Telaah Aplikasi RUP Online

Category : tentang PeKerJaan

Berkaitan dengan amanat Peraturan Kepala LKPP nomor 13 Tahun 2012, tentang Pengumuman Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang ditetapkan pada tanggal 8 November 2012, menyatakan bahwa Peraturan ini mulai berlaku sejak tanggal diundangkan, 12 November 2012 sesuai dengan yang tertuang pada Bab VI Ketentuan Penutup Pasal 8.

Yang dimaksud dengan RUP atau Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah adalah kegiatan yang terdiri dari identifikasi kebutuhan Barang/Jasa yang diperlukan K/L/D/I, penyusunan dan penetapan rencana penganggaran sampai dengan penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) (Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 ayat 8). Hal-hal yang diumumkan dalam RUP meliputi RUP melalui Swakelola dan RUP melalui Penyedia Barang/Jasa (Bab V Pengumuman Rencana Umum Pengadaan Pasal 5 ayat 1 dan 2).

Format RUP wajib diunggah (upload) dalam Portal Pengadaan Nasional dengan aplikasi yang terdapat pada website www.inaproc.lkpp.go.id (Bab V Pengumuman Rencana Umum Pengadaan Pasal 6). Dan Format RUP dan pengumuman RUP ini menggantikan format RUP dan pengumuman RUP yang terdapat dalam Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pedoman Umum Perencanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Bab VI Ketentuan Penutup Pasal 7 ayat 1)

Akan tetapi, dalam kondisi terakhir yang dapat dipantau per tanggal 20 Maret 2013, bahwa aplikasi RUP Online sebagaimana dimaksud diatas, belum dapat digunakan sebagaimana fungsinya sesuai amanat Perka, sehingga dapat memberikan peluang temuan bagi pemeriksa nantinya, bahwa Pemerintah Kabupaten Badung sebagai salah satu pengguna aplikasi, tidak mengikuti aturan sebagaimana yang telah ditetapkan.

Adapun beberapa permasalahan yang dapat dirangkum dalam usaha untuk menggunakan aplikasi RUP Online, kami paparkan sebagai berikut :

1. Ketidakmampuan aplikasi RUP Online untuk membuat UserID Admin PA dari jendela Admin RUP secara sempurna (perlu beberapa kali pengulangan proses), serta adanya double hasil input yang berbeda untuk UserID Admin PA, dengan menggunakan identitas orang yang sama.

2. Aktifitas Login yang masih menganut sistem MultiUser, menyebabkan Admin Agency harus melakukan dua kali inputing data yang sama dengan apa yang telah diinputkan kedalam aplikasi Monev Online. Hal ini berimplikasi pada kepemilikan UserID dan Password yang berbeda untuk masing-masing aplikasi (Monev Online dan RUP Online) bagi UserID PA/KPA yang terlibat didalamnya.

3. Pemanfaatan Database pada aplikasi RUP Online versi Produksi, masih belum dapat divalidasi keakuratannya, sehingga tidak ada jaminan bahwa file RUP yang telah diunggah/upload dapat dibaca dan diketahui oleh pengguna lain seperti Rekanan/Penyedia, Masyarakat Umum maupun Pemeriksa. Hal ini dapat dilihat pada daftar RUP yang ada dalam database RUP Kabupaten Badung, masih menyajikan data RUP dari Sekretariat DPRK Aceh Tamiang.

4. Terkait dengan pengunggahan/upload file RUP dari masing-masing Pimpinan K/L/D/I, apabila tidak muncul pada halaman aplikasi RUP Online, terdapat himbauan agar diumumkan di halaman LPSE masing-masing (dengan memanfaatkan bantuan dari Admin PPE sebagaimana proses sebelumnya) dan dikirim ke alamat email [email protected], sebagaimana penjelasan yang terdapat dalam halaman aplikasi tersebut.

Demikian telaah staf yang dapat disampaikan terkait penggunaan aplikasi RUP Online, agar dapat dipergunakan dan ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.

Sekretaris LPSE Badung
(Pande Nyoman Artawibawa., ST., MT)

Telaah Aplikasi Monev Online

1

Category : tentang PeKerJaan

Berkaitan dengan amanat Peraturan Kepala LKPP nomor 8 Tahun 2012, tentang Pelaporan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang ditetapkan pada tanggal 17 September 2012, menyatakan bahwa Peraturan Kepala LKPP ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan, 18 September 2012 sesuai dengan yang tertuang pada Bab V Penutup Pasal 5.

Yang dimaksud dengan Pelaporan Realisasi Pengadaan Barang/Jasa adalah penyampaian data dan informasi mengenai realisasi pengadaan barang/jasa yang pelaporannya dilakukan secara elektronik oleh Pimpinan K/L/D/I (Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 ayat 4). Sedangkan Sistem Pelaporan Realisasi Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik yang selanjutnya disebut sebagai Monev Online adalah sistem yang disediakan, dibangun, dan dikembangkan oleh LKPP untuk melaporkan realisasi pelaporan barang/jasa secara elektronik (Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 ayat 5).

Akan tetapi, dalam kondisi terakhir yang dapat dipantau per tanggal 18 Maret 2013 lalu, bahwa aplikasi Monev Online seperti dimaksud diatas, belum dapat digunakan sebagaimana fungsinya sesuai amanat Perka, sehingga dapat memberikan peluang temuan bagi pemeriksa nantinya, bahwa Pemerintah Kabupaten Badung sebagai salah satu pengguna aplikasi, tidak mengikuti aturan sebagaimana yang telah ditetapkan.

