Berbagi Koneksi lewat Jaringan Wifi

Category : tentang TeKnoLoGi

Mendapatkan layanan paket data yang bersifat Unlimited tanpa adanya penambahan beban biaya saat Kuota terlewati dengan harga yang terjangkau, bisa dikatakan sudah sangat sulit ditemukan belakangan ini. Kalaupun ada, bisa jadi alternatif operator yang tersedia pun sangat terbatas, mengingat ada banyak faktor yang membuatnya mampu untuk dapat digunakan dengan baik. Sayang, tidak semua paket layanan data tersebut dapat dijangkau secara nilai oleh kebanyakan orang, sehingga tips kali ini kami bagi kepada Kawan semua, tentang Bagaimana cara untuk berbagi koneksi melalui Wifi dengan memanfaatkan satu layanan paket data saja.

Mengapa satu ? karena untuk mendapatkan satu layanan paket data yang bersifat Unlimited secara memuaskan semua pihak biasanya harus ditebus dengan nilai yang tidak sedikit. Maka saran kami berikutnya sebelum memulai tips adalah melakukan patungan biaya antar beberapa kawan untuk dapat menutupi biaya langganan bulanan yang dikenai oleh provider yang kelak digunakan. Seberapa besar biayanya ? tentu Kawan yang nanti lebih tahu, baik berdasarkan penjelasan dari website resmi masing-masing operator ataupun rekomendasi dari kawan lain yang telah lebih dulu mencobanya.

Lantas, apa saja yang dibutuhkan untuk dapat Berbagi Koneksi lewat jaringan Wifi ? semua kembali pada jenis perangkat yang kawan Gunakan. Apakah itu berupa modem router, mobile ponsel, smartphone ataupun tabletpc atau barangkali perangkat PC atau Notebook sekalipun. Semua memiliki jenis pengaturan yang berbeda satu sama lain, demikian halnya dengan kemampuan.

Pesatnya kemajuan teknologi di dunia telekomunikasi merupakan faktor utama mengapa hal seperti ini sudah bisa dilakukan. Bahkan bisa dikatakan bahwa tips ini telah dapat dilakukan satu dua tahun lalu berkat inovasi dari salah satu sistem operasi yang kini mulai mendominasi dunia.

Bila kawan memiliki sebuah perangkat modem router yang kini telah banyak dapat ditemukan di pasaran, barangkali akan jauh lebih mudah mengingat tidak banyak persyaratan yang dibutuhkan untuk dapat membagi koneksi lewat jaringan wifi ke banyak pengguna. Cukup menggunakan satu kartu yang telah diaktifkan layanan paket data Unlimitednya, Kawan tinggal melakukan pengaturan dengan berbagai kesepakatan antar pengguna yang kelak memanfaatkannya. Apakah akan ada pemberlakuan privacy atau input kode password tertentu yang diganti secara berkala agar tidak sembarang orang dapat menggunakannya, atau halaman atau aktifitas yang boleh dilakukan atau tidak diakses demi menjaga batasan kuota pemakaian wajar. Untuk harga modem Router sejenis ini bisa didapatkan dari kisaran 300ribuan hingga 1,7 juta rupiah bergantung pada merek dan kemampuannya.

Lain lagi jika perangkat yang Kawan gunakan ini merupakan perangkat mobile ponsel yang dari ragamnya memang mengadopsi berbagai sistem operasi. Persyaratan utama selain adanya dukungan koneksi jaringan wifi yang dimiliki secara built in pada perangkat serta kartu tadi, Kawan pula harus menyiapkan berbagai upaya dari aplikasi maupun upgrade versi sistem operasi, yang sedianya dapat mendukung perangkat untuk melakukan kemampuan seperti yang kami maksudkan.

Untuk yang mensyaratkan penggunaan aplikasi, datang dari ponsel Nokia yang masih mengadopsi sistem operasi Symbian 60 atau versi Belle dan Anna, yaitu menggunakan bantuan aplikasi JoikuSpot. Aplikasi ini tersedia dalam dua versi, gratis dengan kemampuan yang terbatas dan berbayar.

Sedang bagi perangkat mobile ponsel yang mensyaratkan proses Upgrade, datang dari perangkat BlackBerry yang mensyaratkan sistem operasi versi 7.1 dengan fitur yang dikenal dengan istilah Mobile Hotspot, serta perangkat ternama iPhone/iPad yang mensyaratkan proses upgrade ke iOS versi 4.3 untuk dapat menemukan fitur Personal Hotspot pada menu Pengaturan. Jikapun para pengguna produk Apple tidak mampu melakukan proses Upgrade perangkat lantaran ketidaktersediaan versi terkini dari sistem operasi yang digunakan, Kawan dapat memanfaatkan bantuan aplikasi MyWi dengan tambahan perangkat kabel data atau Bluetooth.

Sedangkan bagi perangkat mobile phone yang memang sudah mengadopsi fitur berbagi koneksi melalui jaringan Wifi ini, datang dari sistem operasi Windows Phone baik versi 7, 7,5 dan yang terkini 8, dengan menggunakan istilah Internet Sharing. Ada juga perangkat ponsel maupun tabletpc yang berbasiskan Android, sudah bisa melakukan kemampuan ini sejak dirilisnya sistem operasi versi 2.2 Froyo dua tahun lalu. Adapun istilah yang digunakan dalam perangkat ini adalah Tethering dan dapat ditemukan dalam menu Pengaturan Wireless.

Berbeda dengan kemampuan pengaturan lanjutan yang dapat dilakukan oleh modem Router seperti yang kami sebutkan diatas, untuk sesi pengaturan yang dapat dilakukan pada perangkat mobile phone ini hanyalah fitur Privacy atau input kode keamanan serta persetujuan bagi perangkat mana saja yang diperbolehkan mengakses jaringan seperti yang terdapat dalam perangkat Android milik brand asal Korea Selatan, HTC.

