perangkat #Android sendiri ada juga beberapa #Torrent client yang bisa digunakan secara gratis seperti aTorrent dan tTorrent
  • Karena beberapa source #Torrent rata”berasal dari Luar, untuk Bahasa yang digunakan biasanya sih standar Internasional Inggris
  • Jadi untuk kategori Filem, biasanya musti donlot Subtitle-nya lagi bagi yang gag ingin repot memahami kata atau kalimat dalam filem
  • Sedang untuk majalah, yah dimaklumi saja… Jarang bisa ditemukan majalah lokal di hasil pencarian #Torrent
  • Sehingga yang paling sering di unduh lewat #Torrent untuk kategori Majalah adalah Rolling Stones, FHM, PC Magz, PlayBoy dan Penthouse 🙂
  • Untuk Majalah kategori #Android rata”hasil pencarian #Torrent menyajikan eBook cara pembuatan aplikasi dan games bagi para pengembang
  • XL Unlimited + Torrentz = Playboy Magazine ?

    4

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Sejak resmi bercerai dengan koneksi cdma milik Indosat, StarOne Unlimited, praktis hari-hari saya saat berinteraksi di dunia maya ditemani oleh dua koneksi gsm Indosat IM2 dan XL Unimited. Sayangnya, meski biaya bulanan IM2 Indosat jauh lebih besar ketimbang XL Unlimited, dari segi kecepatan baik saat masih dalam batas Kuota ataupun saat penurunan kecepatan, XL nampaknya lebih mampu menunjukkan taringnya dengan lebih baik. Padahal Indosat itu dimiliki orang luar loh. Mungkin itu sebabnya saya lebih kerap menggunakan koneksi XL ketimbang IM2 untuk semua aktifitas internetan.

    Seperti halnya pertama kali menggunakan koneksi StarOne ataupun IM2 Indosat, sudah bisa ditebak sayapun kesetanan dalam memanfaatkan kecepatan koneksi XL Unlimited dan praktis Kuota pun terlampaui dalam waktu singkat. Terbanyak saya manfaatkan untuk mengunduh aplikasi Emulator system operasi ponsel (Symbian 5th Edition dan Symbian ^3) termasuk simulator iPhone dan juga iPad. Disamping itu, sayapun membongkar gudang milik 4Shared, meluapkan hasrat untuk memiliki konten illegal dari album music artis kenamaan era 80 atau 90an. Hasilnya lumayan. Tak kurang dari 70 album soundtrack film, aliran rock hingga punk saya dapatkan dengan sukses termasuk beberapa diantaranya memang sangat ingin saya miliki sejak remaja dulu.

    Puas mengubek-ubek halaman 4Shared, sayapun berpindah ke Torrentz. Hal ini saya lakukan ketika koneksi mulai diturunkan seiring penghabisan jatah Kuota bulanan lantaran aksi sedot 4Shared itu. Torrentz  saya jadikan pelampiasan mengingat aksi sedot via p2p itu bisa berjalan hingga selesai tanpa aksi putus atau mengulang proses. Maksudnya, ketika laptop dimatikan tanpa memutuskan koneksi, aplikasi pengunduh Torrentz ini secara otomatis akan menyimpan proses tanpa membatalkannya. Lantas, ketika laptop dinyalakan dan koneksi tersambung, proses pengunduhan akan secara otomatis dilanjutkan hingga selesai tanpa perlu di-Resume. Bagi yang belum familiar dengan istilah Torrentz, silahkan mampir ditulisan saya terdahulu ya.

    Trus, kenapa bisa sampai “XL Unlimited + Torrentz = Playboy Magazine ? “

    Ini gara-gara keisengan saya seperti halnya saat mencoba 4Shared. Hanya karena kehabisan ide untuk mencari konten download, dari album music, soundtrack film, live concert, akustik hingga Tribute, pilihanpun beralih pada majalah, buku ataupun e-Book gratisan yang ada dalam database mereka. Hingga akhirnya tercetus jua dua kata kunci paling fenomenal sepanjang karir aksi download dunia maya secara pribadi. ‘Playboy Magazine’.

    Hasilnya Maknyus. Hanya dalam waktu tiga hari, Torrentz mampu menyedot 142 edisi majalah Playboy dari tahun 1978 (ini tahun kelahiran saya) hingga terbitan gres 2011. Itupun tidak terurut dengan baik, bercampur dengan edisi Lingerie, Nudes dan juga PentHouse. Total space yang dihabiskan sekitar 3,7 GB. Rencananya aksi ini bakalan terus saya lanjutkan hingga genap seukuran satu keping dvd-r atau 4,40 GB. Do’akan saja. Hehehe…

    ‘Ada Rahasia di balik Rahasia” kurang lebih begitu kata Bang Ali di sinetron Islam KTP yang belakangan menjadi tontotan favorit putri kami, MiRah GayatriDewi. Bukan PanDe Baik pula jika aksi yang saya lakukan ini tanpa tujuan selain maksiat, bakar syahwat dan sejenisnya. Lagi-lagi atas dasar penasaran, ingin tahu dan pada akhirnya malah menjadi pembelajaran untuk bahan BLoG www.pandebaik.com. Setidaknya mampu memberikan warna lain sejauh perjalanan yang telah saya lakoni sejak Mei 2006 lalu. Tidak hanya soal FaceBook, FourSquare ataupun MiRah putri kami, tapi juga ingin mencoba yang jauh lebih panas dan menggelinjang. Hihihi…

    DownLoad sebagian via Torrent yuk ?

