Mengetahui Sistem Operasi pada Ponsel Pintar bagian 1

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Ponsel pintar belakangan kian digemari oleh sebagian masyarakat Indonesia yang mulai bosan dengan keterbatasan kemampuan ponsel yang dimiliki sebelumnya. Banyak alasan yang dikemukakan, mulai dari keperluan akan penunjang pekerjaan kantoran, terima kirim email, ataupun beraktifitas lainnya secara mobile. Untuk mendukung alasan tersebut sebuah ponsel pintar tak hanya mengandalkan otak prosesor yang disematkan didalamnya tapi juga sebuah sistem operasi.

Secara pengertian awam dalam konteks manusia, sistem operasi itu dapat saya gambarkan sebagai jenjang pendidikan lanjutan yang sudah mulai terfokus pada berbagai bidang pembelajaran secara mengkhusus. Semua manusia memiliki otak yang mampu menyerap berbagai kemampuan namun tidak semua memiliki jenjang pendidikan tersebut. Jenjang pendidikan ini mutlak diperlukan apabila manusia yang bersangkutan menginginkan kemampuannya dapat berkembang secara luas. Dalam konteks ponsel penambahan kemampuan ini diartikan sebagai penambahan aplikasi yang dapat memberikan kemampuan atau fungsi tertentu diluar kemampuan dasarnya.

Dalam dunia ponsel ada berbagai macam sistem operasi yang disematkan kedalam sebuah ponsel pintar. Mulai dari Symbian 60, Symbian 80, Symbian UIQ, Windows Mobile, Palm, Linux, Android hingga terkini yang digunakan oleh iPhone dan tentu saja BlackBerry. Beragamnya jenis sistem operasi agaknya cukup menyulitkan konsumen dalam memilih lantaran masing-masing menawarkan berbagai keunggulan tersendiri. Namun keunggulan itu tetap membutuhkan penyesuaian kemampuan dari penggunanya agar dapat berfungsi secara optimal.

Sistem operasi yang digunakan pada iPhone misalnya. Tak ada yang meragukan kemampuan input pada layar sentuhnya. Cukup dengan menggunakan jari tangan, berbagai fungsi tap, hold, drag, rotate dsb dapat dilakukan dengan mudah. Bahkan teknologi ini membuat para pesaingnya berlomba-lomba menciptakan inovasi sejenis. Tak hanya itu, penampilan layar aktifnya pun membuat banyak vendor mendadak menjadi plagiat, ikut-ikutan mengadopsi tampilan icon yang stylish tersebut. Namun dibalik keunggulannya, sistem operasi yang digunakan iPhone ini jauh lebih ribet ketimbang lainnya. Tidak dapat melakukan copy paste (entah itu berupa teks maupun file) adalah salah satu kekurangannya. Meski hal ini sudah mulai disempurnakan pada sistem operasi rilis terakhir namun rupanya alasan mengapa mereka menerapkan hal itu adalah untuk mencegah pembajakan hak cipta.

Berbeda lagi dengan sistem operasi Symbian yang sepertinya lebih identik dengan vendor besar Nokia. Namun sebenarnya tak hanya Nokia saja yang menggunakannya, Samsung bahkan Sony Ericsson pun ikut serta ambil bagian. Sistem ini sebenarnya dibagi lagi menjadi beberapa versi yaitu Symbian 60 1st 2nd dan 3rd edition yang biasanya digunakan pada ponsel pintar tanpa fitur layar sentuh, 5th edition untuk yang berlayar sentuh, Symbian 80 untuk tipe Communicator dan tentu saja UIQ, varian yang digunakan pada ponsel Sony Ericsson seri P. Symbian dikenal lantaran penggunaannya yang user friendly. Dengan pola grid 3×4 pada Menu dapat dikustomisasikan sesuai keinginan pengguna. Apalagi ada ribuan pengembang aplikasi yang siap mendukung sehingga fungsi-fungsi tertentu seperti mobile office, GPS, pembaca digital hingga signature code-pun dengan mudah dapaat digunakan. Apabila terjadi kerusakan secara software, masing-masing vendor telah menyediakan layanan upgrade firmware secara online yang dapat dilakukan oleh seorang pengguna end user sekalipun.

