TabletPC Impian

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Menyimak perkembangan teknologi perangkat TabletPC belakangan ini, rasanya sudah makin seru seiring dirilisnya seri dari berbagai vendor dan sistem operasi. Jika dahulu pasar masih dijejali dengan perangkat berbasis Android dan iOS, sementara BlackBerry demikian terpuruknya, maka demi mengejar ketertinggalan di lini Windows, Nokia kabarnya sudah merilis versi Tablet mereka meski bisa dikatakan sedikit terlambat. Mengingat beberapa waktu lalu vendor Samsung maupun Acer sudah mendahului, namun gaungnya tak sebesar Android.

TabletPC berbasis Windows, merupakan satu yang saya idam-idamkan sejak dulu. Namun seiring perkembangan jaman, maka kriteria yang diajukan sebagai satu idaman pun ikut berkembang. Yang sayangnya jika diikuti maunya, ya sejauh ini memang belum ada yang memenuhi syarat. Semoga kelak jika ada marketing vendor mampir kemari, bisa mewujudkannya. Hehehe…

TabletPC PanDeBaik

Yang saya butuhkan adalah perangkat TabletPC berbasis Windows, yang kalopun bisa memberi opsi Dual Boot, switch ke Android. Windows lebih diarahkan ke produktifitas mengingat fitur Office dan aplikasi lainnya masih kompatibel digunakan, sedang Android lebih mengarah ke Multimedia, Games dan Social Medianya.

Untuk ukuran, 8 inchi merupakan pilihan terbaik saya rasa. Masih nyaman digenggam dan memungkinkan untuk masuk saku celana. Kalopun gag ada, 7 inchi pun boleh…

Sedang spek, Dual Core atau Quad Core barangkali ? Dengan RAM minimal 2 GB sepertinya cukup. Spek ini kurang lebih setara dengan perangkat Tablet/Notebook Acer W511 yang saya pegang kini.

Namun secara keseluruhan, yang terpenting adalah kemampuannya untuk berkomunikasi baik telepon atau voice call yang memanfaatkan pulsa (bukan paket data), dan tentu saja SMS. Memang sih jaman sekarang rasanya fitur ini sudah mulai jarang digunakan seiring hadirnya aplikasi chat di semua lini smartphone, namun sekedar mengingatkan saja bahwa belum semua kolega, kawan maupun saudara paham dan mampu memanfaatkan ponselnya. Ada juga yang masih setia menggunakan Nokia jadul era symbian dan sejenisnya.

Dengan kriteria diatas, sebetulnya perangkat TabletPC Samsung Galaxy Tab 7 Plus yang masih setia menemani, memenuhi syarat secara global, yang sayangnya tidak mendukung OS Windows yang saya dambakan. Sehingga sambil menanti rilis yang saya impikan, sementara Tablet ini sepertinya sih gag bakalan diganti dalam waktu dekat.

(Tambahan spek), Tak lupa besaran memory Internal 64/128 GB, dukung slot Eksternal Memory, Sim Card, WiFi dan Bluetooth. Yah standar spek TabletPC lah kira-kira. Sedangkan slot USB, jika memang tidak mampu disematkan gegara persoalan dimensi dan ketipisan, barangkali yang namanya kabel converter mutlak dibekali dalam penjualan.

hmmm… tapi rasanya sih memang mustahil bisa terwujud, apalagi dengan standar harga terjangkau. Kisaran 5-6 jutaan. Ditambah perangkat keyboard untuk inputing. Terlalu banyak permintaan barangkali ? :p

Pilih-Pilih Tablet untuk berTelepon (Layar 10”)

Category : tentang TeKnoLoGi

Masuk di segmen terakhir, Pilih-Pilih perangkat Tablet yang mampu dimanfaatkan untuk fungsi bertelepon dan sms dengan ukuran layar 10 inchi bisa dikatakan sangat aneh, mengingat dari segi dimensi, tentu tidak memungkinkan untuk digenggam dalam satu tangan, apalagi ditempelkan ke wajah atau telinga. Yang paling memungkinkan untuk dilakukan pada edisi kali ini adalah memanfaatkan koneksi bluetooth lewat handsfree atau earphone tambahan.

Sedangkan jika dilihat dari segi ketersediaannya, unttuk perangkat tablet yang berukuran layar 10 inchi tampaknya hanya ada 2 (dua) pilihan yaitu Samsung Galaxy Note 10 dan Axioo Picopad 10 3G.

