Menyibak Perseteruan iPhone (Apple) VS Android (Samsung)

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Perang paten pertama di dunia.

Tak salah memang jika satu media online menyatakan demikian melihat pada perseteruan Apple melawan Samsung (ditambah nama lain seperti HTC dan Motorola) seakan tiada habisnya. Perang Paten yang dilancarkan oleh kedua belah pihak pada pengadilan di berbagai negara menyasar klaim pelanggaran yang dilakukan pihak lawan terkait rilis perangkat ponsel dan TabletPC masing-masing. Sebagian diantaranya menyatakan memenangkan pihak Apple sebagai produsen dari semua produk berbasis iOs mencakup iPhone, iPad dan iPod, sebagian lainnya memenangkan pihak lawan yang merupakan garda depan pengguna sistem operasi Android.

Sudah lama Steve Jobs mengungkapkan kebenciannya terhadap rilis resmi sistem operasi Android yang dikembangkan oleh raksasa mesin pencari Google, lantaran diklaim mencuri dan mencontek ide atau konsep dari perangkat iPhone, perangkat fenomenal yang dikenal publik pada tahun 2007 silam. Bahkan Steve kabarnya siap melakukan perang nuklir untuk memenuhi ambisinya menghancurkan Android.

Diantara produsen perangkat pintar berbasis si Robot Hijau, Samsung dikenal loyal dan rajin merilis perangkat berbagai spesifikasi mengambil semua lini pasar konsumen. Tidak heran jika penjualan Samsung pada akhirnya mampu melampaui semua brand ternama lainnya termasuk Nokia dan BlackBerry. Sayangnya, bibit perseteruan Samsung dengan pihak Apple mulai dilancarkan seiring merilis perangkat Galaxy series yang rata-rata meniru bahkan ada pula yang menyerupai bentukan ponsel iPhone dan tabletpc iPad. Tidak lupa bagi yang gemar menyambangi portal berbagi Video, kami yakin mengetahui iklan yang dirilis saat Samsung mengeluarkan seri Galaxy S II dan Note. Dengan ide serupa, Samsung berusaha mematahkan antrean pengguna yang berbaris rapi di depan Apple Store.

Selain penjiplakan desain perangkat dan sistem operasi Android versi 2.x, Apple melancarkan pula klaim penggunaan paten layar sentuh yang mampu mengakomodir sentuhan jari (bukan stylus seperti halnya perangkat pintar era Windows Mobile), bentukan icon serta sinkronisasi perangkat untuk mentransfer musik dan file lainnya dari komputer pribadi ke smartphone dan tabletpc.

Di lain pihak, Samsung pun mencoba melancarkan pelanggaran hak paten atas beberapa teknologi seperti koneksi 3G dan wireless yang pula diadopsi oleh Apple, ditambah klaim teknologi milik HTC dan Motorola yang kini telah diakuisisi oleh Google.

Tidak kurang dari 25 produk smartphone dan tabletpc milik Samsung yang diklaim memanfaatkan aspek-aspek teknologi paten yang dimiliki Apple, diantaranya Galaxy Ace, Galaxy S, Galaxy S II, Galaxy Tab, Galaxy Tab 10.1, Galaxy Nexus dan varian lainnya yang beredar di sejumlah negara. Meski rata-rata yang diklaim merupakan perangkat lama yang kini telah berstatus diskontinyu, kabarnya dalam waktu dekat perangkat terkini yang baru saja dirilis seperti Samsung Galaxy S III dan Note series bakalan masuk daftar perangkat yang dituntut oleh Apple untuk dihentikan penjualannya.

Seakan tak mau kalah, Samsung pun menuntut balik beberapa perangkat yang dirilis oleh Apple mencakup iPhone 3GS, iPhone 4, iPad dan iPad 2. Sama halnya seperti yang dilakukan Apple, dalam waktu dekat Samsung pun sedang berancang-ancang menyasar perangkat iPhone 5 dan iPad 3.

Pengadilan Tinggi San Jose, Caifornia Amerika Serikat awal September lalu menyatakan bahwa Samsung telah melanggar paten dari produk milik Apple. Dari keputusan ini pihak Samsung dikenai denda dan membayar royalty kepada Apple sebesar US$1,51 miliar, lebih kecil dari jumlah yang dituntut oleh Apple yaitu $2,5 miliar. Hasil ini berbeda dengan keputusan pengadilan di kandang Samsung, Korea Selatan dimana baik pihak Samsung dan Apple sama-sama dianggap melanggar paten dan keduanya harus membayar denda. Samsung dikenai denda 25 juta Won sedangkan Apple 40 juta Won. Demikian halnya dengan Pengadilan Distrik Tokyo, menolak gugatan paten Apple dan menyatakan Samsung tidak melanggar paten teknologi perangkat mobile dan sinkronisasi komputer milik Apple.

Meski yang disasar oleh Apple adalah brand besar Samsung, namun sistem operasi Android tetap menjadi prioritas utama. Itu sebabnya, kekalahan Samsung di pengadilan Amerika Serikat cukup membuat beberapa nama lainnya seperti HTC, Sony, Motorola ataupun Acer sedang berupaya untuk merilis Update atau Android yang telah dimodifikasi untuk menghindari tuntutan Apple terkait pelanggaran hak paten tersebut. Ini dilakukan lantaran HTC pernah mengalami hal serupa dan lolos di pasar Amerika Serikat dengan merilis perangkat Android memanfaatkan User Interface HTC Sense.

Selain dampak negatif yang diakibatkan oleh putusan yang dijatuhkan oleh pengadilan Amerika Serikat pada Samsung, ada juga dampak positif yang kelak bakalan dirasakan oleh pengguna ponsel Android di semua lini. Yaitu kepastian untuk mendapatkan Update atau Upgrade versi sistem operasi baik ke versi 4.0 Ice Cream Sandwich ataupun 4.1 Jelly Bean. Ini karena pelanggaran hak kekayaan intelektual yang dipakai di Android, hanya berlaku untuk versi sistem operasi Android yang lebih lawas (versi 2.x).

