Pindah ke Lain Galaxy

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Hanya berselang dua tahun, akhirnya perubahan itu terjadi juga. Jika dulu saya begitu mendewakan perangkat berlayar 7 inchi, baik untuk bertelepon ataupun beraktifitas, lama kelamaan terasa juga ribetnya. Maka setelah melakukan eksperimen kecil-kecilan menggunakan layar lebar Samsung Galaxy Mega 5,8, pilihan itu terwujud.

Samsung Galaxy Note 3. Satu pilihan tepat tentunya saya kira, mengingat bukan masuk dalam golongan gonta ganti ponsel dalam hitungan bulan sehingga sebuah perangkat Flagship dengan berbasiskan spesifikasi terkini, kelihatannya masih cukup mapan untuk digunakan dalam ukuran tahun. Minimal 2 tahun kedepan.

Galaxy Note 3 PanDe Baik

Dengan lebar layar yang mencapai 5,7 inchi atau lebih ramping sekitar 1,3 inchi tentu saja membawa banyak perubahan baik perilaku maupun kebiasaan.
Jika dahulu aktifitas mengetik Notulen, catatan diskusi ataupun penyimpanan ide begitu nyaman dilakukan untuk ukuran jempol, maka kini dibutuhkan banyak penyesuaian perilaku, beradaptasi dengan ukuran keyboard visual yang nyaris setengahnya, juga peletakan sebagian besar tombol bantu seperti Backspace, juga titik komanya. Belum lagi typo atau kesalahan ketik lantaran jarak antar dua atau tiga tombol disekelilingnya kerap tertekan tak sengaja sehingga dibutuhkan banyak koreksi ulang agar lebih nyaman dibaca.

Tidak hanya itu, dengan layar yang cukup lebar, aktifitas apapun tentu jadi jauh lebih nyaman. Apalagi saat penggunaan lebih banyak menggunakan posisi landscape, terasa pas untuk kedua tangan. Tapi kini, tidak lagi. Dengan sisa layar yang hanya setengah lebar layar, aktifitas mengetik jadi berkurang kepuasannya. Disamping itu pula, beberapa fitur yang dibenamkan didalamnya jadi sedikit lebih nyaman bila dioperasikan dengan layar portrait layaknya penggunaan ponsel biasa ketimbang landscape. Hanya saja konsekuensinya ya keyboard visual jadi jauh lebih kecil lagi dan kemungkinan typo atau salah ketik jadi lebih besar.

Maka itu, untuk mengatasi semua kekurangan diatas, Samsung memberikan stylus pen untuk dimanfaatkan oleh penggunanya melahirkan bentuk tulisan yang dengan cepat dapat mengubah dirinya dari bentuk tulisan tangan menjadi baku standar keyboard. Memudahkan namun terasa unik jika sampai diketahui orang lain. He…

Sedangkan kebiasaan, ya tentu saja harus mengatakan ‘bye bye tas pinggang atau tas slempang… mengingat dengan ukuran layar yang hanya 5,7 inchi masih bisa dikantongi meski agak sedikit menyembul. Setidaknya masih nyaman kalo mau kemana mana, gag musti bawa tas tambahan.

Lantas, seberapa jauh sih Manfaat yang bisa dirasakan oleh penggunanya *dalam hal ini tentu saja saya pribadi, untuk kelas ponsel phablet Samsung Galaxy Note 3 dalam keseharian ? Simak di tulisan berikutnya.

Perubahan pasca Upgrade OS Android Jelly Bean pada Samsung Galaxy Tab 7+

Category : tentang TeKnoLoGi

Sejak melakukan proses Upgrade OS #Android ke Jelly Bean di perangkat Samsung Galaxy Tab 7+, rupanya ada beberapa aktifitas yg masih bikin bingung…

Pertama, aktifitas mengetik menjadi agak susah lantaran perubahan susunannya. Dulu tuts lebih besar, sehingga lebih pas bagi jari saya :p Karena susunan keyboard sekarang nambah area untuk angka, maka jari saya yg rata”jempol semua, masih suka salah ketik kalo cepet”an :p *Mungkin salah satu solusinya nanti adalah menginstalasi apps tambahan kategori keyboard, berhubung di Pengaturan gag nemu cara mengubahnya. kesalahan ketik plg sering, huruf e menjadi angka 3, huruf n jadi b, atau a menjadi z. Kerap pula mengetikkan angka 0 ketika mau backspace.

Samsung GalTab 7 Jelly Bean PanDe Baik 3

Kedua, pas pake Tweetdeck, apps twitter client, kalo lama gag cek TL, dulu sih tinggal tekan sisi paling atas utk dapetin update terakhir. Tapi kini, kalo menekan di area sama, malah munculin jendela notifikasi… sedang sisi paling atas tweetdeck, berada sedikit dibawahnya.

Ketiga, lebih pada kebiasaan penggunaan perangkat tablet. tepatnya saat mengakses tombol sentuh Home ternyata memunculkan opsi pilihan. Inginnya melihat informasi notif dan Pengaturan, yang muncul malah Mini Apps… atau pengennya Undo, yang muncul malah MultiTasking *mih… Ini terjadi gara”perubahan posisi penempatan masing”tombol sentuh dan fungsi. jadi ya memang perlu dibiasakan nantinya. Berikut Screenshot Perubahan Penempatan tombol sentuh dan opsi lain… http://yfrog.com/mmug1xp

Keempat, terkait penggunaan fitur Memo sebagai catatan dan draft Blog. jika dulu opsi judul masing”Memo ada di sisi atas, kini gag lagi. Opsi pemberian judul rupanya ditiadakan, padahal secara saya judul Memo lebih memudahkan untuk melakukan pencarian catatan. Jadi pemberian judul Memo menggunakan sistem penanggalan yg mirip dengan cara dokumentasi foto yg saya lakukan di PC. Dimulai dari pemberian Tahun, Bulan lalu Tanggal. Jadi memudahkan pengurutan… cuma agak bingung kalo mau nyari Memo yg spesifik.

