Samsung Galaxy Tab 7.7 GT6800, si Ramping yang Bertenaga

Category : tentang TeKnoLoGi

Diantara perangkat TabletPC yang pernah dirilis oleh vendor besar Samsung, barangkali hanya yang satu ini tampak memukau bagi mata siapapun yang melihatnya. Secara dimensi tampak sedikit lebih lebar dibanding sejawatnya namun masih mampu digenggam nyaman dengan dua tangan. Lahir dan besar dari Galaxy Tab series, satu nama yang kini telah menjadi jaminan mutu bagi para konsumen yang menginginkan perangkat pintar namun powerful. Samsung Galaxy Tab 7.7.

Dari segi penamaan yang memang biasanya diadopsi dari lebar diagonal layar, tampaknya Samsung memang benar-benar menginginkan menjadi yang terdepan diantara semua vendor dengan mengandalkan nama besar Android saat ini. Masuknya dimensi 7.7 seakan melengkapi barisan TabletPC milik Samsung yang selama ini sudah dikenal lebih awal lewat dimensi 7, 8.9 dan 10.1.

Mengandalkan layar lebar dengan resolusi 1280 x 752 pixels dan Super AMOLED Plus menjadikan Samsung Galaxy Tab 7.7 tampil sejernih Galaxy Note yang memang sudah lebih dulu menggunakannya. Meski kabarnya belum mampu menyaingi indahnya Retina Display milik the New iPad namun saat digunakan untuk memutar beberapa video High Definitions atau bekerja dengan office documents, tampak jelas perbedaannya dengan sejumlah perangkat TabletPC yang pernah mampir di meja kami.

Dibandingkan sang adik Galaxy Tab 7+, secara dimensi panjang bisa dikatakan setara, Cuma beda-beda dikit. Namun secara lebar ada penambahan sekitar 1 cm sehingga saat berusaha kami genggam dengan satu tangan memang memerlukan sedikit pembiasaan lantaran selama ini ukuran layar 7 inchi masih merupakan yang terbaik untuk urusan mobile, setidaknya bagi kami. Akan tetapi jika dilihat dari ketipisannya yang hanya 7,9 mm jujur saja sempat membuat kami agak khawatir bakalan mematahkannya. Tentu saja kami bercanda untuk yang satu ini. Tipisnya Samsung Galaxy Tab 7.7 menjadikannya sebagai TabletPC teramping dan teringan dari yang pernah ada, bahkan dari New iPad sekalipun.

Meski tergolong tipis dan ringan, jangan salah sangka jika lantas mencoba bicara soal kecepatan dan dapur pacu. Menggunakan prosesor dual-core 1.4 GHz ARM Cortex-A9 dan GPU Mali-400MP ditambah Memory RAM sebesar 1 GB, bisa dikatakan setara dengan perangkat ponsel Galaxy Note yang memiliki besaran layar 5,3 inchi. Saat kami uji keduanya dengan menggunakan aplikasi Benchmarking AnTuTu dan Quadrant, hasil yang terpantau nyatanya sedikit melampaui dari yang diperkirakan. Sekitar 6578 untuk AnTuTu dan 3242 untuk Quadrant. Lebih baik dari Galaxy Note.

Sayangnya, Samsung Galaxy Tab 7.7 yang mumpuni dari segi kecepatan dan dapur pacu tidak dibarengi dengan besaran atau resolusi kamera yang digunakan. Masih tetap mengadopsi lensa 3,2 MP layaknya tiga seri Galaxy Tab 7 lainnya. Meski demikian untuk kualitas capture baik foto dan video yang sudah mencapai 1280p 30fps, tentu saja tidak usah diragukan lagi.

Lantaran dirilis sekitar bulan September tahun 2011 lalu, untuk persoalan Sistem Operasi, Samsung Galaxy Tab 7.7 ternyata masih dibekali dengan Android versi 3.2 Honeycomb. Sedikit berbeda dengan OS yang disematkan pada Galaxy Tab 7+, baik pada halaman Menu dan juga Homescreen memiliki fitur penambahan folder yang mampu mengelompokkan beberapa shortcut aplikasi dan juga games sesuai kategori tertentu. Menjadikan tampilan sedikit lebih rapi dan teratur. Fitur ini mirip dengan penambahan folder yang dimiliki oleh perangkat berbasis iOS. Kabarnya pada bulan Agustus 2012 ini bakalan mendapatkan opsi Upgrade menuju Ice Cream Sandwich 4.0. satu kabar yang sangat ditunggu-tunggu pun demikian dengan pengguna Galaxy Tab series lainnya.

Dalam kondisi default, terdapat sedikitnya lima halaman Homescreen dengan grid 8 x 6 yang dapat dinikmati oleh pengguna sebagai tampilan utama yang dapat dikostumisasi sesuai keinginan. Selain Samsung Apps yang secara rutin hadir di setiap perangkat Android milik Samsung, terdapat pula penambahan aplikasi Games Hub, Reader Hub dan Sosial Hub yang dapat difungsikan untuk beragam aktifitas. Tersedia pula dua aplikasi Memo yang dapat difungsikan dengan cara mengetik memanfaatkan virtual keyboard maupun dengan goresan tangan ataupun stylus tambahan.

Perangkat yang kami dapatkan kali ini rupanya memiliki internal Storage lumayan lega, yaitu sekitar 32 GB. Jika masih kurang, slot memory eksternal yang mampu mendukung microsd hingga 32 GB pun siap digunakan. Meski sudah tergolong besar, dalam tiga varian yang ditawarkan terdapat pula opsi 64 GB yang dapat dipilih tentu dengan harga jual yang sedikit lebih mahal.