Lagi-lagi Galaxy Note dari Samsung. Apakah benar demikian adanya ? ya. Dan sayapun sudah berkesempatan untuk mencobanya, meski dalam posisi diitempelkan langsung ditelinga atau wajah, pun memanfaatkan earphone tambahan via bluetooth. Spek yang diusung oleh Samsung Galaxy Note 10, masih tetap sama dengan saudaranya dari keluarga Note series, prosesor Quad Core plus Memory RAM 2 GB, ditambah dukungan stylus pen hasil kerja sama dengan perusahaan Wacom. Banyak hal yang bisa dikerjakan disini, termasuk opsii penggunaan 2 layar yang banyak membantu fungsi multitasking sebagai syarat mutlak sebuah perangkat pintar.

Sedangkan perangkat Axioo PicooPad 10 3G, merupakan satu-satunya alternatif tablet Android paling murah diantara semua kelas mengingat dari segi ukuran yang dibawanya. Memiliki spesifikasi standar perangkat kelas menengah akan halnya SpeedUp Pad S1, serta mengusung diagonal layar yang serupa dengan milik iPad buatan Apple.

Jadi ceritanya kalo ditotal ada 10 (sepuluh) alternatif piilihan perangkat tablet yang disamping dapat digunakan untuk mendukung pekerjaan, aktifitas gaming dan hiburan, pula memiliki kemampuan untuk melakukan panggilan telepon dan sms, sebagai sarana all in one atau mencomot istilah lama ‘konvergensi’, terpenting lagi, untuk menghemat dana atau anggaran pembelian ponsel baru.

Nah, kalo kalian diberikan kesempatan, mau pilih alternatif pilihan yang mana ?

Pilih-Pilih Tablet untuk berTelepon (Layar 8”)

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Di segmen layar 8 inchi, terdapat tiga pilihan saja yang dapat dijadikan allternatif perangkat tablet yang dapat digunakan untuk berTelepon dan sms layaknya ponsel biasa. Namun demikian, dengan ukuran yang sedikit lebih lebar dari perangkat tablet berlayar 7 inchi, tentu diperlukan sedikit usaha dan perubahan kebiasaan, baik untuk memegang perangkat secara langsung dengan satu tangan ataupun menempelkannya di telinga dan melakukan panggilan. Berikut diantaranya.

Samsung Galaxy Note 8, merupakan satu diantara sekian perangkat flagship terkini milik Samsung yang dilepas ke pasaran untuk menyaingi hadirnya iPad Mini 8 inchi milik Apple. Berkaitan dengan itu, tidak heran apabila secara spesifikasi yang diusung, Note 8 menghadirkan prosesor Quad Core 1,6 GHz plus memory RAM 2 GB, serta dukungan jaringan 4G, yang setara dengan iPad Mini. Dijual dengan harga yang lebih terjangkau ketimbang bentukan ponsel phablet dari keluarga yang sama, menjadikan Note 8 yang meski sedikit agak nanggung untuk digunakan sebagai fungsi bertelepon, merupakan sebuah tawaran yang menarik, lantaran bisa pula dimanfaatkan untuk mencatat dan menggambar dengan pen stylus hasil kerjasamma dengan Wacom.

Tabulet Octa Duos 3G, merupakan perangkat tablet Android termurah berukuran layar 8 inchi yang ada di pasaran. Mengusung prosesor Dual Core 1,5 GHz dan Memory RAM 1 GB serta internal storage 8 GB sebenarnya sudah menjadi standar baku perangkat kelas menengah, minimal selain dimanfaatkan sebagai fungsi bertelepon dan sms, untuk mendukung pekerjaan maupun gaming dan hiburan, spesifikasi seperti ini sudah memadai untuk melakukannya dengan baik.

Jauh sebelum ide untuk merilis perangkat tablet berbasis layar 8 inchi oleh Apple, Samsung sebenarnya sudah berusaha untuk masuk dalam segmen tersebut, meski dengan ukuran layar yang sedikit mendekati. Samsung Galaxy Tab 7.7.
Serupa dengan versi Galaxy Tab 7+, perangkat ini hadir dengan OS versi 3.2.1 pula diawal peluncurannya sekitar 2 tahun yang lalu. Bedanya, perangkat ini mengusung kecepatan prosesor yang sedikit lebih baik, yaitu Dual Core 1,4 Ghz plus jenis penggunaan layar yang sudah Amoled. Secara dimensi, ukuran perangkat Samsung Galaxy Tab 7.7 P6800 ini sedikit lebih lebar ketimbang 7+ sehingga sedikit lebih susah digenggam dengan satu tangan. Di pasaran, perangkat yang satu ini masih dapat ditemui dallam kondisi baru, meski ketersediaannya tergolong langka, yang mengakibatkan dari segi harga jual pun masih mirip-mirip dengan perangkat teknologi keluaran terkini.

Perangkat Tablet dengan Ukuran layar 8 inchi sebenarnya sudah tergolong nanggung untuk dimanfaatkan sebagai alat komunikasi telepon dan sms mengingat ukurannya yang dua kali lipat ponsel biasa. Meski demikian, diukuran layar 10 inchi, ternyata ada dua perangkat lagi yang dapat diambil sebagai alternatif penggunaan. Apa saja itu, tunggu di tulisan berikutnya.

