Error pasca Update Master Installer Windows 8.1 Acer W511

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Parah… Apes tenan…

Untuk kali kedua dalam sebulan terakhir ini, tabletPC kebanggaan saya Acer W511 yang dibeli satu setengah tahun lalu pada akhirnya harus di-Reset ulang dan diinstalasi kembali ke Windows 8 padahal sebelumnya sudah sukses melewati semua Update baik yang tergolong penting dan opsional hingga sistem operasi rilis terbaru Windows 8.1.

Parah… Apes memang… nasib nasib…

Ini terjadi bukan karena kesalahan pemakaian tapi lebih pada Error yang diakibatkan pasca Update Master Installer Windows 8.1 berukuran 35 MB sebagaimana yang dijelaskan pada halaman PC Driver Update. Bahwa opsi Update yang tersedia secara default dari Windows 8.1 berpotensi merusakkan tampilan layar bahkan crashed. Untungnya… (masih bisa bilang untung padahal sudah bermasalah :p *kebiasaan orang Bali) bahwa yang bermasalah hanya pada layar, bukan hardware lainnya sehingga untuk mengantisipasi atau mengembalikan kondisinya ya di- Reset tadi.

Parah… Apes memang…

rps20140806_053226

Memang di beberapa halaman website tersedia opsi lain sebelum melakukan Reset. Termasuk opsi Refresh PC yang sebelumnya pernah pula saya coba namun gagal. Sedang opsi yang ditawarkan, hanya bisa dilakukan jika pengguna mampu masuk kedalam tampilan yang sempurna kemudian melakukan unInstall Driver. Sayangnya fakta yang terjadi tidak demikian adanya.

Layar berkedip kedip selama proses Booting hingga Start Up yang tidak kunjung selesai ke halaman standby. Maka itu opsi untuk mengakses Device Manager sebagaimana petunjuk penjelasan tidak dapat dilaksanakan.

Satu efek pasti yang diakibatkan dari keputusan untuk melakukan Reset PC tentu saja menghilangkan semua files, pengaturan bahkan aplikasi yang telah terinstalasi sebelumnya yang berada dalam system drive atau C :.

Tapi berhubung saya sudah menduganya, semua data penting masih sempat saya pindahkan ke micro sdcard yang ada dalam perangkat, terkecuali beberapa film terkini yang syukurnya masih tersimpan copiannya dalam harddisk PC kantor dan juga Hard Disk Eksternal pribadi. Maka ya ikhlaskan saja deh…

Setelah menanti sekitar 45 menitan, proses Reset dan Instalasi ulang Windows 8 pada perangkat TabletPc Acer W511 pun selesai dengan baik. Tinggal melakukan instalasi Update sebesar 500MB agar nanti bisa melakukan Upgtade OS ke Windows 8.1 seperti sebelumnya. Jadi ya yuk ditinggal tidur dulu.

Doakan ya agar gag apes lagi… :p

TabletPC Impian

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Menyimak perkembangan teknologi perangkat TabletPC belakangan ini, rasanya sudah makin seru seiring dirilisnya seri dari berbagai vendor dan sistem operasi. Jika dahulu pasar masih dijejali dengan perangkat berbasis Android dan iOS, sementara BlackBerry demikian terpuruknya, maka demi mengejar ketertinggalan di lini Windows, Nokia kabarnya sudah merilis versi Tablet mereka meski bisa dikatakan sedikit terlambat. Mengingat beberapa waktu lalu vendor Samsung maupun Acer sudah mendahului, namun gaungnya tak sebesar Android.

TabletPC berbasis Windows, merupakan satu yang saya idam-idamkan sejak dulu. Namun seiring perkembangan jaman, maka kriteria yang diajukan sebagai satu idaman pun ikut berkembang. Yang sayangnya jika diikuti maunya, ya sejauh ini memang belum ada yang memenuhi syarat. Semoga kelak jika ada marketing vendor mampir kemari, bisa mewujudkannya. Hehehe…

TabletPC PanDeBaik

Yang saya butuhkan adalah perangkat TabletPC berbasis Windows, yang kalopun bisa memberi opsi Dual Boot, switch ke Android. Windows lebih diarahkan ke produktifitas mengingat fitur Office dan aplikasi lainnya masih kompatibel digunakan, sedang Android lebih mengarah ke Multimedia, Games dan Social Medianya.

Untuk ukuran, 8 inchi merupakan pilihan terbaik saya rasa. Masih nyaman digenggam dan memungkinkan untuk masuk saku celana. Kalopun gag ada, 7 inchi pun boleh…

Sedang spek, Dual Core atau Quad Core barangkali ? Dengan RAM minimal 2 GB sepertinya cukup. Spek ini kurang lebih setara dengan perangkat Tablet/Notebook Acer W511 yang saya pegang kini.

