Merekam Budaya lewat Teknologi

3

Category : tentang InSPiRasi

Hari Raya Nyepi baru saja usai. Dari sekian banyak proses menuju hari yang disucikan oleh Umat Hindu tersebut, beberapa diantaranya bisa jadi sangat dinanti oleh sebagian masyarakat. Entah itu berkaitan dengan kelangsungan upacara, keramaian hingga estetis budaya dan pernak perniknya.

Ada untungnya juga bahwa kini adalah masa berkembangnya Teknologi. Satu keuntungan dimana umat manusia dipermudah aksesbilitasnya terhadap segala bentuk aspek kehidupan yang diharapkannya. Orang tak lagi harus berada dilokasi kejadian karena sudah sedemikian banyak orang lain yang berusaha mengabadikan setiap momen tertentu dalam bentuk gambar bergerak ataupun diam.

Jejaring sosial menjadi ajang bertemunya semua kepentingan. Dari yang sekedar ingin tahu, keinginan untuk eksis dan mencoba menampilkan ketrampilan yang dimiliki agar diketahui banyak orang. FaceBook merupakan salah satu yang paling dinanti.

Berkawan dengan orang-orang yang memiliki ketrampilan khusus dalam kemampuannya dalam mengabadikan setiap momen tertentu dalam bentuk gambar bergerak ataupun diam adalah Anugerah bagi mereka yang memiliki keterbatasan biaya, keterbatasan waktu atau keterbatasan sarana untuk kemudian ikut memiliki rekaman budaya yang diharapkan hanya untuk koleksi pribadi.

Maka lewat BLoG ini saya berterima kasih kepada Saudara/i Ian SumatikaAdi SuryanegaraVira YunitaAtma Maya,Wayan Adi Sudiatmika dan Wayan Eka Dirgantara yang telah dengan setia mengabadikan setiap momen budaya yang terjadi selama kurun waktu Tahun Baru Caka 1932 kemarin. Sungguh beruntung Bali memiliki orang-orang yang bertalenta.

Salam dari Pusat Kota Denpasar

Trik kirim SmS tanpa sepengetahuan pemilik ponsel

9

Category : tentang TeKnoLoGi

Mengikuti perkembangan kasus Pembunuhan Nasrudin dengan terdakwa Antasari Azhar yang kini tengah menanti Vonis dari majelis Hakim, ditenggarai pernah mengirimkan sms ancaman lewat ponsel yang bersangkutan, akhirnya dapat dipatahkan dengan menghadirkan saksi ahli yang kemudian menggeber isi sms yang sekiranya ada di ponsel milik Antasari. Hasilnya tak satupun sms yang tercatat didalamnya dapat mengarah ke perihal ancaman yang dimaksud. Disela pembuktian ini ada satu topik menarik yang sempat muncul ke permukaan dimana beberapa sms Ancaman yang dimaksud diperkirakan dikirim dengan menggunakan nomor ponsel Antasari Azhar namun disanggah oleh yang bersangkutan. Topik ini tentu saja mengundang banyak pertanyaan, bagaimana mungkin sebuah sms bisa dikirim dengan menggunakan nomor ponsel tertentu tanpa sepengetahuan pemiliknya ?

Bisa. Yakin Banget Bisa. Saya katakan demikian, lantaran saya sempat mengalami masa-masa tersebut, mencoba dan membuktikan sendiri bahwa sebuah sms dapat dikirimkan dengan menggunakan nomor ponsel orang lain tanpa sepengetahuan pemiliknya. Caranya cukup mudah yaitu memanfaatkan beberapa alamat penyedia pengiriman sms (gratis) yang tersedia di dunia maya.

