Untukmu Indonesiaku

2

Category : tentang KuLiah

Yudisium Pasca Sarjana

Yudisium Teknik

WisuDa

Terima Kasih untuk Anda Semua

10

Category : tentang KuLiah

Menyambung tulisan saya sebelumnya, kali ini saya ingin mempublikasikan salah satu halaman yang terdapat pada dokumen penulisan Tesis sebagai bentuk apresiasi serta rasa Terima Kasih saya kepada orang-orang yang terlibat penuh dan ikut berperan dalam menyelesaikan studi Pasca Sarjana selama dua tahun terakhir. Apa yang tertera dibawah ini adalah apa yang tertera dalam dokumen yang telah ditandatangani baik oleh kedua Pembimbing, juga Direktur Pasca Sarjana Universitas Udayana.

Ucapan Terima Kasih untuk Anda Semua…

Yudisium Teknik

“…mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada :

  1. Bapak Dr. Ir. IGA. Adnyana Putera, DEA dan Bapak Ir. I  Gusti Putu Suparsa, MT  sebagai dosen pembimbing I (satu) dan II (dua) yang dengan sabar dan teliti memberikan dorongan, semangat dan saran selama membimbing penulis dari awal hingga Tesis ini dapat diselesaikan.
  2. Bapak dan Ibu Dosen Pengajar Bidang Keahlian Manajemen Proyek Konstruksi pada Program Magister Program Studi Teknik Sipil Program Pascasarjana Universitas Udayana di Denpasar atas bimbingan dan ilmu yang telah diberikan.
  3. Dosen penguji Bapak Dewa Made Priyantha Wedagama, ST, MT, MSc, Ph.D,  Ir. I Wayan Yansen, MT, beserta  Putu Alit Suthanaya, ST, M.Eng.Sc, Ph.D yang telah memberikan koreksi yang cermat dan detail  demi terwujudnya Tesis ini.
  4. Kedua orang tua, mertua beserta Istri dan anak, Alit Ayu Kusumadewi, SH dan Pande Putu Mirah Gayatridewi yang dengan penuh pengorbanan telah memberikan dukungan moril serta kesempatan berkonsentrasi sejak mulai kuliah sampai dengan selesainya Tesis ini.
  5. Teman-teman  di lingkungan  Pemerintah  Kabupaten Badung diantaranya Ir. Ida Bagoes Soerya (Kadis Bina Marga dan Pengairan), Ir. Ni Luh Putu Dessy Dharmayanthi, MT (Kabag Pembangunan), I G.A.Suryaningsih, ST (Kasi Penyusunan Program), Ir. I G.A.M.Aries Sujati (Kasi Pengendalian dan Pelaporan) dan S.N.Oka Parmana, ST (Kasi Pemeliharaan Jalan) yang telah memberikan semangat, dorongan dan bantuan berupa data, informasi serta pendapat.
  6. Rekan-rekan kuliah dan karyawan Program Studi Teknik Sipil atas dukungan, bantuan dan kerjasamanya.
  7. Rekan-rekan di Bali Orange Communications, Hendra W.Saputro, Arip Yulianto dan Viar S.Kusuma yang telah banyak memberikan bantuan ilmu, dorongan serta semangat sampai dengan selesainya Tesis ini.
  8. Rekan-rekan Bali Blogger Community dan Facebook yang ikut serta memberikan masukan, kritik serta saran dan semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan namanya satu persatu atas bantuan dan dukungannya.

Semoga Ida Sang hyang Widhi Wasa / Tuhan Yang Maha Esa selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada semua pihak serta penulis sekeluarga yang telah membantu pelaksanaan dan penyelesaian Tesis ini.

…dan semua itu berakhir sudah…

16

Category : tentang KuLiah

Melanjutkan studi ke jenjang Pasca Sarjana sebenarnya sama sekali tidak pernah terpikirkan, jika bukan karena desakan seorang teman kantor yang sudah terlanjur mendaftarkan dirinya di Magister Teknik Sipil pertengahan tahun 2007 lalu. Bisa jadi karena saat itu pikiran masih terfokus pada usaha untuk mendapatkan momongan. Kebuntuan jalan yang saya temui akhirnya membelokkan pikiran untuk kembali ke bangku kuliah ketimbang bengong termenung setiap pulang kerja.

