Bye Bye My StarOne Unlimited

28

Category : tentang TeKnoLoGi

Akhirnya diceraikan juga. Setelah hampir tiga tahun saya menggunakannya, koneksi internet StarOne Unlimited, saya putuskan untuk dihentikan pertengahan bulan lalu. Terhitung bulan Juni tahun 2008 saya mencoba paket penjualan modem Speed Up yang bekerja sama dengan StarOne Indosat, menawarkan koneksi internet cuma Rp. 25 per menit pemakaiannya. Dengan Standar biaya Rp. 100.000, saya berhak mendapatkan 66 jam pemakaian. Sangat memuaskan tentunya.

Sayangnya, promo tersebut hanya berlaku untuk tiga bulan pertama saja. Selanjutnya, tarif berlaku normal sebesar Rp. 75 per menit pakainya. Bersyukur, pihak Indosat memberikan tawaran yang cukup menarik saat itu. Dengan biaya sebesar Rp. 108.000 (sudah termasuk PPn), saya mendapatkan jatah sebesar 1 GB Data dengan kelebihan dihitung sebesar Rp.300 per MB data.

Di awal penggunaan, jatah sebesar itu mampu saya kelola dengan baik selama sebulannya. Baru terasa mencekik ketika aktifitas saya mulai meningkat terkait penyelesaian Thesis yang memang mutlak membutuhkan koneksi Internet. Biaya bulanan melonjak hingga dua kali lipatnya. Lagi-lagi bersyukur, karena pihak Indosat menawarkan paket Unlimited data dengan biaya Cuma Rp. 125.000 sebulannya. Informasi ini secara kebetulan saya dapatkan dari seorang kawan Blogger asal Cirebon, Pak Dokter Basuki Pramana yang telah terlebih dahulu meng-Apply paket tersebut.

Maka terhitung pada bulan Juli 2009, saya resmi menggunakan paket Unlimited ini dan benar-benar terpuaskan. Meskipun yang namanya kecepatan tidak secepat Speedy atau Telkomsel Flash yang lagi booming saat itu, namun kestabilan koneksinyalah yang membuat saya begitu jatuh cinta. Tidak heran, pemakaian data yang saya habiskan setiap bulannya meningkat secara teratur. Kalau tidak salah data yang saya gunakan sempat mencapai 9,5 GB setara dengan 270-an jam pemakaian. Saya sempat deg-degan juga saat pembayaran, tapi ternyata tarifnya berlaku tetap.

Adalah unit baru LPSE yang kini sedang dikembangkan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, tempat dimana saya bekerja, memberikan fasilitas modem plus koneksi internet IM2 selama setahun, mengakibatkan saya menempuh jalan ‘perceraian’ ini. Meskipun pada awalnya, saya bersikukuh untuk tetap menggunakan modem Speed Up plus koneksi StarOne Unlimited yang rencananya kelak saya hibahkan pada Istri, namun kemudian muncul dua pertimbangan baru yang membatalkan niat saya tersebut.

Koneksi StarOne Unlimited ternyata gak se-stabil yang saya dapatkan sebelumnya, ketika digunakan di ruangan lokasi kerja Istri yang kebetulan berada di lantai 2 dari 3 lantai. Padahal ketika saya gunakan baik dirumah ataupun ruangan tempat saya bekerja (lantai 3), koneksi selalu stabil dan memuaskan. Pertimbangan kedua adalah, terjadinya Konflik internal pada kedua laptop yang saya gunakan, antara modem cdma Speed Up dengan modem gsm Huawei E1550 IM2. Akibatnya, selang beberapa hari percobaan, modem gsm dengan koneksi IM2 tidak dapat digunakan dengan baik lantaran kalah bertarung dengan modem lama. Kedua laptop pada akhirnya saya instalasi ulang berbarengan.

Ketimbang merepotkan, sayapun memutuskan kontrak dengan StarOne Unlimited plus Modem cdma Speed Up dan dengan segera menggantinya dengan modem gsm bertipe sama untuk menghindari terjadinya Konflik. Modem baru berwarna putih ini sama plek dengan modem gsm yang diselipkan koneksi internet IM2 Unlimited. Hanya saja, untuk mengisi koneksi pada modem si putih, saya mencoba memilih paket Unlimited milik XL yang Cuma sebesar Rp. 99.000 sebulannya. Meski sepengetahuan saya, yang namanya Unlimited pada kedua operator gsm ini, bukanlah Unlimited seperti halnya StarOne yang berkecepatan tetap.