Adapun beberapa permasalahan yang dapat dirangkum dalam usaha untuk menggunakan aplikasi Monev Online, kami paparkan sebagai berikut :

1. Ketidakmampuan aplikasi Monev Online untuk membuat UserID Admin Agency sebagaimana sosialisasi aplikasi yang dilakukan pada tanggal 18 Maret 2013 lalu di Provinsi Bali, berimplikasi pada ketidakmampuan untuk membuat UserID bagi para pengguna aplikasi Monev Online yang terlibat sebagaimana yang dijelaskan dalam Perka. Diantaranya, PA/KPA, PPK, PPHP dan ULP.

2. Belum adanya Regulasi yang mengatur kewenangan yang dimiliki oleh Admin PPE dan Agency sebagaimana sosialisasi, untuk melakukan editing kesalahan input pada daftar RUP atau Rencana Umum Pengadaan seperti yang dikirim/upload oleh masing-masing PA di K/L/D/I.

3. Ketiadaan UserID bagi pengguna Pejabat Pengadaan yang saat ini lebih banyak ditugaskan untuk menangani paket pengadaan barang/jasa tanpa melalui halaman elektronik/LPSE.

4. Aktifitas Login yang masih menganut sistem MultiUser, menyebabkan Admin Agency harus melakukan dua kali inputing data yang sama dengan apa yang telah diinputkan kedalam aplikasi SPSE. Hal ini berimplikasi pada kepemilikan UserID dan Password yang berbeda untuk masing-masing aplikasi (SPSE dan Monev Online) bagi para pengguna yang terlibat didalamnya. Diantaranya PA, PPK dan ULP.

5. Ketidakmampuan aplikasi Monev Online versi Latihan, dalam memilah data hasil pencarian ataupun data paket pengadaan yang tampil di masing-masing halaman milik UserID pengguna, baik PPK, PPHP maupun ULP yang berpotensi pada tumpang tindihnya inputing/updating data sebagaimana tugas dan wewenang masing-masing.

6. Ketidakjelasan prosedur yang harus dilakukan dalam aplikasi Monev Online versi Latihan, utamanya dalam kegiatan-kegiatan teknis bagi UserID PA dan PPK, kaitannya dengan pemberian penjelasan pada Sanggahan Banding.

7. Usaha Pengisian field atau kolom tertentu dalam halaman UserID Pengguna PPK dan ULP, aplikasi Monev Online versi Latihan, sebaiknya mengambil atau menarik data dari database aplikasi SPSE untuk mencegah kesalahan pengetikan. Misalkan Nama Paket, Nilai Kontrak, atau Nama Penyedia (Pemenang).

Demikian telaah staf yang dapat disampaikan terkait penggunaan aplikasi Monev Online, agar dapat dipergunakan dan ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.

Sekretaris LPSE Badung
(Pande Nyoman Artawibawa., ST., MT)

Twitter @LPSEBadung : Trik [update] [2] Menggunakan Aplikasi Apendo LPSE v.3.1

Category : tentang PeKerJaan

Selamat Siang Kawan LPSE Badung, mumpung kami lagi senggang dan menanti jam pulang, kali ini kami kultwit sebentar tentang Apendo versi 3.1.

Beberapa waktu lalu, kami sempat kultwitkan terkait pemahaman awal penggunaan Apendo versi 3.1 pula disalin ulang dalam bentuk blog. Untuk kultwit kali ini, akan kami bagikan beberapa tips tambahan terkait penggunaan Apendo yang kami temukan belakangan ini.

Salah satu kelebihan Apendo, Aplikasi Pengaman Dokumen versi 3.1 yang kini diadopsi oleh sistem SPSE versi 3.5 adalah… Kemampuan Apendo untuk melakukan dekripsi/enkripsi data lebih dari satu file, atau yang berada dalam satu folder. Itu sebabnya, kami menyarankan agar kawan”baik Penyedia maupun Penitia/ULP, dapat menyimpan file penawaran dalam satu folder, Untuk memudahkan proses dekripsi/enkripsi data penawaran, tanpa ada satu dua file yang tertinggal.

Lantas, bagaimana dengan pemanfaatan Kunci Publik yang pada Apendo terdahulu, hanya dapat digunakan secara khusus pada satu file penawaran ?
Kini sudah tidak lagi. Kunci Publik yang berlaku pada masing-masing file penawaran dan juga paket pengadaan adalah sama. Itu sebabnya, ketika melakukan dekripsi/enkripsi file data penawaran dalam jumlah banyak, rekan”dapat menggunakan salah satu Kunci Publik.

Saat proses dekripsi/enkripsi berhasil dilakukan, aplikasi Apendo akan menanyakan di Folder mana file tsb akan ditempatkan ?
Nah, saran kami berikutnya adalah… Tempatkan file dalam satu folder utama di drive C/D tanpa masuk ke sub folder lainnya. Mengapa ? Karena ini adalah kasus terbanyak yang kami temui, bahwa proses perubahan yang dilakukan via Apendo, kerap gagal lantaran nantinya.

Proses penamaan file pasca di Apendo akan menjadi panjang dengan rincian, nama paket pengadaan diikuti nama Rekanan. Sedangkan, dalam beberapa kasus, pc/notebook tidak mampu mengeksekusi file yang berada dalam Sub-Sub Folder dan nama yang panjang. Itu sebabnya, dalam beberapa kasus yang kami tangani, baik kesulitan pembukaan file penawaran pasca di Apendo, atau Sedikitnya jumlah item dalam file penawaran yang sebelumnya tergabung dalam satu file, bisa jadi ini adalah salah satu penyebab utamanya.

Kemampuan untuk melakukan eksekusi terhadap multi file penawaran secara sekaligus, tentu lebih memudahkan pengguna dalam bekerja

Selain itu, utk mencegah terjadinya ketertinggalan file penawaran yg telah di Upload oleh Rekanan, tips yg dpt diberikan bg Panitia/ULP Adalah memeriksa ulang besaran file penawaran yang berhasil diunduh dari sistem/halaman LPSE, untuk disandingkan dengan ukuran yg tertera pada halaman penawaran masing-masing Penyedia/Rekanan. Setidaknya apabila ukuran file tidak sama, maka Panitia/ULP kami sarankan untuk mengunduhnya kembali, hingga ukuran file penawaran yang telah diunduh, setara dengan yang tertera pada halaman LPSE.