Banyak hal yang menjadi kendala sebenarnya. Hal terbesar adalah masalah biaya. Seluruh tabungan saya habis digunakan untuk pengobatan diri sendiri yang kala itu diduga Oligoasthenoteratozoospermia oleh Dr.Wimpie. Sebuah istilah ilmiah yang intinya mengatakan bahwa sperma yang saya miliki tidak normal hingga menyulitkan proses pembuahan. Disamping itu, orang tua sudah tidak lagi seproduktif dulu. Apalagi Bapak yang diketahui mengidap Diabetes sejak tahun 2003 lalu. Saya pun akhirnya mengikuti saran dari rekan-rekan kantor, memanfaatkan SK PNS yang saya miliki, untuk dijadikan jaminan pinjaman pada Bank Pembangunan Daerah setempat.

Bidang Ilmu yang saya pilih sama sekali baru. Bisa dikatakan saya mengalami kesulitan saat ujian masuk, kuliah awal hingga tengah semester. Lagi-lagi dari teman jua saya mendapatkan banyak bantuan berupa buku serta petunjuk praktis untuk mengerti lebih jauh satu persatu mata kuliah yang diajarkan. Masa inilah yang saya sebut masa perubahan. Masa dimana saya mulai menggunakan waktu luang saya sepulang kerja untuk belajar dan mengerjakan tugas agar tak tertinggal rekan lain. Masa dimana saya mulai berkenalan dengan scientific calculator yang memiliki tiga baris digital pada display layarnya, demikian pula pc mobile alias Notebook dan juga usb modem.

Untuk memudahkan proses pengerjaan tugas, saya kerap memutar otak mencari jalan terbaik dan termudah untuk dapat menyelesaikannya. Mengingat impian saya untuk mendapatkan momongan sudah didengar Tuhan, yang artinya saya harus meluangkan waktu lagi untuk membantu Istri dalam mengerjakan kewajiban rumah tangga. Bersyukur sekali, apapun kesulitan yang saya hadapi, ada seorang Istri yang dapat diajak bertukar pikiran dan ada rekan kantor juga rekan kuliah yang mendorong dan memberikan bimbingan, hingga masa transisi perkuliahan bisa saya lewati dengan baik.

Hobi nge-BLoG saya katakan adalah hal paling positif dalam sejarah hidup dan sangat bermanfaat dalam proses pembelajaran perkuliahan kali ini. Tugas yang berbentuk laporan bisa saya selesaikan dalam hitungan hari. Kebiasaan untuk mencari ide, bahan-bahan yang diperlukan, hingga mencoba menuangkannya satu persatu dalam bahasa yang mudah dimengerti menjadi amat sangat berharga dan mengundang keheranan beberapa teman lain, mengingat latar belakang pekerjaan saya kini bukanlah bidang yang tepat untuk menghasilkan tulisan atau laporan.

BLoG pada akhirnya menjadi hal terpenting yang saya miliki, karena tugas terakhir yang harus saya selesaikan (baca:Tesis) hampir sembilan puluh persen dipengaruhi oleh spririt nge-BLoG. Percaya gak ?

Dua tahun dua bulan. Masa yang tercatat untuk bisa menyelesaikan studi Pasca Sarjana, bukanlah waktu yang cepat saya kira. Walaupun rasanya baru kemarin saya ikut test TPA yang mirip dengan test psikologi CPNS, dan rasanya baru kemarin saya meledek rekan-rekan diruang kuliah dengan gambar-gambar jahil, bikin nyengir dan tentu saja semua kisah itu terekam dengan baik pada BLoG saya ini. Tercatat pada kategori ‘tentang Kuliah’.

Yudisium Pasca Sarjana

Terima Kasih rekan-rekan, Terima Kasih semuanya. Tanpa kalian tentu saja saya takkan bisa menyelesaikan perjalanan panjang ini dengan baik.

