WhatsApp Kawan ? Ayo Kita Lanjut Lagi

22

Category : tentang TeKnoLoGi

Gag terasa sudah seminggu ponsel Android ini menggunakan WhatsApp. Selama kurun waktu tersebt pula saya menemukan beberapa kelebihan pun kekurangan dari aplikasi Chatting berbasis Nomor Ponsel ini. Yuk kita lanjut lagi Gan.

Seperti yang pernah saya katakan di tulisan terkait WhatsApp sebelumnya, meski tidak lagi terpaku pada satu brand tertentu seperti halnya perangkat BlackBerry dengan BBM-nya, aplikasi WhatsApp rupanya masih membatasi type perangkat yang mampu menjalankannya dengan baik. Smartphone.

Ya, diantara sekian banyak jenis dan brand ponsel, ternyata yang mampu menjalankan  aplikasi WhatsApp ini dengan baik hanyalah ponsel yang masuk dalam kategori SmartPhone atau Ponsel pintar. Beberapa yang masuk diantaranya adalah iPhone, BlackBerry, Android dan Symbian dengan pengecualian. Symbian yang disarankan adalah yang mengadopsi versi 60 minimal 3rd Edition. Jadi bagi yang sudah menggunakan 5th Edition, Symbian^1 dan Symbian^3 yang rata-rata berlayar sentuh, dijamin mampu menggunakannya. Meski demikian, pada perangkat yang mengadopsi sistem operasi Minimal (Symbian S60v3rd Edition) rupanya masih juga dibatasi oleh WhatsApp. Terutama pada beberapa rilis lama seperti Nokia N73 ME milik saya. Jika dipaksakan, bakalan menampilkan kata-kata “your phone is too old bla bla bla…” Halah…

Itu artinya, WhatsApp masih belum mampu dijalankan pada perangkat ponsel Java atau ponsel lokal pun Nokia yang masuk dalam kategori S40, seperti halnya iklan yang ditayangkan di layar televisi.

Persoalan Group juga menjadi salah satu Kekurangan yang paling telak apabila disandingkan dengan aplikasi BBM miliknya BlackBerry. Berdasarkan penjelasan dua rekan pengguna BlackBerry, Sari Herawati dan Nana Wiryani, dalam sebuah Group aplikasi Chat BBM ternyata masih mampu menampung hingga 30 orang atau lebih atau istilahnya Unlimited. Hanya saja, makin banyak User yang tergabung dalam sebuah Group, makin berat pula akses Chat yang mampu dilakukan.  Lantas bagaimana dengan WhatsApp ?

Dalam sebuah percobaan, kemampuan maksimal jumlah User sebuah Group dalam aplikasi WhatsApp adalah 11 orang termasuk Admin atau yang membuat Group. Keterbatasan inilah yang kemudian menjadi kendala yang secara lagsung bakalan membuat Group tersebut menjadi Ekslusif lantaran sulitnya untuk bisa ikut serta didalamnya ketika jumlah User sudah mencapai jumlah maksimal. Pengguna lain baru bisa diikutsertakan apabila ada User yang keluar dari Group tersebut.

Ada Dua kekurangan namun ada juga beberapa kelebihannya. Mau tahu ?

Untuk melakukan aktifitas Add Friend atau memulai Chatting dengan seorang teman atau pengguna WhatsApp baru, yang dibutuhkan hanya satu. Nomor ponsel yang bersangkutan untuk disimpan terlebih dahulu dalam daftar Kontak perangkat ponsel. Jika sudah, tekan tombol Refresh hingga nama teman baru tersebut muncul dalam daftar. Chat langsung bisa dilakukan tanpa meminta persetujuan lagi. Disamping itu, secara Default WhatsApp akan medeteksi setiap nomor yang terdaftar dalam Kontak ponsel yang sudah memanfaatkan aplikasi WhatsApp dalam ponselnya.

Persoalan Biaya yang dahulu pernah saya sampaikan untuk penggunaan aplikasi WhatsApp pada perangkat BlackBerry pun rupanya tak terbukti. Dalam sebuah percobaan pengiriman gambar melalui aplikasi WhatsApp bersama seorang teman, Made Darma  menyampaikan bahwa pulsa yang ia miliki sebelum dan sesudah penerimaan gambar rupanya masih tetap sama. Itu artinya, biaya penggunaan aplikasi WhatsApp untuk perangkat BlackBerry sama sekali tidak dikenai biaya apapun lagi diluar paket BIS yang sudah digunakan.

Dibandingkat dengan aplikasi Chat lainnya seperti Yahoo Messenger, GTalk ataupun eBuddy, pun dengan fitur Message atau yang dikenal dengan istilah SmS, bisa dikatakan aplikasi WhatsApp memiliki kemampuan yang lebih saat melakukan pengiriman pesan. Kemampuan ini bisa dikatakan setara dengan aplikasi Chat BBM milik BlackBerry. Yaitu adanya jaminan bahwa pesan yang telah dikirimkan, pasti sampai pada nomor atau teman yang diajak Chat. Tidak ada lagi istilah Network Error yang mengakibatkan pesan yang sudah disampaikan tidak terkirim dengan sempurna atau pengguna harus melakukan pengiriman ulang seperti yang kerap terjadi pada aplikasi Chat maupun SmS. WhatsApp akan secara otomatis mencoba mengirimkannya ketika Network atau Jaringan kembali terdeteksi. Satu tanda pengenal yang bisa dilihat untuk memberikan jaminan bahwa pesan sudah sampai adalah tanda centang atau rumput berwarna hijau pada setiap pesan yang dikirimkan.

Jikapun kemudian aktifitas Chat yang dilakukan sudah mulai mengganggu privacy, seperti halnya aplikasi Chat lainnya, WhatsApp pun memberikan opsi untuk memblokir akun nomor ponsel atau teman tersebut sehingga yang bersangkutan tak lagi mampu melakukan Chat demikian pula sebaliknya.

Jadi, apabila perangkat ponsel yang Anda gunakan sudah termasuk dalam kriteria seperti yang dijelaskan diatas, ayo tunggu apa lagi, segera cobain WhatsApp. Aplikasinya dapat diunduh melalui App Store yang dimiliki pada masing-masing ponsel yang digunakan. Jikapun ada pertanyaan lagi, silahkan Add nomor saya berikut ini. 087860061698.