Perangkat terakhir yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan aksi Berbagi Koneksi lewat wifi adalah PC ataupun Notebook yang memang mutlak harus memiliki kemampuan koneksi Wifi built in. Sedang sarana yang dapat digunakan untuk membagi koneksi ke banyak pengguna adalah pemnfaatan aplikasi mobile hotspot, dimana salah satu yang dapat kami rekomendasikan disini adalah Connectify. Seperti halnya dua jenis perangkat sebelumnya, Pengaturan Privacy merupakan hal yang mutlak dilakukan saat proses instalasi selesai. Dimana proses ini akan diikutsertakan dalam tutorial awal langkah penggunaan aplikasi Connectify. Lantas bagaimana dengan sumber koneksinya ? apakah dengan menggunakan kartu sim card dari operator ? tentu tidak, karena sangat jarang bisa ditemukan perangkat pc ataupun notebook yang memiliki slot sim card secara khusus langsung dalam bodi perangkat. sehingga alternatif yang dapat ditawarkan disini adalah Modem usb biasa atau mobile ponsel non smartphone (yang biasanya disebut dengan istilah feature phone) yang telah diubah kemampuannya sebagai modem dengan bantuan kabel data atau bluetooth.

Tips berbagi koneksi melalui jaringan wifi kali ini, bisa menjadi solusi praktis bagi sebagian orang yang menginginkan ketersediaan jaringan internet mumpuni lewat satu perangkat dengan biaya langganan bulanan yang dapat dikumpulkan secara kolektif.

Uji Coba Simulatornya Sebelum Membeli

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Terkadang bagi sebagian orang, ketersediaan budget tidak selalu menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pilihan akan sebuah ponsel sebagai alat berkomunikasi. Ada juga yang barangkali terlalu memikirkan ‘apakah kelak perangkat yang akan dipilih mampu digunakan atau termanfaatkan dengan baik atau tidak. Jika Rekan Tokoh masih merasa ragu seperti itu, yuk coba dulu Simulatornya sebelum memutuskan untuk membeli.

Simulator yang dimaksud disini adalah Aplikasi yang dapat dijalankan melalui perangkat PC/NoteBook, untuk memberikan pengenalan awal kepada pengguna khususnya yang bergerak dalam bidang pengembangan mobile application tentang apa dan bagaimana cara kerja sebuah perangkat ponsel. Sejauh ini keberadaan aplikasi Simulator baru tersedia pada ponsel yang berjenis Smartphone dengan ciri penggunaan OS atau Sistem Operasi tertentu. Ukuran installer sebuah aplikasi Simulator ini biasanya berkisar antara dari 50 MB hingga 300an MB. Tergantung pada jenis Sistem operasinya dan juga tahun rilisnya.

Untuk perangkat Symbian yang digawangi Nokia, meski kini sudah tergolong jarang dirilis kembali namun beberapa perangkat ponsel tipe S40nya masih bisa dijumpai di pasaran. Rata-rata perangkat ini mengandalkan layar sentuh dilengkapi dengan keypad 3×4. Untuk dapat mempelajari isinya lebih jauh Kawan Tokoh bisa mengunduh aplikasi Simulatornya di alamat Nokia Developers. Aplikasi ini terbagi atas tipe sistem operasi yang dirilis dari S40 untuk Nokia type keypad numerik, S60 untuk Nokia smartphone, dan S80 untuk Nokia Communicator, serta versinya masing-masing.

Dibandingkan Symbian, ketersediaan ragam Simulator untuk perangkat BlackBerry jauh lebih banyak, bergantung pada versi sistem operasi yang dirilis dan juga seri ponsel yang ingin dicoba. Aplikasinya sendiri dapat diunduh melalui halaman web resmi BlackBerry pada bagian Support. Untuk sistem operasi versi terakhir, ukuran Installernya cukup besar kisaran 180 MB hingga 220 MB. Yang unik dalam pemanfaatan aplikasi Simulator ini adalah kemampuannya yang setara dengan perangkat sesungguhnya meski minus BlackBerry Messenger. Setidaknya Kawan Tokoh bisa memanfaatkannya untuk melakukan Update Status untuk memunculkan tulisan ‘update via BlackBerry’ di bagian bawah status update hingga mencoba satu persatu aplikasi yang terdapat dalam App World.

Lantas ada Android, sistem operasi yang dikembangkan secara khusus oleh Google, raksasa mesin pencari dengan sifat yang terbuka atau Open Source. Berbeda dengan aplikasi Simulator yang lainnya yang berdiri sendiri sesuai seri ponsel ataupun versi sistem operasinya, khusus Android menggunakan satu kesatuan aplikasi untuk semua versi dan seri ponsel. Hanya saja pemilahannya baru dilakukan saat pengguna menjalankan aplikasi Simulator tersebut. Sedikit lebih merepotkan, apabila pengunduhan Simulator lain dilakukan terlebih dahulu baru diinstalasi secara offline, tidak demikian halnya dengan Simulator Android yang proses instalasinya mutlak dilakukan secara online. Ada dua jenis Simulator yang ditawarkan, pertama, aplikasi yang berjalan di perangkat pc/notebook seperti yang disebutkan tadi, dan kedua aplikasi yang berlaku sebagai sistem operasi yang dapat dijalankan secara mandiri melalui proses booting. Untuk yang terakhir ini, file instalasi dapat disimpan dalam bentuk cd atau flash disk.