Namun secara keseluruhan, yang terpenting adalah kemampuannya untuk berkomunikasi baik telepon atau voice call yang memanfaatkan pulsa (bukan paket data), dan tentu saja SMS. Memang sih jaman sekarang rasanya fitur ini sudah mulai jarang digunakan seiring hadirnya aplikasi chat di semua lini smartphone, namun sekedar mengingatkan saja bahwa belum semua kolega, kawan maupun saudara paham dan mampu memanfaatkan ponselnya. Ada juga yang masih setia menggunakan Nokia jadul era symbian dan sejenisnya.

Dengan kriteria diatas, sebetulnya perangkat TabletPC Samsung Galaxy Tab 7 Plus yang masih setia menemani, memenuhi syarat secara global, yang sayangnya tidak mendukung OS Windows yang saya dambakan. Sehingga sambil menanti rilis yang saya impikan, sementara Tablet ini sepertinya sih gag bakalan diganti dalam waktu dekat.

(Tambahan spek), Tak lupa besaran memory Internal 64/128 GB, dukung slot Eksternal Memory, Sim Card, WiFi dan Bluetooth. Yah standar spek TabletPC lah kira-kira. Sedangkan slot USB, jika memang tidak mampu disematkan gegara persoalan dimensi dan ketipisan, barangkali yang namanya kabel converter mutlak dibekali dalam penjualan.

hmmm… tapi rasanya sih memang mustahil bisa terwujud, apalagi dengan standar harga terjangkau. Kisaran 5-6 jutaan. Ditambah perangkat keyboard untuk inputing. Terlalu banyak permintaan barangkali ? :p

Hunting Manga lanjutin Ngomik

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Oke, judul diatas mungkin agak aneh… Tapi yah, ini kan blog pribadi, boleh dong kalo sekali-kali bikin judul posting yang suka-suka ? Hehehe…

Tadinya saya pikir pengalaman berburu eBook barisan komik yang masuk kategori Manga (bukan mangga) bakalan mentok sampe situ. Kangen baca edisinya Adachi Mitsuru yang bercerita di perenang Rough, atau hantu jail Q and A, juga seri baseball H2, Touch juga Cross Game… Beh, kalo sudah ngomongin ini, rasanya cuma bisa senyum-senyum aja deh di pojokan… Oh,iya, gag lupa ada si hiu Jinbe dan Adventure Boys. Sedang komik manga edisi lain yang pengen dihunting ya lumayan banyak juga… Tipe Shoot,,Harlem Beat, Chinmi hingga the Pitcher masih masuk hitungan buat diburu. *ini usia boleh tua, tapi kegemaran masih anak-anak… Yah, ngimbangi hobi baca PlayBoy dan PentHouse kan masih boleh yah ? Hehehe…

Meski begitu, dulu pernah juga nemu komiknya Dragon Ball dan Kungfu Kenji edisi lengkap, bahasa indonesia pula… Plus komiknya Tiger Wong dan Tapak Sakti. Wiiihh… Kalo sudah ngomongin semua ini, gag ada matinya dah… Trus ? Solusinya gimana ? He… Gag sengaja sebetulnya sih… Awalnya nemu halaman anymanga dan manga-nya Indonesia, yang mutlak bisa dibaca secara online, satu persatu gitu. Tapi ya repot kan kalo dilakoni ? Maka elmu kanuragan jadul pun dicoba lagi.

Adalah aplikasi Http web site copier, aplikasi berbasis windows pc/notebook, punya kemampuan buat mengcopy seluruh content sebuah halaman web (termasuk blog), sehingga dapat disimpan dan dibaca dimanapun secara offline tanpa koneksi internet. Akan tetapi ini bisa dilakukan, selama link atau tautan maupun content gambar dll masih berada di satu tempat (server), gag nuju-nuju ke tempat lain macam ziddu, mediafire dll.

Dulu sempat sukses dicobain donlot halaman blog pribadi www.pandebaik.com juga miliknya Dokter Basuki Pramana, yang cerita-ceritanya kerap bikin kangen.

So… Aksi pun dimulai. Hasilnya lumayan. Dari beberapa hasil perburuan, komik yang sempat saya sebutkan diatas tadi rata-rata bisa didapat dengan sukses, meski beberapa gambar diantaranya hadir dalam bentuk yang tidak dapat dilihat, namun keseluruhan sangat memuaskan. Bahkan saat mengunduh halaman web dari yang versi Indonesia, ditemukan juga dua tiga edisi dari belasan judul komik manga yang ada di halaman tersebut, ikutan tersedot sebagai pelengkap. Makanya bisa nemu komik macam Shincan, Kariage Kun, Conan atau City Hunter. Surprise kan ?