Ayo Kawan, kita lanjut lagi…

 

Bingung ? Tanyakan saja pada Yahoo Answer

4

Category : tentang KHayaLan

Referensi. Ketika kita mengalami satu masalah baik itu yang menyangkut kehidupan, pekerjaan, pemikiran ataupun hanya sekedar hobby, barangkali yang segera terlintas dalam benak adalah bertanya. Entah pada sahabat, kawan dekat, atau barangkali orang yang dianggap mampu dan menguasai permasalahan dengan harapan dapat memberikan jalan keluar. Namun ketika semua itu buntu dan tak jua mendapatkan solusi yang terbaik ? Tanyakan saja pada Yahoo! Answer.

Yahoo! Answer merupakan sebuah komunitas Tanya Jawab yang diluncurkan Yahoo! Pada 5 Juli 2005 lalu. Wiiih… sudah lama juga ya ? Kabarnya Yahoo! Answer pada awalnya direncanakan untuk menggantikan fitur Ask Yahoo yang ditutup pada Maret 2006. Di dalam komunitas ini, user atau pengguna dapat menanyakan permasalahan yang dihadapi untuk kemudian mendapatkan tanggapan dari pengguna atau User lainnya. Tidak menutup kemungkinan bahwa User atau Pengguna bersangkutan pun dapat menjawab pertanyaan User lain sekiranya merasa mampu untuk itu.

Ada banyak kategori pertanyaan atau jawaban yang dapat dilontarkan. Dari Gaya Hidup, persoalan sosial, isu terkini, keyakinan, olah raga, hiburan, komputer dan teknologi, Gadget dan lainnya. Sayangnya untuk Komunitas di Indonesia ada banyak pertanyaan yang menyangkut Agama dan Keyakinan, yang bagi saya pribadi sesungguhnya ‘tak pantas untuk dilontarkan. Perseteruan antara umat Muslim dan Kristen. Ini tentu menjadi gangguan yang sangat mengecewakan bagi mereka yang memang serius berminat untuk bertanya atau berbagi ilmu serta pengalaman.

Tidak ada Reward khusus yang diberikan apabila kemudian Jawaban yang diberikan dipilih menjadi Jawaban terbaik oleh si Penanya. Hanya berupa Point dan ‘kenaikan tingkat’. Point ini memang benar-benar hanya berupa nilai tambah pada tingkat keaktifan Profil, tanpa bisa ditukarkan dengan diskon produk, pembelian barang ataupun kemudahan lainnya.

Namun yang terpenting adalah Mencari Referensi dari permasalahan yang dihadapi. Dari beberapa pertanyaan yang saya jawab dan lihat, ada juga loh yang kemudian serius bertanya lebih jauh. Ini membuktikan bahwa memang ada orang-orang yang memanfaatkan Yahoo! Answer sebagai tempat alternatif untuk memecahkan masalah. Siapa tahu, ada orang yang jauh lebih paham dengan situasi atau pernah mengalaminya, bisa memberikan saran yang lebih baik.

Setiap pertanyaan yang diajukan, mendapatkan jatah selama 4 hari untuk membuka peluang bagi User atau pengguna lain menjawabnya. Lamanya waktu untuk memberikan jawaban ini dapat diperpanjang atau diperpendek sesuai keinginan si Penanya. Ada baiknya sebelum memutuskan untuk bertanya, lakukan terlebih dahulu pencarian terhadap masalah serupa.

Belakangan yang banyak saya temukan selain soal saling hina Agama itu adalah sulitnya memberikan komentar atau melakukan Update Status melalui aplikasi Opera Mini pada ponsel. Dari sekian banyak jawaban yang masuk ternyata belum jua memecahkan masalah. Entah apakah ini terjadi karena memang ada Bug pada aplikasi Opera Mini atau lainnya. Namun cara yang paling mudah untuk dicoba adalah, mencoba melakukannya melalui Browser bawaan atau menggunakan aplikasi lain. MoZat misalnya.

Yahoo! Answer sebenarnya bisa menjadi salah satu referensi apabila bertanya pada Mbah GooGLe belum jua mendapatkan hasil. Yah, kali aja bisa menemukan satu solusi terbaik ketimbang kebingungan. Hehehe…

 

WhatsApp Kawan ? Chat Lintas Ponsel Yuk ?

58

Category : tentang TeKnoLoGi

Bagi sebagian orang fitur BlackBerry Messenger atau yang dikenal dengan istilah BBM, rupanya masih merupakan satu daya tarik tersendiri ketimbang layanan lainnya. Itu sebabnya tingkat penjualan ponsel yang dikembangkan oleh Research In Motion (RIM) ini makin lama makin menanjak meski belum sedrastis peningkatan dua kompetitor besar iPhone dan Android.

Untuk bisa menggunakan Layanan Messenger yang dikelola secara khusus ini, seorang calon pengguna mutlak melakukan dua hal. Membeli handset atau ponsel BlackBerry dan tentu saja berlangganan paket internet BIS atau BlackBerry Internet Service. Sayangnya, tidak semua orang mampu menjangkau ponsel ataupun Handset yang di negeri ini keliatannya masih memegang image bergengsi ketika kedapatan memegang atau memilikinya.

Sekedar Informasi, beberapa kelebihan daripada fitur BlackBerry Messenger ini, selain dapat digunakan sebagai komunikasi dua arah yang melibatkan dua atau lebih pengguna, faktor kerahasiaannya pun dijamin oleh RIM. Itu sebabnya di beberapa negara, fitur BBM ini kerap ditenggarai sebagai ancaman bagi negara. Selain itu, seorang pengguna bisa bergabung dalam sebuah room/group yang sedang membahas satu topik khusus tanda ada batasan jumlah dan kemampuan. Kemampuan yang saya maksudkan disini adalah untuk berbagi cerita, informasi, foto, hingga video. Semua ini akan sangat bergantung pada keberadaan dan kemampuan koneksi  data yang digunakan. Lantas bagaimana jika seseorang tak mampu menjangkau harga sebuah ponsel BlackBerry termurah sekalipun ?

Gag usah khawatir. Gunakan saja WhatsApp.

WhatsApp merupakan sebuah aplikasi Messenger yang pada awalnya dikembangkan hanya untuk ponsel iPhone, yang dalam perkembangannya diperluas sehingga mampu digunakan pula pada ponsel bertipe Smartphone atau ponsel pintar lainnya. Dengan cara kerja yang sama, WhatsApp merupakan aplikasi Messenger yang menyerupai fitur BBM namun dapat digunakan secara Lintas Ponsel. Tidak harus membeli sebuah iPhone atau bahkan BlackBerry lagi.

