Ngulik Fitur Unik Nubia M2

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Saat membuka layar depan, sempat tertarik dengan sejumlah icon yang tak biasa, pada user interface bawaan, Nubia UI v.4.0. Diantaranya Lock Screen, Accelerate, Super Screenshot, Screen Projection, Dual Instance, ataupun User Manual.
Bagi kalian yang telah terbiasa melihat jeroan beragam ponsel Android, diamin paham dan oterbayang dengan satu dua fitur tambahan yang ada dalam Nubia M2 kali ini. Tapi lainnya ?

Pertama ada Lock Screen, fungsinya sudah pasti kita ketahui bersama. Ya, untuk mematikan dan mengunci layar ponsel tanpa harus menekan tombol power. Ini mirip aplikasi Turn Off yang saya gunakan biasanya. Keberadaan aplikasi ini akan menghemat penggunaan tombol Power pada ponsel sehingga daya tahannya bisa sedikit lebih awet.

Kedua ada Accelerate, fungsinya sudah jelas untuk mempercepat kinerja ponsel saat dibutuhkan. Semacam Task Killer atau penghenti aplikasi secara permanen, otomatis membersihkan sisa RAM yang sebelumnya tergunakan, bahkan membersihkan sampah sementara seperti Cleaner lainnya.

Trus ada Super ScreenShot, pengambilan gambar atau rekaman layar yang dapat di set menjadi sebuah video yang apabila diisi suara oleh pengguna di sepanjang durasi, menjadikannya sebuah video tutorial.
Selain itu bisa juga disimpan dalam format image, serta disesuaikan dalam empat bentuk. Segi empat, bujur sangkar, jantung dan bebas. Bebas disini ya tergantung kebutuhan pengguna bagaimana inginnya. He…
Uniknya, Nubia M2 menyediakan pula opsi untuk Long ScreenShot, dimana akan amat sangat berguna untuk menyimpan gambar layar yang tidak mampu dijangkau oleh ukuran layar dalam sekali pengambilan. Misalkan halaman postingan blog atau website yang musti discroll turun jauh, bisa disimpan dalam satu image saja. Keren kan ?

Lalu ada Screen Projection. Ini gunanya untuk menggandakan tampilan layar ponsel ke layar lebar seperti halnya monitor atau bahkan ke layar perangkat gadget lainnya.
Mengingatkan saya pada aplikasi Team Viewer yang kerap digunakan untuk melakukan presentasi lewat proyektor dari layar ponsel saat masih menjadi pengajar di LPSE dulu.

Kelima ada Dual Instance. Wiii… khusus yang satu ini, saya acung jempol deh buat Nubia M2.
Karena saat orang diluaran berupaya untuk melakukan oprek ponsel dengan memaksakan Root yang beresiko menghilangkan asuransi perangkat, Tim pengembangan Nubia malah mempermudah semuanya.
Tahu fungsi Dual Instance ini ?
Sesuai namanya, fitur ini memungkinkan pengguna untuk memiliki Dua Akun berbeda dalam sebuah ponsel, baik itu untuk FaceBook, Twitter, Line bahkan Whatsapp. Surprise kan ?
Kloning Aplikasi secara Instan. Kira-kira seperti itu maknanya.
Jadi saya sendiri sudah mencobanya, melakukan Login dua akun berbeda memanfaatkan jasa aplikasi Dual Instance ini. Keren memang Nubia M2 ini.
Ponsel kalian bisa melakukannya ?

Masuk ke Gallery, kalian bakalan menemukan satu folder tambahan di bagian terbawah yang nantinya berfungsi laiknya Recycle Bin. Alias tempat penyimpanan sementara, untuk semua file yang sudah dihapus sebelumnya. Jadi ceritanya pengguna diyakinkan kembali sebelum menghapusnya secara permanen.
Gak berguna ?
He… bagi kalian yang memiliki anak usia sekolah ke bawah, yakin banget ini bakalan bermanfaat. Ya mengantisipasi kesalahan hapus yang biasanya tidak sengaja dilakukan anak-anak saat kedapatan colek colek layar ponsel.

Terakhir ada User Manual.
Tapi bukankah User Manual biasanya tetap ada dalam setiap ponsel baik yang dicetak dalam bentuk buku mini ataupun shortcut ke halaman Help pada website perangkat ?
Saya katakan Unik, karena didalam User Manual ini, semua hal yang ada dalam perangkat Nubia M2, baik fitur utama maupun tambahan yang unik sebagaimana disampaikan diatas tadi, tertuang dengan baik, bahkan untuk menu Kamera dan penggunaan 16 Filter Terbaik kamera DSLR yang menjadi andalan utama sejauh ini.
Minimal pengguna tidak banyak belajar lagi hanya untuk mencoba dan mengoperasikan fitur dan filter kamera yang ada.