Meski saling berseteru soal pelanggaran hak paten, hal ini tidak merusak hubungan bisnis di antara keduanya. Apple masih menjadi pelanggan terbesar Samsung. Begitupun Samsung, yang masih melayani pembuatan komponen penting untuk perangkat mobile Apple. Perusahaan asal Korea Selatan ini dipercaya membuat chip prosesor, chip DRAM, memori NAND yang bersaing dengan brand Toshiba, sedang pembuatan layar datar untuk iPhone dan iPad, Samsung harus bersaing ketat dengan LG. Lantaran keduanya tak ingin mengambil risiko dalam hal pembuatan komponen, kabarnya kontrak bisnis tetap menjadi isu terpisah dengan litigasi yang sedang berlangsung.

Adanya perseteruan antara kedua pihak terkait pelanggaran hak paten, namun disisi lain kontrak bisnis tetap berjalan, tak salah apabila banyak pihak yang mengatakan bahwa ini adalah sebuah bisnis yang baik. Karena efek dari perseteruan diatas adalah makin berlombanya konsumen untuk membeli perangkat yang masuk dalam daftar tuntutan sebelum penjualannya kelak benar-benar dihentikan. Lantas bagaimana kelanjutannya ? kita lihat saja sejauh mana isu ini akan bergulir.

PlayBook, TabletPC BlackBerry Minus 3G

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Tak banyak yang tahu tentang keberadaan perangkat TabletPC besutan Research In Motion (RIM) selaku pengembang BlackBerry ini. Bisa jadi lantaran gaung penjualannya tak sebombastis Galaxy Tab series milik Samsung, bisa juga lantaran terbatasnya kemampuan yang dimiliki sebagai sebuah perangkat pintar untuk bersaing dengan sejawatnya. Kami perkenalkan, BlackBerry PlayBook.

Dari perwajahan saat pertama kali memegangnya, kami sempat teringat dengan perangkat Android Axioo Pico seri pertama yang berukuran sama. Hanya saja perangkat BlackBerry PlayBook dibekali backcover layaknya permukaan beludru yang tentu jauh lebih lekat dan nyaman saat digenggam. Tak ada tombol fisik ataupun haptic sentuh yang tampak pada permukaan layar seperti halnya TabletPC dari brand lainnya. Hanya bulatan kamera dengan resolusi 3,2 MP, lampu led notifikasi, logo BlackBerry yang ditempatkan dibawah layar secara horizontal (menguatkan posisi perangkat lebih baik jika digunakan secara mendatar) dan dua speaker di kanan kiri layar.

Sementara itu, di sisi atas perangkat terdapat tombol power, Multimedia dan port audio 3,5”. Di sisi bawah terdapat tiga port meliputi docking, charger (sekaligus berfungsi sebagai transfer data) dan micro HDMI. Sedangkan pada cover belakang hanya menyajikan bulatan lensa kamera berkekuatan 5 MP tanpa dukungan lampu Flash.

Masuk ke tampilan Menu, tampaknya tak jauh berbeda dengan tampilan perangkat BlackBerry versi ponsel, dimana terdapat satu baris menu Utama yang dapat diexpand untuk melihat menu selengkapnya. Tak hanya itu, apabila aplikasi yang terdapat dalam perangkat tergolong beragam, tampilan menu dapat dipisah-pisahkan dalam halaman yang berbeda dengan perpindahan kearah kanan dan kiri seperti halnya TabletPC lainnya.

Mengusung layar TFT Kapatitif 16 M warna dengan resolusi 1024×600 pixel, membuat sajian gambar ataupun video yang tampil tampak cerah dan mengagumkan. Meski belum menyamai Retina Display milik Apple ataupun Super Amoled Plus Galaxy Tab 7.7. Saat kami uji dengan menjalankan hasil rekam video 1080p 30fps baik kamera depan ataupun belakang, frame dapat berjalan dengan baik tanpa adanya Lag ataupun jeda.

Untuk dapur pacu, BlackBerry PlayBook dibekali prosesor Dual Core 1 GHz yang dikombinasikan dengan besaran Memory RAM 1 GHz membuatnya tampil gegas saat menjalankan beberapa games High Definition seperti Need For Speed Undercover, Asphalt 6 atau Modern Combat. Tak hanya itu, leganya internal storage yang mencapai ukuran 64 GB, turut serta menyumbangkan kenyamanan berinteraksi baik untuk instalasi aplikasi maupun penyimpanan data dan multimedia. Dengan ukuran tersebut, tidak heran apabila slot memory card tambahan kemudian ditiadakan dalam desain PlayBook.

Perangkat yang dirilis secara resmi pada bulan April tahun 2011 lalu ini tampaknya meniadakan pula slot Sim Card yang mengakibatkan pengguna mutlak memanfaatkan jaringat wifi untuk dapat mengoptimalkan perangkat dengan baik. Sayangnya, dalam paket penjualan tak kami temukan modem ataupun wifi router tambahan seperti halnya paket penjualan Samsung Galaxy 5 Wifi. Jadi agak merepotkan memang.

Dibutuhkan instalasi aplikasi BlackBerry Device Manager apabila Pengguna ingin melakukan sinkronisasi daftar kontak, multimedia ataupun data, dimana aplikasi tersebut dapat ditemukan pada internal storage yang terdeteksi saat perangkat disambungkan dengan pc/notebook. Prosesnya cukup mudah, namun memakan waktu yang sedikit lebih lama.

Untuk menjelajah dunia maya, Browser bawaan BlackBerry PlayBook rupanya sudah dibekali Flash Player dan dukungan Adobe Air, mampu mengantarkan pengguna ke berbagai halaman situs yang dibutuhkan tanpa terkecuali. Uniknya, fitur Bookmark dapat menyajikan tampilan icon sesuai halaman yang dituju. Jadi kami yakin, Pengguna tidak akan kebingungan dengan banyaknya penanda yang disimpan atau tertampil dihalaman depan.

Dalam mengoperasionalkan perangkat, dibutuhkan sedikit perubahan kebiasaan apabila Pengguna telah familiar dengan perangkat TabletPC lain seperti iPad ataupun Android, terutama untuk melakukan Minimize jendela, multitasking ataupun sekedar penggantian wallpaper. Namun secara garis besar, pola penggunaannya mirip dengan iOS atau iPad dimana pengguna melakukan Pengaturan untuk segala aktifitas cukup melalui menu Pengaturan/Setting.

