Tips Ringan Menikmati Nyepi Sehari di Bali

Category : tentang Opini

Tradisi Hari Raya Nyepi sebagai Tahun Baru Caka Umat Hindu di Bali, sebentar lagi bakalan kita jelang bersama. Bagi kalian yang lahir, tinggal dan besar di Bali, saya yakin rasa Toleransi yang ada dalam diri sudah tidak ada masalah lagi. Meski agama dan kepercayaan yang dianut berbeda sekalipun.

Akan tetapi bagi kalian yang baru saja datang dan menetap di Bali, bisa jadi perayaan Nyepi yang meskipun hanya sehari, berpotensi besar menghadirkan bencana dalam hidup. Apalagi teknologi kekinian yang mengedepankan jaringan internet berkecepatan tinggi dan gegap gempita sosial media, bagaikan pisau bermata dua. Kalo sampai salah langkah, siap siap saja masuk koran esok paginya.

Tapi sebenarnya melewatkan waktu sehari tanpa menyalakan api atau lampu, tanpa bepergian, tanpa bersenang-senang dan tanpa bekerja sebenarnya gampang kok. Ini menurut saya pribadi loh ya. dan bagaimana menyikapinya, berikut Tips Ringan dari saya agar kalian bisa menikmati Nyepi Sehari di Bali. Disimak ya…

Pertama, anggap Nyepi Sehari sebagai hari libur yang kalian dambakan selama hidup atau rutinitas bekerja dimana nda ada agenda keluar rumah, hanya bercengkrama dengan keluarga di rumah. Saya yakin, siapapun punya impian kek gini.
Kalo kalian masih berstatus Jomblo ataupun Belum Menikah, tentu akan jauh lebih mudah. Hanya tinggal memikirkan diri sendiri saja. Sedang bagi yang sudah punya anak-anak ya, bagaimana memikirkan kelanjutan kisah melewati 24 sampai 36 jam berikutnya.

Kedua, soal Pasokan atau Persediaan Makanan.
Saya yakin hidup kalian gak akan macam terkucil semingguan lamanya hanya karena mencoba menikmati Nyepi sehari di Bali. Jadi belanja seperlunya aja. Nda usah sampe antre dan menuh menuhin Supermarket meski didera hujan diskon sekalipun.
Paling Urgent biasanya yang menyangkut kebutuhan Bayi. Entah Susu atau Makanan pokoknya. Selebihnya, semangkuk Indomie masih bisa menyelamatkan hidup kalian kok, kalo pas kefefet banget. Hehehe…

Ketiga, soal Hiburan. Bisa manfaatkan gadget ponsel sebagai perangkat terkecil yang rata-rata kita miliki dengan menyuntikkan sejumlah permainan,buku ataupun video dan filem terbaru. Sediakan 5 saja. Cukup untuk melewatkan waktu luang yang ada di sela bercengkrama dengan keluarga. Apalagi infonya yang namanya siaran televisi ikut non aktif juga selama perayaan Nyepi berlangsung.

Keempat, manfaatkan usb led. Lampu instant yang kini banyak dijual di pasaran. Tinggal colok ke power bank, persoalan lampu dan penerangan sudah bisa terpetjahkan. Jangan lupa untuk menutupi terangnya dengan gulungan kertas dan taruh dekat posisi kalian berada.
Meski hal diatas dilarang secara aturannya, tapi kalo memang perlu-perlu banget, ya diakali lah agar jangan sampai mengganggu orang lain.

Lalu apabila Empat Tips diatas belum jua mampu memuaskan rasa mangkel kalian akan perayaan Nyepi yang cuma sehari di Bali, berikut ada juga Tips Tambahan agar kelak nda menyesal lahir dan bathin, sudah terlanjur memilih untuk menetap di Bali padahal tahun ini, berpeluang untuk mendapatkan liburan panjang laiknya Pulang Kampung saat Lebaran.

