Pilih BlackBerry, iPhone, Symbian atau Android ?

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Awal Tahun Baru 2012 merupakan momen tepat bagi pengguna ponsel di tanah air terutama yang berkeinginan untuk mengganti ponsel lama ke tipe ponsel pintar yang notabene pada akhir tahun 2011 beberapa vendor ternama sudah memulai genderang perangnya masing-masing. BlackBerry v.7.0, iPhone lewat iOS v.5, Symbian ^3 Anna dan Belle serta Android. Sistem Operasi adalah satu syarat mutlak dalam memilih sebuah perangkat telekomunikasi pintar. Sebelum memutuskan untuk memilih, kami coba perkenalkan satu persatu sebagai bahan pertimbangan.

BlackBerry. Sebagai perangkat yang masih menjadi incaran bagi sebagian besar pengguna ponsel di tanah air, Research In Motion (RIM) kini datang dengan membawa rilis versi OS terbaru 7.0. Mereka menawarkan fitur NFC (Near Field Communication) yang memungkinkan penggunanya untuk bertukar data atau melakukan transaksi antar ponsel dengan hanya mendekatkannya saja. Selain itu ada peningkatan performa browser yang lebih baik ketimbang pendahulunya. Juga tampilan depan (HomeScreen) dan Menu yang jauh lebih dinamis dan berwana. Peningkatan lain dilakukan pula pada besaran Prosesor yang digunakan ditambah memory dan juga RAM, sehingga harapannya tentu saja BlackBerry tidak lagi menjadi perangkat ponsel pintar yang lemot dalam beraktifitas. Beberapa ponsel rilis BlackBerry yang dapat dijadikan sebagai pilihan yaitu BlackBerry Bold 9900, 9850 Monaco dan Bold 9790.

iPhone. Berbarengan dengan momen kepergian Steve Jobs sang Founding Father’s, Apple meluncurkan perangkat terkini mereka yang diberi nama iPhone 4S. Meski masih menggunakan desain lama, iPhone terkini mengusung Teknologi voice recognition bernama SIRI, dimana pengguna dihadapkan pada perangkat yang mampu melakukan perintah hanya dengan menggunakan suara, menjawab hingga memberikan alternatif saran untuk setiap pertanyaan yang diajukan. Terkait pengiriman email, informasi tempat kuliner, arus lalu lintas hingga yang remeh-remeh untuk sekedar mengujinya. Selain itu ada juga iMessage, Messenger antar pengguna iPhone, yang diluncurkan untuk bersaing dengan BlackBerry Messenger. Sedang bagi pengguna yang ingin menjajal teknologi Cloud (storage di dunia maya), box.net menyediakan 50GB online storage bagi semua pengguna iPhone secara Cuma-Cuma.

Symbian. Pada Tahun 2011 Symbian tampaknya pula harus mengakui kekalahan OS yang mereka banggakan selama lima tahun terakhir. Beberapa versi OS yang dikembangkan dibawah bendera Symbian tak lagi dilanjutkan, termasuk MeeGo yang dahulu sempat digadang-gadangi sebagai pengganti. Kini dengan meliris versi ^3, Anna dan Belle, Symbian yang hanya melakukan kerjasama dengan Nokia tampak pede dengan merilis beberapa ponsel berlayar sentuh dengan tawaran harga yang terjangkau. Selain aksesibilitas Menu yang lebih gegas, pengguna diberikan keleluasaan untuk melakukan kustomisasi tampilan depan HomeScreen sesuai keinginan. Selain itu ada juga penambahan jumlah halaman depan yang dapat dimanfaatkan sesuai kategori. Beberapa ponsel yang dapat dijadikan pilihan adalah Nokia X7, Nokia E6, Nokia 500 dan Nokia 700.

Android. Invasi si robot hijau hasil kembangan Google tampaknya makin tak terbendung. Setelah merangsek pasar ponsel saat merilis versi 2.3 GingerBread, kini Android sedang bersiap menggantikannya dengan rilis 4.0 ber-code name Ice Cream Sandwich. Sedang versi 3.0 HoneyComb masih tetap diperuntukkan bagi perangkat Tablet. Berbeda dengan OS lainnya yang identik dengan satu nama Vendor, Android tampil ke publik diusung oleh beragam vendor ternama seperti Samsung, LG, HTC, Sony Ericsson atau Motorola hingga vendor lokal Nexian, IMO, Huawei atau ZTE. Lantaran diusung beragam vendor, Android pun kemudian ditawarkan dengan beragam harga dan tentu beragam kemampuan. Semua itu untuk memberikan banyak pilihan bagi para calon pengguna dari yang sekedar hanya ingin mencoba dan belajar menggunakannya hingga tingkat Expert yang membutuhkan spesifikasi tinggi untuk berakfitas. Salah satu kebanggaan perangkat Android adalah kemampuannya untuk melakukan Tethering atau berbagi koneksi wifi dengan perangkat lainnya. Namun dengan mengusung input layar sentuh dan kemampuan yang mutlak mensyaratkan online untuk mengoptimalkan fungsi perangkat, salah satu kekurangan yang kerap dikeluhkan oleh pengguna Android adalah borosnya daya batere yang dibutuhkan untuk aktifitas harian.

Selain sistem operasi yang telah disebutkan diatas, ada juga alternatif lain OS Windows Phone 8 yang masih dalam tahap pengembangan. Mengingat versi terdahulu 6.5 dan 7.5 yang kabarnya dengan terpaksa dihentikan lantaran kurang mampu bersaing dengan yang lain.

Untuk memilih satu dari empat sistem operasi OS diatas, selain kebutuhan ada juga ketersediaan Budget sebaiknya dipertimbangkan. Apabila boleh kami sarankan, silahkan coba pilihan kelas menengah agar kelak tak menyesal dengan besaran dana yang dikeluarkan atau terbatasnya kemampuan yang dapat dilakukan.

(PanDe Baik)
Artikel ini sempat pula tayang di Media Koran Tokoh edisi Minggu pertama Januari Tahun 2012

Samsung Galaxy ACE S5830, iPhone Banget

47

Category : tentang TeKnoLoGi

Sedari pertama kali berkesempatan memegang Samsung Galaxy ACE S5830 meski dalam versi Dummy di gerai Handphone Shop Teuku Umar beberapa waktu lalu, ada rasa kagum yang muncul melihat desain ponsel berbasis sistem operasi Android 2.2 Froyo ini. Makin terkagum-kagum ketika saya membaca dua review awal tabloid Pulsa dan Sinyal edisi terbaru. Baru merasa lega ketika mendapatinya kamis malam di gerai Cellular Shop. Ternyata benar dugaan saya, Samsung Galaxy ACE S5830 memang iPhone banget.