Menggunakan sistem operasi BlackBerry Tablet 2.0 QNX Neutrino, OS yang memang diperuntukkan bagi perangkat Tablet milik BlackBerry, PlayBook tampaknya tidak diperuntukkan bagi kepentingan seluler seperti halnya versi ponsel. Terbukti baik fitur telefoni ataupun Messenger yang begitu digilai sebagian besar masyarakat Indonesia, tak tampak hadir dalam tampilan menu. Sangat disayangkan memang, mengingat harapan pengguna BlackBerry pun demikian halnya dengan pengguna baru, berharap banyak kedua fitur tersebut bisa hadir sehingga mampu bersaing dengan Android Galaxy Series.

Ngomong-ngomong soal Android, ternyata dalam App World tersaji pula beberapa aplikasi dan permainan yang sesungguhnya berbasiskan OS Android, namun dapat dijalankan pula pada perangkat BlackBerry PlayBook. Kami menguji beberapa diantaranya seperti WordPress, ES File Explorer, Skype hingga bejeweled dan permainan anak-anak.

Apabila dalam perangkat iOS atau iPad, mereka memiliki fitur FaceTime yang dapat digunakan untuk melakukan tatap muka atau video call dengan memanfaatkan layanan paket data, di PlayBook dikenal fitur Video Chat yang dapat melakukan aktifitas serupa dengan sesama perangkat BlackBerry. Dalam beberapa kali pengujian, proses percakapan dan tatap muka dua arah dapat berjalan dengan baik tanpa adanya lag atau jeda yang terlampau lama. Jauh lebih baik ketimbang aplikasi Yahoo Messenger yang kebetulan memiliki fungsi yang sama.

Untuk kebutuhan Office Application, PlayBook sudah membawa Documents To Go yang telah mendukung dua format baku Doc dan Xls ditambah fitur Print To Go untuk melakukan pencetakan. Selain itu tersedia pula eMail application yang mampu mendukung multiple akun dalam satu aplikasi. Sedangkan pilihan social media, opsi untuk terkoneksi dengan FaceBook, Twitter dan linked.in telah pula tersedia built in dalam menu Pengaturan. Lain lagi untuk memperkaya tampilan koleksi foto pribadi, tersedia ScrapBook yang siap mengolah gambar terbaik lengkap dengan pernak pernik unik yang dapat di-share ke akun social media.Sangat memudahkan bagi pengguna tentu saja.

Memanfaatkan daya sebesar 5300 mAh, urusan ketahanan tampaknya PlayBook boleh berbangga ketimbang TabletPC sejenis. Untuk memutar file Multimedia, perangkat ini mampu bertahan hingga 10 jam lamanya. Sedang untuk urusan standby, mampu bertahan hingga dua hari. Bisa jadi lantaran minusnya jaringan 3G yang tak diadopsi oleh PlayBook.

Beli Gadget via Toko OnLine? Siapa Takut?

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Pernah ditawari perangkat BlackBerry terkini dengan harga miring di akun jejaring sosial FaceBook ? atau Perangkat elektronik lainnya yang baru saja dirilis dengan potongan harga hingga 50% di halaman website lokal hasil pencarian Google ? Jangan cepat tergiur dulu jika tak ingin tertipu. Pastikan transaksi OnLine yang akan Kawan lakukan aman dari segala kemungkinan tindak percobaan kejahatan.

Toko online merupakan salah satu solusi praktis yang dapat dipilih apabila perangkat elektronik yang Kawan harapkan tidak tersedia diseputaran lingkungan terdekat. Selain barang yang diinginkan sudah pasti tersedia, proses pengirimannya pun tergolong cukup cepat. Biasanya untuk pembelian ponsel, tabletpc ataupun asesorisnya hanya memakan waktu 2-3 hari saja setelah uang diTransferkan ke Rekening pemilik. Akan jauh lebih cepat apabila pembelian yang dilakukan mencakup cd/dvd software yang biasanya telah diproteksi lebih dulu.

Akan tetapi memang tidak semua Toko Online memiliki jaminan keamanan bagi Konsumen untuk bertransaksi. Sepengalaman kami dengan beberapa Kawan yang pernah melakukan pembelian di salah satu toko online di Jakarta, banyak juga yang kemudian tertipu oleh kondisi perangkat yang dibeli malah ada juga yang tidak dikirim dan kabur. Lantas, agar tidak lagi meragukan untuk melakukan Transaksi, Toko online mana saja yang bisa direkomendasikan pada Kawan semua ? yuk simak beberapa diantaranya.

www.bhinneka.com. Merupakan salah satu toko online yang terkemuka di jagat Indonesia, bahkan kerap menjadi referensi harga bagi siapa saja yang ingin bertransaksi online terkait perangkat elektronik. Adapun jenis perangkat yang dapat ditemukan disini meliputi unit pc komputer, notebook/netbook. Camera, handycam dan peralatan fotografi, printer dan kebutuhan kantor hingga software yang berlisensi resmi. Semua penawaran dikategorikan secara khusus dan terpisah sesuai fungsinya. Untuk perangkat ponsel dan TabletPC tidak terlalu lengkap ketersediaannya namun dari segi kemudahan transaksi, bhinneka telah mendukung akun bank meliputi BCA, BII dan Mandiri. Untuk pemilihan perangkat bisa dilakukan melalui pencarian dengan berdasarkan pada Brand atau Merek, Harga, spesifikasi hingga kategorinya.

www.blibli.com. Toko online ini berdiri sekitar tahun 2010 lalu. Bagi yang sering mampir untuk membaca berita di halaman detik.com kami yakin tidak akan asing lagi dengan Iklan mereka yang biasanya hadir di sisi pojok kanan atas. Berbeda dengan halaman bhinneka yang lebih mengkhusus ke perangkat elektronik, di halaman blibli ini tersedia pula kebutuhan untuk Pria dan Wanita juga anak-anak dan Bayi plus benda-benda terkait mainan dan hobi. Uniknya, salah satu daya tarik jualan yang kerap ditawarkan oleh blibli adalah persoalan diskon pembelian. Potongan harga yang diberi kisaran 200rb hingga 400rb per unit perangkat. Jika Kawan belum yakin dengan tawaran diskon ini, baiknya hunting dahulu kisaran harga untuk produk yang sama di halaman toko online lainnya.