Kebiasaan selanjutnya pasca proses pengunduhan File adalah mencari File unduhan itu di Folder yang telah diatur terakhir oleh Browser. Bagi kawan yang tidak mengetahui apa itu Browser, bisa membacanya lebih detail di Wikipedia… Sedang macam/jenis browser yang biasa dikenal Seperti Internet Explorer, Mozilla Firefox, Google Chrome, Opera, Safari dll… Tergantung kebiasaan dan ketersediaan di pc/notebook. Biasanya, untuk mengakses file hasil Unduhan dapat dicari dengan cara menekan tombol kanan pada Mouse, lalu pilih ‘Open File Directory’

Apabila dalam folder hasil unduhan tersebut terdapat banyak file dan diyakini bahwa tidak semua file tersebut merupakan yang dibutuhkan, Pengguna dapat mengubah tampilan daftar file menjadi lebih Detail melalui opsi View/Detail, lalu tekan pada status Date Modified. Apabila cara ini berhasil dilakukan, maka file yang ada dalam folder tersebut akan diurutkan berdasarkan tanggal pengunduhan, Sehingga kawan dapat memilih file yang diunduh hanya pada tanggal dan jam terakhir pengunduhan, lalu pindahkan dalam folder terpisah.

Demikian Tips yang dapat kami bagikan kepada kawan”LPSE terkait penggunaan Aplikasi Apendo versi 3.1, menambahkan informasi yang telah ada. Semoga kelak, kami bisa lanjutkan kembali Tips”singkat yang sekiranya dapat berguna bagi kawan”pengguna LPSE. Selamat Sore, hati”di jalan

Tentang Rakor ke-8 LPSE Nasional

3

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

Melelahkan. Kurang lebih begitu pendapat bathin secara pribadi. Tiga hari melawat ke Jakarta bersama Tim Pelaksana LPSE Badung dengan segudang rencana awal yang kemudian dibuyarkan begitu cepat oleh jadwal dadakan pihak penyelenggara, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Republik Indonesia LKPP yang kabarnya kali ini bekerja sama dengan sebuah EO Event Organizer demi menghandle banyaknya pekerjaan.

Tidak heran. Mengurusi 513 (semoga tidak salah) utusan dari LPSE seluruh Indonesia yang masing-masingnya mengirimkan minimal 2 hingga 5 orang personel (bahkan kabarnya ada juga yang hingga 7 orang), tentu bukan perkara gampang. Hal ini pernah disampaikan oleh rekan-rekan LKPP saat kegiatan yang sama digelar di Hotel Sanur Paradise, November 2011 lalu.

Yang membuat kami cukup terperangah adalah pola pembagian hotel yang rupanya diatur secara acak. Artinya Rekan kami sesama Tim pelaksana LPSE Badung sudah bisa ditebak berada di lokasi yang berbeda-beda. Saya selaku Sekretaris LPSE Badung berada di Grand Cempaka, Ibu Kepala LPSE di Aston Marina Ancol, dan Pak Made Aryawan Admin PPE kami yang kali ini diundang sebagai Narasumber berada di Novotel Gajah Mada. Penyebaran ini bisa jadi dimaksudkan untuk makin mengakrabkan kami, Tim Pelaksana LPSE seluruh Indonesia, satu dengan lainnya. Minimal untuk menambah wawasan antar daerah.

Namun kelemahan dari pola penyebaran ini adalah sulitnya kami berkoordinasi satu sama lain dalam tim yang sama, terutama terkait sesi diskusi yang harus diikuti, kesimpulan yang dapat kami tarik lalu dipertanyakan kembali hingga hal-hal sepele seperti persiapan untuk pulang.

Rakor ke-8 LPSE Nasional ini cukup unik. Mengingat di sesi awal atau pembukaan, LKPP mengundang seorang praktisi sekaligus akademisi ternama yang telah malang melintang di dunia Linux, Jaringan dan Securitas, Bapak Onno W Purbo. Selama sesi, Beliau banyak bertukar cerita dan membagi pengalaman terkait ancaman serangan, cara pembobolan akun baik email, password hingga kode pengamanan yang lumayan membuat kepala cenat cenut dan was was sendiri akan kondisi ‘nyata’ yang sebenarnya di lapangan.

Jika saja selama sesi pembelajaran Rakor ke-8 LPSE Nasional ini saya mendapatkan rekan sekamar yang sesuai dengan aturan LKPP, saya yakin rasa lelah itu akan makin bertambah mengingat banyaknya hal yang harus dipersiapkan termasuk cara bersosialisasi yang baik atau penyesuaian lingkungan antar suku dan etnis. Bersyukur saya bersua dengan sobat sesama blogger Bali yang memang sudah saya kenal sejak lama. I Gusti Agung Made Wirautama, S.Kom seorang dosen IT sekaligus Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kampus STP Nusa Dua, pemilik blog imadewira.net. Kali ini Beliau hadir sebagai Admin Agency LPSE STP Nusa Dua, satu tugas yang dahulu pernah saya emban.

Maka jadilah selama masa istirahat pasca diskusi panel, bahan obrolan kami tidak jauh dari keluarga, putrinya Nindi serta Mirah dan Intan dua putri saya, hingga ke Adsense, tugas wewenang LPSE dan tentu saja honor atau tunjangan. *uhuk

Ada banyak hal yang kami dapatkan selama sesi diskusi panel berlangsung. Selain kawan baru, pertemuan dengan kawan lama yang pernah saya kenal di Rakor dan TOT atau Train of Trainer sebelumnya, pula bersua dengan orang-orang yang sebetulnya hanya saya kenal di dunia maya saja. Beberapa diantaranya kawan dari LPSE Kabupaten Pati, Trenggalek dan Sumatera Barat.