Secara desain yang membedakan hanyalah dimensi lebar ponsel dimana Samsung Galaxy ACE S5830 terlihat lebih ramping dibanding ‘kembarannya’ dan tombol navigasi yang juga berfungsi sebagai tombol Home. Apalagi jika dilihat Sepintas lalu, dari penampakan depan dan belakang memang mirip dengan perangkat fenomenal besutan Apple. Namun saya pribadi bersyukur bahwa secara bentukan jika dilihat lebih detail malah ditemukan lebih banyak lagi perbedaannya. Minimal kelak tidak di-cap sebagai Replika iPhone. Hehehe…

Di bagian depan, sesungguhnya terdapat dua tombol sentuh (beneran disentuh, bukan dipencet) yang berfungsi sebagai tombol Kembali (Undo) pada sebelah kanan navigasi dan Pilihan (Option) pada sebelah kiri navigasi. Di sisi atas ponsel terdapat lubang earpiece dan juga micro USB yang digunakan sebagai charger unit serta penukaran data sedang di sisi bawah hanya terdapat lubang kecil yang berfungsi sebagai Mic. Di sisi kiri ponsel hanya terdapat dua tombol volume yng tergolong mini untuk tangan saya yang jempol semua dan di kanan terdapat tombol Power dan juga slot MicroSD yang dalam paket penjualannya menyertakan memori sebesar 2GB.

Disandingkan dengan pendahulunya yaitu  Samsung Spica, ketiadaan tombol kamera juga pengunci layar merupakan satu kekurangan telak, namun jangan khawatir karena untuk tombol kamera bisa disentuh langsung pada layar dan fitur autofokus akan bekerja dengan sendirinya. Demikian halnya dengan pengunci layar, bisa diakses dengan menekan sekali tombol power.

Dalam paket penjualan untuk Regional Indonesia rupanya berbeda jauh dengan paket penjualan di luaran. Saya bisa mengetahuinya melalui beberapa video ‘unboxing dan review Samsung Galaxy ACE S5830 yang tersimpan dalam portal berbagi YouTube. Perbedaan paling menyolok yaitu ukuran box penjualan yang jauh lebih kecil dan ketiadaan tambahan cover belakang serta pengaman ponsel yang disertakan. Padahal saya berharap banyak pada kedua asesoris tambahan tersebut. Kecewa juga sih, tapi ya mau bagaimana lagi.

Memori internal yang minim merupakan salah satu kekurangan ponsel Samsung Galaxy ACE S5830 ini. Namun jangan khawatir, berkat sistem operasi Android 2.2 Froyo yang disematkan dalam ponsel memberikan sedikit kemudahan pembagian lokasi penyimpanan aplikasi yang dialihkan ke kartu memori. Sayangnya, tidak semua aplikasi bisa dipindah lokasikan, bergantung pada kebutuhan dan kepentingannya. Sepengetahuan saya, jika itu berupa Games yang diunduh, akan dialokasikan ke kartu memori sedangkan aplikasi yang berkaitan dengan hardware tetap disimpan dalam memori internal. Tapi ups, hingga kini saya belum jua mengetahui bagaimana cara memindahlokasikan penyimpanan games ataupun aplikasi yang diunduh seperti halnya pada sistem operasi Windows Mobile. Kartu memori microSD yang disertakan dalam paket penjualan ‘hanya’ sebesar 2 GB saja, itupun masih bisa dimaksimalkan hingga 32 GB loh.

Kendati posisi kartu memori bisa diakses secara hotSwap, tidak demikian halnya dengan kartu sim. Slot kartu sim baru bisa ditemukan diatas posisi batere yang notabene bisa disematkan dengan membuka baterenya terlebih dahulu. Kekuatan batere yang disertakan untuk mendukung kinerja ponsel rupanya hanya sebesar 1350 mAh. Jauh lebih kecil dari yang saya harapkan. Dengan pemakaian normal, koneksi internet yang menyala sepanjang hari ditambah penggunaan yang tidak intensif dan berkelanjutan, usia batere bisa bertahan hingga satu hingga satu setengah hari. Akan semakin pendek ketika penggunaan aplikasi makin banyak (multitasking) tanpa diputuskan ketika telah usai digunakan.

Untuk bisa menggunakan ponsel dari kondisi off ternyata tidak perlu menunggu waktu terlalu lama seperti halnya pada ponsel bersistem operasi Windows Mobile. Caranya dengan menekan tombol power sedikit agak lama dan melepaskannya. Layar utama (homescreen) akan tampil dengan segera dan siap digunakan. Dengan menekan sekali tombol power, layar akan terkunci dan menghitam. Aktifitas ini akan lebih mampu menghemat daya batere namun jangan khawatir, layar akan segera menyala ketika ada panggilan ataupun pesan yang masuk.

Terakhir, untuk mematikan ponsel silahkan menekan tombol power sedikit agak lama lalu lepaskan. Layar akan menampilkan 3 (tiga) pilihan, Silent Mode, Flight Mode atau Power Off. Tahu yang mana harus dipilih kan ?

Uji penggunaan Nokia C3 lewat SDK S40 6th Edition

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Seperti yang pernah saya katakan dalam tulisan sebelumnya perihal Nokia C3 ponsel QWERTY murah yang tidak murahan, sistem operasi yang digunakan dalam ponsel tersebut adalah Symbian S40, yang artinya kurang lebih hanya mendukung aplikasi tambahan berbasis Java saja.

Bagi yang pernah memiliki ponsel Nokia versi jadul berbentuk candybar (baca: batangan), saya kira tidak akan merasakan banyak kesulitan dalam penggunaan ponsel Nokia C3 ini. Hanya perlu sedikit penyesuaian berkaitan dengan barisan keypad dan juga pemakaian simbol serta karakter tertentu. Namun apabila belum juga yakin dengan menu Symbian S40 ini, sebelum memutuskan untuk membeli, bisa mencobanya terlebih dahulu dengan mengunduh aplikasi Emulator SDK S40 6th Edition melalui Forum Nokia. Ukurannya kurang lebih sekitar 122 MB setelah di-extract.

Ada beberapa pembaharuan pengoperasian aplikasi apabila disandingkan dengan Emulator SDK 40 3rd Edition terdahulu (dimana untuk edisi 3rd  ini digunakan pada ponsel Nokia batangan rilis tahun 2008/2009 seperti 5300 atau 6275i), diantaranya yaitu akses layar sentuh pada layar ponsel emulator yang sedianya bakalan dirilis dalam versi resminya yaitu seri X3-02. Hal ini jauh lebih mengasyikkan ketimbang mengakses menu dengan menekan tombol navigasi (melalui perantara tombol kiri pada mouse).