…dan kini sebuah tanggung jawab besar telah menunggu didepan mata. Mau tidak mau saya harus menghadapinya…

Gak ada ruginya belajar nge-BLoG

19

Category : tentang InSPiRasi

“…nge-BLoG itu mengasyikkan, tinggal rajin mengupdate isi blog secara konsisten, maka pundi-pundi uang pun akan berdatangan demikian mudahnya…” Siapa sih yang gak tertarik dengan jargon seperti itu ? Banyak loh teman-teman saya meyakininya, padahal gak semudah itu bisa terwujud, apalagi kalo motivasi pertamanya adalah duit sambil ongkang-ongkang kaki. Mirip bisnis multilevel marketing.

Rata-rata para blogger pemula ini begitu berambisi menghias blognya dengan iklan ataupun adsense, menulis cerita yang sama dengan lainnya hingga akhirnya sebagian dari mereka meninggalkan begitu saja blog yang telah dibuat dengan alasan hanya buang-buang waktu, akibat kenyataan yang tak seindah harapan. Padahal kalo motivasi awal itu sedikit saja dibelokkan, sebenarnya gak ada ruginya loh belajar nge-BLoG.

Bagi mereka yang senang belajar, BLoG bisa menjadi ajang berbagi pengalaman. Menuliskan sesuatu yang dikuasai, ketika dipublikasikan ternyata banyak yang memberikan masukan atau malah mendiskusikan keluhan yang dialami.

Bagi yang senang berteman, BLoG bisa menjadi ajang bersosialisasi, saling mengunjungi dan berkabar satu sama lainnya. Tak sedikit yang mendapatkan teman dari luar pulau, yang berbeda usia, beda pengalaman dan juga beda budaya.

Bagi yang gemar travelling atau kuliner, BLoG bisa menjadi satu tempat untuk memperkenalkan sesuatu yang baru saja dialami, akan menjadi masukan bagi pembacanya sehingga tak akan canggung saat mengalaminya kelak.

Saya pribadi selain berteman dan berbagi tadi, sangat merasakan manfaat dari aktifitas nge-BLoG. Menjadi seorang tenaga teknis yang lebih banyak bergerak di lapangan ketimbang menulis diatas meja, menuangkan ide atau pemikiran menjadi sebuah tulisan dirasa jauh lebih berat dan memakan waktu ketimbang langsung mengungkapkannya secara lisan. Itu sebabnya pada awal memulai aktifitas nge-BLoG saya merasakan sulitnya melahirkan satu dua tulisan dalam waktu singkat. Namun ketika telah terbiasa, yang namanya tugas penulisan saat awal perkuliahan pasca sarjana pun gak lagi menjadi sebuah momok. Semua mengalir begitu saja.

manfaat ngeBLoG

nge-BLoG dalam perjalanannya sangat membantu hampir 90 (sembilan puluh) persen kegiatan perkuliahan pasca sarjana yang sama ambil sedari 2 (dua) tahun lalu. Dari penyelesaian tugas per mata kuliah hingga yang paling dinanti, Tesis. Untuk menyusun sebuah latar belakang dan menjadikannya sebuah permasalahan, saya tinggal mengumpulkan fakta-fakta yang ada dan menyusunnya seperti saat saya melahirkan tulisan dalam BLoG. Tips trik membuat tulisan pada BLoG yang beberapa waktu lalu pernah saya buat, diadaptasi menjadi tips trik menyusun Tesis. Kurang lebih memiliki alur proses yang sama.

Secara kebetulan apa yang saya ambil untuk dijadikan sebuah Tesis adalah berkaitan dengan kegemaran saya bergaul di dunia maya. Mengakses informasi secara cepat tanpa dibelit waktu dan tempat. Untuk mewujudkannya pun pada awalnya tak terpikirkan bakalan memanfaatkan rutinitas saya dalam hal nge-BLoG. Ide itu baru muncul ketika mengungkapkan pemikiran saya kepada seorang senior di Bali Orange Hendra W Saputro, jauh setelah ujian pertama saya lalui. WordPress akhirnya dijadikan sebagai titik penentu keberhasilan saya mewujudkan ide sebuah Tesis. Percaya atau tidak, penggunaan WordPress ini adalah sesuatu yang baru bagi kami semua, termasuk ide untuk mempublikasi informasi milik pemerintah agar dapat diakses cepat tanpa dibelit waktu dan tempat serta dapat berinteraksi dua arah didalamnya.