Dan, oh ya. Tadi saya ada menyebutkan 16 Filter Terbaik kamera DSLR ?

Nubia M2 yang dijual dengan harga 4,399 Juta ini menawarkan 16 Filter Terbaik sebuah kamera DSLR yang dapat dimanfaatkan pengguna untuk menghasilkan foto Terbaik. Gak percaya ? Simak di postingan selanjutnya.

Eh iya, balik ke Ngulik Fitur Unik Nubia M2, minimal semua fitur tambahan diatas bisa saja kalian dapatkan dari sejumlah aplikasi yang tersedia di Play Store, tapi untuk Nubia M2, gak perlu lagi melakukan itu. Sudah bawaan ponsel sedari awal.
Tidak heran apabila dari 4 GB RAM yang dibekali didalamnya, ada sekitar 1,5 GB yang tersisa saat ponsel dalam kondisi standby.
Kurang apa lagi coba ?

Nubia M2, Layak Beli gak ya ?

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Satu persatu ponsel berkekuatan raksasa mulai bermunculan di tengah pasar Indonesia. Mengandalkan layar lebar 5,5″, prosesor delapan inti, internal storage 32 bahkan 64 GB dan RAM 4 GB keatas.
dan terlepas dari semua spesifikasi lain yang dibawa, persoalan Harga saya yakin masih menjadi pertimbangan utama untuk memilih dan membawa pulang satu diantaranya. Beberapa memilih setia pada brand global yang sudah terpercaya, sisanya mencoba brand baru dengan berbagai jualan utama yang ditawarkan.

Nubia M2 yang diperkenalkan pertengahan Juni lalu, hadir dengan spesifikasi sebagaimana yang disebut diatas. Internal 64 GB dan 4 GB RAM.
Untuk sebuah ponsel Android jaman sekarang, spek ini sudah tergolong mumpuni. Mengingat rata-rata brand global yang sudah lebih dulu dikenal, masih bermain pada ukuran 16 atau 32 GB internal dan 3 GB RAM.
Lalu bagaimana soal Harga ?

Di kisaran angka 4,3 jutaan Nubia M2 bakalan bersaing dengan setidaknya 5 nama besar lain yang hadir lebih dulu seperti Oppo F1s (64/4), Asus Zenfone 3 (64/4), Xiaomi Mi5s (64/3), Samsung A5 2017 (32/3), dan terakhir ada HTC E9+ (32/2) dengan spesifikasi paling rendah.
Itu artinya, diatas kertas hanya Oppo F1s dan salah satu varian Asus Zenfone 3 saja yang menjadi pesaing spesifikasi setara pada rentang harga jual yang sama.

Dari pengujian benchmarking menggunakan AnTuTu, Nubia M2 harus puas berada pada urutan 51, setelah Samsung Galaxy C9 Pro atau S6 series dengan score 63098. Sementara itu jika menggunakan Quadrant menghasilkan nilai 37979, yang sayangnya masih disandingkan dengan ponsel Android seri jadul.

Fitur yang menjadi kebanggaan Nubia M2 datang dari segmen kamera yang bakalan memberi 16 kemampuan kamera dslr kedalam layar ponsel, tentu dengan pilihan atau cara penangkapan gambar yang lebih dimudahkan. Hal ini tentu menjadi nilai tambah bagi M2 dengan setidaknya 5 ponsel pesaing diatas.
Bagi yang paham atau minimal kenal dengan dunia fotografi, Nubia M2 serasa memanjakan mereka dengan teknik Slow Shutter, Trajectory, Slow Motion, Macro hingga Star Trail yang mampu merekam gambar langit dengan hasil yang ciamik. Tidak heran apabila Nubia berani tampil dan mengklaim sebagai ‘Mobile Photography Expert’.

Di luar itu masih ada multi fitur yang menarik untuk dicoba seperti Dual Instance yang memungkinkan pengguna menanamkan dua akun aplikasi tertentu seperti Whatsapp, Instagram atau BBM yang belakangan sempat ramai didiskusikan mengingat adanya kepentingan bisnis perorangan yang mampu diakomodir olehnya.

Nah trus, apakah Nubia M2 jadi layak beli untuk calon pengguna di Indonesia ?
Tergantung Kalian tentu saja.

Untuk kehadiran sebuah Vendor yang sama sekali baru di pangsa pasar Indonesia, bisa jadi agak meragukan mengingat Harga tergolong menengah ke atas, sementara para pesaing merupakan brand yang sudah punya nama lebih dulu.
Namun untuk ukuran sebuah ponsel Android, terlepas dari nama brand atau vendornya, spesifikasi yang ditawarkan sungguh sangat menawan. Apalagi ada sejumlah fitur atau kemampuan yang bakalan membedakan Nubia M2 dengan beragam pilihan ponsel yang ada.