Untuk mendukung semua kelebihan dan kinerja maksi yang disajikan Samsung Galaxy Tab 7.7 diatas, pasokan daya yang diadopsipun cukup besar, 5100 mAh. Dengan penggunaan normal, dalam sekali charge perangkat ini mampu bertahan hingga satu setengah hari lamanya. Tentu akan berbeda nantinya bergantung pada aktifitas yang dilakukan oleh pengguna.

Bagi Kawan yang menginginkan sebuah perangkat TabletPC yang powerful, Samsung Galaxy Tab 7.7 bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif pilihan. Apalagi untuk urusan telepon dan sms pun masih mampu diakomodir dengan baik.

Tips #Ngandroid #TabletPC Android Lokal Terjangkau

Category : tentang TeKnoLoGi

  • Menjajal Vandroid, TabletPC #Android Lokal yang harganya Terjangkau. Satu Juta rupiah saja…
  • Kalo TabletPC lokal hanya dimanfaatkan untuk maen games, barangkali gag terlalu masalah asalkan bukan games HD yg membutuhkan grafis tinggi
  • Tapi kalo digunakan untuk mendukung kerja, gag recommend deh… Ketimbang mangkel lantaran gag memuaskan
  • Beberapa keluhan selama pemakaian Vandroid T2; respond layar yang kurang akurat, perlu penekanan lebih tegas, batere cepat habis dan…
  • Koneksi yang sering terputus, entah kenapa… Tapi secara kinerja, tabletpc Vandroid T2 cukup lumayan kok…
  • Sebetulnya kalo mau dipake dalam jangka lama dan menunjang kebutuhan kerja sih, gag berani merekomendasikan perangkat Tablet #Android Lokal
  • Akan tetapi ada beberapa pertimbangan yang barangkali bisa masuk sebagai alasan ‘mengapa memilih Tablet #Android Lokal’
  • 1. Tentu keterbatasan Budget, gag semua Droiders dan orangtuanya punya dana yang memadai untuk bisa ikut menikmati godaan #Android
  • 2. Secara kebutuhan bisa saja gag serius”banget, malah bisa jadi sebagai pilihan perangkat games bagi putra putri Droiders seumuran TK/SD
  • 3. Pengguna #Android tingkat Pemula, ketimbang menghabiskan banyak uang untuk sesuatu hal yang barangkali belum mampu memuaskan
  • Dari ketiga pertimbangan itu, gag masalah sih kalo memang milihnya ke Tablet #Android Lokal, asalkan…
  • 1. Gag menuntut soal kehandalan atau kemampuan dalam operasionalnya. ‘GalTab 7+ bisa maen NFS, punya saya kok tidak?’
  • 2. Memaklumi soal keterbatasan respond yang diberikan. ‘Tablet milikmu kok nyante aja kalo lagi pindah halaman yah?’
  • 3. Harga Murah, umur (biasanya) gag panjang. ‘ni Tablet kok baru dipake dua bulanan sudah lelet? Mana kamera gag fungsi lagi…’
  • 4. Gag seindah iklannya. ‘gambar yang tampil di Tabletmu oke punya, ini kok rada buram… padahal filmnya sama…’
  • Nah, trus dari banyaknya pilihan yg ada, kalo bs sih pilih Tablet #Android Lokal yg punya standar sedikit lebih biar gag nyesel, misalkan…
  • 1. Besaran CPU, kini sudah ada yang pake singlecore 1 GHz atau 1,5 GHz dengan harga satu juta
  • 2. Periksa internal Storage nya, rata”sih sudah ada yang adopsi 4 GB, lumayan kalo mau nambah”games
  • 3. RAM, ukuran 512 ada juga kok yang pake, minimal antisipasi kalo seumpama Tablet gag bisa diRoot
  • 4. Ketersediaan Sim Card, kecil tapi ekstrem. Cape deh kalo sampe musti hunting wifi terdekat cuma buat update status :p
  • 5. Dukungan Market, selain bawaan ada juga yang menyertakan Market App buatan sendiri macam Nexian dan Vandroid kemarin
  • Lha trus kira”ada gag yah hal”yg gag perlu dipertimbangkan saat memutuskan untuk membeli sebuah Tablet #Android Lokal?
  • 1. Tampilan User Interface. Rata”UI Tablet #Android Lokal standar dr OSnya, kalopun nanti mau diCustom, bs ambil di Market. Banyak pilihan.
  • 2. Aplikasi Dukungan. Khawatir Tablet cuma bisa sebagai Documents Viewer? Silahkan unduh bbrapa app Free yang punya kemampuan sama
  • 3. Versi OS. Rata”Tablet keluaran terakhir sudah adopsi OS #Android versi 2.3 GingerBread, soal kemampuan Tetheringpun sudah bisa
  • Membeli sebuah perangkat #Android gag jauh beda dengan membeli sebuah HH Windows Mobile era 2002 s/d 2007, banyak pilihan, beragam harga
  • Storage Besar tapi RAM kecil dijamin bikin lelet perangkat #Android saat mencoba instalasi beragam App dan Games
  • Jadi, kalopun masih ragu untuk mencoba Tablet #Android Lokal sebagai pilihan, mungkin tuit tadi bisa dijadikan pertimbangan
  • Pilih NoteBook atau TabletPC ?