BLoG pun merambah mendukung sebuah Tesis. Hehehe…

manfaat ngeBLoG 2 Saya yakin masih banyak manfaat yang dapat diberikan oleh sebuah aktifitas bernama BLoG. Tergantung dari motivasi, tujuan dan juga rutinitas si pelaku. Bukan tidak mungkin, BLoG nantinya bisa digunakan sebagai ajang ‘turun ke bawah’ bagi para anggota legislatif kita, tak hanya digunakan untuk menggalang dukungan kemudian ditinggalkan begitu saja…

…yang tersisa dari sebuah perjalanan panjang…

3

Category : tentang KuLiah

Catatan hari demi hari jelang akhir dari sebuah perjalanan…

  • jilid hard cover warna biru benhur… target selesai tanggal 7 Oktober
  • hunting tanda tangan kedua pembimbing Tesis, Kajur serta Direktur Pascasarjana Unud… target secepatnya
  • penyelesaian administrasi di Teknik Pasca Sarjana… target secepatnya juga…
  • pendaftaran Yudisium Teknik untuk tanggal 5 November 2009… target terakhir tanggal 19 Oktober 2009
  • Yudisium dan Widuda wisuda… apa yang harus dipersiapkan ya ? ? ?

Lanjutkan !!! dikit lagie tuh…

1

Category : tentang KuLiah

Pasca ujian Tesis terakhir 13 Agustus lalu seperti orang kesetanan (ya aslinya mang rada setan siy) saya menjalani hari demi hari dengan ng-BLoG, fesbuk-an hingga blogwalking. Melupakan sejenak yang namanya Tesis…

Saat tidak berada didepan laptop bisa jadi saya begitu menikmati waktu kebersamaan bersama Istri dan si kecil MiRah. Jalan-jalan seputar kota, pulang kampung ke Canggu dan nginep sehari benar-benar membuat hari-hari terakhir terasa begitu panjang dan lama.

Hari berlalu demikian cepatnya hingga semangat untuk melanjutkan Tesis itu kembali muncul. Mungkin ini disebabkan oleh keinginan agar cepat bisa selesai dan fokus pada apa yang ingin saya kerjakan pasca sekolah, entah itu berkaitan dengan pekerjaan atau mimpi sampingan di dunia maya. Ya, sudah lama saya berangan-angan mencoba yang namanya afiliasi, adsense dsb dsb…
TesIs
Kalo mau dilihat lagi beberapa buku yang saya beli saat perkuliahan kemaren sebagian berkaitan dengan materi perkuliahan hingga bahan Tesis sebagian lainnya berkaitan dengan keinginan mencari side job di dunia maya. Semua buku tersebut saya kumpulkan dahulu sedianya bakalan ditelaah saat kuliah benar-benar usai. Ya, harapan saya jadi kian besar mumpung koneksi internet saat ini sudah mencapai tahap unlimited dengan biaya murah per bulannya.

Mimpi dan impian boleh saja digantung setinggi langit entah apa saya bisa mencapainya nanti. Hehehe… hayoo lanjutkan perbaikan Tesisnya dulu !!! dikit lagi tuh…

Sebuah Kisah Perjalanan Penyusunan Tesis nan Nyaris berAkhir

4

Category : tentang KuLiah

Tepatnya pada tanggal 16 September 2008 lalu pukul 11.05 siang, kisah ini dimulai dengan penuh semangat hingga melahirkan dua konsep awal yang nantinya bakalan memegang peranan paling penting dalam sebuah kisah perjalanan penyusunan Tesis “Sistem Informasi Jalan Raya Pemerintah Kabupaten Badung”. Dua konsep tersebut adalah Konsep Pendahuluan dan Konsep Sistem Informasi itu sendiri. Dalam perkembangannya Tesis ini mengalami tiga kali perubahan besar baik ditinjau dari judul yang digunakan maupun jumlah total halaman yang dimiliki.

