Android Ponsel Android

Category : tentang TeKnoLoGi

Lima tahun lalu, saat masih setia mendampingi mentor pengadaan Pak Made Sudarsana bersama Kabag Pembangunan yang kini menjadi Kepala Dinas Cipta Karya ke event event LPSE, untuk pertama kalinya saya berkenalan dengan Android dan ponsel Android. Kalo gak salah, perangkat satu ini masih tergolong rilis awal, pionir yang memulai peruntungan dengan menjual sistem operasi besutan Google.

Samsung Galaxy Spica I5700 dengan versi Androidnya, Eclair.

Dibandingkan dengan perangkat yang sedang ngeTrend saat itu, godaan Android jauh lebih menarik hati. Sehingga hanya berselang enam bulan kemudian, saya berkenalan dengan perangkat Android pertama yang dimiliki, Samsung Galaxy Ace S5830. Lewat perangkat inilah, satu persatu tulisan yang ada di halaman Android blog ini lahir dan berkembang lebih jauh.

Empat tahun kemudian, rasa cinta saya pada Android dan ponsel Android ternyata masih utuh, sementara beberapa kawan sudah mulai berpindah ke lain sistem, merasa lebih nyaman dengan iOS besutan Apple. Mengapa ? Mungkin karena fleksibilitasnya yang mudah melakukan aksi ‘copy paste’ ke perangkat lainlah yang membuat kesetiaan itu ada. Meski sempat pula mencicipi iOS yang hingga kini masih saya pegang lewat iPhone 4 cdma.

Android Ponsel

Terhitung belasan perangkat Android yang pernah dicoba dalam periode tersebut. Beberapa diantaranya bahkan masih aktif digunakan hingga hari ini.
– Samsung Galaxy Ace S5830 – dijual kembali
– HTC Flyer milik LPSE – dikembalikan
– HTC One V kenang-kenangan dari HTC Road to Bali – slot sim card rusak, hanya berfungsi layaknya iPod
– Samsung Galaxy Tab 7+ – dihibahkan pada Intan
– Samsung Galaxy Note 10.1 milik LPSE – dikembalikan saat mendapat promosi ke Cipta Karya
– Samsung Galaxy Note II – digunakan Istri hingga kini
– Samsung Galaxy Note III – perangkat utama
– AccessGo 4E – dihibahkan pada ipar
– Nokia X – dihibahkan pada Ibu
– HP Voice Tab 7 – digunakan MiRah
– Samsung Galaxy Note Neo – uji coba aplikasi Pantau
Belum termasuk yang pernah singgah seperti Axioo Pico Pad, Samsung Galaxy Tab 7, Samsung Galaxy Tab 10, Samsung Galaxy Tab 8.9, HTC Sensation XE, Sony XPeria P, Samsung Galaxy Prime, Asus Fonepad 6, Samsung Nexus S, Acer Iconia,  Samsung Galaxy Y, Samsung Galaxy S 5.0 wifi, Samsung Galaxy Tab 7 #2, Samsung Galaxy Pocket, Samsung Galaxy Note, Vandroid T2, Samsung Galaxy Tab 7.7, Cross A20 hingga beberapa Emulator yang diinstalasi pada perangkat PC.

Dari kesemua perangkat yang pernah dijajal tadi, tentu ada satu hal yang kemudian menjadi kesimpulan saat ini. Bahwa apapun perangkatnya, apapun merek dan serinya, Android yang diusung tetap sama. Yang membedakan hanyalah spek hardware yang digunakan dan versi OS dan segala kelebihannya.

Ini mengingatkan saya pada perangkat PocketPC yang satu dasa warsa lalu telah saya kenali lewat beberapa perangkat. Dari T-Mobile, O2, Audiovox dan lainnya. Jadi sebetulnya gak ada kekhawatiran lagi ketika diminta untuk mengeksplorasi sebuah perangkat Android yang berasal dari berbagai vendor tadi.

Akan tetapi makin kesini, ada beberapa standar baku yang kemudian saya tetapkan sebagai syarat minimal dalam pembelian ataupun pemilihan ponsel Android untuk kepuasan bagi si pengguna ponsel kedepannya.

Pertama, besaran Memory RAM Minimal 1 GB. Memang berapapun RAM yang dibekali pada setiap ponsel Android, belum sekalipun saya merasakan memory sisa yang lega. Maksimal kisaran 500 hingga 700 MB, itupun saat ponsel berada dalam posisi standby. Akan tetapi dengan besaran Memory RAM sebesar minimal 1 GB ini, beberapa permainan ataupun aplikasi yang membutuhkan resources besar, saya kira gak akan menjadi satu masalah lagi.

Kedua, besaran memory Internal Storage minimal 16 GB. Bagi yang gemar menginstalasi aplikasi maupun permainan berukuran besar, saya yakin bakalan menemukan kendala penyimpanan saat jumlahnya mencapai belasan. Gak akan muat, sehingga diwajibkan menghapus beberapa aplikasi yang sekiranya tidak terpakai, mengingat secara umum yang saya ketahui, besaran memory Internal Storage akan dibagi dua terlebih dahulu untuk memberikan ruang bagi aplikasi dan data. Sangat lega jika internal Memory yang dimiliki berada pada besaran itu.

Jenis Layar TFT atau lebih baik lagi, Amoled dsb. Silahkan bandingkan dengan layar IPS yang biasanya digunakan pada perangkat Android murah, dari vendor lokal hingga branded macam HP. Saya yakin bagi kalian yang sudah nyaman dengan layar berjenis TFT bakalan merasa terganggu dengan penggunaan IPS, utamanya saat perangkat di lihat dari sudut pandang samping.