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Berada dalam dua pilihan yang sulit, sementara yang namanya ketersediaan Budget masih mengikat, merupakan sebuah tantangan yang harus dapat dipenuhi guna mengakomodasi kebutuhan secara tepat guna. Hal ini kerap dialami oleh seseorang yang berada dalam kondisi berkeinginan memiliki sebuah perangkat NoteBook namun kemudian digoyahkan oleh iming-iming kemampuan sebuah perangkat TabletPC setelah membaca beberapa Review. Lantas mana yang harus dipilih ?

    Kami sendiri ketika dimintakan masukan atas situasi atau dilontarkannya pertanyaan tersebut, tidak mampu memberikan rekomendasi yang layak dilaksanakan mengingat secara kebutuhan masing-masing orang jelas berbeda satu sama lainnya. Itu sebabnya selalu kami kembalikan kepada yang bersangkutan untuk memilih dengan beberapa pertimbangan yang sekiranya masuk akal.

    Seandainyapun jika boleh, kami merekomendasikan kepemilikan kedua perangkat dengan syarat secara budget mampu menutupi kebutuhan dengan hanya menambahkan sedikit anggaran.

    Jadi, Silahkan memilih sebuah perangkat TabletPC apabila :

    1. Rekan memiliki aktifitas mobile yang padat (lebih banyak berada di perjalanan atau luar kantor) sehingga perangkat jauh lebih mudah untuk dibawa kemana saja.

    2. Kebutuhan dan intensitas akan aktifitas dunia maya, apakah itu sekedar browsing, berkirim email, memantau harga atau barangkali bersosialisasi lewat akun jejaring sosial

    3. Memiliki hobby bereksplorasi lebih jauh terhadap sebuah teknologi yang biasanya hadir saat kesulitan demi kesulitan menghampiri

    4. Lebih sering berada dalam situasi yang tidak memungkinkan untuk membawa sebuah perangkat, membuka, menyalakan, menunggu hingga siap digunakan

    Dan pilihlah sebuah perangkat NoteBook apabila :

    1. Rekan lebih banyak beraktifitas di dalam ruangan atau dibalik meja

    2. Kebutuhan dan intensitas aktifitas yang jauh lebih kompleks seperti editing data yang membutuhkan kecepatan penyelesaian, berkutat dengan aplikasi tertentu yang tidak mampu diakomodir oleh perangkat TabletPC pula hal-hal yang berkaitan dengan grafis berskala besar. Foto dengan High Definition, Video bahkan Desain Corel dan AutoCad misalnya

    3. Memiliki pola kerja yang statis, tidak direpotkan dengan mencoba dan mencoba aplikasi saat tingkat kesulitan sudah makin berkembang

    4. Membutuhkan perangkat untuk pertukaran data berskala besar secara cepat

    Yang patut dipahami disini adalah Fungsi dan kemampuannya masing-masing, berada di posisi mana dalam siklus atau proses aktifitas yang sekiranya akan dilakukan atau dibutuhkan. Seperti yang pernah kami katakan sebelumnya bahwa TabletPC hingga kini belum mampu menggantikan posisi dan kemampuan sebuah NoteBook dalam arti sebenarnya, hanya untuk menjembatani keterbatasan fungsi yang mampu dilakukan antara sebuah ponsel dan sebuah perangkat NoteBook. Jadi silahkan Rekan memilih yang sekiranya sesuai kebutuhan.

    Tablet Vandroid T2 Android Murah Rasa Lokal

    1

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Demam akan sistem operasi si Robot Hijau rasanya sudah kian menjadi. Dikatakan demikian lantaran semakin banyak saja Vendor baik global dan lokal yang merilis perangkat berbasis sistem operasi Android dengan berbagai rentang harga dan kemampuan. Dari High End hingga Entry level atau Pemula.

    Jika selama ini kami lebih merekomendasikan perangkat level Menengah sebagai pilihan bagi Kawan yang ingin merasakan bagaimana nikmatnya perangkat mobile berbasis Android, kini kami mencoba untuk hadirkan Tablet Android level bawah yang barangkali dapat menarik minat bagi mereka yang memiliki budget terbatas. Vandroid T2.

    Secara dimensi, Tablet Vandroid T2 terlihat tak jauh berbeda dengan Samsung Galaxy Tab #2 7.0 yang tempo hari sempat kami Review, pun dengan list aluminium yang mengitari layar demikian halnya dengan ketebalan perangkat. Hanya jika disandingkan saja bakalan terlihat perbedaan yang mencolok pada keberadaan empat tombol sentuh yang terdapat di sisi bawah layar. Bisa dimaklumi lantaran secara Versi OS yang dipergunakan masih mengadopsi Android 2.3 GingerBread. Uniknya, meski sudah terdapat empat tombol haptic tersebut, terdapat pula list Taskbar disisi atas layar yang memiliki manfaat sama yaitu mengembalikan aktifitas ke halaman awal (home), back serta volume up and down.

    Mengusung prosesor berkecepatan tinggi 1 GHz dikombinasikan dengan besaran Memory RAM 512 MB (386 MB shared) rasanya untuk ukuran sebuah Tablet Lokal yang menyasar pangsa pasar Entry Level sudah cukup menjanjikan. Namun entah mengapa, persoalan layar sentuh yang disandang masih menghantui seperti Tablet Lokal lainnya. Membutuhkan dua tiga kali sentuhan yang sama dengan perangkat Samsung Galaxy Tab #2 7.0 untuk mendapatkan Respon atas tindakan yang Kawan inginkan. Bagi yang sudah terbiasa dengan cepatnya akses menu tentu hal ini Jadi sedikit menjengkelkan.