WhatsApp yang hingga tulisan ini diturunkan, ternyata sudah dikembangkan hingga mencapai versi 2.6. itu artinya, WhatsApp sudah dikembangkan paling tidak dua tahun terakhir ini dan ironisnya, saya baru saja menyadari keberadaannya. Hehehe…

Keunikan aplikasi WhatsApp ini adalah ‘tidak memerlukan proses Registrasi ataupun pendaftaran, yang biasanya menggunakan alamat Email atau Nama pengguna sehingga seorang calon pengguna awampun dijamin bisa menggunakannya. Yang diperlukan disini hanya satu. Koneksi Data.

Seperti yang pernah saya jelaskan beberapa waktu lalu, sebuah Ponsel berbasis Android mutlak membutuhkan koneksi data dalam pengoperasiannya, sehingga kemudian aplikasi WhatsApp ini tidak jauh berbeda dengan aplikasi Messenger lainnya seperti Yahoo Messenger, GTalk, ICQ ataupun FaceBook Chat yang menumpang pada koneksi data yang yang sudah ada. Ketiadaan proses Regstrasi yang barangkali tidak semua orang mampu menggunakannya, digantikan dengan memanfaatkan nomor ponsel sebagai pengganti akun. Yap, cukup hanya dengan Nomor Ponsel.

Ketika Aplikasi ini telah selesai diinstalasi pada ponsel, WhatsApp secara otomatis akan medeteksi seluruh nomor ponsel yang ada dalam daftar kontak yang dimiliki, nomor mana saja yang telah menginstalasi aplikasi WhatsApp dalam ponselnya. Sehingga kita bisa dengan mudah melakukan aktifitas Chat ataupun berbagi informasi dengan teman tanpa harus melakukan Add Friend, Add PIN ataupun Invite.

Dikarenakan WhatsApp memanfaatkan koneksi data, maka ada kemungkinan bahwa setiap pengguna BlackBerry yang hanya berlangganan BIS paket hemat yang notabene tidak mencakup kemampuan untuk melakukan Browsing ataupun email (hanya BBM dan FaceBook saja), akan dikenai biaya tambahan untuk setiap koneksi data yang dilakukan. Namun bagi mereka yang sudah menggunakan paket data internet Unlimited, biaya tersebut tidak dikenakan lagi alias Gratis.

Meski demikian, sebuah aplikasi yang baru saja dikembangkan tentu memiliki beberapa keterbatasan atau bisa jadi kemudian disebut sebagai kelemahan atau kekurangan. Untuk penggunaan tahun pertama, pengguna tidak akan dikenai biaya apapun alias Free namun tetap dengan kemampuan berbagi yang tidak dibatasi oleh Kuota. Begitu masuk tahun kedua, pengguna diharapkan membeli lisensi aplikasi dengan harga $2 saja atau sekitar 20ribuan kira-kira untuk bisa melanjutkan penggunaan aplikasi. Bayangkan apabila dibandingkan dengan biaya bulanan berlangganan Paket BIS pada BlackBerry.

Kelemahan atau kekurangan kedua adalah keterbatasan kemampuan memasukkan teman dalam sebuah Room atau Group. Dari informasi yang saya dapatkan, untuk saat ini maksimal teman yang dapat disertakan dalam sebuah Room atau Group Chat adalah 11 orang. Semoga dalam waktu dekat saya bisa melakukan pengujian lebih jauh.

Kelemahan atau kekurangan ketiga adalah, meskipun aplikasi ini dapat digunakan secara lintas Ponsel, tidak terpaku pada satu brand dan hanya mengandalkan nomor telepon yang bersangkutan, kemampuan instalasinya sejauh ini hanya berlaku untuk ponsel bertipe Smartphone atau yang memang mengadopsi Sistem Operasi. Dari iPhone, BlackBerry, Android hingga Symbian. Ini artinya bagi mereka yang memiliki ponsel yang tidak masuk dalam kategori SmartPhone seperti ponsel  dari brand lokal atau China yang masih berbasis Java ataupun Nokia tipe S40 seperti seri C3, tidak akan mampu menggunakan aplikasi WhatsApp. Kendati demikian, bukankah setahun terakhir yang namanya ponsel berbasis Android dan pula Symbian 60 sudah ada yang ditawarkan pada kisaran harga 1,5 juta rupiah dalam kondisi baru ?

Menariknya fitur yang ditawarkan oleh WhatsApp bagi mereka yang masih menghobikan Messenger, bisa menjadi satu pilihan baru ASALKAN yang namanya koneksi data bukan lagi satu masalah besar. Apalagi kini sudah ada promosi paket dataplan dari beberapa operator besar dengan biaya yang terjangkau. Jadi, kenapa gag dicoba saja ?

Chat lintas ponsel yuk ?

 

Remaja dan penyalahgunaan FaceBook

8

Category : tentang Opini

Dianandha Heppista, Aisyah Putri PrayudiIbnu Farhansyah, Julianto Madura ataupun Evan Brimob barangkali hanyalah beberapa remaja yang secara kebetulan tertangkap tangan memunculkan Update Status yang kemudian menghentak puluhan, ratusan bahkan ribuan orang yang membacanya. Terlepas dari pengakuan mereka bahwa itu dilakukan karena akun yang di-Hack oleh orang lain bahkan ada juga  karena pengaruh emosi. Mereka belum tahu betapa kuatnya pengaruh sebuah Social Media bernama FaceBook.

Remaja dan FaceBook barangkali merupakan dua hal besar yang saling terkait dan sangat sulit untuk dipisahkan. Remaja yang selalu ingin menjadi yang terkini saya yakin pasti memiliki paling tidak sebuah akun FaceBook, apalagi media cetak, operator telepon dan juga berbagai brand ponsel selalu mengedepankan akun jejaring sosial pertemanan ini sebagai jualan terlaris. Demikian halnya dengan FaceBook. Remaja bisa jadi merupakan salah satu segmen pengguna terbesar.

Seiring perkembangan jaman, rupanya Remaja belum jua menyadari seberapa besar pengaruh dan kekuatan social Media yang mereka gemari tersebut. Padahal diluaran baik FaceBook ataupun Twitter, sudah dianggap mampu mengancam Keamanan Nasional seperti yang terjadi saat penumbangan rezim diktator Mesir tempo hari. Remaja yang saya lihat, rata-rata masih suka menggunakannya hanya untuk mengeluh, mengeluh dan mengeluh. Tentang pacar, sekolah, hal-hal yang sedang trend dibahas media cetak hingga kini mulai menyerempet pada soal agama dan Azas ke-Bhinekaan.