Dengan adanya Tiga standar minimal tersebut, saya yakin secara besaran budget yang harus disediakan, memang cukup besar. Namun sebanding dengan kepuasan penggunaan perangkat dengan umur lebih dari setahun. Seperti halnya beberapa perangkat yang hingga kini masih tangguh untuk digunakan. Samsung Tab 7+ dan angkatannya.

Pilih-Pilih Ponsel Android High-End Premium (5 juta-an ke-Atas)

Category : tentang KHayaLan

Kategori teratas dari Pilihan Ponsel Android dengan kisaran harga 5 juta keatas, saya punya pilihan level High-End alias Premium yang biasanya juga merupakan ponsel Flagship dari masing-masing brand. Best of the Best of the Best-nya.

Untuk spesifikasinya, ya gag usah ditanya lagi deh. Rata-rata sudah menggunakaan prosesor Quad bahkan Octa Core atau Delapan Inti, RAM 3 GB yang terbesar sejauh ini, Internal Memory ada pada besaran maksimal 32 GB, dan resolusi Kamera yang mumpuni. Ditambah beragam kemampuan tambahan yang menjadi jualan dan andalan bagi calon pembelinya.

Saingan semua alternatif di level High-End ini cuma satu. IPhone. Mengingat secara kisaran harga, hanya ponsel berbasis iOS ini saja yang ditawarkan di pasar Indonesia dengan kisaran harga tersebut. Jadi, pilihan boleh jadi makin lebar. Sedang Lumia series dari Nokia, boleh saja dikesampingkan dahulu mengingat masih banyak fitur didalamnya yang dibatasi untuk menunjang aktifitas sehari-hari. Entah nanti kalau versi Windows Phone-nya mencapai versi 10 yah.

Oke, apa saja pilihannya ? Yuk kita lirik…

Sony menyajikan seri Xperia Z2, yang meskipun sudah merilis penggantinya yang baru yaitu Z3, namun secara spesifikasi yang tidak meningkat terlalu jauh rasanya Z2 masih jadi Best Price untuk ponsel besutan Jepang ini. Spesifikasinya tidak jauh berbeda dengan standar diatas.

Samsung menyajikan seri Galaxy Note 3 yang diperkenalkan pada kuartal ketiga tahun 2013 lalu. Sama halnya dengan Sony, seri pembaharuan Note 4 sebetulnya sudah hadir saat ini, namun dengan harga yang nyaris menyamai sepeda motor, rasanya sih Note 3 masih pantas untuk dipilih. Apalagi secara rupa dan spesifikasi tidak terlalu jauh signifikan perbedaannya.

HTC menyajikan seri One M8 yang diperkenalkan setahun lalu dengan spesifikasi standar diatas dengan sedikit pertimbangan minus yaitu terkait kapasitas batere yang hanya 2600 mAh saja. Memiliki Dual Camera depan Ultra Pixel dan 5 MP kamera depan untuk menyalurkan hobi Selfie bagi para loyalis sejatinya. Satu lagi pertimbangan yang mungkin agak berat dijadikan rekomendasi yaitu soal harga yang lebih tinggi lagi dari Samsung Galaxy Note 4. Fiuuuh…

LG menyajikan seri G3 versi 4G LTE, satu-satunya pilihan dijalur frekuensi terbaru. Ada sih pilihan lainnya yang lebih unik seperti seri G Flex yang punya layar melengkung, namun secara spesifikasi tampaknya G3 4G ini memiliki pilihan yang jauh lebih baik.

Lenovo menyajikan seri Vibe Z2 Pro dengan spesifikasi serupa standar diatas namun dengan kapasitas batere setara TabletPC, 4000 mAh.

Oppo menyajikan seri Find 7 dengan spesifikasi sesuai standar diatas. Namun jangan salah dengan namanya, layar yang dijual bukanlah 7″ namun hanya 5,5″ saja. He…

Untuk brand lainnya, terpantau tidak merilis ponsel Android di kisaran harga ini. Resiko besar mungkin anggapan mereka.

Dari beberapa alternatif yang disampaikan diatas, barangkali hanya LG G3 4G saja yang menarik untuk dipinang mengingat secara frekuensi jaringan yang dimiliki sepertinya kelak akan menjadi standar menarik bagi pengguna Android yang menginginkan akses Internet kecepatan tinggi guna mendukung kinerja dan produktifitas mereka. Namun bukan tidak mungkin, beberapa nama besar macam Samsung atau Sony sedang menyiapkan ponsel andalan mereka di jaringan yang sama untuk berkompetisi lebih jauh lagi.
Kalian siap ?

Pilih-Pilih Ponsel Android Level Menengah (3,5 hingga 5 juta-an)

Category : tentang KHayaLan

Masuk dalam kategori Level Menengah, Tips memilih ponsel Android dengan rentang harga di kisaran 3,5 hingga 5 juta-an rupiah, memiliki alternatif jauh lebih kompetitif, baik spek maupun keunggulan yang ditawarkan. Beberapa diantaranya malah merupakan ponsel Flagship yang setahun lalu ditawarkan dengan harga fenomenal.

Spesifikasi yang umum pada kategori ini biasanya memiliki besaran RAM 2 GB, prosesor Quad Core, 16 GB Internal Storage dan layar lebar. Apa saja pilihannya ? Yuk kita tengok…

Sony menyajikan seri Xperia Z Ultra yang diperkenalkan bulan September 2013 lalu, salah satu ponsel Flagship yang memiliki spek sebagaimana diatas plus layar 6,4″. Lebih mirip TabletPC Android sebetulnya.