www.teknoup.com. Awalnya Toko online ini merupakan salah satu halaman yang rajin berbagi informasi terkait teknologi ponsel dan tabletpc. Entah itu kabar terkini, isu terhangat hingga review dan tips singkat bagi pengunjungnya. Tak puas hanya bergerak lewat halaman web, teknoup juga menyasar pangsa konsumen lewat akun twitter dengan info-info singkat dalam bidang yang sama. Sesi Store atau Toko Online pada akhirnya dijangkau juga yang dalam pantauan kami tergolong ramai juga peminatnya. Jika bhinneka menjual berbagai perangkat elektronik, blibli menyasar kebutuhan yang lebih luas, teknoup sendiri jauh lebih mengkhusus pada perangkat gadget, ponsel, tabletpc dan asesorisnya. Lantaran berawal dari situs berbagi informasi, maka selain spesifikasi singkat yang tertera pada halaman penjualan, biasanya dilengkapi juga dengan Review dan sharing pengalaman terkait perangkat yang dituju. Ini menjadi satu nilai positif bagi pengunjung atau calon konsumen yang ingin bertransaksi lewat teknoup.

www.jakartanotebook.com. Merupakan toko online yang berdiri sekitar tahun 2003 silam. Meski memiliki nama jakartanotebook, namun untuk perangkat yang dijual lebih menyasar perangkat elektronik dan software layaknya halaman bhinneka. Apabila halaman perangkat ponsel di toko online lain merupakan gabungan dari berbagai brand dan tipe, berbeda dengan jakartanotebook yang dipilah secara khusus untuk perangkat milik Apple, BlackBerry dan tipikal Smartphone lainnya. Penawaran khusus biasanya diadakan di halaman utama, dan itu hanya berlaku dalam hitungan jam saja. Untuk jasa pengiriman, jakartanotebook bekerjasama dengan Tiki JNE yang akan mengantarkan barang langsung ke tujuan. Sedangkan kontak langsung ke penjual, dapat melalui halaman akun jejaring sosial seperti FaceBook, Twitter dan Foursquare, atau lewat akun Yahoo Messenger dan Pin BlackBerry.

balinotebook.com. apabila empat halaman Toko Online yang kami rekomendasikan diatas berdomisili di wilayah Jakarta, untuk regional Denpasar dan sekitarnya bisa menyasar toko online yang satu ini. Berdiri sejak tahun 2007, balinotebook.com menyasar pilihan yang serupa dengan halaman bhinneka dan jakartanotebook. Tak hanya perangkat baru dan fresh, balinotebook biasanya menyediakan pula perangkat second yang ditawarkan dengan harga terjangkau. Salah satu jaminan yang ditawarkan adalah siap antar jika domisili calon pembeli berada di seputaran Denpasar dan sekitarnya, dan pembayaran secara cash langsung ditempat pembeli. Jadi tidak harus pakai uang tanda jadi terlebih dahulu. Untuk persoalan harga yang ditawarkan cukup bersaing lantaran perangkat diambil langsung dari tangan vendor regional Bali. Lantaran berdomisili di seputaran kawasan Muding Kerobokan, Toko online balinotebook bisa jadi salah satu alternatif pilihan apabila Kawan masih ragu akan ‘kekhawatiran tindak penipuan.

Sedikit tips dari kami terkait rencana Transaksi Online jika nanti Kawan berminat, silahkan cari testimonial atau minimal rekomendasi dari halaman Google terkait keberadaan Toko Online yang diinginkan, minimal dari orang atau konsumen yang pernah berhubungan atau bertransaksi langsung. Jikapun masih belum meyakinkan, silahkan cari ke alamat yang dimaksud dengan menggunakan jasa teman dekat yang sekiranya berada di seputaran kawasan kantor/domisili toko online. Tidak ada salahnya untuk waspada lebih awal akan proses transaksi yang kelak akan dilakukan, ketimbang tergiur dengan iming-iming harga tanpa peduli bagaimana nantinya.

Samsung Galaxy Tab 7.7 GT6800, si Ramping yang Bertenaga

Category : tentang TeKnoLoGi

Diantara perangkat TabletPC yang pernah dirilis oleh vendor besar Samsung, barangkali hanya yang satu ini tampak memukau bagi mata siapapun yang melihatnya. Secara dimensi tampak sedikit lebih lebar dibanding sejawatnya namun masih mampu digenggam nyaman dengan dua tangan. Lahir dan besar dari Galaxy Tab series, satu nama yang kini telah menjadi jaminan mutu bagi para konsumen yang menginginkan perangkat pintar namun powerful. Samsung Galaxy Tab 7.7.

Dari segi penamaan yang memang biasanya diadopsi dari lebar diagonal layar, tampaknya Samsung memang benar-benar menginginkan menjadi yang terdepan diantara semua vendor dengan mengandalkan nama besar Android saat ini. Masuknya dimensi 7.7 seakan melengkapi barisan TabletPC milik Samsung yang selama ini sudah dikenal lebih awal lewat dimensi 7, 8.9 dan 10.1.

Mengandalkan layar lebar dengan resolusi 1280 x 752 pixels dan Super AMOLED Plus menjadikan Samsung Galaxy Tab 7.7 tampil sejernih Galaxy Note yang memang sudah lebih dulu menggunakannya. Meski kabarnya belum mampu menyaingi indahnya Retina Display milik the New iPad namun saat digunakan untuk memutar beberapa video High Definitions atau bekerja dengan office documents, tampak jelas perbedaannya dengan sejumlah perangkat TabletPC yang pernah mampir di meja kami.

Dibandingkan sang adik Galaxy Tab 7+, secara dimensi panjang bisa dikatakan setara, Cuma beda-beda dikit. Namun secara lebar ada penambahan sekitar 1 cm sehingga saat berusaha kami genggam dengan satu tangan memang memerlukan sedikit pembiasaan lantaran selama ini ukuran layar 7 inchi masih merupakan yang terbaik untuk urusan mobile, setidaknya bagi kami. Akan tetapi jika dilihat dari ketipisannya yang hanya 7,9 mm jujur saja sempat membuat kami agak khawatir bakalan mematahkannya. Tentu saja kami bercanda untuk yang satu ini. Tipisnya Samsung Galaxy Tab 7.7 menjadikannya sebagai TabletPC teramping dan teringan dari yang pernah ada, bahkan dari New iPad sekalipun.