Kelima, penggunaan fitur MyFiles sbg explorernya #Android *ini terkait penempatan Eksternal SDCard yang dulunya masuk sbg bagian dari Root. Sekarang diletakkan terpisah sebagai ExtSdCard. pola ini mirip dengan MyFiles pada perangkat #Android Samsung Galaxy Note 10.1…

Keenam adanya Bugs pada fitur Message… seperti yg diungkap sebelumnya, kadang ada notif 3 pesan masuk, tapi Pas di cek ternyata gag ada pesan yg belum terbaca… sudah begitu, kalo dulu sms terakhir yg masuk berada di urutan teratas, kini Pesan yang masuk, gag mengubah urutan dan kadang tanpa tanda ‘unRead’… jadi musti nyari”lagi kira”mana sms yg terbaru 🙁

Terakhir Tujuh, masih pula terkait dengan cara pengambilan screenshot layar, yang rupanya kedua tombol (Power dan Volume Down) harus ditekan secara bersama dan tahan agak lama. Jika sampai berbeda timing, maka yang terjadi bisa ke aktifitas layar standby (tombol Power duluan) atau Volume mengecil (Tombol Volume Down duluan). Agak ribet memang ketimbang cara terdahulu yang tinggal tekan satu tombol sentuh saja.

Namun meski begitu, ada juga beberapa sisi positif yang dapat dipelajari. Diantaranya sudah saya sebutkan di tulisan sebelumnya (Smart Stay, Play Music, Google Now atau Prosentase Battery), ditambah hadirnya aplikasi Dropbox dan FlipBoard secara built in sebagai system apps. Jadi akan membutuhkan aktifitas Root apabila ingin me-Remove kedua aplikasi tersebut dari perangkat.

DropBox saat setup awal bakalan memberikan free space di Cloud sebesar 50 GB yang dapat diisi dengan dokumen, foto etc secara automatis ataupun manual upload. Sedangkan Flipboard merupakan Social Media client yang tampilannya oke punya.

Selain itu, terkait opsi pembuatan Folder di opsi Menu dan Homescreen, rupanya ada hubungannya juga. Bahwa apabila pengguna sudah mengatur barisan icon aplikasi dan games pada opsi Menu dalam beberapa Folder, maka Folder tersebut dapat digeser ke halaman HomeScreen sebagai shortcut lengkap dengan semua icon yang ada didalamnya. Mengingatkan saya pada operasional serupa di perangkat pc/notebook berbasis Windows.

Dan bagi pengguna yang masih awam dengan banyaknya perubahan yang terjadi, bisa mengakses fitur Help untuk melihat lebih jelas cara menggunakan perangkat satu persatu dari masing-masing fitur. Namun tampaknya, dilihat dari jenis perangkat yang digunakan sebagai sample pada Help mengambil bentukan miliknya Samsung Galaxy Note versi 8 inchi.

Nah, kira-kira demikian beberapa perubahan perilaku yang kelak akan teman-teman alami pasca proses Upgrade OS Android pada perangkat Samsung Galaxy Tab 7+ dari versi 4.0.1 Ice Cream Sandwich ke 4.1.2 Jelly Bean. Semoga bisa berguna sebagai bahan gambaran awal.

Samsung Galaxy Tab Series, Pilih Mana ?

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Perpaduan dua nama besar Samsung vendor ternama dari Korea dan Android sistem operasi yang dikembangkan oleh Google, menghasilkan banyak peran penting di era Telekomunikasi terkini, utamanya dalam menciptakan perangkat ponsel pintar bagi semua orang. Sejak kerjasama itu terjadi, lebih dari 15 seri ponsel pintar telah diturunkan oleh Samsung dengan berbasis sistem operasi Android sepanjang kurun waktu dua setengah tahun. Jumlah ini belum termasuk dengan sedikitnya 5 seri TabletPC yang dirintis demi memenuhi hasrat pengguna akan perangkat berlayar lebar, menjembatani fungsi antara ponsel dengan DesktopPC.

Dibandingkan dengan beberapa nama besar vendor lainnya yang memanfaatkan sistem operasi yang sama, Samsung merupakan pemain tersukses dalam menjual perangkatnya meski dibayang-bayangi oleh klaim hak paten atas desain dan teknologi lainnya oleh Apple. Bisa jadi lantaran usahanya yang masuk dalam semua lini itulah, Samsung mampu bertahan dan menjadi besar ketimbang vendor lain seperjuangannya terdahulu.

Dalam tulisan kali ini kami tidak lagi berbicara tentang ponsel yang diberi nama Galaxy series tersebut, lantaran secara pangsa pasar sudah bisa dibaca dari spesifikasi dan juga harga jual yang ditawarkan sejak awal peluncuran. Akan tetapi bolehlah jika kami ingin memperkenalkan barisan perangkat TabletPC milik Samsung yang jujur saja tergolong Booming sejak rilis pertama dikeluarkan.

Samsung Galaxy Tab 7” P1000 merupakan TabletPC pertama yang dirilis Samsung dengan spesifikasi yang tergolong menawan untuk ukuran saat itu. Prosesor single core 1 GHz dipadu dengan 512 MB Memory RAM dan OS Android versi 2.2 Froyo yang dapat diUpgrade ke 2.3 GingerBread mendapat tempat lumayan lama di hati para pengguna baru Android. Dari yang hanya sekedar ingin tahu atau memang berpindah dari lain perangkat. Apalagi dengan adanya dukungan voice call, sms dan push email serta koneksi 3G, menjadikan Tab 7”seri pertama ini berada di posisi favorit selama satu tahun lamanya.

Samsung Galaxy Tab 10.1” P7100 merupakan rilis kedua Samsung yang hadir untuk bersaing dengan perangkat iPad yang telah lebih dahulu diluncurkan. Bisa ditebak, kehadirannya hampir selalu disandingkan dengan perangkat mutakhir milik Apple yang diminati banyak orang itu, jauh meninggalkan perangkat serupa milik Motorola yang dengan sengaja dirilis berbarengan.

Berbekal prosesor dua inti 1 GHz, 1 GB Memory RAM, kamera 8 Mega Pixel, 16/32 GB internal storage tanpa dukungan slot eksternal plus versi OS khusus TabletPC 3.0 HoneyComb dan tanpa voice call makin menguatkan image persaingan yang diatas kertas rupanya memiliki kemampuan jauh lebih unggul.