Baik IM2 maupun XL sama-sama menawarkan paket 3G mereka yang dikenal dengan kecepatan akses data yang tinggi. Namun ketika jatah yang digunakan mencapai Kuota, secara otomatis kecepatan 3G tersebut akan turun secara drastis ke 64 kbps. Jauh lebih rendah ketimbang StarOne yang berani tetap stabil di kecepatan 153 kbps. Itu sebabnya ketika Kuota IM2 habis dan kecepatan mulai terasa menjengkelkan, sayapun berpindah ke XL untuk sementara waktu sembari menanti habis bulan. Yah, mau bagaimana lagi ?

Puas-puasin deh Download YouTube

8

Category : tentang KHayaLan

Bisa jadi karena pertimbangan mubazir memiliki koneksi internet unlimited, dari pada tidak digunakan atau dimanfaatkan, dua bulan terakhir ini saya rajin mantengin portal penyedia video terbesar didunia maya (sepengetahuan saya loh ya…) You Tube hanya untuk mencari link url (alamat) video yang dimaksud. Ini saya lakukan berhubung kegiatan rutin saya yang berkaitan dengan kunjungan di YouTube, melakukan aktifitas pengunduhan (download) video untuk memuaskan rasa ingin tahu saya selama ini.

Adapun aplikasi bantuan yang saya gunakan untuk melakukan pengunduhan video adalah YouTube Downloader. Satu aplikasi yang bersifat gratisan, gratis diunduh gratis dipakai. Tinggal paste alamat link url video yang diinginkan lalu tunggu hingga mengental. Eh, sori… tunggu hingga muncul pilihan penyimpanannya. Kendatipun kecepatan StarOne yang katanya lemot, saya sendiri ga’terlalu peduli. Toh juga koneksi Unlimited ini… malah keseringan saat aktifitas download berlangsung, laptop saya tinggal pergi atau tidur. Hehehe…

Tapi jangan salah, kategori video yang saya cari bukan yang berbau lingerie atau bikini seperti hobi salah seorang rekan kantor yang juga memiliki koneksi internet unlimited IM2 Broom, melainkan ya ga’jauh-jauh dari Musik dan iklan Film. Yang berkaitan dengan iklan film ya memang ga’semuanya saya cari, paling-paling yang lucu dan dapat menghibur hati si kecil MiRah putri kami antara lain trailer Up dari Pixar yang menampilkan puluhan balon udara dalam durasi pendek ataupun music ost kartun Madagascar ‘I Like To Move It’ yang menampilkan beragam binatang silih berganti.

Kalo soal musik ? hmmm… Mungkin disebabkan oleh masa muda saya yang jauh dari masa jayanya VCD, jadi mupeng tiap kali nonton saluran MTV, berharap video klip sang idola bakalan nongol sepanjang hari. Hehehe… makanya kini saya lebih memuaskan diri berusaha mengingat, mencari dan mengunduh video musik artis-artis era tahun 90-an hingga terkini.

Cukup banyak yang saya dapatkan, dari video musik 2 Unlimited, Prodigy, Supergroove hingga White Zombie. Dari video live Dire Straits, milli vanilli yang kabarnya menipu para fans dengan teknik lip sync mereka sampe Lea Salonga atau Atlantic Star favorit jaman saya SMA dahulu. Rasanya memang selalu kurang dan kurang. Belakangan sayapun dihinggapi histeria Mbah Surip sampai Velvet Revolver. Velvet apaan ? he… nanti deh saya ceritakan.
YouTube DL
Makanya sempet was-was saat melakukan transaksi pembayaran bulan pertama dahulu, berhubung volume data yang saya gunakan melonjak hingga 3,7 GB dalam waktu satu bulan penuh. Ternyata unlimited-nya emang ga’bohong. Hehehe…

So, ga’ada salahnya kan, kalo saya mengatakan “Puas-puasin deh Download YouTube-nya…”

Terima Kasih Indosat untuk Starone Unlimited-nya

10

Category : tentang TeKnoLoGi

Bisa dikatakan bagi saya pribadi kepentingan akan sebuah koneksi internet yang memuaskan pada akhirnya merupakan kebutuhan mutlak. Hal ini berlaku setelah aktifitas nge-BLoG dan juga microblogging lainnya menjadi satu rutinitas yang saya lakukan kapanpun dimanapun saya berada.