Nubia M2, Tipis, Ringan, Menggoda

Category : tentang TeKnoLoGi

Terbiasa menggenggam ponsel seberat A9 Pro selama enam bulan terakhir jadi rada merinding saat mencoba menenteng Nubia M2, ponsel High End yang baru saja diluncurkan pertengahan Juni kemarin dengan mengandalkan jualan ‘Mobile Photography Expert’.
Meski sama-sama berdimensi 7,9 mm, secara bobot keduanya jauh berbeda. Selain itu, hal yang paling mencolok terlihat adalah dari segi layar yang diluncurkan dengan ukuran rata-rata smartphone masa kini, 5,5 inchi.

Form factor Nubia M2 masuk golongan unibody. Yang baterenya gak bakalan bisa dibongkar mudah oleh awam. Kekurangannya, jadi sedikit menyulitkan pengguna apabila kelak mengalami hang dan semacamnya. Jadi harus mengandalkan tombol Power yang ada di sisi kanan layar ponsel untuk mengaktif/nonaktifkan perangkat. Apalagi tombol Home yang ada pada sisi depan layar, tidak semenonjol fisik biasanya. Jadi musti dijaga betul ‘kesehatannya’ si Power ini.

Desainnya sangat menggoda.
Hadir dengan warna hitam dof, dan kelir gold di pojokan sisi samping ponsel yang didesain melengkung, atau kerap disebut layar 2,5 D kedua sisinya. Sementara tombol Home sebagaimana info diatas, meski tanpa fisik yang menonjol secara terpisah, didesain khusus dengan lingkaran merah sebagai aksen pada sisi layar depan.
Sementara di sisi belakang, posisi kamera yang mirip dengan seri iPhone ini dibuat sedikit timbul dengan kelir merah mengelilingi lensa lengkap dengan flash yang cukup mumpuni untuk membantu pengambilan gambar. Infonya terdapat fitur Dual Kamera yang siap digunakan dengan kemampuan laiknya kamera DSLR.
Selanjutnya akan dibahas khusus soal ini.

Pada sisi bawah terdapat lubang speaker, jack headset dan slot charger dengan tipe usb-c sehingga kabel charging bisa dibolak balik penggunaannya tanpa khawatir merusak lubang atau colokan chargernya sendiri.
Tombol Volume hadir dalam 2 unit terpisah di sisi kiri, sementara slot Sim Card ada di sisi kanan atas layar ponsel. dan sebagaimana yang sudah diinfokan sebelumnya, slot memory eksternal berada pada slot sim card 2. Jadi pengguna diberikan opsi memilih, antara menggunakan Dual Sim dan mengabaikan kapasitas simpan pada ponsel, atau menggunakan satu nomor utama sekaligus data, namun memiliki peluang penyimpanan yang lebih besar.

Urusan User Interfaces, Launcher yang disematkan merupakan hasil pengembangan tim secara khusus yaitu Nubia 4.0 mengadopsi sistem operasi Android 6.0.1 Marshmellow. Polanya tanpa menggunakan opsi Menu laiknya perangkat iPhone dan juga Hisense yang artinya semua icon akan tampil di halaman depan tanpa kecuali. Sayangnya saya tidak menemukan opsi untuk menyembunyikan beberapa icon aplikasi bawaan yang dianggap tidak perlu untuk meringkaskan tampilan.

Kepala charger yang dibekali dalam box penjualan berukuran cukup besar. Sehingga mampu mempercepat proses charging ponsel yang berkapasitas menengah, sekitaran 3.630 mAh.
Belum diuji lebih jauh sih ya, seberapa lama kemampuan standby rata-rata ponsel saat digunakan beraktifitas full mobile.
Nanti disusulkan.

Nubia, Pernah Dengar ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Pertama kali membaca brand bernama Nubia kalo ndak salah dari Tabloid Pulsa. Kebetulan mereka lagi menurunkan info terkini rilis ponsel Z series yang kabarnya ndak masuk secara resmi ke pasar lokal.
Tadinya malah sempat salah baca lantaran mirip dengan brand lawas yang sempat jatuh setelah salah langkah.

Nubia, menurut Michael Mondong, Marketing Manajer Nubia Indonesia yang lebih suka disapa Mike, merupakan brand premium yang secara Nasional baru diperkenalkan awal Juni kemarin di Jakarta, lanjut ke Bali untuk peluncuran seri M2 sebagai flagship pertama di Indonesia.

Saya beruntung bisa memegang salah satu rilis terbaru mereka saat diundang ke Rumahan Bistro beberapa waktu lalu. Kalo ndak salah sih seri Z17 yang fenomenal itu.
Dikatakan Fenomenal lantaran ponsel ini dibesut pada besaran RAM 6 GB, yang pada masa kekinian masih tergolong jarang diadop oleh brand lain. Setahu saya, Samsung dan Asus sudah masuk ke lini ini. Hanya saja untuk seri Z17 infonya tidak akan dijual masuk ke Indonesia dengan pertimbangan harga jual yang dikhawatirkan tidak mampu ditawarkan di pasar lokal.
Wajar sih ya, karena Nubia masih tergolong brand baru.