Windows Mobile kini bukan lagi menjadi trend sistem operasi mutlak sebuah ponsel pintar. Namun kompabilitasnya terhadap sebuah PC tak lagi diragukan. Mulai dari office, email hingga aplikasi utility tertentu sudah tersedia dalam dua versi, PC dan mobile. Sayangnya seperti halnya sebuah PC, bagi pengguna yang baru berkenalan dengan sistem operasi Windows Mobile bisa jadi merupakan sebuah mimpi buruk. Karena baik penggunaan maupun pengoperasiannya sama persis, demikian juga dengan opsi pilihan atau kustomisasi yang harus melewati Control Panel. Sialnya lagi, tidak adanya dukungan terhadap Bahasa Indonesia, jikapun ada terjemahannya yang didapatpun agak aneh dan malah semakin menyulitkan untuk dimengerti. Tetikus (mouse) atau Sur-EL (surat elektronik/email) adalah salah duanya. Namun bagi sudah familiar dengan Windows PC saya yakin tidak akan menemui banyak kesulitan. Sistem operasi ini dibagi menjadi 2 (dua) peruntukan yaitu Standard Edition (untuk ponsel pintar tanpa layar sentuh) dan Professional Edition (untuk PDA berlayar sentuh).

Lantas bagaimana dengan sistem operasi lainnya seperti Palm, Linux, BlackBerry atau Android ? juga sistem operasi terbaru dari vendor besar Nokia ? tunggu tulisan saya selanjutnya.

Memperbaharui Sistem Operasi Ponsel Windows Mobile 2003 (Pocket PC)

51

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya perihal pembaharuan sistem operasi pada ponsel terutama yang mengadopsi Windows Mobile 2003, pada tulisan kali ini akan saya lanjutkan dan jelaskan cara pembaharuan pada tipe atau jenis Pocket PC, tipe yang sudah memiliki fitur layar sentuh.

Sama halnya dengan ponsel/PDA Windows Mobile yang merupakan tipe atau jenis Smartphone, langkah paling pertama yang harus dilakukan adalah mengunduh (download) file ROM (installer sistem operasi) untuk jenis ponsel/PDA yang dimiliki. File bisa didapatkan melalui forum XDA Developer yang sudah terbagi dalam jenis atau tipe ponsel yang berbeda, tergantung pada kode nama pabrikan yang disandang oleh ponsel/pda tersebut.

Ada dua PDA yang sudah pernah saya coba terapkan, yaitu Audiovox PPC 6700 yang memiliki keyboard QWERTY saat layar utama digeser ke arah samping, berjalan pada frekeunsi CDMA dan O2 XDA Atom yang memiliki bentuk jauh lebih kecil ketimbang Audiovox tadi berjalan pada frekuensi GSM. Untuk Audiovox memiliki kode nama HTC Apache yang ternyata tidak memiliki varian nama lain, demikian pula O2 yang ternyata menyandang kode nama sama dengan serinya, yaitu Atom.

File ROM Audiovox dibagi menurut jenis operator yang digunakan. Perlu diketahui bahwa seri Audiovox ini tidak beredar secara resmi di Indonesia, bisa diketahui dari ragam file ROM yang disediakan. Besaran filenya kurang lebih sekitar 64,4 MB dan apabila di-extract terbagi menjadi 8 buah file, salah satunya merupakan file yang dapat dieksekusi (ROMUpgradeUt.exe).

UpGrade PPC Audiovox

File ROM milik O2 XDA Atom berukuran sekitar 43,5 MB yang apabila di-extract akan melonjak menjadi 84,9 MB, terbagi menjadi 7 buah file , salah satunya merupakan file yang nantinya dapat dieksekusi (DSUU.exe).