Memang, setiap orang memiliki hak untuk bebas berpendapat di negara ini. Kabarnya dilindungi oleh Undang-Undang pula. Namun yang perlu dipahami adalah kebebasan pendapat yang dilindungi itu hendaknya dapat dipertanggungjawabkan pula oleh yang bersuara, jangan asal bacot apalagi sampe menghina. Jika sudah terlanjur mendapatkan kecaman, berbagai akal buluspun dicoba untuk bisa menghindar dari tudingan. Gag jantan kan ?

Usia Remaja bagi saya pribadi sungguh merupakan usia yang rentan untuk masuk dan bebas berbicara dalam social media sekelas FaceBook ataupun Twitter. Karena di usia mereka ini yang namanya kedewasaan belum tentu bisa disamaratakan dengan remaja lain yang seusianya. Jangankan remaja, para politikus negeri inipun masih ada kok yang pola pikirnya kaya’Remaja (nyaris bebas dan kreatif, baru nyaris loh :p).

Maka itu, berhati-hatilah dalam berpikir, berkata dan bertindak. Seperti halnya ajaran Agama Hindu ada Tri Kaya Parisudha. Berpikir yang Baik, Berkata yang Baik dan Berbuat yang Baik. Sudah banyak cermin (baca:contoh) yang dapat dijadikan bahan pelajaran, diantaranya kelima nama Remaja diatas. Mereka lebih mengutamakan emosi dalam berkata ketimbang memikirkannya terlebih dahulu dan menimbang konsekuensinya. Sangat disayangkan memang mengingat satu dua diantara mereka merupakan panutan bagi remaja seusianya.

Lantas bagaimana cara agar tidak salah jalan ? selektif dalam memilih teman di Jejaring Sosial  selektif pula dalam berkata-kata (update status). Jaga perasaan orang lain, karena tidak semua orang paham dan sejalan dengan apa yang kita pikirkan, jaga pula apa yang menjadi milik kita (akun FaceBook) agar jangan sampai diambil orang.

Mengapa saya anjurkan untuk selektif memilih Teman, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan yang biasanya datang justru dari teman yang tidak kita kenali dalam daftar. Coba deh pikirkan, seberapa jauh atau seberapa banyak teman FaceBook yang benar-benar dikenal di dunia nyata ? saya yakin sangat banyak, apalagi bagi mereka yang punya teman hingga ribuan orang. Teman FaceBook yang memang benar-benar Teman sejati di dunia nyata, saya yakin akan mengingatkan terlebih dahulu ketimbang mencaci.  Iya gak ?

Jika dulu ada kata-kata ‘Mulutmu, Harimaumu… kini sudah berubah menjadi ‘Update Statusmu, Harimaumu…’

Banyak-banyak belajar sebelum bertindak barangkali jauh lebih bijak ketimbang baru tahu sedikit sudah ngebacot berlebihan. Bahaya. Hehehe…

BlackBerry, makin mantap ditengah Gelombang

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Setahun lalu ada anggapan miring yang muncul terkait keberadaan sebuah perangkat pintar bernama BlackBerry. ‘Jika bukan karena Layanan menggoda yang ditawarkan Research In Motion -RIM-, BlackBerry hanyalah sebuah ponsel biasa’. Bagi saya pribadi, anggapan ini ada benarnya.

Seandainya saja fitur BlackBerry Messenger -BBM- dan juga Push Email yang kabarnya mampu menekan ukuran hingga 10 persennya itu ditiadakan, perangkat BlackBerry memang sama saja dengan sebuah perangkat ponsel biasa bersistem operasi. Bagaimana tidak, secara fitur tidak banyak yang ditawarkan dalam setiap perangkat yang dirilis setiap tahunnya. Bisa dikatakan, BlackBerry tidak begitu peduli dengan kebetuhan akan hiburan (kamera dan musik) maupun kenyamanan penggunaannya.

Tidak demikian halnya dengan kini. Di pergantian tahun 2010/2011, BlackBerry tampak makin serius menjawab tantangan para kompetitornya. Terbukti dengan dikembangkannya sistem operasi yang menjadi andalan setiap seri, menjadi versi 6.0. sistem operasi ini bahkan sudah digunakan di tiga seri rilis terakhir. BlackBerry 9780 a.k.a Onyx 2, 9800 Torch dan juga Curve 9300. Kabarnya sebentar lagi mereka bakalan merilis seri terbarunya lewat model lipat.

Sebagai jawaban atas kebutuhan pengguna akan hiburan, BlackBerry mulai meningkatkan kualitas kamera yang disematkan dalam tubuh perangkat terbaru mereka. Tak kurang resolusi 5 MegaPixel menghiasi dua seri yang saya sebutkan pertama tadi. Meskipun untuk urusan Musik, masih mengandalkan kualitas speaker yang belum maksimal namun secara kapasitas memory internal yang disediakan pun sudah makin besar. Hal ini tentu disambut positif bagi mereka yang suka mencoba ratusan aplikasi menawan yang ditawarkan BlackBerry App World.

Demikian halnya dengan koneksi dan jaringan. Selain sudah ber-HSDPA, perangkat baru merekapun seakan sudah menstandarisasi penggunaan wifi sebagai alternatif, meski belum mengadopsi teknologi Tethering Wifi layaknya sang kompetitor Android. Jadi bagi yang keabisan dana buat berlangganan paket bulanan atau harian, masih tetap dapat terhubung dengan dunia maya mengandalkan koneksi ini. Secara fiturpun, BlackBerry Messenger sudah mengalami peningkatan jauh ketimbang versi sebelumnya.

Selain ketiadaan teknologi Tethering Wifi tadi, BlackBerry tampaknya juga belum berminat untuk menyematkan koneksi USB on the Go seperti yang sudah digunakan oleh Nokia ataupun Google Nexus, namun apabila dibandingkan para kompetitornya, Image ‘mahal’ dan ‘berkualitas’ BlackBerry baru bisa ditandingi oleh sang pencipta Trend layar sentuh iPhone. Karena jujur saja, secara tidak langsung bagi mereka yang diketahui telah menenteng perangkat canggih satu ini, bisa jadi yang namanya gengsi langsung terdongkrak. Meski secara fitur dan layanan tidak semua mampu tergunakan dan dimanfaatkan dengan baik. Tapi, siapa yang peduli ?

Merekam Budaya lewat Teknologi

3

Category : tentang InSPiRasi

Hari Raya Nyepi baru saja usai. Dari sekian banyak proses menuju hari yang disucikan oleh Umat Hindu tersebut, beberapa diantaranya bisa jadi sangat dinanti oleh sebagian masyarakat. Entah itu berkaitan dengan kelangsungan upacara, keramaian hingga estetis budaya dan pernak perniknya.