Dibandingkan dengan Menu yang terdapat pada layar Nokia C3, Emulator SDK S40 6th Edition ini hanya menyajikan 8 (delapan) dari 12 (dua belas) icon yang tampil secara default dalam setiap ponsel C3. Adapun 4 (empat) icon yang berkurang mencakup Ovi Mail, Ovi Store, Communities dan Games. Ketika diakses melalui icon Applications/Extras, keempat icon tersebut tidak jua dapat ditemukan. Padahal dalam Menu aslinya (Nokia C3), keempatnya masih dapat diakses melalui jalur yang sama.

Meskipun masih berupa versi Beta Feature Pack 1, beberapa fitur yang terdapat dalam tampilan Menu aplikasi yang Emulator Nokia S40 6th Edition ini dapat dicoba dan dipergunakan sebagaimana mestinya. Termasuk fitur tetap seperti Calculator, Contact, Calendar dan lainnya. Jadi serasa memegang ponsel Nokia beneran.

Uniknya, fitur Web/Internet yang terdapat dalam tampilan Menu tersebut benar-benar dapat digunakan dengan baik. Ini jelas jauh berbeda dengan Emulator BlackBerry yang dahulu pernah saya coba gunakan. Namun berhasil tidaknya menampilkan halaman web, kembali mengandalkan koneksi Internet yang sedang digunakan.

Mengenal Motorola Q CDMA

11

Category : tentang TeKnoLoGi

Seperti yang pernah saya katakan dalam tulisan sebelumnya bahwa ponsel Motorola Q CDMA bukanlah ponsel baru keluaran terkini alias jadul. Rilisnya kurang lebih berawal pada tahun 2005 yang kalau disejajarkan dengan rilis ponsel Nokia, hampir bersamaan dengan seri 7610 dan 6630 yang diklaim sebagai ponsel pertama Nokia berkamera 1 MP, begitu pula dengan Nokia Communicator 9500 yang hanya beresolusi VGA.

Itu sebabnya untuk ukuran sebuah ponsel pintar (baca:smartphone), Motorola Q CDMA hanya menyematkan resolusi kamera yang sama dengan kemampuan ponsel berkamera saat itu yaitu sebesar 1,3 MP. Demikian pula dengan kemampuan koneksi nirkabelnya yang tidak mendukung Wifi secara built in kendati dapat ditambahkan secara opsional.

Sebagai sebuah ponsel pintar, Motorola Q CDMA sudah memenuhi satu syarat atau standar mutlak yaitu menggunakan sistem operasi sebagai basic pengoperasian ponsel. Adapun sistem operasi yang digunakan adalah Windows Mobile Smartphone 5.0. Penggunaan rilis sistem operasi tersebut makin menguatkan image bahwa ponsel Q series ini memang dirilis kisaran lima tahun lalu, karena untuk standar ponsel/pda bersistem operasi Windows Mobile rilis terkini minimal menggunakan seri 6.1 atau 6.5. Adapun kode yang digunakan, tidak lagi disebut Windows Mobile Smartphone Edition tapi Windows Mobile Standard Edition.

Sistem operasi Windows Mobile Smartphone 5.0 ini memiliki satu ciri yang dapat dikenal dengan mudah yaitu tidak mendukung layar sentuh. Pengoperasiannya murni mengandalkan keypad dan tombol navigasi. Ciri-ciri lainnya dapat dilihat secara kasat mata walaupun tanpa menyentuh langsung, yaitu dilihat dari tampilan homescreen atau layar utama yang tidak menampilkan jam pada list taskbar yang sejajar dengan simbol sinyal.

Secara bentuk dan desain, Motorola Q CDMA mengingatkan saya pada pda rilis lama seperti Audiovox Thera, 6700 ataupun O2 lama yang pernah saya miliki dahulu. Kotak tipis dan memiliki area bagian bawah yang mirip dengan desain khas Nokia tipe E71.

Kesan ponsel jadul dapat dilihat pula dari koneksi yang diselipkan pada ponsel Motorola Q CDMA, masih menggunakan infra red yang kini sudah mulai ditinggalkan. Demikian pula dengan jenis kartu memory eksternal, yang masih menggunakan tipe MiniSD. Yang lebih unik lagi, pada sisi kanan ponsel terdapat tombol navigasi yang dinamakan Jog Dial atau istilahnya TrackWheel pada ponsel BlackBerry. Tombol navigasi ini biasanya terdapat pada ponsel rilis tahun-tahun serupa seperti BlackBerry 8700 yang belum mengenal sistem navigasi TrackBall atau Sony Ericsson P series.

Menggunakan ponsel Motorola Q CDMA tidak jauh berbeda rasanya dengan penggunaan ponsel O2 XPhone iim yang secara kebetulan memiliki sistem operasi yang sama. Tidak banyak kesulitan yang saya alami dalam pengoperasiannya. Hanya saja jika disandingkan, ponsel Motorola Q CDMA memiliki kekurangan dan kelebihan terkait thumbboard QWERTY yang disandangkan. Kekurangannya tentu saja pengguna (dalam hal ini saya pribadi) diwajibkan mempelajari kembali lokasi tombol huruf dan angka yang kadang jujur saja agak membingungkan. Walaupun susunannya sama dengan keyboard pc, namun tetap saja terbentur ukuran dan fungsi shift. Sebaliknya menggunakan ponsel Motorola Q CDMA yang sudah mengadopsi thumbboard QWERTY seperti halnya ponsel Blackberry ataupun lokal yaitu, tidak ada waktu tunggu atau jeda yang diperlukan ketika memanfaatkan fitur Messaging-nya.

Terkait kapasitas phonebook yang tempo hari menjadi momok bagi saya sehingga memilih Motorola Q CDMA sebagai salah satu alternatif, rupanya bisa terjawab dengan memuaskan mengingat penggunaan sistem operasi (sebagai satu syarat mutlak sebuah ponsel pintar) yang memiliki satu kelebihan tanpa batas. Tergantung pada sisa memori internal yang ada.

Yang tak kalah menarik adalah persoalan daya tahan batere yang sempat diklaim hanya bertahan sekitar 3 jam oleh seorang Rekan. Setelah mengujinya sendiri, dengan pemakaian normal tentu saja, daya tahannya ternyata mampu mencapai tempo 2 hari. Itupun rata-rata daya yang tersisa masih sekitar 25%-nya. Tak lupa terkait harga yang tergolong murah apabila dibandingkan dengan ponsel dalam rentang harga serupa.