Kalau mau berpaling kebelakang, satu-satunya koneksi yang paling berkesan bagi saya adalah Telkomnet Instant. Koneksi internet tanpa pembebanan tetek bengek administrasi dll. Tinggal gunakan dan bayar. Begitu simpel.

Sayangnya dalam hal pembayaran atas penggunaannya gak pernah sesimpel yang saya bayangkan. Bukan hanya sekali dua saya mengalami pembengkakan biaya telepon rumah hingga angka 400an ribu rupiah setiap bulannya. Merupakan satu faktor utama mengapa dimasa muda dahulu yang namanya gaji bulanan ga’pernah bisa dialokasikan kedalam bentuk tabungan. Bukan bermaksud menyalahkan, tapi kegilaan saya pada sebuah koneksi internet saat itu sudah mulai memasuki tahap ‘addicted’ ketagihan. Rasanya ga’bakalan nyaman kalo ga’sempat mampir di dunia maya.

Jika saja saya tak mengetahui keberadaan internet murah Starone dari seorang rekan, barangkali saya masih harus merelakan sebagian uang gaji bulanan saya secara rutin disetorkan kepada pihak Telkom. Starone yang saat itu menawarkan tarif ‘promo’ Rp.25,- per menit tentu saja sangat menggiurkan ketimbang tarif Telkomnet Instant yang kurang lebih mematok tarif 6 (enam) kali lipatnya. Kendati promo, namun jika mengambil pemberlakuan tarif normal yang ditawarkan tetap saja jauh lebih hemat ketimbang akses Telkomnet.

Perubahan koneksi ini rupanya menarik pihak Telkom yang saat itu berkali-kali sempat menghubungi kami via telpon rumah, untuk menanyakan perihal drastisnya penurunan biaya telepon yang kami bayarkan untuk setiap bulannya. Mungkin gara-gara isu pemotongan biaya telepon oleh oknum yang melibatkan orang dalam dimana dengan kesepakatan tertentu, mereka mampu memotong biaya telepon yang tadinya barangkali mencapai angka jutaan, turun hingga ke nominal seratus ribu saja. Pernah dengar ?

Starone bisa jadi saat itu sangat menggiurkan bagi saya. Mengingat akses internet yang saya lakukan untuk satu bulannya malah lebih banyak dari sebelumnya namun hanya dikenakan biaya murah, maklum masih masa promo.  Atas saran dan masukan dari rekan-rekan Bali Blogger Community, begitu masa promo berakhir saya langsung berpindah kelain jalur, namun masih pada hati yang sama. Hehehe…

Pemakaian koneksi internet dengan perhitungan volume based akhirnya mulai saya gunakan yang diatur berupa paket kuota maksimum 1 GB untuk setiap bulannya dan ditebus dengan biaya Rp. 108.000,- sudah termasuk pajak.

Awalnya boleh dikatakan aktifitas saya sangat memenuhi standar yang saya inginkan. Koneksi Internet yang dapat dikontrol sendiri dan dengan biaya murah pula. Tapi ga’lama. Biayanya mulai membengkak ketika saya memulai aktifitas tambahan yang memanfaatkan jaringan internet dalam usaha pencarian data untuk penyusunan Tesis. Biaya yang tadinya identik dengan biaya pulsa ponsel bulanan, malah membengkak saat terdapat kelebihan pemakaian yang tidak seberapa. Lantaran sudah sesuai kesepakatan, pembengkakan biaya ini sempat saya lakoni sekitar dua-tiga kali.

Salah satu keuntungan bergaul di dunia maya adalah kerap kita dapat mengetahui satu peristiwa, berita atau kabar terkini jauh lebih dulu ketimbang koran atau di obrolan antar teman kantor. Paket Starone yang ditawarkan dalam paket Unlimited  boleh jadi hanya salah satu dari sekian banyak hal yang saya dapatkan, dan itu merupakan satu kejutan yang indah.

Maka per akhir Juni lalu, saya berpindah lagi ke jalur lain dan masih dalam hati yang sama. Kendati banyak pihak yang mencoba mematahkan pendirian saya dan menawarkan akses internet dengan frekuensi GSM yang kabarnya jauh lebih cepat dan lebih baik. Tak apa dalam hal kecepatan Starone barangkali tertinggal jauh dibanding rekan sefrekuensi apalagi GSM, toh saya tak memerlukan koneksi secepat itu.