Komik

Namun, saat semua file tersebut dipindah ke layar tablet, efeknya cukup terasa. Fitur Gallery yang biasanya mulus dibuka, kini cukup mengenaskan, karena membutuhkan waktu lama untuk merefresh data hingga selesai. Bagaimana tidak ? Terpantau jumlah file gambar yang tercopy ke handhelds sekitar 10ribuan file untuk belasan judul komik. Itu sebabnya, untuk sementara, tablet tersebut dengan terpaksa dinonaktifkan dulu penggunaan aplikasi yang berkaitan dengan Gallery seperti Instagram, Photo Editor atau email, lantaran lambatnya proses pembukaan file tadi.

Asyik juga sebenarnya. Saya jadi suka ngabisin waktu menunggu dan jelang tidur buat baca-baca komik lama, serta menuliskan pengalamannya sebagai bahan blog *uhuk *sambil menyelam minum kopi… Dan tak lupa menyulap tabletpc jadi sedikit lebih berguna.

Dan berhubung koleksinya kini sudah makin banyak, ada yang mau mengcopynya kedalam bentuk disc ?

Acer Iconia W511, Tablet atau Laptop ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Jika disandingkan dengan perangkat NetBook HP Mini yang saya miliki, wajah Acer Iconia W511 sebenarnya gag jauh berbeda. Ini terlihat jelas lantaran dari segi ukuran layar sama-sama mengadopsi besaran 10 inchi widescreen. Demikian halnya ukuran mini keyboard yang memang membutuhkan sedikit penyesuaian dalam penggunaan terutama bagi mereka yang sudah terbiasa dengan laptop berukuran 12 hingga 14 inchi.

Namun saat layar dipisah dari perangkat docking keyboardnya, barulah kelihatan jelas beda fungsinya. Ya, Acer Iconia W511 ini bisa pula difungsikan sebagai perangkat TabletPC seperti halnya perangkat iPad, Galaxy Tab atau Note dan lainnya. Hanya saja, untuk yang satu ini berbasis sistem operasi Windows 8 Tablet Edition.

Ada banyak kelebihan yang bisa didapatkan dengan format bentukan dari Acer Iconia W511 terutama jika sudah berkaitan dengan fungssi mobile yang memang sejak awal menjadi rancangan. Yaitu kompabilitas aplikasi dengan kepemilikaan pada pc atau laptop pengguna sehingga semua data yang ada dapat dibaca dengan baik tanpa memerlukan aktifitas konversi lagi. Namun yang patut disadari sejak awal adalah terkait spesifikasi yang dimiliki barangkali akan membatasi jenis aplikasi yang nantinya ingin ditanamkan.

Acer W511 PanDe Baik (Custom)

Prosesor Dual Core intel Atom 1,8 GHz disertai dengan 2 GB memory RAM dan flash drive sebagai internal storage sebesar 64 GB (tersedia hanya 32 GB), rasanya bakalan kerap mengalami hang dan lag jika diinstalasikan aplikasi multimedia semacam Adobe Premiere atau Corel Draw sehingga seperti yang saya katakan sebelumnya, perlu memilah lebih dulu mana yang memungkinkan untuk dijalankan dan mana yang tidak.

Dibandingkan dengan HP Mini yang memiliki storage sekitar 250 GB, tentu persoalan penyimpanan data kelak bakalan menjadi masalah. Namun apabila jenis dokumen yang disimpan hanya berkisar office applications, foto dan musik barangkali gag terlalu masalah. Lain hal jika melakukan penyimpanan video atau sejumlah film ukuran HD. Demikian halnya terkait pemutarannya, tidak semulus pada perangkat PC atau NoteBook sebenarnya.

Akan tetapi, selain fungsinya yang dapat digunakan sebagai perangkat TabletPC, yang patut diacungi jempol lantaran bentukan tablet ini adalah dukungan slot simcard atau yang pada jualannya mengadopsi kalimat ‘with 3G support’, mampu memberikan peluang bagi penggunanya untuk terhubung ke dunia maya, kapan saja dan dimana saja. Apalagi bentukan simcard yang didukung adalah bentukan normal tanpa harus melakukan pemotongan kartu lagi.

Satu-satunya ketersediaan teknologi yang patut disayangkan hanyalah slot USB yang hanya memberikan satu opsi dan terdapat pada docking keyboard tepatnya pada sisi engsel. Lantas bagaimana jika slot ini sudah diberikan pada dukungan mouse dan pengguna ingin melakukan aktifitas copy ke penyimpanan data seperti Flash Disk ?