Pada awalnya Tesis ini masih disebut sebagai ‘Konsep’ yang sedianya diselesaikan sebagai syarat mata kuliah ‘Seminar’ pada semester tiga. Saat itu isinya masih banyak yang bolong, bahkan untuk BAB III Konsep dan Kerangka Pikir dari sistem yang dimaksud belum direncanakan sama sekali. Modal nekat saja ngumpulnya. Hehehe… Adapun Judul yang saya gunakan saat itu masih sederhana, “Sistem Informasi Jalan Raya”.

Perubahan Tahap Pertama saya lakukan ketika desakan datang dari beberapa teman yang ingin maju ujian seminar pertama, namun belum memiliki keberanian untuk memulainya. Tak hanya dari teman, desakan pula datang dari dua dosen yang baru seminggu resmi berkenan menjadi Pembimbing untuk ‘Usulan Penelitian’ Tesis yang sedang saya susun. Maka pada tanggal 14 Maret 2009 lalu saya menjalani ujian seminar yang pertama, dengan mengembangkan judul menjadi “Sistem Informasi Jalan Raya Guna Mendukung e-Government”. Judul yang aneh kata dosen penguji saat itu. Ditinjau dari jumlah halaman, terdapat 57 (lima puluh tujuh) halaman yang diketik dalam format dua spasi, cukup mengundang kecurigaan salah satu dosen penguji yang mengira format dua spasi digunakan untuk mempertebal dokumen… padahal aturannya memang begitu. Hehehe…

kteBaLan Tesis

Begitu dinyatakan ‘dapat dilanjutkan’ ke tahap ‘Kelayakan Tesis’, terjadi perubahan dokumen Tahap Kedua dimana ada penambahan 2 (dua) Bab yaitu Pembahasan dan Kesimpulan plus tinjauan sistem yang sudah ada di masyarakat, cukup banyak menambah jumlah halaman hingga menjadi total 96 (sembilan puluh enam) lembar. Disini saya kembali melakukan pengembangan judul Tesis menjadi “Sistem Informasi Jalan Raya Pemerintah Daerah Kabupaten Badung Untuk Mendukung e-Government”. Lantaran sudah berani menampilkan studi kasus pada judul Tesis, mau ga’mau saya harus mengintegrasikan situasi dan kondisi dari studi kasus yang diambil kedalam setiap bahasan dalam isi dokumen. Bersyukur, apa yang saya ungkap merupakan hal yang lumrah terjadi dalam keseharian pekerjaan, sehingga jauh lebih memudahkan.

Pada tahap ini pula sistem yang dihasilkan (berperan sebagai sebuah Output dalam sebuah Kerangka Pikir Perencanaan Sistem) secara resmi saya luncurkan pada tanggal 12 Juli 2009 dengan menggunakan domain sendiri www.binamargabadung.com dan dukungan penuh dari Bali Orange Community. Waktu setelah peluncuran yang hanya berselang 3 (tiga) hari dengan jadwal Ujian Seminar ke-2, membuat saya tidak mampu memaparkan materi yang lebih baik dari yang diharapkan, hingga penilaian dari salah satu dosen penguji saat itu sangat ampuh membuat down semangat yang dahulunya pernah membara berapi-api.

Perubahan terbesar terjadi pada Tahap Ketiga, dimana dinyatakan ‘dapat dilanjutkan dengan catatan’ ke tahap ‘Ujian Tesis’ yang merupakan tahap ujian terakhir yang harus dilalui sebelum seorang mahasiswa dapat dinyatakan lulus sepenuhnya. Penambahan halaman terjadi lantaran saya menambahkan sejumlah Lampiran SK dan Inpres sesuai catatan para dosen penguji plus tambahan Pengujian dan Evaluasi atas sistem yang saya luncurkan sebulan sebelumnya.

Secara pribadi apa yang saya dapatkan selama sebulan peluncuran sangat luar biasa. Respon yang saya harapkan datang dari teman-teman cukup mampu membuat satu perubahan yang mendasar pada sistem yang diluncurkan secara online sebelumnya. Kendati hanya disosialisasikan via mailing list Bali Blogger Community, akun Facebook dan juga posting BLoG. Dari sekian banyak masukan, kritik dan saran yang diberikan memang harus saya akui, belum semua dapat saya tindaklanjuti mengingat pada batasan pembahasan yang saya berikan agar tidak sampai keluar dari jalur yang telah ditetapkan sebelumnya.