Samsung menyajikan seri Galaxy Note 3 Neo N7500 yang memiliki spesifikasi menengah yaitu RAM 2 GB, prosesor Enam inti dan pengurangan lebar layar dari sang kakak, hanya sekitaran 5,25″ saja.

HTC menyajikan seri Desire 816 dengan spesifikasi dibawah rata-rata diatas, yaitu RAM 1,5 GB, 8 GB Internal Memory, layar 5,5″ dan prosesor Quad Core 1,6 GHz. Perkiraan saya sih seri 816 bakalan jadi spek terendah yang ada dalam kategori ini.

LG menyajikan seri G2 yang juga merupakan salah satu ponsel Flagship di akhir tahun 2013 lalu. Dengan spesifikasi RAM 2 GB, 16 GB Internal Memory, prosesor 2,2 GHz, layar 5,2″ dan daya batere 3000 mAh. Kalau tidak salah sih ya, dalam seri ini diperkenalkan juga teknologi ketuk layar untuk mengaktifkan ponsel.

Oppo menyajikan seri N1 Mini yang dikenal dengan teknologi kamera putarnya yang mampu memfungsikannya sebagai dua kamera, depan dan belakang untuk mendukung kebutuhan Selfie pengguna. Spesifikasinya masih setara diatas namun dengan kapasitas batere yang cukup terbatas. Meski bukan ponsel pertama yang mengadopsi teknologi kamera putar (dulu ada ponsel Samsung yang punya fitur serupa), namun untuk saat ini N1 merupakan satu-satunya ponsel Android papan menengah yang mengadopsi teknologi ini.

Asus menyajikan seri Padfone S dengan spesifikasi serupa diatas, namun dengan besaran Internal Storage yang menggoda iman, 32 GB. Lumayan lega untuk menyimpan banyak video didalamnya.

Huawei menyajikan seri Ascend P7 dengan spesifikasi yang pula tidak jauh berbeda dengan standar diatas.

dan untuk brand Lenovo, Acer juga Xiaomi kalau tidak salah belum mempunyai pilihan pada rentang harga ini.

Untuk pilihan terbaik ada dua alternatif yang bisa dipertimbangkan, pertama Sony Xperia Z Ultra dengan layar lebarnya demi kenyamanan beraktifitas dan menonton video, dan Samsung Galaxy Note 3 Neo dengan teknologi Stylus tambahan built in untuk membantu aktifitas kerja bagi pekerja yang produktif.

Secara brand, keduanya punya jaminan mutu tentu saja.

Pilih-Pilih Ponsel Android Standar Minimal (2 hingga 3,5 juta-an)

2

Category : tentang KHayaLan

Pada kategori pertama ini, saya akan pilihkan beberapa Rekomendasi dari berbagai merek ponsel yang ada, namun lebih mengerucut pada pemain branded. Seperti Samsung, Sony, LG, HTC, Lenovo, Oppo, Asus, Acer dan Huawei. Apa saja itu ? Yuk kita mulai.

Untuk ponsel Android pada rentang harga 2 hingga 3,5 juta-an dengan kategori Standar Minimal RAM 1 GB adalah sebagai berikut :

Samsung menyajikan seri Galaxy Grand II dengan spesifikasi RAM 1,5 GB, prosesor Quad Core 1,3 GHz layar 5,2″ dan kapasitas batere 3000 mAh.

Sony menyajikan seri Xperia T2 Ultra Dual dengan spesifikasi RAM 1 GB, prosesor Quad Core 1,4 GHz layar 6″ dan kapasitas batere 3000 mAh.

HTC menyajikan seri Desire 616 dengan spesifikasi RAM 1 GB, prosesor Octa Core 1,4 dan layar 5″. Sayangnya hanya 2, yaitu Internal Storage tergolong Mini alias 4 GB, sangat riskan meski terdapat eksternal memory dan batere masih menggunakan kapasitas 2000 mAh.

LG menyajikan seri G3 Stylus dengan spesifikasi RAM 1 GB, prosesor Quad Core 1,3 GHz, layar 5,5″ dan kapasitas batere 3000 mAh. Nilai plusnya ada pada bonus stylus yang diberikan, namun jenis dan fungsinya tidak sama dengan Stylus yang ada pada seri Note-nya Samsung ataupun HTC terdahulu. Pun demikian dengan penempatan stylus yang tidak built in pada ponsel.

Lenovo menyajikan seri Vibe X2 dengan spesifikasi RAM 2 GB, prosesor Quad Core 2,0 GHz, Internal Storage lumayan menggoda 32 GB dan masih pula bisa ditambahkan dengan eksternal memory, layar 5 inchi namun daya batere yang masih standar, 2300 mAh.

Asus menyajikan seri Zenfone 6 dengan RAM 2 GB, layar lebar 6″ dan Internal Storage yang lega 16 GB plus kapasitas batere 3300 mAh, yang sayangnya secara prosesor masih menggunakan Dual Core 1,6 GHz.

Acer menyajikan seri Liquid E700 dengan RAM 2 GB, Internal Memory 16 GB dan prosesor Quad Core 1,2 GHz, Layar 5″ dan batere 3000 mAh.

Huawei menyajikan seri Honor 3X dengan spesifikasi RAM 2 GB, prosesor Quad Core 1,7 GHz, layar 5,5″ dan batere 3200 mAh.

Oppo sendiri kalo tidak salah gag ada melepas seri di kisaran ini, namun diluar semua brand tadi ada satu alternatif ponsel Android lagi yang belakangan lagi Booming. Yaitu…

Xiaomi Redmi Note dengan spesifikasi RAM 2 GB, prosesor Octa Core 1,7 GHz, layar 5,5″ dan batere 3200 mAh. Menggiurkan bukan ?