Pengguna bisa memanfaatkan kabel converter yang dibekali dalam paket penjualan, yang mengkonversi slot microUSB yang ada di sisi kanan layar ke slot USB milik Flash Disk atau kabel data milik Harddisk Eksternal. Merepotkan memang, namun setidaknya semua masih bisa dilakukan.

Selain teknologi 3G simcard, slot eksternal card dan usb, disisi yang sama tersedia juga port HDMI yang dalam paket penjualannya disertakan pula kabelnya secara free. Ditambah koneksi Bluetooth built in.

Sedang di sisi atas layar terdapat tombol power dimana untuk startup Windows membutuhkan dua tiga detik untuk bisa ready to use. Ditambah tombol pengunci layar dan colokan audio 3,5”. Selebihnya, dukungan jenis layar IPS yang sangatt nyaman untuk dilihat dari berbagai sudut pandang dan juga umur batere hingga 9 jam lamanya. Lumayan kan untuk ukuran Tablet ? eh Laptop ?

Acer Iconia W511

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Jauh pada tahun 2004/2005 lalu, saat saya masih berkutat dengan perangkat PDA Phone T Mobile MDA yang merupakan kloning dari O2 XDA II series, sebuah perangkat ponsel Personal Digital Assistant berbasis Windows Mobile 2003 PocketPC, ada satu perangkat lagi yang begitu saya idam-idamkan untuk dimiliki. Perangkat Tablet dengan bentukan laptop atau notebook.

Oke, tahun itu barang serupa memang sudah ada. Kalo gag salah yang rajin merilis dari brand Fujitsu atau HP. Namun keberadaannya masih tergolong langka dan mahal, jadi memang gag salah kalo perangkat sejenis ini di lingkungan kami (Pegawai Negeri Sipil) gag ada yang punya. Kalopun ada, masih serupa dengan yang saya miliki, PDA dengan kondisi standar. (homescreen, Theme, Sound dll).

Bisa dimaklumi sebenarnya, karena saat itu perangkat berbasis Windows identik dengan penggunaan yang sangat sulit, jika dibandingkan dengan sang raja yang berkuasa, Nokia. Namun justru dengan tingkat kesulitan yang advanced inilah yang makin membuat saya tertantang untuk mengeksplorasi lebih jauh apa dan bagaimana cara menaklukkan sebuah perangkat mobile berbasis Windows.

Mengapa saya begitu tergila-gila pada perangkat semacam ini ? karena berkaitan dengan pekerjaan yang rata-rata memang dibutuhkan dibalik meja, dari Office Applications, Photo Editor, Internet hingga Multimedia, Satu untuk Semua. Sayangnya, meski tahun demi tahun sudah berganti dan era mulai berpindah pada perangkat konvergensi PDA seperti miliknya O2, HP iPaq, Dopod hingga HTC, rasanya tetap saja belum mampu menggantikan keberadaan Notebook yang bisa dengan mobile dijinjing kemana-mana.

Menikmati kemajuan teknologi di jaman iPad dan TabletPC Android membuat saya kembali berusaha membangkitkan angan-angan itu, sambil berharap satu saat Microsoft mau merilis perangkat sejenis berbasis Windows yang tentu saja berlayar sentuh semudah perangkat pionir tadi. Hasilnya ? Tabletpc Surface pun mulai dirilis ke pasaran dengan memanfaatkan sistem operasi Windows 8.

Tidak ketinggalan beberapa brand besar, seperti HP, Sony bahkan Acer kemudian merilis series W510/W511 yang mengadopsi bentukan netbook layar 10 inchi namun layar utama dapat dicabut atau dipisah dari docking keyboard dan berfungsi sebagai Tablet. Dan yang terpenting disini adalah basis sistem operasi menggunakan Windows 8 Tablet Edition yang pula mendukung banyak aplikasi lama tanpa perlu mengunduhnya lagi dari Store online.

Ini adalah kali kedua saya memilih perangkat Acer bentukan Notebook setelah yang pertama dahulu seri 4320 yang akhirnya ditukar tambah dengan perangkat Compaq gara-gara kerusakan yang terjadi pada motherboard, tidak dapat ditangani oleh pihak Service Centre. Jadi, saat memutuskan untuk memilih perangkat ini sebagai perangkat Notebook berikutnya, sebenarnya ada sedikit rasa khawatir juga bakalan merasakan hal yang sama nantinya.