Kamis 13 Agustus 2009 barangkali bisa dikatakan menjadi momen yang paling saya nantikan selama ini. Bukan hanya untuk menjalani ‘Ujian Tesis’ tahap ke-3 (tiga) yang bakalan menentukan kelulusan, namun juga menjadi titik penentu apakah saya akan dibebaskan dari pembayaran SPP semester depan atau tidak. Mengingat uang pinjaman dari sebuah Bank Pembangunan Daerah yang rencananya saya gunakan untuk biaya sekolah selama 4 (empat) semester telah mencapai titik minimum. Ugh !

Alotnya suasana ujian yang terjadi lebih disebabkan oleh pendapat “Hanya begini saja hasilnya ? Ga’perlu dijadikan sebuah Tesis, berikan saja pada seorang WebMaster dijamin jadi jauh lebih memuaskan…” kurang lebih sama dengan pendapat awam tentang sebuah gambar jadi sebuah bangunan hasil karya seorang Arsitek terkenal “gambar apaan nih ? kalo cuman segini siy, saya juga bisaaaa…apa susahnya ???”

JuduL Tesis

Atas berkat Rakhmat Tuhan  Yang Maha Kuasa juga peran besar dari 2 (dua) dosen Pembimbing plus 2 (dua) dosen Penguji yang membela pendirian saya dari penilaian rendah seorang dosen lainnya, dokumen yang pada akhirnya memiliki tebal 155 (seratus lima puluh lima) halaman dan mengalami (lagi-lagi) pengembangan judul menjadi “Sistem Informasi Jalan Raya Pemerintah Daerah Kabupaten Badung Untuk Mendukung Pengembangan e-Government” ini dinyatakan Lulus dengan sejumlah perbaikan.

Bisa nebak ga’perbaikan dalam hal apa ?

Hehehe…

7 Langkah Persiapan menuju Penyusunan Tesis

1

Category : tentang KuLiah

Bagi sebagian besar mahasiswa Pasca Sarjana di angkatan saya bisa dikatakan Tesis merupakan momok paling memberatkan ketimbang tugas-tugas kuliah pada semester sebelumnya. Hal ini saya katakan demikian karena hingga batas akhir semester keempat kemarin, hanya 3 (tiga) orang saja yang mampu lolos dari 28 (dua puluh delapan) orang mahasiswa yang terdaftar dalam satu angkatan.

Kenapa sangat memberatkan, mengingat waktu yang dimiliki oleh setiap mahasiswa setiap harinya ga’cukup diprioritaskan hanya untuk memikirkan Tesis saja. Bagi yang memiliki pekerjaan utama, ya harus tetap konsisten pada pekerjaannya agar dapur tetap ngebul dan ada biaya spp untuk kuliah semesteran berikutnya. Bagi yang sudah berkeluarga tentu saja memerlukan waktu luang untuk bisa menjalani kehidupan berkeluarga yang baik. Kondisi ini sangat jauh berbeda dibandingkan dengan saat penyusunan Skripsi, dimana rata-rata yang bersangkutan berada dalam posisi lajang, masih merupakan tanggungan kedua ortunya  apalagi kalo blom punya pacar, wah wah wah… dijamin punya waktu luang yang leluasa untuk mengerjakannya. Saya sendiri memerlukan waktu setidaknya sekitar 3,5 bulan efektif pengerjaan dari total 8 bulan yang saya lalui.

Dalam perjalanan saya menuju Tesis sedari awal tahun untuk mengantisipasi minimnya waktu yang dimiliki, ada 7 (tujuh) langkah yang wajib diperhatikan sebelum bertekad mengambil momok paling berat dalam sejarah perkuliahan pasca sarjana ini. Hehehe…

Pertama, penentuan topik atau tema yang diambil. Sebisa mungkin mengambil masalah-masalah yang ada disekitar kita. Baik keseharian, pekerjaan ataupun lingkungan. Nantinya ini akan terkait erat dengan sejauh mana jangkauan yang bisa kita capai untuk dapat memahami dan mengerti jalan cerita dari tema atau topik yang diambil. Jangan sampai mengambil tema atau topik idealis, dengan studi kasus yang hanya ada diluar kota, atau hanya mengatasnamakan gengsi… ga mau kalah dengan teman lain.

