Saat PandeBaik Bertapa dan …

Category : tentang DiRi SenDiri

bertapa.jpg

polih paica ape nto Nde ?

Undangan Nyleneh

5

Category : tentang DiRi SenDiri

Memasuki bulan-bulan penuh hari baik buat nikah jadi inget dua tahun lalu pas direstui tuk ngambil putri bungsu dari mertua yang galak. Hehehe….Yang jadi ingatan kuat bukan masalah prosesi nikah yang mengambil waktu 3 hari dalam seminggu untuk tukar Cincin, meTipat Bantal dan terakhir Pernikahan.
Tapi berkaitan dengan ide dikepala bertahun-tahun yang tertumpah pada hal-hal kecil dan bersukur bisa terlaksana.

Dari dekorasi yang sederhana bikinan sodara yang masih teruna bajang, trus foto nikah yang dipajang didepan rumah dibuat dari kamera digital 3 MP diperbesar maksimal, diedit dan dibuatkan penyangganya dalam waktu sehari.

Untuk mobil pengantenpun langsung menolak pas ditawarkan type mewah milik famili tapi malah tetep menggunakan kendaraan yang setia menemani selama ini Toyota Kijang tahun 1988. tentunya dihias dikit.

Lokasi upacara gak mau nyewa tempat lain, cukup halaman rumah sendiri dan resepsi malam ditiadakan mengingat kondisi dari keluarga yang ikut membantu dapat dipastikan bakalan payah banget setelah seharian diforsir.

Ada juga embel-embel pernikahan yang memang biasa ada dalam setiap event yaitu souvenir secara paksa ditiadakan, bukan lantaran biaya, tapi kesepakatan berdua agar pernikahan bisa berlangsung kecil dan sederhana.

Ide ini sempat ditentang baik dari ortu sendiri maupun mertua, namun lantas direstui dengan keyakinan bakal berjalan tanpa merepotkan mereka lebih jauh. Mungkin karena ini adalah pernikahan putra bungsu dari pihak yang mengambil dan putri bungsu dari pihak terambil.

Yang membuat kepala geleng-geleng terheran-heran, bukan lantaran denger lagunya Project P, tapi karena desain kartu undangan yang emang tergolong nyeleneh dimata awam.

Ukurannya satu kertas folio dipotong dua memanjang, trus dilipet dua.
Bahan kertas dibeli sendiri di Inti Grafika pake kertas putih untuk cover yang dulu pas kuliah dijamin asli pasti sering dipake buat bikin tugas.
Tujuannya agar mudah dimasukkan kedalam saku, jika para undangan tidak mengetahui pasti lokasi upacara yang tampil pada cover belakang, digambar pake Cad. Aduh !

Undangan diprint sendiri pake printer Canon trus disemprot cat pylox transparan biar tintanya gak luntur.

Desainnya sendiri dijepret pake kamera yang sama dengan mengambil gambar rimbunan pelepah pisang tepi sawah pas lagi jalan-jalan berdua ke Bedugul saat masih pacaran.
Dioprek dikit biar jadi berlatar belakang putih. Tujuannya tentu pengiritan tinta printer yang sepertinya bakalan dicetak banyak mengingat jumlah undangan kedua belah pihak.

Dicetak dalam 2 warna, hijau dan biru muda demi memberikan kesan yang meneduhkan hati.

Kata-kata suci yang terhias pada kartu undanganpun diganti dengan kata-kata Cinta untuk Istri, mencomot dari kata-kata pada film ‘Gie yang waktu itu baru dirilis.
‘Kita begitu berbeda dalam semua, kecuali dalam Cinta…’

Yang bikin tambah nyeleneh, dibagian atas kolom nama undangan, ada karikatur kedua mempelai buatan adik sepupu yang juga jadi project leader dari seluruh perencanaan dekor hingga kartu undangan.

Desain kartu ini sempat mengundang kecaman dari berbagai pihak baik ortu, saudara hingga teman kantor. Hanya mereka yang menjadi teman kuliah saja dapat memaklumi desain ini, mengingat desain yang dibuat oleh anak-anak alumni Arsitektur pada saat mereka menikah, memang rada nyleneh.

Ada yang salah tanggap dikira undangan ulang tahun ada juga yang menghina terlalu kekanak-kanakan.
Tapi kapan lagi bisa menyalurkan ide akan momen yang akan kita alami sekali seumur hidup. Iya kan ?