Pertama, Tahan Hawa Napsu. Baik untuk melanggar aturan sesuai Edaran yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Bali ataupun ketentuan adat setempat. Nyepi hanya Sehari. Toleransi kalian, saya yakin nda akan habis meski dikorbankan sepanjang hari itu saja.
Malah kalo bisa menahan Napsu Lapar, bisa mendapatkan makna lebih dari sekedar menahan Hawa Napsu lainnya loh. Ya mirip-mirip agenda Puasa Umat Muslim lah…

Kedua, Off Internet.
Tujuan Utamanya adalah mencegah kalian memaki atau mempostingkan isyu SARA di akun Sosial Media masing-masing, yang biasanya akan memicu reaksi masyarakat Bali secepat kereta api Jepang. Yakinkan ini sebelum melakukannya ya.
Disamping tujuan lainnya adalah meng-upload foto Selfie di jalanan sebagaimana Edaran khusus tahun ini. Cukup lakukan seminggu atau enam bulan sesudahnya. Saya yakin efeknya nda gitu gitu amat.

Ketiga, gunakan strategi untuk mengamankan diri.
Kalo ndak berkenan dengan larangan tidak boleh menyalakan api, cari tau tempat atau cara dimana kalian bisa sembunyi sembunyi menyalakan lampu kecil seandainya dibutuhkan tanpa ketahuan. He…
Di rumah saya, secara kebetulan memiliki satu ruangan yang diapit ruangan lain dari segala penjuru. Jadi apapun aktifitas yang dilakukan didalamnya, ndak akan diketahui lingkungan sekelilingnya. Jadi nilai tambah saat Nyepi lantaran anak-anak bisa saya kumpulkan di ruangan itu dan dininabobokkan dengan segala upaya. Meski sebetulnya ruangan agak pengap apalagi kalo di malam hari.

Tips terakhir, ya bijak-bijaklah dalam bersikap dan berkata.
Nyepi hanya sehari. Nda semingguan apalagi hitungan bulanan.
Nda ada salahnya kok kalian ikut makna yang ada dibalik perayaan Nyepi, kembali ke titik Nol, memulai hidup dari awal lagi…
Istirahatkan sejenak Pikiran, Perkataan dan Perbuatan.
Hanya sehari, tidak lebih…

Ponsel Rekomendasi bagi Orang Tua atau Awam Teknologi

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Berawal dari diskusi di akun Twitter beberapa waktu lalu, seorang kawan mengeluhkan upayanya mengenalkan iPhone kepada sang orang tua dengan klaim OS paling mudah digunakan semua orang, yang pada akhirnya Beliau malah gagal paham dan sulit mengerti akan penggunaan ponsel berbasis iOS tersebut.
Saya pun memakluminya. Karena dengan pengalaman menggunakan iPhone beberapa waktu lalu, akhirnya ketemu juga kelemahan sistem operasi ini, utamanya ketika berupaya menyasar pangsa pasar orang tua atau anak-anak. Ya wajar sih, karena iOS memang dasarnya lebih pantas digunakan oleh mereka yang paham benar teknologi itu seperti apa.
Tidak termasuk saya tentu saja. Ha…

Merekomendasikan penggunaan sebuah ponsel bagi para orang tua yang masuk generasi pengguna ponsel Nokia atau istilahnya basic phone, pula orang yang awam perkembangan teknologi masa kini, sebenarnya gampang saja, sejauh kalian paham aktifitas apa saja yang biasanya akan mereka lakukan terhadap ponsel tersebut.
Maksud saya, sama halnya dengan konsep para Arsitek dalam mendesain rumah bagi para kliennya, satu hal yang mutlak diketahui sebelumnya adalah persoalan aktifitas. Kebutuhan apa saja yang sekiranya nanti akan diadopsi menjadi sebuah konsep rekomendasi. Kira kira begitu bahasa sulitnya. He…

Sederhana.
Saya yakin para orang tua maupun mereka yang awam teknologi masa kini, lebih sering melakukan hal-hal sederhana, rutin dan terbatas atau berulang dalam aktifitasnya sehari-hari. Tidak termasuk kalian generasi X atau Y yang pernah mengenal Windows XP, Word atau Excel untuk mengerjakan Skripsi, meskipun menyandang status yang sama bagi anak-anak yang unyu dalam setiap aksi di akun instagram mereka.
Sehingga kalau di analogikan ke penggunaan sebuah ponsel, minimal yang paling sering diakses adalah Telepon, Daftar Kontak (syukur-syukur bisa mencari nama dengan scroll tampilan ke bawah atau mengetikkan nama), Pesan (sekedar SMS), dan opsionalnya ya Kamera (tingkatan lanjut sekedar aksi mengambil gambar si cucu). Begitu berulang.
Jadi kalopun mau diperkenalkan dengan yang namanya FaceBook, Path, Line apalagi Twitter, rasanya belum perlu-perlu banget.