Samsung Galaxy Tab 8.9” P7300 dirilis gag jauh-jauh dari versi 10.1 dan masuk di lini yang hanya diisi oleh vendor LG yang menjual teknologi 3D-nya. Samsung sendiri masih mengandalkan spesifikasi yang sama dengan pendahulunya plus ketipisan perangkat yang hanya 8,6 mm. Hal ini tentu saja membuat banyak vendor yang meradang dan berlomba-lomba untuk bersaing di segi dimensi ini. Untuk sedikit membedakan, versi 8,9”ini dirilis pula dalam tiga varian storage, 16/32 dan 64 GB tanpa card slot ditambah aplikasi pengenalan bagian tubuh manusia untuk kebutuhan Medis.

Setelah gaung Samsung Galaxy Tab 7” versi pertama mulai tenggelam, alih-alih memperbaharui spesifikasi, Samsung malahan memperbaharui hampir di semua aspek (kecuali resolusi kamera 3,2 Mega Pixel), termasuk dimensi perangkat yang serupa dengan dua kakaknya tadi. Perangkat ini diberi embel-embel nama Plus (+) untuk membedakannya dengan perangkat terdahulu. Menggunakan Prosesor dua inti 1,2 GHz, 1 GB Memory RAM dan OS Android versi 3.2 HoneyComb, Samsung rupanya masih mempertahankan dukungan slot sim dan microsd card, voice call, sms, push email dan 3,2 Mega Pixel dalam perangkatnya kali ini.

Belum lagi hilang masa promo Samsung Galaxy Tab 7”+ P6200 yang ditawarkan dengan harga jual 5,499 juta sudah termasuk Leather Case Original, 16 GB microSD dan Free 6 bulan XL Unlimited 99ribu, kembali Samsung merilis varian dari 7 series ini, dengan nama 7,7” P6800. Dengan adanya penambahan ukuran dimensi lebar sekitar 1 cm dari 7”+, bisa ditebak resolusi layar yang dipergunakan dalam perangkat inipun bertambah sekitar 200pixel, ditambah dukungan layar Super AMOLED, tipikal layar yang memberikan tingkat kejernihan yang lebih baik. \

Dari 5 series Samsung Galaxy Tab ini kabarnya masih bakalan bertambah dalam waktu dekat dengan dirilisnya seri Samsung Galaxy Tab #2 10.1”, #2 7” dan Samsung Galaxy Note 10.1”. Satu Benang merah yang kelak bakalan menyambungkan ketiga rilis baru ini adalah penggunaan OS Android versi terbaru 4.0 Ice Cream Sandwich tanpa adanya penambahan spesifikasi lebih jauh. Hal ini mengingatkan kami dengan vendor besar asal Finland Nokia yang kerap merilis seri ponsel mereka dalam waktu yang berdekatan, dengan spesifikasi yang mirip satu sama lainnya.
Lantas diantara kelima rilis TabletPC milik Samsung diatas serta tiga seri yang kelak bakalan dirilis dalam waktu dekat, perangkat mana yang pantas menjadi Rekomendasi bagi Rekan Tokoh ?

Tergantung dari kebutuhan saja tentu, mengingat dari segi harga jual, gag jauh beda kok selisihnya. Pertama, lihat dan coba secara langsung perangkat yang diinginkan. Ini jelas berkaitan dengan mobilitas. Beberapa orang menganggap jauh lebih nyaman berinteraksi dengan dimensi layar 7”lantaran dapat digenggam dengan satu tangan, ada juga beberapa lainnya yang merasa jauh lebih nyaman dengan layar lebar untuk beragam aktifitas, termasuk menonton video dan membaca berita.

Dan Kedua, mengingat spesifikasinya yang juga tidak jauh berbeda, silahkan lirik kemampuan lain yang menyertainya. Apakah membutuhkan perangkat yang memiliki kemampuan untuk melakukan Voice Call dan sms atau tidak. Sekedar berbagi pengalaman bahwa Salah satu kelebihan perangkat yang mendukung Voice Call adalah kemudahannya untuk melakukan aktivasi paket layanan data apabila Rekan kelupaan mengisi pulsa saat paket dinyatakan habis masa berlakunya.

Jadi sudah gag bingung lagi kan ?

Gag Bisa Nelpon pada Perangkat Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500 ? Ayo Gunakan Viber

33

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan sedikit cerita tentang permintaan seorang Atasan di kantor untuk menginstalasi aplikasi Viber pada perangkat Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500 terbaru yang Beliau miliki, rupanya usaha keras yang saya coba lakukan, mampu berbuah manis.

Seperti yang telah dikatakan dalam tulisan sebelumnya bahwa perangkat Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500 telah menyediakan slot sim card sebagai alternatif koneksi data bagi penggunanya yang notabene dibatasi penggunaannya hanya untuk Data dan Messaging. Hal ini dipertegas pula oleh Samsung dan GSMArena dalam bahasan Spesification dan Review. Itu artinya secara fakta, perangkat Tablet 10”terkini besutan Samsung tidak dapat digunakan untuk menelepon.

Tapi tenang saja, itu tidak sepenuhnya benar kok. :p

Viber, bagi yang belum tahu dan sekedar mengingatkan, merupakan sebuah aplikasi yang dikembangkan oleh Viber Media Inc. secara khusus bagi para pengguna iPhone dan Android agar dapat menggunakan atau memanfaatkan fungsi telekomunikasi suara alias telepon dan juga Text Message atau Chat Messenger secara Gratis, dengan memanfaatkan koneksi jaringan data 3G atau WiFi. Sehingga, apabila pengguna sudah berlangganan paket data internet Unlimited, tidak lagi dibebankan biaya pulsa untuk melakukan komunikasi lewat Viber. Selengkapnya silahkan baca di tulisan sebelumnya.

Sayangnya, informasi yang saya baca lewat alamat resmi Viber Media Inc, bahwa perangkat Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500 rupanya tidak didukung atau tidak kompatibel dengan aplikasi yang dimaksud. Demikian pula ketika dicari lewat Android Market, aplikasi Viber tak jua ditemukan.