Meski tergolong tipis dan ringan, jangan salah sangka jika lantas mencoba bicara soal kecepatan dan dapur pacu. Menggunakan prosesor dual-core 1.4 GHz ARM Cortex-A9 dan GPU Mali-400MP ditambah Memory RAM sebesar 1 GB, bisa dikatakan setara dengan perangkat ponsel Galaxy Note yang memiliki besaran layar 5,3 inchi. Saat kami uji keduanya dengan menggunakan aplikasi Benchmarking AnTuTu dan Quadrant, hasil yang terpantau nyatanya sedikit melampaui dari yang diperkirakan. Sekitar 6578 untuk AnTuTu dan 3242 untuk Quadrant. Lebih baik dari Galaxy Note.

Sayangnya, Samsung Galaxy Tab 7.7 yang mumpuni dari segi kecepatan dan dapur pacu tidak dibarengi dengan besaran atau resolusi kamera yang digunakan. Masih tetap mengadopsi lensa 3,2 MP layaknya tiga seri Galaxy Tab 7 lainnya. Meski demikian untuk kualitas capture baik foto dan video yang sudah mencapai 1280p 30fps, tentu saja tidak usah diragukan lagi.

Lantaran dirilis sekitar bulan September tahun 2011 lalu, untuk persoalan Sistem Operasi, Samsung Galaxy Tab 7.7 ternyata masih dibekali dengan Android versi 3.2 Honeycomb. Sedikit berbeda dengan OS yang disematkan pada Galaxy Tab 7+, baik pada halaman Menu dan juga Homescreen memiliki fitur penambahan folder yang mampu mengelompokkan beberapa shortcut aplikasi dan juga games sesuai kategori tertentu. Menjadikan tampilan sedikit lebih rapi dan teratur. Fitur ini mirip dengan penambahan folder yang dimiliki oleh perangkat berbasis iOS. Kabarnya pada bulan Agustus 2012 ini bakalan mendapatkan opsi Upgrade menuju Ice Cream Sandwich 4.0. satu kabar yang sangat ditunggu-tunggu pun demikian dengan pengguna Galaxy Tab series lainnya.

Dalam kondisi default, terdapat sedikitnya lima halaman Homescreen dengan grid 8 x 6 yang dapat dinikmati oleh pengguna sebagai tampilan utama yang dapat dikostumisasi sesuai keinginan. Selain Samsung Apps yang secara rutin hadir di setiap perangkat Android milik Samsung, terdapat pula penambahan aplikasi Games Hub, Reader Hub dan Sosial Hub yang dapat difungsikan untuk beragam aktifitas. Tersedia pula dua aplikasi Memo yang dapat difungsikan dengan cara mengetik memanfaatkan virtual keyboard maupun dengan goresan tangan ataupun stylus tambahan.

Perangkat yang kami dapatkan kali ini rupanya memiliki internal Storage lumayan lega, yaitu sekitar 32 GB. Jika masih kurang, slot memory eksternal yang mampu mendukung microsd hingga 32 GB pun siap digunakan. Meski sudah tergolong besar, dalam tiga varian yang ditawarkan terdapat pula opsi 64 GB yang dapat dipilih tentu dengan harga jual yang sedikit lebih mahal.

Untuk mendukung semua kelebihan dan kinerja maksi yang disajikan Samsung Galaxy Tab 7.7 diatas, pasokan daya yang diadopsipun cukup besar, 5100 mAh. Dengan penggunaan normal, dalam sekali charge perangkat ini mampu bertahan hingga satu setengah hari lamanya. Tentu akan berbeda nantinya bergantung pada aktifitas yang dilakukan oleh pengguna.

Bagi Kawan yang menginginkan sebuah perangkat TabletPC yang powerful, Samsung Galaxy Tab 7.7 bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif pilihan. Apalagi untuk urusan telepon dan sms pun masih mampu diakomodir dengan baik.