Disamping itu, satu kelemahan sistem operasi iOS sepanjang pengetahuan saya adalah ketiadaan opsi Menu, yang kalo secara pemahaman para pengguna iOS sebenarnya lebih efisien, tapi secara awam termasuk para orang tua, saya yakin jadi bumerang yang kerap dikeluhkan ‘hilangnya aplikasi atau games secara tidak sengaja akibat menekan tanda silang sebagai tanda lanjutan aksi Uninstall di iOS.
Ini juga biasanya terjadi ketika perangkat disentuh sentuh jari anak anak yang berpotensi memindahtempatkan icon ke halaman HomeScreen lainnya.

Lalu apa Ponsel Rekomendasi yang bisa saya share kepada kalian, untuk bisa dipergunakan oleh para orang tua juga orang yang awam teknologi ?
Satu-satunya pilihan hanyalah ponsel Android. Apapun mereknya, berapapun harganya.
Akan tetapi, kalo boleh ditambahkan soal spesifikasi minimalnya ya yang standar masa kini lah. RAM 1 GB, internal storage 4-8 GB. Selebihnya silahkan disesuaikan dengan budget.
Kenapa Android ya karena pertimbangan diatas.

Persoalan Kedua, ketika sudah memegang ponsel Android, langkah apa yang bisa dipersiapkan ?
Install Launcher tambahan bernama Apex.
Kenapa Apex ?
Karena selain didukung sejumlah tampilan icon pack atau themes yang menarik, Apex adalah satu-satunya atau bisa jadi salah satu Launcher yang memiliki fitur ‘Lock HomeScreen’ demi melindungi penekanan yang tak sengaja pada icon aplikasi ataupun games yang berpotensi menampilkan tanda silang berlanjut pada aksi uninstall, termasuk mencegah perpindahan icon tersebut ke halaman homescreen lainnya.

Jika Apex Launcher sudah diinstalasi, langkah selanjutnya adalah melakukan Pengaturan HomeScreen dengan mengatur jumlah grid yang ditampilan pada layar depan, dan mengisinya dengan icon aplikasi yang kerap atau akan digunakan secara lebih sering nantinya.
Bisa dengan jumlah grid paling sederhana 2×2, 3×2, 3×3 atau tergantung kebutuhan nantinya. Saran saya sih 3×3 atau 3×4 (3 rows/baris horisontal dan 4 column vertikal).
Isinya apa saja ?

Untuk Baris paling bawah, bisa diisi fitur sederhana dan minimal tadi, seperti Phone, Contact dan Pesan, atau Kamera.
Baris tengah, bisa diisi Widget tambahan berupa Kontak Favorit yang menyajikan daftar kontak yang paling sering dihubungi, seperti anak, menantu, telepon rumah dan lainnya. Jadi fungsi widget ini adalah untuk aksi cepat menghubungi semua nomor diatas dengan cara menekannya saja.
Sedang Baris paling atas, bisa digunakan untuk menempatkan akses ke opsi Menu, pilihan Cleaner RAM untuk pembersihan storage dengan cepat, bisa juga widget menutup aplikasi secara permanen atau mungkin widget untuk mematikan layar tanpa menyentuh tombol power. Ya enaknya kalian lah…
dan kalopun yang Baris paling atas dianggap ndak terlalu perlu, grid bisa di set ulang menjadi 2 Baris saja.
Efisien bukan ?

Nah, ketika pengaturan halaman depan sudah selesai dilakukan, langkah terakhir adalah mengunci HomeScreen dan Restart Ponsel untuk melihat hasil Terbaiknya.

Apabila langkah-langkah dan Rekomendasi diatas belum jua dirasa memuaskan secara visual, kalian bisa mencoba menambahkan Themes atau Icon Pack demi mengubah tampilan icon jadi seragam dan menarik.
Bahkan ada juga Theme yang menyerupai tampilan iOS jika masih belum bisa Move On ke lain OS. Hehehe…

Dan terkait Apex Launcher, kalian bisa mampir di halaman www.pandebaik.com dengan melakukan pencarian di halaman Google menggunakan kata kunci ‘apex pande baik’ ntuk bisa menemukan penjelasan lebih lanjutnya.