Setidaknya saya sangat bersyukur atas semua hal itu. Minimal sudah bisa nge-BLoG, melakukan aktifitas microblogging, email, chat, update antivirus, berkelana didunia maya tanpa terikat waktu, ditinggal tidur sekalipun, bayarnya tetap sama. Soal kecepatan yang lemot, barangkali lantaran sudah terbiasa dengan  kecepatan Telkomnet Instant sejak dahulu kala, saya ga’terlalu mempermasalahkan itu.

Ohya, ada satu lagi yang membuat saya begitu bangga dengan koneksi internet Starone. Disaat banyak rekan mengeluhkan error yang terjadi pada koneksi internet mereka dua minggu terakhir, Starone tetap mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Biarpun lambat asal bisa internetan. Hahahaha…

Jadi sekali lagi, Terima Kasih Indosat untuk koneksi internet Starone Unlimitednya.

MiGrasi ke StarOne UnLimited

14

Category : tentang TeKnoLoGi

…akhirnya migrasi lagi…

Barangkali judul tulisan diatas pernah saya pakai sebelumnya, yaitu saat saya melakukan perpindahan paket penggunaan koneksi internet yang menggunakan kartu Starone Jagoan dari Pra Bayar hitungan per jam ke pasca bayar dengan kuota 1GB perbulannya.

Dalam perjalanannya, ternyata volume yang saya pakai kerap melebihi kuota yang ditetapkan, sehingga untuk kelebihan pemakaian tersebut saya dikenakan biaya tambahan sebesar 300 rupiah per MB pemakaian. Makanya biaya yang saya keluarkan ya minimal sekitar 108rb (bulanan plus PPn) dan maksimal sekitar 160rb (untuk kelebihan pemakaian pada saat awal pembuatan Thesis dahulu).
last starone
Untuk setiap bulannya, dalam hitungan jam bisa dikatakan rata-rata saya menghabiskan waktu sekitar 100jam-an lebih (3 jam per hari), sehingga kalopun tarif yang dikenakan itu dihitung perjam-an pakai, bisa jadi saya harus membayar sejumlah 450ribuan setiap bulannya.

Bersyukur per bulan lalu, Starone mulai melepas paket ter-gres mereka yaitu StarOne Unlimited di Kota Denpasar. Padahal info tentang ini sebenarnya sudah pernah saya baca sebelumnya pada BLoG Dokter Basuki Pramana di Cirebon sana.

Untuk bisa melakukan migrasi, caranya gampang banget, ya tinggal main ke gerainya Indosat (di wilayah Denpasar, sekitaran Garuda Wisnu Teuku Umar), menunjukkan KTP dan menyebutkan nomor langganan, konfirmasi langsung selesai hari itu juga. Tanpa dikenakan biaya lagi.

Jadilah pagi-pagi awal bulan, saya mulai mencoba paket unlimited StarOne dengan mengunduh video trailer Transformer 2 di YouTube. Kecepatan donlotnya lumayan untuk ukuran pagi hari, sekitar 20 MB/sec.

Menjelang siang, seperti biasa kecepatan StarOne mulai keliatan lemotnya. Berhubung merupakan paket unlimited, ya saya biarkan saja koneksi tetep jalan. Dari Facebook, BLoG, update antivirus, donlot video dari youtube hingga nyari foto ponakan, sedari pagi hingga siang, saya menghabiskan waktu sekitar 4,5 jam dengan volume sebesar 125 MB.

Walopun kmaren itu sudah dikonfirmasi bahwa paket unlimited sudah bisa digunakan per tanggal 1 Juli, tapi hati ya tetep was-was juga kalo-kalo tagihannya melonjak diluar paket yang disepakati. Yah, semoga saja tidak. He…

Koneksi Starone 0 bps ?

12

Category : tentang KeseHaRian

Beraktivitas internetan bagi saya pribadi sudah menjadi kebutuhan pokok, diluar kerja dan keseharian bersama keluarga. Dari blogging, blog walking, browsing, email, facebook, YM hingga sekedar meng-update database antivirus. Bisa dikatakan semua aktivitas itu gak satupun yang mendatangkan uang, hanya pertemanan dan juga pengisi waktu luang.

Sayangnya begitu koneksi terputus, saya seperti kehilangan satu dunia yang biasanya menemani waktu-waktu saya. Terasing dari peradaban teknologi ceritanya. Apa pasal ?