UpGrade PPC O2

Langkah berikutnya adalah mengkoneksikan device (ponsel/PDA) dengan PC melalui kabel data atau docking (desktop charger), menggunakan bantuan aplikasi Microsoft Activesync. Usahakan daya batere yang dimiliki sebelum memulai proses upgrade ROM, minimal kisaran 40 %, alangkah lebih baik berada pada titik penuh.

Buka file berekstensi exe yang berada dalam folder file ROM seperti yang saya sebutkan sebelumnya, klik next dalam setiap tahapan yang dipinta. Proses upgrade akan berlangsung sekitar 20-30 menit dan seperti halnya ponsel bertipe Smartphone (pada tulisan sebelumnya), proses ini tidak memerlukan atau bergantung pada koneksi internet. Begitu proses selesai, lakukan tindakan Soft Reset dengan menekan stylus pada lubang kecil di bagian bawah PDA. Silahkan lihat perubahannya.

o2-xda-atom-wm-6-300x201

Bagaimana ? masih takut untuk mencobanya ?

Memperbaharui Sistem Operasi Ponsel Windows Mobile 2003 (Smartphone)

11

Category : tentang TeKnoLoGi

Salah satu kelemahan terbesar dari ponsel ataupun PDA yang masih mengadopsi sistem operasi Windows Mobile 2003, baik itu yang termasuk golongan smartphone (tanpa layar sentuh) ataupun pocket pc (dengan layar sentuh) adalah kehilangan data pada saat daya batere mencapai titik terendah. Data yang dimaksudkan meliputi daftar nama kontak, sms, email, agenda jadwal hingga dokumen yang tersimpan dalam memori ponsel atau pda.

Untuk mengatasi kehilangan data secara permanen, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melakukan backup data baik menggunakan fitur aplikasi yang sudah tersedia maupun dengan bantuan aplikasi pihak ketiga, Spb Backup. File backup tersebut dapat disimpan pada memori luar (eksternal) dan dapat di-Restore kembali untuk mengembalikan data ketika daya batere sudah terisi kembali. Sayangnya cara ini memerlukan ketelatenan untuk melakukan backup secara berkala, dengan tujuan agar data yang dibackup merupakan data terbaru.

Ketimbang kerepotan begitu, saya menyarankan untuk melakukan pembaharuan sistem operasi Windows Mobile dari rilis 2003 menjadi rilis 5.0 ataupun 6.0. Secara kinerja dan performance tidak ada perbedaan mencolok yang ditunjukkan oleh Windows Mobile 5.0 ataupun 6.0. Hanya secara default, visual Windows Mobile 5.0 memiliki warna dasar biru tua sedangkan rilis 6.0 memiliki warna dasar hijau tua. Kelebihannya pun sama saja, yaitu ponsel tidak akan mengalami kehilangan data ketika daya batere mencapai titik terendah seperti sebelumnya. Dijamin. Hehehe…

Seperti yang pernah saya terangkan sebelumnya, sistem operasi Windows Mobile terbagi atas dua jenis, yang tanpa layar sentuh atau dikenal dengan istilah Smartphone dan yang menggunakan layar sentuh atau yang dikenal dengan istilah Pocket PC. Beda jenisnya, beda pula cara upgrade sistem operasinya. Pada tulisan ini, saya prioritaskan untuk ponsel yang tidak menggunakan layar sentuh atau jenis Smartphone.

HTC AMadeus

Langkah pertama tentu saja mengunduh file ROM (installer sistem operasi) untuk ponsel yang dimiliki, bisa didapatkan melalui forum XDA Developer yang sudah terbagi dalam jenis atau tipe ponsel yang berbeda, tergantung kode nama pabrikan yang digunakan ponsel tersebut. Kebetulan untuk ponsel yang saya miliki (O2 Xphone iim) menggunakan kode nama HTC Amadeus, yang memiliki varian serupa dengan T-Mobile SDA Music dan Qtek 8100. Didalam file tersebut terdapat 4 file inti yaitu ROM dalam bentuk file berekstensi bin, dua file dalam format txt dan file aplikasi mtty.exe. Apabila sudah, pindahkan file ROM  berekstensi bin tersebut ke C:\ dan ubah namanya menjadi wm5.bin atau wm6.bin.