Sementara informasinya di pasar Global, Nubia merupakan salah satu brand yang berkomitmen penuh merilis ponsel pintar dengan kualitas terbaik bahkan teknologi terbaik.
Saya pun mau tidak mau mengakuinya saat mengulik lebih jauh desain penampilan Nubia Z17 yang serupa dengan seri M2 dan M2 Lite.
Form Factor desain Unibodi dengan wajah yang elegan dan full logam.
Tak lupa mengusung Bezel-less Design atau tanpa batas bingkai di sisi kanan dan kiri layar sehingga menyiratkan satu kesatuan dengan latar belakang atau apapun yang ada disekitarnya.
Disamping itu, saya suka ketipisannya tanpa mengesampingkan kapasitas daya tahan batere yang tergolong menengah ke atas. Tapi memang perlu pengujian lebih lanjut terkait ini.

Untuk seri Mid dan High End, informasinya slot memory card dijadikan satu dengan slot sim card unit kedua sehingga memaksa pengguna memilih apakah mengorbankan kebutuhan memori internal ataukah sim card nantinya. Hal serupa saya temukan pada ponsel yang dirilis oleh Asus dalam seri Zenfone mereka. Yang bagi pengguna awam, bisa jadi tidak akan menjadikannya permasalahan utama ketika internal ponsel sudah mencapai minimal 32 GB.
Sementara pada seri Low End, Mr.Stephen Qu Presiden Direktur Nubia Indonesia secara terpisah menyampaikan perihal ketersediaan slot memory card yang dipisahkan dari slot dual sim card dan berada di balik cover belakang bodi. Ini dilakukan untuk memberi ruang tambahan bagi pengguna yang hanya diberi kapasitas internal 16 GB saja.

Sebagai pendatang baru, seri smartphone yang telah dirilis resmi Nubia, saya pantau masuk pada kategori menggoda iman. He…

Dari kapasitas internal raksasa, RAM raksasa, hingga batere raksasa. Jadi menarik karena untuk seri M2 yang baru saja diluncurkan awal Juni tempo hari, termasuk Z17 yang saya pegang, mengusung fitur dual kamera didukung penuh software Neo Vision yang memang informasinya secara khusus dikembangkan oleh Tim Nubia Technologies agar dapat disetarakan dengan kemampuan kamera berjenis DSLR.
Khusus yang terakhir ini, saya sendiri masih bingung apakah sudah sebegitu membutuhkannya sebagai pengganti ponsel yang saat ini saya pegang, atau nantinya akan menjadi alternatif sampingan mengingat Photography bukanlah menjadi sebuah hobby atau hal yang mudah dipelajari.

Tapi ya siapa tahu kelak bisa mengujinya lebih jauh, saya kira harus banyak belajar dengan para maestro kamera DSLR terkait fitur, efek dan pengaturan lanjutan pada fungsi kamera nantinya.

Penasaran ?

Liburan Kekinian didukung SmartFren 4G, apps Traveloka, Go-Jek dan Google Maps

Category : tentang PLeSiran, tentang TeKnoLoGi

Gak perlu keluar banyak modal kalo hanya untuk liburan di kekinian.
Setidaknya itu yang saya yakini dua tahun belakangan.

Banyak informasi bisa didapatkan lewat ponsel smartphone yang kita punya. Apapun merek dan sistem operasinya.

Yang terpenting dari semua itu adalah akses internetnya.
Percuma punya akses internet mahal-mahal jika jaringannya lelet saat kita butuhkan.

Saya sendiri masih mengandalkan SmartFren 4G yang sepanjang pengujian terdahulu punya akses kenceng utamanya kalo lagi main ke desa-desa. Entah kenapa…
Untuk kebutuhan hunting lokasi tempat menginap, makan malam dan siang juga objek wisata plus informasi seputaran Ubud, ndak lebih dari 200 MB yang dihabiskan selama dua hari perjalanan.
Jadi kalo cuma punya paket dengan kuota 1 GB ya masih cukuplah kalo mau liburan kekinian kek gini.

Terlepas dari apapun merek ponsel dan sistem operasinya sebagaimana kalimat pembuka diatas, saya banyak terbantu dengan adanya aplikasi tambahan cemnya Traveloka.
Ini biasanya digunakan saat mencari ketersediaan tiket pesawat kalo mau terbang ke luar kota, atau akomodasi selama di tujuan mau ambil pilihan hotel yang mana.
Tentu saja kaitan dengan liburan kali ini, opsi terakhir inilah yang saya manfaatkan. Memilih tempat menginap di lokasi yang kita harapkan.
Hasilnya cukup kompetitif kok. Baik dari segi harga sewa per malam hingga fasilitas apa saja yang disediakan. Jangan lupa membaca review dari para pemanfaat jika ada.