Setelah Microsoft memutuskan untuk menutup riset dan pengembangan bagi sistem operasi Windows Mobile lama mereka yang sebetulnya masih bisa dicoba juga Simulatornya, kini mereka mencoba hadir kembali dengan tampilan dan kinerja yang menggoda lewat Windows Phone versi 7.5 Mango. Serupa dengan Simulator Android yang mengharuskan proses instalasi secara online, untuk aplikasi Simulator yang dikembangkan oleh Microsoft pun demikian pula adanya. Ukuran installernya tergolong kecil, sekitar 3,4 MB saja. Namun untuk mampu menggunakannya, Microsoft mensyaratkan spesifikasi perangkat pc/notebook yang cukup besar yakni ketersediaan space untuk hasil instalasi sebesar 4 GB, penggunaan 3 GB Memory RAM serta versi sistem operasi minimal Vista atau Windows 7. Paket Instalasi ini sudah termasuk dengan aplikasi Microsoft Visual Studio yang menjadi syarat utama menjalankan Simulatornya.

Terakhir ada iOS buatan Apple yang dikenal lewat perangkat iPhone dan iPad-nya. Jika perangkat pc/notebook yang Kawan Tokoh gunakan masih mengadopsi sistem operasi Windows, maka bersiaplah untuk kecewa lantaran aplikasi Simulator untuk perangkat pintar ini hanya tersedia dalam sistem operasi Mac.
Jikapun Kawan Tokoh menemukan beberapa aplikasi Simulator iOS yang mampu dijalankan pada sistem operasi Windows, sepengetahuan kami rata-rata masih merupakan sebuah aplikasi simulasi tampilannya saja, baik yang difungsikan hanya untuk melihat perpindahan menu atau tampilan halaman web yang disajikan lewat layar perangkat.

Sebenarnya masih banyak jenis aplikasi Simulator yang dapat dicoba untuk melakukan pengujian perangkat ponsel sebelum memutuskan untuk membelinya seperti Bada yang dikembangkan oleh Samsung atau WebOS yang dikembangkan oleh Palm lalu diakuisisi oleh HP. Sayangnya perangkat-perangkat tersebut tampaknya tak lagi dirilis oleh vendor terkait atas dasar tidak berhasil dari segi komersial.

Saatnya Berburu Ponsel Smartphone Branded Murah

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Entah ada hubungannya atau tidak, gempuran ponsel murah berbasis Android yang diluncurkan baik oleh vendor global ataupun lokal sepertinya mulai berimbas pada harga tawar perangkat ponsel pintar yang sebelumnya dirilis oleh vendor besar secara perlahan mulai turun ke harga wajar. Penurunan ini bisa jadi tidak disadari oleh kalangan yang begitu tergoda dengan iming-iming ‘bonus’ dari sebuah perangkat berbasis Android. Padahal dalam rentang kisaran harga yang sama, secara kemampuan tentu ponsel-ponsel pintar ini tak kalah awal dengan besutan si robot hijau. Hanya saja secara trend barangkali nama mereka sudah mulai memudar.

Namun bagi Rekan yang punya budget terbatas namun tak ingin ikut-ikutan latah memilih perangkat Android, yuk intip beberapa smartphone lainnya yang pantas diburu kali ini.

Blackberry. Sebagai perangkat yang masih menjadi nomor satu paling dicari di Indonesia lantaran kemampuan BBM-nya, harga tawar ponsel baru Blackberry tampaknya sudah mulai terjangkau bagi kantong konsumen. Katakan saja seri Gemini yang bertengger di angka 1,6 juta atau versi cdma-nya yang dibanderol hanya 1,3 juta saja serta 3G atau Curve 9300 yang rupanya sudah menurun ke 2,4 juta. Sedang yang menginginkan OS versi 7 terkini, bisa melirik seri 9360 dan 9380 yang berada di kisaran 3 juta.

iPhone. Meski vendor ini meledak lewat seri iPhone 4-nya, seri terdahulu rupanya masih diburu para loyalisnya yang ingin tahu seberapa jauh mengasyikkannya perangkat besutan Apple dengan harga yang wajar. iPhone 3GS lah jawabannya. Harga tawar yang sudah menurun hingga angka 3,5 juta tampaknya sangat sayang untuk dilewatkan. Demikian pula dengan fitur-fitur yang masih dapat dikembangkan lagi kemampuannya secara optimal.

Motorola. Dibandingkan dua brand diatas tadi, rilis ponsel smartphone dari Motorola ini tergolong jauh lebih dulu. Tak heran apabila secara OS atau sistem operasi yang disematkan sudah termasuk jadul apabila dibandingkan dengan yang hadir saat ini. Meski begitu, distributor Motorola tampaknya masih tetap mempertahankan keberadaan dua seri mereka Q9 dan Q8 cdma, yang mengadopsi Windows Mobile 6.1 dengan harga jual dibawah sejuta. Tawaran yang menarik bukan ?

Nokia. Di lini pasar Smartphone, Nokia masih menjadi Raja yang memegang penjualan tertinggi seri ini di seluruh dunia. Satu alasan paling telak adalah, Nokia sudah menjual seri Smartphone jauh sebelum vendor lain melakukannya, termasuk Android sekalipun. Terhitung tahun 2010/2011 Nokia jualah yang paling rajin menggelontor pasar dengan ponsel berlayar sentuh dan mengadopsi multi series OS Symbian. Aksi turun harga pun termasuk salah satu strategi mereka untuk tetap bisa Survive ditengan gempuran Android. Silahkan Rekan coba melirik seri C6, C6–01 atau C7 yang turun hingga angka 2 juta rupiah atau E6 yang mengadopsi papan ketik qwerty dan N8 di kisaran 3 juta rupiah saja. Jikapun itu masih tergolong mahal, bisa melirik ponsel murah berlayar sentuh mereka yang ada dikisaran harga bawah sejuta.

Samsung. Sebelum berkolaborasi dengan Android, Samsung merupakan salah satu vendor yang tergolong rajin merilis ponsel berbasis Windows Mobile. Peruntungan mereka di masa itupun bisa dikatakan sangat besar mengingat teknologi yang disematkan dalam tiap rilis ponsel tergolong mumpuni apabila disandingkan para pesaingnya. Seri Omnia yang diluncurkan tahun 2008-2010 bisa menjadi pilihan yang masih layak untuk diburu. Jikapun menginginkan rilis lebih baru lagi, Rekan bisa melirik seri Wave yang mengadopsi OS Bada, sebuah sistem operasi yang secara khusus dikembangkan Samsung saat ini. Adapun kisaran harga yang ditawarkan berada dalam rentang 1,5 hingga 2,5 juta rupiah.

