persiapan implementasi Thesis di dunia maya

2

Category : tentang KuLiah

Berusaha memberikan ruang untuk konsen ke Thesis selama semingguan dan menilih untuk gag ngBLoG rupanya gak terlaksana dengan baik. Ini lantaran kedua dosen pembimbing ternyata memberikan spare waktu untuk memeriksa terlebih dahulu dokumen Thesis yang saya susun selama sebulan belakangan ini. Kabarnya sih baru sekitar Jumat bisa dilanjutkan lagi. So ? balik lagi ngblog deh….
Persiapan Thesis
Ohya, ngomong-ngomong soal Thesis, beberapa waktu lalu saya sempat memiliki sebuah idea untuk menerjunkan hasil implementasi sistem informasi yang dirancang (tentang isinya dan apa bagaimananya, kelak akan saya buka di BLoG) ke dunia maya atau internet dalam arti sesungguhnya. Itu sebabnya per hari jumat lalu saya langsung menghubungi Bali Orange, tempat dimana hosting BLoG ini berada, dan menyampaikan ide tersebut.

Menuruti saran terbaik dari Hendra, bahwa saya gak perlu menyewa hosting secara khusus lagi untuk mewujudkan ide saya tersebut, cukup dengan menumpang pada hosting yang saya miliki saat ini. Kebetulan untuk aktifitas ngBLoG 3 tahun ini hanya menghabiskan space sekitar 130 MB dari jatah 250MB yang saya miliki. Sedangkan Sistem Informasi yang dirancang hanya memerlukan space sebesar 25 MB.

Hanya saja, saran dari Hendra terkait alamat atau domain yang digunakan agar menumpang pada alamat BLoG ini (istilahnya subdomain), tidak jadi saya ikuti. Dengan alasan, yah biarlah sistem ini berdiri dengan alamatnya sendiri, maka per jumat tersebut saya dinyatakan sah memiliki domain www.binamargabadung.com

Kenapa musti dot com bukan dot go dot id ? karena untuk mendapatkan domain go.id barangkali harus memiliki surat keterangan pemakaian dari Mendagri sesuai ketentuan pembelian domain. Kenapa juga bukan menumpang pada website resmi milik Pemda Badung, barangkali alasannya kurang lebih juga sama, musti bersurat lagi ke pemda.

Tentu saja seperti yang saya ungkapkan dalam Thesis saya bahwa jika sudah berurusan dengan birokrasi ya siap2 aja dengan spare waktu yang lama untuk menyelesaikannya. “Jika bisa dipersulit kenapa harus dipermudah ?” He… itu siy udah biasa ya…

Makanya ya sebisa mungkin berusaha sendiri dululah semampunya, sekalipun saya harus mengeluarkan biaya extra untuk itu. Tapi gak pa-pa, toh itu (sekali lagi), demi sesuatu yang ingin saya capai dan selesaikan dengan baik. Semoga saja. He…

BeBan itu bernama TheSis

3

Category : tentang DiRi SenDiri

Memasuki bulan keempat pasca ujian Proposal yang saya ajukan tempo hari, tampaknya belum jua ada tanda-tanda Thesis ini bakalan terselesaikan. Padahal target saya untuk dapat merampungkan tugas terakhir sebagai kewajiban selaku mahasiswa Pasca Sarjana di Teknik Sipil Universitas Udayana, kalo bisa ya akhir tahun ini.

Saya masih ingat dahulu, sebelum semesteran ganjil berakhir, saya begitu optimis bisa melalui perjuangan ini dengan baik. Mengingat pada masa lalu di perkuliahan S1, semangat itu begitu tinggi untuk bisa menyelesaikan Skripsi. Yah, mungkin saja lantaran situasi yang jauh berbeda (dulu itu masih teruna jomblo dan gak punya banyak “tantangan”), kini saya baru menyadari bahwa yang namanya menyelesaikan Thesis itu gak gampang.