    6

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Pernah dengar kata ‘Torrent’ gak ? jujur, saya pribadi hingga akhir bulan lalu masih bingung dengan istilah ini, kendati sudah sejak lama ada satu aplikasi yang nangkring didalam laptop menggunakan kata tersebut. ‘BitTorrent’. Dalam benak saya, ada dua hal yang identik dengan kata ‘Torrent’ yaitu ilegal dan pornografi. Hal yang sama terlintas ketika saya mendengan kata ‘Crack’. Mengapa ? silahkan hunting di GooGLe dan lihat tampilan halaman yang menyajikan file atau informasi berkaitan Torrent.

    Torrent secara gamblangnya merupakan sebuah metode alternatif untuk mengunduh (baca:download) file dengan cara yang berbeda dari metode yang lumrah diketahui. Umumnya untuk melakukan pengunduhan (selanjutnya saya gunakan kata DownLoad saja ya ?), pengguna tinggal menekan gambar atau tulisan/teks yang menerangkan bahwa file/aplikasi berada pada alamat tersebut. Aktifitas download akan berjalan secara otomatis (dan tidak ada pilihan/opsi lain) hingga selesai.

    Ketika mendownload sebuah file/aplikasi dengan memanfaatkan Torrent, pengguna tidak serta merta mendapatkan file/aplikasi yang diinginkan saat menekan gambar atau tulisan teks menuju sebuah alamat atau link yang dimaksud, namun hanya mendapatkan satu buah file dengan ekstensi *.torrent. File Torrent ini merupakan file perantara yang didalamnya berisikan informasi terkait file/aplikasi yang diinginkan dan baru dapat diunduh dengan sempurna dengan memanfaatkan aplikasi tambahan. Salah satunya ya BitTorrent yang saya gunakan tersebut.

    Lantas apa kelebihannya menggunakan Torrent ketimbang metode download yang lumrah diketahui ? dan apa maksud kata ‘sebagian’ pada judul diatas ?

    Dengan Torrent, pengguna dapat memilih satu dua atau beberapa file atau juga semua yang terdapat didalam file Torrent tersebut dan mendownloadnya. Yang lain ? seumpama memang tidak diperlukan ya biarkan saja. Jadi disini pengguna dapat lebih menghemat waktu (untuk mendownload) dan biaya (jika koneksi yang digunakan mahal dan terbatas). Belum paham ?

    Sebagai gambaran, katakanlah saya ingin mengunduh 3 (tiga) file audio/mp3 yang terdapat dalam sebuah album kompilasi lama ‘Live Woodstock 99’ yang ukuran totalnya mencapai 172 MB. Seumpama file tersebut diambil dengan menggunakan cara yang umum, barangkali akan memerlukan waktu hingga dua hingga tiga jam dan saya akan mendapatkan semua file audio/mp3 termasuk dari grup band yang tidak saya inginkan. Dengan bantuan Torrent, saya dapat memilih untuk mengambil 3 (tiga) file audio/mp3 dari grup band yang diinginkan saja dan meninggalkan yang lainnya. Sebagai informasi, bahwa untuk mendownload 3 (tiga) file tersebut yang hanya berukutan sebesar 13,8 MB, saya paling tidak membutuhkan waktu lima belas sampai dua puluh menit saja.

    Sayangnya untuk kecepatan download-nya sendiri Torrent bisa dikatakan kalah cepat dibandingkan dengan menggunakan metode umum (yang biasanya saya alihkan pada aplikasi Internet DownLoad Manager). Dengan ukuran yang sama (13,8 MB), aplikasi IDM hanya membutuhkan waktu kurang lebih lima sampai sepuluh menit. Namun apabila dibandingkan dari segi ‘pilihan’-nya secara keseluruhan dalam ukuran yang lumayan besar, jelas Torrent lebih menguntungkan. Maka dari itu Torrent saya rekomendasikan sebagai metode Download alternatif, apabila pengguna lebih membutuhkan sebagian dari keseluruhan isi file/aplikasi yang akan di-download.

    Ohya, setelah beberapa hari mencoba Torrent, ada juga satu kelebihan berburu lewat Torrent dibandingkan dengan hunting file dengan cara umum dan mendownloadnya. Yaitu mampu mencari file audio/mp3 rilis lama seperti ‘Live Woodstock 99’ tadi, ‘Live Woodstock 94’, soundtrack AirHeads, Batman Forever dan Terrorvision. Semua yang saya cari (dan akhirnya didapatkan melalui Torrent) tersebut adalah koleksi yang saya miliki dalam bentuk media kaset dan tidak jua saya temukan di 4shared sekalipun.