Sony Ericsson. Brand yang kabarnya sebentar lagi bakalan pecah kongsi ini, seperti halnya Nokia merupakan salah satu vendor besar yang rajin merilis ponsel pintar dijamannya. Adapun OS yang dipilih untuk melanggengkan usahanya saat itu adalah Symbian dan Windows Mobile. Di pasar menengah, Sony Ericsson masih menyediakan beberapa seri Vivas dengan harga tawar dua jutaan. Sedang di pasar bawah, seri Aspen tampaknya masih menarik untuk dilirik. Ponsel berpapan ketik qwerty ini dibanderol dibawah sejuta rupiah. Sangat menarik mengingat OS yang disematkan sudah Windows Mobile 6.5, versi terakhir yang dikembangkan oleh Microsoft sebelum berganti nama menjadi Windows Phone.

Harga kisaran rata-rata 2 hingga 3 juta rupiah, kami masih anggap wajar untuk bisa menebus barisan ponsel Smartphone branded yang siap diburu mengingat dalam rentang yang sama, konsumen sudah bisa mendapatkan beberapa seri ponsel berbasis Android kelas menengah. Paling tidak, ketimbang ikut-ikutan latah memilih ponsel yang tergolong boros daya batere, kenapa tidak mencoba alternatif lainnya ?

Pilih BlackBerry, iPhone, Symbian atau Android ?

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Awal Tahun Baru 2012 merupakan momen tepat bagi pengguna ponsel di tanah air terutama yang berkeinginan untuk mengganti ponsel lama ke tipe ponsel pintar yang notabene pada akhir tahun 2011 beberapa vendor ternama sudah memulai genderang perangnya masing-masing. BlackBerry v.7.0, iPhone lewat iOS v.5, Symbian ^3 Anna dan Belle serta Android. Sistem Operasi adalah satu syarat mutlak dalam memilih sebuah perangkat telekomunikasi pintar. Sebelum memutuskan untuk memilih, kami coba perkenalkan satu persatu sebagai bahan pertimbangan.

BlackBerry. Sebagai perangkat yang masih menjadi incaran bagi sebagian besar pengguna ponsel di tanah air, Research In Motion (RIM) kini datang dengan membawa rilis versi OS terbaru 7.0. Mereka menawarkan fitur NFC (Near Field Communication) yang memungkinkan penggunanya untuk bertukar data atau melakukan transaksi antar ponsel dengan hanya mendekatkannya saja. Selain itu ada peningkatan performa browser yang lebih baik ketimbang pendahulunya. Juga tampilan depan (HomeScreen) dan Menu yang jauh lebih dinamis dan berwana. Peningkatan lain dilakukan pula pada besaran Prosesor yang digunakan ditambah memory dan juga RAM, sehingga harapannya tentu saja BlackBerry tidak lagi menjadi perangkat ponsel pintar yang lemot dalam beraktifitas. Beberapa ponsel rilis BlackBerry yang dapat dijadikan sebagai pilihan yaitu BlackBerry Bold 9900, 9850 Monaco dan Bold 9790.

iPhone. Berbarengan dengan momen kepergian Steve Jobs sang Founding Father’s, Apple meluncurkan perangkat terkini mereka yang diberi nama iPhone 4S. Meski masih menggunakan desain lama, iPhone terkini mengusung Teknologi voice recognition bernama SIRI, dimana pengguna dihadapkan pada perangkat yang mampu melakukan perintah hanya dengan menggunakan suara, menjawab hingga memberikan alternatif saran untuk setiap pertanyaan yang diajukan. Terkait pengiriman email, informasi tempat kuliner, arus lalu lintas hingga yang remeh-remeh untuk sekedar mengujinya. Selain itu ada juga iMessage, Messenger antar pengguna iPhone, yang diluncurkan untuk bersaing dengan BlackBerry Messenger. Sedang bagi pengguna yang ingin menjajal teknologi Cloud (storage di dunia maya), box.net menyediakan 50GB online storage bagi semua pengguna iPhone secara Cuma-Cuma.

Symbian. Pada Tahun 2011 Symbian tampaknya pula harus mengakui kekalahan OS yang mereka banggakan selama lima tahun terakhir. Beberapa versi OS yang dikembangkan dibawah bendera Symbian tak lagi dilanjutkan, termasuk MeeGo yang dahulu sempat digadang-gadangi sebagai pengganti. Kini dengan meliris versi ^3, Anna dan Belle, Symbian yang hanya melakukan kerjasama dengan Nokia tampak pede dengan merilis beberapa ponsel berlayar sentuh dengan tawaran harga yang terjangkau. Selain aksesibilitas Menu yang lebih gegas, pengguna diberikan keleluasaan untuk melakukan kustomisasi tampilan depan HomeScreen sesuai keinginan. Selain itu ada juga penambahan jumlah halaman depan yang dapat dimanfaatkan sesuai kategori. Beberapa ponsel yang dapat dijadikan pilihan adalah Nokia X7, Nokia E6, Nokia 500 dan Nokia 700.