Aplikasi berikutnya yang bermanfaat tentu saja Go-Jek.
Yang satu ini bermanfaat untuk hunting soal makanan. Baik variasi menu yang ditawarkan hingga ke soal harga.
Kalopun pihak hotel atau penginapan melarang pemesanan makanan dari luar, aplikasi ini bisa digunakan sebagai petunjuk pencarian lokasi saat hunting ke luar hotel. Jadi dijamin nda bakalan kebingungan lagi.
Sekedar saran sih, pilihan terdekat ya bisa dilihat dari urutannya. Posisi teratas tentu merupakan pilihan terdekat, bukan terenak. Hehehe…

Aplikasi terakhir yang besar manfaatnya ya tentu saja Google Maps.
Berguna untuk mencari informasi lokasi objek wisata terdekat penginapan, termasuk penginapannya sendiri lengkap dengan petunjuk arah yang dipandu gambar dan suara, juga informasi lain yang sekiranya dibutuhkan tanpa kita tahu lokasi pasti.
Minimal sekitar 80%nya akurat kok.
Sedang sisanya, ya bisa dikatakan ‘belum diUpdate saja perkembangannya.
Bisa dikatakan begitu gegara iseng mencari tempat main yang asyik untuk anak-anak dan mencoba mampir di salah satu venue area Pejeng, yang kami dapati hanyalah sebuah arena bermain yang tak terurus, lengang dan gersang. Bahkan papan namanya pun sudah lusuh dan berdebu. Tidak sesuai dengan info yang ada pada Google Maps.

Tapi secara keseluruhan, liburan kekinian sebetulnya nda lagi sulit untuk dilakukan atau direncanakan by phone.
Hanya dengan mengandalkan smartphone yang kalian pegang, saya jamin pilihan untuk bisa berlibur dengan lebih menyenangkan bisa didapat dengan mudah kok.
Sejauh mau belajar menggunakannya saja.
Sudah siap kan ?

Kebanyakan Gadget

Category : tentang TeKnoLoGi

– Samsung Galaxy Note 3
– Samsung Galaxy Note 3 Neo *hibah dari aplikasi Pantau
– iPhone 4 CDMA *masih pake nomor Flexy tapi keseringan AirPlane Mode
– Modem Connex M1
– Modem Andromax 4G M2P
– Power Bank Samsung 50K mAh

Itu semua perangkat yang kini selalu hadir dalam tas pinggang cokelat, diselempang lantaran makin berat. Tapi kalopun secara rute gak butuh daya baterai lama, Power Bank biasanya ditinggal di rumah.

– Samsung Galaxy Note 2 – milik istri
– Samsung Galaxy Tab 7 Plus – baba nya Intan
– Samsung Galaxy Tab 3V – baba nya mbojek iYah
– Nokia Lumia 520 – ponsel kakek
– Nokia X – ponsel nenek

Yang ini barisan perangkat yang harus di charge ulang tiap malamnya, agar esok pagi bisa dipergunakan secara maksimal oleh masing masing pemiliknya. Sementara sisa colokan yang ada dalam jangkauan terdekat hanya ada 5. Sehingga yang sering mengalah adalah iPhone, modem, Nokia dan Baba-nya mbojek lantaran jarang dipakai.

Urusan kelistrikan sih sudah jadi kewajiban saya sehari-hari. Dari awal dulu. Tapi kini masih mending karena MP3 player sudah gak difungsikan lagi. Yang menjadi masalah terbesar kini adalah biaya internet bulanannya saja. Mengingat secara rumah, sudah ada wifi routernya Telkom Speedy dengan biaya 75ribu sebulan, akses Unlimited dengan kecepatan terbatas up to 512 KBps, ditambah Axis Pro Unlimited 50ribu di kali dua perangkat. Sementara Paket Indosat di Galaxy Note Neo, hanya seperlunya apabila sedang berada di luar kota, dimana jaringan Axis tidak mampu menjangkaunya. Paket yang diambil seharga 29ribu sebulan. Kini malah nambah dua calon lagi untuk dua Modem SmartFren yang sepertinya bakalan diisi ulang apabila mendesak sekali. Mengingat yang saya lihat masa berlaku paket internet atau sisa kuota data yang ada di kedua modem tersebut, masih cukup lama bisa dinikmati. Sedang perangkat lain, mutlak non aktif langganan paket data, hanya disambungkan bilamana perlu pada koneksi yang disebutkan tadi.

Kebanyakan Gadget. Itu yang saya rasakan. Padahal beberapa waktu lalu, pikiran sudah cukup tenang seiring aksi Deactivate akun FaceBook, dan dihibahkannya ponsel AccessGo 4E pada kakak ipar. Eh kok malah dapat hadiah lagi yang jauh lebih banyak.