1rstwap.com adalah penyedia pertama yang saya coba kurang lebih pada tahun 2002/2003 lalu. Saat itu mereka menyediakan fitur pengiriman sms gratis dengan jatah perhari bagi satu pengguna yang mendaftar dengan memanfaatkan nomor ponsel yang dimiliki sebanyak maksimal 5 buah. Pesan atau sms tersebut dapat dikirimkan ke seluruh belahan dunia, tak hanya Indonesia saja. Meski demikian tidak menutup kemungkinan bahwa satu pengguna diperbolehkan memanfaatkan nomor ponsel milik orang lain untuk dapat memanfaatkan fasilitas yang mereka sediakan. Saya sendiri saat itu memiliki sekitar 8 akun yang menggunakan nomor ponsel berbeda-beda, sehingga bisa dikatakan jatah pengiriman sms perhari yang saya dapatkan adalah 40 kali. Percaya atau tidak, Inilah kejahilan atau tindak kriminal pertama yang saya lakukan dengan menggunakan kecanggihan teknologi ponsel. Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga. Sepintar-pintarnya saya melakukan toh ketahuan juga. Hehehe… Sayangnya kalo gak salah per tahun 2004, 1rstwap.com tak lagi menyediakan fasilitas tersebut secara gratis hingga sayapun mau tidak mau ya mencoret alamat tersebut dari daftar kunjungan dunia maya.

Aplikasi Messenger ICQ adalah penyedia kedua dan terakhir yang saya manfaatkan untuk aksi pengiriman sms gratis ini. Sayangnya ada beberapa nomor operator yang tidak mampu di-cover atau dimanfaatkan untuk berkirim sms melalui dunia maya. Kalo sudah begitu, nomor yang tampil di ponsel penerima adalah alamat email yang saya gunakan hingga malah membuat kebingungan si penerima sms. Hehehe…

Balik ke awal topik, saksi ahli yang dihadirkan untuk menggeber isi sms yang ada dalam ponsel Antasari Azhar optimis menyatakan bahwa orang awampun bisa melakukan pengiriman sms dengan menggunakan nomor ponsel orang lain tanpa sepengetahuan pemiliknya. 2sms.com adalah satu penyedia yang diklaim oleh saksi ahli dapat membantu melakukan itu semua. Mau mencoba dan me-Review-nya ?

16 GB, 8 MP, 1 CM, DuaL On, TV Tuner

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Rasanya hingga hari ini, belum jua puas kalo bicara soal kecanggihan teknologi yang ditanamkan kedalam sebuah alat komunikasi. Ya, Ponsel. Sebuah terobosan mutakhir yang kini hampir diberbagai belahan dunia membuatnya begitu booming dan selalu dinanti para konsumennya, baik yang loyal maupun para newbie. Gak disalahkan memang, lantaran sekian banyak kecanggihan seakan ada dalam genggaman.

Oke, kita putar ingatan kita ke sepuluh tahun lalu, dimana alat komunikasi waktu itu masih bernama telepon rumah, dibuat dengan dimensi yang besar dan berat, serta dengan setianya duduk manis di pojokan rumah. Seiring berjalannya waktu, kita seakan dikejutkan oleh teriakan orang-orang kaya tahun tersebut yang menenteng ’telepon rumah’nya kemana-mana. Hanya untuk sekedar menunjukkan benda yang mereka tempelkan pada telinga.

Meloncat dua tiga tahun setelah itu, saya pribadi sempat terpana menyaksikan perkembangan kecanggihan ponsel yang ditanamkan pada sebuah brand terkenal Nokia, juga Sony Ericsson yang dalam waktu bersamaan mengeluarkan seri ’raksasa’ mereka. Nokia dengan 7650-nya, Sony Ericsson dengan P800-nya. Layar warna yang lebar, nada dering yang sudah mampu bersuara penyanyi, juga berbagai aplikasi tambahan yang mampu mendukung mobilitas serta aktifitas penggunanya.

Maka sejak saat itu pula, mata kita seakan menyaksikan satu perubahan besar dalam perkembangan tingkah laku manusia, dimana ponsel kemudian menduduki peringkat teratas sebagai benda ’must have’, bahkan oleh anak SD sekalipun.