Android. Invasi si robot hijau hasil kembangan Google tampaknya makin tak terbendung. Setelah merangsek pasar ponsel saat merilis versi 2.3 GingerBread, kini Android sedang bersiap menggantikannya dengan rilis 4.0 ber-code name Ice Cream Sandwich. Sedang versi 3.0 HoneyComb masih tetap diperuntukkan bagi perangkat Tablet. Berbeda dengan OS lainnya yang identik dengan satu nama Vendor, Android tampil ke publik diusung oleh beragam vendor ternama seperti Samsung, LG, HTC, Sony Ericsson atau Motorola hingga vendor lokal Nexian, IMO, Huawei atau ZTE. Lantaran diusung beragam vendor, Android pun kemudian ditawarkan dengan beragam harga dan tentu beragam kemampuan. Semua itu untuk memberikan banyak pilihan bagi para calon pengguna dari yang sekedar hanya ingin mencoba dan belajar menggunakannya hingga tingkat Expert yang membutuhkan spesifikasi tinggi untuk berakfitas. Salah satu kebanggaan perangkat Android adalah kemampuannya untuk melakukan Tethering atau berbagi koneksi wifi dengan perangkat lainnya. Namun dengan mengusung input layar sentuh dan kemampuan yang mutlak mensyaratkan online untuk mengoptimalkan fungsi perangkat, salah satu kekurangan yang kerap dikeluhkan oleh pengguna Android adalah borosnya daya batere yang dibutuhkan untuk aktifitas harian.

Selain sistem operasi yang telah disebutkan diatas, ada juga alternatif lain OS Windows Phone 8 yang masih dalam tahap pengembangan. Mengingat versi terdahulu 6.5 dan 7.5 yang kabarnya dengan terpaksa dihentikan lantaran kurang mampu bersaing dengan yang lain.

Untuk memilih satu dari empat sistem operasi OS diatas, selain kebutuhan ada juga ketersediaan Budget sebaiknya dipertimbangkan. Apabila boleh kami sarankan, silahkan coba pilihan kelas menengah agar kelak tak menyesal dengan besaran dana yang dikeluarkan atau terbatasnya kemampuan yang dapat dilakukan.

(PanDe Baik)
Artikel ini sempat pula tayang di Media Koran Tokoh edisi Minggu pertama Januari Tahun 2012

Nokia X5-01, kotak bedak stylish bersuara nyaring

Category : tentang TeKnoLoGi

Percaya atau tidak, pada akhirnya istri lebih memilih ponsel sejuta umat ketimbang beberapa alternatif pilihan yang saya tawarkan dalam rentang harga sama sebagai teman kencan komunikasinya kini.

Nokia X5-01

Ponsel mungil bentukan persegi ini sebetulnya sudah edar di Indonesia sejak lama. Tepatnya setahun lalu. Namun bersyukur, kami masih menemukan beberapa item di dua gerai terkemuka sepanjang jalan Teuku Umar yang belakangan menjadi sentra ponsel di Denpasar Bali.

Dengan harga 1,6 Juta rupiah, sebenarnya saya sempat menawarkan beberapa pilihan lain yang sekiranya dapat dijadikan pertimbangan. Nokia E63, BlackBerry Gemini 8520, Samsung Galaxy i5510 dan Sony Ericsson X10 Mini Pro. Sayangnya, tiga jenis ponsel yang saya sebutkan terakhir sangat dikenal boros akan daya batere akibat sistem operasi yang digunakan sehingga kami sejak awal sudah mengesampingkannya.

Nokia X5-01 pada akhirnya menjadi pilihan lantaran bentuknya yang stylish, agak nyeleneh tentu saja, lebih mirip sebuah kotak bedak ketimbang ponsel. Ukurannya tergolong mini. Saat disandingkan dengan ponsel Samsung Galaxy ACE milik saya, Nokia X5-01 hanya berukuran setengahnya dalam kondisi tertutup dan sedikit lebih kecil saat silder dibuka.

Bagi saya yang bertangan besar, memegang ponsel Nokia X5-01 jelas agak menyulitkan. Demikian pula saat mencoba mengetikkan barisan kalimat dengan menggunakan keypad qwertynya. Meski begitu, secara awal Nokia X5-01 sangat nyaman digunakan.

Berdasarkan spec yang tertera, Nokia X5-01 disematkan prosesor sebesar 600 MHz dan didukung oleh sistem operasi Symbian 3rd 5th Edition FP2. Disandingkan dengan ponsel Nokia N73 ME yang dahulu digunakan, terlihat jelas perbedaannya. Selain Start-up ponsel yang jauh lebih cepat, akses menupun jadi lebih gegas. Pun demikian saat digunakan untuk menginstalasi beberapa Theme terkini yang telah menggunakan icon Symbian Anna.

Ketika dicoba untuk mendengarkan beberapa karya Gus Teja melalui fitur Music Player yang rupanya memiliki tombol akses khusus, Suara yang keluar dari dua speaker dibawah ponsel jelas terdengar nyaring meski di-set ke volume tertinggi. Hal ini jadi tak jauh beda dengan ponsel Music Edition yang juga menyematkan tombol khusus, Nokia N73. Untuk melakukan Refresh daftar lagu yang telah disuntikkan kedalam ponselpun jadi jauh lebih cepat.

Bersyukur ponsel Nokia X5-01 ini telah didukung OVI Suite. Dengan memanfaatkan fitur Tethering Wifi yang ada pada Samsung Galaxy ACE, hampir tak ada keluhan yang saya rasakan ketika menguji OVI Kios dan OVI Mail. Hanya saja, besaran font yang tampil dilayar lumayan menyulitkan mata untuk membaca. Bisa jadi ini merupakan salah satu efek negatif pemakaian sistem operasi Android yang bisa dikatakan begitu memanjakan mata pengguna.

Menggunakan port MicroUSB sebagai port Charger dan juga koneksi data ke pc/notebook, menjadikan ponsel Nokia X5-01 ini lebih luwes dalam menerima pasokan kabel milik Samsung Galaxy ACE. Saat dihubungkan pun tidak banyak kendala yang terjadi. Mungkin karena notebook yang saya gunakan tadi sudah terhubung dengan koneksi wifi milik Android, sehingga proses instalasi lantjar djaja hingga siap digunakan.