Sejak hari Jumat malam 20 Maret lalu, koneksi Starone yang merupakan paket berlangganan saya untuk setiap bulannya, mendadak menunjukkan angka 0 bps pada volume Send dan Receive-nya. Dengan kata lain, browser sama sekali tidak mampu menampilkan halaman BLoG, Facebook hingga Google yang minim iklan sekalipun. Paling untung ya aktivitas Send dan Receive email via Microsoft Outlook, itupun kadang mau kadang macet. Halah…

Padahal sinyal penuh lima bar dan saya melakukannya pada tempat biasa, yang sama seperti waktu-waktu sebelumnya. Penasaran dengan tempat, saya mencoba menggunakan modem beserta kartu pada PC milik adik sepupu dirumah sebelah, eh menampilkan Yahoo yang full iklanpun bisa lancar dengan baik. Begitupun saat dicoba beberapa alternatif penukaran modem, kartu dan pc-laptop. Gak masalah tuh.

Selama dua harianpun akhirnya saya mencoba mengakses internet bergantian dengan ponsel dan pda yang memakai kartu IM3. Hasilnya ? untuk Facebook walaupun hanya sebatas update status atau sekedar berkabar pada teman, masih bisa lah. Apalagi dengan bantuan software berbasis Java Morange, fitur-fitur yang biasanya saya pakai bisa diakses dengan baik. Hanya saja keterbatasan itu tetap ada. Layar yang kecil, input text yang gak nyaman, dan ada halaman admin blog yang gak bisa dijangkau, membuat hati hanya bisa mangkel dengan koneksi starone saya.

Uniknya, saat kartu Starone saya pindah ke PDA Audiovox 6700 CDMA, baik Morange maupun Mobile Facebook bisa berjalan dengan baik. Berarti masalahnya dimana siy sebenarnya ? Apa karena menyambut Hari Raya Nyepi yah ? bingung aku !

> Ada 3 tempat yang PanDe Baik cobain untuk melakukan koneksi internetan via Starone. Ruang kerja, halaman rumah hingga di Bengkel Paramitha Peguyangan pun, koneksi Starone tetep aja menunjukkan angka 0 bps, pada volume Send dan Received-nya. Wah wah wah…. Alamat bayar 100ribu tapi gak bisa make internetan dengan nyaman nih ! <

Test Tarif Internet StarOne by PanDe Baik

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Setelah sekitar enam bulanan lebih saya memakai Starone sebagai koneksi Internet satu-satunya via laptop, dari paket Time Based dimana tarifnya ‘hanya’ 25 rupiah per menit, hingga paket Volume Based 1 GB sebulan 100ribuan, berikut saya coba memaparkan perbandingan pemakaian tarifnya antar paket tersebut.

Untur tarif 25 rupiah per menit itu sebenarnya hanya berlaku untuk paket pembelian bundel kartu perdana Starone dengan modem CDMA Speed Up yang harganya kisaran 600ribuan. Itupun hanya untuk 3 bulan pertama. Setelah itu akan diberlakukan tarif normal yaitu 75 rupiah per menit atau 4500 rupiah per jam pemakaian. Sekitar 3 kali lipatnya.

Jenis pemakaian untuk paket diatas yang dinamakan ‘Time Based’ ini sangat cocok digunakan bagi mereka yang tergolong jarang internetan, aktivitasnya ngedonlot program, chatting pake video kamera, juga browsing sampe ber-facebook-ria.

Untuk tarif ‘Volume Based’ normalnya dikenakan biaya sebesar 1 rupiah per 1 KB pemakaian. Jenis ini akan sangat cocok dan murah digunakan bagi mereka yang keseringan chatting dengan cara ketik mengketik, cek email atau hanya browsing berita terkini misalnya.

Sebaliknya akan sangat mahal jika digunakan untuk donlot, chatting dengan video kamera dan ber facebook seperti halnya pemakaian ‘Time Based’ diatas. Sebab, aktivitas-aktivitas ini akan dengan sangat cepat menghisap volume pemakaian dalam waktu yang tidak terasa. Hehe…

Kedua sistem paket normal diatas, sistem pakainya seperti kartu Pra-Bayar. Beli pulsa dulu baru pakai. Kalo pulsa habis, ya musti beli lagi kalo mau internetan.

Paket terakhir seperti halnya yang saya pakai saat ini adalah paket berlangganan 100ribuan (tepatnya 99ribu+PPn 10%=108ribu), untuk pemakaian kuota volume maksimum 1GB. Paket ini bisa disamakan dengan paket ‘Volume Based’ hanya saja dengan resiko, pakai tidak pakai, sebulannya tetap (minimal) 108ribu.