Buka aplikasi Microsoft Activesync dan disabled USB Connection yang terdapat pada Connection Setting. Pastikan daya batere ponsel dalam keadaan penuh lalu matikan dan cabut kabel data USB dari PC. Proses upgrade sudah siap dilakukan.

Tekan dan tahan tombol kamera yang terdapat disisi kanan ponsel, sambungkan ponsel dengan PC menggunakan kabel data. Ketika layar ponsel menampilkan tulisan “Need an UI (0)?”, tekan tombol 0 secepatnya. Background layar akan berubah dari warna hitam menjadi tiga warna, Hijau, Biru dan Merah.

Buka aplikasi mtty.exe dan pilih tombol USB, layar akan menampilkan kotak prompt putih dan ketikkan “l c:\wm5.bin” tanpa tanda petik. Yang perlu diperhatikan adalah harus diketik, tidak boleh di-copy paste. Untuk wm5.bin sesuaikan dengan perubahan nama file yang telah dilakukan sebelumnya. Tekan Enter dan tunggu hingga selesai. Proses biasanya akan berlangsung sekitar 15-20 menit. Berbeda dengan ponsel Symbian yang mengharuskan proses dilakukan secara Online, proses pembaharuan sistem operasi Windows Mobile dilakukan secara offline alias tidak memerlukan atau bergantung pada koneksi internet.

Apabila proses ‘Flashing’ sudah selesai, masih dalam layar kotak prompt yang sama, ketikkan (bukan copy paste) “ResetDevice”  tanpa tanda petik, dan tekan Enter.  Ponsel akan melakukan Restart dan lihat hasilnya.

Untuk tipe ponsel yang saya miliki, setelah proses upgrade selesai ada satu langkah instalasi lagi yang harus dilakukan yaitu instalasi driver kamera 0,3 megapixel. Jika ini tidak dilakukan, maka tombol shortcut yang digunakan untuk mengakses kamera tidak dapat berfungsi dengan normal dan menampilkan tulisan ‘error.

Bila disandingkan dengan sistem operasi sebelumnya (Windows Mobile 2003), ada beberapa penambahan fitur atau shortcut yang ditampilkan pada Start Menu-nya. Meliputi Storage data, Celetask (pengganti task manager, yang dapat pula digunakan sebagai utility pembersih memory, cache dan pemeriksaan sisa daya batere) dan juga pengaturan visual layar today-nya.

o2-xphone-iim-wm-6-300x127

Untuk meyakinkan bahwa ponsel tidak akan kehilangan data pada saat daya batere mencapai titik terendah, bisa dilakukan dengan mendiamkan ponsel hingga mati sendiri (perlu waktu 2-3 hari) atau menggunakan ponsel secara terus menerus (perlu waktu 4 jam atau sesuai daya standby ponsel).

Bagaimana ? tertarik untuk mencobanya ?

Memperbaharui Sistem Operasi Ponsel Symbian

9

Category : tentang TeKnoLoGi

Rata-rata keluhan pengguna ponsel yang mengadopsi sistem operasi Symbian seperti halnya Nokia adalah kinerja dan performance ponsel yang lambat. Hal ini berlaku bagi ponsel keluaran sebelum tahun 2008/2009. Bisa dimaklumi sebenarnya, karena rilis ponsel ketika itu belum mengadopsi prosesor dengan kecepatan tinggi seperti halnya sekarang. Katakanlah seri multimedia N70, N73, N80 atau N90.

Ketika ponsel sudah berumur satu dua tahun atau lebih, kinerja tersebut akan secara otomatis menurun seperti halnya penggunaan PC. Tak heran apabila pengguna ponsel lebih memilih untuk menjualnya dengan seri terkini, padahal hingga saat ini seri yang disebutkan diatas masih menjadi pilihan favorit untuk dimiliki.