    Urusan Storage rasanya Kawan memang harus berpuas diri dengan sedikit keterbatasan space yang disediakan, yaitu 4 GB (3 GB shared) dengan dukungan memory eksternal yang hanya mampu mencapai maksimal 16 GB saja. Keternatasan pula ditemukan pada resolusi kamera yang disandang pada punggung perangkat berkisar 2 MP tanpa lampu LED Flash. Uniknya selain mengadopsi port mini USB sebagai media charger ataupun bertukar data, Vandroid T2 menyediakan pula port mini HDMI disisi yang sama.

    Menjanjikan sistem Plug and Play, Vandroid T2 tampaknya tak ingin membebani pengguna yang akan memanfaatkan perangkat Tablet baik sebagai modem ataupun storage penyimpanan data. Ketika perangkat disambungkan ke pc/notebook, dalam waktu singkat segera terdeteksi dengan baik dan perangkat Vandroid T2 pun siap dieksekusi.

    Berhubung Vandroid T2 merupakan Tablet Lokal, dilihat dari segi penampilan halaman depan ataupun menu, hampir tak ada inovasi ataupun User Iinterface tambahan yang mampu membedakan perangkat dengan Tablet lainnya. Meski demikian dari beberapa aplikasi bawaan terdapat aplikasi Market tambahan milik vendor yang patut diapresiasi lantaran dapat dimanfaatkan untuk mengunduh ketersediaan aplikasi dan games dengan cara memotong pulsa.

    Selain itu saat kami ujicoba pertama kali, terlihat beberapa aplikasi penting sudah berada di halaman menu seperti Documents To Go Viewer, Google +, FaceBook, eBook Reader, Explorer, Yahoo Mail and Messenger pula Flash Player. Yang terakhir kami sebutkan ini tampaknya memang amat jarang disematkan dalam perangkat Android murah, jadi tidaklah salah jika kami kemudian memberi nilai tambah untuk dukungan dan kemampuannya.

    Namun belum lengkap rasanya jika perangkat Vandroid T2 belum melakukan test Benchmarking dengan memanfaatkan AnTuTu, hasilnya lumayan. Layar menunjukkan setidaknya terdapat poin sebesar 2394, setengah dari uji yang sama pada perangkat Samsung Galaxy Tab #2 7.0. Hasil ini berada diatas HTC Wildfire dan Hero yang memang memiliki spec teknis dibawah T2. Untuk membuktikannya memang sedikit terasa adanya lag atau jeda saat digunakan untuk memainkan games Angry Birds atau Cut The Rope.

    Terlepas dari semua keterbatasan yang kami sebutkan tadi, dengan harga jual dibawah satu juta rupiah, agaknya keberadaan Tablet Vandroid T2 sangat layak dipertimbangkan. Apalagi untuk pangsa pasar Entry Level, T2 bakalan bersaing dengan beberapa Tablet milik IMO dan juga Axioo Pico 7 yang memiliki spec teknis sama namun harga yang sedikit lebih mahal. Setidaknya untuk memenuhi kebutuhan jejaring sosial atau memainkan beberapa games, T2 cukup mampu mengakomodirnya.

    Samsung Galaxy Tab Series, Pilih Mana ?

    2

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Perpaduan dua nama besar Samsung vendor ternama dari Korea dan Android sistem operasi yang dikembangkan oleh Google, menghasilkan banyak peran penting di era Telekomunikasi terkini, utamanya dalam menciptakan perangkat ponsel pintar bagi semua orang. Sejak kerjasama itu terjadi, lebih dari 15 seri ponsel pintar telah diturunkan oleh Samsung dengan berbasis sistem operasi Android sepanjang kurun waktu dua setengah tahun. Jumlah ini belum termasuk dengan sedikitnya 5 seri TabletPC yang dirintis demi memenuhi hasrat pengguna akan perangkat berlayar lebar, menjembatani fungsi antara ponsel dengan DesktopPC.

    Dibandingkan dengan beberapa nama besar vendor lainnya yang memanfaatkan sistem operasi yang sama, Samsung merupakan pemain tersukses dalam menjual perangkatnya meski dibayang-bayangi oleh klaim hak paten atas desain dan teknologi lainnya oleh Apple. Bisa jadi lantaran usahanya yang masuk dalam semua lini itulah, Samsung mampu bertahan dan menjadi besar ketimbang vendor lain seperjuangannya terdahulu.

    Dalam tulisan kali ini kami tidak lagi berbicara tentang ponsel yang diberi nama Galaxy series tersebut, lantaran secara pangsa pasar sudah bisa dibaca dari spesifikasi dan juga harga jual yang ditawarkan sejak awal peluncuran. Akan tetapi bolehlah jika kami ingin memperkenalkan barisan perangkat TabletPC milik Samsung yang jujur saja tergolong Booming sejak rilis pertama dikeluarkan.

    Samsung Galaxy Tab 7” P1000 merupakan TabletPC pertama yang dirilis Samsung dengan spesifikasi yang tergolong menawan untuk ukuran saat itu. Prosesor single core 1 GHz dipadu dengan 512 MB Memory RAM dan OS Android versi 2.2 Froyo yang dapat diUpgrade ke 2.3 GingerBread mendapat tempat lumayan lama di hati para pengguna baru Android. Dari yang hanya sekedar ingin tahu atau memang berpindah dari lain perangkat. Apalagi dengan adanya dukungan voice call, sms dan push email serta koneksi 3G, menjadikan Tab 7”seri pertama ini berada di posisi favorit selama satu tahun lamanya.