Perubahan tingkah laku, dimana orang kini dapat terlihat ’sedikit gila’ lantaran senyum-senyum sendiri di pojokan (sambil baca sms cinta) atau malah mengumpat (kalah main game). Perubahan gaya hidup, orang kadang masih merasa malu untuk tampil didepan banyak orang, kalo ponsel yang ditenteng masih kualitas jadul (apalagi kalo masih berlayar kalkulator). Perubahan aktifitas, dimana orang kini dimanapun ia berada sudah mampu menghubungi atau dihubungi kenalannya, bahkan membuat dokumen laporan saat berada di toilet sekalipun.

Tak sampai satu dasawarsa sejak kelahiran para ’raksasa’ diatas, hari ini teknologi dan kecanggihan ponsel makin menunjukkan bahwa mereka jauh lebih dibutuhkan lantaran lebih powerful dan multifungsi.

Lihat saja, kapasitas memori yang disandangnya. Satu brand paling terkemuka bagi konsumen di Indonesia, merilis ponsel sliding dengan internal memori mencapai 16 GB. Yang kemudian dipatahkan lagi oleh brand terkemuka lainnya yang selalu mengedepankan inovasi, internal memori tersebut masih dapat ditambahkan lagi dengan memori luar dengan kapasitas sama. Bayangkan saja, 32 GB dalam genggaman. Bandingkan dengan memory shared yang disematkan pada ‘raksasa’ 7650 yang hanya 4 MB.

Fitur yang paling tergunakan oleh konsumen dimanapun mereka berada setelah telepon juga messaging adalah kamera. Kini sudah mencapai angka 8 MP (Mega Pixel). Satu angka yang mampu menetak hasil jepretan dalam ukuran besar. Padahal ukuran rata-rata yang dicetak, saya berani jamin hanya kisaran 3R dan 4R saja. Itupun paling banter dengan resolusi 3 MP pun sudah memuaskan. Padahal lima tahun lalu, kita masih diguncang pergeseran resolusi dari yang paling umum digunakan masih berukuran VGA ke ukuran Mega Pixel.

Para raksasa awal tahun 2000an diatas masih memiliki ketebalan diatas 2 cm. Itu pula yang menyebabkan saat mereka ditenteng dan digenggam, terasa besar dan berat. Kini kita disuguhkan oleh produk-produk yang saling bersaing ketipisannya, dari yang berkategori sebagai pelopor seperti Samsung dan Motorola, hingga menularkan ke kompetitor unggulan seperti Nokia dan Sony Ericsson. Bahkan setahu saya Samsung masih bisa dikatakan yang terdepan dalam hal kategori tipisnya ponsel yakni hanya 6 mm saja.

Makin menggodanya fitur-fitur yang ditawarkan oleh para produsen ponsel bagi mobilitas dan aktifitas penggunanya, tampaknya hanya berlaku pada frekuensi GSM saja. Kondisi akan berbalik pada ponsel dengan jenis frekuensi CDMA, dimana ini pula yang memicu keengganan salah satu brand terkemuka diatas untuk ikut serta merilis seri-seri ponsel mereka di frekuensi ini.

Seiring dengan murahnya tarif yang dikenakan pada frekuensi CDMA, pelan-pelan pengguna ponsel GSM mulai mendua (istilahne : Selingkuh, Poligami). Mulai menenteng dua jenis ponsel kalo kemana-mana. Satu ponsel GSM yang tentu berisikan seabrek kelebihan dari desain hingga fitur, dan satu hape CDMA yang murah. Hahahaha….

Perubahan ini tampaknya dapat ditangkap dengan baik oleh beberapa produsen ponsel diatas yang mulai mengeluarkan seri ponsel untuk dua kartu berbeda frekuensi. Namun masih mentok pada harga yang mereka tawarkan. Mahal.

Makin kemari, jenis ponsel yang diminati konsumen kini makin diramaikan oleh serbuan produsen negeri tirai bambu. Yup. Ponsel China.

Walaupun secara fisik masih belum ada yang mampu membuat desain fenomenal tapi original, tapi fitur-fitur yang mereka tawarkan tampaknya sangat ditunggu-tunggu oleh konsumen negeri ini. Bagaimana tidak, segudang fitur yang sudah ditawarkan diatas disuntikkan pada sebuah ponsel yang murah meriah. Rata-rata paling mahal ada di kisaran 2,5 Juta. Itupun sudah ada fitur tambahan lainnya, yaitu TV Tuner.