Untuk mengembalikan kinerja dan performance ponsel, sebetulnya ada cara gampang yang bisa dilakukan yaitu me-reset ponsel kembali ke pengaturan semula (pabrikan) atau yang lebih dikenal dengan istilah Hard Reset. Tindakan ini sudah pernah saya tulis sebelumnya. Bagi yang blom pernah membacanya silahkan lihat disini.

Selain tindakan hard reset diatas, sebetulnya saat ini Nokia sudah menyediakan layanan secara online untuk memperbaharui sistem operasi ponsel yang digunakan dan dapat dilakukan secara personal. Tindakan ini dikenal dengan nama ‘Flashing’. Pembaharuan ini hanya berlaku untuk peningkatan versi Firmware pada sistem operasi yang sama, dan tidak berlaku untuk peningkatan versi sistem operasi.

Maksud kalimat saya diatas adalah bagi yang memiliki ponsel N73 misalnya, dikenal mengadopsi sistem operasi Symbian 60 3rd Edition. Jadi yang di-perbaharui adalah versi Firmwarenya menjadi rilisan yang terbaru. Pembaharuan tidak bisa dilakukan apabila ingin mengubah versi sistem operasi ke 5th Edition (Nokia 5800 XM), karena jeroan masing-masing ponsel berbeda, tidak dapat mengadaptasi versi sistem operasi yang berbeda.

Caranya yaitu pengguna diwajibkan mengunduh (download) terlebih dahulu file Nokia Software Updater Setup_en.exe (23,3 MB) dari web site resmi Nokia, dengan memilih seri/jenis ponsel yang dimiliki. Berdasarkan informasi yang saya baca, untuk satu file bisa digunakan untuk beragam seri ponsel yang memiliki kesamaan versi sistem operasi. Misalkan saja file yang diperuntukkan bagi Nokia N73, kompatibel dan dapat digunakan pula untuk ponsel seri N, seri E, eXpressMusic, Supernova, Navigator, Slide, Fold juga Classic.

Apabila file sudah selesai diunduh, pastikan daya batere ponsel dalam kondisi penuh, untuk mengantisipasi jangka waktu upgrade Firmware yang nantinya akan dilakukan secara online. Jangka waktu ini akan tergantung pada kecepatan koneksi internet yang digunakan. Sambungkan ponsel dengan PC menggunakan kabel data bawaan ponsel. Lakukan koneksi internet dan buka (eksekusi) file Nokia Software Updater tadi. Proses upgrade Firmware akan berlangsung secara online, tunggu hingga selesai. Yang perlu diperhatikan adalah saat proses berlangsung, ponsel tidak boleh digunakan ataupun diputus dari PC. Apabila telah selesai, matikan ponsel dan hidupkan kembali, lihat perubahannya.

Symbian

Saya sendiri sudah pernah mencobanya pada ponsel N73 Music Edition. Hasilnya, selain kinerja dan performance jadi jauh lebih baik, untuk permasalahan pengiriman sms yang lambat, sudah dapat diatasi kendati saya tidak menginstalasi aplikasi Sms Accelerator seperti sebelumnya. Bukan hanya itu, Nokia juga memberikan beberapa aplikasi terbaru seperti yang biasanya telah terdapat pada ponsel Nokia seri terkini. Nokia Maps (akses melalui GPRS), Nokia Magnifier (fungsi kaca pembesar), Nokia Search (pencarian file), Mobile Televisi, Divx Player, Lifeblog, Quickoffice, Adobe PDF serta F-Secure Anti Virus.

Bagaimana ? ingin ikut mencobanya ?