    Samsung Galaxy Tab 10.1” P7100 merupakan rilis kedua Samsung yang hadir untuk bersaing dengan perangkat iPad yang telah lebih dahulu diluncurkan. Bisa ditebak, kehadirannya hampir selalu disandingkan dengan perangkat mutakhir milik Apple yang diminati banyak orang itu, jauh meninggalkan perangkat serupa milik Motorola yang dengan sengaja dirilis berbarengan.

    Berbekal prosesor dua inti 1 GHz, 1 GB Memory RAM, kamera 8 Mega Pixel, 16/32 GB internal storage tanpa dukungan slot eksternal plus versi OS khusus TabletPC 3.0 HoneyComb dan tanpa voice call makin menguatkan image persaingan yang diatas kertas rupanya memiliki kemampuan jauh lebih unggul.

    Samsung Galaxy Tab 8.9” P7300 dirilis gag jauh-jauh dari versi 10.1 dan masuk di lini yang hanya diisi oleh vendor LG yang menjual teknologi 3D-nya. Samsung sendiri masih mengandalkan spesifikasi yang sama dengan pendahulunya plus ketipisan perangkat yang hanya 8,6 mm. Hal ini tentu saja membuat banyak vendor yang meradang dan berlomba-lomba untuk bersaing di segi dimensi ini. Untuk sedikit membedakan, versi 8,9”ini dirilis pula dalam tiga varian storage, 16/32 dan 64 GB tanpa card slot ditambah aplikasi pengenalan bagian tubuh manusia untuk kebutuhan Medis.

    Setelah gaung Samsung Galaxy Tab 7” versi pertama mulai tenggelam, alih-alih memperbaharui spesifikasi, Samsung malahan memperbaharui hampir di semua aspek (kecuali resolusi kamera 3,2 Mega Pixel), termasuk dimensi perangkat yang serupa dengan dua kakaknya tadi. Perangkat ini diberi embel-embel nama Plus (+) untuk membedakannya dengan perangkat terdahulu. Menggunakan Prosesor dua inti 1,2 GHz, 1 GB Memory RAM dan OS Android versi 3.2 HoneyComb, Samsung rupanya masih mempertahankan dukungan slot sim dan microsd card, voice call, sms, push email dan 3,2 Mega Pixel dalam perangkatnya kali ini.

    Belum lagi hilang masa promo Samsung Galaxy Tab 7”+ P6200 yang ditawarkan dengan harga jual 5,499 juta sudah termasuk Leather Case Original, 16 GB microSD dan Free 6 bulan XL Unlimited 99ribu, kembali Samsung merilis varian dari 7 series ini, dengan nama 7,7” P6800. Dengan adanya penambahan ukuran dimensi lebar sekitar 1 cm dari 7”+, bisa ditebak resolusi layar yang dipergunakan dalam perangkat inipun bertambah sekitar 200pixel, ditambah dukungan layar Super AMOLED, tipikal layar yang memberikan tingkat kejernihan yang lebih baik. \

    Dari 5 series Samsung Galaxy Tab ini kabarnya masih bakalan bertambah dalam waktu dekat dengan dirilisnya seri Samsung Galaxy Tab #2 10.1”, #2 7” dan Samsung Galaxy Note 10.1”. Satu Benang merah yang kelak bakalan menyambungkan ketiga rilis baru ini adalah penggunaan OS Android versi terbaru 4.0 Ice Cream Sandwich tanpa adanya penambahan spesifikasi lebih jauh. Hal ini mengingatkan kami dengan vendor besar asal Finland Nokia yang kerap merilis seri ponsel mereka dalam waktu yang berdekatan, dengan spesifikasi yang mirip satu sama lainnya.
    Lantas diantara kelima rilis TabletPC milik Samsung diatas serta tiga seri yang kelak bakalan dirilis dalam waktu dekat, perangkat mana yang pantas menjadi Rekomendasi bagi Rekan Tokoh ?

    Tergantung dari kebutuhan saja tentu, mengingat dari segi harga jual, gag jauh beda kok selisihnya. Pertama, lihat dan coba secara langsung perangkat yang diinginkan. Ini jelas berkaitan dengan mobilitas. Beberapa orang menganggap jauh lebih nyaman berinteraksi dengan dimensi layar 7”lantaran dapat digenggam dengan satu tangan, ada juga beberapa lainnya yang merasa jauh lebih nyaman dengan layar lebar untuk beragam aktifitas, termasuk menonton video dan membaca berita.

    Dan Kedua, mengingat spesifikasinya yang juga tidak jauh berbeda, silahkan lirik kemampuan lain yang menyertainya. Apakah membutuhkan perangkat yang memiliki kemampuan untuk melakukan Voice Call dan sms atau tidak. Sekedar berbagi pengalaman bahwa Salah satu kelebihan perangkat yang mendukung Voice Call adalah kemudahannya untuk melakukan aktivasi paket layanan data apabila Rekan kelupaan mengisi pulsa saat paket dinyatakan habis masa berlakunya.

    Jadi sudah gag bingung lagi kan ?

    Windows 8, Ramah untuk semua perangkat Mobile

    5

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Berawal dari Consumer Electronics Show, Las Vegas Januari 2011, Microsoft mengumumkan penyertaan dukungan chipset ARM untuk mobile version dari sistem operasi terbaru mereka Windows 8, disamping microprosessor berarsitektur x86 untuk versi Desktop yang biasanya disupport dari Intel, AMD dan VIA. Sekedar Informasi, Chipset ARM yang dimaksudkan diatas adalah chipset yang kini banyak dipergunakan sebagai andalan dalam sebuah ponsel Smartphone dan juga TabletPC. Nvidia Tegra, Snapdragon atau Ti Omap merupakan beberapa contoh diantaranya.