Tips #Ngandroid #TabletPC Android Lokal Terjangkau

Category : tentang TeKnoLoGi

  • Menjajal Vandroid, TabletPC #Android Lokal yang harganya Terjangkau. Satu Juta rupiah saja…
  • Kalo TabletPC lokal hanya dimanfaatkan untuk maen games, barangkali gag terlalu masalah asalkan bukan games HD yg membutuhkan grafis tinggi
  • Tapi kalo digunakan untuk mendukung kerja, gag recommend deh… Ketimbang mangkel lantaran gag memuaskan
  • Beberapa keluhan selama pemakaian Vandroid T2; respond layar yang kurang akurat, perlu penekanan lebih tegas, batere cepat habis dan…
  • Koneksi yang sering terputus, entah kenapa… Tapi secara kinerja, tabletpc Vandroid T2 cukup lumayan kok…
  • Sebetulnya kalo mau dipake dalam jangka lama dan menunjang kebutuhan kerja sih, gag berani merekomendasikan perangkat Tablet #Android Lokal
  • Akan tetapi ada beberapa pertimbangan yang barangkali bisa masuk sebagai alasan ‘mengapa memilih Tablet #Android Lokal’
  • 1. Tentu keterbatasan Budget, gag semua Droiders dan orangtuanya punya dana yang memadai untuk bisa ikut menikmati godaan #Android
  • 2. Secara kebutuhan bisa saja gag serius”banget, malah bisa jadi sebagai pilihan perangkat games bagi putra putri Droiders seumuran TK/SD
  • 3. Pengguna #Android tingkat Pemula, ketimbang menghabiskan banyak uang untuk sesuatu hal yang barangkali belum mampu memuaskan
  • Dari ketiga pertimbangan itu, gag masalah sih kalo memang milihnya ke Tablet #Android Lokal, asalkan…
  • 1. Gag menuntut soal kehandalan atau kemampuan dalam operasionalnya. ‘GalTab 7+ bisa maen NFS, punya saya kok tidak?’
  • 2. Memaklumi soal keterbatasan respond yang diberikan. ‘Tablet milikmu kok nyante aja kalo lagi pindah halaman yah?’
  • 3. Harga Murah, umur (biasanya) gag panjang. ‘ni Tablet kok baru dipake dua bulanan sudah lelet? Mana kamera gag fungsi lagi…’
  • 4. Gag seindah iklannya. ‘gambar yang tampil di Tabletmu oke punya, ini kok rada buram… padahal filmnya sama…’
  • Nah, trus dari banyaknya pilihan yg ada, kalo bs sih pilih Tablet #Android Lokal yg punya standar sedikit lebih biar gag nyesel, misalkan…
  • 1. Besaran CPU, kini sudah ada yang pake singlecore 1 GHz atau 1,5 GHz dengan harga satu juta
  • 2. Periksa internal Storage nya, rata”sih sudah ada yang adopsi 4 GB, lumayan kalo mau nambah”games
  • 3. RAM, ukuran 512 ada juga kok yang pake, minimal antisipasi kalo seumpama Tablet gag bisa diRoot
  • 4. Ketersediaan Sim Card, kecil tapi ekstrem. Cape deh kalo sampe musti hunting wifi terdekat cuma buat update status :p
  • 5. Dukungan Market, selain bawaan ada juga yang menyertakan Market App buatan sendiri macam Nexian dan Vandroid kemarin
  • Lha trus kira”ada gag yah hal”yg gag perlu dipertimbangkan saat memutuskan untuk membeli sebuah Tablet #Android Lokal?
  • 1. Tampilan User Interface. Rata”UI Tablet #Android Lokal standar dr OSnya, kalopun nanti mau diCustom, bs ambil di Market. Banyak pilihan.
  • 2. Aplikasi Dukungan. Khawatir Tablet cuma bisa sebagai Documents Viewer? Silahkan unduh bbrapa app Free yang punya kemampuan sama
  • 3. Versi OS. Rata”Tablet keluaran terakhir sudah adopsi OS #Android versi 2.3 GingerBread, soal kemampuan Tetheringpun sudah bisa
  • Membeli sebuah perangkat #Android gag jauh beda dengan membeli sebuah HH Windows Mobile era 2002 s/d 2007, banyak pilihan, beragam harga
  • Storage Besar tapi RAM kecil dijamin bikin lelet perangkat #Android saat mencoba instalasi beragam App dan Games
  • Jadi, kalopun masih ragu untuk mencoba Tablet #Android Lokal sebagai pilihan, mungkin tuit tadi bisa dijadikan pertimbangan
  • Pilih NoteBook atau TabletPC ?

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Berada dalam dua pilihan yang sulit, sementara yang namanya ketersediaan Budget masih mengikat, merupakan sebuah tantangan yang harus dapat dipenuhi guna mengakomodasi kebutuhan secara tepat guna. Hal ini kerap dialami oleh seseorang yang berada dalam kondisi berkeinginan memiliki sebuah perangkat NoteBook namun kemudian digoyahkan oleh iming-iming kemampuan sebuah perangkat TabletPC setelah membaca beberapa Review. Lantas mana yang harus dipilih ?

    Kami sendiri ketika dimintakan masukan atas situasi atau dilontarkannya pertanyaan tersebut, tidak mampu memberikan rekomendasi yang layak dilaksanakan mengingat secara kebutuhan masing-masing orang jelas berbeda satu sama lainnya. Itu sebabnya selalu kami kembalikan kepada yang bersangkutan untuk memilih dengan beberapa pertimbangan yang sekiranya masuk akal.

    Seandainyapun jika boleh, kami merekomendasikan kepemilikan kedua perangkat dengan syarat secara budget mampu menutupi kebutuhan dengan hanya menambahkan sedikit anggaran.

    Jadi, Silahkan memilih sebuah perangkat TabletPC apabila :

    1. Rekan memiliki aktifitas mobile yang padat (lebih banyak berada di perjalanan atau luar kantor) sehingga perangkat jauh lebih mudah untuk dibawa kemana saja.

    2. Kebutuhan dan intensitas akan aktifitas dunia maya, apakah itu sekedar browsing, berkirim email, memantau harga atau barangkali bersosialisasi lewat akun jejaring sosial

    3. Memiliki hobby bereksplorasi lebih jauh terhadap sebuah teknologi yang biasanya hadir saat kesulitan demi kesulitan menghampiri

    4. Lebih sering berada dalam situasi yang tidak memungkinkan untuk membawa sebuah perangkat, membuka, menyalakan, menunggu hingga siap digunakan

    Dan pilihlah sebuah perangkat NoteBook apabila :

    1. Rekan lebih banyak beraktifitas di dalam ruangan atau dibalik meja

    2. Kebutuhan dan intensitas aktifitas yang jauh lebih kompleks seperti editing data yang membutuhkan kecepatan penyelesaian, berkutat dengan aplikasi tertentu yang tidak mampu diakomodir oleh perangkat TabletPC pula hal-hal yang berkaitan dengan grafis berskala besar. Foto dengan High Definition, Video bahkan Desain Corel dan AutoCad misalnya

    3. Memiliki pola kerja yang statis, tidak direpotkan dengan mencoba dan mencoba aplikasi saat tingkat kesulitan sudah makin berkembang

    4. Membutuhkan perangkat untuk pertukaran data berskala besar secara cepat

    Yang patut dipahami disini adalah Fungsi dan kemampuannya masing-masing, berada di posisi mana dalam siklus atau proses aktifitas yang sekiranya akan dilakukan atau dibutuhkan. Seperti yang pernah kami katakan sebelumnya bahwa TabletPC hingga kini belum mampu menggantikan posisi dan kemampuan sebuah NoteBook dalam arti sebenarnya, hanya untuk menjembatani keterbatasan fungsi yang mampu dilakukan antara sebuah ponsel dan sebuah perangkat NoteBook. Jadi silahkan Rekan memilih yang sekiranya sesuai kebutuhan.

    Tablet Vandroid T2 Android Murah Rasa Lokal

    1

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Demam akan sistem operasi si Robot Hijau rasanya sudah kian menjadi. Dikatakan demikian lantaran semakin banyak saja Vendor baik global dan lokal yang merilis perangkat berbasis sistem operasi Android dengan berbagai rentang harga dan kemampuan. Dari High End hingga Entry level atau Pemula.