Hasil jepretan Kamera 5 Megapixel yang berada dipunggung ponsel Nokia X5-01 apabila disandingkan dengan hasil kamera 3,2 Megapixel milik Nokia N73, bisa dikatakan kurang tajam. Ini bisa dimaklumi lantaran jenis lensa yang digunakan jelas berbeda. Demikian pula dengan hasil rekam videonya yang sedikit nge-Lag jika disandingkan dengan hasil rekam video ponsel Nokia 6720 Classic milik Mertua terdahulu.

Untuk berat dan ketebalan ponsel jelas tidak menganut trend ponsel masa kini yang mengadopsi sebutan Slim. Namun untuk kebutuhan seorang wanita, ponsel Nokia X5-01 jelas sangat pas saat digenggam dan digunakan. Mirip-mirip kotak bedak. :p

Windows Mobile, Symbian dan Android. What’s Next ?

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Mengenali satu persatu dari ketiga sistem operasi besar diatas rupanya membutuhkan waktu yang cukup lama bagi blog www.pandebaik.com. Sebenarnya dari ketiga diatas, Symbian 1rst Edition merupakan sistem operasi ponsel pertama yang saya kenal dan gunakan, tepatnya pada perangkat Nokia 7650 atau yang dikenal dengan sebutan ponsel artis. Windows Mobile baru saya kenal untuk pertama kali pada tahun 2005, setelah menanam angan selama dua tahun lamanya.

Jika mau dirunut dari awal, sistem operasi perangkat mobile ponsel yang paling pertama ingin saya coba dan miliki adalah Palm. Kalo gag salah pada bulan April tahun 2003, InfoKomputer sempat menurunkan topik Perangkat Konvergensi yang  menyajikan beragam ponsel pintar dari sistem operasi Palm, Windows Mobile, Symbian UIQ, Linux dan Nokia Communicator. Mengapa saya pilih Palm ? karena dari sekian banyak pilihan perangkat, hanya perangkat Palm-lah yang harganya paling terjangkau. Namun sayang, faktor kesulitan untuk mendapatkannya perangkatnya merupakan hambatan pertama. Dan yang paling membuat saya merasa ilfil adalah, penjelasan dari seorang teman yang sudah sejak lama menggunakan perangkat Palm menjelaskan bahwa Palm tidak mampu melakukan aktifitas Multitasking (melakukan beberapa aktifitas pekerjaan dalam satu waktu/bersamaan).

Ternyata Perlu waktu dua tahun setelahnya, untuk bisa menjajal perangkat berbasis Windows Mobile layar sentuh tepatnya pada awal tahun 2005. Itupun dengan membeli perangkat T-Mobile MDA II yang merupakan varian dari O2 XDA II secara Second di gerai ponsel seputaran Kota Denpasar. Saat memanfaatkan pdaphone O2 inilah, saya lantas mulai berkenalan dengan perangkat sejenis lainnya seperti Audiovox Thera, Windows Mobile layar sentuh dengan frekuensi CDMA  dan tentu saja O2 Xphone iim yang hingga kini masih saya simpan, merupakan salah satu perangkat berbasis Windows Mobile Smartphone non layar sentuh.

Perangkat mobile dengan sistem operasi Symbian, tepatnya lewat ponsel Nokia N73 ME merupakan andalan saya berikutnya beberapa saat menjelang kelahiran putri kecil kami, MiRah GayatriDewi. Perangkat inilah yang banyak berperan dalam melahirkan video dan foto kelahirannya hingga kini. Bersamaan dengan perangkat Symbian ini, sayapun kembali berkenalan dengan perangkat berbasis Windows Mobile PocketPC atau yang berlayar sentuh tepatnya dalam 2 (dua) varian. O2 XDA Atom dengan frekuensi GSM, dan AudioVox PPC 6700 dengan frekuensi CDMA. Sayang, dalam perjalanan kedua perangkat ini saya jual kembali guna nambah-nambahi uang SPP kuliah pasca Sarjana saya semester terakhir.

Android. Merupakan sistem operasi dari perangkat mobile milik mbah Google merupakan yang terakhir saya kenal. Tepatnya sejak pertengahan bulan Maret lalu. Bisa jadi, ini merupakan puncak kedua saya dalam melakukan eksplorasi perangkat secara mendalam pasca Windows Mobile terdahulu. Berkenalan dengan Samsung Galaxy ACE S5830 benar-benar membuat hidup saya jauh berbeda dengan sebelumnya. Yang paling kentara adalah mobile internet secara full time alias unlimited bersama XL (promo mode ON). Dengan perangkat ini pulalah blog www.pandebaik.com secara drastis menurunkan liputan Review perangkat dan aplikasi secara terus menerus dalam kurun waktu satu bulan lebih lamanya. Mumpung lagi hangat-hangatnya.

Lantas, What’s Next ? apa selanjutnya ?

Jika ngomongin iPhone, jujur saja dengan budget bekal gaji yang saya dapatkan sebagai PNS rasanya bisa dikatakan hanyalah sebuah mimpi indah. Nominal Budget yang diperlukan untuk dapat memiliki serta mengeksplorasi sebuah perangkat iPhone sungguh teramat mahal. Beum lagi untuk mencoba puluhan aplikasi impian yang rupanya berbayar, berbanding terbalik dengan perangkat Android. Demikian halnya dengan Windows Phone yang rata-rata banderolnya masih diatas rata-rata.

Bagaimana dengan BlackBerry ? atau Symbian layar sentuh ? Enggak deh. Lagipula berkat bantuan beberapa Emulator/Simulator perangkat BlackBerry dan juga Symbian berlayar sentuh, saya tak lagi dituntut untuk membeli perangkatnya secara langsung, karena ternyata aplikasi yang mampu dijalankan pada perangkat NoteBook tersebut berfungsi sama maknyusnya dengan perangkat yang sesungguhnya, meski masih ada beberapa keterbatasan. Disamping itu, keberadaan dua perangkat ini bisa dikatakan sudah biasa ada di lingkungan saya sebagai seorang PNS. Jadi kalopun ingin tahu lebih jauh, tinggal pinjam pakai, dijajal atau diwawancanda eh wawancara.