Acer W511 Pande Baik

Spesifikasi yang dimiliki Acer W511 ini sebenarnya gag jauh berbeda dengan spek perangkat NetBook HP Mini yang saya miliki beberapa waktu lalu, hanya saja ditingkatkan dua kali lipatnya minus storage internal. Prosesor Dual Core 1,8 GHz ditambah RAM 2 GB rasanya sih sudah cukup untuk menopang rutinitas saya kini, mengingat multimedia dan photo editing bakalan jarang saya kerjakan. Hanya besaran storage internal saja yang masih dirasa nanggung, 64 GB. Jauh banget dari standar penyimpanan perangkat Note/NetBook saat ini, namun sedikit lebih baik ketimbang perangkat tablet yang saya miliki. Sehingga untuk mengatasi hal ini, sementara waktu sih sdcard dengan kapasitas 16 GB tetap ditancapkan pada perangkat untuk difungsikan sebagai drive Data. Semoga saja nanti bisa dapet hunting yang 32 GB atau lebih. Sedang Flash Disk, saat ini sudah tersedia yang berkapasitas 512 GB sebagai cadangan Backup. Selebihnya ? nanti deh diceritakan.

Lalu bagaimana soal review dan sudut pandang yang dapat saya sampaikan perihal perangkat Acer Iconia W511 ini ? tunggu di tulisan berikutnya yah…

Tips Optimalkan Ponsel/TabletPC

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Tidak sedikit pengguna ponsel di tanah air yang membeli perangkat mahal dan terkini hanya karena gengsi dan ingin terlihat trendy. Tidak sedikit pula diantara mereka yang rela menabung berbulan-bulan atau menghabiskan sejumlah uangnya untuk mendapatkan perangkat paling canggih masa kini namun hanya digunakan untuk fungsi telepon, sms atau chat. Mereka lupa bahwa sesungguhnya banyak hal yang bisa dimanfaatkan jika saja mau mengoptimalkan perangkatnya untuk mendukung, membantu dan mempermudah kinerja, sehingga ponsel atau tabletpc yang sudah dibeli sedemikian mahalnya tidak hanya sekedar hiasan dan alat pendongkrak gengsi.

Beauty is nothing without brains

Pertama yang perlu diketahui dan dipahami oleh masing-masing pengguna akan perangkat yang dimilikinya sebelum kemudian mencoba untuk mengoptimalkannya adalah Spesifikasi. Kenali dan pahami sejauh mana jeroan yang ada didalam perangkat dapat membantu dan mempermudah aktifitas. Minimal tahu bahwa perangkat yang digunakan memiliki fitur Bluetooth yang bisa dimanfaatkan untuk bertukar data tanpa kabel dengan perangkat lain, Wifi sebagai alternatif koneksi layanan data ketika kuota internet sudah terlewati, dukungan office application meski kelak hanya digunakan sebagai viewer agar tidak sampai membutuhkan pc atau notebook, atau fitur penting yang menjadi jualan vendor. Jangan sampai orang mempertanyakan fungsi stylus pen yang ada pada perangkat Note yang kawan miliki, hanya karena tidak pernah dipergunakan. Lantas buat apa membeli Note series ?

Ponsel Optimalkan

Kedua, kenali dan pahami pula sistem operasi yang dipergunakan oleh masing-masing perangkat yang dimiliki. Apakah menggunakan iOS yang identik dengan Apple, BlackBerry, Android, Windows Phone ataukah Symbian ? dengan mengenal sistem operasi yang dipergunakan, kawan dapat memperkirakan opsi optimalisasi berikutnya yaitu Dukungan Aplikasi.

Aplikasi Skype sepengetahuan kami tidak mendukung untuk digunakan pada perangkat BlackBerry, itu sebabnya aplikasi tersebut tidak dapat ditemukan pada perangkat sejenis di Indonesia, secanggih apapun seri yang dipergunakan. Aplikasi ini kabarnya hanya tersedia pada beberapa perangkat sejenis di belahan negara tertentu. Artinya, jika kawan menginginkan perangkat yang mampu mendukung penggunaan aplikasi ini, silahkan melirik perangkat yang lain.

Mengetahui dukungan aplikasi terhadap perangkat yang kawan gunakan, bisa dilihat pada applications market di masing-masing menu, lalu lakukan pencarian terhadap aplikasi yang diharapkan dapat membantu rutinitas aktifitas yang kawan lakukan setiap harinya. Gunakan kata kunci yang sederhana untuk mendapatkannya. Misalkan office applications, design and vector, viewer documents, finance, blog engine, talk free dan lainnya. Pemilihan dukungan aplikasi ini akan bergantung pada jenis aktifitas yang sekiranya dapat membantu kawan untuk sedapat mungkin menghindari pemanfaatan pc desktop yang mengharuskan kawan untuk pulang atau menuju kantor terlebih dulu agar bisa bekerja atau notebook yang memiliki tingkat mobilitas lebih rendah dibandingkan ponsel atau tabletpc.