Tidak hanya itu, pertukaran informasi serta teknologi yang dikembangkan di masing-masing LPSE dengan tujuan untuk mempermudah operasional, pelaporan dan pelayanan pun dapat diserap dengan baik lewat paparan dan diskusi yang kadang berlangsung hingga masa istirahat. Tak lupa guyonan Pak iPep Fitri dari Universitas Diponegoro, seorang instruktur pengadaan barang/jasa yang juga bertugas sebagai Trainer di LPSE Undip, mengocok perut kami selama sesi pembelajaran.

Sementara dari sisi perkembangan LPSE, dalam usia dini LPSE Nasional berhasil meraih penghargaan dari FutureGov Asia Magazine sebagai Winner ‘Technology Leadership 2012’ se-Asia Pasifik. Sedangkan LPSE Badung sendiri masuk dalam daftar 4 besar nominasi Award LPSE kategori ‘User Support Performance’, Peringkat 2 Tingkat Kabupaten untuk jumlah Paket Pengadaan Terbanyak pada Tahun 2012, serta Peringkat 2 Tingkat Kabupaten untuk Nilai Pagu Pengadaan Tertinggi pada Tahun 2012.

Sedangkan perkembangan dari sisi proses sertifikasi Pengadaan Barang/Jasa pun patut diapresiasi. Jika dahulu masih dilaksanakan dengan cara Konvensional/tertulis, kini sudah dapat dilakukan secara komputerisasi di 27 lokasi se-Indonesia, dan harapan kedepan di tahun 2013, sudah dapat diakomodir melalui sistem online langsung dari lokasi Peserta berada. Dimana proses penilaian tidak lagi membutuhkan waktu lama seperti terdahulu, maksimal 2 jam setelah proses ujian selesai dilakukan, lulus tidaknya peserta sudah dapat diketahui secara langsung.

Lalu, berbicara soal standarisasi prosedur operasional LPSE baik dari segi proses pendaftaran Penyedia, proses pelelangan, hingga pemeliharaan sistem dan aplikasi tentu sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan di masing-masing LPSE.

Tak lupa dalam sesi Pemaparan dan Review aplikasi SPSE versi 4.0 dan Spam Kodok rupanya memiliki banyak fitur pembaharuan yang lebih memudahkan penguna atau user sesuai dengan beberapa saran dan masukan yang pernah kami berikan sedari proses Train of Trainer TOT dan konsultasi ke LKPP sebelumnya.

Di hari ketiga kegiatan Rakor ke-8 LPSE Nasional ini, LKPP menggelar parade bersama jalan kaki dari Monumen Nasional (Monas), menuju Bundaran Hotel Indonesia HI lalu kembali lagi menuju Monas dan mendeklarasikan ‘100% e-Procurement untuk Indonesia Bersih dan Sejahtera’. Sesi akhir ini dimeriahkan pula dengan pembagian door prize dan seperti biasa kami tak mendapatkannya satupun. :p

Rakor ke-8 LPSE Nasional kali ini memang benar melelahkan. Bahkan saat tiba dirumah Minggu pukul 22 malam pun rasanya masih belum bisa menghilangkan rasa penat meski tiga bidadari yang disayang sudah menanti. Ditambah dua jam tertidur senin siang di rumah mertua dan istirahat lebih awal malam harinya, mood untuk menuliskan semua laporan, pe er, rencana sosialisasi, pelatihan hingga draft tulisan untuk blog dan Koran Tokoh pun belum jua muncul. Baru pada Selasa siang semua inisiatif tersebut mulai terkumpul satu persatu. Dan tulisan inipun menjadi salah satu pembuktiannya.

Sebetulnya saya pribadi menginginkan suasana Rakor yang terkumpul di satu tempat. Dimana malam pasca diskusi atau sesi sarapan, kami masih bertemu satu sama lain termasuk dengan para kamerad LKPP yang kami hormati. Pak Ikak, Pak Nanang, Pak Arso, Pak Bima dan banyak lagi. Termasuk para artisnya yang tampil di video khusus besutan LKPP dengan tema e-Procurement. Karena suasana inilah yang kelak akan membuat kami selalu terkenang dan bangga bisa bergabung di unit LPSE.

Menunggu UpGrade SPSE 3.5 bagi LPSE Badung

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang PeKerJaan

Jika saja boleh dikatakan tentang keberadaan kami LPSE Badung di gedung LKPP Jakarta merupakan salah satu LPSE yang paling cerewet dalam menyampaikan keluhan atau memberikan masukan atas kekurangan-kekurangan Sistem SPSE selama dua tahun ini, barangkali ada benarnya juga. Kunjungan kami sedari tanggal 21 s/d 24 Februari lalu selain untuk melakukan Train of Trainer bagi delapan Anggota baru Tim Pengelola LPSE Tahun 2012, adalah untuk menjaga silaturahmi dan pula penyampaian keluhan serta masukan tadi untuk yang kesekian kalinya. Sampai-sampai kami harus memohon maaf terlebih dahulu kepada para pimpinan disana, agar tak kenal lelah menerima kami baik per telepon, email atau datang langsung pada mereka.

Namun apa yang kami sampaikan baik keluhan atau masukan bukanlah hanya merupakan satu alasan klise agar kami bisa melakukan plesiran ke Jakarta seperti hal berita Detik tempo hari. Tidak kurang ada dua puluh poin yang harus kami sampaikan secara langsung, lantaran jika disampaikan per telepon ataupun email, latar belakang mengapa bisa terjadi permasalahan tersebut barangkali malah bisa blunder, tak dapat dipahami dengan baik. Terbukti, beberapa poin dari pertanyaan kami tersebut kelak akan diakomodir dalam waktu dekat, dan beberapa lainnya akan menjadi bahan pembahasan serta diskusi di LKPP.