Inginnya nanti mau dihibahkan lagi pada yang memerlukan. Sementara ini baru terlaksana satu saja, modem M2P yang satunya lagi, jadi ada dua modem yang diberikan oleh SmartFren, dipindahtangani ke Sloka Institute, induk Bale Bengong dan komunitas Bali Blogger Community. Ketimbang Mubazir, tidak tergunakan.

Sedang Note 3 Neo, inginnya tak balikin ke Developernya, mengingat secara aplikasi kini sudah mampu dijalankan di Note 3 yang saya miliki.

Rasanya satu Gadget itu sudah pas. Dan kalopun mendesak, ada tambahan Modem Connex M1 rasanya lebih dari cukup. Buat jaga-jaga saat kekurangan sinyal jaringan internet, atau kekurangan daya baterai mengingat modem tipe ini punya fungsi tambahannya juga.

Duuuhhh… Kebanyakan Gadget kok malah bingung ya ?

AccessGO 4E, Quad Core Murah untuk Semua ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Kebutuhan akan sebuah perangkat ponsel pintar di jaman kekinian sepertinya sudah menjadi satu standar baku bagi semua kalangan untuk sekedar menemani aktifitas harian, pekerjaan bahkan hiburan. Apalagi untuk segmen generasi muda yang notabene menjadi sasaran empuk bagi para vendor kenamaan, saling berlomba menawarkan fitur dan teknologi terbaru sebagai nilai tambah demi meningkatkan potensi penjualan dan memenangkan persaingan. Dimana pangsa pasar ini memiliki seabrek aktifitas yang biasanya dijalani, dari bermain games sekelas Clash of Clan, bersosial media seperti Facebook, Twitter ataupun Path dan Google Plus, aktif berbicara melalui aplikasi messenger BBM, Whatsapp, Line atau WeChat, maupun Selfie dan photo editing Camera 360 hingga Instagram. Ini belum termasuk aktifitas harian lainnya seperti email, voice ataupun office processing.

Untuk dapat mengadopsi banyaknya kegiatan yang kini sudah dapat dilakukan hanya dengan memanfaatkan satu media smartphone, salah satu yang kemudian menjadi standar baku adalah seberapa besar kemampuan yang dimiliki dan mampu dijalankan. Dalam kapasitas sebuah ponsel, biasanya yang menjadi tolok ukur adalah besaran prosesor, memory RAM dan internal storage. Infonya dalam perkembangan terakhir, perpaduan kekuatan inilah yang kemudian menjadi pertimbangan dalam memilih sebuah perangkat ponsel pintar, ditambah jika memungkinkan dengan faktor besaran Budget yang dibutuhkan.

Biasanya makin besar kemampuan yang dimiliki, makin mahal pula harganya. Namun seiring dengan kompetisi yang dilahirkan, ongkos produksi tampaknya mulai dapat dipangkas untuk dapat memberikan pilihan yang lebih banyak bagi konsumen. Faktanya, untuk mengakomodir seabrek kegiatan tersebut dibutuhkan sebuah perangkat level menengah dimana memiliki kisaran harga 2 juta keatas. Itupun pilihan yang ada hanya beberapa item saja dirilis oleh vendor dengan kombinasi standar. Hal ini menjadikannya sebuah tantangan bagi semua kalangan khususnya generasi muda, memilih perangkat pintar berkemampuan optimal dengan harga yang seekonomis mungkin.

AccessGO 4E PanDeBaik

AccessGo, jika dilihat dari track record yang ada merupakan pendatang baru di barisan vendor smartphone regional. Berbasiskan sistem operasi Android 4.4 Kitkat, mereka tampaknya ingin mencoba peruntungan di pasar Indonesia yang memang tergolong menggiurkan bagi belasan produsen lainnya. Salah satu jagoan yang saat ini akan diperkenalkan kepada publik adalah seri AccessGo 4E yang notabene dari spesifikasi sebagaimana terlampir pada halaman website resmi mereka di http://accessgo.com/ disenjatai dengan prosesor berkekuatan empat inti alias Quad Core 1,3 GHz Cortex A7. Dikombinasi dengan besaran memory RAM standar masa kini 1 GB plus internal storage 4 GB rasanya harapan untuk dapat menjajal berbagai kemampuan di awal tadi sudah sedikit terbayang meskipun secara storage, masih jua terasa kurang. Tapi jangan khawatir, AccessGo telah menyiapkan slot memory card eksternal sebagai storage cadangan untuk mengantipasi banyaknya space yang dibutuhkan dalam beraktifitas. Tentu pengguna musti rajin juga melakukan pemantauan terhadap sisa internal storage demi menjaga performa ponsel secara keseluruhan.