Tantangan yang paling berat harus saya hadapi adalah keberadaan si kecil putri kami, Mirah Gayatridewi. Kelucuan dan gelak tawanya yang menggoda membuat saya malahan ingin lebih berlama-lama berada disampingnya. Memantau perkembangannya yang menakjubkan dan menjawab sapaan khas-nya pada saya…. “Bapaaaaaaaakkkk…” Fasih dan panjaaaang…

Paling klise tentu saja berkaitan dengan pekerjaan utama saya. Walaupun kata orang PNS itu kebanyakan waktu buat keluyuran, nyari short time atw yang paling gres malah gemar facebook-an, jujur saja, kadang saya sampe kelabakan dengan rutinitas saya sebagai seorang PNS. Dipercayai sebagai salah seorang anggota Tim Monitoring yang memiliki tugas memeriksa kemajuan pekerjaan pada tahun anggaran 2009 plus 2008 lalu. Tugas tersebut dibarengi dengan pemeriksaan lapangan secara rutin setiap 2 minggu sekali.

Masalahnya masing-masing Tim harus mengawasi 2 kecamatan (saya kebagian area Kecamatan Kuta Utara –Kerobokan, Canggu, Petitenget- dan Kecamatan Kuta Selatan –Jimbaran, Pecatu, Tanjung Benoa). Dimana untuk masing-masing kecamatan terdapat 5-6 kegiatan yang harus diperiksa. Dari segi administrasi, kemajuan fisik hingga mutu dan kualitasnya.

Itu semua belum termasuk tugas-tugas lain seperti perencanaan pada area yang telah ditentukan.

So, bisa dikatakan sepulang kerja, waktu dirumah itu jadi sangat berharga untuk diluangkan bersama anak dan Istri. Praktis waktu untuk bisa menyelesaikan Thesis itu gak banyak. Apalagi saya merupakan tipe mahasiswa yang gak bisa nyambi bikin Thesis sambil melakukan aktivitas lain. Musti konsentrasi penuh dan bergantung pada mood. Halah….

Mengapa saya begitu terbebani oleh yang namanya Thesis ?

sim

Karena Thesis merupakan solusi terakhir yang harus saya selesaikan untuk bisa menyelesaikan perkuliahan Pasca Sarjana ini.

Karena topik Thesis yang saya ambil, sama sekali baru sehingga sangat sulit mencari acuan (baca:contekan isi dan teori serta pola pikir).

Karena untuk bisa menyelesaikan Thesis ini membutuhkan bantuan dari para pakar bahasa pemrograman (dibantu oleh TIM Bali Orange –tempat Hosting BLoG saya ini) dan untuk itu memerlukan biaya tambahan sebagai penghargaan jasa dan ilmu yang mereka miliki.

Karena (seperti yang sering saya ceritakan sebelumnya) untuk perkuliahan ini saya musti merelakan SK PNS digadaikan ke Bank setempat, kompensasi pinjaman biaya kuliah. Jangan sampai bayar SPP lagi deh….

Arrgghhh… berharap bangeds bisa menyelesaikannya dengan baik…..

So, What’s Next ?

7

Category : tentang KuLiah

Akhirnya lewat juga, 14 Maret 2009….. yang saya nantikan, pukul 9 pagi… Kira-kira begitu bathin saya siang ini.

Ohya, apa ada yang masih blom tahu apa yang saya nantikan pada pukul 9 pagi tadi ? He… Bukannya bermaksud untuk mencontek judul lagu karya grup Rock Indonesia God Bless loh… “8 Maret 1989”

Terhitung pagi tadi, saya harus mengikuti Ujian pengajuan Proposal sekaligus kelayakan Usulan Penelitian sebagai cikal bakal Thesis nantinya. Langkah pertama yang harus dilalui terlebih dahulu menyusul dua tahap ujian lagi nantinya. Agar saya bisa benar-benar lepas dari beban perkuliahan pasca sarjana yang saya ambil sedari pertengahan tahun 2007 lalu.

Sekedar informasi saja, adapun bahan yang saya ambil untuk rencana Thesis saya ini adalah perihal “Sistem Informasi Jalan Raya”. Hmmm…. ini untuk pertama kalinya saya berani mengungkapkannya lewat BLoG, setelah beberapa bulan ditutup rapat-rapat. -Mungkin selanjutnya bakalan meminta bantuan Bli Hendra selaku pemilik Baliorange, tempat hosting yang sempat saya sebutkan (keceplosan…) tadi. He….

Ujian pengajuan Proposal sekaligus Kelayakan tadi dipimpin oleh Pembimbing saya, Bapak Agung Adnyana Putera, didampingi oleh pembimbing dua Bapak Suparsa dari Program Studi Transportasi, ditambah tiga orang dosen Pembahas, yaitu Bapak Yansen, Bapak Suweda dan Bapak Dewa Prianta.