    Untuk mendukung pengembangan OS terbaru ini pada 15 Agustus di tahun yang sama, Microsoft kemudian membuat satu blog “Building Windows 8” yang diperuntukkan bagi para pengguna dan juga pengembang aplikasi berbasis Windows. Lanjut dengan Perkenalan pertama Windows 8 versi Beta pada tanggal 29 Februari 2012 lalu.

    Lantas Apa sih yang menarik dari sebuah Sistem Operasi bernama Windows 8 ?

    Pertama, dukungan akan perangkat PC Desktop, NoteBook dan juga TabletPC bahkan sebuah Smartphone. Bukan hanya sekali dua ini saja rumor yang beredar luas bahwa Microsoft lewat tandemnya kini, bakalan merilis perangkat TabletPC berbasis Windows, diluar Desktop dan NoteBook. Dimana antarmuka atau User Interface yang bakalan digunakan nantinya dikenal dengan nama ‘Metro Style, Menu berbentuk Tile yang diakses dengan cara menggeser kearah samping, serta sebelumnya telah diterapkan pada ponsel Windows Phone.

    Kedua, lantaran dukungan perangkat TabletPC yang mampu dilakukan oleh OS Windows 8, maka penggunaannya nanti tentu akan lebih banyak memanfaatkan fitur layar sentuh atau TouchScreen, meski masih dapat diakses dengan baik melalui Mouse dan Keyboard.

    Ketiga, Picture Password. Bila sebelumnya aktifitas Login menuju perangkat berbasis Windows selalu menggunakan cara pengetikan karakter, kini Microsoft mencoba memperkenalkan aksi gerakan dengan memanfaatkan media gambar. Aktifitas semacam ini kami yakin telah Rekan kenali sebelumnya lewat ‘Slide to Unlock’-nya iOS dan juga Lock Screen Pattern-nya Android. Meski demikian, Microsoft tetap menyediakan opsi pengetikan karakter untuk berjaga-jaga apabila pemilik lupa dengan cara dan gerakan Login yang ditetapkan sebelumnya.

    Keempat, Application Store. Layaknya perangkat Smartphone terkini dan juga Mac saingan terberatnya, Windows 8 kini dibekali dengan Application Store, sebuah toko yang menyediakan beragam aplikasi dan juga permainan siap unduh untuk memudahkan pengguna dalam mengoptimalkan Windows 8. Sayangnya, perbedaan arsitektur chipset baik ARM dan x86, menyebabkan aplikasi yang kelak bakal diunduh lewat perangkat mobile, tidak akan dapat dipergunakan pada perangkat Desktop.

    Kelima, Internet Explorer 10. Sepintas, tampilan Browser yang dikembangkan oleh Microsoft kali ini terlihat tidak jauh berbeda dengan Google Chrome yang memperkenalkan sistem Thumbnail disisi atas jendela untuk mempermudah pengguna memantau proses aktifitasnya. Namun uniknya, tab url bar yang biasanya berada disisi atas halaman, kini dipindahkan ke sisi bawah yang barangkali akan memerlukan perubahan kebiasaan pemakaian bagi para penggunanya.

    Lebih Cepat dan Lebih Baik. Seperti jargon kampanye salah satu calon Presiden terdahulu, Kinerja serta Booting yang kelak akan disajikan oleh Windows 8 diklaim jauh lebih singkat dari versi sebelumnya. Hal ini bisa jadi lantaran dukungan yang dibutuhkan masih mampu ditangani dengan baik oleh prosesor versi mobile ARM. Selain itu, kabarnya Windows 8 pun akan dapat dijalankan melalui USB Flash Disk secara portable yang dikenal dengan istilah Windows To Go.

    Bagi Rekan yang ingin mencoba atau ingin tahu versi Beta (uji) dari OS Windows 8 dapat mengaksesnya secara langsung alamat windows.microsoft.com pada bagian Consumer Preview.

    Pilih Ponsel atau Tablet Android ?

    1

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Jika kita masih berbicara soal budget dibawah 3 jutaan, barangkali pilihan yang ada dari pertanyaan diatas bakalan jauh lebih sedikit dan cenderung memudahkan bagi pikiran. Tapi bagaimana jika Budget tersebut dinaikkan dua kali lipatnya sehingga yang namanya pilihan jauh lebih banyak dan beragam ?

    Untuk kisaran Budget 5 s/d 6 jutaan, pilihan yang ada dalam rentang harga ini bisa dikatakan sangat beragam baik dari segi brand atau vendor, jenis sistem operasi yang dibekali, kemampuan atau fitur khusus yang dimiliki, juga besaran perangkat dari layar 4”, 5” hingga 7”, 8,9” dan 10”. Jadi untuk menghindarkan pikiran dari kontaminasi BlackBerry yang jujur saja masih sangat mengecewakan, dan juga iOS yang harganya masih belum mampu dijangkau, maka hanya ada dua pilihan OS yaitu Android dan juga Windows Phone lewat perangkat Nokia dan HTC.

    Sayangnya, hingga hari ini saya belum jua pernah memegang serta menguji ponsel Windows Phone secara langsung dan lebih mendalam, meski yang namanya kerinduan akan OS besutan Microsoft masih ada dan makin menggunung. Kira-kira ada yang mau meminjamkannya gag yah ?

