WhatsApp Kawan ? Chat Lintas Ponsel Yuk ?

58

Category : tentang TeKnoLoGi

Bagi sebagian orang fitur BlackBerry Messenger atau yang dikenal dengan istilah BBM, rupanya masih merupakan satu daya tarik tersendiri ketimbang layanan lainnya. Itu sebabnya tingkat penjualan ponsel yang dikembangkan oleh Research In Motion (RIM) ini makin lama makin menanjak meski belum sedrastis peningkatan dua kompetitor besar iPhone dan Android.

Untuk bisa menggunakan Layanan Messenger yang dikelola secara khusus ini, seorang calon pengguna mutlak melakukan dua hal. Membeli handset atau ponsel BlackBerry dan tentu saja berlangganan paket internet BIS atau BlackBerry Internet Service. Sayangnya, tidak semua orang mampu menjangkau ponsel ataupun Handset yang di negeri ini keliatannya masih memegang image bergengsi ketika kedapatan memegang atau memilikinya.

Sekedar Informasi, beberapa kelebihan daripada fitur BlackBerry Messenger ini, selain dapat digunakan sebagai komunikasi dua arah yang melibatkan dua atau lebih pengguna, faktor kerahasiaannya pun dijamin oleh RIM. Itu sebabnya di beberapa negara, fitur BBM ini kerap ditenggarai sebagai ancaman bagi negara. Selain itu, seorang pengguna bisa bergabung dalam sebuah room/group yang sedang membahas satu topik khusus tanda ada batasan jumlah dan kemampuan. Kemampuan yang saya maksudkan disini adalah untuk berbagi cerita, informasi, foto, hingga video. Semua ini akan sangat bergantung pada keberadaan dan kemampuan koneksi  data yang digunakan. Lantas bagaimana jika seseorang tak mampu menjangkau harga sebuah ponsel BlackBerry termurah sekalipun ?

Gag usah khawatir. Gunakan saja WhatsApp.

WhatsApp merupakan sebuah aplikasi Messenger yang pada awalnya dikembangkan hanya untuk ponsel iPhone, yang dalam perkembangannya diperluas sehingga mampu digunakan pula pada ponsel bertipe Smartphone atau ponsel pintar lainnya. Dengan cara kerja yang sama, WhatsApp merupakan aplikasi Messenger yang menyerupai fitur BBM namun dapat digunakan secara Lintas Ponsel. Tidak harus membeli sebuah iPhone atau bahkan BlackBerry lagi.

WhatsApp yang hingga tulisan ini diturunkan, ternyata sudah dikembangkan hingga mencapai versi 2.6. itu artinya, WhatsApp sudah dikembangkan paling tidak dua tahun terakhir ini dan ironisnya, saya baru saja menyadari keberadaannya. Hehehe…

Keunikan aplikasi WhatsApp ini adalah ‘tidak memerlukan proses Registrasi ataupun pendaftaran, yang biasanya menggunakan alamat Email atau Nama pengguna sehingga seorang calon pengguna awampun dijamin bisa menggunakannya. Yang diperlukan disini hanya satu. Koneksi Data.

Seperti yang pernah saya jelaskan beberapa waktu lalu, sebuah Ponsel berbasis Android mutlak membutuhkan koneksi data dalam pengoperasiannya, sehingga kemudian aplikasi WhatsApp ini tidak jauh berbeda dengan aplikasi Messenger lainnya seperti Yahoo Messenger, GTalk, ICQ ataupun FaceBook Chat yang menumpang pada koneksi data yang yang sudah ada. Ketiadaan proses Regstrasi yang barangkali tidak semua orang mampu menggunakannya, digantikan dengan memanfaatkan nomor ponsel sebagai pengganti akun. Yap, cukup hanya dengan Nomor Ponsel.

Ketika Aplikasi ini telah selesai diinstalasi pada ponsel, WhatsApp secara otomatis akan medeteksi seluruh nomor ponsel yang ada dalam daftar kontak yang dimiliki, nomor mana saja yang telah menginstalasi aplikasi WhatsApp dalam ponselnya. Sehingga kita bisa dengan mudah melakukan aktifitas Chat ataupun berbagi informasi dengan teman tanpa harus melakukan Add Friend, Add PIN ataupun Invite.

Dikarenakan WhatsApp memanfaatkan koneksi data, maka ada kemungkinan bahwa setiap pengguna BlackBerry yang hanya berlangganan BIS paket hemat yang notabene tidak mencakup kemampuan untuk melakukan Browsing ataupun email (hanya BBM dan FaceBook saja), akan dikenai biaya tambahan untuk setiap koneksi data yang dilakukan. Namun bagi mereka yang sudah menggunakan paket data internet Unlimited, biaya tersebut tidak dikenakan lagi alias Gratis.