Pilih-Pilih Tablet untuk berTelepon (Layar 7”)

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan tulisan sebelumnya perihal Pilih-pilih perangkat Tablet yang mampu digunakan untuk bertelepon dan sms-an dengan perangkat komunikasi lainnya tanpa meninggalkan fungsi utama, mendukung pekerjaan bagi para penggunanya, berikut beberapa diantaranya.

Dengan ukuran layar 7 inchi, pengguna bisa melirik Samsung Galaxy Tab 7+. Ini merupakan perangkat berbasis Android yang hingga kini masih setia saya gunakan. Mengadopsi versi 3.2.1 Honeycomb sebagai OS Original bawaannya sejak pembelian terdahulu, yang secara bertahap sudah mendapatkan opsi UpGrade ke versi terkini, baik 4.0.1 Ice Cream Sandwich ataupun 4.1.1 Jelly Bean. Meskipun dalam versi terkini rasanya masih terdapat beberapa Bugs yang cukup mengganggu kebiasaan penggunanya, namun overall bisa dikatakan cukup memuaskan. Sayangnya, kini perangkat Samsung Galaxy Tab 7+ sudah tidak lagi dapat ditemukan stok barunya dipasaran, dan meskipun ada, bisa jadi itu merupakan stok lama dari Samsung.

Samsung Galaxy Tab 2 7.0, merupakan perangkat Tablet Android termurah milik Samsung yang masih dapat ditemui stok barunya dipasaran. Untuk versi yang mendukung voice, memiliki kode pengenal P3100 untuk pasar Indonesia, sedang sang adik P3110 yang dapat dimiliki dengan harga yang jauh lebih terjangkau, namun tidak didukung fungsi voice call atau sms layaknya P3100. Perbedaan yang paling mendasar dari seri P3100 dengan P6200 Galaxy Tab 7+ adalah soal kecepatan dan jenis prosesor yang digunakan. Pun secara dimensi sedikit lebih tebal ketimbang saudaranya tersebut. Datang dengan OS Android versi 4.0 Ice Cream Sandwich dan baru saja sebulan terakhir mendapatkan opsi upgrade ke versi 4.1.2 Jelly Bean.

SpeedUp Pad Pro. Dilihat dari nama brand yang diusung, barangkali mereka yang pernah berkenalan dengan perangkat modem di era 2007/2008 sudah lebih dulu tahu. Pad Pro, salah satu dari dua alternatif yang dirilis oleh SpeedUp, merupakan perangkat tablet Android termurah di segmen layar 7 inchi, yang mengusung prosesor singlecore 1,4 GHz dan Memory RAM 512 MB (standar perangkat Android murah), plus internal storage 8 GB (shared). Dibandingkan dengan resolusi layar dua punggawa besutan Samsung, layar yang dimiliki oleh SpeedUp Pad Pro sedikit lebih kecil namun sudah mengadopsi jenis kapatitif multitouch.

SpeedUp Pad S1. Berbeda dengan seri Pad Pro yang sudah mengusung Android 4.0 Ice Cream Sandwich, Pad S1 rupanya masih mengusung Android versi lawas 2.3 GingerBread. Meski demikian, dengan harga jual yang sedikit lebih mahal, jenis prosesor yang digunakan sudah jauh lebih baik yaitu Dual Core 1,4 GHz serta penggunaan layar Super Amoled yang mampu memberikan tampilan jauh lebih jernih ketimbang kembarannya tersebut.

Terakhir ada TiPhone TiPad Justin, yang memiliki spek terendah diantara semua alternatif diatas, namun dengan harga jual,yang setara dengan SpeedUp Pad S1. Untuk yang satu ini, meski sama-sama memiliki kemampuan untuk bertelepon dan sms, bukanlah merupakan rekomendasi yang bagus mengingat besaran internal storage yang ada hanya mensupport 4 GB saja.

Nah, jika untuk ukuran layar 7 inchi, kita sudah mendapatkan 5 alternatif pilihan yang ada di pasaran, bagaimana dengan segmen layar 8 inchi ? Tunggu di tulisan berikutnya…

Pilih-Pilih Tablet untuk berTelepon

Category : tentang TeKnoLoGi

Bisa jadi judul diatas terasa agak aneh dibaca, mengingat tidak lazim bahwa untuk melakukan sambungan telepon, harus dilakukan via Tablet, sebuah perangkat elektronik yang bersifat mobile, dapat dibawa kemana saja, namun lebih banyak digunakan untuk mendukung pekerjaan secara umum.