    Maka itu, untuk sementara pilihannya ya tetap Android. Nah, masalahnya adalah dalam rentang harga tersebut mau memilih perangkat Ponsel atau sekalian saja Tabletpc sebagai pilihan selanjutnya ?

    Jika dalam rentang harga yang sama, konsumen bisa mendapatkan perangkat ponsel dan juga tabletpc sebagai alternatif pilihan lainnya, barangkali jauh lebih baik jika pilihan dijatuhkan pada perangkat tabletpc dengan pertimbangan besaran layar, daya tahan batere dan juga sistem operasi yang menyertainya. Namun akan tergolong merepotkan apabila yang dibutuhkan itu adalah perangkat kerja yang mampu digunakan untuk bertelepon dan messages. Sangat ribet jika harus membawa perangkat tabletpc dalam kantong saat ingin bepergian hanya ke seputaran rumah saja.

    Samsung Galaxy SII, HTC Sensation, Samsung Galaxy Nexus, Samsung Galaxy Notes atau Samsung Galaxy tab 7+ ?

    Satu pilihan yang sulit tentu saja, pikir saya kali ini. Ada yang punya ide ?

    (Akhirnya) Melepas (jua) HTC FLYer milik LPSE Badung

    2

    Category : tentang DiRi SenDiri, tentang TeKnoLoGi

    Pada Awalnya sih saya Cuma mikir ‘wah ni TabletPC kok kayaknya gag banyak gunanya yah bagi saya pribadi ?’ lantaran (jujur saja) aktifitas yang saya lakoni kini sebagai Sekretaris LPSE Badung bisa dikatakan tidak sebanyak saat masih ditugaskan sebagai Admin Agency dahulu, meski memang ada beberapa hal yang mewajibkan saya untuk memanfaatkan fasilitas TabletPC yang diberikan ini.

    HTC FLYer, bagi yang rajin mampir ke blog saya ini dijamin gag bakalan heran lagi bagaimana ceritanya TabletPC yang buatan Taiwan bisa mampir ke tangan serta sempat di-Review pula. Perangkat yang baru bisa kepegang pada November 2011 lalu sebetulnya merupakan satu diantara enam buah TabletPC yang kami ajukan selaku Pengelola LPSE Badung demi meningkatkan kinerja terutama dalam mengatasi permasalahan yang timbul diluar jam kerja atau berada dalam situasi yang tidak memungkinkan untuk membawa serta mengoperasikan perangkat NoteBook.

    Datang dengan mengadopsi OS Android versi 2.3.4 GingerBread dipadankan pula dengan HTC Sense, membuat FLYer tampak gegas saat diajak beraktifitas. Sesuai dengan tujuan kami sejak awal, bahwa perangkat ini bakalan menjadi senjata utama bagi Tim Pengelola LPSE Badung untuk memantau perjalanan aplikasi SPSE, mengatasi masalah yang dialami oleh Rekanan hingga Panitia hingga beraktifitas dengan email dan sebangsanya. Terbukti, selama tiga bulan pertama keberadaan TabletPC bagi kami mulai menggeser fungsi NoteBook dan juga ponsel.

    Belakangan TabletPC HTC FLYer tersebut telah mendapatkan Upgrade OS menjadi 3.2.1 Honeycomb via wifi milik LPSE Badung. Perubahan ini tentu berimbas pada tidak berfungsinya lagi tombol sentuh yang menghiasi sisi bawah layar dan berganti pada tombol sentuh yang selalu tampil di pojok kiri bawah layar dalam posisi rotasi apapun.
    Sayangnya, saat saya dipindahtugaskan menjadi Sekretaris LPSE, aktifitas yang melibatkan perangkat TabletPC ini bisa dikatakan sedikit berkurang mengingat perangkat ponsel yang saya miliki secara kebetulan mengadopsi OS yang sama pula, sehingga untuk beberapa hal fungsi yang dahulunya biasa saya lakukan di perangkat Tablet, masih mampu untuk dilakoni lewat layar ponsel saja.

    Itu sebabnya Jumat pagi awal Maret lalu, perangkat HTC FLYer secara resmi saya serahterimakan kepada Rekan sesama Tim Pengelola LPSE Badung yang berposisi sebagai Helpdesk, agar nantinya dapat dioptimalkan untuk melakukan pemeriksaan email secara real time, menjawab pertanyaan yang dilontarkan ataupun keluhan dan permasalahan lainnya yang dialami secara cepat dan tepat. Saya memutuskan untuk dipegang HelpDesk mengingat posisi ini merupakan salah satu yang memiliki peran penting dalam tugas kami di bidang Layanan.

    Maka jadilah kini hari-hari saya tak lagi ditemani oleh perangkat TabletPC HTC FLYer yang dahulu sempat pula menjadi sobat pembunuh waktu dengan tampilan layar lebarnya, baik untuk membuka-buka Peraturan, Tabloid hingga Majalah Playboy dan tentu saja menonton puluhan iklan Gadget terkini hasil donlot dari YouTube.
    Bye Bye HTC FLYer…

    Mengenal Samsung Galaxy Tab 7 Plus (Bagian 2)

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Meskipun dikategorikan sebagai perangkat TabletPC, Samsung Galaxy Tab 7 plus memiliki kemampuan yang setara dengan pendahulunya Tab 7. Bisa difungsikan sebagai perangkat Telepon yang mampu melakukan panggilan Voice Call dan juga Pesan sms layaknya ponsel biasa.