Nah, dari beberapa alternatif ponsel Android diatas dengan rentang harga 2 hingga 3,5 juta-an rupiah, kategori Standar Minimal penggunaan, yang paling menarik dilirik tentu saja Xiaomi Redmi Note yang katanya lagi sih, patut disandingkan dengan ponsel mumpuni bernama iPhone. Namun yang kemudian menjadi pertanyaan selanjutnya adalah soal Layanan Purna Jualnya.

Jika kalian yakin dengan kualitas dan layanannya, kenapa musti ragu ?

Berburu Ponsel Android Best Buy Level Atas

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Berbeda dengan dua tulisan sebelumnya yang menyasar pangsa pasar level Pemula dan Menengah, untuk kisaran papan atas agaknya sulit dalam menentukan pilihan, karena disini sasaran yang dituju memang berbeda segmen. Namun karena topik masih menggunakan istilah ‘Best Buy’, sudah tentu yang namanya persoalan harga tetap menjadi pertimbangan utama.

Namun apabila angka 7 jutaan keatas masih terlalu mahal untuk disandingkan dengan sebuah perangkat ponsel yang notabene memiliki fungsi utama bertelepon dan sms, barangkali pilihan yang ada jadi lebih mengerucut. Meski ada juga beberapa vendor yang memilih untuk menjual ponsel seri flagship mereka (istilah yang digunakan untuk menyebut perangkat termutakhir dari vendor branded), dengan harga dibawah rentang tersebut.

Misalkan pilihan pertama, lagi-lagi Samsung lewat perangkat Galaxy Note II yang menyajikan spesifikasi standar ponsel Android mahal mencakup kecepatan prosesor Quad Core atau empat inti 1,6 GHz, 2 GB RAM, 16 GB Internal Storage dan lebar diagonal layar 5,5 inchi. Plus daya tahan batere 3.100 mAh, cukup untuk bertahan hidup selama 1,5 hingga 2 hari dalam pemakaian normal. Salah satu kelebihan yang ditawarkan oleh seri yang satu ini adalah dukungan Pen Stylus dimana layar yang digunakan merupakan hasil kerjasama dengan pihak pengembang hardware desain grafis Wakom.

Pilihan kedua datang dari Sony Xperia Z (entah seri apa yang kelak digunakan untuk mengungguli kemampuan pendahulunya ini) yang menawarkan kemampuan daya tahan outdoor seperti debu, air dan goncangan atau jatuh, serta resolusi kamera mumpuni 13 MegaPixel. Ditambah dukungan akan permainan sekelas Playstation, konsol games ternama milik Sony.

Pilihan ketiga datang dari LG Nexus 4 miliknya yang memang secara khusus dikembangkan bersama Google namun berharga paling terjangkau dari semua alternatif pilihan yang sudah dan kelak akan saya sebut sebagai pilihan ponsel Android papan atas. Meski berharga paling murah diantara semua, untuk spesifikasi hardware bisa dikatakan setara Galaxy Note II miliknya Samsung.

Pilihan terakhir datang dari HTC One + yang memiliki harga jual setara Sony Xperia Z namun memiliki spesifikasi sedikit dibawah standar tadi, yaitu pada opsi besaran RAM yang hanya 1 GB saja. Sedangkan opsi 2 GB, hanya mampir pada seri HTC One yang dibanderol di kisaaran 7,5 juta rupiah. Wiiihh… Namun positifnya, secara internal Storage merupakan yang terbesar dari semua seri, yaitu 64 GB taanpa dukungan eksternal memory lagi.

Sedangkan alternatif pilihan yang datang dari vendor lokal adalah Oppo Find 5 yang memiliki spesifikasi dan harga jual setara LG Nexus 4. Sisanya, gag ada lagi.

So, dari tiga pemaparan yang sudah saya sampaikan sebelumnya, kira-kira mau menyasar pilihan yang mana ?

Berburu Ponsel Android Best Buy Level Menengah

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan tulisan sebelumnya yang mencoba untuk memberikan rekomendasi perangkat ponsel Android Best Buy, berikut saya ambil untuk level kelas Menengah dengan kisaran harga 1,5 hingga 3,5 jutaan.

Pada rentang harga ini, spesifikasi yang barangkali bisa ditawarkan sejauh ini adalah besaran prosesor Dual Core 1 GHz, RAM 1 GB dan 8 GB Internal Storage. Selebihnya bisa jadi dimensi lebar diagonal layar 4 inchi, kamera 5 MP dan kapasitas batere 1.800 mAh. Cukup untuk bertahan seharian penuh dalam kondisi pemakaian normal.

Pilihan pertama, bisa dilihat dari milik Samsung Galaxy Grand I9082 yang menawarkan besaran layar 5 inchi, prosesor Dual Core 1,2 GHz, 1 GB RAM dan 8 GB Intetnal Storage, plus kapasitas batere 2.100 mAh. Khusus untuk pasar Indonesia, seri Grand diluncurkan dalam versi Duos atau Dual Sim card GSM-GSM, yang kabarnya merupakan versi murah bentukan Galaxy Note II yang fenomenal itu.

Pilihan kedua datang dari Sony Xperia L, dengan kemampuan setara Samsung Galaxy Grand, namun berlayar sedikit lebih kecil meski masih diatas standar diatas, 4,3 inchi. Plus kapasitas daya batere 1.750 mAh. Untuk harga jual, Sony berada dibawah angka 3 juta rupiah.

Pilihan ketiga datang dari HTC One SC, salah satu varian dari One series, yang ditawarkan dengan dual jaringan, CDMA (3G) dan GSM (2G) dengan spesifikasi sedikit dibawah standar, yaitu pada item Internal Storage yang hanya sebesar 4 GB saja. Dan Serupa dengan spesifikasi tersebut, alternatif kedua pada pilihan ketiga ini datang dari miliknya LG lewat Optimus L9 dengan tambahan lebar layar 4,7 inchi plus daya batere diatas 2.000 mAh.