Trend pengguna yang membawa 2 buah ponsel pun mulai bergeser. Tak hanya dual sim card berbeda frekuensi, tapi keduanya juga dapat diaktifkan bersamaan yang dikenal dengan istilah Dual On. Sedang bagi Konsumen yang masih setia dengan sim card GSM-nyapun disediakan fitur Dual Mode (dua sim card GSM yang mampu aktif bersamaan).

Bukankah tadi saya sempat mengatakan fitur TV Tuner ? Yup. Tayangan televisi hari gini pun sudah bisa dinikmati dalam layar kecil ponsel. Walaupun teknologi ini bukan hal baru, karena brand Nokia sudah memulainya jauh lebih dulu, tapi sayang mereka bermain bukan pada Teve Analog, tapi Digital. Yang masih memerlukan kurasan pulsa untuk bisa menikmatinya. Fitur inilah yang belakangan menjadi laris diminati konsumen. Ada yang memang hanya sekedar gaya atau memang butuh. Untuk memantau perkembangan Balap Moto GP saat rapat warga misalnya, kata seorang teman.

Itu baru fitur, belum Koneksi yang disediakan, baik untuk tukeran informasi antar ponsel maupun ke dunia maya. Minimal InfraRed pada ponsel-ponsel murah saat ini, walaupun masih ada beberapa yang malah menggunakan kabel data untuk bertukar file.

Kini malah usai trend 3G, 3,5 G dan Wifi, bakalan ada WiMax yang bakalan memanjakan pengguna dengan koneksi supercepat untuk berselancar didunia maya sekaligus bertukar informasi. Sayangnya koneksi ini belum sepenuhnya didukung pengembangannya oleh Pemerintah kita.

Teranyar, trend berponsel malah beralih ke satu fitur yang di Amrik sana menjadi yang terdepan dari setahun lalu. Ya Blackberry. Fitur akses email dan internet yang sebenarnya sudah dirintis oleh operator Indosat sejak enam bulan lalu ini, kabarnya kini malah menularkan virus ke operator paling ngetop di Indonesia, Telkomsel, untuk merilis fitur Blackberry pada konsumen mereka. Tak hanya fitur yang begitu dikenal, tapi juga handsetnya yang memang berlabel Blackberry.

Ah, saya jadi berkhayal, kira-kira tahun depan, kejutan apa lagi yah yang bakalan muncul ?

My Phone Timeline

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Ini ceritanya story tentang pergerakan ponsel yang pernah ada dalam perjalanan seorang Pande Baik. Sejak tahun 2003 (awal punya handphone, itupun karena terpaksa atas desakan teman-teman) He..

Nokia 3310 (2003) ; Kepemilikan : beli Second ; Alasan beli : Lantaran modal cuman 500ribu (saat itu) dan mampunya ngambil tipe ini ; Jangka waktu pemakaian : gak nyampe seminggu (karena sering restart sendiri)

Nokia 3350 (2003) ; Kepemilikan : beli Baru ; Alasan beli : Nokia 3310 dikembalikan ke penjualnya trus nambah 250ribu lagi untuk produk yang katanya kluaran terbaru saat itu. ; Jangka waktu pemakaian : Hampir setahun, akhirnya diambil kakak cewek.

Nokia 3530 (2004) ; Kepemilikan : beli Baru ; Alasan beli : berwarna dan poliphonic, murah lagi. -waktu itu harganya satu juta pas- ; Jangka waktu pemakaian : delapan bulanan, diberikan ke ortu pacar (eks) waktu itu. He…

Motorola C650 (2004) ; Kepemilikan : beli Baru ; Alasan beli : berwarna dan kamera, kisaran harga 1,2 juta ; Jangka waktu pemakaian : enam bulanan, dijual karena saat putus dengan pacar, si dia nuntut ntu hape dikasi ke dia aja. Ugh !