Ada untungnya juga bahwa kini adalah masa berkembangnya Teknologi. Satu keuntungan dimana umat manusia dipermudah aksesbilitasnya terhadap segala bentuk aspek kehidupan yang diharapkannya. Orang tak lagi harus berada dilokasi kejadian karena sudah sedemikian banyak orang lain yang berusaha mengabadikan setiap momen tertentu dalam bentuk gambar bergerak ataupun diam.

Jejaring sosial menjadi ajang bertemunya semua kepentingan. Dari yang sekedar ingin tahu, keinginan untuk eksis dan mencoba menampilkan ketrampilan yang dimiliki agar diketahui banyak orang. FaceBook merupakan salah satu yang paling dinanti.

Berkawan dengan orang-orang yang memiliki ketrampilan khusus dalam kemampuannya dalam mengabadikan setiap momen tertentu dalam bentuk gambar bergerak ataupun diam adalah Anugerah bagi mereka yang memiliki keterbatasan biaya, keterbatasan waktu atau keterbatasan sarana untuk kemudian ikut memiliki rekaman budaya yang diharapkan hanya untuk koleksi pribadi.

Maka lewat BLoG ini saya berterima kasih kepada Saudara/i Ian SumatikaAdi SuryanegaraVira YunitaAtma Maya,Wayan Adi Sudiatmika dan Wayan Eka Dirgantara yang telah dengan setia mengabadikan setiap momen budaya yang terjadi selama kurun waktu Tahun Baru Caka 1932 kemarin. Sungguh beruntung Bali memiliki orang-orang yang bertalenta.

Salam dari Pusat Kota Denpasar

Trik kirim SmS tanpa sepengetahuan pemilik ponsel

9

Category : tentang TeKnoLoGi

Mengikuti perkembangan kasus Pembunuhan Nasrudin dengan terdakwa Antasari Azhar yang kini tengah menanti Vonis dari majelis Hakim, ditenggarai pernah mengirimkan sms ancaman lewat ponsel yang bersangkutan, akhirnya dapat dipatahkan dengan menghadirkan saksi ahli yang kemudian menggeber isi sms yang sekiranya ada di ponsel milik Antasari. Hasilnya tak satupun sms yang tercatat didalamnya dapat mengarah ke perihal ancaman yang dimaksud. Disela pembuktian ini ada satu topik menarik yang sempat muncul ke permukaan dimana beberapa sms Ancaman yang dimaksud diperkirakan dikirim dengan menggunakan nomor ponsel Antasari Azhar namun disanggah oleh yang bersangkutan. Topik ini tentu saja mengundang banyak pertanyaan, bagaimana mungkin sebuah sms bisa dikirim dengan menggunakan nomor ponsel tertentu tanpa sepengetahuan pemiliknya ?

Bisa. Yakin Banget Bisa. Saya katakan demikian, lantaran saya sempat mengalami masa-masa tersebut, mencoba dan membuktikan sendiri bahwa sebuah sms dapat dikirimkan dengan menggunakan nomor ponsel orang lain tanpa sepengetahuan pemiliknya. Caranya cukup mudah yaitu memanfaatkan beberapa alamat penyedia pengiriman sms (gratis) yang tersedia di dunia maya.

1rstwap.com adalah penyedia pertama yang saya coba kurang lebih pada tahun 2002/2003 lalu. Saat itu mereka menyediakan fitur pengiriman sms gratis dengan jatah perhari bagi satu pengguna yang mendaftar dengan memanfaatkan nomor ponsel yang dimiliki sebanyak maksimal 5 buah. Pesan atau sms tersebut dapat dikirimkan ke seluruh belahan dunia, tak hanya Indonesia saja. Meski demikian tidak menutup kemungkinan bahwa satu pengguna diperbolehkan memanfaatkan nomor ponsel milik orang lain untuk dapat memanfaatkan fasilitas yang mereka sediakan. Saya sendiri saat itu memiliki sekitar 8 akun yang menggunakan nomor ponsel berbeda-beda, sehingga bisa dikatakan jatah pengiriman sms perhari yang saya dapatkan adalah 40 kali. Percaya atau tidak, Inilah kejahilan atau tindak kriminal pertama yang saya lakukan dengan menggunakan kecanggihan teknologi ponsel. Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga. Sepintar-pintarnya saya melakukan toh ketahuan juga. Hehehe… Sayangnya kalo gak salah per tahun 2004, 1rstwap.com tak lagi menyediakan fasilitas tersebut secara gratis hingga sayapun mau tidak mau ya mencoret alamat tersebut dari daftar kunjungan dunia maya.

Aplikasi Messenger ICQ adalah penyedia kedua dan terakhir yang saya manfaatkan untuk aksi pengiriman sms gratis ini. Sayangnya ada beberapa nomor operator yang tidak mampu di-cover atau dimanfaatkan untuk berkirim sms melalui dunia maya. Kalo sudah begitu, nomor yang tampil di ponsel penerima adalah alamat email yang saya gunakan hingga malah membuat kebingungan si penerima sms. Hehehe…

Balik ke awal topik, saksi ahli yang dihadirkan untuk menggeber isi sms yang ada dalam ponsel Antasari Azhar optimis menyatakan bahwa orang awampun bisa melakukan pengiriman sms dengan menggunakan nomor ponsel orang lain tanpa sepengetahuan pemiliknya. 2sms.com adalah satu penyedia yang diklaim oleh saksi ahli dapat membantu melakukan itu semua. Mau mencoba dan me-Review-nya ?

16 GB, 8 MP, 1 CM, DuaL On, TV Tuner

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Rasanya hingga hari ini, belum jua puas kalo bicara soal kecanggihan teknologi yang ditanamkan kedalam sebuah alat komunikasi. Ya, Ponsel. Sebuah terobosan mutakhir yang kini hampir diberbagai belahan dunia membuatnya begitu booming dan selalu dinanti para konsumennya, baik yang loyal maupun para newbie. Gak disalahkan memang, lantaran sekian banyak kecanggihan seakan ada dalam genggaman.

Oke, kita putar ingatan kita ke sepuluh tahun lalu, dimana alat komunikasi waktu itu masih bernama telepon rumah, dibuat dengan dimensi yang besar dan berat, serta dengan setianya duduk manis di pojokan rumah. Seiring berjalannya waktu, kita seakan dikejutkan oleh teriakan orang-orang kaya tahun tersebut yang menenteng ’telepon rumah’nya kemana-mana. Hanya untuk sekedar menunjukkan benda yang mereka tempelkan pada telinga.