Sangat jarang menemukan orang atau pengguna yang kemudian memanfaatkannya untuk kebutuhan berTelepon lantaran ukuran atau bentukannya yang cukup besar dan lebar saat berada dalam genggaman tangan. Kalopun kemudian kalian menemukan salah satu diantara sekian pengguna yang ada, bisa jadi kalian sudah pernah bertemu dengan saya. *uhuk

Memang, untuk ukuran tangan yang saya miliki, perangkat Tablet barangkali jauh lebih pas dan memuaskan untuk menghadirkan fungsi ponsel maupun sms. Heran ? Hehehe…
Itu sebabnya hingga kini perangkat Samsung Galaxy Tab 7+ yang saya miliki sejak dua tahun lalu, masih setia saya gunakan untuk aktifitas utama, telepon, sms, internetan dan lain-lain, lantaran faktor besaran perangkat dan ukuran tombol sentuh yang ada. Memang barangkali terlihat aneh, namun ya dimaklumi saja, karena saya secara ukuran pun rasanya memang lebih membutuhkan perangkat yang extra besar ketimbang pengguna biasa.

Namun, adakah perangkat Tablet lainnya yang pula bisa digunakan untuk berTelepon atau sms-an ? Tentu saja ada. Tunggu tulisan selanjutnya.

Samsung Galaxy S Wifi 5.0, Internet Tablet Plus Router Wireless

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Saat berada dalam genggaman, perangkat Internet Tablet Samsung Galaxy S Wifi 5.0 tampak seperti sebuah ponsel yang begitu pas ditangan. Maklum, dengan ukuran tangan yang jempol semua bersanding dengan dimensi perangkat 14×8 cm, seorang kawan bahkan masih sempat meledek ‘nah, itu baru ponsel namanya ‘Nde…’ hehehe…

Memang, ketika disandingkan dengan perangkat Samsung Galaxy Ace S5830 yang selama ini saya gunakan, membuatnya tampak seperti mainan anak-anak yang kerap ditelantarkan MiRah putri saya. Namun secara penampilan luar, tombol Home yang berbentuk persegi panjang dibandingkan 5”diagonal layar jadi terkesan agak dipaksakan.

Masuk ke bagian Menu, tampak grid 4×5 termasuk ToolBar disisi bawah khas tampilan ponsel rilisan Samsung layar lebar. Sedangkan tampilan Icon, sempat mengingatkan saya pada tampilan Menu milik Samsung Galaxy Tab 7”versi awal. Sayangnya begitu tahu sistem operasi yang disematkan dalam perangkat masih mengadopsi versi 2.2 Froyo, sempat kecewa juga mengingat standar OS yang dirilis Samsung akhir tahun 2011 ini rata-rata sudah versi 2.3 GingerBread.

Datang dengan Procie 1 GHz dan 8 GB Internal Storage ditambah slot memory card, sepertinya sudah cukup memuaskan untuk sebuah perangkat Internet Tablet. Sayangnya, resolusi kamera yang dibekali pada bagian punggung masih mengadopsi 3,2 MP saja , yang syukurnya sih sudah didampingi dengan lampu flash LED. Seperti biasa, seperti perangkat Android Samsung lainnya, untuk tombol Capture, tetap mengandalkan tombol pada layar sentuh, bukan fisikal pada sisi samping perangkat.  Ditambah keberadaan secondary kamera depan dengan resolusi VGA yang dapat digunakan untuk melakukan Video Call, perangkat Samsung Galaxy S Wifi 5.0pun kelihatannya sudah mendukung Flash Player.

Untuk Daya, Samsung Galaxy S Wifi 5.0 dibekali batere tertutup layaknya perangkat iPhone sebesar 2500 mAh yang sepertinya sudah cukup mumpuni melayani aktifitas perangkat yang notabene minus kemampuan seluler, telepon dan sms.

Menilik namanya, perangkat Samsung Galaxy S Wifi 5.0 hanya dibekali dengan koneksi jaringan Wifi minus 3G, yang artinya secara default pengguna perangkat diharuskan mencari jaringan wifi atau hotspot terdekat agar perangkat dapat berfungsi secara optimal sebagai Internet Tablet. Namun jangan khawatir, dalam paket pembelian resmi, Samsung Galaxy S Wifi 5.0 telah dibekali Modem Wifi Router Wireless EVDO SmartFren yang kalo ditaksir berharga sekitar 900ribuan.

Dengan kisaran harga 3,1 Juta, itu artinya harga sebenarnya yang harus ditebus oleh pengguna untuk perangkat ini sekitar 2,2 Juta saja. Murah bukan ?

Gag Bisa Nelpon pada Perangkat Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500 ? Ayo Gunakan Viber

33

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan sedikit cerita tentang permintaan seorang Atasan di kantor untuk menginstalasi aplikasi Viber pada perangkat Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500 terbaru yang Beliau miliki, rupanya usaha keras yang saya coba lakukan, mampu berbuah manis.