Nokia 7650 (2005) ; Kepemilikan : beli Second di Rimo ; Alasan beli : gak punya hape hampir sebulanan, trus iseng dapet seharga 1,3 juta. Akhirnya mimpi itu terkabulkan jua. Punya ponsel artis. He… ; Jangka waktu pemakaian : Empat bulanan, karena batere drop. Walopun sudah beli baru, tetep aja standby timenya gak lama. Terutama kalo dipake buat foto-fotoan proyek. Hahaha…

my-phone-timeline.jpg

T-Mobile MDA (2005) ; Kepemilikan : beli Second di Handphone Shop (belakangan baru tau kalo ni barang BM (bukan rilis resmi pasar lokal) ; Alasan beli : Layar sentuh, besar dan Windows. Pas buat dipake survey dan teman kerja. ; Jangka waktu pemakaian : Dua tahun (wuih…. Terlama ceritanya). Dijual karena gak punya biaya buat nikah (upacara yang ke-dua di bulan Juni 2007 lalu-lengkapnya lihat di BLoG Archive ya…). He…

O2 Xphone iim (2006) ; Kepemilikan : beli Second dari iklan Baris ; Alasan beli : buat Istri, biar bisa nampilkan wajah ganteng suaminya. Plus nada dering yang lagu Cinta. Huehehehe… and Windows of Course ! ; Jangka waktu pemakaian : sampe sekarang masih ada. Awet sih !

Samsung SCH S179 (2007) ; Kepemilikan : beli Baru di BTC Teuku Umar ; Alasan beli : CDMA, murah meriah. Sudah ada memori eksternal plus radio dan kamera. ; Jangka waktu pemakaian : tiga bulanan, dengan alasan yang sama dengan PDA T-Mobile diatas. Wakakakakak…

Nokia 6275i (2007) ; Kepemilikan : Nyicil Baru dari sepupu ; Alasan beli : Handset CDMA paling oke. He… Nokia lagi. ; Jangka waktu pemakaian : sampe sekarang masih Awet. Cerita lengkapnya ada pula tampil di BLoG. He…

Nokia N73 ME (2008) awal ; Kepemilikan : beli Second di Bli Bayu ; Alasan beli : Murah oi, masih oke. Buat dipake Istri, menggantikan O2 Xphone-nya yang ribet (karena pake OS Windows). Gak se-familiar Nokia. He… Maklum, Nokia minded. ; Jangka waktu pemakaian : sampe sekarang masih Awet. Cerita lengkapnya juga ada di Blog, kira-kira bulan Maret 2008 lalu. He…

O2 XDA AtoM (2008) ; Kepemilikan : beli Second dari rekan kantor, dulu milik calon Istrine Om Wira Bagus ; Alasan beli : kasian barang masih oke, wi-fi lagi. Selain itu dapetnya juga murah. 1,6 juta. He… ; Jangka waktu pemakaian : baru sebulanan kali ya ? terakhir diisi kartu AXIS, sebelum akhirnya pindah kelain hati, make IM3.

Kira-kira besok apa lagi ya ?

Akhirnya Internet MobiLe setelah 5 Tahun

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Sesuai judul posting diatas, ternyata penulis baru berani mencoba yang namanya Internet Mobile setelah tahun ke-5 pemakaian teknologi Mobile (start at 2003, kepemilikan ha pe pertama).  Ini nyatanya dilakukan secara pelan tapi pasti, setelah pernak-pernik media dimiliki serta pendukungnya berupa pengetahuan akan proses serta tips-tips praktis akan Internet Mobile, diketahui. ‘berarti selama ini aku ngapain aja yah ?

5 tahun. hmmm.. waktu yang sangat lama dan panjang untuk sebuah kemajuan (baca: keberanian) mengunakan teknologi. He… mohon untuk dimaklumi. Awal keberanian ini tentu dimulai setelah cita-cita kepengen punya laptop tercapai. ‘at last di usia 30 baru bisa. Hihihi…- Dikompori pula oleh rekan kantor buat nyobain Internet secara mobile –gak terpaku pada Telkomnet Instant di kabel telpon rumahan lagi- Horraayyy– make Modem StarOne SpeedUp tentunya.