Kedua, pahami kemampuan diri sendiri. Yang paling tahu tentang tindak tanduk dan kebiasaan anda adalah diri anda sendiri. Kalo merasa ga mampu menguasai sesuatu hal yang baru dalam waktu singkat, ya jangan sekali-sekali membenturkan kondisi tersebut demi sebuah cita-cita. Hindari atau limpahkan ke orang lain yang jauh lebih mampu apabila hal tersebut tidak dapat dihindari. Utamakan hal yang kita kuasai dahulu.

Ketiga, cari bahan sebanyak mungkin. Era Teknologi Informasi akan banyak membantu kita untuk kegiatan ini. Lakukan browsing terkait hal-hal yang nantinya akan dibahas dalam dokumen Tesis, baik istilah, pengertian, apa dan bagaimananya, kelebihan kekurangan hingga topik yang memiliki relasi dengan bahan tersebut. Apabila dari beberapa search engine yang ada belum juga memuaskan, silahkan hunting ke toko buku yang ada disekitaran kita dahulu. Ga’usah jauh-jauh nekat keluar daerah hanya untuk mencari referensi, karena rata-rata yang didapat bukannya referensi tetapi oleh-oleh. Hwahahaha….

01 Bahan Tesis

Keempat, catat ide yang terlintas dalam media apapun (kertas, agenda, ponsel, pda) dan kembangkan kedalam bentuk tulisan saat kita sudah berada didepan laptop atau PC. Ga’ada ruginya melakukan hal itu, kali aja tulisan itu bakalan berguna dalam pengembangan ide nantinya.

Kelima, print out semua bahan (yang penting dan berkaitan langsung) dan ide tulisan tadi, satukan kedalam map yang mudah dibawa kemana saja. Biasanya saat memiliki waktu luang, entah itu sambil menunggu, bengong atau sedang berada diluar jangkauan pc atau laptop, bahan dan tulisan tadi dapat direkap menjadi satu kesatuan untuk mendukung tema atau topik yang dipilih.

Keenam, selalu mengulang kegiatan sedari poin ketiga sampe kelima. Bahkan sampe saat terakhir jelang ujian sementara dokumen sudah disebarkan, saya tetap menerapkan hal tersebut. Hal-hal baru yang kemudian saya dapatkan, selalu saya ungkap saat ujian berlangsung. Sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi dosen penguji.

Poin langkah kelima adalah hal yang paling sering saya lakukan. Membahasakan satu pemikiran, langkah yang diambil maupun penerapannya kedalam bentuk tulisan adalah tantangan paling berat dan membutuhkan waktu lama ketimbang hal lainnya seperti mengumpulkan, menyusun, menganalisis dan merekap ide. Biasanya hasil yang telah di-print out akan saya baca berulang-ulang atau diberikan kepada teman untuk ikut memeriksa apakah pola pikir yang saya maksudkan dapat diterima atau malah masih membingungkan untuk dicerna. Mengingat dokumen yang saya hasilkan nanti akan dibaca oleh berbagai tipe orang dengan tingkat kemampuan dan pemahaman yang berbeda.

Ketujuh, DIY -Do It Yourself- selalu berusaha untuk mengerjakan dan memahami segala sesuatunya dengan kemampuan diri sendiri. Seandainya pun berada dalam posisi mentok, ga’ada salahnya untuk bertanya atau melimpahkannya kepada yang lebih mampu namun tetap dalam posisi mengontrol. Jangan sampe apa yang dihasilkan, tidak kita ketahui maksud dan maknanya.

Jika sudah begitu, apapun nantinya yang dipertanyakan oleh orang lain, dosen penguji sekalipun, saya yakin akan dapat kita tangkap dan berikan solusinya. Selamat Berjuang yah…