Ujian yang berlangsung (jika boleh saya katakan) serius tapi santai. Lumayan membuat saya kewalahan, sekaligus nervous dengan maksud dan tujuan pertanyaan yang dimaksud. jangan-jangan malahan jadi menjebak nantinya.

Satu hal yang saya syukuri, bahwa Bapak-Bapak Dosen yang menjadi Pembahas pada ujian saya ini, menyampaikan masukan serta saran dengan sangat baik, tanpa bermaksud menjatuhkan mental saya didepan rekan-rekan. Berhubung salah satu peserta yang tampak hadir adalah rekan saya sesama Blogger. (he… sambil membayangkan, kira-kira apa yang bakalan ditulis tentang jalannya ujian saya nanti yah ?)

Memang harus saya akui, ada beberapa hal yang saya tak paham, terkait dengan tata bahasa, cara penulisan dan juga istilah. Apalagi yang berkaitan dengan Data Primer dan Sekunder. Saya akui, memang saya sangat tidak menguasainya.

Selain itu benar pula apa yang diperkirakan oleh Bapak Suweda terkait Kajian Pustaka yang saya buat, adalah hasil copy paste saja dari referensi yang saya dapatkan. Istilahnya, ya asal comot. Yang penting berkaitan ya diambil saja. Itu benar. Hehe…

Setidaknya, apa yang saya buat itu memang adalah usaha sendiri. Bukan hasil dari mencotek dan menyalin apa yang dibuat oleh mahasiswa sebelumnya. Berhubung ini topik yang benar-benar baru, maka Beliau-Beliau yang mendapatkan kewenangan untuk memutuskan apakah saya layak maju ke tahap Thesis atau tidak, merestui usaha saya dan mempersilahkan untuk dilanjutkan.

Entah karena memang terpengaruh oleh suasana “ujian” dan keputusan yang dinanti khawatirnya tak sesuai harapan, untuk beberapa saat, pikiran saya sempat blank bahkan tidak tahu harus berkata apa.

Hingga saat saya meninggalkan kampus pun terdengar hela nafas panjang dan berat, disertai pula dengan tanda tanya….

So, What’s Next ?

Studi Investasi untuk Bahan Thesis ? Oh No !

1

Category : tentang KuLiah

Akhir pekan… Hari yang begitu saya nantikan dalam satu minggu terakhir ini. Apalagi kalo bukan untuk mendapatkan waktu luang dan bersantai bareng Istri juga putri kecil kami, MiRah GayatriDewi. Hanya saja, untuk mengawali sebuah liburan saya mengambil sebuah kegiatan baru, yaitu ikutan hadir dalam ujian seminar mahasiswa pasca sarjana yang berkesempatan mempresentasikan hasil penelitiannya dihadapan para penguji. Sangat mengasyikkan tentu bathin saya sedari rumah.

Kegiatan baru ini bukan tanpa alasan saya rela melakukannya, tapi karena merupakan salah satu prasyarat kalo mau mengikuti ujian proposal Thesis nantinya. Minimal setiap mahasiswa mengantungi 10 kali sesi semacam ini, atau bahkan bisa jauh lebih besar lagi seperti Seminar Regional, hingga invasi ke Program Studi lain, sangat dianjurkan malah.

Tujuan sebenarnya bukan malah menghambat sang mahasiswa yang akan mengikuti ujian proposal (ujian tahap pertama), tapi (ini juga pendapat saya pribadi loh) dapat digunakan sebagai bahan referensi baik tata cara mengikuti ujian seminar, uji nyali (baca: membiasakan diri) berbicara didepan banyak orang, hingga apa saja yang berpotensi menjatuhkan rasa percaya diri saat mengikuti ujian nanti. Misalkan saja, dosen yang telat dateng hingga satu jam, alat yang gak siap hingga presentasi materi seperti tertampil didinding ternyata gak sesuai dengan keindahan pada layar laptop.

Bagi saya semua itu sangat pantas untuk dijalani, lantaran saya sendiri mengakui masih suka nervous kalo diminta berbicara didepan umum. Seperti saat Launching BBC di Popo Danes kemaen. Gugup luar biasa. Apalagi dipandangi sekian pasang mata yang sama sekali belum saya kenal.