Meski demikian, sebuah aplikasi yang baru saja dikembangkan tentu memiliki beberapa keterbatasan atau bisa jadi kemudian disebut sebagai kelemahan atau kekurangan. Untuk penggunaan tahun pertama, pengguna tidak akan dikenai biaya apapun alias Free namun tetap dengan kemampuan berbagi yang tidak dibatasi oleh Kuota. Begitu masuk tahun kedua, pengguna diharapkan membeli lisensi aplikasi dengan harga $2 saja atau sekitar 20ribuan kira-kira untuk bisa melanjutkan penggunaan aplikasi. Bayangkan apabila dibandingkan dengan biaya bulanan berlangganan Paket BIS pada BlackBerry.

Kelemahan atau kekurangan kedua adalah keterbatasan kemampuan memasukkan teman dalam sebuah Room atau Group. Dari informasi yang saya dapatkan, untuk saat ini maksimal teman yang dapat disertakan dalam sebuah Room atau Group Chat adalah 11 orang. Semoga dalam waktu dekat saya bisa melakukan pengujian lebih jauh.

Kelemahan atau kekurangan ketiga adalah, meskipun aplikasi ini dapat digunakan secara lintas Ponsel, tidak terpaku pada satu brand dan hanya mengandalkan nomor telepon yang bersangkutan, kemampuan instalasinya sejauh ini hanya berlaku untuk ponsel bertipe Smartphone atau yang memang mengadopsi Sistem Operasi. Dari iPhone, BlackBerry, Android hingga Symbian. Ini artinya bagi mereka yang memiliki ponsel yang tidak masuk dalam kategori SmartPhone seperti ponsel  dari brand lokal atau China yang masih berbasis Java ataupun Nokia tipe S40 seperti seri C3, tidak akan mampu menggunakan aplikasi WhatsApp. Kendati demikian, bukankah setahun terakhir yang namanya ponsel berbasis Android dan pula Symbian 60 sudah ada yang ditawarkan pada kisaran harga 1,5 juta rupiah dalam kondisi baru ?

Menariknya fitur yang ditawarkan oleh WhatsApp bagi mereka yang masih menghobikan Messenger, bisa menjadi satu pilihan baru ASALKAN yang namanya koneksi data bukan lagi satu masalah besar. Apalagi kini sudah ada promosi paket dataplan dari beberapa operator besar dengan biaya yang terjangkau. Jadi, kenapa gag dicoba saja ?

Chat lintas ponsel yuk ?

 

Android, Setia Menggoda Nokia

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Tidak dipungkiri bahwa keberadaan sistem operasi Android yang awal tahun lalu masih terlihat disepelekan oleh banyak kalangan, kini terlihat makin meraksasa berkat dukungan sang empunya Google.

Bayangkan saja, dibandingkan dengan sistem operasi lainnya, bisa dikatakan jumlah vendor atau brand yang mengadopsinya dalam setiap rilis ponsel mereka, nyaris sama banyaknya dengan sistem operasi Windows Mobile tiga tahun lalu. Terhitung vendor ataupun brand ternama seperti Google, HTC, Sony Ericsson, Motorola, Samsung, LG, Acer, Garmin, Asus hingga brand dari ponsel China seperti Nexian dan IMO, secara berkala merilis setiap seri Smartphone mereka lengkap dengan beragam rilis Android.

Demikian halnya dengan pengembangan sistem operasinya sendiri. Meskipun tergolong baru, Android terakhir telah merilis secara resmi versi 2.3 GingerBread, yang kabarnya jauh lebih cepat dan lebih baik (bukan mendompleng jargon capres kita loh) dibandingkan versi sebelumnya. Demikian pula dengan keberadaan fungsi Routernya, yang mampu membagi koneksi Android dengan perangkat gadget lainnya.

Tumbuh kembangnya Android disepanjang tahun 2010, kabarnya membuat gerah sang raja ponsel tanah air, Nokia, yang harus rela membagi sekian persen kue konsumen untuk si robot hijau. Meski demikian, tampaknya Nokiapun masih berusaha merebutnya kembali dengan merilis (tepatnya mengganti nama) sistem operasi terbaru mereka yang lebih banyak mengadopsi input layar sentuh, Symbian ^3. Terhitung ada lima seri terbaru yang mereka keluarkan di penghujung akhir tahun 2010 lalu, di berbagai kelas pasar.