Kasus seperti ini sebetulnya pernah saya temukan  sebelumnya, yaitu ketika usai mempublikasikan tulisan tentang Viber pertama kali. Kalau tidak salah keluhannya sama dan dialami oleh seorang Droiders juga. Sekedar informasi, ponsel yang digunakannya itu adalah Sony Ericsson eXperia Mini Pro yang notabene rilis terbaru dan sudah mengadopsi OS GingerBread. Lantaran tak menemukan Viber di Market, saya mengirimkan aplikasinya lewat email kepada yang bersangkutan dan ternyata berhasil diinstalasi dan dijalankan dengan baik. Hanya saja jika diperbandingkan dengan kasus sekarang adalah, perangkat Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500 secara nyata memang tidak mendukung Voice Call.

Meski demikian, tidak ada salahnya juga apabila dicoba. Karena pertimbangan yang saya ambil sebelum memutuskannya adalah, adanya fitur Voice Memo dan Voice Searh yang artinya bahwa perangkat minimal memiliki Microphone untuk menerima jalur suara pengguna pada sisi badan perangkat.

Aplikasi Viber akhirnya saya unduh lewat halaman 4Shared, kebetulan pasca kasus eXperia, saya berinisiatif untuk menyimpan file aplikasinya di situs berbagi  file tersebut,  serta menyelipkan alamat link aplikasi pada salah satu paragraf tulisan kedua tentang Viber beberapa waktu lalu.

Usai proses pengunduhan dan instalasi, maka saatnya pengujian Aplikasi Viber dilakukan.

Pertama, Aplikasi Viber ternyata dapat berjalan dengan baik pada perangkat Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500. Fungsi penyesuaian Daftar Kontak teman yang menggunakan aplikasi Viber pun berhasil dilakukan, dan uji coba pengiriman pesan ke nomor ponsel yang saya gunakan tidak menemui kendala.

Kedua, saat menguji coba Voice Call dengan menghubungi nomor yang saya gunakan pada perangkat Android Samsung Galaxy Ace S5830, serta mengontaknya balik, hasilnya maknyus. Proses komunikasi rupanya dapat berjalan dengan baik, suara lawan bicarapun terdengar jelas dan jernih.

Berbekal dua kesimpulan awal diatas, sayapun kemudian berani mengambil sedikit kesimpulan bahwa selama perangkat Tablet (iPad maupun Android) menyediakan slot sim card untuk menunjang koneksi data penggunanya, walaupun di-klaim tidak mendukung Voice Call, minimal dengan memanfaatkan aplikasi Viber, Komunikasi suara tetap dapat dilakukan meskipun dengan cara lain, yaitu memanfaatkan layanan koneksi data.

Nah, siapa bilang kalo perangkat Tablet Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500 tidak bisa digunakan untuk menelepon ?

Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500, si Tipis nan Powerfull

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Seperti halnya ketika mendapati Acer Iconia S500 beberapa waktu lalu, pertemuan dengan gadget Tablet terkini buatan Samsung kali ini pun terjadi secara tidak sengaja. Seorang Atasan di kantor kebetulan menghubungi per telepon, meminta tolong untuk menginstalasi aplikasi Viber pada perangkat terbaru yang Beliau miliki. Sekedar informasi, beberapa bulan lalu aplikasi yang sama berhasil saya instalasi pada perangkat Samsung Galaxy Tab 7” dari pemilik yang sama.

Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500, merupakan salah satu Gadget berlayar lebar yang dirilis brand global ternama asal Korea, Samsung yang mengadopsi OS Android versi 3.1 HoneyComb,  sistem operasi yang memang dibuat dan dikembangkan secara khusus untuk dipergunakan oleh perangkat Tablet. Dengan besaran resolusi dan dimensi layar yang setara dengan perangkat Acer Iconia S500 (1024×800 pixel – 10”), Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500 tampak jauh lebih ringan untuk digenggam dengan satu tangan.

Tentu saja demikian bathin saya. Wong secara dimensi perangkat, Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500 kabarnya merupakan perangkat Tablet yang diklaim paling tipis didunia, selisih sedikit  dengan perangkat iPad 2 milik Apple yang mengadopsi sistem operasi iOS. Meskipun dibekali fisik yang tipis dan ringan, namun jangan pernah meragukan kemampuannya loh. Prosesor Dual Core 1 GHz plus 1 GB RAM siap dijajal untuk memenuhi kebutuhan penggunanya.

Mengingat perangkat ini mengadopsi OS yang sama dengan Acer Iconia S500, tidak banyak penyesuaian yang saya butuhkan ketika mencoba mengoperasikannya. Namun apabila diperbandingkan, ada beberapa fitur tambahan yang disematkan Samsung pada perangkat Galaxy Tab 10 GT-P7500 ini. Diantaranya tambahan Widget pada menu Personalisasi HomeScreen, yang jauh lebih banyak jenisnya serta beragam ukurannya. Hanya saja dari segi Inovasi, Samsung terbilang pelit dalam memberikan fungsi atau aplikasi tambahan seperti halnya Acer.

Dilihat dari segi Grafis yang diusung, layar yang tampak pada perangkat Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500 ini jauh lebih jernih dan terang ketimbang perangkat Acer. Sudah begitu, untuk tampilan Notifikasi dan Pengaturan yang ada di pojok kanan bawahpun, Samsung tampak mampu lebih kreatif dalam sajian penampilan sehingga tampak lebih menyegarkan mata. Namun, meski sudah mengadopsi prosesor jenis Tegra, saya tak melihat adanya aplikasi Tegra Zone games seperti yang dimiliki perangkat Acer Iconia S500. Mungkin itu sebabnya, beberapa games yang tampak pada layar menu bisa dikatakan cukup standar seperti Trilogy Angry Bird dan Wheels.

Untungnya, perangkat Samsung Galaxy Tab 10 GT-P7500 ini sudah memberikan keleluasaan pada penggunanya untuk terhubung dengan koneksi dunia maya, melalui slot Sim Card yang ada disisi bawah. Jadi tidak perlu susah-susah lagi mencari perangkat Hotspot kemana mana ataupun membeli Modem Wifi tambahan. Hanya saja, kemampuannya masih dibatasi hanya untuk memanfaatkan Koneksi Data dan Messaging saja. Lantas bagaimana dong dengan permintaan tolong si Atasan untuk menginstalasi Viber pada perangkat ini ?