Artinya, untuk sebuah ponsel berjaringan CDMA, bolehlah saya merekomendasikan Motorola Q CDMA sebagai teman baru bagi yang berminat mengganti ponsel saat ini.

Motorola Q CDMA Jagoan Baru PanDe Baik

9

Category : tentang TeKnoLoGi

Akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada Motorola Q sebagai ponsel berjaringan CDMA pasca kasus penuhnya memori phonebook yang tersedia dalam ponsel Nokia 6275i ditambah memori kartu Telkom Flexy. Sekedar informasi bahwa kapasitas phonebook yang disediakan oleh ponsel Nokia 6275i CDMA sebanyak 500 dengan pilihan multiple entry yang artinya bisa jadi satu nama kontak memiliki dua sampai tiga nomor telepon, alamat email, alamat web, catatan khusus atau bahkan image foto, sedangkan kartu Telkom flexy yang saya miliki hanya mampu menampung seperlimanya atau sekitar 100 kontak dengan perbandingan 1:1, yang artinya satu nama untuk satu nomor kontak.

Ternyata mau tidak mau yang namanya ‘kepenuhan kapasitas memori phonebook baik yang tersedia dalam memory ponsel maupun kartu dialami juga. Kalau tidak salah dimulai sedari awal tahun 2010. Bisa jadi lantaran saat itu saya menemukan kontak teman-teman masa sekolahan SMA yang kemudian merencanakan Reuni awal April kemarin, juga kontak Semeton Pande pasca odalan Tamblingan akhir Juni lalu. Ditambah kontak beberapa nama Rekanan yang mengajukan permohonan Termyn Pembayaran. Klop dah…

Berbekal kesulitan tersebut, saya memutuskan untuk mencari tahu tipe ponsel yang sekiranya memiliki kapasitas phonebook yang mampu menjangkau jumlah minimal 600-an atau kalopun ada ya unlimited. Sepengetahuan saya Nokia memang sudah merilis ponsel berjaringan CDMA terbaru yang memiliki kapasitas phonebook hingga jumlah 1000 dengan multiple entry yang sayangnya dipasarkan dengan harga diatas 2 juta rupiah. Alamak…

Pilihan lainnya tentu saja mencari tipe ponsel yang menggunakan sistem operasi karena sepemahaman saya, ponsel bertipe smartphone ini memiliki kapasitas phonebook shared memory yang artinya unlimited tergantung pada memory internal yang dimiliki. Sayangnya (lagi) bisa dikatakan sangat sulit mencari ponsel bersistem operasi dengan harga terjangkau (kalo bisa siy kisaran sejutaan atau malah dibawahnya).

Bersyukur beberapa bulan lalu saya sempat melihat iklan ponsel berjaringan CDMA yang ditawarkan dengan harga murah disebuah media cetak lokal. Motorola Q series. Kalo tidak salah saat itu harga baru yang ditawarkan berada pada angka 1,3 juta. Yang menjadi ketertarikan saya adalah penggunaan sistem operasi Windows Mobile yang artinya sudah memenuhi persyaratan yang saya ajukan tadi.

Motorola Q CDMA sebenarnya merupakan sebuah ponsel pintar keluaran jadul sekitaran tahun 2005 yang kemudian secara berkala dirilis kembali pada Mei 2006 dan April 2007. Ponsel yang digadang-gadangi bakalan menyaingi ketenaran Blackberry saat itu nyatanya tidak mampu menarik minat, bisa jadi lantaran form factor desain yang ‘gak ada bagus-bagusnya’ komentar seorang teman. Beberapa Informasi negatif yang saya baca dari komentar para Kaskuser, membahas secara mengkhusus tipe ponsel ini adalah daya tahan batere yang dalam sehari bisa dua kali charge dan terkait error yang dialami ketika batere mencapai titik habis.

Beruntung saya mendapatkan informasi positif dari seorang pengguna Motorola Q CDMA yang kedapatan ingin menjual kembali ponsel yang dibelinya sekitar enam bulan lalu. Soal daya tahan batere, sebetulnya dengan pemakaian normal, bisa melewati usia satu hari saja sedangkan yang dikatakan dua kali charge barangkali lantaran penggunaan ponsel sebagai modem pc secara full atau aktif terus menerus. Demikian pula dengan error yang tak pernah dialami sekalipun. Well, informasi ini sepertinya masuk akal bagi saya mengingat pengalaman saya yang tidak jauh berbeda saat menggunakan ponsel O2 XPhone iim.

Motorola Q CDMA saya tebus dengan harga yang jauh lebih murah ketimbang anggaran yang saya sediakan. Hanya sebesar 875ribu saja. Tanpa pikir panjang ponsel berjaringan CDMA ini saya ambil dengan segera untuk menggantikan posisi Nokia 6275i yang sudah kewalahan dengan daftar phonebooknya.

Lantas bagaimana pengalaman dalam menggunakan ponsel Motorola Q CDMA ini ? simak ditulisan berikutnya. :p

* * *

Lantaran komitmen yang saya ambil untuk fokus pada tema ulasan keris sedari awal Agustus kemarin,  dengan terpaksa tulisan ini saya publikasikan terlebih dahulu lewat Notes FB. Jadi Mohon Maaf bagi yang sudah pernah membacanya…

Era Baru si Robot Hijau GooGLe AnDroid

16

Category : tentang TeKnoLoGi

Android menurut Wikipedia sebenarnya merupakan robot yang dibuat menyerupai manusia, baik secara tampilan maupun tingkah laku. Sebaliknya Android yang akan dibicarakan disini adalah sistem operasi untuk telepon seluler yang berbasis Linux dan dikembangkan oleh GooGLe.

Terhitung sejak perilisan perdana pada 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Hal ini memberikan satu alternatif lagi kepada pengguna telekomunikasi untuk memilih teknologi yang biasa ditanamkan pada sebuh ponsel pintar (smartphone).

Maka tidak salah apabila para pengembang sistem operasi yang sejak awal sudah mengcengkram cakar mereka seperti Windows Mobile, Symbian, Blackberry, iPhone bahkan Linux mulai bertanya-tanya seperti apa sih sistem operasi terbaru ini ?