Seperti yang telah dikatakan dalam tulisan sebelumnya bahwa perangkat Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500 telah menyediakan slot sim card sebagai alternatif koneksi data bagi penggunanya yang notabene dibatasi penggunaannya hanya untuk Data dan Messaging. Hal ini dipertegas pula oleh Samsung dan GSMArena dalam bahasan Spesification dan Review. Itu artinya secara fakta, perangkat Tablet 10”terkini besutan Samsung tidak dapat digunakan untuk menelepon.

Tapi tenang saja, itu tidak sepenuhnya benar kok. :p

Viber, bagi yang belum tahu dan sekedar mengingatkan, merupakan sebuah aplikasi yang dikembangkan oleh Viber Media Inc. secara khusus bagi para pengguna iPhone dan Android agar dapat menggunakan atau memanfaatkan fungsi telekomunikasi suara alias telepon dan juga Text Message atau Chat Messenger secara Gratis, dengan memanfaatkan koneksi jaringan data 3G atau WiFi. Sehingga, apabila pengguna sudah berlangganan paket data internet Unlimited, tidak lagi dibebankan biaya pulsa untuk melakukan komunikasi lewat Viber. Selengkapnya silahkan baca di tulisan sebelumnya.

Sayangnya, informasi yang saya baca lewat alamat resmi Viber Media Inc, bahwa perangkat Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500 rupanya tidak didukung atau tidak kompatibel dengan aplikasi yang dimaksud. Demikian pula ketika dicari lewat Android Market, aplikasi Viber tak jua ditemukan.

Kasus seperti ini sebetulnya pernah saya temukan  sebelumnya, yaitu ketika usai mempublikasikan tulisan tentang Viber pertama kali. Kalau tidak salah keluhannya sama dan dialami oleh seorang Droiders juga. Sekedar informasi, ponsel yang digunakannya itu adalah Sony Ericsson eXperia Mini Pro yang notabene rilis terbaru dan sudah mengadopsi OS GingerBread. Lantaran tak menemukan Viber di Market, saya mengirimkan aplikasinya lewat email kepada yang bersangkutan dan ternyata berhasil diinstalasi dan dijalankan dengan baik. Hanya saja jika diperbandingkan dengan kasus sekarang adalah, perangkat Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500 secara nyata memang tidak mendukung Voice Call.

Meski demikian, tidak ada salahnya juga apabila dicoba. Karena pertimbangan yang saya ambil sebelum memutuskannya adalah, adanya fitur Voice Memo dan Voice Searh yang artinya bahwa perangkat minimal memiliki Microphone untuk menerima jalur suara pengguna pada sisi badan perangkat.

Aplikasi Viber akhirnya saya unduh lewat halaman 4Shared, kebetulan pasca kasus eXperia, saya berinisiatif untuk menyimpan file aplikasinya di situs berbagi  file tersebut,  serta menyelipkan alamat link aplikasi pada salah satu paragraf tulisan kedua tentang Viber beberapa waktu lalu.

Usai proses pengunduhan dan instalasi, maka saatnya pengujian Aplikasi Viber dilakukan.

Pertama, Aplikasi Viber ternyata dapat berjalan dengan baik pada perangkat Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500. Fungsi penyesuaian Daftar Kontak teman yang menggunakan aplikasi Viber pun berhasil dilakukan, dan uji coba pengiriman pesan ke nomor ponsel yang saya gunakan tidak menemui kendala.

Kedua, saat menguji coba Voice Call dengan menghubungi nomor yang saya gunakan pada perangkat Android Samsung Galaxy Ace S5830, serta mengontaknya balik, hasilnya maknyus. Proses komunikasi rupanya dapat berjalan dengan baik, suara lawan bicarapun terdengar jelas dan jernih.

Berbekal dua kesimpulan awal diatas, sayapun kemudian berani mengambil sedikit kesimpulan bahwa selama perangkat Tablet (iPad maupun Android) menyediakan slot sim card untuk menunjang koneksi data penggunanya, walaupun di-klaim tidak mendukung Voice Call, minimal dengan memanfaatkan aplikasi Viber, Komunikasi suara tetap dapat dilakukan meskipun dengan cara lain, yaitu memanfaatkan layanan koneksi data.

Nah, siapa bilang kalo perangkat Tablet Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500 tidak bisa digunakan untuk menelepon ?

Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500, si Tipis nan Powerfull

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Seperti halnya ketika mendapati Acer Iconia S500 beberapa waktu lalu, pertemuan dengan gadget Tablet terkini buatan Samsung kali ini pun terjadi secara tidak sengaja. Seorang Atasan di kantor kebetulan menghubungi per telepon, meminta tolong untuk menginstalasi aplikasi Viber pada perangkat terbaru yang Beliau miliki. Sekedar informasi, beberapa bulan lalu aplikasi yang sama berhasil saya instalasi pada perangkat Samsung Galaxy Tab 7” dari pemilik yang sama.

Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500, merupakan salah satu Gadget berlayar lebar yang dirilis brand global ternama asal Korea, Samsung yang mengadopsi OS Android versi 3.1 HoneyComb,  sistem operasi yang memang dibuat dan dikembangkan secara khusus untuk dipergunakan oleh perangkat Tablet. Dengan besaran resolusi dan dimensi layar yang setara dengan perangkat Acer Iconia S500 (1024×800 pixel – 10”), Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500 tampak jauh lebih ringan untuk digenggam dengan satu tangan.

Tentu saja demikian bathin saya. Wong secara dimensi perangkat, Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500 kabarnya merupakan perangkat Tablet yang diklaim paling tipis didunia, selisih sedikit  dengan perangkat iPad 2 milik Apple yang mengadopsi sistem operasi iOS. Meskipun dibekali fisik yang tipis dan ringan, namun jangan pernah meragukan kemampuannya loh. Prosesor Dual Core 1 GHz plus 1 GB RAM siap dijajal untuk memenuhi kebutuhan penggunanya.

Mengingat perangkat ini mengadopsi OS yang sama dengan Acer Iconia S500, tidak banyak penyesuaian yang saya butuhkan ketika mencoba mengoperasikannya. Namun apabila diperbandingkan, ada beberapa fitur tambahan yang disematkan Samsung pada perangkat Galaxy Tab 10 GT-P7500 ini. Diantaranya tambahan Widget pada menu Personalisasi HomeScreen, yang jauh lebih banyak jenisnya serta beragam ukurannya. Hanya saja dari segi Inovasi, Samsung terbilang pelit dalam memberikan fungsi atau aplikasi tambahan seperti halnya Acer.

Dilihat dari segi Grafis yang diusung, layar yang tampak pada perangkat Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500 ini jauh lebih jernih dan terang ketimbang perangkat Acer. Sudah begitu, untuk tampilan Notifikasi dan Pengaturan yang ada di pojok kanan bawahpun, Samsung tampak mampu lebih kreatif dalam sajian penampilan sehingga tampak lebih menyegarkan mata. Namun, meski sudah mengadopsi prosesor jenis Tegra, saya tak melihat adanya aplikasi Tegra Zone games seperti yang dimiliki perangkat Acer Iconia S500. Mungkin itu sebabnya, beberapa games yang tampak pada layar menu bisa dikatakan cukup standar seperti Trilogy Angry Bird dan Wheels.

Untungnya, perangkat Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500 ini sudah memberikan keleluasaan pada penggunanya untuk terhubung dengan koneksi dunia maya, melalui slot Sim Card yang ada disisi bawah. Jadi tidak perlu susah-susah lagi mencari perangkat Hotspot kemana mana ataupun membeli Modem Wifi tambahan. Hanya saja, kemampuannya masih dibatasi hanya untuk memanfaatkan Koneksi Data dan Messaging saja. Lantas bagaimana dong dengan permintaan tolong si Atasan untuk menginstalasi Viber pada perangkat ini ?

HoneyComb, Madu Manis Android 3.0

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Masih berbicara soal Android. Kali ini saya beruntung bisa berkenalan dengan OS (sistem operasi) Android versi 3.0 yang diberi Codename HoneyComb.

HoneyComb jika di Translate berarti SarangMadu milik lebah yang menurut Wikipedia merupakan OS (sistem operasi) Android yang memang secara khusus dikembangkan untuk perangkat Tablet. Selain dukungan akan layar lebar, multi prosesor serta grafis, HoneyComb dirancang memiliki User Interface yang berbeda dibandingkan dengan OS Android versi lainnya. Itu sebabnya bagi pengguna pertama HoneyComb akan merasakan pengalaman yang berbeda saat menjelajah perangkat Tablet dibanding ponsel.

Sayangnya, ketika berusaha untuk mencari tahu apa dan bagaimana HoneyComb sebenarnya di induk semangnya Android, tiga halaman pertama hasil pencarian rata-rata bertemakan sama. Mengulas Acer Inconia A500 sebagai perangkat Android HoneyComb pertama di Indonesia yang Termurah dan Terbaik. Hal ini bisa terjadi lantaran beberapa waktu lalu saat perangkat Acer diluncurkan, digelar Lomba Blog SEO terkait perangkat tablet milik Acer tersebut. Secara kebetulan, OS Android 3.0 HoneyComb yang saya dapatkan memang disematkan pula pada perangkat yang sama.