Compare TabletPC support by Forsel and Sinyal Tabloid

13

Category : tentang TeKnoLoGi

Bukan tanpa alasan saya menurunkan tulisan komparasi/perbandingan beberapa TabletPC kali ini, tepatnya untuk didedikasikan pada semua teman yang bertanya sebelum membeli perangkat TabletPC yang rupanya beneran booming di tahun 2011 ini. Entah akan digunakan untuk menunjang pekerjaan secara mobile ataupun hanya untuk sekedar pamer gadget dan gengsi. It’s all yours.

Seperti halnya judul tulisan diatas, kali ini source yang saya gunakan adalah dua bacaan wajib yang saya dapat rekomendasikan pula kepada teman semua apabila ingin berbicara Gadget dan Teknologi dengan lebih baik. Majalah Forsel dengan Edisi Super Android April 2011 lalu dan Tabloid Sinyal dengan Edisi 120 10 Juni 2011 yang menurunkan Edisi TabletPC. Well, seperti halnya majalah InfoKomputer April 2003 jaman dulu yang menurunkan Edisi PDA Konvergensi, bisa dikatakan kedua Source diatas rupanya mampu mematahkan apa yang saya yakini sebelumnya dan mulai berpindah ke lain hati.

Yuk kita mulai.

Samsung Galaxy Tab 7”. Rp. 4,8 jt. Tahun Rilis Oktober 2010. OS : Android 2.2 Froyo. Layar 1024×600 pixel. Kamera belakang 3,2 MP depan (video call) 1,3 MP. Procie 1 GHz. RAM 512 MB. Internal 16 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support Voice dan SmS. Batere Li Po 4000 mAh. Galaxy Tab bisa dikatakan sebagai ikon TabletPC di negeri ini. Ukurannya yang kompak dan speknya yang mumpuni menjadikannya produk terlaris dan paling diburu sejauh ini. Apalagi didukung dengan Sim Card slot yang mampu membantu penggunanya terhubung ke dunia maya tanpa harus mencari Wifi Gratisan.

HTC Flyer 7”. Rp. 6,9 Jt. Tahun Rilis Juni 2011. OS : Android 2.3 GingerBread. Layar 1024×600 pixel. Kamera belakang 5,0 MP depan (video call) 1,3 MP. Procie 1,5 GHz. RAM 1 GB. Internal 32 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support SmS tanpa Voice. Batere Li Po 4000 mAh. Dibanding Galaxy Tab, diatas kertas Flyer jelas jauh lebih mumpuni, baik dari segi kecepatan, sistem operasi dan daya simpan. Secara harga yang ditawarkan, jelas bisa dianggap wajar. Sayangnya minus telepon, meski sudah sim card support.

Dell Streak 7”. Rp. 5,5 Jt. Tahun Rilis Februari 2011. OS : Android 2.2 Froyo. Layar 800×480 pixel. Kamera belakang 5,0 MP depan (video call) 1,3 MP. Procie 1,0 GHz Dual Core. Internal 16 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support SmS tanpa Voice. Batere Li Po 2780 mAh. Streak 7” sangat menggoda dari segi Procie Dual Core dan konektifitas 4G. Sayangnya Daya yang dibekali sangat minim. Khawatirnya menguras energi lebih cepat dari yang diharapkan. Apalagi dilihat dari tahun rilis, sistem operasinya masih setia pada Froyo.

Acer Iconia Tab A100 7”. Rp. -. Tahun Rilis Februari 2011. OS : Android 3.0 Honeycomb. Layar 1024×600 pixel. Kamera belakang 5,0 MP depan (video call) 2,0 MP. Procie 1,0 GHz Dual Core. RAM 512 MB. Internal 8 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support SmS tanpa Voice. Batere Li On 1530 mAh.Tidak banyak keistimewaan yang ditawarkan oleh Acer dengan perangkat 7” ini selain prosesor Dual Core. Minimnya kapasitas memory internal dan juga daya batere yang selayaknya ponsel, kemungkinan besar bakalan menjadi faktor yang tidak direkomendasikan untuk dipilih.

LG Optimus Pad 8,9”. Rp. -. Tahun Rilis 2011. OS : Android 3.0 Honeycomb. Layar 1280×768 pixel. Kamera belakang Dual 5,0 MP (salah satunya berfitur 3D) depan (video call) 2,0 MP 3D. Procie 1,0 GHz Dual Core. Internal 32 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support SmS tanpa Voice. Batere Li On 6400 mAh. Optimus Pad bisa jadi sangat menggoda melihat sistem operasinya yang memang diperuntukkan bagi perangkat TabletPC dan juga Procie Dual Core. Didukung pula oleh resolusi layar wide layaknya NoteBook dan tentu saja besaran daya plus dual kamera belakang. Sayangnya, ukuran layar tergolong tidak biasa alias 8,9”, yang artinya tidak sekompak 7” dan tidak seribet 10”.

iPad 3G 10” (9,7”). Rp. 7,5 Jt. Tahun Rilis Desember 2010. OS : iOS 4. Layar 1024×768 pixel. Tanpa Kamera. Procie 1,0 GHz Apple A4. Internal 64 GB. Tanpa memory Eksternal. Sim Card Support tanpa SmS dan Voice. Batere Li Po. iPad generasi pertama ini memang sangat fenomenal kemunculannya, baik dinegara luar maupun dalam negeri. Apalagi kalo bukan lantaran nama besar Apple yang berhasil dengan perangkat iPhone mereka. Sayangnya, dari segi ukuran layar bisa dikatakan sangat sulit untuk dibawa kemana-mana kecuali memang tujuannya untuk menarik perhatian teman dan sekitarnya. Dirilis dalam dua versi, Wifi dan 3G+Wifi.

iPad 2 3G 10” (9,7”). Rp. 9,0 jt. Tahun Rilis 2011. OS : iOS 4.3. Layar 1024×768 pixel. Kamera belakang dan depan (video call) VGA 0,7 MP. Procie 1,0 GHz Aplle A5 Dual Core. Internal 64 GB. Tanpa memory Eksternal. Sim Card Support tanpa SmS dan Voice. Batere Li Po. Perangkat iPad rilis kedua ini diklaim 30% lebih tipis dengan kecepatan akses yang jauh lebih baik. Dibekali kamera depan untuk video call tampaknya sudah cukup memuaskan penggunanya yang memang rindu dengan fitur 3G memanfaatkan aplikasi FaceTime. Seperti halnya iPad generasi pertama, iPad 2 pun Dirilis dalam dua versi, Wifi dan 3G+Wifi. Jadi jangan sampe salah pilih ya.

Motorola XOOM 10”. Rp. -. Tahun Rilis Januari 2011. OS : Android 3.0 Honeycomb. Layar 1280×800 pixel. Kamera belakang 5,0 MP depan (video call) 2,0 MP. Procie 1,0 GHz Dual Core. RAM 1 GB. Internal 32 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support SmS dan Voice. Batere Li On. Dirilis dalam tiga versi, GSM, CDMA dan Wifi only. Rilisnya dilakukan sengaja berbarengan dengan perangkat iPad 2 yang pada akhirnya mengecewakan para petinggi Motorola akibat penjualan yang tidak sesuai harapan (tertinggal jauh dengan iPad 2).

Samsung Galaxy Tab 10”. Rp. -. Tahun Rilis 2011. OS : Android 3.0 Honeycomb. Layar 1280×800 pixel. Kamera belakang 8,0 MP depan (video call) 2,0 MP. Procie 1,0 GHz Dual Core. Internal 32 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support SmS dan Voice. Batere Li On 6860 mAh. Galaxy Tab rilis kedua ini rupanya ingin menyaingi keberadaan iPad 2 yang sama-sama mengadopsi layar 10”. Berbekal kemampuan spek yang tidak jauh berbeda, Galaxy Tab 10.1 ini malah menawarkan kamera belakang 8 MP dan juga daya yang terbesar diantara TabletPC lainnya.

ViewSonic ViewPad 10 Pro 10”. Rp. -. Tahun Rilis 2011. OS : Dual OS : Windows 7 dan Android 3.0 Honeycomb. Layar 1024×600 pixel. Tanpa Kamera belakang, depan (video call) 1,3 MP. Procie Intel Atom 1,5 GHz (setara NetBook). RAM 2 GB. Internal 32 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support tanpa SmS dan Voice. Batere Li On 3500 mAh. Tawaran Dual OS-nya memang sangat menarik perhatian siapapun yang mengujinya. Terlepas dari Brand yang dikenal sebagai produsen layar perangkat PC tampaknya secara spek yang ditawarkan pun tak jauh beda dengan perangkat NetBook. Sayangnya, semua kelebihan diatas tidak diimbangi dengan besaran daya yang sepadan untuk sebuah perangkat TabletPC.

Asus EEE Pad Transformer 10”. Rp. -. Tahun Rilis Juni 2011. OS : Android 3.0 Honeycomb. Layar 1280×800 pixel. Kamera belakang 5,0 MP depan (video call) 2,0 MP. Procie 1,0 GHz Dual Core. RAM 1 GB. Internal 16 GB. Eksternal up to 32 GB. Tanpa dukungan Sim Card. Batere Li po. Satu-satunya yang menarik dari perangkat Asus EEE ini adalah disertakannya keyboard fisik dalam paket penjualannya, yang jika disambungkan, mampu mengubah tampilannya menjadi sebuah NoteBook. Itu sebabnya dinamakan Transformer. :p

Acer Iconia Tab A500 10″. Rp. 5,0 Jt. Tahun Rilis Mei 2011. OS : Android 3.0 Honeycomb. Layar 1280×800 pixel. Kamera belakang 5,0 MP depan (video call) 2,0 MP. Procie 1,0 GHz Dual Core. RAM 1 GB. Internal 32 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support tanpa SmS dan Voice. Batere Li Po 3260 mAh. Dirilis dalam dua versi memory internal yaitu 16 GB (4,2 Jt) dan 32 GB.

Dari sekian yang saya paparkan diatas barangkali hanya tiga TabletPC yang patut saya rekomendasikan sebagai pilihan, apabila Budget bukan lagi menjadi sebuah masalah. Pertama, HTC Flyer untuk perangkat 7”, Kedua ada iPad 2 bagi yang menginginkan perangkat bergengsi di kelas 10” dan Ketiga silahkan melirik Samsung Galaxy Tab 10.1 untuk perangkat yang powerfull. Sedangkan bagi yang memiliki BudGet terbatas, silahkan memilih Samsung Galaxy Tab 7” sebagai teman baru.

Mini Review iPad 2 (compare Samsung Galaxy Tab P1000)

17

Category : tentang TeKnoLoGi

Jarang-jarang bisa mendapatkan sebuah Gadget terkini untuk di-Review di blog www.pandebaik.com sejauh ini. Paling sering sih jauh sesudahnya bahkan bisa jadi ketika kehebohannya sudah mulai mereda. Tapi tidak untuk kali ini.

iPad 2. Siapa sih yang gag tau perangkat yang satu ini ? setelah sukses dengan pendahulunya, Apple di pertengahan tahun 2011 ini resmi meluncurkan perangkat tablet yang kabarnya jauh lebih cepat, lebih tipis dan tentu saja lebih dashyat secara multimedia dan terobosannya.

Pertama kali melihat video perkenalan perangkat iPad 2 yang dipaparkan the Founding Father Steve Jobs beberapa waktu lalu di portal penyedia video YouTube, bisa dikatakan sangat banyak fitur baru yang diperkenalkan di perangkat ipad 2 ini. Dari kabel converter yang memungkinkan pengguna untuk melakukan dua aktifitas sekaligus, smart cover yang secara otomatis mampu menonaktifkan fungsi layar saat ditutup sehingga menghemat daya, atau fitur Multimedianya yang memungkinkan beberapa pemusik mampu memainkan sebuah Live Concert hanya berbekalkan iPad 2. www.pandebaik.com beruntung bisa mendapatkan perangkat ini jauh lebih cepat dari perkiraan.

iPad 2 yang saya dapatkan, datang dengan Cover  kulit yang tadinya sempat saya kira malah dibungkus kardus. Kok aneh ya ? hehehe… tapi rasanya kok gak afdol kalo memegang perangkat iPad 2 harus bersama Cover kulit begitu. Maka jadilah untuk sementara covernya saya buka, dan benar, ketipisannya membuat saya gemetar akan kekwahatiran perangkat bakalan patah ketika saya genggam, saking tipisnya.