Android identik dengan penggunaan aplikasi yang bersifat terbuka (open source). Dalam pengoperasiannya Android siap di-backup oleh semua fitur yang dimiliki oleh Google Inc seperti Google Map, Google Search, Google Talk, Google Calendar hingga Google Mail. Hal ini tentu saja menjadi sebuah penawaran yang menggiurkan mengingat hampir semua fitur yang ditawarkan sudah familiar digunakan. Sayangnya untuk dapat menikmati semua fitur tersebut dengan baik, Google mensyaratkan koneksi internet yang minimal mendukung frekuensi 3G yang kemudian dirasakan agak memberatkan konsumen dari segi biaya. Borosnya Bandwidth yang dibutuhkan adalah salah satunya.

Kendati demikian, banyak teknologi positif yang dapat dimanfaatkan ketika saya mencoba menjajal Android baik melalui Emulator yang dapat dijalankan melalui sebuah PC ataupun langsung melalui ponsel pintar yang telah mengadopsi Android. MultiTouch pada area Homescreen, akses Menu dan fitur lainnya tanpa stylus, pengoperasian yang tidak seribet WinMob dan juga tampilan yang mudah dipahami merupakan hal pertama yang membuat saya ingin beralih pada Android.

Pada pengembangannya Android kini telah diadopsi oleh beberapa vendor ponsel terkemuka seperti HTC, Sony Ericsson, Samsung, Motorola, LG bahkan vendor ponsel lokal seperti IMO, Huawei dan i-Mobile. Masing-masing vendor tersebut memanfaatkan beberapa rilis Android yang berbeda untuk setiap seri ponsel yang dimiliki seperti Andoid 1.1, versi 1.5 Cupcake, 1.6 Donut, 2.0 dan 2.1 Éclair. Entah kebetulan atau tidak, setiap rilis resmi yang diluncurkan Android menggunakan pengurutan Abjad sebagai nama pengingat. Sebagai pertimbangan dari sebuah kebetulan ini kabarnya pihak pengembang sedang berancang-ancang merilis versi berikutnya dengan nama Froyo serta GingerBread.

Semakin banyaknya vendor yang mulai mengadopsi Android sebagai sistem operasi pada seri ponsel pintar mereka, bisa jadi disebabkan oleh harga lisensi yang jauh lebih murah ketimbang sistem operasi lainnya sehingga beberapa vendor mampu meluncurkan seri mereka dengan harga yang murah. Diantaranya i-Mobile IE 6010 kisaran 2,0 juta, IMO S900 kisaran 2,25 juta, dan tentu saja Samsung I5700 Galaxy Spica 2,9 juta.

Bagaimana rekan-rekan ? ada yang tertarik untuk menjajal Android ?

How to UpgraDe OS BLackBerry

9

Category : tentang TeKnoLoGi

Apabila sebelumnya BLoG ini pernah mencoba memaparkan langkah dan cara bagaimana melakukan UpgraDe OS WinDows MobiLe Pocket PC, WinDows MobiLe SmartPhone, Symbian 60 dan Symbian UIQ, kini giliran OS BLackBerry sebagai target operasi berikutnya.

Seperti OS lainnya, tindakan upgrade tidak bisa dilakukan secara sembarang. Katakan saja sebuah handset BLackBerry lawas macam Pearl tidak dapat disuntikkan OS BLackBerry terkini seperti BoLD misalnya. Lantaran pihak RIM selaku pengembang OS BLackBerry telah menyediakan rilis terbaru dari masing-masing handset yang pernah mereka keluarkan. Yang perlu dicermati selain penentuan seri handset sebelum melakukan pengunduhan OS versi UpgraDe adalah jenis Operator yang digunakan.

Adapun OS UpgraDe ini dapat diunduh dari situs resmi BLackBerry dengan memilih seri handset BLackBerry yang diinginkan. Sebelum proses pengunduhan dapat dilakukan, setiap user diwajibkan mengisi terlebih dahulu  form data yang telah disediakan. Untuk membantu jalannya proses UpgraDe, diperlukan aplikasi BLackBerry DeskTOP Manager yang biasanya terdapat dalam cd pada paket penjualan. Apabila tidak memilikinya, aplikasi ini dapat pula diunduh dari situs yang sama. Ditambah dengan kabel data ataupun docking yang terhubung dengan perangkat pc atau laptop.

Langkah pertama adalah mematikan atau me-nonaktifkan aplikasi BLackBerry DeskTOP Manager, lalu eksekusi file installer OS versi UpgraDe hasil pengunduhan sebelumnya. Proses extracting akan berjalan hingga membuka aplikasi BLackBerry DeskTOP Manager dengan sendirinya. Sambungkan handset dengan perangkat pc ataupun laptop, dengan menggunakan bantuan kabel data atau docking.

Pilih Application Loader yang terdapat pada menu aplikasi BLackBerry DeskTOP Manager, lantas pilih Update Software dan klik tombol Start. Langkah selanjutnya adalah menunggu proses pencarian software UpgraDe OS yang tersedia, hingga menu aplikasi menampilkan Update Summary atau hasil pencarian terhadap UpgraDe OS yang tersedia. Lanjutkan dengan menekan tombol Next, lalu tunggu hingga selesai.

Tiga hal yang saya jadikan nilai positif dari proses UpgraDe OS BLackBerry ini adalah, Pertama, ketika proses berlangsung tidak lagi memerlukan koneksi internet seperti halnya OS Symbian baik S60 maupun UIQ sehingga waktu yang dihabiskan rata-rata kisaran 30 menit, tidak lagi bergantung pada kecepatan koneksi internet yang digunakan. Proses ini tidak jauh berbeda dengan proses UpgraDe OS WinDows MobiLe yang juga tidak memakan waktu lama.

Nilai positif kedua adalah pengguna atau user dalam melakukan proses UpgraDe OS tidak lagi direpotkan oleh urusan Backup Data lantaran sudah menjadi salah satu opsi yang tersedia pada proses UpgraDe secara default. Tindakan ini dirasakan sangat bermanfaat terutama ketika handset memiliki akun email lebih dari satu dan juga data email yang belum sempat dipilah satu persatu.

Nilai positif yang ketiga atau terakhir adalah adanya pilihan untuk melakukan DowngraDe atau pengembalian OS BLackBerry ke versi yang sebelumnya digunakan, tanpa memerlukan tambahan aplikasi seperti halnya OS WinDows MobiLe. Proses ini dapat dilakukan apabila hasil UpgraDe OS yang dilakukan ternyata tidak dapat memuaskan pengguna atau malah menghasilkan masalah baru.