Ujian pertama yang saya hadiri ini dilakoni oleh Ida Bagus Adyatmaja, mahasiswa pasca Teknik Sipil angkatan 2006, yang mengetengahkan topik ’Studi Kelayakan Investasi Pembangunan Pasar Galiran Klungkung’. Dari obrolan seorang teman dengan sang mahasiswa, kabarnya Beliau ini merupakan alumnus Teknik Arsitektur angkatan 2000, yang baru saja lulus S1-nya langsung melanjutkan ke jenjang pasca yang beda jurusan. Pantas saja dari penampilan hingga gerak geriknya sempat menipu mata saya yang menyimpulkan kalau orang ini akan mengikuti Ujian Skripsi S1. Ha…. meleset rupanya.

Adanya rasa nervous sangat jelas terlihat dari raut wajah sang mahasiswa. Barangkali Beliau ini gak kena aturan baru yang 10 kali kehadiran di ujian seminar, sehingga agak terkejut saat ditonton banyak orang. Apalagi seperti yang saya katakan tadi, Beliau inilah yang mengalami hambatan seperti tersebut diatas. Satu pelajaran buat saya tentunya. Harus sudah siap sebelumnya.

Dari pemaparan yang dipresentasikan, terlihat jelas sang mahasiswa ini tak menguasai inti materi yang diambilnya sebagai bahan Thesis. Studi Investasi. Satu ilmu yang saya anggap sama sekali baru, apalagi untuk seorang yang menjalani pendidikan Arsitektur sebelumnya. Tentu gak pernah menyentuh perihal Cash Flow, Bunga, Pajak dan lain sebagainya. Studi Investasi ini pula yang akhirnya menghantarkan saya pada ‘mengigau tak jelas’ di akhir semester satu lalu. Karena suer, beneran baru. Hingga kalkulator yang khas milik anak Sipilpun (Casio seri fx-85ES) akhirnya saya beli agar memudahkan saya dalam menghitung kalkulasi studi seperti ini.

Balik pada ujian seminar, walaupun secara teori, apa yang dipaparkan sudah masuk akal, rupanya ada satu hal yang Beliau lupakan. Aspek Lapangan atau kenyataannya. Hal ini jelas terlihat saat sang penguji mencecar pertanyaan perihal kebijakan pajak, pinjaman bunga bagi investor hingga ke dasar pemikiran penyusunan skenario investasi yang memang kelihatan jelas hanyalah sebuah asumsi si mahasiswa. Pantes aja kalo jawaban yang diberikan atas pertanyaan sang penguji menjadi sangat aneh terdengar ditelinga. Sampai-sampai ketiga Penguji sempat menyatakan kesediaan mereka menjadi Investor pada asumsi skenario pinjaman yang dipaparkan.

Memang sangat disayangkan sekali, kalau sebagai mahasiswa tidak berusaha menyadarkan diri sendiri, sejauh apa kemampuan diri sebenarnya dan tidak malah ikut-ikutan teman dalam mengambil ide untuk Thesis diakhir studi pasca sarjana nantinya.

Hal ini sempat dilontarkan oleh seorang rekan, Bli Oka Parmana yang menyarankan saya untuk mengambil bahan Studi Investasi sebagai topik Thesis saya. Tapi dengan tegas saya jawab, TIDAK. Mengapa ?

Walaupun teman saya itu mengatakan bahwa siapa tahu usai S2 ini, saya bisa mencoba yang namanya berinvestasi diluaran pekerjaan utama saya sebagai seorang pegawai negeri, tentu mengasyikkan. Tapi alasan saya jauh lebih bisa saya terima dengan nalar dan akal sehat, yaitu saya tak akan mempertaruhkan waktu saya yang sempit ini untuk sesuatu yang sama sekali tidak saya kuasai. Buat apa ? sudah jelas ketiga penguji tadi ilmunya sudah jauh diatas awan, mengapa saya harus mengambil sesuatu yang jangankan berjalan, merangkakpun saya belum bisa.

Maka sayapun memutuskan untuk mengambil satu topik, dimana saya bisa mengetahui pola pikirnya, data yang mudah didapat serta cara analisa yang barangkali bisa saya titipkan pada yang jauh lebih mampu dibidangnya. Yah dengan harapan, saya bisa melewati tahap akhir dari studi saya ini dengan baik. Itu saja.