Semoga Berguna

Menulis lewat Ponsel ? Kenapa Tidak ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Tulisan berikut adalah tulisan aseli dari ‘Menulis lewat Ponsel? Kenapa Tidak ?‘ yang diterbitkan melalui halaman BaleBengong pada tanggal 7 Oktober 2016 lalu yang ternyata belum pernah saya publikasikan tulisannya di halaman ini.
Mau tau perbedaan editing kalimatnya ?
Yuk, disimak…

***

Kemana mana, tas selempang berkulit imitasi warna coklat tua selalu setia menemani. Isinya selain ponsel Nokia, ada polpen, permen, kacamata hitam, kamera digital juga sebuah modem pipih berwarna putih. Semua yang disebut tadi bisa dikatakan opsional, karena tak akan lengkap jika belum membawa serta laptop mini berukuran sepuluh inchi, yang siap digunakan untuk menumpahkan segala pemikiran yang terlintas selama perjalanan apapun tujuannya.
Tapi itu semua hanyalah sebuah masa lalu.
Satu hal yang pernah saya lakoni meski saat menonton tarian erotis di Stadium sekalipun.

Kini semua hal sudah terasa berbeda.
Menyandang tas selempang rasanya sudah gak jaman.
Selain memberatkan, juga akan mengurangi kerennya penampilan. Setidaknya itu kata seorang kawan yang setuju dengan pendapat saya.
Lalu ketika semua berubah, apakah yang namanya ide ataupun pemikiran yang terlintas dan memerlukan pencatatan secepatnya menjadi hilang seiring teronggoknya tas selempang di pojokan kamar ?
Sebagai seorang blogger, yang selalu berupaya tetap menulis apapun kondisi yang dilakoni, meski tak lagi menjadi kontributor aktif halaman Bale Bengong, rasanya haram untuk mengiyakan pertanyaan itu.

Makin keranjingan malah.
Lha kok bisa ?

Ya karena semua perangkat diatas, sudah bisa tergantikan oleh keberadaan sebuah ponsel pintar masa kini.
Dimana manfaat yang didapat rasa-rasanya sudah mampu mencakup itu semua.

Dari pengetikan draft tulisan, saya bisa memanfaatkan aplikasi Evernote, semacam penyimpan catatan yang sudah dilengkapi beragam fitur standar yang biasanya dijumpai pada aplikasi pengolah kata di perangkat laptop.
Begitupun ilustrasi. Dari pengambilan gambar, crop sesuai keinginan, hingga editing pencahayaan, semua bisa dilakukan dengan mudah. Manfaatkan saja akun Instagram yang kalian miliki.
Termasuk soal Update dan Publikasi tulisan. Bisa memanfaatkan browser bawaan atau aplikasi khusus lainnya yang bisa diunduh secara gratis dari pasar aplikasi.
Jikapun membutuhkan pengubahan resolusi gambar ilustrasi agar tak memberatkan tulisan saat dibaca, ada beragam pilihan yang bisa dicoba untuk me-resize ukuran pixel yang pas.

Kurang apa lagi coba ?

Beralihnya kebiasaan menulis dari memanfaatkan perangkat laptop, koneksi internet melalui modem eksternal dan kamera untuk pengambilan gambar, ke sebuah ponsel pintar masa kini, memberikan efisiensi yang sangat besar terutama bagi mereka yang melakoni sebagian hidupnya untuk berbagi cerita. Dari segi budget hingga mobilitas.
Meski tak semua bisa merasakan manfaat, khususnya mereka yang bergerak di bidang fotografi dan video blog yang belakangan lagi nge-Trend.
Tapi setidaknya ini sudah merupakan kemajuan.
Apalagi bagi kalian, kontributor aktif halaman Bale Bengong, penggiat Citizen Jurnalism yang saya banggakan, memiliki pekerjaan yang sangat amat jarang memberikan kesempatan duduk di balik meja kerja, atau berada pada suasana atau situasi yang ndak memungkinkan membuka laptop, seperti saat menonton tarian erotis.
Siapa tahu…

