Ancaman Serius Ledakan Tabung Gas Elpiji 3 Kg

7

Category : tentang Opini

Sempat tergelitik dengan karikatur Wahyu Kokkang yang disajikan Jawa Pos terkait maraknya ledakan akibat tabung gas elpiji 3 Kg (produksi dalam negeri-pertamina- dan sudah teruji berkali-kali) yang disandingkan dengan bom rakitan sendiri para teroris. Miris memang.

Bukan sekali dua saja bangsa ini dihebohkan dengan pemberitaan sejumlah media ketika tabung gas elpiji 3 kg meledak dan menghancurkan rumah tinggal warga. Malah kalau tidak salah sudah mencapai hitungan tiga puluhan kasus. Bayangkan, berapa besar kerugian warga baik secara materi maupun fisik.

Tampaknya konversi minyak tanah menjadi elpiji yang dicanangkan pemerintah belum dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Entah karena minimnya sosialisasi cara penggunaan, pengamanan hingga cara mengatasi masalah yang dipicu oleh tabung gas elpiji tersebut atau barangkali bisa jadi lantaran kualitas tabung gas elpiji itu sendiri yang kabarnya rentan dipalsukan.

Sangat disayangkan memang apabila Pemerintah kurang menanggapi kasus ledakan tabung gas elpiji ini. Padahal untuk menyukseskan sebuah program yang pernah dijalankan jauh sebelumnya, sebenarnya tidak lepas dari pengawasan dan pembaharuan teknologi yang seharusnya tetap berjalan hingga kini.

Ditemukannya cara pengamanan terkini untuk mencegah kebocoran gas seperti pemberitaan yang ditayangkan oleh sebuah sebuah stasiun televisi tempo hari sebenarnya dapat menjadi contoh atau bahkan solusi bagi pemerintah untuk lebih menggalakkan sosialisasi maupun pemahaman pada masyarakat terkait penggunaan tabung gas elpiji 3 kg. Hal ini saya rasa wajar dan barangkali harus dilakukan karena belum semua masyarakat mengetahui bagaimana cara penggunaan, pengamanan hingga cara mengatasi masalah yang ditimbulkan. Tidak mudah memang untuk mengubah kebiasaan masyarakat yang sudah kadung nyaman menggunakan minyak tanah ketimbang gas.