    Jika selama ini kami lebih merekomendasikan perangkat level Menengah sebagai pilihan bagi Kawan yang ingin merasakan bagaimana nikmatnya perangkat mobile berbasis Android, kini kami mencoba untuk hadirkan Tablet Android level bawah yang barangkali dapat menarik minat bagi mereka yang memiliki budget terbatas. Vandroid T2.

    Secara dimensi, Tablet Vandroid T2 terlihat tak jauh berbeda dengan Samsung Galaxy Tab #2 7.0 yang tempo hari sempat kami Review, pun dengan list aluminium yang mengitari layar demikian halnya dengan ketebalan perangkat. Hanya jika disandingkan saja bakalan terlihat perbedaan yang mencolok pada keberadaan empat tombol sentuh yang terdapat di sisi bawah layar. Bisa dimaklumi lantaran secara Versi OS yang dipergunakan masih mengadopsi Android 2.3 GingerBread. Uniknya, meski sudah terdapat empat tombol haptic tersebut, terdapat pula list Taskbar disisi atas layar yang memiliki manfaat sama yaitu mengembalikan aktifitas ke halaman awal (home), back serta volume up and down.

    Mengusung prosesor berkecepatan tinggi 1 GHz dikombinasikan dengan besaran Memory RAM 512 MB (386 MB shared) rasanya untuk ukuran sebuah Tablet Lokal yang menyasar pangsa pasar Entry Level sudah cukup menjanjikan. Namun entah mengapa, persoalan layar sentuh yang disandang masih menghantui seperti Tablet Lokal lainnya. Membutuhkan dua tiga kali sentuhan yang sama dengan perangkat Samsung Galaxy Tab #2 7.0 untuk mendapatkan Respon atas tindakan yang Kawan inginkan. Bagi yang sudah terbiasa dengan cepatnya akses menu tentu hal ini Jadi sedikit menjengkelkan.

    Urusan Storage rasanya Kawan memang harus berpuas diri dengan sedikit keterbatasan space yang disediakan, yaitu 4 GB (3 GB shared) dengan dukungan memory eksternal yang hanya mampu mencapai maksimal 16 GB saja. Keternatasan pula ditemukan pada resolusi kamera yang disandang pada punggung perangkat berkisar 2 MP tanpa lampu LED Flash. Uniknya selain mengadopsi port mini USB sebagai media charger ataupun bertukar data, Vandroid T2 menyediakan pula port mini HDMI disisi yang sama.

    Menjanjikan sistem Plug and Play, Vandroid T2 tampaknya tak ingin membebani pengguna yang akan memanfaatkan perangkat Tablet baik sebagai modem ataupun storage penyimpanan data. Ketika perangkat disambungkan ke pc/notebook, dalam waktu singkat segera terdeteksi dengan baik dan perangkat Vandroid T2 pun siap dieksekusi.

    Berhubung Vandroid T2 merupakan Tablet Lokal, dilihat dari segi penampilan halaman depan ataupun menu, hampir tak ada inovasi ataupun User Iinterface tambahan yang mampu membedakan perangkat dengan Tablet lainnya. Meski demikian dari beberapa aplikasi bawaan terdapat aplikasi Market tambahan milik vendor yang patut diapresiasi lantaran dapat dimanfaatkan untuk mengunduh ketersediaan aplikasi dan games dengan cara memotong pulsa.

    Selain itu saat kami ujicoba pertama kali, terlihat beberapa aplikasi penting sudah berada di halaman menu seperti Documents To Go Viewer, Google +, FaceBook, eBook Reader, Explorer, Yahoo Mail and Messenger pula Flash Player. Yang terakhir kami sebutkan ini tampaknya memang amat jarang disematkan dalam perangkat Android murah, jadi tidaklah salah jika kami kemudian memberi nilai tambah untuk dukungan dan kemampuannya.

    Namun belum lengkap rasanya jika perangkat Vandroid T2 belum melakukan test Benchmarking dengan memanfaatkan AnTuTu, hasilnya lumayan. Layar menunjukkan setidaknya terdapat poin sebesar 2394, setengah dari uji yang sama pada perangkat Samsung Galaxy Tab #2 7.0. Hasil ini berada diatas HTC Wildfire dan Hero yang memang memiliki spec teknis dibawah T2. Untuk membuktikannya memang sedikit terasa adanya lag atau jeda saat digunakan untuk memainkan games Angry Birds atau Cut The Rope.

    Terlepas dari semua keterbatasan yang kami sebutkan tadi, dengan harga jual dibawah satu juta rupiah, agaknya keberadaan Tablet Vandroid T2 sangat layak dipertimbangkan. Apalagi untuk pangsa pasar Entry Level, T2 bakalan bersaing dengan beberapa Tablet milik IMO dan juga Axioo Pico 7 yang memiliki spec teknis sama namun harga yang sedikit lebih mahal. Setidaknya untuk memenuhi kebutuhan jejaring sosial atau memainkan beberapa games, T2 cukup mampu mengakomodirnya.

    Samsung Galaxy Tab Series, Pilih Mana ?

    2

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Perpaduan dua nama besar Samsung vendor ternama dari Korea dan Android sistem operasi yang dikembangkan oleh Google, menghasilkan banyak peran penting di era Telekomunikasi terkini, utamanya dalam menciptakan perangkat ponsel pintar bagi semua orang. Sejak kerjasama itu terjadi, lebih dari 15 seri ponsel pintar telah diturunkan oleh Samsung dengan berbasis sistem operasi Android sepanjang kurun waktu dua setengah tahun. Jumlah ini belum termasuk dengan sedikitnya 5 seri TabletPC yang dirintis demi memenuhi hasrat pengguna akan perangkat berlayar lebar, menjembatani fungsi antara ponsel dengan DesktopPC.

    Dibandingkan dengan beberapa nama besar vendor lainnya yang memanfaatkan sistem operasi yang sama, Samsung merupakan pemain tersukses dalam menjual perangkatnya meski dibayang-bayangi oleh klaim hak paten atas desain dan teknologi lainnya oleh Apple. Bisa jadi lantaran usahanya yang masuk dalam semua lini itulah, Samsung mampu bertahan dan menjadi besar ketimbang vendor lain seperjuangannya terdahulu.