Yang tersisa dari semua itu hanyalah sebuah pembiasaan.
Bagaimana cara untuk membiasakan diri mahir mengetikkan tombol thumbboard pada sisi bawah layar ponsel dalam waktu yang cepat, seiring tumpahnya isi pikiran kedalam sebuah catatan kecil, melakukan edit kalimat, membacanya berulang kali hingga merasa yakin bahwa semua siap dipublikasi, atau membolak balikkan halaman dari satu aplikasi ke aplikasi lain pun halaman browser dan sebaliknya, saya yakin kalian akan mampu melakukan seiring berjalannya waktu.
Sama halnya dengan pengulangan aktifitas menulis sejauh ini.

Maka itu, Menulis lewat Ponsel ? ya Kenapa Tidak ?

Menulis lewat Ponsel ? Kenapa Tidak ?

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Menulis lewat telepon seluler kini begitu mudah

Tas selempang kulit imitasi coklat tua selalu setia menemani. Isinya selain ponsel Nokia, ada polpen, permen, kacamata hitam, kamera digital juga sebuah modem pipih berwarna putih.
Semua yang disebut tadi bisa dikatakan opsional. Sebab, tak akan lengkap jika belum membawa serta laptop mini berukuran sepuluh inchi. Laptop yang siap digunakan untuk menumpahkan segala pemikiran terlintas selama perjalanan apapun tujuannya.

Tapi itu semua hanyalah sebuah masa lalu.
Satu hal yang pernah saya lakoni meski saat menonton tarian erotis di Stadium sekalipun.
Kini semua hal sudah terasa berbeda. Menyandang tas selempang rasanya sudah tak zaman. Selain memberatkan, juga akan mengurangi kerennya penampilan. Setidaknya itu kata seorang kawan yang setuju dengan pendapat saya.

Lalu ketika semua berubah, apakah ide ataupun pemikiran yang terlintas dan memerlukan pencatatan secepatnya menjadi hilang seiring teronggoknya tas selempang di pojokan kamar?
Sebagai seorang blogger, yang selalu berupaya tetap menulis apapun kondisi yang dilakoni, meski tak lagi menjadi kontributor aktif halaman BaleBengong, rasanya haram mengiyakan pertanyaan itu. Makin keranjingan malah karena menulis lewat ponsel bisa begitu mudah.

Lha kok bisa?

Ya karena semua perangkat di atas, sudah bisa tergantikan oleh keberadaan sebuah ponsel pintar masa kini. Di mana manfaat yang didapat rasa-rasanya sudah mampu mencakup itu semua.
Dari pengetikan draf tulisan, saya bisa memanfaatkan aplikasi Evernote. Aplikasi penyimpan catatan ini dilengkapi beragam fitur standar yang biasanya dijumpai pada aplikasi pengolah kata di perangkat laptop.

Begitupun ilustrasi. Dari pengambilan gambar, crop sesuai keinginan, hingga editing pencahayaan, semua bisa dilakukan dengan mudah. Manfaatkan saja akun Instagram yang kalian miliki.
Begitu pula kalau mau memperbarui dan menerbitkan tulisan. Bisa memanfaatkan browser bawaan atau aplikasi khusus lainnya yang bisa diunduh secara gratis dari pasar aplikasi.
Jikapun membutuhkan pengubahan resolusi gambar ilustrasi agar tak memberatkan tulisan saat dibaca, ada beragam pilihan yang bisa dicoba untuk menyesuaikan ukuran (resize) pixel yang pas.

Kurang apa lagi coba?

Efisiensi
Beralihnya kebiasaan menulis dari memanfaatkan laptop, koneksi internet melalui modem eksternal dan kamera untuk pengambilan gambar, ke sebuah ponsel pintar masa kini, memberikan efisiensi sangat besar terutama bagi mereka yang melakoni sebagian hidupnya untuk berbagi cerita.

Dari segi biaya hingga mobilitas.
Meski tak semua bisa merasakan manfaat, khususnya mereka yang bergerak di bidang fotografi dan video blog yang belakangan lagi ngetren.

Tapi setidaknya ini sudah merupakan kemajuan.
Apalagi bagi kalian, kontributor aktif halaman BaleBengong, penggiat citizen journalism yang saya banggakan, memiliki pekerjaan yang sangat amat jarang memberikan kesempatan duduk di balik meja kerja, atau berada pada suasana atau situasi yang tak memungkinkan membuka laptop, seperti saat menonton tarian erotis.

Siapa tahu…

Tantangan dari semua itu hanyalah sebuah pembiasaan. Bagaimana membiasakan diri mahir mengetikkan tombol thumbboard pada sisi bawah layar ponsel dalam waktu cepat, seiring tumpahnya isi pikiran ke dalam sebuah catatan kecil, menyunting kalimat, membacanya berulang kali hingga merasa yakin bahwa semua siap dipublikasi, atau membolak balikkan halaman dari satu aplikasi ke aplikasi lain pun halaman browser dan sebaliknya.

Tapi, saya yakin kalian akan mampu melakukan seiring berjalannya waktu. Sama halnya dengan pengulangan aktivitas menulis sejauh ini.
Maka itu, menulis lewat ponsel ? Ya, kenapa tidak ?

***

Tulisan diatas diambil dari halaman milik BaleBengong yang dipublikasi pada tanggal 7 Oktober 2016 lalu…

Berbagi Tips Memilih Mobil Keluarga

1

Category : tentang Opini

Sebenarnya sih secara pengetahuan, saya nda worthed sampe nekad berbagi Tips Memilih Mobil Keluarga, apalagi secara topik rasanya apa yang tersaji selama ini di blog www.pandebaik.com rasanya nda jauh jauh dari persoalan ponsel dan kerjaan.
Tapi berhubung kemarin itu agak tergelitik dengan share infonya mas @hariadhi tentang Toyota Calya dalam aksi Nebeng Jakarta – Bandung, ya jadi pengen juga berbagi Tips tapi dari sudut pandang saya pribadi loh ya, bukan menurutnya Pakar. He…

Memilih Mobil Keluarga tuh sebenerna ya nda susah-susah amat kok.
Sudah banyak pilihan merek dan jenisnya.
Tinggal menentukan Budget saja. dan Kebutuhan keknya.

Soal bentukan, ya sudah pasti Mobil Niaga.
Itu kalo menurut saya, mobil untuk keluarga dalam arti yang sebenarnya. Bisa nampung isi keluarga kecil, ayah, ibu dan dua anak cukup, plus kakek nenek, minimalnya.
Selebihnya kalopun diberi rejeki nambah satu anak lagi, keknya masih cukup. 7 seat lah.
Akan beda kalo yang tujuannya cuma menampung keluarga kecil, mending pilih yang pas empat seat. City Car kalo kata orang.
Akan lebih beda lagi kalo misalkan antara sang ayah dengan ibu, merupakan dua tulang punggung yang secara wilayah kerja macam medan magnet utara dan selatan. Jauh, ya butuh dua kendaraan minimalnya.
Efeknya tentu lebih boros di pemeliharaan, juga bayar pajaknya. Tapi secara efisiensi waktu, jauh lebih baik ketimbang memiliki satu kendaraan untuk berdua. Antar si Ibu dulu baru ke tempat kerja Bapak, begitu pula pas jam pulangnya. Juga sebaliknya.
Tapi kalo seumpama hanya punya satu tulang punggung keluarga atau punya tempat kerja yang searah, punya satu Mobil berjenis Niaga, keknya sudah pas mantap.

Itu kalo dari segi kebutuhan loh ya.
Sedang kalo bicara dari segi budget, ya bisa pilih Model LCGC yang murah meriah baik 4 ataupun 7 seat saya yakin sudah ada banyak pilihan, atau kalo mau yang golongan menengah kisaran persaingan Mobil Sejuta Umat pun monggo.
Kurang lebih ada pilihan dari Toyota, Daihatsu, Suzuki, Honda hingga Mitsubishi dan Nissan.
Sedang yang Low Cost tadi ada juga pilihan tambahan dari Datsun.
Begitu juga untuk pilihan di menengah ke atas mah keknya jauh lebih banyak pilihan, dengan pertimbangan tambahan berupa konsumsi bahan bakar yang tentu lebih besar, setara tenaga, kapasitas mesin dan tentu saja kenyamanan berkendara, pula persoalan besaran pajak dan spare part.
Kalo mau aman ya mainnya di LCGC atau yang masuk kategori Sejuta Umat. Cuma ya persoalan gengsi musti bisa dikesampingkan lah semampunya.