Untuk paket berlangganan ini sistem pakainya mirip kartu Pasca Bayar, dimana kita memakainya terlebih dahulu, baru dibayar sesuai volume yang kita pakai. Tentu harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu ke kantor Indosat.

Pemakaian dengan nilai 108ribu tersebut seperti yang sudah saya katakan diatas hanya untuk volume maksimum 1GB, dan kelebihan pemakaian dihitung sebesar 300 rupiah untuk setiap 1 MB pemakaian. Apabila dibandingkan dengan tarif normal ‘Volume Based’ yang 1 rupiah per 1 KB pemakaian, tentu saja biaya tambahan yang dikenakan jauh lebih murah.

Oke, stop segitu dulu. Sekarang saya akan coba mengkalkulasi pemakaian saya selama dua bulan terakhir ini. Kebetulan saya memakai modem Speed Up yang sudah diinstalasi driver modem plus programnya sehingga dapat lebih mudah dideteksi waktu dan volume pemakaian.


Berikut rinciannya : Volume pemakaian selama 2 bulan terakhir saya adalah sebanyak 3,110 GB. Dengan durasi pemakaian sekitar 184 jam pakai.

Apabila saya menggunakan ‘Time Based’ normal dengan tarif 75 rupiah per menit, itu artinya saya harus membayarnya dengan total biaya 828ribu untuk 2 bulan pakai.

Apabila saya menggunakan ‘Volume Based’ normal dengan tarif 1 rupiah per 1 KB pakai, itu artinya saya harus membayarnya dengan total biaya 3 Juta 110ribu untuk 2 bulan pakai.

Sedangkan dengan paket berlangganan kuota maks 1GB perbulan, saya hanya membayarnya sekitar 376ribu rupiah saja.


Adapun aktivitas-aktivitas yang saya lakukan selama 2 bulan terakhir adalah blog, facebook, serta browsing dan donlot data untuk bahan Thesis Cukup murah bukan ?

Just FYI juga, untuk koneksi memang saya akui tak secepat Speedy ataupun Telkomsel Flash yang kabarnya untuk membuka video di YouTube gak perlu menunggu waktu lama, dan jalannya video semulus nonton tivi. Sebaliknya dengan Starone, memang kecepatannya tidak begitu tinggi, hanya saja masih dalam taraf memuaskan bagi saya. Wong jarang banget kena trouble atau koneksi down. Sekali dua sih pernah kok. But, it’s okay bagi saya…

> Tulisan ini dibuat oleh PanDe Baik, berhubung ada beberapa rekan yang bertanya terkait tarif internetan yang menggunakan koneksi Starone, dari tarif dan biaya yang dikenakan dan pilih paket yang mana kalo mau lebih murah. Semoga saja berguna <

Migrasi (juga) ke Kuota 1 GB

3

Category : tentang KHayaLan

migrasis.jpg

Lantaran biaya nge-net melebihi angka seratus ribu rupiah sedang volume pemakaian gak nyampe angka 1 GB, akhirnya keputusan buat Migrasi kartu Starone Jagoan terjadi juga. Dari Time Based ‘25 rupiah per menit‘ jadi seratus ribu untuk Kuota 1 GB. Keputusan ini ya berpatokan pada itung-itungan terdahulu, dimana jatuh biayanya akan jauh lebih murah apabila pemakaiannya melebihi dari waktu yang ditetapkan -66,67 jam- untuk nominal sama, yaitu seratus ribu.

Gak terasanya make internetan sebanyak itu selama sebulan (kalo dirata-ratakan seharinya maksimum 2 jam lebih dikit) lantaran aktivitas paling banyak dilakukan adalah nge-BLoG (ada empat buah BLoG he… yang harus diupdate secara berkala), chatting sekedar berbagi kabar, BLoG walking ke rekan-rekan lainnya juga Browsing sekedar nyari berita terkini juga beberapa aplikasi gratisan, paling akhir sih cuman cek Email dan update Antivirus.

Nah dengan aktivitas yang memang jarang mengunduh video via YouTube lagi, maka Migrasi ke Kuota 1 GB jadi jalan satu-satunya terbaik, dengan pertimbangan lebih dibanding Telkom Speedy adalah sifat mobile-nya yang bisa dibawa pergi kemanapun.

Yah, semoga saja dengan jatah volume 33 MB per hari bisa meng-cover semua aktivitas diatas, dan mungkin sudah saat untuk nyari pendapatan lebih cuman buat nalangin biaya nge-net aja kali ya…