    Dalam tulisan kali ini kami tidak lagi berbicara tentang ponsel yang diberi nama Galaxy series tersebut, lantaran secara pangsa pasar sudah bisa dibaca dari spesifikasi dan juga harga jual yang ditawarkan sejak awal peluncuran. Akan tetapi bolehlah jika kami ingin memperkenalkan barisan perangkat TabletPC milik Samsung yang jujur saja tergolong Booming sejak rilis pertama dikeluarkan.

    Samsung Galaxy Tab 7” P1000 merupakan TabletPC pertama yang dirilis Samsung dengan spesifikasi yang tergolong menawan untuk ukuran saat itu. Prosesor single core 1 GHz dipadu dengan 512 MB Memory RAM dan OS Android versi 2.2 Froyo yang dapat diUpgrade ke 2.3 GingerBread mendapat tempat lumayan lama di hati para pengguna baru Android. Dari yang hanya sekedar ingin tahu atau memang berpindah dari lain perangkat. Apalagi dengan adanya dukungan voice call, sms dan push email serta koneksi 3G, menjadikan Tab 7”seri pertama ini berada di posisi favorit selama satu tahun lamanya.

    Samsung Galaxy Tab 10.1” P7100 merupakan rilis kedua Samsung yang hadir untuk bersaing dengan perangkat iPad yang telah lebih dahulu diluncurkan. Bisa ditebak, kehadirannya hampir selalu disandingkan dengan perangkat mutakhir milik Apple yang diminati banyak orang itu, jauh meninggalkan perangkat serupa milik Motorola yang dengan sengaja dirilis berbarengan.

    Berbekal prosesor dua inti 1 GHz, 1 GB Memory RAM, kamera 8 Mega Pixel, 16/32 GB internal storage tanpa dukungan slot eksternal plus versi OS khusus TabletPC 3.0 HoneyComb dan tanpa voice call makin menguatkan image persaingan yang diatas kertas rupanya memiliki kemampuan jauh lebih unggul.

    Samsung Galaxy Tab 8.9” P7300 dirilis gag jauh-jauh dari versi 10.1 dan masuk di lini yang hanya diisi oleh vendor LG yang menjual teknologi 3D-nya. Samsung sendiri masih mengandalkan spesifikasi yang sama dengan pendahulunya plus ketipisan perangkat yang hanya 8,6 mm. Hal ini tentu saja membuat banyak vendor yang meradang dan berlomba-lomba untuk bersaing di segi dimensi ini. Untuk sedikit membedakan, versi 8,9”ini dirilis pula dalam tiga varian storage, 16/32 dan 64 GB tanpa card slot ditambah aplikasi pengenalan bagian tubuh manusia untuk kebutuhan Medis.

    Setelah gaung Samsung Galaxy Tab 7” versi pertama mulai tenggelam, alih-alih memperbaharui spesifikasi, Samsung malahan memperbaharui hampir di semua aspek (kecuali resolusi kamera 3,2 Mega Pixel), termasuk dimensi perangkat yang serupa dengan dua kakaknya tadi. Perangkat ini diberi embel-embel nama Plus (+) untuk membedakannya dengan perangkat terdahulu. Menggunakan Prosesor dua inti 1,2 GHz, 1 GB Memory RAM dan OS Android versi 3.2 HoneyComb, Samsung rupanya masih mempertahankan dukungan slot sim dan microsd card, voice call, sms, push email dan 3,2 Mega Pixel dalam perangkatnya kali ini.

    Belum lagi hilang masa promo Samsung Galaxy Tab 7”+ P6200 yang ditawarkan dengan harga jual 5,499 juta sudah termasuk Leather Case Original, 16 GB microSD dan Free 6 bulan XL Unlimited 99ribu, kembali Samsung merilis varian dari 7 series ini, dengan nama 7,7” P6800. Dengan adanya penambahan ukuran dimensi lebar sekitar 1 cm dari 7”+, bisa ditebak resolusi layar yang dipergunakan dalam perangkat inipun bertambah sekitar 200pixel, ditambah dukungan layar Super AMOLED, tipikal layar yang memberikan tingkat kejernihan yang lebih baik. \

    Dari 5 series Samsung Galaxy Tab ini kabarnya masih bakalan bertambah dalam waktu dekat dengan dirilisnya seri Samsung Galaxy Tab #2 10.1”, #2 7” dan Samsung Galaxy Note 10.1”. Satu Benang merah yang kelak bakalan menyambungkan ketiga rilis baru ini adalah penggunaan OS Android versi terbaru 4.0 Ice Cream Sandwich tanpa adanya penambahan spesifikasi lebih jauh. Hal ini mengingatkan kami dengan vendor besar asal Finland Nokia yang kerap merilis seri ponsel mereka dalam waktu yang berdekatan, dengan spesifikasi yang mirip satu sama lainnya.
    Lantas diantara kelima rilis TabletPC milik Samsung diatas serta tiga seri yang kelak bakalan dirilis dalam waktu dekat, perangkat mana yang pantas menjadi Rekomendasi bagi Rekan Tokoh ?

    Tergantung dari kebutuhan saja tentu, mengingat dari segi harga jual, gag jauh beda kok selisihnya. Pertama, lihat dan coba secara langsung perangkat yang diinginkan. Ini jelas berkaitan dengan mobilitas. Beberapa orang menganggap jauh lebih nyaman berinteraksi dengan dimensi layar 7”lantaran dapat digenggam dengan satu tangan, ada juga beberapa lainnya yang merasa jauh lebih nyaman dengan layar lebar untuk beragam aktifitas, termasuk menonton video dan membaca berita.

    Dan Kedua, mengingat spesifikasinya yang juga tidak jauh berbeda, silahkan lirik kemampuan lain yang menyertainya. Apakah membutuhkan perangkat yang memiliki kemampuan untuk melakukan Voice Call dan sms atau tidak. Sekedar berbagi pengalaman bahwa Salah satu kelebihan perangkat yang mendukung Voice Call adalah kemudahannya untuk melakukan aktivasi paket layanan data apabila Rekan kelupaan mengisi pulsa saat paket dinyatakan habis masa berlakunya.

    Jadi sudah gag bingung lagi kan ?