Sedangkan alternatif pilihan yang datang dari vendor lain diluar empat nama diatas, ada Oppo Find Way, Huawei Ascend P1, Lenovo S890 dan Acer Liquid E2. Dimana rata-rata memiliki spesifikasi serupa perangkat milik LG Optimus L9, terkecuali yang disebutkan terakhir sudah mengadopsi prosesor Quad Core dengan harga jual yang cukup terjangkau.

Berburu Ponsel Android Best Buy Level Pemula

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Mumpung hasrat nulis lagi seger, setelah mendapat libur beberapa hari akhir pekan lalu, minggu ini saya turunkan tiga tulisan sekaligus yang menyasar pada perburuan ponsel Android di tiga level pemakai, Pemula, Menengah dan papan Atas. Mengingat bulan ini beberapa veendor sepertinya sudah melepas para jagoan mereka untuk bersanding satu sama lain memperebutkan kue penjualan di akhir tahun 2013.

Untuk Tulisan Pertama, saya turun di level Pemula terlebih dulu.

Pada level Pemula, persoalan harga saya pilah antara sejutaan hingga satu setengah juta rupiah. Di level ini biasanya para vendor terutamanya branded, menurunkan beberapa rilis versi murah milik mereka, dimana spesifikasi yang diandalkan masih mengadopsi besaran prosesor 800 MHz, 512 MB RAM dan 4 GB Internal Storage. Kalopun ada yang masih berada di bawah spek tersebut, mending segera singkirkan dari daftar deh.

Pilihan pertama dari Samsung sang pemimpin pasar, bisa diwakilkan oleh Samsung Galaxy Young seri S6310 yang dibanderol sekitar 1,2 juta. Kemampuannya termasuk lebih dari standar speek seperti yang saya sebut diatas tadi. Yaitu prosesor 1 GHz, 768 MB RAM. Sisanya, tergolong sama, pun demikian halnya dengan besaran dan resolusi layar.

Pilihan kedua yang bisa dilirik adalah Sony Xperia E yang mengadopsi kecepatan prosesor 1 GHz dan 512 MB RAM. Sedikit kelebihan yang bisa diandalkan oleh Sony pada seri ini adalah besaran daya batere 1.500 mAh, lumayan tahan untuk seharian, kurang tapi, serta dukungan kamera yang memang dikenal dengan fiturnya yang oke.

Sedang terakhir, pilihan berasal dari LG Optimus L3 II, dengan kekuatan yang setara perangkat milik Sony namun lebih terjangkau seperti halnya Samsung. Satu-satunya kelebihan yang dimiliki adalah adanya opsi dukungan Dual Sim yang berselisih harga sekitar 100ribuan dengan versi single.

Sebagai pilihan alternatif di rentang ini, terdapat nama dari vendor lokal seperti Lenovo A800 dan Acer Liquid Z120 dengan spesifikasi dan harga setara LG.

Lantas bagaimana dengan nama besar HTC ? sebagaimana yang diketahui sebelumnya, sangat jarang bisa ditemukan perangkat HTC yang diluncurkan dengan harga murah sejutaan, meski menyasar pangsa pasar level Pemula. Jadi untuk yang satu ini, boleh diabaikan, kecuali kalo mau berburu second hand yang rata-rata berasal dari generasi pendahulu.

Sony XPeria P, Powerfull namun Terjangkau

9

Category : tentang TeKnoLoGi

Pecah kongsi yang terjadi antara Sony dengan Ericsson beberapa waktu lalu tampaknya tak mematahkan semangat vendor kenamaan Jepang tersebut untuk tetap eksis di bidang perangkat telekomunikasi berbasiskan Android. Tak kurang delapan tipe ponsel digelontorkan sepanjang tahun 2012 dengan tetap mengusung nama XPeria . Salah satu yang akan kami review kali ini adalah XPeria P series.

Dilihat dari perwajahannya, Sony XPeria P hadir dengan wajah persegi yang tak jauh berbeda dengan saudara seangkatannya yang lain. Desain Unibodi berbahan metal dimana komponen batere tak lagi dapat dilepas menjadi ciri khasnya, ditambah kelir transparan yang berada di bawah layar, seakan membelah ponsel menjadi dua bagian terpisah.
Uniknya, kelir ini merupakan salah satu bagian penting dari desain sebuah ponsel XPeria series yang kelak akan memendarkan warna tertentu sesuai dengan warna dasar wallpaper yang dipergunakan sebagai homescreen. Keren bukan ? selain itu, di sisi depan permukaan kelir terdapat tiga tombol sentuh yang difungsikan secara khusus bagi pengguna untuk mengakses Back, Home dan Options. Sedangkan opsi MultiTasking dapat diakses dengan menahan tombol Home beberapa saat.

XPeria P PanDe Baik

Sony XPeria P datang dengan mengusung layar 4 inchi berjenis LED 16 juta warna berteknologi BRAVIA yang akan menjamin tingkat kecerahannya tetap terlihat dengan baik, saat pengguna berada di bawah sinar matahari. Yang jika dilihat secara sepintas dari segi dimensi perangkat, ukuran XPeria P bahkan tak jauh berbeda dengan ponsel lain yang memiliki dimensi layar lebih kecil. Sehingga kami hampir tak merasakan perbedaan yang jauh saat menggenggam perangkat ponsel pun menyelipkannya kedalam kantong.