Adapun beberapa diantaranya menyasar pada sistem kerja yang dilakukan oleh Admin Agency, posisi dimana saya bertugas terdahulu yang kemudian melakukan satu perubahan besar dari yang dahulunya melibatkan Panitia Pengadaan, kini berganti nama menjadi Unit Layanan Pengadaan. Sudah demikian, terdapat beberapa Bugs yang sangat mengganggu terkait paket lelang e-Proc yang telah diinputkan sejak awal, atau celah keamanan yang mampu kami lakukan untuk membobol Sistem SPSE dari Internal LPSE.

Lain lagi jika permasalahan itu datang dari sudut pandang Panitia atau yang kini disebut dengan ULP tadi. Diantaranya keberadaan PPK yang dahulu sempat tampil di Sistem SPSE kami harapkan bisa tampil kembali di sistem terkini untuk memantau paket Lelang yang diembannya selama berjalannya proses. Demikian pula opsi tambahan apabila terjadi keputusan Lelang Ulang. Pula persoalan Notifikasi atau Pengingat bagi para Panitia Pengadaan/Pokja dalam beraktifitas di halamannya masing-masing. Permasalahan-permasalahan ini ada yang merupakan masukan dari Rekan-rekan ULP yang dahulunya merupakan bagian dari Tim Pengelola LPSE Badung periode 2010/2011 dan juga hasil diskusi atas semua keluhan yang disampaikan kepada kami.

Disamping itu, ada pula terkait Agregasi yang diperuntukkan bagi para Penyedia atau Rekanan LPSE yang menjadi opsi paling besar untuk dipertanyakan mengingat kami, Tim Pengelola LPSE Badung generasi pertama belum mendapatkan suntikan pengetahuan saat sistem di-UpGrade setahun lalu. Baik masa waktu yang dibutuhkan ataupun bagaimana ekses yang ditimbulkan nantinya. Masih di ranah penyedia atau Rekanan LPSE, status Black List yang diperuntukkan bagi yang mbalelo pun kami pertanyakan. Harapannya tentu saja kelak gag akan ada Rekanan atau Penyedia yang berani ‘bermain’ atau ‘mengatur’ lelang seperti halnya proses Konvensional.

Selama empat hari pembelajaran bagi delapan anggota Tim kami yang baru, nyaris tidak ada perubahan ataupun pembaharuan sistem dalam SPSE versi terkini 3.2.5, seperti yang telah digunakan LPSE Badung sejak 10 Februari 2012 lalu. Meski demikian, satu teknologi yang patut kami syukuri rupanya ditanamkan pada jendela Administrator LPSE yang disebut dengan Smart Report. Teknologi ini kelak akan sangat membantu kami dalam membuat laporan pada pimpinan secara cepat, singkat dan tepat terkait sejumlah Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang diumumkan melalui halaman LPSE Badung, baik dari segi jumlah, efisiensi biaya yang mampu direkam hingga prosentase Rekanan atau Penyedia Lokal yang turut serta terlibat didalamnya.

Namun di hari ketiga pembelajaran, kami mendapatkan suntikan pengetahuan yang kelak bakalan tampil di Sistem SPSE versi 3.5 menyusul beberapa masukan dan keluhan yang kami sampaikan sebelumnya. Salah satu diantaranya adalah opsi atau fitur yang diberikan bagi Panitia Pengadaan atau yang kini di sebut dengan ULP ataupun Kelompok Kerja/Pokja, untuk melihat Reporting dari keseluruhan cara kerja mereka terkait ‘Siapa mengerjakan Apa’ dalam Paket Pengadaan yang ditangani. Opsi ataupun Fitur ini selain berfungsi untuk mengontrol siapa saja yang aktif dalam penanganan Paket Lelang tersebut (sekaligus melihat siapa yang tidak bekerja :p) dan siapa saja yang melakukan perubahan atas apa yang telah disusun sebelumnya. Terkait hal terakhir, bisa dikatakan bakalan mengakomodir permasalahan yang kami alami tempo hari, tepatnya saat Ketua Pokja tidak mengetahui siapa yang mengubah Jadwal Pengadaan yang telah disusun bahkan sempat pula menduga terjadi lantaran kesalahan sistem. Semoga kedepan saat Reporting ini sudah bisa diakses, semua pertanyaan dan dugaan bakalan bisa jelas terungkap.

Selain itu ada juga penambahan Field atau Kolom baru di jendela Panitia Pengadaan saat mereka mulai menyusun paket Lelang. Field tersebut adalah ‘siapa PPK yang memerintahkan dilelangkannya paket pengadaan tersebut dan Nomor Surat Permohonan yang diajukan’. Terkait ‘Siapa PPKnya, tentu bakalan menyambung pada permasalahan atau masukan yang dijelaskan diatas. Minimal nantinya PPK bisa memantau dan mempelajari proses lelang yang diajukan ke ULP lebih awal, sebelum menerbitkan SPPBJ diakhir Pelelangan.

Ohya, ada juga aktor baru yang kelak akan terlibat dalam Sistem SPSE ini. Namanya Auditor.