Jangan lupa lakukan eksplorasi terhadap dukungan aplikasi yang sudah ada dalam perangkat. Misalkan Calendar dan Planner untuk membuat dan mencatatkan agenda kerja serta jadwal rapat penting yang harus dihadiri lengkap dengan gambaran umum yang bisa disimpan, Calculator untuk melakukan perhitungan praktis dan cepat, Alarm sebagai pengingat akan jadwal dan jani, Teks Editor untuk mencatatkan sejumlah ide yang terlintas di benak agar tak sampai hilang saat ingin dikerjakan, Voice Recorder untuk pencatatan audio, Daftar Kontak minimal kawan tidak lagi membawa sejumlah kartu nama untuk mengingat kolega, dan lainnya.

Jika semua tips diatas sudah dicatat dan diujicobakan, tips terakhir dari kami yang dapat direkomendasikan untuk menggunakan perangkat secara optimal adalah kabel data atau powerbank. Kabel data untuk menghubungkan ke perangkat ke usb/colokan terdekat jika berada dalam ruangan, sedang Powerbank lebih sering dimanfaatkan diluar ruangan. Tips terakhir ini kami tujukan untuk menjaga daya perangkat selalu terisi penuh sehingga perangkat selalu siap untuk digunakan. Jangan sampai ketika semua opsi diatas sudah dioptimalkan, kawan mengalami penurunan daya tahan perangkat dan mematikan fungsi secara total. :p

TabletPC 7 inch, Pilih Mana ?

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Sejak awal kemunculannya, tabletpc berukuran 7 inchi mendapatkan perhatian yang jauh lebih banyak ketimbang kompetitor lain yang masuk di lini 5, 8 dan 10 inchi. Semua ukuran ini tidak dimasukkan dalam kategori ponsel yang biasanya memiliki ukuran layar 3 atau 4 inchi. Salah satu alasan yang paling sering dilontarkan mengapa lebih memilih ukuran 7 inchi adalah layar 3/4/5 terlalu kecil sedang 8/10 terlalu besar dan berat. Tidak heran jika hingga hari ini kemunculan tabletpc berukuran tanggung ini selalu dinantikan publik bahkan ditanggapi serius oleh salah satu pemain kelas atas dengan merilis varian perangkat berukuran sama.

Saat merilis iPad, Steve Jobs sang maestro berkeyakinan menyatakan bahwa Apple tidak akan pernah merilis iPad versi 7 inchi. Namun jauh setelah kepergiannya di tahun 2011 lalu, Apple sepertinya tidak ingin ketinggalan dalam perebutan keuntungan yang diraih di pasar tabletpc 7 inchi ini. Maka pada kuartal terakhir tahun 2012 ini, Apple merilis perangkat iPad Mini dengan mengambil ukuran 7,9 inchi.

Dengan ukuran yang tanggung untuk disebut 7 inchi, iPad Mini memiliki dimensi yang serupa dengan perangkat tabletpc kembangan Samsung yang dirilis pada September 2011 lalu. Galaxy Tab 7.7. Namun menginjak tahun 2012 dan juga 2013 nanti, tampaknya Samsung masih mengandalkan seri Galaxy Tab 2 7.0 yang kini berada di harga jual 3,3 juta sebagai line up pilihan bagi pengguna yang ingin mencoba perangkat 7 inchi. Dengan harga yang cukup murah dan terjangkau, Tab 2 7.0 kabarnya kemudian bersaing dengan perangkat tabletpc buatan China yang memiliki spesifikasi jauh lebih rendah dengan harga sejutaan.

Dibandingkan harga jual Samsung yang memiliki teknologi terbilang jadul, iPad Mini hadir di kisaran angka 3 sampai dengan 5 jutaan untuk ukuran storage 16 GB dan meningkat sejutaan untuk besaran storage dua kali lipatnya. Setidaknya harga ini kami dapatkan dari beberapa toko online yang dapat dipercaya keberadannya.

Beberapa kelebihan dari iPad Mini terlepas dari harganya yang jauh lebih tinggi adalah kualitas layar yang jauh lebih baik, tingkat kecepatan akses aplikasi dan kinerja perangkat, ditambah adanya dukungan selular dan koneksi 4G disamping versi wifi only yang dijual lebih murah. Ini tentu menjadi alternatif tersendiri bagi para pengguna yang tidak ingin direpotkan dengan mencari wifi/hotspot terdekat hanya untuk terhubung dengan dunia maya.

Jika teknologi Samsung Galaxy Tab 2 7.0 sudah terbilang jadul sementara harga jual iPad Mini masih belum bisa dijangkau, pasar menyediakan pula alternatif pilihan tabletpc lainnya, hasil kerjasama raksasa Google dengan vendor ternama Asus yang diberi nama Nexus 7. Sayangnya, jika dua tabletpc yang kami sebut tadi tersedia dalam versi seluler atau mendukung keberadaan sim card, tidak demikian halnya dengan Nexus 7 yang dihadirkan hanya dalam versi wifi only.

Harga jual Nexus 7 bisa dikatakan cukup bersaing, berada di angka 2,9 juta rupiah dengan spesifikasi terkini. Prosesor Quad Core 1,3 GHz dengan jenis Chipset Nvidia Tegra 3 ditambah internal storage 16 GB dan memory RAM 1 GB. Dengan jeroan seperti itu, dari kecepatan bolehlah jika Nexus 7 disandingkan dengan iPad Mini yang dijual dengan harga lebih tinggi.

Tablet 7

Disamping kehadiran beberapa nama yang telah kami sebutkan tadi, di pangsa pasar murah tersedia jauh lebih banyak pilihan tabletpc ukuran 7 inchi buatan China yang dapat diujicobakan untuk pengguna pemula. Jaminan dukungan akan tersedianya aplikasi yang serupa dengan perangkat tingkat menengah, menjadi jualan utama meski dalam prakteknya tidak semua aplikasi yang sama dapat disuntikkan dalam perangkat buatan China tersebut. Ini terkait dengan spesifikasi yang digunakan rata-rata masih mengandalkan prosesor single core, 512 MB memory RAM dan internal storage berukuran sama.

Selain itu terdapat pula beberapa alternatif pilihan nama lain yang datang dari beberapa vendor ternama seperti Amazon Kindle Fire HD dengan harga jual 2 juta rupiah spesifikasi Dual Core 1,2 GHz RAM 1 GB dan koneksi port HDMI, Dell Streak 7 Wi-Fi + 4G di kisaran harga 4,5 juta rupiah dengan spesifikasi prosesor Dual Core 1 GHz NVIDIA Tegra 2, HTC Evo View 4G di kisaran 6,5 juta rupiah serta Acer Iconia Tab A100 di kisaran 3 jutaan.

Terkecuali iPad Mini yang menggunakan sistem operasi iOS kembangan Apple, semua tabletpc yang kami sebutkan sejak awal tadi menggunakan sistem operasi yang sama yaitu Android, namun berbeda versi.

Apabila kedua jenis sistem operasi tersebut tidak sejalan dengan perangkat yang Kawan gunakan saat ini, silahkan melirik satu alternatif lain lagi dari vendor Research In Motion di Kanada yang merilis PlayBook series 4G. Tablet ini merupakan kelanjutan dari versi terdahulu dengan dukungan tambahan seluler alias sim card yang memungkinkan penggunanya memanfaatkan layanan data tanpa harus menunggu adanya hotspot atau wifi terdekat. Ini jelas lebih menggembirakan apalagi harga jual yang ditawarkan cukup terjangkau. Sekitar 3 jutaan untuk internal storage 16 GB.

iOS, Android dan BlackBerry sudah kami sajikan, lantas bagaimana dengan sistem operasi lainnya ? Windows Phone ? atau Symbian barangkali ?

Minimnya tanda-tanda kehadiran tabletpc berbasis Windows Phone dengan ukuran 7 inchi memang patut dimaklumi mengingat sistem ini masih tergolong baru dan terpantau baru merilis versi ponsel dan tablet berukuran 10 inchi saja untuk saat ini. Itupun datangnya dari beberapa nama vendor kelas atas yang dahulunya sudah pernah mengikat kontrak kerja sama bareng Microsoft. Sedangkan Symbian ? ada yang tahu ? :p

Samsung Galaxy Note 10.1, more Power with Big Screen

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Menjelang akhir tahun 2011 lalu, Samsung tampak percaya diri melepas salah satu perangkat Android papan atasnya yang berbanderol iklan seakan sedikit kebingungan. “It’s a Phone ? It’s a Tablet ? It’s a Galaxy Note…”

Berselang setahun kemudian, Samsung kembali merilis kelanjutan dari perangkat yang dibekali dengan teknologi stylus tersebut. Alih-alih melanjutkan seri Android berlayar 5 inchi, Samsung malah menambah lebar layar perangkat menjadi 10.1 bersaing dengan kompetitor Android lainnya dan tentu saja ‘the New iPad 3.

Namun rupanya tak hanya menambah lebar pada ukuran layar, Samsung Galaxy Note seri kedua ini pula menambahkan kecepatan dapur pacu menjadi empat inti prosesor alias Quad Core Exynos 1,4 GHz. Tak hanya itu, demi membuatnya makin superior sekaligus menjadi perangkat yang pertama mengadopsi teknologi ini, Galaxy Note 10.1 dibekali Memory RAM sebesar 2 GB. Kabarnya di tahun 2013 nanti besaran Memory ini akan menjadi standar baku minimal bagi perangkat ponsel maupun tabletPC yang dirilis oleh Samsung.

Meski sistem operasi Android versi 4.1 codename Jelly Bean telah diedarkan secara luas, namun perangkat satu ini masih setia menggunakan versi sebelumnya, 4.0.4 codename Ice Cream Sandwich yang memang jauh lebih stabil untuk saat ini. Namun, kabar resmi dari Samsung bahwa dalam waktu dekat, Galaxy Note 10.1 ini merupakan salah satu perangkat yang bakalan mendapatkan update terkini ke Jelly Bean.

Walau demikian, terdapat sejumlah perbedaan fitur yang dapat dinikmati pada Samsung Galaxy Note 10.1 ini bila disandingkan dengan perangkat lain yang menggunakan sistem operasi yang sama. Diantaranya opsi untuk bekerja dengan memanfaatkan Multi Screen, dimana layar dapat membagi area kerja menjadi dua aplikasi yang dijalankan secara bersamaan dan berdampingan. Ini akan jauh lebih memudahkan pengguna yang kerap melakukan aktifitas Multitasking di perangkat terdahulu, tanpa perlu berpindah-pindah layar dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya. Tak lupa fitur Pop Up Play yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan sejumlah layar aplikasi dalam satu halaman homescreen.

Mengingat perangkat ini mengusung nama Note dalam serinya, maka teknologi stylus yang disebut dengan istilah S-Pen-pun menjadi salah satu ciri khas dalam pengoperasiannya. Beberapa aplikasi yang dibekali untuk mendukung pemanfaatan media ini adalah S Note, S Planner, Polaris Office, Cryon Physics serta aplikasi berbayar yang diunggulkan banyak pihak, Photoshop Touch. Adapun lisensi aplikasi terakhir dapat digunakan secara penuh oleh Pengguna sebagai bonus dari Samsung pada perangkat edisi ini. Semua aplikasi tersebut akan muncul secara otomatis pada layar, sesaat setelah stylus dikeluarkan dari salah satu sudut perangkat. Apabila dibutuhkan, Pengguna dapat melakukan pengaturan ulang untuk memilih aplikasi mana saja yang akan muncul dalam bar samping saat stylus digunakan.

Teknologi S Pen ini merupakan kerjasama lanjutan pihak Samsung dengan Wakom, sebuah brand perangkat tablet ternama yang bergerak dalam bidang desain. Itu sebabnya secara presisi goresan yang dilakukan, tergolong sangat baik bahkan mampu membedakan penekanan yang dilakukan oleh pengguna untuk menghasilkan ketebalan garis yang berbeda-beda.

Secara dimensi, Galaxy Note 10.1 sedikit lebih lebar bila disandingkan dengan perangkat Samsung Galaxy series dengan layar 10.1 inchi sebelumnya. Namun dari segi ketebalan, tampaknya bukan lagi menjadi satu prioritas utama yang kini dipegang oleh perangkat iPhone 5 besitan Apple. Sayangnya, dalam pemilihan material yang digunakan, Samsung Galaxy Note 10.1 tidak mencerminkan kesan elegan seperti seri Note sebelumnya, bahkan setali tiga uang dengan perangkat Galaxy S III terakhir, yang hadir dalam bentuk plastik sehingga mengesankan murahnya perangkat dan rentan akan benturan.

Diluar penambahan sejumlah fitur baru seperti yang disebut diatas, hampir tak ada perbedaan spesifikasi jeroan yang dibekali oleh Samsung dari para pendahulunya. Katakan saja kamera belakang 5 MP dengan kualitas standar, video 720p @30 fps, koneksi wireless dan bluetooth tanpa NFC, dukungan slot memori tambahan hingga 64 GB hingga besaran daya baterai 7000 mAh.

Dengan harga jual di kisaran 6,7 juta, tampaknya Samsung Galaxy Note 10.1 ini bakalan bersaing dengan the New iPad dari Apple yang tempo hari pernah pula kami ulas secara khusus. Sayangnya, kami belum sempat membandingkan hasil benchmarking kedua perangkat secara langsung, dimana hasil rata-rata Samsung Galaxy Note 10.1 menunjukkan poin 12660 untuk pengujian menggunakan AnTuTu Benchmark.