Sebagai studi kasus, saya mencoba melakukan UpgraDe OS pada BLackBerry versi jadul 8700 yang ternyata masih mengadopsi sistem navigasi jog dial seperti halnya ponsel smartphone milik Sony Ericsson atau dalam dunia BLackBerry dikenal dengan istilah TrackWheel. Proses berjalan lancar dan sukses. Sekedar informasi, permasalahan yang saya dapatkan sebelumnya adalah setiap kali batere dibuka (dalam proses penggantian kartu sim card), icon menu secara otomatis menghilang dari tampilan layar. Walaupun sebelumnya proses format (Hard Reset) pada handset telah berhasil dilakukan.

Mengetahui Sistem Operasi pada Ponsel Pintar bagian 2

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya perihal Mengetahui Sistem Operasi pada Ponsel Pintar, berikut tulisan terkait sistem operasi Palm, Linux, BlackBerry dan Android. Tak ketinggalan sistem operasi terbaru dari vendor besar Nokia. Apa itu ? silahkan dilanjutkan.

Palm adalah pesaing utama dari sistem operasi Windows Mobile di awal tahun 2000-an lalu. Palm juga merupakan pelopor sistem operasi yang mutlak digunakan oleh sebuah ponsel pintar. Sayangnya ketenaran Palm belakangan kian turun begitu kehadiran para pesaingnya yang kian mengganas. Keunggulan sistem operasi Palm adalah tidak memerlukan banyak memory untuk dapat menjalankannya dengan baik. Dengan kapasitas sebesar 16 MB misalnya sudah sangat lebih dari cukup untuk menyuntikkan berbagai fungsi aplikasi tambahan. Terakhir kabarnya Palm bakalan merilis ponsel terkini mereka yang disebut Palm Pre. Ponsel yang kabarnya memiliki keunggulan yang digadang-gadangi sebagai iPhone killer.

Linux adalah salah satu sistem operasi yang kerap digunakan oleh vendor Motorola. Baik dalam seri ROKR maupun seri PDA layar sentuh mereka. Namun keterbatasan dukungan fungsi aplikasi tambahan dan user interface yang kurang familiar menyebabkan sistem operasi ini timbul tenggelam dalam dunia ponsel.

BlackBerry yang belakangan muncul dan langsung menjadi trend rupanya makin berusaha mencuri pangsa pasar yang dahulunya dikuasai oleh Windows Mobile. Bahkan kabarnya saking trend-nya BlackBerry di pasar Indonesia, peluncuran ponsel pintar dari sebuah vendor besar yang menggunakan Symbian 3rd Edition malah kalah gaungnya. Apa yang menjadi keunggulan dari sistem operasi ini ? sesungguhnyalah yang diunggulkan adalah layanan dari Research In Motion (RIM) selaku pengembang sistem operasi BlackBerry ini. Dari fitur Push Email yang mampu menciutkan ukuran sebuah attachment pada sebuah email hingga 10 (sepuluh) persennya hingga Messenger yang beken itu. Selebihnya sebenarnya tak jauh berbeda dengan sistem operasi lainnya baik itu Symbian maupun Windows Mobile.

Android adalah sistem operasi terkini sebuah ponsel besutan perusahaan raksasa Google. Sistem operasi ini sudah mulai digunakan oleh vendor terkemuka dibidang PDA berlayar sentuh yaitu HTC diikuti oleh vendor lokal IMO yang barangkali ingin mencoba sedikit peruntungannya. Mengandalkan berbagai fitur milik Google yang kabarnya menjadi ancaman bagi perusahaan lainnya sekelas Microsoft dan Yahoo, Android berusaha mencuri perhatian melalui Maps, Search hingga browsernya yang diklaim jauh lebih ringkas dan gegas. Sayang, keterbatasan budget kantong pribadi menjadi salah satu kendala untuk menjajal sistem operasi ini. Masih berharap Google bakalan menyediakan Simulator Developmentnya seperti halnya BlackBerry dan Windows Mobile tempo hari.

Pernah dengar sistem operasi Maemo ? Maemo adalah sebuah sistem operasi terbaru dari sebuah vendor besar Nokia yang digunakan oleh device terbatas Internet Tablet yaitu seri N770, N800, N810 dan N900. Sistem operasi ini lebih mengkhusus diperuntukkan bagi mereka yang lebih mengutamakan aktifitas internetan dan browsing ketimbang voice atau komunikasi. Tak heran dalam setiap rilis devicenya, Nokia selalu mengutamakan resolusi layar yang besar dan lebar lengkap dengan layar sentuh plus keypad QWERTY dalam bentuk slide.

Beragamnya jenis dan versi dari masing-masing sistem operasi yang mutlak digunakan dalam sebuah perangkat ponsel pintar (baca:Smartphone) membuat makin banyaknya pilihan yang disodorkan pada konsumen untuk digunakan. Bagaimana tips untuk memilihnya ? tunggu tulisan saya selanjutnya.

Mengetahui Sistem Operasi pada Ponsel Pintar bagian 1

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Ponsel pintar belakangan kian digemari oleh sebagian masyarakat Indonesia yang mulai bosan dengan keterbatasan kemampuan ponsel yang dimiliki sebelumnya. Banyak alasan yang dikemukakan, mulai dari keperluan akan penunjang pekerjaan kantoran, terima kirim email, ataupun beraktifitas lainnya secara mobile. Untuk mendukung alasan tersebut sebuah ponsel pintar tak hanya mengandalkan otak prosesor yang disematkan didalamnya tapi juga sebuah sistem operasi.

Secara pengertian awam dalam konteks manusia, sistem operasi itu dapat saya gambarkan sebagai jenjang pendidikan lanjutan yang sudah mulai terfokus pada berbagai bidang pembelajaran secara mengkhusus. Semua manusia memiliki otak yang mampu menyerap berbagai kemampuan namun tidak semua memiliki jenjang pendidikan tersebut. Jenjang pendidikan ini mutlak diperlukan apabila manusia yang bersangkutan menginginkan kemampuannya dapat berkembang secara luas. Dalam konteks ponsel penambahan kemampuan ini diartikan sebagai penambahan aplikasi yang dapat memberikan kemampuan atau fungsi tertentu diluar kemampuan dasarnya.

Dalam dunia ponsel ada berbagai macam sistem operasi yang disematkan kedalam sebuah ponsel pintar. Mulai dari Symbian 60, Symbian 80, Symbian UIQ, Windows Mobile, Palm, Linux, Android hingga terkini yang digunakan oleh iPhone dan tentu saja BlackBerry. Beragamnya jenis sistem operasi agaknya cukup menyulitkan konsumen dalam memilih lantaran masing-masing menawarkan berbagai keunggulan tersendiri. Namun keunggulan itu tetap membutuhkan penyesuaian kemampuan dari penggunanya agar dapat berfungsi secara optimal.

Sistem operasi yang digunakan pada iPhone misalnya. Tak ada yang meragukan kemampuan input pada layar sentuhnya. Cukup dengan menggunakan jari tangan, berbagai fungsi tap, hold, drag, rotate dsb dapat dilakukan dengan mudah. Bahkan teknologi ini membuat para pesaingnya berlomba-lomba menciptakan inovasi sejenis. Tak hanya itu, penampilan layar aktifnya pun membuat banyak vendor mendadak menjadi plagiat, ikut-ikutan mengadopsi tampilan icon yang stylish tersebut. Namun dibalik keunggulannya, sistem operasi yang digunakan iPhone ini jauh lebih ribet ketimbang lainnya. Tidak dapat melakukan copy paste (entah itu berupa teks maupun file) adalah salah satu kekurangannya. Meski hal ini sudah mulai disempurnakan pada sistem operasi rilis terakhir namun rupanya alasan mengapa mereka menerapkan hal itu adalah untuk mencegah pembajakan hak cipta.

Berbeda lagi dengan sistem operasi Symbian yang sepertinya lebih identik dengan vendor besar Nokia. Namun sebenarnya tak hanya Nokia saja yang menggunakannya, Samsung bahkan Sony Ericsson pun ikut serta ambil bagian. Sistem ini sebenarnya dibagi lagi menjadi beberapa versi yaitu Symbian 60 1st 2nd dan 3rd edition yang biasanya digunakan pada ponsel pintar tanpa fitur layar sentuh, 5th edition untuk yang berlayar sentuh, Symbian 80 untuk tipe Communicator dan tentu saja UIQ, varian yang digunakan pada ponsel Sony Ericsson seri P. Symbian dikenal lantaran penggunaannya yang user friendly. Dengan pola grid 3×4 pada Menu dapat dikustomisasikan sesuai keinginan pengguna. Apalagi ada ribuan pengembang aplikasi yang siap mendukung sehingga fungsi-fungsi tertentu seperti mobile office, GPS, pembaca digital hingga signature code-pun dengan mudah dapaat digunakan. Apabila terjadi kerusakan secara software, masing-masing vendor telah menyediakan layanan upgrade firmware secara online yang dapat dilakukan oleh seorang pengguna end user sekalipun.

Windows Mobile kini bukan lagi menjadi trend sistem operasi mutlak sebuah ponsel pintar. Namun kompabilitasnya terhadap sebuah PC tak lagi diragukan. Mulai dari office, email hingga aplikasi utility tertentu sudah tersedia dalam dua versi, PC dan mobile. Sayangnya seperti halnya sebuah PC, bagi pengguna yang baru berkenalan dengan sistem operasi Windows Mobile bisa jadi merupakan sebuah mimpi buruk. Karena baik penggunaan maupun pengoperasiannya sama persis, demikian juga dengan opsi pilihan atau kustomisasi yang harus melewati Control Panel. Sialnya lagi, tidak adanya dukungan terhadap Bahasa Indonesia, jikapun ada terjemahannya yang didapatpun agak aneh dan malah semakin menyulitkan untuk dimengerti. Tetikus (mouse) atau Sur-EL (surat elektronik/email) adalah salah duanya. Namun bagi sudah familiar dengan Windows PC saya yakin tidak akan menemui banyak kesulitan. Sistem operasi ini dibagi menjadi 2 (dua) peruntukan yaitu Standard Edition (untuk ponsel pintar tanpa layar sentuh) dan Professional Edition (untuk PDA berlayar sentuh).

Lantas bagaimana dengan sistem operasi lainnya seperti Palm, Linux, BlackBerry atau Android ? juga sistem operasi terbaru dari vendor besar Nokia ? tunggu tulisan saya selanjutnya.

Memperbaharui Sistem Operasi Ponsel Windows Mobile 2003 (Pocket PC)

51

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya perihal pembaharuan sistem operasi pada ponsel terutama yang mengadopsi Windows Mobile 2003, pada tulisan kali ini akan saya lanjutkan dan jelaskan cara pembaharuan pada tipe atau jenis Pocket PC, tipe yang sudah memiliki fitur layar sentuh.

Sama halnya dengan ponsel/PDA Windows Mobile yang merupakan tipe atau jenis Smartphone, langkah paling pertama yang harus dilakukan adalah mengunduh (download) file ROM (installer sistem operasi) untuk jenis ponsel/PDA yang dimiliki. File bisa didapatkan melalui forum XDA Developer yang sudah terbagi dalam jenis atau tipe ponsel yang berbeda, tergantung pada kode nama pabrikan yang disandang oleh ponsel/pda tersebut.

Ada dua PDA yang sudah pernah saya coba terapkan, yaitu Audiovox PPC 6700 yang memiliki keyboard QWERTY saat layar utama digeser ke arah samping, berjalan pada frekeunsi CDMA dan O2 XDA Atom yang memiliki bentuk jauh lebih kecil ketimbang Audiovox tadi berjalan pada frekuensi GSM. Untuk Audiovox memiliki kode nama HTC Apache yang ternyata tidak memiliki varian nama lain, demikian pula O2 yang ternyata menyandang kode nama sama dengan serinya, yaitu Atom.

File ROM Audiovox dibagi menurut jenis operator yang digunakan. Perlu diketahui bahwa seri Audiovox ini tidak beredar secara resmi di Indonesia, bisa diketahui dari ragam file ROM yang disediakan. Besaran filenya kurang lebih sekitar 64,4 MB dan apabila di-extract terbagi menjadi 8 buah file, salah satunya merupakan file yang dapat dieksekusi (ROMUpgradeUt.exe).

UpGrade PPC Audiovox

File ROM milik O2 XDA Atom berukuran sekitar 43,5 MB yang apabila di-extract akan melonjak menjadi 84,9 MB, terbagi menjadi 7 buah file , salah satunya merupakan file yang nantinya dapat dieksekusi (DSUU.exe).

UpGrade PPC O2

Langkah berikutnya adalah mengkoneksikan device (ponsel/PDA) dengan PC melalui kabel data atau docking (desktop charger), menggunakan bantuan aplikasi Microsoft Activesync. Usahakan daya batere yang dimiliki sebelum memulai proses upgrade ROM, minimal kisaran 40 %, alangkah lebih baik berada pada titik penuh.

Buka file berekstensi exe yang berada dalam folder file ROM seperti yang saya sebutkan sebelumnya, klik next dalam setiap tahapan yang dipinta. Proses upgrade akan berlangsung sekitar 20-30 menit dan seperti halnya ponsel bertipe Smartphone (pada tulisan sebelumnya), proses ini tidak memerlukan atau bergantung pada koneksi internet. Begitu proses selesai, lakukan tindakan Soft Reset dengan menekan stylus pada lubang kecil di bagian bawah PDA. Silahkan lihat perubahannya.

o2-xda-atom-wm-6-300x201

Bagaimana ? masih takut untuk mencobanya ?

Memperbaharui Sistem Operasi Ponsel Windows Mobile 2003 (Smartphone)

11

Category : tentang TeKnoLoGi

Salah satu kelemahan terbesar dari ponsel ataupun PDA yang masih mengadopsi sistem operasi Windows Mobile 2003, baik itu yang termasuk golongan smartphone (tanpa layar sentuh) ataupun pocket pc (dengan layar sentuh) adalah kehilangan data pada saat daya batere mencapai titik terendah. Data yang dimaksudkan meliputi daftar nama kontak, sms, email, agenda jadwal hingga dokumen yang tersimpan dalam memori ponsel atau pda.

Untuk mengatasi kehilangan data secara permanen, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melakukan backup data baik menggunakan fitur aplikasi yang sudah tersedia maupun dengan bantuan aplikasi pihak ketiga, Spb Backup. File backup tersebut dapat disimpan pada memori luar (eksternal) dan dapat di-Restore kembali untuk mengembalikan data ketika daya batere sudah terisi kembali. Sayangnya cara ini memerlukan ketelatenan untuk melakukan backup secara berkala, dengan tujuan agar data yang dibackup merupakan data terbaru.

Ketimbang kerepotan begitu, saya menyarankan untuk melakukan pembaharuan sistem operasi Windows Mobile dari rilis 2003 menjadi rilis 5.0 ataupun 6.0. Secara kinerja dan performance tidak ada perbedaan mencolok yang ditunjukkan oleh Windows Mobile 5.0 ataupun 6.0. Hanya secara default, visual Windows Mobile 5.0 memiliki warna dasar biru tua sedangkan rilis 6.0 memiliki warna dasar hijau tua. Kelebihannya pun sama saja, yaitu ponsel tidak akan mengalami kehilangan data ketika daya batere mencapai titik terendah seperti sebelumnya. Dijamin. Hehehe…

Seperti yang pernah saya terangkan sebelumnya, sistem operasi Windows Mobile terbagi atas dua jenis, yang tanpa layar sentuh atau dikenal dengan istilah Smartphone dan yang menggunakan layar sentuh atau yang dikenal dengan istilah Pocket PC. Beda jenisnya, beda pula cara upgrade sistem operasinya. Pada tulisan ini, saya prioritaskan untuk ponsel yang tidak menggunakan layar sentuh atau jenis Smartphone.

HTC AMadeus

Langkah pertama tentu saja mengunduh file ROM (installer sistem operasi) untuk ponsel yang dimiliki, bisa didapatkan melalui forum XDA Developer yang sudah terbagi dalam jenis atau tipe ponsel yang berbeda, tergantung kode nama pabrikan yang digunakan ponsel tersebut. Kebetulan untuk ponsel yang saya miliki (O2 Xphone iim) menggunakan kode nama HTC Amadeus, yang memiliki varian serupa dengan T-Mobile SDA Music dan Qtek 8100. Didalam file tersebut terdapat 4 file inti yaitu ROM dalam bentuk file berekstensi bin, dua file dalam format txt dan file aplikasi mtty.exe. Apabila sudah, pindahkan file ROM  berekstensi bin tersebut ke C:\ dan ubah namanya menjadi wm5.bin atau wm6.bin.

Buka aplikasi Microsoft Activesync dan disabled USB Connection yang terdapat pada Connection Setting. Pastikan daya batere ponsel dalam keadaan penuh lalu matikan dan cabut kabel data USB dari PC. Proses upgrade sudah siap dilakukan.

Tekan dan tahan tombol kamera yang terdapat disisi kanan ponsel, sambungkan ponsel dengan PC menggunakan kabel data. Ketika layar ponsel menampilkan tulisan “Need an UI (0)?”, tekan tombol 0 secepatnya. Background layar akan berubah dari warna hitam menjadi tiga warna, Hijau, Biru dan Merah.

Buka aplikasi mtty.exe dan pilih tombol USB, layar akan menampilkan kotak prompt putih dan ketikkan “l c:\wm5.bin” tanpa tanda petik. Yang perlu diperhatikan adalah harus diketik, tidak boleh di-copy paste. Untuk wm5.bin sesuaikan dengan perubahan nama file yang telah dilakukan sebelumnya. Tekan Enter dan tunggu hingga selesai. Proses biasanya akan berlangsung sekitar 15-20 menit. Berbeda dengan ponsel Symbian yang mengharuskan proses dilakukan secara Online, proses pembaharuan sistem operasi Windows Mobile dilakukan secara offline alias tidak memerlukan atau bergantung pada koneksi internet.

Apabila proses ‘Flashing’ sudah selesai, masih dalam layar kotak prompt yang sama, ketikkan (bukan copy paste) “ResetDevice”  tanpa tanda petik, dan tekan Enter.  Ponsel akan melakukan Restart dan lihat hasilnya.

Untuk tipe ponsel yang saya miliki, setelah proses upgrade selesai ada satu langkah instalasi lagi yang harus dilakukan yaitu instalasi driver kamera 0,3 megapixel. Jika ini tidak dilakukan, maka tombol shortcut yang digunakan untuk mengakses kamera tidak dapat berfungsi dengan normal dan menampilkan tulisan ‘error.

Bila disandingkan dengan sistem operasi sebelumnya (Windows Mobile 2003), ada beberapa penambahan fitur atau shortcut yang ditampilkan pada Start Menu-nya. Meliputi Storage data, Celetask (pengganti task manager, yang dapat pula digunakan sebagai utility pembersih memory, cache dan pemeriksaan sisa daya batere) dan juga pengaturan visual layar today-nya.

o2-xphone-iim-wm-6-300x127

Untuk meyakinkan bahwa ponsel tidak akan kehilangan data pada saat daya batere mencapai titik terendah, bisa dilakukan dengan mendiamkan ponsel hingga mati sendiri (perlu waktu 2-3 hari) atau menggunakan ponsel secara terus menerus (perlu waktu 4 jam atau sesuai daya standby ponsel).

Bagaimana ? tertarik untuk mencobanya ?