Minimnya Informasi yang dapat ditelaah melalui dunia maya, membuat saya berinteraksi secara otodidak berbekal kemampuan menguasai sedikit pengetahuan tentang Android versi sebelumnya, iOS milik perangkat iPad dan Struktur pola penggunaan PC. Berikut Ringkasannya.

Berangkat dari Lock Screen, Android HoneyComb tak lagi menyematkan tampilan Slide to Unlock miliknya iPhone, namun sedikit lebih kreatif dengan menggeser tampilan gembok pada area berbentuk lingkaran ke gembok kecil dipinggiran garis. Pada intinya sih sebenarnya sama saja. Hehehe…

Masuk ke tampilan depan, HomeScreen milik HoneyComb memberikan keleluasaan penempatan icon Shortcut dengan grid 7×8 dimana fitur penempatan shortcut yang akan tampil secara otomatis begitu usia proses instalasi, jadi makin mirip iOS yang sudah mengadopsinya lebih dulu. Meski demikian, fitur ini dapat di-nonaktifkan jika dirasa tak perlu.

Masih berkutat dihalaman depan, untuk penggantian Wallpaper, Widget ataupun penambahan/kurang icon Shortcut aplikasi murni melalui halaman Editing yang dapat diakses dengan menekan lebih lama halaman HomeScreen. Opsi penggantian ini takkan dapat ditemukan lagi pada menu Pengaturan atau Setting pada bagian Display seperti halnya OS Android versi sebelumnya.

Terbatasnya persediaan halaman HomeScreen yang hanya mengakomodasi hingga 5 tampilan, membuat pengguna harus pandai-pandai mengatur icon atau widget mana saja yang akan ditampilkan pada perangkat Android. Keterbatasan ini barangkali tidak akan ditemui pada perangkat iPad yang mampu menyediakan hingga 9 halaman HomeScreen.

Masuk ke menu Pengaturan atau Setting, bentukan iOS langsung terlihat. Baik dari Struktur fitur dan opsi, termasuk pula aktivasi tombol on/off yang ada. Pada menu pengaturan jumlah item yang disediakan tidak jauh berbeda dengan perangkat ponsel Android, hanya saja Sub Menu berikutnya ditampilkan kearah samping tanpa berganti halaman lagi.

Nafas iOS makin terasa jelas ketika mengakses Android Market. Beberapa aplikasi dan juga games yang ditawarkan seperti biasa lebih banyak yang berstatus Free ketimbang berbayar. Disandingkan dengan aplikasi atau games yang dapat dipergunakan pada perangkat  ponsel Android, beberapa diantaranya tidak kompatibel dengan besaran layar yang diadopsi HoneyComb. Misalkan Moron Test yang langsung ‘Force Closed’ ketika diuji coba. Meski demikian, Games-games grafis yang lag pada perangkat ponsel, berjalan sangat baik pada HoneyComb. Ini tentu saja merupakan pengaruh utama dari jenis dan besaran prosesor yang didukung.

Berbicara tentang games, lantaran HoneyComb rata-rata sudah didukung Multi Prosesor plus Grafis Tegra, selain bisa didapatkan dari Android Market, Games bisa juga diakses melalui Tegra Zone yang menyajikan beragam Games dengan kebutuhan grafis tingkat tinggi. Need For Speed Shift merupakan salah satu diantaranya.

Yang tergolong unik dari HoneyComb adalah tampilan 3D Gallerynya. Entah memang bawaan OS atau fitur dari Acer, koleksi Foto yang ada dalam folder Gallery bisa ditampilkan layaknya foto biasa secara fullscreen, bisa juga ditampilkan dalam bentuk buku portofolio. Buku ini bisa diakses layaknya buku biasa, yang menyajikan tampilan flash lembaran buku yang dibuka dengan tangan.

Untuk Browser bawaan HoneyComb, Sepertinya Android mengusung Google Chrome ke perangkat tablet yang memang dikenal sebagai browser yang bersih dan gegas dalam berselancar. Seperti halnya Browser Chrome dalam perangkat PC, baik opsi Pengaturan dan Download managernya pun sama persis tertampil dengan baik. Perpindahan antar Tab pun tak seberat Browser bawaan perangkat ponsel Android sebelumnya.

Taskbar yang biasanya hadir disisi atas perangkat ponsel Android, pada HoneyComb tampil disisi bawah layaknya perangkat PC. Taskbar ini akan selalu hadir dalam setiap tampilan layar, dalam aplikasi ataupun Games sekalipun. Itu sebabnya pengguna selalu dapat mengakses halaman utama dengan hanya menekan tombol Home atau berpindah aplikasi melalui tombol Multitasking. Ketiadaan tombol fisik yang terdapat dalam perangkat bisa jadi merupakan pertimbangan utama dalam menyajikan Taskbar ini dalam setiap aktifitas.