Auditor merupakan pelaku yang kelak ditugaskan untuk memeriksa proses Pengadaan sejak awal disusun hingga selesai dilaksanakan. Auditor ini bergerak diluar anggota Tim LPSE lainnya, yang ditunjuk berdasarkan Surat Tugas dari lembaga yang memerintahkannya. Surat Tugas inilah yang kelak menjadi Dasar aktifitas yang bersangkutan di Sistem SPSE LPSE terkait. Hubungan langsung seorang Auditor akan menyasar pada Administrator LPSE yang akan memberikan kuasa penuh sesuai Surat Tugas, baik pemberian UserID dan password serta seberapa jauh seorang Auditor melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah paket Pelelangan. Adapun jendela yang nantinya tampil bagi seorang Auditor kurang lebih sama dengan jendela Panitia Pengadaan ditambah opsi atau fitur tambahan Reporting tadi. Namun mengingat Tugas seorang Auditor adalah memeriksa Proses Pengadaan, tentu saja kelak dibutuhkan pula Seritifikasi bagi yang bersangkutan sebelum melaksanakan tugasnya.

Kira-kira begitu deh penggambaran yang mampu saya berikan terkait proses TOT, pembelajaran dan juga harapan kami akan pembaharuan Sistem SPSE nantinya. Trus kapan yah versi 3.5 itu bisa mulai digunakan ? :p

@LPSEBadung Informasi seputar Tips Pemasukan Penawaran oleh Rekanan LPSE Pemkab Badung

2

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

“Topik @LPSEBadung hari ini adalah Tips Pemasukan Penawaran paket lelang e-Procurement..” (24 Juni)

“Untuk bisa memasukkan penawaran dengan baik, silahkan Unduh aplikasi #Apendo terlebih dahulu di halaman User masing-masing” (24 Juni)

“Bagi yang belum paham apa itu #Apendo dan cara penggunaannya, silahkan pantau Tweet kami sebelumnya perihal #Apendo di @LPSEBadung” (24 Juni)

“Bagi Rekanan yang memiliki lebih dari satu bendera, disarankan untuk menggunakan aplikasi #Apendo yang berbeda untuk setiap bendera” (24 Juni)

“Untuk mengakali penggunaan #Apendo di setiap bendera, berikan nama folder yang berbeda sesuai dengan nama Bendera yang digunakan” (24 Juni)

“Tidak disarankan menggunakan satu aplikasi #Apendo untuk bendera atau nama perusahaan yang berbeda” (24 Juni)

“Prosedur pengiriman dokumen penawaran hanya mampu melakukan pengiriman satu file yang sudah di-#Apendo berupa file dengan ekstensi RHS” (24 Juni)

“Satu file RHS dapat mengandung satu atau lebih file dokumen penawaran dalam berbagai format. doc, xls, ppt, pdf, txt, jpeg, dwg dan lainnya” (24 Juni)

“(1) #Tips Sebelum melakukan enkripsi data dokumen penawaran dengan menggunakan aplikasi #Apendo, Rekanan diharapkan untuk : ” (24 Juni)

“(2) #Tips. Menyiapkan semua dokumen yang akan dikirim dalam satu folder terpisah” (24 Juni)

“(3) #Tips. Menutup semua Dokumen Penawaran secara permanen sebelum di-eksekusi” (24 Juni)

“(4) #Tips. Memindahkan semua file dokumen Penawaran kedalam hard disk (bukan dalam flash disk) ” (24 Juni)

“ (5) #Tips. Periksa kembali apakah dokumen Penawaran yang akan dikirim sudah benar dan dapat dipertanggungjawabkan” (24 Juni)

“(6) #Tips. lakukan kompresi sebilamana perlu untuk memperkecil besaran file yang akan dikirimkan” (24 Juni)

“(7) #Tips. Semua tips diatas bertujuan untuk mempercepat proses Enkripsi data dengan memanfaatkan aplikasi #Apendo” (24 Juni)

“(8) #Tips. Apabila terjadi hambatan (hang, crash ataupun proses yang terlalu lama) silahkan terapkan ‘semua’ tips tadi” (24 Juni)

“(9) #Tips. Semua Tips mutlak dilakukan untuk keberhasilan proses Enkripsi data dengan memanfaatkan aplikasi #Apendo” (24 Juni)

“Sebanyak apapun file Dokumen Penawaran beserta lampirannya, akan menghasilkan satu file yang berekstensi RHS untuk dikirim ke Sistem LPSE” (24 Juni)

“Apabila terjadi Perubahan Penawaran sebelum Jadwal Pembukaan Penawaran dilakukan, Rekanan dapat mengubah kembali file Penawarannya” (24 Juni)

“Untuk melakukan perubahan pada Dokumen Penawaran, Rekanan tinggal melakukan Proses Enkripsi Data dengan #Apendo dan mengirimkannya kembali” (24 Juni)

“Tidak ada batasan berapa kali file Dokumen Penawaran dapat dikirimkan oleh Rekanan, selama jadwal Pemasukan Penawaran masih berlaku” (24 Juni)

“Yang perlu dipahami oleh Rekanan bahwa Dokumen Penawaran yang akan diakui oleh Sistem adalah Dokumen yang terakhir kali dikirim oleh Rekanan” (24 Juni)

“Sebelum Rekanan mengirimkan file Dokumen Penawaran, periksa kembali ukuran file Penawaran (dalam format ekstensi RHS) ” (24 Juni)

“Bandingkan ukuran file RHS yang dihasilkan oleh aplikasi #Apendo, dengan file aslinya yang dikompresi menggunakan aplikasi WinZip/WinRar” (24 Juni)

“Apabila ada kemiripan ukuran besaran file, bisa dipastikan file RHS yang akan dikirimkan sudah valid dan benar” (24 Juni)

“Sistem SPSE hanya akan menerima file yang berekstensikan RHS saja, bukan yang lain. Jika tidak percaya, uji saja” (24 Juni)

“Salah satu hambatan terbesar saat melakukan Pengiriman file Dokumen penawaran adalah kecepatan Koneksi Internet yang digunakan” (24 Juni)

“Satu Tips manjur terkait Pengiriman Dokumen Penawaran adalah, lakukan H-1 atau sebelumnya atau diluar jam sibuk” (24 Juni)