Keberadaan Android di tahun 2011 ini, saya yakin bakalan menjadi ancaman pula bagi sistem operasi lainnya dan juga brand ternama yang masih setia mengadopsi sistem operasi miliknya sendiri seperti Nokia dengan Symbian dan MeeGo-nya, BlackBerry dan juga iPhone. Apalagi kabarnya di tahun ini, Android bakalan secara berkala melakukan upgrade rilis sistem operasi dalam waktu enam bulan sekali. Terhitung sudah ada beberapa bakal penamaan untuk rilis versi sistem operasi Android berikutnya. HoneyComb, Ice Cream dan Jelly Bean.

Jika Nokia, BlackBerry ataupun Iphone tak mau tersandung oleh Android, sudah saatnya mereka berbenah untuk menjadi lebih baik lagi.

Kita tunggu saja.

Memperbaharui Tampilan Ponsel dengan Theme

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Usia ponsel sepertinya tidak dapat digunakan sebagai tolok ukur untuk menggantinya dengan rilis yang baru, mengingat ponsel lama terkadang jauh lebih tahan banting ketimbang keluaran terkini. Ketika kondisinya masih dapat digunakan dengan baik, untuk membuatnya menjadi seperti baru ada 3 (tiga) opsi yang dapat saya sarankan untuk dicoba.

Melakukan Upgrade sistem operasi atau Update firmware ponsel secara online seperti yang pernah saya tuliskan sebelumnya untuk mempercepat kinerja ponsel, mengganti chasing dengan buatan original atau bahkan bentuk dan warna yang dikustomisasi untuk memperbaharui fisik ponsel dan terakhir menggunakan Theme atau Tema untuk memperbaharui tampilan layar ponsel.

Opsi terakhir ini dapat dijadikan pilihan apabila pengguna tidak banyak memiliki pengetahuan terkait teknologi ponsel (untuk melakukan Upgrade dan Update secara online) termasuk pula biaya (untuk membeli chasing original tipe-tipe tertentu). Tema atau Theme biasanya secara default sudah tersedia pada Pengaturan Tampilan masing-masing ponsel. Hanya saja bagi yang menginginkan tampilan sedikit berbeda dengan milik teman, tema ponsel dapat dicari secara online di dunia maya. Unduh atau download kemudian masukkan (copy) kedalam ponsel dan lihat hasilnya.

Mobile9 dapat dijadikan salah satu rujukan. Merupakan salah satu penyedia tema atau Theme yang bersifat universal, hampir untuk seluruh brand mapan (tidak disarankan untuk ponsel lokal atau China). Tak hanya Theme, situs Mobile9 menyediakan pula galeri gambar wallpaper, ringtone bahkan aplikasi yang dapat membantu penggunanya beraktifitas lebih banyak dan beragam serta memberikan sentuhan baru pada ponsel yang masuk dalam kategori lama atau lawas.

Apabila ingin yang lebih spesifik atau mengkhusus, pengguna ponsel Nokia yang mengadopsi sistem operasi Symbian, dapat menyasar alamat Symbian Themes untuk mendapatkan rilis tema terbaru. Saya pribadi mendapatkan tema iPad dan juga tema Nokia seri C dan X dari alamat ini, yang ketika dicoba pada ponsel N73 jadul, jadi makin betah makenya. Dibandingkan dengan Mobile9 , satu file tema yang disediakan Symbian Themes lebih kompatibel apabila digunakan dalam ponsel Nokia yang berbeda. Baik berlayar 240×320 pixel portrait, 320×240 landscape atau touchscreen layar sentuh.

Ngomong-ngomong layar sentuh, pengguna Windows Mobile Pocket PC versi lama (2003, 5.0 dan 6.1) dapat menyasar alamat WM6 Themes, yang menyediakan beragam tema menarik untuk dicoba. Namun bagi yang benar-benar ingin terlihat beda, manfaatkan saja aplikasi SPb Mobile Shell yang mampu mengubah tampilan jauh lebih fresh. Terkait penggunaan aplikasi ini, silahkan baca kembali tulisan lama saya perihal PocketPC rasa Sony Xperia, Samsung Omnia atau HTC Diamond ?

Sedang bagi mereka yang menggunakan ponsel bersistem operasi Windows Mobile lama versi non layar sentuh atau yang dikenal dengan istilah Smartphone, silahkan mencoba alamat smartphoneforyou yang menyediakan beragam tema baik yang dapat digunakan dengan cara default maupun dengan bantuan aplikasi tambahan seperti Façade. Saya pribadi sempat mencoba aplikasi ini dan kemudian mencoba beberapa tema yang ditawarkan. Hasilnya sangat memuaskan.

Mengetahui Sistem Operasi pada Ponsel Pintar bagian 1

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Ponsel pintar belakangan kian digemari oleh sebagian masyarakat Indonesia yang mulai bosan dengan keterbatasan kemampuan ponsel yang dimiliki sebelumnya. Banyak alasan yang dikemukakan, mulai dari keperluan akan penunjang pekerjaan kantoran, terima kirim email, ataupun beraktifitas lainnya secara mobile. Untuk mendukung alasan tersebut sebuah ponsel pintar tak hanya mengandalkan otak prosesor yang disematkan didalamnya tapi juga sebuah sistem operasi.

Secara pengertian awam dalam konteks manusia, sistem operasi itu dapat saya gambarkan sebagai jenjang pendidikan lanjutan yang sudah mulai terfokus pada berbagai bidang pembelajaran secara mengkhusus. Semua manusia memiliki otak yang mampu menyerap berbagai kemampuan namun tidak semua memiliki jenjang pendidikan tersebut. Jenjang pendidikan ini mutlak diperlukan apabila manusia yang bersangkutan menginginkan kemampuannya dapat berkembang secara luas. Dalam konteks ponsel penambahan kemampuan ini diartikan sebagai penambahan aplikasi yang dapat memberikan kemampuan atau fungsi tertentu diluar kemampuan dasarnya.

Dalam dunia ponsel ada berbagai macam sistem operasi yang disematkan kedalam sebuah ponsel pintar. Mulai dari Symbian 60, Symbian 80, Symbian UIQ, Windows Mobile, Palm, Linux, Android hingga terkini yang digunakan oleh iPhone dan tentu saja BlackBerry. Beragamnya jenis sistem operasi agaknya cukup menyulitkan konsumen dalam memilih lantaran masing-masing menawarkan berbagai keunggulan tersendiri. Namun keunggulan itu tetap membutuhkan penyesuaian kemampuan dari penggunanya agar dapat berfungsi secara optimal.

Sistem operasi yang digunakan pada iPhone misalnya. Tak ada yang meragukan kemampuan input pada layar sentuhnya. Cukup dengan menggunakan jari tangan, berbagai fungsi tap, hold, drag, rotate dsb dapat dilakukan dengan mudah. Bahkan teknologi ini membuat para pesaingnya berlomba-lomba menciptakan inovasi sejenis. Tak hanya itu, penampilan layar aktifnya pun membuat banyak vendor mendadak menjadi plagiat, ikut-ikutan mengadopsi tampilan icon yang stylish tersebut. Namun dibalik keunggulannya, sistem operasi yang digunakan iPhone ini jauh lebih ribet ketimbang lainnya. Tidak dapat melakukan copy paste (entah itu berupa teks maupun file) adalah salah satu kekurangannya. Meski hal ini sudah mulai disempurnakan pada sistem operasi rilis terakhir namun rupanya alasan mengapa mereka menerapkan hal itu adalah untuk mencegah pembajakan hak cipta.

Berbeda lagi dengan sistem operasi Symbian yang sepertinya lebih identik dengan vendor besar Nokia. Namun sebenarnya tak hanya Nokia saja yang menggunakannya, Samsung bahkan Sony Ericsson pun ikut serta ambil bagian. Sistem ini sebenarnya dibagi lagi menjadi beberapa versi yaitu Symbian 60 1st 2nd dan 3rd edition yang biasanya digunakan pada ponsel pintar tanpa fitur layar sentuh, 5th edition untuk yang berlayar sentuh, Symbian 80 untuk tipe Communicator dan tentu saja UIQ, varian yang digunakan pada ponsel Sony Ericsson seri P. Symbian dikenal lantaran penggunaannya yang user friendly. Dengan pola grid 3×4 pada Menu dapat dikustomisasikan sesuai keinginan pengguna. Apalagi ada ribuan pengembang aplikasi yang siap mendukung sehingga fungsi-fungsi tertentu seperti mobile office, GPS, pembaca digital hingga signature code-pun dengan mudah dapaat digunakan. Apabila terjadi kerusakan secara software, masing-masing vendor telah menyediakan layanan upgrade firmware secara online yang dapat dilakukan oleh seorang pengguna end user sekalipun.

Windows Mobile kini bukan lagi menjadi trend sistem operasi mutlak sebuah ponsel pintar. Namun kompabilitasnya terhadap sebuah PC tak lagi diragukan. Mulai dari office, email hingga aplikasi utility tertentu sudah tersedia dalam dua versi, PC dan mobile. Sayangnya seperti halnya sebuah PC, bagi pengguna yang baru berkenalan dengan sistem operasi Windows Mobile bisa jadi merupakan sebuah mimpi buruk. Karena baik penggunaan maupun pengoperasiannya sama persis, demikian juga dengan opsi pilihan atau kustomisasi yang harus melewati Control Panel. Sialnya lagi, tidak adanya dukungan terhadap Bahasa Indonesia, jikapun ada terjemahannya yang didapatpun agak aneh dan malah semakin menyulitkan untuk dimengerti. Tetikus (mouse) atau Sur-EL (surat elektronik/email) adalah salah duanya. Namun bagi sudah familiar dengan Windows PC saya yakin tidak akan menemui banyak kesulitan. Sistem operasi ini dibagi menjadi 2 (dua) peruntukan yaitu Standard Edition (untuk ponsel pintar tanpa layar sentuh) dan Professional Edition (untuk PDA berlayar sentuh).

Lantas bagaimana dengan sistem operasi lainnya seperti Palm, Linux, BlackBerry atau Android ? juga sistem operasi terbaru dari vendor besar Nokia ? tunggu tulisan saya selanjutnya.

Symbian 60 Device Simulator Development

Category : tentang TeKnoLoGi

Kecewa dengan iPhone BT, animasi (bukan aplikasi) simulator iPhone yang diperuntukkan bagi pengguna sistem operasi Windows membuat saya tak lagi begitu penasaran untuk mencoba sistem operasi lain yang biasa digunakan sebagai platform sebuah ponsel. Namun untuk menjaga kontinuitas percobaan, kali ini saya mencoba menjajal Symbian 60 yang identik dengan ponsel Nokia seri smartphone. Adapun Symbian yang berhasil saya unduh (download) adalah Symbian 60 1st Edition dan 2nd Edition.

Symbian 60 1st Edition merupakan sistem operasi rilis pertama yang digunakan oleh ponsel-ponsel Nokia bertipe Smartphone sekitaran tahun 2003 lalu. Nokia 7650, 3650, 3660 dan kedua seri N-Gage merupakan ponsel yang mengadopsi platform tersebut. Ciri-ciri yang paling kentara secara default adalah belum didukung oleh fitur Thema dengan memori internal yang minim. Kisaran 3-4 MB kalo gak salah.

Symbian 2nd Edition merupakan penyempurnaan rilis sebelumnya yang kemudian sudah mendukung fitur Thema sehingga pengguna ponsel yang mengadopsi platform ini sudah mampu mengganti tampilan layar maupun menu ponsel sesuai keinginan mereka. Adapun beberapa seri yang dirilis adalah Nokia 6600, 3230, 6670, 6680, 6681 dan 7610.

Untuk file instalasi Symbian 60 1st Edition Device Simulator Development dapat diunduh dalam bentuk terkompresi berformat zip dengan ukuran 101 MB, sedangkan Symbian 60 2nd Edition berukuran 152 MB dari web site resmi milik Nokia. Setelah instalasi masing-masing akan menghabiskan space hard disk sebesar 300-400 MB per Edition.

Secara pengoperasian Menu dan sub menu yang ada didalamnya apabila dibandingkan dengan BlackBerry Device Simulator Development atau Windows Mobile 6.5 Device Simulator Development, untuk Symbian 60 ini bisa dikatakan kurang memuaskan lantaran ada beberapa Menu yang tidak bisa diakses seperti Tools/Pengaturan yang memegang peranan paling besar dalam sistem operasi ini. Sebaliknya apabila disandingkan dengan iPhone BT, jelas jauh lebih baik.

Hal ini bisa dimaklumi mengingat kemampuan dasar dari sebuah aplikasi Device Simulator Development adalah untuk melakukan pengujian terhadap aplikasi tambahan yang dibuat oleh para pengembang, apakah dapat berjalan sesuai harapan atau tidak. Kendati demikian beberapa fitur yang dimiliki oleh masing-masing rilisan tetap dapat digunakan sebagaimana biasa seperti Messaging, Notepad hingga Kamera yang kemudian memanfaatkan fitur Web Cam sebagai pengujiannya.

Entah disengaja atau tidak, lemotnya pengoperasian platform ini ternyata terjadi juga saat tindakan untuk mengakses fitur atau menu dilakukan. Mirip device aslinya. Hehehe…

Memperbaharui Sistem Operasi Ponsel Windows Mobile 2003 (Pocket PC)

51

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya perihal pembaharuan sistem operasi pada ponsel terutama yang mengadopsi Windows Mobile 2003, pada tulisan kali ini akan saya lanjutkan dan jelaskan cara pembaharuan pada tipe atau jenis Pocket PC, tipe yang sudah memiliki fitur layar sentuh.

Sama halnya dengan ponsel/PDA Windows Mobile yang merupakan tipe atau jenis Smartphone, langkah paling pertama yang harus dilakukan adalah mengunduh (download) file ROM (installer sistem operasi) untuk jenis ponsel/PDA yang dimiliki. File bisa didapatkan melalui forum XDA Developer yang sudah terbagi dalam jenis atau tipe ponsel yang berbeda, tergantung pada kode nama pabrikan yang disandang oleh ponsel/pda tersebut.

Ada dua PDA yang sudah pernah saya coba terapkan, yaitu Audiovox PPC 6700 yang memiliki keyboard QWERTY saat layar utama digeser ke arah samping, berjalan pada frekeunsi CDMA dan O2 XDA Atom yang memiliki bentuk jauh lebih kecil ketimbang Audiovox tadi berjalan pada frekuensi GSM. Untuk Audiovox memiliki kode nama HTC Apache yang ternyata tidak memiliki varian nama lain, demikian pula O2 yang ternyata menyandang kode nama sama dengan serinya, yaitu Atom.

File ROM Audiovox dibagi menurut jenis operator yang digunakan. Perlu diketahui bahwa seri Audiovox ini tidak beredar secara resmi di Indonesia, bisa diketahui dari ragam file ROM yang disediakan. Besaran filenya kurang lebih sekitar 64,4 MB dan apabila di-extract terbagi menjadi 8 buah file, salah satunya merupakan file yang dapat dieksekusi (ROMUpgradeUt.exe).

UpGrade PPC Audiovox

File ROM milik O2 XDA Atom berukuran sekitar 43,5 MB yang apabila di-extract akan melonjak menjadi 84,9 MB, terbagi menjadi 7 buah file , salah satunya merupakan file yang nantinya dapat dieksekusi (DSUU.exe).

UpGrade PPC O2

Langkah berikutnya adalah mengkoneksikan device (ponsel/PDA) dengan PC melalui kabel data atau docking (desktop charger), menggunakan bantuan aplikasi Microsoft Activesync. Usahakan daya batere yang dimiliki sebelum memulai proses upgrade ROM, minimal kisaran 40 %, alangkah lebih baik berada pada titik penuh.

Buka file berekstensi exe yang berada dalam folder file ROM seperti yang saya sebutkan sebelumnya, klik next dalam setiap tahapan yang dipinta. Proses upgrade akan berlangsung sekitar 20-30 menit dan seperti halnya ponsel bertipe Smartphone (pada tulisan sebelumnya), proses ini tidak memerlukan atau bergantung pada koneksi internet. Begitu proses selesai, lakukan tindakan Soft Reset dengan menekan stylus pada lubang kecil di bagian bawah PDA. Silahkan lihat perubahannya.

o2-xda-atom-wm-6-300x201

Bagaimana ? masih takut untuk mencobanya ?

Memperbaharui Sistem Operasi Ponsel Windows Mobile 2003 (Smartphone)

11

Category : tentang TeKnoLoGi

Salah satu kelemahan terbesar dari ponsel ataupun PDA yang masih mengadopsi sistem operasi Windows Mobile 2003, baik itu yang termasuk golongan smartphone (tanpa layar sentuh) ataupun pocket pc (dengan layar sentuh) adalah kehilangan data pada saat daya batere mencapai titik terendah. Data yang dimaksudkan meliputi daftar nama kontak, sms, email, agenda jadwal hingga dokumen yang tersimpan dalam memori ponsel atau pda.

Untuk mengatasi kehilangan data secara permanen, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melakukan backup data baik menggunakan fitur aplikasi yang sudah tersedia maupun dengan bantuan aplikasi pihak ketiga, Spb Backup. File backup tersebut dapat disimpan pada memori luar (eksternal) dan dapat di-Restore kembali untuk mengembalikan data ketika daya batere sudah terisi kembali. Sayangnya cara ini memerlukan ketelatenan untuk melakukan backup secara berkala, dengan tujuan agar data yang dibackup merupakan data terbaru.

Ketimbang kerepotan begitu, saya menyarankan untuk melakukan pembaharuan sistem operasi Windows Mobile dari rilis 2003 menjadi rilis 5.0 ataupun 6.0. Secara kinerja dan performance tidak ada perbedaan mencolok yang ditunjukkan oleh Windows Mobile 5.0 ataupun 6.0. Hanya secara default, visual Windows Mobile 5.0 memiliki warna dasar biru tua sedangkan rilis 6.0 memiliki warna dasar hijau tua. Kelebihannya pun sama saja, yaitu ponsel tidak akan mengalami kehilangan data ketika daya batere mencapai titik terendah seperti sebelumnya. Dijamin. Hehehe…

Seperti yang pernah saya terangkan sebelumnya, sistem operasi Windows Mobile terbagi atas dua jenis, yang tanpa layar sentuh atau dikenal dengan istilah Smartphone dan yang menggunakan layar sentuh atau yang dikenal dengan istilah Pocket PC. Beda jenisnya, beda pula cara upgrade sistem operasinya. Pada tulisan ini, saya prioritaskan untuk ponsel yang tidak menggunakan layar sentuh atau jenis Smartphone.

HTC AMadeus

Langkah pertama tentu saja mengunduh file ROM (installer sistem operasi) untuk ponsel yang dimiliki, bisa didapatkan melalui forum XDA Developer yang sudah terbagi dalam jenis atau tipe ponsel yang berbeda, tergantung kode nama pabrikan yang digunakan ponsel tersebut. Kebetulan untuk ponsel yang saya miliki (O2 Xphone iim) menggunakan kode nama HTC Amadeus, yang memiliki varian serupa dengan T-Mobile SDA Music dan Qtek 8100. Didalam file tersebut terdapat 4 file inti yaitu ROM dalam bentuk file berekstensi bin, dua file dalam format txt dan file aplikasi mtty.exe. Apabila sudah, pindahkan file ROM  berekstensi bin tersebut ke C:\ dan ubah namanya menjadi wm5.bin atau wm6.bin.

Buka aplikasi Microsoft Activesync dan disabled USB Connection yang terdapat pada Connection Setting. Pastikan daya batere ponsel dalam keadaan penuh lalu matikan dan cabut kabel data USB dari PC. Proses upgrade sudah siap dilakukan.

Tekan dan tahan tombol kamera yang terdapat disisi kanan ponsel, sambungkan ponsel dengan PC menggunakan kabel data. Ketika layar ponsel menampilkan tulisan “Need an UI (0)?”, tekan tombol 0 secepatnya. Background layar akan berubah dari warna hitam menjadi tiga warna, Hijau, Biru dan Merah.

Buka aplikasi mtty.exe dan pilih tombol USB, layar akan menampilkan kotak prompt putih dan ketikkan “l c:\wm5.bin” tanpa tanda petik. Yang perlu diperhatikan adalah harus diketik, tidak boleh di-copy paste. Untuk wm5.bin sesuaikan dengan perubahan nama file yang telah dilakukan sebelumnya. Tekan Enter dan tunggu hingga selesai. Proses biasanya akan berlangsung sekitar 15-20 menit. Berbeda dengan ponsel Symbian yang mengharuskan proses dilakukan secara Online, proses pembaharuan sistem operasi Windows Mobile dilakukan secara offline alias tidak memerlukan atau bergantung pada koneksi internet.

Apabila proses ‘Flashing’ sudah selesai, masih dalam layar kotak prompt yang sama, ketikkan (bukan copy paste) “ResetDevice”  tanpa tanda petik, dan tekan Enter.  Ponsel akan melakukan Restart dan lihat hasilnya.

Untuk tipe ponsel yang saya miliki, setelah proses upgrade selesai ada satu langkah instalasi lagi yang harus dilakukan yaitu instalasi driver kamera 0,3 megapixel. Jika ini tidak dilakukan, maka tombol shortcut yang digunakan untuk mengakses kamera tidak dapat berfungsi dengan normal dan menampilkan tulisan ‘error.

Bila disandingkan dengan sistem operasi sebelumnya (Windows Mobile 2003), ada beberapa penambahan fitur atau shortcut yang ditampilkan pada Start Menu-nya. Meliputi Storage data, Celetask (pengganti task manager, yang dapat pula digunakan sebagai utility pembersih memory, cache dan pemeriksaan sisa daya batere) dan juga pengaturan visual layar today-nya.

o2-xphone-iim-wm-6-300x127

Untuk meyakinkan bahwa ponsel tidak akan kehilangan data pada saat daya batere mencapai titik terendah, bisa dilakukan dengan mendiamkan ponsel hingga mati sendiri (perlu waktu 2-3 hari) atau menggunakan ponsel secara terus menerus (perlu waktu 4 jam atau sesuai daya standby ponsel).

Bagaimana ? tertarik untuk mencobanya ?

Memperbaharui Sistem Operasi Ponsel Symbian

9

Category : tentang TeKnoLoGi

Rata-rata keluhan pengguna ponsel yang mengadopsi sistem operasi Symbian seperti halnya Nokia adalah kinerja dan performance ponsel yang lambat. Hal ini berlaku bagi ponsel keluaran sebelum tahun 2008/2009. Bisa dimaklumi sebenarnya, karena rilis ponsel ketika itu belum mengadopsi prosesor dengan kecepatan tinggi seperti halnya sekarang. Katakanlah seri multimedia N70, N73, N80 atau N90.

Ketika ponsel sudah berumur satu dua tahun atau lebih, kinerja tersebut akan secara otomatis menurun seperti halnya penggunaan PC. Tak heran apabila pengguna ponsel lebih memilih untuk menjualnya dengan seri terkini, padahal hingga saat ini seri yang disebutkan diatas masih menjadi pilihan favorit untuk dimiliki.

Untuk mengembalikan kinerja dan performance ponsel, sebetulnya ada cara gampang yang bisa dilakukan yaitu me-reset ponsel kembali ke pengaturan semula (pabrikan) atau yang lebih dikenal dengan istilah Hard Reset. Tindakan ini sudah pernah saya tulis sebelumnya. Bagi yang blom pernah membacanya silahkan lihat disini.

Selain tindakan hard reset diatas, sebetulnya saat ini Nokia sudah menyediakan layanan secara online untuk memperbaharui sistem operasi ponsel yang digunakan dan dapat dilakukan secara personal. Tindakan ini dikenal dengan nama ‘Flashing’. Pembaharuan ini hanya berlaku untuk peningkatan versi Firmware pada sistem operasi yang sama, dan tidak berlaku untuk peningkatan versi sistem operasi.

Maksud kalimat saya diatas adalah bagi yang memiliki ponsel N73 misalnya, dikenal mengadopsi sistem operasi Symbian 60 3rd Edition. Jadi yang di-perbaharui adalah versi Firmwarenya menjadi rilisan yang terbaru. Pembaharuan tidak bisa dilakukan apabila ingin mengubah versi sistem operasi ke 5th Edition (Nokia 5800 XM), karena jeroan masing-masing ponsel berbeda, tidak dapat mengadaptasi versi sistem operasi yang berbeda.

Caranya yaitu pengguna diwajibkan mengunduh (download) terlebih dahulu file Nokia Software Updater Setup_en.exe (23,3 MB) dari web site resmi Nokia, dengan memilih seri/jenis ponsel yang dimiliki. Berdasarkan informasi yang saya baca, untuk satu file bisa digunakan untuk beragam seri ponsel yang memiliki kesamaan versi sistem operasi. Misalkan saja file yang diperuntukkan bagi Nokia N73, kompatibel dan dapat digunakan pula untuk ponsel seri N, seri E, eXpressMusic, Supernova, Navigator, Slide, Fold juga Classic.

Apabila file sudah selesai diunduh, pastikan daya batere ponsel dalam kondisi penuh, untuk mengantisipasi jangka waktu upgrade Firmware yang nantinya akan dilakukan secara online. Jangka waktu ini akan tergantung pada kecepatan koneksi internet yang digunakan. Sambungkan ponsel dengan PC menggunakan kabel data bawaan ponsel. Lakukan koneksi internet dan buka (eksekusi) file Nokia Software Updater tadi. Proses upgrade Firmware akan berlangsung secara online, tunggu hingga selesai. Yang perlu diperhatikan adalah saat proses berlangsung, ponsel tidak boleh digunakan ataupun diputus dari PC. Apabila telah selesai, matikan ponsel dan hidupkan kembali, lihat perubahannya.

Symbian

Saya sendiri sudah pernah mencobanya pada ponsel N73 Music Edition. Hasilnya, selain kinerja dan performance jadi jauh lebih baik, untuk permasalahan pengiriman sms yang lambat, sudah dapat diatasi kendati saya tidak menginstalasi aplikasi Sms Accelerator seperti sebelumnya. Bukan hanya itu, Nokia juga memberikan beberapa aplikasi terbaru seperti yang biasanya telah terdapat pada ponsel Nokia seri terkini. Nokia Maps (akses melalui GPRS), Nokia Magnifier (fungsi kaca pembesar), Nokia Search (pencarian file), Mobile Televisi, Divx Player, Lifeblog, Quickoffice, Adobe PDF serta F-Secure Anti Virus.

Bagaimana ? ingin ikut mencobanya ?