Belajar Memperbaharui Sistem Operasi Ponsel

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Ponsel dan Sistem Operasi, satu paduan yang kerap terlihat pada tipe-tipe yang disebut atau digolongkan sebagai smartphone. Entah itu identik dengan layar sentuh, penggunaan yang agak menjelimet, membutuhkan perawatan secara berkala hingga mampu melakukan penambahan/pengurangan aplikasi. Ada beberapa jenis sistem operasi yang familiar digunakan pada ponsel golongan ini. Symbian 60 (variannya Symbian 70 dan Symbian 80), Windows Mobile (2003, 5.0, 6.0, 6.5), Linux, Maemo (ponsel Nokia seri terbaru), iPhone dan Android. Dari jenis sistem operasi tersebut, saya pribadi baru mengenal dan memiliki yang menggunakan Symbian 60 dan Windows Mobile (baik yang berlayar sentuh maupun tidak).

Kenapa diperbaharui ? Tujuannya tentu saja untuk mendapatkan peningkatan kinerja, performa dan penambahan fitur-fitur terkini. Saya berikan contohnya.

Pada ponsel Symbian 60 misalnya. Yang saya miliki adalah Nokia N73 Music Edition. Ponsel ini merupakan varian dari seri yang sama dengan penambahan theme edisi musik, memori tambahan (2 GB) dan chasing hitam khas dari label Music Edition. Sisanya sama saja, termasuk keluhan lemotnya kinerja ponsel diantaranya pengiriman sms yang kerap bermasalah. Untuk mengatasi permasalahan sms ini sebenarnya bisa dilakukan dengan menginstalasi aplikasi Sms Accelerator, namun tidak menyelesaikan permasalahan yang lainnya. Sehingga diperlukan pembaharuan pada sistem operasi yang digunakan.

Contoh lainnya adalah pada ponsel atau PDA yang masih mengadopsi sisem operasi Windows Mobile 2003. Ciri khasnya adalah pengguna harus siap kehilangan data yang  tersimpan pada memori internal termasuk sms, daftar kontak hingga jadwal dan agenda, saat daya batere ponsel atau PDA terkuras habis. Bisa diatasi dengan menggunakan bantuan aplikasi tertentu, untuk melakukan backup kondisi terakhir seperti halnya fitur System Restore Windows XP pada PC. Namun tetap saja mengganggu, apalagi kalo mendadak habis saat sedang dibutuhkan. Pembaharuan sistem operasi Windows Mobile ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya kehilangan data kendati daya batere turun hingga titik terendah.

OS1

Pada sistem operasi lainnya saya pikir tujuannya sama saja. Katakanlah untuk iPhone, pembaharuan dimaksudkan untuk menambahkan fungsi tertentu yang tidak terdapat sebelumnya. Katakan saja fitur copy paste. Namun karena keterbatasan dana yang saya miliki, jadinya ya untuk sistem operasi yang satu ini sama sekali blom pernah saya coba.

Untuk bisa melakukannya sebenarnya sederhana saja. Mungkin kelak akan saya split –bagi per tulisan, baik pembaharuan untuk ponsel yang mengadopsi sistem operasi Symbian 60, Windows Mobile PocketPC (yang berlayar sentuh) dan Windows Mobile Smartphone (tanpa layar sentuh). Tunggu saja…

PanDe Baik berPinDah ke Lain HaTi

8

Category : tentang TeKnoLoGi

Memasuki Tahun Baru 2009, tampaknya saya mulai berpaling, mencoba hal baru dalam rutinitas saya demi satu tujuan, mampu memberikan suasana hati yang baru dan tentunya jauh lebih semangat. Istilah kerennya ya berpindah ke lain hati…. So, berikut ceritanya.

Salah satu alasan saya ingin menjual handset O2 XPhone iim yang berwarna putih sebagai esaing iPod beberapa tahun lalu itu adalah masih mengadopsi OS (Operating System) Windows Mobile Smartphone 2003. Yang artinya harus bersiap kehilangan data saat batere ponsel habis meluncur ke titik 0. Kembali ke setting pabrikan paling awal. Otomatis semua data yang tersimpan dalam internal memory termasuk sms, setting email juga daftar kontak, dijamin kehapus semua.