Dibekali ukuran layar 4,5″ tipe IPS LCD 540×960 pixels, tentu sudah cukup lapang untuk digunakan beraktifitas sebatas sosial media ataupun bermain games bahkan untuk aktifitas harian sekalipun. Dan ini berpengaruh pula pada dimensi ponsel yang cukup nyaman untuk masuk ke saku celana ataupun kemeja. Datang dengan fitur microSim Card Dual Standby , ponsel yang mendukung jaringan 3G HSDPA HSUPA ini siap menemani kalian, kapanpun dan dimanapun berada.

Untuk mengabadikan momen penting, AccessGo 4E menyediakan lensa kamera berkekuatan 5 MP di sisi belakang dan 2 MP di sisi depan, yang disertai LED flash dan fitur autofocus, ditambah kemampuan perekaman video HD 1080p. Cukup memuaskan termasuk diantaranya demi menyalurkan hasrat Selfie bersama kawan lainnya.

Namun Terpenting, dari semua fitur kelas menengah yang disajikan tadi, AccessGo 4E rupanya ditawarkan dengan harga yang sangat terjangkau dan bersahabat bagi kalangan generasi muda sekalipun. Satu Juta perak pas mantab. Bukan sejutaan seperti iklan ponsel lain yang ada ekor 999ribu, tapi beneran sejuta. Surprise ? Tentu saja. Bahkan infonya nih, untuk Launching mereka menawarkan harga 969ribu rupiah saja. Makin ngiler… :p

Dengan harga jual yang hanya sejuta perak itu, tentu AccessGo 4E merupakan satu pilihan yang layak untuk dinanti peluncurannya pertengahan Oktober 2014 ini. Mengingat pada rentang harga yang sama, kalau tidak salah belum ada kompetitor yang berani hadir dengan kemampuan tersebut. Rata-rata masih bergerak pada prosesor Dual Core 1 GHz dengan kombinasi RAM 512 MB.

Tapi eits, jangan puas dulu. Karena selain menyediakan fitur standar FM Radio, GPS dan dukungan nirkabel Bluetooth serta kemampuan untuk menjadikan ponsel sebagai perangkat hotspot lewat Tetheringnya, AccessGo 4E pula menyediakan akses NFC alias Near Field Communications dimana pengguna memiliki peluang untuk saling bertukar file dengan cara menyentuhkannya satu sama lain. Keren bukan ?

Satu-satunya kelemahan kecil yang dilihat dari spesifikasi yang ditawarkan adalah data tahan baterai yang hanya berkekuatan 1.700 mAH, masih tergolong standar apabila melihat dari trend yang ditawarkan belakangan ini. Jadi untuk berjaga-jaga, ada baiknya disediakan pula teman setia para ponsel yaitu PowerBank sebagai backup daya.

Mengingat AccessGo merupakan pendatang baru, tentu saja salah satu kekhawatiran konsumen akan pilihannya kali ini adalah Layanan Purna Jual atau aftersales yang rupanya telah pula dipersiapkan secara matang lewat 28 gerai di berbagai kota besar se-Indonesia termasuk diantaranya Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Denpasar, Manado dan lainnya.

Hmmm… rasanya ponsel yang satu ini, memang layak kita tunggu nih kehadirannya.

5 Aplikasi Wajib bagi perangkat Smartphone

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Memiliki sebuah perangkat ponsel pintar rasanya belumlah lengkap jika belum mampu memanfaatkan semua fitur dan kemampuannya secara optimal. Akan sangat disayangkan apabila perangkat pintar tersebut hanya digunakan untuk beraktifitas dasar sebuah perangkat telekomunikasi meliputi voice call dan text messaging saja. Padahal ada banyak hal yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan perangkat tersebut, dari dukungan aktifitas perkantoran hingga sekedar menjalankan hobi dan rutinitas lainnya. Lalu aplikasi apa saja yang menjadi hal yang wajib dimiliki pada sebuah perangkat ponsel pintar atau smartphone? Yuk simak lima diantaranya.

Social Media Client. Memiliki akun sosial media agaknya sudah menjadi satu kewajiban yang dianggap lumrah bagi pemilik ponsel pintar di negeri ini. Tak hanya satu akun Facebook saja, bisa jadi dua atau tiga akun pun bisa dimiliki oleh seorang pengguna. Apakah itu akun Twitter, Foursquare, Koprol, LinkedIn dan lainnya. Untuk mengelolanya didalam perangkat pintar yang Kawan miliki tentu saja dibutuhkan aplikasi/client yang memang mampu mendukung keberadaan akun tersebut. Makin lebih baik lagi apabila bisa menemukan satu aplikasi yang dikembangkan oleh pihak ketiga yang mampu mengelola sekian banyak akun secara bersamaan.