“Keluhan yang paling sering kami dapatkan adalah sulitnya memasukkan File Dokumen Penawaran satu jam sebelum jadwal ditutup” (24 Juni)

“Bagi yang kesulitan saat memasukkan atau meng-Upload Dokumen Penawaran, silahkan datang ke gedung @LPSEBadung, tidak dipungut biaya kok” (24 Juni)

“Untuk kelancaran Proses lelang bagi Rekanan, Penyedia maupun panitia, kami @LPSEBadung menyediakan beberapa fasilitas yang siap digunakan” (24 Juni)

“Ada 6 PC di Ruang Bidding yang sudah tersambung LAN diperuntukkan bagi para Rekanan, Penyedia dan Panitia untuk memudahkan aktifitasnya” (24 Juni)

“Ada 10 PC di Ruang Latihan yang bisa juga digunakan untuk kebutuhan Training serta Kursus Kilat” (24 Juni)

“dan jika itu masih kurang, silahkan membawa NoteBook pribadi dan nikmati Free Wifi kami untuk dapat terhubung ke alamat @LPSEBadung” (24 Juni)

“Sekian Tweet @LPSEBadung hari ini terkait Tips pemasukan Dokumen Penawaran, Sampai jumpa hari Senin depan. Terima Kasih” (24 Juni)

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung

@LPSEBadung Informasi seputar Tips Rekanan LPSE Pemkab Badung

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

“Bagi yang ingin mengikuti proses lelang e-proc Pemkab Badung, silahkan daftarkan emailnya terlebih dulu di halaman LPSE Badung” (23 Mei)

“Tips Rekanan #LPSE Badung. Segera Verifikasi Berkas pendaftaran yang telah di-Upload untuk mendapatkan persetujuan penggunaan akun USERID” (24 Mei)

“Tips Rekanan #LPSE. Apabila sudah mendapatkan UserID dan Passw, lakukan update data sebilamana perlu” (24 Mei)

“Tips #LPSE Badung. Lakukan perubahan password secara berkala untuk mencegah penyalahgunaan dan pembobolan akun LPSE” (24 Mei)

“Tips Rekanan #LPSE Badung. Periksa kembali kelengkapan file Dokumen Penawaran sebelum di-sandi dengan #Appendo dan dikirimkan” (24 Mei)

“Tips Rekanan #LPSE Badung. Gunakan satu aplikasi Appendo untuk satu bendera. Hindari kegagalan penawaran Sejak dini” (24 Mei)

“Tips Rekanan #LPSE. Gunakan Akses internet yang menyediakan layanan Upload memadai untuk menyukseskan proses pengiriman Dokumen Penawaran” (25 Mei)

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung

@LPSEBadung Informasi seputar Jadwal Pelelangan oleh Panitia LPSE Pemkab Badung

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

“Selamat Pagi, Hari ini kami masih akan melanjutkan berbagi Tips bagi Panitia Pengadaan untuk lingkup e-Procurement” (10 Juni)

“Untuk penyusunan Paket Kegiatan yg akan dilelangkan secara elektronik/e-Proc, Panitia Pengadaan diharapkan jeli dalam membuat jadwal lelang” (10 Juni)

“Jadwal Pelelangan yang disusun tetap mengacu pada PerPres no.54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah” (10 Juni)

“Jadwal Pelelangan untuk paket Kegiatan e-Proc (disarankan) disusun berdasarkan hari kalender tanpa memperhitungkan libur/cuti bersama” (10 Juni)

“Jadwal Pelelangan untuk paket Kegiatan Non e-Proc (disarankan) disusun berdasarkan hari kalender dengan memperhitungkan libur/cuti bersama” (10 Juni)

“Jadwal Lelang yang telah selesai disusun dapat dipergunakan kembali pada paket kegiatan lain yang memiliki jadwal lelang yang sama” (10 Juni)

“Untuk penyusunan paket kegiatan yang dilelangkan secara elektronik/e-Proc dapat dilakukan oleh setiap Panitia Pengadaan apapun Jabatannya” (10 Juni)

“Namun Untuk Pengumuman paket kegiatan yang dilelangkan secara elektronik/e-Proc hanya dapat dilakukan oleh Ketua Panitia Pengadaan” (10 Juni)

“Jika diperlukan, Panitia Pengadaan dapat mangubah jadwal Pelelangan tanpa harus meminta ijin pada Admin System” (10 Juni)

“Kemampuan Panitia Pengadaan untuk mengubah jadwal Pelelangan sudah dapat dilakukan pada aplikasi SPSE LPSE Badung saat ini” (10 Juni)

“untuk dapat melakukan perubahan jadwal Pelelangan, Panitia Pengadaan mutlak mencantumkan alasan perubahan yang jelas” (10 Juni)

“Setiap perubahan Jadwal Pelelangan, baik Rekanan atau masyarakat dapat memantaunya dari halaman LPSE Badung dengan transparan” (10 Juni)

“Apabila jumlah peminat tidak mencapai syarat minimal (3 rekanan), Panitia Pengadaan dapat membatalkan/mengulang proses pelelangan” (10 Juni)

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung

@LPSEBadung Informasi seputar Paket Lelang oleh Panitia LPSE Pemkab Badung

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

“Dalam pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara konvensional/non e-Proc, setiap Panitia Pengadaan berhak mengumumkannya di halaman LPSE” (9 Juni)

“sedangkan Pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara elektronik/e-Proc, mutlak diumumkan oleh Ketua Panitia Pengadaan” (9 Juni)

“Setiap pengumuman pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara konvensional/non e-Proc, tidak dapat dihapus/dibatalkan melalui sistem” (9 Juni)

“Pembatalan pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara konvensional/non e-Proc, dilakukan dengan menerbitkan Surat pembatalan lelang” (9 Juni)