Secara pabrikan, XPeria P hadir dengan teknologi sistem operasi Android versi jadul, 2.3 Gingerbread. Hal ini sempat disayangkan oleh banyak pihak mengingat ponsel lain sudah mengadopsi versi terkini 4.0 Ice Cream Sandwich. Namun jangan khawatir, begitu kawan menggunakannya lebih jauh, kawan akan menyadari bahwa Sony telah menyediakan opsi UpGrade ke versi tersebut dengan pemberitahuan lewat opsi notifikasi. Namun, seperti halnya ponsel Android lainnya, untuk dapat melakukan hal tersebut, pengguna mutlak membutuhkan bantuan aplikasi pc suite yang telah diinstalasi terlebih dahulu pada perangkat pc/notebook pengguna.

Sony PC Companion. Inilah aplikasi pc suite yang kami maksudkan. Jika pada ponsel dari vendor lain aplikasi semacam ini dapat ditemukan pada cd kemasan yang ada dalam paket penjualan, atau pengguna harus mengunduhnya dari halaman website resmi milik vendor, tidak demikian halnya dengan XPeria P. karena aplikasi Sony PC Companion ini dapat ditemukan pada perangkat secara langsung ketika pengguna menyambungkannya dengan perangkat pc/notebook melalui media kabel data. Ini mengingatkan kami dengan perilaku serupa pada perangkat Tablet BlackBerry PlayBook yang membawa serta aplikasi Device Manager saat perangkat disambungkan. Tentu saja ini jauh lebih menghemat pengeluaran baik dari vendor sendiri maupun pengguna.

Selain dapat digunakan untuk melakukan opsi UpGrade sistem operasi, Sony PC Companion juga berlaku pula seperti halnya fungsi pc suite lainnya yaitu sinkronisasi data, file manager, multimedia hingga copy content dan contact antar ponsel. Tentu saja ini membuat ponsel keluaran Sony makin terlihat unik mengingat tak banyak yang mau melakukan hal ini. Kamipun mencoba untuk melakukan transfer kontak dari ponsel Nokia lawas seri 6720 classic yang masih mengadopsi sistem operasi Symbian 60, ke XPeria P dan ternyata, proses mampu berjalan dengan baik. Bahkan aplikasi menawarkan kami dua opsi untuk memindahkan daftar contact ke perangkat secara langsung ataukah menggunakan opsi terintegrasi bersama akun eMail ?

Masuk pada jeroan spesifikasi Sony XPeria P, kami cukup dibuat terkejut lantaran untuk ponsel dengan kisaran harga 3,2 juta rupiah, cukup sarat teknologi terkini yang disematkan oleh Sony didalamnya. Katakan saja prosesor dua inti sebesar 1 GHz, 16 GB internal memory plus 1 GB memory RAM. Kami katakan demikian lantaran di kisaran harga yang sama, beberapa vendor kenamaan lainnya masih mengandalkan prosesor inti tunggal, 4 GB internal memory plus 512 MB memory RAM. Mengangumkan bukan ?

Tapi tunggu dulu, itu belum semua yang dapat kami sebutkan. Setidaknya masih terdapat resolusi kamera sebesar 8 MP dengan teknologi terkini yang dinamakan White Magic plus tombol shutter yang digelar secara fisik layaknya perangkat kamera, ditambah keberadaan led flash dan autofokus yang sedemikian cepat, menghasilkan kualitas gambar diatas rata-rata bahkan jika kami sandingkan dengan hasil jepretan kamera tabletpc milik Samsung. Sekedar informasi bahwa teknologi White Magic yang kini dikembangkan oleh Sony merupakan sebuah teknologi yang dapat memberikan hasil lebih baik saat pengguna menangkap gambar yang berlawanan dengan sinar matahari. Dengan memberikan sentuhan warna putih pada teknologi imaging yang biasanya hanya mengambil tiga warna dasar RGB (Red, Green dan Blue), XPeria P mampu membendung warna terang dan over cahaya sehingga hasil yang didapat sangat memuaskan.

Untuk urusan kemampuan perekaman video, dengan lensa tersebut XPeria P mampu menghasilkan kualitas HD [email protected], plus kemampuan lain mencakup Geo-tagging, touch focus, face and smile detection, 3D sweep panorama, serta image stabilization. Selain itu, pengguna masih diberikan tambahan kamera depan berkualitas VGA yang kelak dapat dimanfaatkan untuk melakukan video call.

Jika kawan sudah merasa cukup puas dengan semua teknologi seperti yang kami sebutkan diatas, maka bolehlah untuk merasa kaget apabila ternyata teknologi NFC Near Field Communication termasuk sudah pula disuntikkan dalam perangkat Sony XPeria P. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk saling bertukar data hanya dengan cara menempelkannya ke sesama perangkat. Sekedar informasi bahwa biasanya teknologi semacam ini hanya disematkan pada ponsel-ponsel kelas atas milik vendor branded.

Sudah begitu, tersedia pula port HDMI yang mampu menyambungkan perangkat ponsel XPeria P ke layar projector ataupun layar televisi sehingga memungkinkan pengguna berinteraksi lebih jauh dengan ponselnya melalui layar yang lebih lebar. Bahkan kabarnya Sony telah mempersiapkan asesoris bernama Smart Dock bagi perangkat XPeria P, yang memungkinkan perangkat tersambung dengan televisi bertipe smart keluaran terkini. Sayangnya, asesoris ini masih bersifat opsional alias dijual secara terpisah.

Jika sejak tadi kami terus menerus berupaya untuk memuji Sony XPeria P, maka berikutnya kami sebutkan 2 kelemahan yang barangkali bisa menjadi pertimbangan sebelum kawan memutuskan untuk mencoba perangkat ini lebih lanjut. Pertama, penggunaan Micro Sim Card yang mengharuskan kawan untuk melakukan pemotongan sim card agar dapat dimasukkan dalam slot hot swap milik XPeria P, dan kedua, kapasitas daya batere yang disematkan oleh Sony tergolong standar. Li-Ion 1305 mAh.

Dalam kondisi normal dengan kapasitas daya batere sebesar itu barangkali ponsel akan membutuhkan satu-dua kali charging seperti halnya ponsel lain yang berbasis Android. Namun jangan khawatir bahwa ternyata Sony telah menyematkan teknologi yang mampu menghemat penggunaan daya batere sehingga memperpanjang usia dari yang seharusnya dihabiskan. Itupun ditambah dengan kemampuan melakukan fast charging, dimana untuk setiap 10 menit charging, Sony mengklaim kemampuannya dapat melakukan aktifitas talk time selama 1 jam.

Sony_Xperia_P_buttons copy

Lantas bagaimana dengan fitur lainnya ? setidaknya kami menemukan banyak hal baru pasca perangkat melakukan opsi UpGrade OS dari versi 2.3 GingerBread ke versi 4.0.4 Ice Cream Sandwich. Diantaranya adalah penambahan browser Google Chrome sebagai alternatif browser bawaan Android yang menjanjikan aktifitas yang jauh lebih gegas. Opsi file manager Astro, yang sebelumnya absen sehingga kami harus mengunduh salah satunya dari market. Pembaharuan aplikasi Wise Pilot, Media Remote (untuk dukungan SmartDock), Album (sebelumnya bernama galeri), dan juga tambahan pasar aplikasi alternatif seperti App Xtra, Play Now dan Recommended. Sayangnya, aplikasi Whatsapp bawaan OS masih tetap dikatakan jadul oleh sistem sehingga kami harus mengunduhnya kembali agar dapat dipergunakan. Sebagai bonus, Sony memberikan aplikasi Office Suite yang dapat digunakan sebagai viewer dan editor pada file-file office dengan format doc (Word Processing), xls (spreadsheet) dan ppt (presentation). Sayangnya, opsi untuk mengambil gambar screenshot tampaknya dihilangkan sehingga cukup membuat kami kewalahan untuk mengambil gambar pada layar sebagai ilustrasi disini.

Overall, bagi kami Sony XPeria P merupakan salah satu alternatif yang dapat dijadikan pilihan sebagai ponsel branded berbasiskan Android yang powerfull namun tetap terjangkau bagi pengguna.

Sony XPeria U, Android Menengah Kelas Ekonomis

Category : tentang TeKnoLoGi

Beberapa waktu lalu kami sempat menghadirkan Sony XPeria S di halaman Tekno Koran Tokoh sebagai perangkat High End pertama milik Sony yang tampil tanpa kolaborasi dengan brand ternama Ericsson. Kini Sony mulai tampil percaya diri kembali untuk hadir di kelas Menengah dengan seri XPeria U. Apa saja kelebihan yang bisa dihandalkan, yuk kita intip.

Datang dengan desain persegi yang tak jauh berbeda dengan seri sebelumnya, Sony XPeria U hadir dalam dimensi yang lebih kecil lantaran mengadopsi layar sentuh 3,5”. Bandingkan dengan seri XPeria S yang tampil dalam layar 4,3”. Mengusung besaran resolusi yang setara dengan Arc series 480×854 pixel 16 M warna multi touch, tak lupa menyertakan teknologi Bravia Engine untuk tingkat kecerahan yang lebih baik dibandingkan kompetitornya.

Salah satu keistimewaan desain yang hadir dalam perangkat XPeria U terletak pada list transparan warisan Pureness, ponsel premium Sony yang memiliki layar tranparan fenomenal itu, yang mampu berubah warna sesuai warna tampilan dominan pada layar. Tak hanya itu, bodi cap bagian bawah pun tampaknya dapat diganti sesuai selera pengguna untuk memberikan rasa dan selera yang berbeda. Tersedia dua warna dalam paket penjualan yang bisa digunakan. Hitam dan Putih atau Hitam dan Pink.

Selain tombol power, rocker, lubang mic serta microUSB sebagai charger, disediakan pula tombol tambahan untuk shutter yang dapat dimanfaatkan saat melakukan pengambilan gambar lewat kamera. Apabila dalam seri XPeria S Sony mengandalkan besaran kamera 12 MP, dalam seri kali ini cukup menjual dengan resolusi 5 MP saja. Ini kurang lebih setara dengan para kompetitornya dalam rentang harga yang sama di kisaran 2,75 Juta seperti Samsung Galaxy Ace dan W, LG Optimus Black dan HTC One V. Didukung pula dengan fitur autofocus dan lampu LED Flash serta Image Stabilization untuk mengambil gambar yang lebih baik. Tidak hanya itu saja, untuk resolusi perekaman video yang mampu dilakukan oleh XPeria U pada kamera utamanya sudah mencapai 720p @30 fps. Sedangkan kamera sekunder untuk kebutuhan video call hanya memiliki kekuatan hingga VGA saja.

Mengusung sistem operasi Android versi 2.3.7 Gingerbread, Sony XPeria U masih tetap mengandalkan tampilan User Interface lama yaitu Timescape baik dalam bentuk homescreen maupun beberapa widget lainnya. Dalam beberapa bulan kedepan, kabarnya seri ini bakalan mendapatkan upgrade ke versi 4.0 Ice Cream Sandwich seperti halnya XPeria lainnya.

Untuk kecepatan dapur pacu Sony XPeria U telah dibekali dengan prosesor Dual Core 1 GHz serta 512 MB Memory RAM. Saat kami uji, hasil Benchmarking dengan memanfaatkan aplikasi AnTuTu menunjukkan angka 4430 jauh melampaui perangkat Samsung Galaxy S serta Nexus S. Cukup memuaskan memang, apalagi jika soal kinerja jauh lebih dipentingkan. Padahal untuk para kompetitornya tadi, tak satupun yang mampu mencapai hasil tersebut.

Sayangnya, kinerja tersebut tak sebanding dengan ruang space memory yang disediakan yaitu hanya sekitar 4 GB saja (3 GB shared), tanpa dilengkapi dengan slot memory tambahan lagi. Hal ini bisa jadi menjadi nilai minus terutama bagi para pengguna yang terkadang suka menyimpan berbagai file format Multimedia yang biasanya membutuhkan ruang space lebih besar. Namun apabila Kawan sudah merasa cukup dengan fungsi perangkat hanya untuk penggunaan aplikasi serta games saja dan multimedia seperlunya, barangkali soal keterbatasan ini tidak lagi menjadi masalah besar sehingga layak untuk dijadikan pilihan.

Sony Xperia S, Android Premium buatan Jepang

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Pecah kongsi dengan perusahaan Ericsson tahun 2011 lalu tampaknya tak membuat Sony raksasa multimedia kelahiran Jepang patah arang atau mengalami kejatuhan. Tidak tanggung-tanggung, malahan makin percaya diri merilis Xperia series sebagai bukti pertama pada dunia atas nama kegigihan perjuangan mereka.

Sony Xperia S, merupakan perangkat Android pertama yang dirilis pasca berita perpisahan tersebut diketahui publik. Tampil dalam form factor persegi khas ponsel lama milik Sony, dengan klir aluminium di bagian bawah seakan memiliki kesan memisahkan atau malah menegaskan desain ponsel yang memang tampak elegan dan kuat. Bisa dikatakan, dengan penampilannya kali ini Sony ingin memberikan kesan ponsel Android kelas Premium yang pantas untuk dimiliki.

Mengusung dimensi layar lebar 4,3 inchi dengan resolusi HD 720×1280 pixel 16 Juta Warna, tampaknya bakalan bersaing dengan kompetitor terbatas meliputi HTC Sensation Series atau Samsung Galaxy Nexus. Didukung oleh teknologi Sony Mobile Bravia Engine makin memanjakan mata pengguna dengan tingkat kecerahan dan kejernihan layar yang lebih baik.

Ditilik lebih jauh, taji Sony terlihat makin tajam dengan dukungan prosesor Dual Core 1,5 GHz Adreno 220 GPU Qualcomm Snapdragon chipset setara dengan HTC Sensation XE yang tempo hari sempat kami review dihalaman ini, plus 1 GHz Memory RAM dan Internal Storage 32 GB. Spesifikasi yang disebutkan terakhir, kami rasa mampu menjadi nilai tambah bagi Pengguna mengingat besaran tersebut lantas menjadikan Xperia S sebagai satu-satunya ponsel Android yang memiliki kapasitas internal paling lega.

Urusan koneksi data, Sony Xperia S sudah dibekali dengan jaringan nirkabel HSDPA 14,4 Mbps dan HSUPA 5,8 Mbps ditambah kemampuannya sebagai portable Wifi Hotspot plus teknologi Near Field Communications NFC yang kini sudah mulai ditanamkan pada perangkat ponsel rilis terbaru. Disamping itu tersedia pula port microHDMI dan microUSB v2.0 sebagai alternatif tambahan.

Yang patut diberikan acungan jempol adalah konsistensi Sony akan dukungan lensa kamera utama yang disertakan mencapai Resolusi 12 Mega Pixel dengan kemampuan rekam video resolusi full HD 1080p. Masih ditambah dengan lensa kamera Sekunder di sisi depan dengan resolusi 1,3 Mega Pixel dan kemampuan rekam video 720p. Mengagumkan tentu. Ini sempat mengingatkan kami pada masa lalu, saat dimana Sony merilis ponsel berbasis java K750 yang mengandalkan kemampuan kamera dengan fitur autofocus, dimana belum satupun vendor lain mampu melakukannya.

Perangkat Sony Xperia S yang datang dalam pengujian kami rupanya masih mengusung OS Android versi 2.3 GingerBread, namun kabarnya dalam waktu dekat bakalan mendapatkan versi Upgrade ke 4.0 Ice Cream Sandwich. Untuk User Interface masih mengandalkan Timescape UI yang sudah eksis sejak vendor masih menggandeng nama Ericsson. Selain itu ada juga tambahan Widget Mediascape dan Lockscreen yang mampu menampilkan beberapa notifikasi tertentu.

Untuk hasil pengujian Benchmark, tampaknya kami harus mengacungkan jempol kembali saat melihat poin 6652 yang tampil dilayar Xperia S. Poin ini jauh lebih baik ketimbang hasil Benchmark dengan menggunakan AnTuTu yang diuji pada perangkat HTC Sensation XE beberapa waktu lalu. Padahal secara spesifikasi bisa dikatakan antara Xperia S dengan XE setara satu sama lain.

Adapun besaran daya yang dibekali untuk mendukung semua kinerja dan aktifitas pengguna sudah ditingkatkan menjadi 1750 mAh, sebuah ukuran yang barangkali masih belum cukup mengingat kombinasi grafis layar Sony Xperia S dengan User Interface yang digunakan, membutuhkan daya yang tidak kalah besar dibanding perangkat sejenis lainnya.

Dengan harga jual yang masih berada di angka 5,4 Juta, tampaknya Sony Xperia S dapat dijadikan pilihan bagi Droiders yang memang menginginkan perangkat Android kelas Premium dengan kemampuan handal.