Salah satu yang bisa kami rekomendasikan disini adalah Tweetdeck. Aplikasi yang kini telah diakuisisi oleh Twitter ini mampu mengelola lebih dari satu akun sosial media meliputi Facebook, Twitter, dan Foursquare. Khusus untuk akun Twitter, tak hanya satu, tiga atau empat akun pun masih bisa digunakan sekaligus hanya dengan mengandalkan satu aplikasi saja. Bisa jadi selain mengelola akun pribadi, beberapa akun bisnis bahkan milik kantor pun dapat diinput sepanjang userid dan password bisa diketahui. Untuk melakukan Update Statuspun bisa dengan satu kali untuk semua akun. Dan untuk memantau status teman yang dimiliki, dapat dilihat dalam satu kolom khusus. Jauh lebih mudah bukan ?

Office Application. Tidak melulu soal Word dan Spreadsheet processing saja, tapi kalau bisa meliputi juga pembaca file presentation dan eBook. Oke, memang tak semua pengguna membutuhkan aplikasi yang terkesan kantoran ini, namun kadang-kadang ada beberapa situasi yang memang menghadapkan Pengguna pada kebutuhan yang mendesak. Misalkan menerima sisipan file email dalam format doc, xls, ppt atau pdf, tentu membutuhkan aplikasi serupa untuk bisa membacanya dengan baik. Sehingga kami merasa wajib memasukkan dalam daftar kali ini.

Meski dalam kenyataannya, tak semua aktifitas yang berkaitan dengan Office Application ini digunakan untuk tujuan kantor dan bekerja. Pembaca file format pdf atau eBook misalkan. Dapat dimanfaatkan untuk membuka dan membaca majalah versi digital saat senggang atau menunggu lama demi menghabiskan waktu agar tak terbuang percuma. Beberapa aplikasi yang dapat digunakan diantaranya Documents To Go atau Polaris yang biasanya sudah include mencakupi semua file format.

News Launcher. Salah satu manfaat yang dapat kami rekomendasikan untuk mengoptimalkan penggunaan ponsel pintar adalah membaca berita, kabar terkini, perkembangan teknologi bahkan gosip artis sekalipun. Tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk membeli koran atau tabloid ke toko buku terdekat. Tinggal gunakan Launcher, dan nikmati sajiannya.

Bagi yang menginginkan berita dengan update cepat, bisa mencoba Detik Launcher. Atau yang ingin berita bersifat korporat bisa melirik miliknya Kompas. Bagaimana dengan yang menyukai perkembangan teknologi Gadget ? silahkan hunting media Pulsa dan Sinyal. Ada banyak pilihan tentu saja, termasuk media cetak lokal seperti Bali Post.

ToolBox Optimize. Selain menggunakan dan memanfaatkannya secara optimal, seperti halnya manusia ataupun perangkat elektronik lainnya, ponsel pintar yang Anda miliki tentu saja membutuhkan penyegaran sesekali waktu. Apakah itu dari segi pembersihan cache, history bahkan temporary files yang biasanya hadir dalam setiap aktifitas dan cenderung menghabiskan memory space atau optimalisasi perangkat secara berkala untuk menjaga kecepatan akses dan operasional perangkat.

Beberapa utility sejenis yang dapat kami rekomendasikan meliputi Trash cleaner, History cleaner atau Cache cleaner, pula optimize ataupun Toolbox yang biasanya sudah mencakup semua fungsi dalam satu aplikasi. Untuk kategori ini memang ada yang berbayar untuk bisa memanfaatkannya secara optimal, namun ada juga yang masih ditawarkan secara gratis bagi pengguna yang tak ingin ribet melakukan pembelian aplikasi. Lakukan secara berkala, dan nikmati akses operasional perangkat yang lebih baik.

Terakhir, tentu saja Games. Untuk yang satu ini kembali pada kebiasaan dan kesenangan masing-masing. Bisa dipilih sesuai kebutuhan ataupun yang sedang Trend saat ini. Apakah menginginkan permainan yang santai untuk dilakoni, membutuhkan adrenalin tingkat tinggi atau bahkan mensyaratkan spesifikasi tertentu dari perangkat untuk keindahan grafis tampilannya.

Beberapa permainan yang kini sedang digandrungi oleh sebagian besar pengguna smartphone diantaranya Angry Bird, Where’s My Water, Fruit Ninja, Amazing Alex, The Amazing Spider Man, PES dan lainya. Selain menghabiskan resources berupa Space storage penyimpanan dan memory RAM, yang tak kalah pentingnya adalah persoalan daya tahan yang akan terus menurun kendati dimainkan dalam kondisi charging, terutama permainan yang membutuhkan resolusi tinggi.

Memiliki satu diantara lima ataupun kelima-limanya sekaligus tentu saja kembali pada aktifitas yang Kawan lakukan pada perangkat Smartphone yang dimiliki. Setidaknya, manfaatkanlah kemampuannya sesuai peruntukkannya.