Lantas apa dong yang ingin dioprek selanjutnya ?

WebOS.

Kalau tidak salah perangkat mobile berbasis WebOS sebenarnya sudah diperkenalkan pada publik sekitar tahun 2009/2010 lalu oleh Palm lewat Palm Pre. Sayangnya kemunculan Palm Pre seolah terlewatkan begitu saja oleh publik pasca dirilisnya iPhone 3G/3GS  yang memang fenomenal itu. Palm yang kemudian diakusisi oleh Hewlett Packard HP, kemudian merilis kembali perangkat mobile berbasis WebOS lewat ponsel berwajah serupa namun bernama beda. HP Pre 3 dan HP Veer. Kabarnya sistem operasi ini tak jauh berbeda dengan iOS yang diadopsi iPhone dan Android tentu saja.

Hanya saja, (lagi-lagi) mengingat faktor harga yang masih tergolong tinggi untuk ukuran PNS seperti saya, agaknya impian ini tidak mampu saya wujudkan dalam waktu dekat. Apalagi kabarnya, belum banyak aplikasi yang mendukung keberadaan sistem operasi mobile yang satu ini.  Tapi ya semoga saja bisa bertambah baik dalam waktu dekat. Jadi ya tunggu saja bagaimana kelanjutannya. Hehehe…

WhatsApp Kawan ? Ayo Kita Lanjut Lagi

22

Category : tentang TeKnoLoGi

Gag terasa sudah seminggu ponsel Android ini menggunakan WhatsApp. Selama kurun waktu tersebt pula saya menemukan beberapa kelebihan pun kekurangan dari aplikasi Chatting berbasis Nomor Ponsel ini. Yuk kita lanjut lagi Gan.

Seperti yang pernah saya katakan di tulisan terkait WhatsApp sebelumnya, meski tidak lagi terpaku pada satu brand tertentu seperti halnya perangkat BlackBerry dengan BBM-nya, aplikasi WhatsApp rupanya masih membatasi type perangkat yang mampu menjalankannya dengan baik. Smartphone.

Ya, diantara sekian banyak jenis dan brand ponsel, ternyata yang mampu menjalankan  aplikasi WhatsApp ini dengan baik hanyalah ponsel yang masuk dalam kategori SmartPhone atau Ponsel pintar. Beberapa yang masuk diantaranya adalah iPhone, BlackBerry, Android dan Symbian dengan pengecualian. Symbian yang disarankan adalah yang mengadopsi versi 60 minimal 3rd Edition. Jadi bagi yang sudah menggunakan 5th Edition, Symbian^1 dan Symbian^3 yang rata-rata berlayar sentuh, dijamin mampu menggunakannya. Meski demikian, pada perangkat yang mengadopsi sistem operasi Minimal (Symbian S60v3rd Edition) rupanya masih juga dibatasi oleh WhatsApp. Terutama pada beberapa rilis lama seperti Nokia N73 ME milik saya. Jika dipaksakan, bakalan menampilkan kata-kata “your phone is too old bla bla bla…” Halah…

Itu artinya, WhatsApp masih belum mampu dijalankan pada perangkat ponsel Java atau ponsel lokal pun Nokia yang masuk dalam kategori S40, seperti halnya iklan yang ditayangkan di layar televisi.

Persoalan Group juga menjadi salah satu Kekurangan yang paling telak apabila disandingkan dengan aplikasi BBM miliknya BlackBerry. Berdasarkan penjelasan dua rekan pengguna BlackBerry, Sari Herawati dan Nana Wiryani, dalam sebuah Group aplikasi Chat BBM ternyata masih mampu menampung hingga 30 orang atau lebih atau istilahnya Unlimited. Hanya saja, makin banyak User yang tergabung dalam sebuah Group, makin berat pula akses Chat yang mampu dilakukan.  Lantas bagaimana dengan WhatsApp ?

Dalam sebuah percobaan, kemampuan maksimal jumlah User sebuah Group dalam aplikasi WhatsApp adalah 11 orang termasuk Admin atau yang membuat Group. Keterbatasan inilah yang kemudian menjadi kendala yang secara lagsung bakalan membuat Group tersebut menjadi Ekslusif lantaran sulitnya untuk bisa ikut serta didalamnya ketika jumlah User sudah mencapai jumlah maksimal. Pengguna lain baru bisa diikutsertakan apabila ada User yang keluar dari Group tersebut.

Ada Dua kekurangan namun ada juga beberapa kelebihannya. Mau tahu ?

Untuk melakukan aktifitas Add Friend atau memulai Chatting dengan seorang teman atau pengguna WhatsApp baru, yang dibutuhkan hanya satu. Nomor ponsel yang bersangkutan untuk disimpan terlebih dahulu dalam daftar Kontak perangkat ponsel. Jika sudah, tekan tombol Refresh hingga nama teman baru tersebut muncul dalam daftar. Chat langsung bisa dilakukan tanpa meminta persetujuan lagi. Disamping itu, secara Default WhatsApp akan medeteksi setiap nomor yang terdaftar dalam Kontak ponsel yang sudah memanfaatkan aplikasi WhatsApp dalam ponselnya.

Persoalan Biaya yang dahulu pernah saya sampaikan untuk penggunaan aplikasi WhatsApp pada perangkat BlackBerry pun rupanya tak terbukti. Dalam sebuah percobaan pengiriman gambar melalui aplikasi WhatsApp bersama seorang teman, Made Darma  menyampaikan bahwa pulsa yang ia miliki sebelum dan sesudah penerimaan gambar rupanya masih tetap sama. Itu artinya, biaya penggunaan aplikasi WhatsApp untuk perangkat BlackBerry sama sekali tidak dikenai biaya apapun lagi diluar paket BIS yang sudah digunakan.

Dibandingkat dengan aplikasi Chat lainnya seperti Yahoo Messenger, GTalk ataupun eBuddy, pun dengan fitur Message atau yang dikenal dengan istilah SmS, bisa dikatakan aplikasi WhatsApp memiliki kemampuan yang lebih saat melakukan pengiriman pesan. Kemampuan ini bisa dikatakan setara dengan aplikasi Chat BBM milik BlackBerry. Yaitu adanya jaminan bahwa pesan yang telah dikirimkan, pasti sampai pada nomor atau teman yang diajak Chat. Tidak ada lagi istilah Network Error yang mengakibatkan pesan yang sudah disampaikan tidak terkirim dengan sempurna atau pengguna harus melakukan pengiriman ulang seperti yang kerap terjadi pada aplikasi Chat maupun SmS. WhatsApp akan secara otomatis mencoba mengirimkannya ketika Network atau Jaringan kembali terdeteksi. Satu tanda pengenal yang bisa dilihat untuk memberikan jaminan bahwa pesan sudah sampai adalah tanda centang atau rumput berwarna hijau pada setiap pesan yang dikirimkan.

Jikapun kemudian aktifitas Chat yang dilakukan sudah mulai mengganggu privacy, seperti halnya aplikasi Chat lainnya, WhatsApp pun memberikan opsi untuk memblokir akun nomor ponsel atau teman tersebut sehingga yang bersangkutan tak lagi mampu melakukan Chat demikian pula sebaliknya.

Jadi, apabila perangkat ponsel yang Anda gunakan sudah termasuk dalam kriteria seperti yang dijelaskan diatas, ayo tunggu apa lagi, segera cobain WhatsApp. Aplikasinya dapat diunduh melalui App Store yang dimiliki pada masing-masing ponsel yang digunakan. Jikapun ada pertanyaan lagi, silahkan Add nomor saya berikut ini. 087860061698.

Ayo Kawan, kita lanjut lagi…

 

Angry Birds, Lontarkan Burungnya dan Dapatkan Telurnya

13

Category : tentang TeKnoLoGi

Siapa sih yang gag teracuni pikirannya dengan permainan yang awalnya hanya melibatkan burung imut yang lucu dan kumpulan babi yang berlindung dibalik benteng ? Secara Grafis, Penampilan pertama Games Pelontar Burung ini benar-benar membuat cerah hari-hari si pelontar hingga dalam beberapa menit tak terasa malah sudah menyelesaikan hingga 10 level jauhnya.

Angry Birds. Sebuah permainan sederhana yang dikembangkan oleh Rovio Mobile-Finland ini kabarnya dirilis pertama kali pada 10 Desember 2009, untuk perangkat iPhone besutan Apple. Namun kini, Angry Birds telah diperluas jangkauannya sehingga bisa dimainkan pula pada perangkat Android, Symbian bahkan Windows PC.

Misi utama Angry Birds sebenarnya sederhana saja. Bisa dipahami jika pengguna mengikuti jalan cerita yang tampil diawal permainan. Tujuannya hanya satu, merebut telur (burung) yang dicuri oleh sekawanan Babi dengan cara menghancurkan setiap barikade benteng yang dibuat para babi untuk bertahan.

Caranyapun sangat sederhana. Tinggal melontarkan tiga sampai empat Burung dalam setiap satu level permainan yang dikemas dalam berbagai jenis. Burung Merah dengan kekuatan untuk menghancurkan yang standar, Burung Biru kecil yang mampu membelah dirinya menjadi tiga atau Burung Kuning yang mampu mempercepat luncuran. Varian Burung ini akan semakin banyak seiring berkembangnya Level yang mampu diselesaikan.

Walaupun dengan grafis serta cara bermain yang sederhana, Angry Birds ternyata mampu meraih hingga 100 juta Unduhan diseluruh Platform yang dikembangkan. Itu sebabnya, setelah rilis pertama diturunkan, pihak pengembang dalam hal ini Rovio Mobile mulai membuat beberapa Varian permainan dengan tetap menggunakan si burung imut yang lucu ini sebagai Tokoh Utamanya. Angry Birds Rio, Angry Birds Season versi paskah dan Angry Birds Season versi Halloween.

Meski masih menggunakan tokoh utama yang sama, masing-masing Varian menawarkan jalan cerita serta misi yang berbeda pula loh. Seperti  Angry Birds Rio yang mengemban misi membebaskan para Burung yang ditawan dan diterbangkan hingga Rio de Jenairo Brazil. Namun tetap menggunakan cara bermain yang sama.

Saking menggiurkannya pengembangan varian permainan Angry Birds oleh Rovio Mobile, beberapa pengembang games lainnyapun mencoba peruntungan dengan membuat games serupa namun berbeda paket jualan. Angry Frogs misalnya. Games berbasis Android yang meniru plek Angry Birds, dikembangkan oleh Emanuele Padula yang memiliki kemampuan Editor atau membuat sendiri Level permainan yang diinginkan. Sayangnya, dari segi Grafis yang ditawarkan bisa dikatakan masih kalah jauh dengan Games yang ditirunya tersebut. Demikian pula dengan Angry Farm, yang rupanya dikembangkan untuk perangkat BlackBerry yang sudah mengadopsi OS versi 4.6 keatas.

Semua varian dan tiruan permainan Angry Birds ini akan terasa jauh lebih mengasyikkan apabila digunakan pada perangkat yang mendukung layar sentuh seperti iPhone, Android, Symbian 5th dan ^3 atau Blackberry Storm dan Torch. Atau lewat layar PC/laptop yang sayangnya hanya yang mengadopsi sistem operasi Windows 7.

Siap untuk melontarkan Burungnya Kawan ?