“Surat Pembatalan pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara konvensional/non e-Proc, ditembuskan di halaman LPSE” (9 Juni)

“Setiap pengumuman pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara elektronik/ e-Proc, dapat dihapus/dibatalkan melalui sistem” (9 Juni)

“Penghapusan/pembatalan pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara elektronik/ e-Proc, hendaknya disertai dengan alasan yang jelas” (9 Juni)

“Untuk mengumumkan Paket Kegiatan yang akan dilelangkan, Panitia Pengadaan wajib mengisi field/kolom yang berisi tanda bintang (*)” (9 Juni)

“Ada 2 model Pengumuman untuk pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara konvensional/non e-Proc” (9 Juni)

“Untuk paket kegiatan tunggal dan diluar Jasa Konstruksi, silahkan menggunakan form Pengumuman Model A” (9 Juni)

“Untuk paket kegiatan jamak atau Jasa Konstruksi, silahkan menggunakan form Pengumuman Model B” (9 Juni)

“Untuk bisa menyusun dan mengumumkan paket kegiatan yang akan dilelangkan secara elektronik/e-Proc, mutlak membutuhkan Admin Agency LPSE” (9 Juni)

“Admin Agency LPSE bertugas untuk memasukkan Kode Anggaran, Pagu dan Nama Kegiatan yang akan dilelangkan secara elektronik/e-Proc” (9 Juni)

“Paket Kegiatan yang dilelangkan secara elektronik akan tampil di halaman LPSE sesuai jadwal pengumuman yang telah ditentukan sebelumnya” (9 Juni)

“Setiap jadwal dan aktifitas yang dilakukan dihalaman LPSE mengacu pada jam Sistem yang tertera di bawah halaman LPSE” (9 Juni)

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung

@LPSEBadung Informasi seputar Panitia LPSE Pemkab Badung

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

“Selamat Pagi, Hari ini kami akan berbagi Tips bagi Panitia Pengadaan untuk lingkup e-Procurement” (9 Juni)

“Panitia Pengadaan tetap memegang peranan penting serta bertanggungjawab dalam setiap proses Pelelangan baik e-Proc maupun non e-Proc” (9 Juni)

” Untuk mampu melaksanakan tugas sebagai Panitia Pengadaan di halaman LPSE, mutlak membutuhkan UserID dan Password Panitia Pengadaan” (9 Juni)

“Untuk bisa mendapatkan UserID dan Password, seorang Panitia Pengadaan dapat menyerahkan data pribadi kepada Admin Agency LPSE” (9 Juni)

“Data yang dibutuhkan untuk bisa mendapatkan UserID dan Password Panitia Pengadaan meliputi Nama, NIP, al.email, no.telp dan No.SK Penunjukan” (9 Juni)

“Untuk keamanan disetiap aktifitas, Panitia Pengadaan diharapkan untuk menjaga dan mengelola akun ID dan passwordnya secara bijak” (10 Juni)

“Tips #LPSE Badung. Lakukan perubahan password secara berkala untuk mencegah penyalahgunaan dan pembobolan akun LPSE” (24 Mei)

“Apabila Panitia Pengadaan tidak dapat mengingat password yg telah digunakan sebelumnya, silahkan gunakan opsi ‘lupa password’” (10 Juni)

“..atau menghubungi Admin Agency LPSE Badung @pandebaik untuk melakukan Reset Password” (10 Juni)

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung

@LPSEBadung Informasi seputar Aplikasi Apendo LPSE Pemkab Badung

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

“Apendo merupakan Aplikasi Pengamanan Dokumen pada Layanan Pengadaan Secara Elektronis (LPSE) yang diperuntukkan bagi Panitia dan Peserta” (25 Mei)

“Apendo merupakan hasil kerja sama antara Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)” (25 Mei)

“Apendo merupakan Aplikasi yang digunakan untuk mendekripsi file-file penawaran yang dienkripsi oleh peserta lelang LPSE, begitu sebaliknya” (25 Mei)

“Apendo dapat diunduh melalui Halaman User Panitia Pengadaan Barang/Jasa dan Peserta / Rekanan / Penyedia” (25 Mei)

“Ukuran File Installer #Appendo untuk Panitia Pengadaan sekitar 1,55 MB dan #Apendo untuk Peserta/Penyedia sekitar 1,80 MB” (25 Mei)

“Tips Rekanan #LPSE Badung. Periksa kembali kelengkapan file Dokumen Penawaran sebelum di-sandi dengan #Appendo dan dikirimkan” (24 Mei)

“Tips Rekanan #LPSE Badung. Gunakan satu aplikasi Appendo untuk satu bendera. Hindari kegagalan penawaran Sejak dini” (24 Mei)

“Tips menggunakan #Apendo. (1) Exctract terlebih dahulu file Installer Apendo dengan menggunakan aplikasi Kompresi” (25 Mei)

“Tips menggunakan #Apendo. (2) Buka file Apendoxx.exe dan gunakan USERID serta password Default yang tertera dalam Help/Bantuan Aplikasi” (25 Mei)

“Tips menggunakan #Apendo. (3) Untuk #Panitia, buka file ApendoPanitia.exe dan gunakan UserID lpselkpp serta Password panitialpse” (25 Mei)

“Tips menggunakan #Apendo. (4) Untuk #Penyedia, buka file ApendoPeserta.exe dan gunakan UserID lpselkpp serta Password rekananlpse” (25 Mei)

“Tips menggunakan #Apendo. (5) Silahkan mengganti USERID beserta password Aplikasi segera setelah berhasil melakukan Login” (25 Mei)

“Tips menggunakan #Apendo. (6) Apabila lupa dengan UserID dan password yang digunakan, hapus file DAT yang terdapat dalam Folder Aplikasi” (25 Mei)

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung