Eksplorasi Wajah Samsung Gear S3 Lebih Jauh

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Salah satu kelebihan yang dimiliki smartwatch dibandingkan jam konvensional biasa adalah kemampuannya untuk berganti wajah dengan mudah. Bergantung pada keinginan kalian, pengguna. Apakah menyukai wajah model Analog, Digital, dalam tampilan sederhana atau informatif, bahkan tidak biasa.

Secara bawaan, terdapat 15 wajah Samsung Gear S3 yang tersedia dalam aplikasi Samsung Gear yang dapat diunduh melalui pasar aplikasi khas Samsung. Dari tampilan Analog dengan berbagai pilihan chrono, Digital dengan berbagai informasi pilihan dan juga kesehatan, atau tampilan futuristis yang syukurnya sangat didukung oleh penampilan model Gear S3 Frontier dengan kesan Sporty. Jadi jangan khawatir terlihat aneh ketika digunakan.
Apabila pengguna belum puas dengan wajah bawaan Samsung Gear S3 pada aplikasi diatas, kalian bisa menambahkannya melalui halaman yang sama di sisi bawah, atau membuka Samsung Galaxy Apps untuk pilihan wajah dengan berbagai kriteria. Untuk versi berbayar, pembelian bisa dilakukan dengan menggunakan kartu kredit, sedang versi Free ya tinggal instalasi dan apply ke layar Gear.
Sesimpel itu.

Masih dari halaman aplikasi Samsung Galaxy Apps, saya menemukan aplikasi tambahan yang dikembangkan oleh Apposter ditengah pilihan wajah yang mengedepankan nama Samsung yaitu Mr.Time.
Aplikasi ini selain memberikan beragam pilihan wajah tambahan bagi perangkat Samsung Gear S3, menyediakan opsi pembuatan wajah smartwatch sendiri sesuai keinginan pengguna, yang diesksekusi melalui layar ponsel kalian tentu saja.

Ngomong-ngomong soal aplikasi khusus yang dapat membuat sendiri desain wajah smartwatch, ada juga aplikasi desktopPC yang dikembangkan oleh Samsung dengan nama Gear Watch Designer. Aplikasi ini mirip dengan aplikasi desainer lainnya seperti photoshop atau video editing dimana hasilnya dapat diujicoba dahulu pada smartwatch milik sendiri melalui prosedur dan langkah yang telah disiapkan pada tutorialnya.

Seandainya pun pilihan yang ada belum juga menemukan yang pas, kalian bisa menginstalasi aplikasi tambahan yang ada di pasar aplikasi milik Google yaitu WatchMaster.
Selain menyediakan beragam pilihan wajah premium yang sayangnya minim inovasi, WatchMaster juga menyediakan opsi pembuatan wajah smartwatch bagi pengguna Samsung Gear S3 seperti halnya Mr.Time yang dieksekusi melalui layar ponsel.
Mengapa minim inovasi, bisa jadi lantaran basis os masih menggunakan Android, yang rata-rata memiliki fungsi terbatas.

Berikut empat wajah smartwatch Samsung Gear S3 yang menjadi favorit saya sejauh ini. Baik yang merupakan bawaan perangkat, yang diambil dari Galaxy Apps, Mr.Time maupun WatchMaster.


SmartWatch, Layak Beli atau Balik ke Analog ?

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Di lingkungan saya, hadirnya teknologi jam pintar atau SmartWatch yang kini sudah banyak dibesut oleh berbagai vendor ternama, tampaknya belum mampu menjadi sebuah trend kepemilikan mengingat secara fungsi masih banyak yang belum dipahami, atau bisa jadi dari segi harga masih enggan untuk dijangkau.
Meskipun persoalan yang satu ini saya kira setara bahkan lebih murah ketimbang sebuah jam analog resmi, bukan kawe loh ya, yang dirilis oleh brand jam belakangan ini.

Tapi ya memang kembali pada kebutuhan. Kalo hanya untuk sekedar gaya sih, yang kawe masih boleh dijadikan pilihan.

SmartWatch. Selain fungsi utama untuk menunjukkan jam atau waktu terkini dimana kita berdiam, bisa juga difungsikan untuk hal lain sesuai jualan brand masing-masing.
Samsung Gear S3 Frontier yang saya pilih sejauh ini, lewat gayanya yang sporty, SmartWatch yang dibesut dengan sistem operasi Tizen, bukan Android loh, bisa juga digunakan sebagai pendamping ponsel saat berolahraga ataupun sekadar menikmati hiburan.
Dibekali dengan internal storage 4 GB yang kalau tidak salah hanya bisa digunakan sekitar 1,5 GB saja, Gear S3 ini bisa diajak mendengarkan musik, membaca email atau notifikasi pesan termasuk Whatsapp.
Jika bosan dengan tampilan wajah jam analog ataupun digital bawaan, bisa diganti sesuka kita atau membuatnya sendiri melalui aplikasi Gear S Designer buatan Samsung.

Di luar itu, kelebihan lain dari Samsung Gear S3 ini adalah kemudahan penggantian strap berkat adanya tuas kecil di sisi dalam. Jadi kalo sekedar untuk menyelaraskan warna strap jam dengan gaya fashion penggunanya mah persoalan kecil. He… sandingkan dengan jam konvensional yang cukup sulit gonta ganti strap.

Meski memiliki beragam kemampuan, satu-satunya kekurangan SmartWatch disandingkan dengan jam model konvensional adalah musti rajin charge batere minimal 2-3 hari sekali. Sedang Konvensional paling ganti batere 6-12 bulan sekali, bahkan bisa lebih lama. Cuma proses charge yang dimaksud, untuk seri Gear S3, sangat memudahkan pengguna, karena tinggal taruh pada docking bawaan.

Memilih SmartWatch atau sebuah jam konvensional sebagai hiasan pada pergelangan tangan atau sudah menjadi sebuah kebutuhan, tentu dikembalikan pada personal masing-masing. Apakah memang layak beli atau tidak ?


Samsung Gear S3 Frontier

Category : tentang TeKnoLoGi

Hingga di akhir tahun 2016 kemarin, saya masih suka mantengin halamannya TokoPedia, untuk sekedar mencari tahu model terkini jam tangan KaWe dengan lingkar permukaan 5 inchi.
Sejauh pengalaman yang ada sih ada nemu beberapa, dengan harga yang murah. Cuma ya memang setara dengan kualitasnya.
Untuk ukuran pegawai negeri macam saya, memang harus pintar-pintar berstrategi sebetulnya. Kalo mau tampil gaya, biar nda memberatkan kantong atau pengeluaran, ya cari barang tiruan yang secara penampilan gak kalah menarik. Dipakainya paling seumuran bulan, gak nyampe setahun dah ganti model lagi.

Tapi semenjak Samsung Gear S3 Frontier diperkenalkan ke pasar lokal, aktifitas diatas nyaris tak lagi dilakoni.
Mengingat secara visual luar, penampilan smartwatch yang satu ini bisa dikatakan setara dengan keinginan atau harapan saya sejak awal. Apalagi strap band yang digunakan, bisa digonta ganti dengan mudahnya. Apakah berwarna yang catchy menarik mata, soft atau elegant berbalut logam. Semua bisa disematkan hanya dalam hitungan detik.

Disamping itu, Samsung Gear S3 Frontier tampaknya bisa berfungsi laiknya sebuah jam konvensional yang mampu beroperasi tanpa kehadiran ponsel pendamping, meski harus menghilangkan fungsi voice call-nya.
Ngomong-ngomong soal Voice Call, berkat adanya Speaker dan lubang microphone pada perangkat, SmartWatch satu ini jadi bisa digunakan sebagai alternatif untuk berkomunikasi utamanya pada situasi yang tidak memungkinkan mengangkat telepon. Saat berkendara misalnya.
Meski demikian, lantaran speaker yang otomatis aktif saat menerima panggilan, topik pembicaraan yang berlangsung tak lagi menjadi Private, karena bisa didengar oleh orang lain disekitar kita. Jadi, selektiflah dalam menerima panggilan. Hehehe…

Salah satu kekurangan Gear S3 yang dibesut oleh Samsung ini adalah tidak serta mertanya layar menjadi aktif saat pergelangan tangan diputar. Ini terjadi beberapa kali saat awal percobaan.
Jadi agak mengesalkan apabila kalian menggunakan tampilan wajah jam yang tidak mendukung fungsi dim atau sleep pada layar.
Namun hal ini memang tak lantas dianggap mengganggu apabila menggunakan pilihan wajah bawaan Samsung atau beberapa pilihan lain yang mendukung fungsi diatas, sehingga pada saat pergelangan tak diputar pun, tampilan jam masih bisa terlihat laiknya konvensional. Maka berterima kasihlah pada fitur ‘Always On’ yang disematkan pada opsi Pengaturan.

Sayangnya, dengan mengaktifkan fitur ‘Always On’ pada perangkat Gear S3 ini ditenggarai menyebabkan umur daya tahan batere jadi sedikit tergerus ketimbang klaim awal yang infonya bisa mencapai 4 hari dalam sekali charge penuh.
Saya sendiri merasakan betul pengurangan ini.
Dalam kondisi terhubung dengan perangkat ponsel, dan fitur ‘Always On’ aktif terus menerus, daya tahan batere hanya mampu dimanfaatkan hingga hari kedua saja. Tapi meski demikian, untuk ukuran Gadget, dengan daya sebesar bisa bertahan sekian lama sudah cukup lumayan kok. Toh jika pun dibutuhkan, proses charge bisa dilakukan di malam hari saat kita beristirahat. Uniknya, demi mempermudah proses charging, Samsung membekali docking tambahan yang disambungkan dengan kabel charger, sehingga Gear S3 tinggal diletakkan begitu saja pada docking untuk proses charging.

Gear S3 Frontier merupakan salah satu dari 2 varian yang hadir dengan OS Tizen 2.3, sistem operasi besutan Samsung, dengan wajah sporty dan bezel bergerigi. Berbahan dasar logam terbaik yang biasanya digunakan untuk jam tangan konvensional, lebih pantas digunakan bagi mereka yang memiliki aktifitas outdoor. Sedangkan varian Classic hadir dengan warna dan perwajahan kalem, halus mulus, pantas bagi kalian yang memiliki aktifitas indoor.
Apabila seri Frontier dalam paket penjualan dibekali strap model rubber berwarna hitam, seri Classic datang dengan leather kulit gelap.
Ukurannya sedikit lebih lebar ketimbang pendahulunya, dan di salah satu sisi ujung terdapat kait untuk memudahkan pengguna melepas strap dari ujung perangkat.

Diatas sempat diungkap soal gonta ganti strap. Yup. Benar.
Dipasaran, katakanlah TokoPedia, saya menemukan beberapa gerai yang menjual strap band Gear S3 Frontier dengan harga terjangkau. Soal kualitas ya tentu saja KaWe.
Namun untuk kebutuhan jangka pendek, ini bisa dijadikan alternatif bergaya bareng smartwatch satu ini. Dari warna merah, kuning, hijau army, biru muda, putih bahkan kakhi pun ada pilihannya. Bahkan jika menginginkan yang berbahan logam pun, ayo.

Sementara jika berkaitan dengan perwajahan jam yang mampu ditampilkan pada layar berukuran 1,3 inch, pengguna bisa mengunduhnya melalui aplikasi Samsung Gear di Google Apps Store, dari versi gratisan hingga berbayar. Dari analog hingga digital. Dari tampilan polos hingga chrono dan lainnya.
Kalau itu belum jua bisa memuaskan kalian, bisa unduh aplikasi Gear Watch Designer dari Samsung untuk mendesain sendiri wajah jam yang diinginkan.
Aplikasi ini tidak berbeda jauh dengan sejumlah aplikasi desain lainnya yang menyajikan opsi layer dan timeline. Jadi bagi yang sudah gape di aplikasi semacam ini, pasti bukan persoalan sulit lah ya.

Samsung Gear S3 Frontier. Kalian nda berminat ?