Kekaguman pertama yang hinggap dibenak saya adalah saat menjajal layar utama atau Homescreen, menggesernya kekanan dan kiri untuk mengakses halaman menu yang lain dan juga mencoba membuka salah satu menu yang ditampilkan. Jika dibandingkan dengan perangkat Android baik Samsung Galaxy ACE yang saya miliki ataupun Samsung Galaxy Tab yang beberapa waktu lalu sempat saya review pula, terlihat jelas perbedaan kelembutan sentuhan dan perubahan layarnya. iPad 2 jauh lebih soft dan menarik secara animasi dan responsif terhadap sentuhan jari.  Seperti halnya perangkat Android Premium, layar iPad 2 menggunakan layar Capatitive yang artinya pengguna dapat melakukan berbagai aktifitas dengan menggunakan kombinasi jari, dan bukan stylus. Selain itu, iPad 2 hanya memiliki halaman HomeScreen tanpa tambahan halaman Menu seperti halnya Android. Jadi semua aplikasi baik bawaan ataupun yang diunduh, akan secara otomatis tampil di halaman HomeScreen.

Uniknya, fitur Accelerometer yang disematkan mampu merotasi layar sesuai arah genggam si pengguna. Sehingga satu kali saya nyalakan dalam posisi terbalik (tombol home berada diatas layar), sayapun sempat kebingungan mencari tombol tersebut. Hehehe…

Resolusi layar yang digunakan termasuk besar atau standar desktop pc. 1024×768 pixel atau sedikit lebih besar ketimbang Samsung Galaxy Tab yang hanya 1024×600 pixel. Efek positifnya, pengguna dapat memanfaatkan layar yang lebih lapang (10”) untuk beraktifitas namun akan kesulitan dengan besaran perangkat yang cukup repot untuk ditenteng kemana-mana. Bagai membawa satu ubin besar ketimbang sebuah agenda.

Masuk pada Menu Pengaturan/Setting, pengguna dapat mengakses seluruh fitur Pengaturan baik yang ada dalam perangkat iPad 2 maupun aplikasi dari pihak pengembang dalam satu jendela. Ini jauh lebih memudahkan untuk melakukan kustomisasi perangkat dalam satu waktu.

Sayangnya saat menelesuri lebih jauh saya tak menemukan tombol Back/kembali untuk mengakses halaman sebelumnya. Tombol pilihan ini saya temukan hanya pada beberapa menu saja, sehingga bisa dikatakan sangat membingungkan dan dengan terpaksa menekan tombol Home untuk kembali ke halaman awal. Mungkin itu sebabnya produk iPad dan juga iPhone dikatakan tidak mampu melakukan aktifitas MultiTasking seperti halnya ponsel atau perangkat pintar lainnya.

Jika dahulu saya begitu mendewakan perangkat Android untuk soal dukungan pekerjaan, dengan terpaksa saya harus menarik ucapan tersebut kali ini. iPad 2 dengan bawaan Office Applicationnya ternyata mampu membaca format Microsoft Office Application baik versi 97 ataupun 2003. Beberapa format seperti doc, docx, xls, ppt maupun pdf dapat dibuka dengan baik pada perangkat ini.

Sayangnya apabila kembali diCompare dengan perangkat Tablet milik Android, ada 2 kekurangan yang saya temukan dalam Mini Review kali ini. Pertama, Ketiadaan slot SimCard yang memaksa pengguna untuk selalu mencari Hotspot gratisan terdekat hanya untuk berinteraksi dengan dunia maya atau malah beraktifitas dengan aplikasi yang membutuhkan koneksi data. Salah satu solusi yang bisa digunakan adalah dengan membeli perangkat Android murah yang mampu dimanfaatkan sebagai HotSpot portable. Tapi apa mau tuh, kalo musti beli perangkat Android lagi ?

Kekurangan kedua, berkaitan dengan ketiadaan slot SimCard adalah ketiadaan fitur Tethering alias mengubah perangkat menjadi Hotspot tadi. Jadi iPad 2 bisa dikatakan hanya berfungsi sebagai perangkat bagi pengguna dunia maya saja. Hehehe… Sedangkan efek lainnya dari ketiadaan slot sim card tentu saja, iPad tidak bisa digunakan untuk voice call dan sms. Cukup mengandalkan email dan Chatting saja.

Menengok App Store yang ada dalam perangkat iPad, bisa dikatakan fitur pengenalan setiap aplikasi/games yang ingin diunduh/dibeli jauh lebih informatif ketimbang Android Market. Ini bisa dimaklumi lantaran secara resolusi atau besaran layar memang jauh lebih baik. Mungkin untuk kategori ini kelak bisa disandingkan dengan perangkat Android 8,9” atau 10.1” milik Samsung Galaxy Tab terbaru.

Sayangnya, akibat minim waktu yang saya dapatkan untuk menjajal perangkat iPad 2, hingga si pemilik datang meminta kembali perangkat mantap keluaran Apple ini, saya belum jua menemukan cara untuk melakukan Transfer Data ke prangkat lain seperti Android ataupun NoteBook yang saya gunakan. Dengan terpaksa sayapun mencari akal lain yaitu memanfaatkan email untuk mengirimkan dua screenshot pada layar yang saya ambil sebagai bukti nyata. Minimnya waktu untuk melakukan Review lebih jauh, pula menjadikan alasan mengapa tulisan kali ini ini saya beri headline Mini Review iPad 2.

Ohya, sekedar informasi tambahan, untuk melakukan pengambilan gambar (ScreenShot) pada layar iPad 2 ini, bisa dilakukan dengan menekan tombol Home dan Power secara bersamaan, namun memang memerlukan sedikit kesabaran untuk mampu melakukannya dengan mulus.

Akhir tulisan, bagi rekan-rekan yang hingga kini masih bertanya-tanya tentang “lebih baik memilih perangkat iPad 2 atau Samsung Galaxy Tab sebagai Next Gadget”, silahkan memikirkan kembali sedikit Review saya diatas. Jika yang dibutuhkan itu adalah iMage dan  fitur Multimedia, saya sarankan pilih iPad 2, karena saya yakin banyak orang yang bakalan tertarik pada perangkat yang Anda tenteng dan gunakan di keramaian. Namun jika yang dibutuhkan itu adalah kemampuan berselancar di dunia maya kapanpun dimanapun dan tanpa bantuan perangkat apapun, termasuk masih menginginkan adanya fitur Voice Call atau pun sms, silahkan pilih Samsung Galaxy Tab P1000 dengan layar 7”. Karena kabarnya Samsung Galaxy Tab 10.1 yang kelak dirilis, bakalan meniadakan semua fitur diatas alias murni bersaing dengan iPad 2.

Well, semoga saja berguna untuk Mini Review iPad 2 kali ini. See You later…

 

Review Samsung Galaxy Tab GT-P1000

24

Category : tentang TeKnoLoGi

Hampir tidak ada hal yang istimewa ketika perangkat mantap buah karya brand ternama Samsung sampai ditangan saya Jumat pagi kemarin. Satu-satunya yang sempat mengingatkan kekaguman saya akan keindahannya adalah dimensi layar yang mencapai ukuran 7” seakan membuat perangkat Samsung Galaxy ACE S5830 yang begitu saya banggakan selama ini terlihat seperti sebuah mainan anak-anak.

Samsung Galaxy Tab GT-P1000.

Ketika untuk pertama kalinya saya menjajal secara langsung perangkat tabletPC berbasiskan Android ini di gerai Sellular World, jalan Teuku Umar Denpasar, saya sudah yakin bahwa Samsung Galaxy Tab bakalan menjadi yang terbaik dikelasnya. Dengan spesifikasi prosesor 1 GHz dan 16 GB Storage, ditambah daya sebesar 4000 MAh sepertinya sudah cukup untuk menggantikan perangkat NoteBook yang saya miliki meski tidak secara keseluruhan. Minimal, untuk kebutuhan Browsing di dunia maya atau hanya sekedar ber-Social Media, sudah bukan merupakan satu masalah lagi.

Layar lebar 7” yang diusungnya memang secara otomatis menyebabkan dimensi Samsung Galaxy Tab tergolong besar untuk ukuran manusia normal. Tapi untuk saya ? Pas banget. Malahan saat dipegang, membuat orang lain malah mengira kalo perangkat Samsung Galaxy Tab punya rilis baru 5”, hehehe…

Memang, jika dibandingkan dengan perangkat Samsung Galaxy ACE yang selama ini saya gunakan, tidak banyak hal baru yang saya temukan pada perangkat ini. Baik secara pengoperasian perangkat maupun aplikasi. Barangkali jika disandingkan, hanya ukuran layar dan tampilan iconnya saja yang terlihatjelas perbedaannya.

Meski begitu, setelah diuji dalam waktu singkat dan berusaha untuk lebih mendalam, barulah terlihat beberapa perbedaan antara perangkat Samsung Galaxy Tab dengan perangkat Samsung Galaxy ACE yang saya miliki ini.

Dilihat dari Menu Setting atau Pengaturan Wifi Tetheringnya, terdapat pemisahan fungsi antara MobileAP (mengubah perangkat Android menjadi Portable Hotspot secara free tanpa kabel) dengan USB Tethering (menjadikan perangkat Android sebagai modem khusus melalui kabel data). Hal yang kentara lainnya terlihat saat uji coba untuk menghapus serta menggandakan File melalui menu Myfiles. Jika pada perangkat Samsung Galaxy ACE, aktifitas tersebut dapat diakses dengan menekan file agak lama untuk memunculkan menu tambahan, tidak demikian halnya dengan perangkat Samsung Galaxy Tab. Ditekan berapa lamapun, menu yang diharapkan tak jua muncul. Namun jangan khawatir, untuk memunculkan menu yang dimaksud, tinggal menekan terlebih dahulu tombol virtual Pilihan yang terdapat layar bawah. Tampilan Pilihan akan berubah menjadi menu tambahan untuk fungsi Hapus, Copy ataupun Cut. Sedangkan tampilan files akan menambahkan tampilan kotak yang dapat dicentangkan disebelah kanan nama files.

Apabila dalam perangkat Samsung Galaxy ACE baik tampilan Menu dan Homescreennya hanya mampu menyajikan icon Grid 4×4, dengan layar lebar Samsung Galaxy Tab yang resolusinya mencapai 1024×600 pixel, mampu menyajikan Menu dengan icon grid 4×5 dan pada Homescreen dengan icon grid 5×5.

Ditilik dengan menggunakan Utility Elixir, dapat diketahui bahwa berkat sistem operasi Android versi 2.2 atau yang dikenal dengan istilah Froyo ini, memilah 16 GB kapasitas memory Internal menjadi 3 (tiga) Storage. Yaitu Storage untuk Aplikasi sebesar 2 GB, Storage untuk Games sebesar 2 GB dan Storage untuk data pribadi sebeasr 12 GB. Pembagian ukuran Storage untuk Aplikasi maupun Games, bagi saya pribadi sudah lebih dari cukup untuk mengunduh dan menampung puluhan Aplikasi dan Games yang disediakan Android Market.

Dengan besaran layar hingga 7” tentu saja aktifitas berinteraksi dengan dunia maya, baik itu untuk ber-Social Media, membaca berita ataupun untuk beraktifitas dengan Sistem SPSE/LPSE membuat mata menjadi jauh lebih nyaman ketimbang saat menggunakan perangkat Samsung Galaxy ACE S5830. Apakah ini artinya sudah saatnya untuk beralih ?

* * *

Bagi mereka yang sudah pernah mengalami mantapnya Android, apalagi dalam versi terkini seperti Froyo, saya rasa tidak akan banyak hal baru yang ditemukan dalam perangkat Samsung Galaxy Tab GT-P1000 ini, seperti halnya saya. Namun, Bagi mereka yang baru pertama kali bersua dengan Android apalagi dalam ukuran layar 7″, saya yakin akan banyak hal dan pengalaman baru  yang bisa dirasakan. Cobain deh…