Meloncat dua tiga tahun setelah itu, saya pribadi sempat terpana menyaksikan perkembangan kecanggihan ponsel yang ditanamkan pada sebuah brand terkenal Nokia, juga Sony Ericsson yang dalam waktu bersamaan mengeluarkan seri ’raksasa’ mereka. Nokia dengan 7650-nya, Sony Ericsson dengan P800-nya. Layar warna yang lebar, nada dering yang sudah mampu bersuara penyanyi, juga berbagai aplikasi tambahan yang mampu mendukung mobilitas serta aktifitas penggunanya.

Maka sejak saat itu pula, mata kita seakan menyaksikan satu perubahan besar dalam perkembangan tingkah laku manusia, dimana ponsel kemudian menduduki peringkat teratas sebagai benda ’must have’, bahkan oleh anak SD sekalipun.

Perubahan tingkah laku, dimana orang kini dapat terlihat ’sedikit gila’ lantaran senyum-senyum sendiri di pojokan (sambil baca sms cinta) atau malah mengumpat (kalah main game). Perubahan gaya hidup, orang kadang masih merasa malu untuk tampil didepan banyak orang, kalo ponsel yang ditenteng masih kualitas jadul (apalagi kalo masih berlayar kalkulator). Perubahan aktifitas, dimana orang kini dimanapun ia berada sudah mampu menghubungi atau dihubungi kenalannya, bahkan membuat dokumen laporan saat berada di toilet sekalipun.

Tak sampai satu dasawarsa sejak kelahiran para ’raksasa’ diatas, hari ini teknologi dan kecanggihan ponsel makin menunjukkan bahwa mereka jauh lebih dibutuhkan lantaran lebih powerful dan multifungsi.

Lihat saja, kapasitas memori yang disandangnya. Satu brand paling terkemuka bagi konsumen di Indonesia, merilis ponsel sliding dengan internal memori mencapai 16 GB. Yang kemudian dipatahkan lagi oleh brand terkemuka lainnya yang selalu mengedepankan inovasi, internal memori tersebut masih dapat ditambahkan lagi dengan memori luar dengan kapasitas sama. Bayangkan saja, 32 GB dalam genggaman. Bandingkan dengan memory shared yang disematkan pada ‘raksasa’ 7650 yang hanya 4 MB.

Fitur yang paling tergunakan oleh konsumen dimanapun mereka berada setelah telepon juga messaging adalah kamera. Kini sudah mencapai angka 8 MP (Mega Pixel). Satu angka yang mampu menetak hasil jepretan dalam ukuran besar. Padahal ukuran rata-rata yang dicetak, saya berani jamin hanya kisaran 3R dan 4R saja. Itupun paling banter dengan resolusi 3 MP pun sudah memuaskan. Padahal lima tahun lalu, kita masih diguncang pergeseran resolusi dari yang paling umum digunakan masih berukuran VGA ke ukuran Mega Pixel.

Para raksasa awal tahun 2000an diatas masih memiliki ketebalan diatas 2 cm. Itu pula yang menyebabkan saat mereka ditenteng dan digenggam, terasa besar dan berat. Kini kita disuguhkan oleh produk-produk yang saling bersaing ketipisannya, dari yang berkategori sebagai pelopor seperti Samsung dan Motorola, hingga menularkan ke kompetitor unggulan seperti Nokia dan Sony Ericsson. Bahkan setahu saya Samsung masih bisa dikatakan yang terdepan dalam hal kategori tipisnya ponsel yakni hanya 6 mm saja.

Makin menggodanya fitur-fitur yang ditawarkan oleh para produsen ponsel bagi mobilitas dan aktifitas penggunanya, tampaknya hanya berlaku pada frekuensi GSM saja. Kondisi akan berbalik pada ponsel dengan jenis frekuensi CDMA, dimana ini pula yang memicu keengganan salah satu brand terkemuka diatas untuk ikut serta merilis seri-seri ponsel mereka di frekuensi ini.

Seiring dengan murahnya tarif yang dikenakan pada frekuensi CDMA, pelan-pelan pengguna ponsel GSM mulai mendua (istilahne : Selingkuh, Poligami). Mulai menenteng dua jenis ponsel kalo kemana-mana. Satu ponsel GSM yang tentu berisikan seabrek kelebihan dari desain hingga fitur, dan satu hape CDMA yang murah. Hahahaha….

Perubahan ini tampaknya dapat ditangkap dengan baik oleh beberapa produsen ponsel diatas yang mulai mengeluarkan seri ponsel untuk dua kartu berbeda frekuensi. Namun masih mentok pada harga yang mereka tawarkan. Mahal.

Makin kemari, jenis ponsel yang diminati konsumen kini makin diramaikan oleh serbuan produsen negeri tirai bambu. Yup. Ponsel China.

Walaupun secara fisik masih belum ada yang mampu membuat desain fenomenal tapi original, tapi fitur-fitur yang mereka tawarkan tampaknya sangat ditunggu-tunggu oleh konsumen negeri ini. Bagaimana tidak, segudang fitur yang sudah ditawarkan diatas disuntikkan pada sebuah ponsel yang murah meriah. Rata-rata paling mahal ada di kisaran 2,5 Juta. Itupun sudah ada fitur tambahan lainnya, yaitu TV Tuner.

Trend pengguna yang membawa 2 buah ponsel pun mulai bergeser. Tak hanya dual sim card berbeda frekuensi, tapi keduanya juga dapat diaktifkan bersamaan yang dikenal dengan istilah Dual On. Sedang bagi Konsumen yang masih setia dengan sim card GSM-nyapun disediakan fitur Dual Mode (dua sim card GSM yang mampu aktif bersamaan).

Bukankah tadi saya sempat mengatakan fitur TV Tuner ? Yup. Tayangan televisi hari gini pun sudah bisa dinikmati dalam layar kecil ponsel. Walaupun teknologi ini bukan hal baru, karena brand Nokia sudah memulainya jauh lebih dulu, tapi sayang mereka bermain bukan pada Teve Analog, tapi Digital. Yang masih memerlukan kurasan pulsa untuk bisa menikmatinya. Fitur inilah yang belakangan menjadi laris diminati konsumen. Ada yang memang hanya sekedar gaya atau memang butuh. Untuk memantau perkembangan Balap Moto GP saat rapat warga misalnya, kata seorang teman.

Itu baru fitur, belum Koneksi yang disediakan, baik untuk tukeran informasi antar ponsel maupun ke dunia maya. Minimal InfraRed pada ponsel-ponsel murah saat ini, walaupun masih ada beberapa yang malah menggunakan kabel data untuk bertukar file.

Kini malah usai trend 3G, 3,5 G dan Wifi, bakalan ada WiMax yang bakalan memanjakan pengguna dengan koneksi supercepat untuk berselancar didunia maya sekaligus bertukar informasi. Sayangnya koneksi ini belum sepenuhnya didukung pengembangannya oleh Pemerintah kita.

Teranyar, trend berponsel malah beralih ke satu fitur yang di Amrik sana menjadi yang terdepan dari setahun lalu. Ya Blackberry. Fitur akses email dan internet yang sebenarnya sudah dirintis oleh operator Indosat sejak enam bulan lalu ini, kabarnya kini malah menularkan virus ke operator paling ngetop di Indonesia, Telkomsel, untuk merilis fitur Blackberry pada konsumen mereka. Tak hanya fitur yang begitu dikenal, tapi juga handsetnya yang memang berlabel Blackberry.

Ah, saya jadi berkhayal, kira-kira tahun depan, kejutan apa lagi yah yang bakalan muncul ?

My Phone Timeline

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Ini ceritanya story tentang pergerakan ponsel yang pernah ada dalam perjalanan seorang Pande Baik. Sejak tahun 2003 (awal punya handphone, itupun karena terpaksa atas desakan teman-teman) He..

Nokia 3310 (2003) ; Kepemilikan : beli Second ; Alasan beli : Lantaran modal cuman 500ribu (saat itu) dan mampunya ngambil tipe ini ; Jangka waktu pemakaian : gak nyampe seminggu (karena sering restart sendiri)

Nokia 3350 (2003) ; Kepemilikan : beli Baru ; Alasan beli : Nokia 3310 dikembalikan ke penjualnya trus nambah 250ribu lagi untuk produk yang katanya kluaran terbaru saat itu. ; Jangka waktu pemakaian : Hampir setahun, akhirnya diambil kakak cewek.

Nokia 3530 (2004) ; Kepemilikan : beli Baru ; Alasan beli : berwarna dan poliphonic, murah lagi. -waktu itu harganya satu juta pas- ; Jangka waktu pemakaian : delapan bulanan, diberikan ke ortu pacar (eks) waktu itu. He…

Motorola C650 (2004) ; Kepemilikan : beli Baru ; Alasan beli : berwarna dan kamera, kisaran harga 1,2 juta ; Jangka waktu pemakaian : enam bulanan, dijual karena saat putus dengan pacar, si dia nuntut ntu hape dikasi ke dia aja. Ugh !

Nokia 7650 (2005) ; Kepemilikan : beli Second di Rimo ; Alasan beli : gak punya hape hampir sebulanan, trus iseng dapet seharga 1,3 juta. Akhirnya mimpi itu terkabulkan jua. Punya ponsel artis. He… ; Jangka waktu pemakaian : Empat bulanan, karena batere drop. Walopun sudah beli baru, tetep aja standby timenya gak lama. Terutama kalo dipake buat foto-fotoan proyek. Hahaha…

my-phone-timeline.jpg

T-Mobile MDA (2005) ; Kepemilikan : beli Second di Handphone Shop (belakangan baru tau kalo ni barang BM (bukan rilis resmi pasar lokal) ; Alasan beli : Layar sentuh, besar dan Windows. Pas buat dipake survey dan teman kerja. ; Jangka waktu pemakaian : Dua tahun (wuih…. Terlama ceritanya). Dijual karena gak punya biaya buat nikah (upacara yang ke-dua di bulan Juni 2007 lalu-lengkapnya lihat di BLoG Archive ya…). He…

O2 Xphone iim (2006) ; Kepemilikan : beli Second dari iklan Baris ; Alasan beli : buat Istri, biar bisa nampilkan wajah ganteng suaminya. Plus nada dering yang lagu Cinta. Huehehehe… and Windows of Course ! ; Jangka waktu pemakaian : sampe sekarang masih ada. Awet sih !

Samsung SCH S179 (2007) ; Kepemilikan : beli Baru di BTC Teuku Umar ; Alasan beli : CDMA, murah meriah. Sudah ada memori eksternal plus radio dan kamera. ; Jangka waktu pemakaian : tiga bulanan, dengan alasan yang sama dengan PDA T-Mobile diatas. Wakakakakak…

Nokia 6275i (2007) ; Kepemilikan : Nyicil Baru dari sepupu ; Alasan beli : Handset CDMA paling oke. He… Nokia lagi. ; Jangka waktu pemakaian : sampe sekarang masih Awet. Cerita lengkapnya ada pula tampil di BLoG. He…

Nokia N73 ME (2008) awal ; Kepemilikan : beli Second di Bli Bayu ; Alasan beli : Murah oi, masih oke. Buat dipake Istri, menggantikan O2 Xphone-nya yang ribet (karena pake OS Windows). Gak se-familiar Nokia. He… Maklum, Nokia minded. ; Jangka waktu pemakaian : sampe sekarang masih Awet. Cerita lengkapnya juga ada di Blog, kira-kira bulan Maret 2008 lalu. He…

O2 XDA AtoM (2008) ; Kepemilikan : beli Second dari rekan kantor, dulu milik calon Istrine Om Wira Bagus ; Alasan beli : kasian barang masih oke, wi-fi lagi. Selain itu dapetnya juga murah. 1,6 juta. He… ; Jangka waktu pemakaian : baru sebulanan kali ya ? terakhir diisi kartu AXIS, sebelum akhirnya pindah kelain hati, make IM3.

Kira-kira besok apa lagi ya ?

Akhirnya Internet MobiLe setelah 5 Tahun

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Sesuai judul posting diatas, ternyata penulis baru berani mencoba yang namanya Internet Mobile setelah tahun ke-5 pemakaian teknologi Mobile (start at 2003, kepemilikan ha pe pertama).  Ini nyatanya dilakukan secara pelan tapi pasti, setelah pernak-pernik media dimiliki serta pendukungnya berupa pengetahuan akan proses serta tips-tips praktis akan Internet Mobile, diketahui. ‘berarti selama ini aku ngapain aja yah ?

5 tahun. hmmm.. waktu yang sangat lama dan panjang untuk sebuah kemajuan (baca: keberanian) mengunakan teknologi. He… mohon untuk dimaklumi. Awal keberanian ini tentu dimulai setelah cita-cita kepengen punya laptop tercapai. ‘at last di usia 30 baru bisa. Hihihi…- Dikompori pula oleh rekan kantor buat nyobain Internet secara mobile –gak terpaku pada Telkomnet Instant di kabel telpon rumahan lagi- Horraayyy– make Modem StarOne SpeedUp tentunya.

Puncaknya apalagi kalo bukan Wifi-hunting, buat nyalurin hasrat laptop baru, secara kebetulan didukung pula oleh milis BBC yang hobi buat hunting Free Wifi. He… Maka aktifitas BLoG-pun belakangan mulai bisa dilakukan dimanapun berada. Saat nunggu di dokter gigi, saat bengong di meja kantor sampe duduk santai di teras rumahpun bisa.

Secara kebetulan pula, mimpi punya PDA akhirnya tersalurkan setelah menunggu waktu setahun. Walopun dapetnya barang second, tapi gak penting banget, toh dengan harga yang murah dan sudah Wi-fi pula.

Ini juga yang menyebabkan kenekatan buat nyobain internet sembunyi-sembunyi kemaren via Wi-fi, cara praktis dan aman buat nyobain koneksi Wifi ditempat-tempat tertentu tanpa resiko ketahuan. Coba kalo mejeng make laptop, dijamin langsung ketangkep.

Namun tak selamanya akses Wi-fi bisa ditangkep dengan bebas, sehingga memicu keinginan buat nyobain akses GPRS via operator GSM yang pilihannya jatuh ke IM3 Indosat setelah kecewa dengan layanan AXIS. Tanpa pengaturan macem-macem lagi, langsung bisa dipake buat nge-Net.

Nah, satu kehormatan pula saat BLoG dikunjungi rekan sesama Blogger yang tingkatannya, huuuu… Jauh tinggi diatas awan, ngasi solusi keren buat nampilkan BLoG di layar PDA yang se-uprit, dengan menginstalasi Plug ins WP-Mobile. Terima Kasih bangetz Om Brokencode

Maka per minggu kemaren pula, tampilan BLoG bisa mulai nampang di layar PDA yang se-uprit itu, walopun hanya dalam bentuk mirip-mirip RSS Reader. Tapi cukuplah buat ngobatin kangen pada BLoG kala bertapa di Toilet. Huweeeek !

5-tahun-internet-mobile.jpg

Jam-jam terakhir sebelum posting ini dibuatpun, masih disempatkan nyobain Yahoo Messenger via PDA, ini sih sekedar gaya-gayaan aja, cuman buat ngomporin rekan kantor yang begitu bangga dengan ponsel TV berlayar sentuhnya. Sempat dicobain pula dengan Om Anton, sayangnya sampe detik in i blom sempat dicobain lebih detil.

At Last tadi malem sempat juga iseng nyobain Free Wifi-nya Tiara Grosir, berbekal PDA ini ajah. Karena dari pengamatan terakhir, kok ndak ada yang aken ngebawa laptop buat ngerasain gratisan ini. Eh, ternyata kecele…

Kemaren itu ada sekitar empat meja yang diisi pengguna komputer jinjing, bahkan ada satu meja yang diisi tiga biji laptop mirip milik pribadi. He.. rata-rata pada dimanfaatin buat nge-BLoG. Ah, tau gitu tadi kan dibawa aja laptopnya.

Anywe, sudah kadung ngebawa ni PDA, yah iseng aja dicobain buat ngeliat peta via Google Earth, yang ternyata untuk konsumsi Mobile diarahkan langsung ke Google Maps buat nge-donlot dulu Softwarenya yang seukuran 700-an Kb, sukses dalam hitungan detik. Maka jadilah keinginan buat surfing peta Kuta Bali via layar PDA dengan manfaatin Free Wifi-nya Tiara Grosir, yang rencananya bakalan dipamerin ke rekan-rekan kantor. Eh, barang second murah ini ternyata bisa nyari peta Kuta juga loh… Wakakakakakk..

My Mobiler solusi praktis Personalisasi PDA

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Ada software menarik ditemukan via Google, saat penulis ingin melakukan Hard Reset pada PDA, sekalian mempersonalisasinya agar sesuai dengan kegiatan penulis nantinya.

Oya, Hard Reset itu dilakukan dengan menekan tombol Power pada sisi atas PDA dibarengi dengan Soft Reset (Reboot) pada lubang kecil pada sisi bawah PDA. Hal ini dilakukan apabila para pengguna PDA ingin mengembalikan setting keseluruhan handset seperti keluaran pabrik / beli baru. Itu sebabnya penulis tak terlalu khawatir dengan aktivitas selama menggunakan PDA lantaran kemudahan yang diberikan ini layaknya PC.

Itu artinya, usai melakukan Hard Reset, pengguna minimal mampu menginstalasi sendiri aplikasi tambahan apa saja yang ingin digunakan pada PDA, serta mem-personalisasikannya agar nyaman dipakai saat beraktifitas.

Satu kekurangannya saat mlakukan personalisasi ini adalah ribetnya proses instalasi via PC, kemudian harus beralih ke PDA untuk menyelesaikan prosesnya.

Nah, Penulis pun akhirnya menemukan dan sangat terbantu oleh aplikasi gratisan My Mobiler, yang dapat digunakan setelah PDA terhubung dengan PC via Activesync. Proses instalasinya dilakukan otomatis sekaligus pada PC dan PDA, dan muncul pada Tray (dipojok kanan bawah) untuk aktivasi aksesnya.

my-mobilers.jpg

My Mobiler ini mampu menampilkan simulasi layar PDA pada layar PC, dan dapat dipakai seperti pemakaian PDA biasa dengan bantuan Mouse. Artinya ribet peralihan proses instalasi diatas dapat tergantikan dengan bekerja pada satu layar PC saja. Tentu jauh lebih memudahkan dan menyingkat waktu. Cukup luangkan satu jam untuk melakukan instalasi aplikasi tambahan dan langsung mempersonalisasikannya sesuai kebutuhan pengguna, tanpa harus menggunakan Stylus.

Tak hanya itu, My Mobiler juga mampu mengambil screenshot pada layar PDA sekaligus merekam aktivitas untuk keperluan edukasi misalnya. Membuat Tutorial personalisasi PDA misalnya, disimpan dalam format avi.

Dengan My Mobiler ini, penulis sangat merasakan manfaatnya dalam mengutak atik isi PDA via layar PC, tak terganggu oleh stylus dan layar PDA yang kecil. Dapat digunakan pula untuk men-transfer data yang jauh lebih praktis.