    Aplikasi Polaris yang dikembangkan untuk tujuan Office Application. Dalam versi ini, sudah mendukung dua Format file yang berbeda dari Office Application untuk docx (Word), xlsx (Excel), pptx (PowerPoint) dalam format 2003 dan 2007.

    Aplikasi photo Editor yang secara Default telah disematkan dalam perangkat Samsung Galaxy Tab 7 Plus yang berfungsi layaknya Photo processing, serta mampu melakukan Selected baik yang di-Merger ataupun Substract.

    Mengenal Samsung Galaxy Tab 7 Plus (Bagian 1)

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Perwajahan perangkat Samsung Galaxy Tab 7 Plus yang telah mengadopsi sistem operasi Android versi 3.0.1 HoneyComb. Sebuah kemajuan pula perubahan besar bagi perangkat Tab 7 pendahulunya.

    About Device dan juga Software Update. Mampu melakukan pembaharuan secara online langsung dari Perangkat tanpa memanfaatkan Kies ataupun PC/NoteBook lagi.

    Seperti halnya perangkat TabletPC Samsung Galaxy Tab 10.1, perubahan terjadi pada kustomisasi ukuran Widget yang dapat diubah sesuai keinginan dan kebutuhan.

    Samsung Galaxy Tab 7 Plus, ramping stylish dan bertenaga

    9

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Belum habis masa jaya penjualan TabletPC berbasis sistem operasi Android 2.2 Froyo (kemudian di upgrade ke 2.3 GingerBread) Samsung Gakaxy Tab 7 yang dirilis jelang akhir tahun 2010 lalu, di penghujung tahun 2011 kembali merilis ulang versi yang sama dengan embel-embel Plus. Alih-alih menambahkan sekedar fitur terkini seperti yang pernah dilakukan vendor ponsel lain, Samsung malah tidak tanggung-tanggung dalam usahanya memperbaharui perangkat untuk meneruskan masa jaya penjualan TabletPCnya tersebut.

    Dengan bentukan perangkat yang kini tampil lebih ramping, bertaut sekitar 4 mm dibandingkan Samsung Galaxy Tab 7 versi awal, Tab 7 Plus tampak jauh lebih nyaman digenggam meski dengan satu tangan. Tipisnya bodi perangkat membuat Tab 7 Plus lebih mudah dibawa dalam sebuah tas pinggang atau kantong celana sekalipun. Selain itu, Tab 7 Plus tampak jauh lebih Stylish dengan menghilangkan empat tombol haptic sentuh yang dahulunya tampil di sisi bawah saat perangkat disajikan dalam bentuk Portrait. Tampilan ini kurang lebih sama dengan perangkat TabletPC rilis Samsung lainnya dalam versi 8.9 dan 10.1 inch.

    Mengusung sistem operasi Android 3.2 HoneyComb yang memang diperuntukkan bagi perangkat TabletPC, Tab 7 plus tampak makin yakin dengan performa barunya yang sudah disematkan pula dengan peningkatan spesifikasi Prosesor Dual Core 1,2 GHz dan besaran Memory RAM (Read Access Memory) 1 GB.

    Dengan adanya peningkatan ini tentu saja secara kemampuan Tab 7 plus menjanjikan akselerasi yang lebih baik ketimbang versi awal. Setidaknya baru akan terasa ketika perangkat digunakan untuk menjalankan aplikasi secara Multitasking atau bersamaan, pula permainan dengan tingkatan grafis High Definitions.

    Berkat adanya perubahan penggunaan sistem operasi yang diperuntukkan bagi Tab 7 Plus, seperti yang telah dikatakan sebelumnya, Samsung kemudian menghilangkan keberadaan empat tombol sentuh yang dahulu hanya bisa tampil sempurna dalam tampilan Portrait, dan tidak mengikuti perubahan layar ketika ditampilkan dalam posisi landscape seperti halnya perangkat HTC Flyer. Tiga Tombol sentuh utama yang menyajikan fungsi Home, Back dan juga Multitasking kini sudah mampu menyesuaikan sesuai perubahan layar yang dilakukan oleh pengguna. Posisi ketiga tombol ini dapat diakses di sisi kiri bawah layar. Ini tentu akan memberikan banyak kemudahan penggunaan dalam beraktifitas.

    Sayangnya, perubahan yang dilakukan ini tentu berdampak besar pada perubahan perilaku pengguna yang barangkali sudah terbiasa dengan tampilan dan aksesibilitas sistem operasi Android 2.3 GingerBread dalam Tab 7 sebelumnya. Bisa dikatakan sedikit lebih rumit bagi pengguna awam.

    Disamping itu, terdapat beberapa peningkatan kecil lainnya yang dilakukan pada Tab 7 Plus seperti penggunaan kamera depan dengan resolusi 2 MP, kapasitas maksimum kartu memory eksternal yang bisa didukung mencapai 64 GB dan perubahan ukuran widget yang mampu ditampilkan dihalaman depan (homescreen).

    Meski demikian, untuk fungsi Voice dan Text Messaging kelihatannya masih tetap dipertahankan seperti halnya versi Tab 7 terdahulu untuk mendukung mobilitas pengguna secara lebih lengkap.

    Dengan perbedaan kisaran harga pasaran yang mencapai nilai satu juta rupiah, untuk sekian banyak perubahan atau peningkatan performa yang tentu membuat Tab 7 Plus jauh lebih bertenaga, rasanya cukup layak untuk dijadikan pilihan apabila budget yang tersedia bisa mencukupi.

    (PanDe Baik)
    Artikel ini sempat pula tayang di Media Koran Tokoh edisi Minggu Ketiga Januari Tahun 2012