Masih dalam Taskbar, terdapat setidaknya tiga tombol sentuh khusus yang ada di pojok kiri bawah layar sebagai tombol sentuh utama dalam HoneyComb. Back, Home dan Multitasking. Tombol tambahan untuk Pilihan akan muncul ketika aplikasi diakses dan dijalankan.

Disisi kanan bawah terdapat tampilan Jam atau waktu, daya batere dan sinyal Koneksi. Selain itu, opsi Pengaturan atau Setting serta semua notifikasi dapat diakses secara bersamaan atau satu persatu melalui jalur yang sama.

Yang patut dicermati dalam penggunaan HoneyComb adalah keberadaan tombol sentuh tambahan yang secara otomatis tampil pada layar dalam setiap aktifitas, dengan membawa fungsi-fungsi khusus. Misalkan saja fitur UnInstall pada halaman Menu ketika icon Shortcut ditekan dan dipindahgeserkan atau pilihan untuk menonaktifkan fitur auto shortcut app. Jadi jangan ragu untuk mencoba  yah…

Saatnya melirik TabletPC

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Gag bisa dipungkiri bahwa kehadiran perangkat iPad di pertengahan tahun 2010 lalu, membuka mata banyak vendor ternama untuk ikut serta bersaing merebut hati konsumen akan kebutuhan sebuah perangkat mobile pengganti NoteBook. Berbekal layar sentuh dan ukuran yang pas layaknya sebuah agenda ataupun map, membuat beberapa pekerjaan jadi lebih mudah untuk diselesaikan. Apalagi bila ditunjang dengan kemampuan internet kecepatan tinggi, dan juga prosesor yang mumpuni. Sebuah perangkat mobile bernama TabletPC pun layak untuk dilirik tahun ini.

TabletPC sendiri diartikan sebagai satu komputer lengkap dengan media input layar sentuh, dan memanfaatkan sarana pena digital, stylus, mouse ataupun sentuhan jari seperti yang dirilis iPad beberapa waktu lalu. Padahal sebenarnya satu dasa warsa lalu, Microsoft pernah memperkenalkan perangkat serupa dengan mengandalkan sistem operasi Windows XP, sayangnya publik belum merespon secara antusias kehadirannya. Beberapa vendor ternama seperti HP, Fujitsu atau Samsung pun pernah merilisnya dengan bentukan Notebook yang layarnya dapat diputar dan dilipat.

Siapa sangka jika iPad yang muncul jauh sesudahnya malahan mampu menyedot perhatian banyak khalayak hingga vendor yang namanya telah dikenalpun ikut-ikutan merilis TabletPC versi masing-masing. Demikian halnya dengan beberapa vendor baru yang bermunculan untuk sekedar ikut serta berebut kue penjualan.

Katakanlah Archos. Vendor yang dikenal lewat perangkat multimedia audio videonya ini, merilis perangkat TabletPC berbasis Android 2.2 Froyo. Dengan mengandalkan Prosesor 1 GHz ditambah port USB 2.0, bisa dikatakan sedang mencoba menutup celah kelemahan yang dimiliki iPad. Demikian halnya dengan Creative ZiiO, CSL Spice, Huawei SmaKit S7, ZTE Light bahkan vendor sekelas Samsung pun merilis versi Galaxy Tab, yang rupanya sama-sama mengandalkan sistem operasi Android, dari versi Cupcake 1.5, Donut 1.6, Eclair 2.1 dan Froyo.

Tak ketinggalan sang raksasa RIM, merilis BlackBerry PlayBook, mengandalkan OS BlackBerry Tablet, Prosesor 1 GHz Dual Core dan 1 GB RAM. Kabarnya untuk pasar Indonesia, produk ini bakalan masuk kisaran April 2011 nanti.

Untuk harga yang harus dibayarkan agar bisa membawa pulang sebuah TabletPCpun bisa dikelompokkan menjadi dua. Kisaran harga 2 juta hingga 4 juta untuk sebuah perangkat TabletPC yang dirilis oleh vendor baru ataupun kualitas lokal, dan kisaran harga 5 juta hingga 7 juta untuk perangkat TabletPC yang dirilis oleh vendor ternama. Perbedaan kisaran harga ini akan berbanding lurus dengan fitur serta kemampuan yang disandang.

Meski demikian, sebuah perangkat TabletPC kini hari belum mampu menggantikan peran sebuah NoteBook secara sepenuhnya, apalagi bila dikaitkan dengan kemampuan untuk pengolahan grafis seperti AutoCad misalnya. Namun apabila kemampuan yang diharapkan hanya sebatas pekerjaan kantoran meliputi word dan worksheet ditambah menjelajah dunia maya, saya kira sebuah perangkat TabletPC sudah saatnya untuk dilirik sebagai teman baru tahun ini.