Do’a kan ya.

PanDe Baik kali ini ditemani alunan sendunya Michael Jackson ’She’s Out of My Life’ yang kabarnya sudah pindah keyakinan menjadi seorang Muslim.

Salam dari Pusat Kota Denpasar

Akhirnya Rehat juga

13

Category : tentang DiRi SenDiri

Segala beban rasanya numplek jadi satu saat pengajuan Proposal Thesis sudah didepan mata. Hari-hari yang dijalani jadi terasa kalut dan bingung, serta ada rasa khawatir bakal tertinggal jauh dari rekan kuliah lain, yang yakin banget sudah punya ancer-ancer mau ngambil topik apa buat Thesis mereka nanti.

Dibumbui pula oleh rasa was-was, apakah nanti bakalan bisa melewati tahapan ini dengan baik atau tidak ya ? tapi dimulai saja belum, bagaimana mau mengkhayalkan sesuatu yang blom dilakukan ?

Kamis sore saat menunggu perkuliahan perdana mata kuliah Metode Penelitian dimulai, rasa-rasanya ingin lari dari semua hal ini untuk mendapatkan satu hal yang paling penting dari semua beban itu. Mood.

Sulitnya mendapatkan mood yang tepat untuk memulai, apa yang ingin dibuat dan langkah apa selanjutnya seakan tumpah saat perkuliahan dimulai. Membuat daftar list apa saja yang harus dihentikan sementara dan rencana apa saja yang bakalan ikut tertunda, membuat yang namanya Mood itu tadi pelan tapi pasti muncul ke permukaan, melancarkan gerakan tangan untuk menggambarkan Thesis apa yang diinginkan.

Jangan takut salah, dan jangan menunda untuk mulai. Dua hal diatas yang dapat dipetik dari hasil perkuliahan kali ini… Keputusan apapun yang akan diambil, toh akan ada konsekuensi yang harus dihadapi.

Bertekad besar untuk segera memulai melukiskan ide dalam bentuk tulisan, rasanya makin mendesak, seiring langkah untuk mengambil keputusan…

Rehat nge-BLoG.

rehat.jpg

Satu keputusan yang barangkali tergolong sangat berat secara pribadi. Karena media BLoG sudah menjadi satu bagian terpenting dalam keseharian dan rutinitas, untuk menumpahkan semua perjalanan dalam sebuah cerita. Apalagi sebulan terakhir, sempat melahirkan tiga buah BLoG yang isinya mengkhusus kearah hobby pribadi, tentu dengan kemasan yang pantas untuk diajukan ke Google Adsense atau sejenisnya.

BLoG tentang si Buah Hati yang kian hari kian lucu dan menggemaskan, seakan tak ingin terlewatkan seharipun tanpa menggendong dan bersendagurau dengannya. Dilengkapi dengan tips untuk perjalanan malaikat kecil ini tentunya. Lengkapnya ada disini.

BLoG tentang Ponsel yang sejauh ini baru pada tahap Story, Timeline maupun Evolution Design saja, belum pada Review per ponsel, sedianya menampung minat pribadi pada teknologi bergerak yang belakangan makin maju dan makin banyak saja petarung yang ikutan didalamnya, silahkan dipantengin disini.

BLoG terakhir jauh lebih spesifik, hanya memposting Lirik Lagu yang sudah dikoleksi sampe saat ini, meliputi berbagai macam Genre musik juga Artis Namun sejauh ini baru menampilkan lirik-lirik lagu yang disukai saja dan berkembang pada yang menjadi Inspirasi dalam keseharian, bisa dilihat disini.

Ketiga BLoG tadi yang dibuat sedianya untuk mengisi kekosongan saat ide yang diharapkan tertuang pada BLoG utama lagi mentok, namun sebaliknya malahan makin banyak saja ide yang tertunda lantaran blom sempat dituangkan dengan segera dalam BLoG ini, akhirnya terantuk jua pada Keputusan ini.

Memang, aktifitas untuk merampungkan Thesis toh tak akan mengambil porsi waktu 24 jam sehari, 7 hari seminggu, sehingga masih ada rasa optimis tetap bakalan bisa nge-BLoG namun dengan rentang waktu yang tak lagi mengamuk setiap harinya. Yah, berharap saja aktifitas rutin ini tak akan berhenti ditengah jalan.