So, awal tahun ini saya nekat meng-upgrade OS asli bawaan handset ke rilisan terbaru. Paling minim ya Windows Mobile 5.0 Smartphone. Dengan harapan ya gak bakalan kehilangan data lagi saat batere habis. Ternyata kenekatan saya membuahkan hasil. Setelah berkutat di dunia maya mencari informasi cara langkah tutorialnya, saya berhasil mendapatkan apa yang saya harapkan.

Hanya saja rupanya Windows Mobile 5.0 Smartphone yang saya flash baru ke ponsel hanya Test Only, jadi untuk Trial saja. So, selang dua hari, sayapun mencobanya berpindah lagi ke Wndows Mobile 6.1 Smartphone yang punya warna khas Today screennya, hijau cerah.

Sejauh ini, syukur ni ponsel gak ada gangguan lagi, termasuk diantaranya keluhan pada kekhawatiran saat batere habis tadi….

Langkah nekat saya melakukan ‘flash’ pada ponsel O2 yang biasa digunakan oleh Istri ini sebenarnya berawal dari kenekatan saya sesaat menjelang pergantian tahun, mengganti OS PDA O2 XDA Atom yang saya miliki sekarang (beli second dari Bli Wirautama), dari aselinya Windows Mobile 5.0 ke rilis 6.1 Terbaru tentunya.

Sukses berat tentunya.

Yang bikin saya tambah takjub dengan OS Windows Mobile 6.1 versi Pocket PC (fitur layar sentuh), yaitu daya tahan baterenya tambah panjang. Entah bagaimana bisa, selain usia batere ditambah pula dengan kinerja yang jauh lebih cepat dibanding sebelumnya. Sedang tambahan semangat yang saya dapatkan ya interface yang baru, baik icon pada Start Menu-nya juga Today Screennya yang bisa mengadopsi layar PDA lain seperti HTC misalnya.

Ohya, satu lagi, fitur kameranya juga sepertinya diperbaiki menjadi lebih baik lagi, terlihat dari hasilnya tentu. Ah, gak percuma deh kenekatan saya ini. Terbayar dengan kepuasan pemakaian kedua handset O2 ini. Jauh lebih mudah dan cepat tentunya. Walaupun saya harus banyak belajar lagi, mengingat ada banyak fitur baru yang diberikan pada OS rilis baru ini.

Satu lagi yang saya lakukan dalam rangka ‘berpindah kelain hati’, yaitu penggunaan Browser Opera sebagai satu browser favorit saya sejak awal tahun 2009 ini. Padahal menjelang pergantian tahun kemarin saya masih setia dengan Mozilla Firefox yang menurut saya jauh lebih baik daripada Browser bawaan Windows yaitu Internet Explorer.

Kepindahan saya ini terkait dengan operasional pemostingan isi BloG yang jauh lebih cepat dan gegas dibanding browser Mozilla Firefox sebelumnya. Ini dengan perbandingan kecepatan koneksi yang sama tentunya. Maklum, saya masih setia make koneksi Starone, walopun Lemot tapi masih cukup bagi saya. He….

Paling terlihat saat akan membuat posting baru, menyisipkan ilustrasi gambar dan juga saat Publish serta tampilnya BloG/hasil.

Ternyata tak hanya pada laptop saja, saya memakai Opera sebagai Browser favorit, tapi juga pada layar sentuh PDA saya. Kenyataannya selain cepat, tampilannya juga jauh lebih baik dengan pengoperasian halaman cukup memakai tombol navigasi saja. Sangat berbeda dengan IE bawaan OS PDA. Ha….

> PanDe Baik tentu saja berhasil menciptakan suasana baru dalam kegiatan rutinitas keseharian diawal tahun baru 2009 ini, walaupun harus diimbangi dengan banyak belajar, memahami sesuatu yang baru, dengan harapan tentu saja bakalan berimbas ke hal lain. Thesis misalnya. Hahahaha….. <

Salam dari PuSat KoTa DenPasar