Puncaknya apalagi kalo bukan Wifi-hunting, buat nyalurin hasrat laptop baru, secara kebetulan didukung pula oleh milis BBC yang hobi buat hunting Free Wifi. He… Maka aktifitas BLoG-pun belakangan mulai bisa dilakukan dimanapun berada. Saat nunggu di dokter gigi, saat bengong di meja kantor sampe duduk santai di teras rumahpun bisa.

Secara kebetulan pula, mimpi punya PDA akhirnya tersalurkan setelah menunggu waktu setahun. Walopun dapetnya barang second, tapi gak penting banget, toh dengan harga yang murah dan sudah Wi-fi pula.

Ini juga yang menyebabkan kenekatan buat nyobain internet sembunyi-sembunyi kemaren via Wi-fi, cara praktis dan aman buat nyobain koneksi Wifi ditempat-tempat tertentu tanpa resiko ketahuan. Coba kalo mejeng make laptop, dijamin langsung ketangkep.

Namun tak selamanya akses Wi-fi bisa ditangkep dengan bebas, sehingga memicu keinginan buat nyobain akses GPRS via operator GSM yang pilihannya jatuh ke IM3 Indosat setelah kecewa dengan layanan AXIS. Tanpa pengaturan macem-macem lagi, langsung bisa dipake buat nge-Net.

Nah, satu kehormatan pula saat BLoG dikunjungi rekan sesama Blogger yang tingkatannya, huuuu… Jauh tinggi diatas awan, ngasi solusi keren buat nampilkan BLoG di layar PDA yang se-uprit, dengan menginstalasi Plug ins WP-Mobile. Terima Kasih bangetz Om Brokencode

Maka per minggu kemaren pula, tampilan BLoG bisa mulai nampang di layar PDA yang se-uprit itu, walopun hanya dalam bentuk mirip-mirip RSS Reader. Tapi cukuplah buat ngobatin kangen pada BLoG kala bertapa di Toilet. Huweeeek !

5-tahun-internet-mobile.jpg

Jam-jam terakhir sebelum posting ini dibuatpun, masih disempatkan nyobain Yahoo Messenger via PDA, ini sih sekedar gaya-gayaan aja, cuman buat ngomporin rekan kantor yang begitu bangga dengan ponsel TV berlayar sentuhnya. Sempat dicobain pula dengan Om Anton, sayangnya sampe detik in i blom sempat dicobain lebih detil.

At Last tadi malem sempat juga iseng nyobain Free Wifi-nya Tiara Grosir, berbekal PDA ini ajah. Karena dari pengamatan terakhir, kok ndak ada yang aken ngebawa laptop buat ngerasain gratisan ini. Eh, ternyata kecele…

Kemaren itu ada sekitar empat meja yang diisi pengguna komputer jinjing, bahkan ada satu meja yang diisi tiga biji laptop mirip milik pribadi. He.. rata-rata pada dimanfaatin buat nge-BLoG. Ah, tau gitu tadi kan dibawa aja laptopnya.

Anywe, sudah kadung ngebawa ni PDA, yah iseng aja dicobain buat ngeliat peta via Google Earth, yang ternyata untuk konsumsi Mobile diarahkan langsung ke Google Maps buat nge-donlot dulu Softwarenya yang seukuran 700-an Kb, sukses dalam hitungan detik. Maka jadilah keinginan buat surfing peta Kuta Bali via layar PDA dengan manfaatin Free Wifi-nya Tiara Grosir, yang rencananya bakalan dipamerin ke rekan-rekan kantor. Eh, barang second murah ini ternyata bisa nyari peta Kuta juga loh… Wakakakakakk..

My Mobiler solusi praktis Personalisasi PDA

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Ada software menarik ditemukan via Google, saat penulis ingin melakukan Hard Reset pada PDA, sekalian mempersonalisasinya agar sesuai dengan kegiatan penulis nantinya.

Oya, Hard Reset itu dilakukan dengan menekan tombol Power pada sisi atas PDA dibarengi dengan Soft Reset (Reboot) pada lubang kecil pada sisi bawah PDA. Hal ini dilakukan apabila para pengguna PDA ingin mengembalikan setting keseluruhan handset seperti keluaran pabrik / beli baru. Itu sebabnya penulis tak terlalu khawatir dengan aktivitas selama menggunakan PDA lantaran kemudahan yang diberikan ini layaknya PC.

Itu artinya, usai melakukan Hard Reset, pengguna minimal mampu menginstalasi sendiri aplikasi tambahan apa saja yang ingin digunakan pada PDA, serta mem-personalisasikannya agar nyaman dipakai saat beraktifitas.

Satu kekurangannya saat mlakukan personalisasi ini adalah ribetnya proses instalasi via PC, kemudian harus beralih ke PDA untuk menyelesaikan prosesnya.

Nah, Penulis pun akhirnya menemukan dan sangat terbantu oleh aplikasi gratisan My Mobiler, yang dapat digunakan setelah PDA terhubung dengan PC via Activesync. Proses instalasinya dilakukan otomatis sekaligus pada PC dan PDA, dan muncul pada Tray (dipojok kanan bawah) untuk aktivasi aksesnya.

my-mobilers.jpg

My Mobiler ini mampu menampilkan simulasi layar PDA pada layar PC, dan dapat dipakai seperti pemakaian PDA biasa dengan bantuan Mouse. Artinya ribet peralihan proses instalasi diatas dapat tergantikan dengan bekerja pada satu layar PC saja. Tentu jauh lebih memudahkan dan menyingkat waktu. Cukup luangkan satu jam untuk melakukan instalasi aplikasi tambahan dan langsung mempersonalisasikannya sesuai kebutuhan pengguna, tanpa harus menggunakan Stylus.

Tak hanya itu, My Mobiler juga mampu mengambil screenshot pada layar PDA sekaligus merekam aktivitas untuk keperluan edukasi misalnya. Membuat Tutorial personalisasi PDA misalnya, disimpan dalam format avi.

Dengan My Mobiler ini, penulis sangat merasakan manfaatnya dalam mengutak atik isi PDA via layar PC, tak terganggu oleh stylus dan layar PDA yang kecil. Dapat digunakan pula untuk men-transfer data yang jauh lebih praktis.

Pande mau jualan yah ?

1

Category : tentang TeKnoLoGi

mau-jualan.jpg

ki-ka :

Nokia N73 – sekarang masih dipake oleh Istri

Nokia 6275i CDMA – ini sih jadi ponsel pelopor dikantor. he…

O2 XPhone iim – kasian dijual, ditawar 750rb. padahal tipe Smartphone Windows 2003…

O2 XDA Atom – eks ne Bli Wira, dibeli rekan trus beralih ke meja penulis. Lumayan buat bantu-bantu survey jalan.

paling bawah, laptop Acer Aspire 4520, khusus buat gambar make Autocad, plus ng-BLoG tentu.

Setahun menunggu untuk sebuah PDA

3

Category : tentang KHayaLan

Kalo dibuka lagi rekaman blog setahun lalu, tepatnya pas dijualnya PDA pertama yang penulis miliki, rasanya memang agak sedih… Tapi berhubung ntu barang dijual buat nambah-nambahin modal upacara nikah yang kedua masih dengan istri yang sama, apalagi setelah tau pengorbanan itu nyatanya membuahkan hasil, akhirnya gak ada rasa menyesal sedikitpun sudah melepas teman setia untuk dua tahunan lebih.

Memerlukan waktu setahun lebih untuk bisa memiliki handset buat kerja macam beginian lagi, dan Syukurlah…. Tuhan-pun berkenan untuk mengabulkannya. Walaupun bukan yang ada diangan-angan.

PDA dengan merk O2 seri XDA Atom milik calon Istrine Bli Bagus Wirautama, kini dengan manisnya menghias kekosongan akan kebutuhan gadget untuk kerja dan tentu saja survey jalan. Yah, semoga saja bisa berguna sesuai harapan.