Hanya saja, keputusan harus tetap diambil. Segera untuk Rehat nge-BLoG dan memulai langkah baru menyusun Proposal Thesis. Doakan saja bisa Berhasil…

See ya Next Time

Where’s my Mood for my TheSiS ?

1

Category : tentang KuLiah, tentang SKetSa

ccl-mood.jpg

…terbang tinggi…

Impossible, of course !

Category : tentang KuLiah, tentang SKetSa

ccl-thesis-zapp.jpg

Magical TheSiS ?

zap !

I finished it !

of course it’s Impossible…

TheSiS ? Think Think Think

Category : tentang KuLiah, tentang SKetSa

ccl-thesis.jpg

Think for any idea maybe ?

Semangkuk Mie Ayam dan Free Wi-fi

20

Category : tentang KHayaLan

Tergelitik membaca blog dari rekan Blogger milik Bli Ian dkk, yang kecewa dengan pelayanan Orange Bakery atas banner guede Free Wi-fi-nya yang musti bayar sangu 25 ribu dulu per orang. Dimana ntu tempat merupakan salah satu favorit dari seorang rekan kerja, Bli Oka Parmana buat nge-net menggunakan laptop barunya.

Cerita itu pula membuat penulis makin tertantang buat nyobain fitur Wi-fi yang ada di PDA O2 Atom kmaren, lantaran berkali-kali dicoba disepanjang Jalan Kamboja (yang katanya ada free Wi-fi-nya), tetep gak berhasil. Yang terdeteksi malah Hot-spot-ne Tiara Kuta, tapi gak bisa dipake browsing, sampe-sampe agak-agak curiga dengan fitur Wi-fi milik ni PDA, Jangan-jangan malah boongan

Maka hari Rabu malam, sepulang kuliah awal semester ketiga ini (mumpung masih jam 7an), penulis menyempatkan diri mampir ke Warnet yang ada fasilitas Wi-finya, terdekat dari kampus, yaitu Rainet disebelah utara Masjid An-Nur jalan Diponegoro. Resminya sih, tarif Wi-fi disini per-jamnya kena charge kalo ndak salah 4ribuan. Tapi penulis memilih tempat dikomputer biasa (dengan tarif 2ribuan untuk tiga puluh menit pertama) sambil diam-diam mengaktifkan Wi-fi di PDA sekedar ingin tau bisa disambungin apa enggak. Eh, ternyata bisa.

Ohya, kenapa penulis memilih tempat ini karena cuman Warnet inilah yang memberikan akses Wi-Fi tanpa harus memasukkan kode password seperti halnya Warung Kopi Renon ataupun Warnet di Tanjung Bungkak. Maka waktu tiga puluh menitan pun dilewati dengan nyobain akses internet via Wi-fi (nengok blog sendiri, penasaran tampangnya kayak apa dilayar PDA yang seuprit) sambil berlagak sibuk Blog Walking ke beberapa rekan Blogger, kayak Om Anton, Om Wira dan Pak Dokter Cock.

pande-blog.jpg

Nah, blom usai jatah tersebut, penulis memilih out dari Warnet sembari membayar tarif 2 ribu tadi dan dengan pedenya melangkah keluar menuju rombong penjual Mie Tek-tek yang kebetulan bersebelahan dengan Warnet ini. Tentu tetap melanjutkan aktifitas browsing sambil nungguin mie siap saji. Ternyata aksesnya masih tetep kuat, dan tetep diam-diam.

Gak nyangka, selama setengah jam penulis berhasil nyobain internet kesana kemari menggunakan akses Wi-fi curian ini sambil menyantap semangkuk Mie Ayam. Jadi mengkhayal, besok-besok nyobain lagi gak ya ?

semangkuk-mie.jpg

Hanya saja perbuatan tercela ini, mengingatkan penulis pada berita di koran Jawa Pos tempo hari dihalaman depan, perihal hasil survey yang mengatakan bahwa sekelompok orang pernah melakukan pencurian koneksi internet secara diam-diam. Wah wah wah… sepertinya hasil survey tersebut jadi bertambah satu lagi nih, jumlahnya.

Secara gak langsung pula penulis agak mempertanyakan embel-embel ‘Baik’ yang penulis gunakan selama ini. Semoga cukup malam ini saja nama penulis berubah menjadi Pande (tidak) Baik. He… Kayak posting AXIS aja nih.