Lalu Tips Tambahan di luar Kebutuhan dan Budget, keknya ya persoalan ketersediaan spare part dan model variasinya, bisa dipertimbangkan lebih lanjut.
Punya model kendaraan yang langka dan ndak banyak dimiliki orang sih sah-sah saja. Itu kalo soal isi dompet sudah bukan masalah besar. Tapi kalo kalian masih mencoba menawar harga jual, keknya yang diatas boleh jadi salah satu faktor yang dipertimbangkan.
Bisa melalui komunitas atau perkumpulan, atau forum dunia maya.

Jadi ya keknya cukup segitu aja Tips dari saya soal Memilih Mobil untuk Keluarga.
Kalo mau yang lebih detail soal jenis mesin, penggerak roda ataupun kecepatan, bisa cari di majalah ternama ataupun halaman lain dunia maya ya.

5 Jenis Vacuum Cleaner Yang Perlu Anda Ketahui

Category : tentang iLMu tamBahan

Pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan vacuum cleaner bukan? Vacuum cleaner merupakan alat penghisap debu yang biasa digunakan untuk membersihkan karpet, sela-sela jendela, interior mobil dan lainnya. Memang belum semua keluarga atau rumah memiliki vacuum cleaner, namun karena pemakaiannya yang praktis, vacuum cleaner saat ini mulai banyak diminati apalagi bagi para ibu muda dan pasangan yang baru menikah.

Bagi kalian yang ingin membeli vacuum cleaner, pasti masih bingung untuk menentukan jenis vacuum cleaner apa yang cocok untuk dipakai dirumah. Banyaknya jenis vacuum cleaner memang terkadang membuat beberapa orang bingung dengan fungsinya sendiri, oleh karena itu berikut ini berbagai jenis vacuum cleaner yang perlu kalian ketahui sebelum membeli jenis yang cocok untuk dipakai.

1. Upright
Vacuum cleaner dengan jenis upright ini biasa digunakan untuk membersihkan karpet. Karena semua bagiannya menyatu dimulai dari penghisap yang ada di bagian bawah dan menempel dengan lantai, hingga bagian penyaring yang menyatu dengan pegangan tangan. Vacuum cleaner jenis ini cocok dipakai di ruangan yang tidak terlalu banyak barang, karena designnya yang lebih minimalis dan memiliki corong lebar di bagian bawahnya.

2. Drum
Berbeda dengan jenis upright, vacuum cleaner drum memiliki design yang lebih fleksibel. Vacuum cleaner dengan jenis ini memiliki pipa panjang sehingga mempermudah kalian untk menjangkau bagian yang sempit dan kecil. Selain itu tempat penyaringannya pun terpisah tidak seperti jenis upright.

3. Hand held
Vacuum cleaner jenis ini banyak digunakan untuk membersihkan mobil. Karena designnya yang mudah digengam serta dibawa kemana saja saat hendak membersihkan kendaraan. Selain itu vacuum cleaner jenis ini juga dapat menjangkau ke daerah yang sulit dijangkau seperti sudut ruangan atau sudut kecil di dalam kendaraan anda.

4. Canister
Jenis ini adalah yang paling banyak digunakan oleh ibu rumah tangga, bentuknya yang mirip dengan vacuum cleaner jenis drum banyak dipakai oleh para ibu rumah tangga karena mudah menjangkau sudut yang sulit. Selain itu vacuum cleaner ini juga sangat fleksibel untuk digunakan.

5. Robotic
Canggihnya teknologi yang ada juga memacu beberapa vendor vacuum cleaner untuk membuat vacuum cleaner jenis robot. Cara kerjanya sendiri hampir 90% di control menggunakan remote control, namun memang belum banyak yang menggunakan jenis ini dikarenakan harganya yang terbilang cukup mahal.

Bagaimana, apa anda sudah menentukan jenis vacuum cleaner apa yang cocok untuk dipakai? Untuk lebih memudahkan lagi anda juga bisa lihat berbagai macam jenis vacuum cleaner di sini http://www.mataharimall.com/p-661/penghisap-debu. Tentunya akan ada banyak penawaran menarik di akhir tahun ini.
Selamat berbelanja.