Menutup Impian www.binamargabadung.com

6

Category : tentang KHayaLan, tentang PeKerJaan

Cita-cita yang mulia kadang harus berhenti di tengah jalan karena ketiadaan dukungan berbagai pihak yang sangat diharapkan. Kurang lebih demikian satu pemikiran yang terlintas dikepala ketika menghubungi dua tokoh sentral yang berperan penting dalam proses kelahiran www.binamargabadung.comBung Hendra W Saputro selaku pemilik Hosting BaliOrange yang merupakan sponsor utama pengadaan domain dan jasa hosting alamat tersebut dan Bapak I Made Aryawan seorang senior saya di Pemerintah Daerah Badung yang kerap memberikan support dan dorongan untuk tetap mempertahankan alamat tersebut.

Menutup Impian www.binamargabadung.com adalah keputusan paling akhir yang saya ambil ketika semua kesempatan yang saya coba ternyata menemui jalan buntu. Cita-cita untuk membuka lembaran baru e-Government dengan terpaksa dikubur dalam-dalam. Alasan paling mendasar adalah belum ada regulasi atau kebijakan yang dapat digunakan untuk mempertahankan, mengelola dan memelihara Sistem Informasi Jalan Raya Kabupaten tersebut.

Setahun lalu lewat Thesis yang telah direncanakan secara matang www.binamargabadung.com lahir ditengah kroditnya pengaturan waktu antara menyelesaikan pekerjaan kantor sebagai abdi negara yang baik, menemani tumbuh kembang MiRah GayatriDewi putri kecil kami, bersikap dan berperilaku sebagai suami dan calon kepala keluarga yang baru plus beban dan tanggung jawab serta tuntutan yang diemban untuk bisa menyelesaikan kuliah Pasca Sarjana tepat pada waktunya. Alasannya apa lagi kalau bukan soal biaya.

Bersyukur kelahiran www.binamargabadung.com saat itu didukung penuh oleh kedua senior saya diatas termasuk pula atasan yang saat itu sangat antusias dengan teknologi Informasi dan Transparansi. Berbekal pengetahuan yang seadanya dan pengalaman sebagai seorang BLoGGer, mesin WordPress menjadi awal dari segalanya. Ide, pemikiran dan penerjemahan dalam bentuk bahasa program dibantu pula oleh Mas Arip Yulianto selaku Mentor yang ditunjuk untuk membimbing ditambah bala bantuan siap tempur BaliOrange. Sungguh, semua itu tak bisa dinilai dengan rupiah.

www.binamargabadung.com pada akhirnya mampu mengantarkan saya untuk meraih identitas akhir sebagai syarat sebuah perjuangan yang panjang…

Pada perjalanannya www.binamargabadung.com pasca pendidikan malah terkatung-katung tak jelas. Memanggul beban institusi seorang diri tentu bukanlah satu keputusan yang bijaksana. Apalagi banyak pertanyaan yang harus segera dijawab dan ditindaklanjuti namun tidak jua mendapatkan hasil yang pasti. Belum lagi soal pembiayaan dan tentu saja personil pengelolanya. Maka dengan berat hati keputusan akhirpun diambil.

PanDe Baik dengan resmi menutupwww.binamargabadung.com bertepatan dengan Hari Raya Galungan kemarin dan memohon maaf kepada semua pihak yang telah banyak membantu proses sedari kelahiran hingga tercapainya sebuah cita-cita dan juga kepada mereka yang barangkali berharap banyak akan transparansi informasi yang dimiliki oleh sebuah Pemerintah Daerah.

Akhir cerita, Terima Kasih saya ucapkan untuk Rekan-rekan semua dan berharap apa yang telah dirintis sejak awal tidak akan berakhir begitu saja. Semoga Impian yang terkubur ini satu saat bisa bangkit dan hidup kembali. Salam dari Pusat Kota Denpasar.

ABSTRACT

12

Category : tentang KuLiah

INFORMATION SYSTEM DEVELOPMENT ROAD

DISTRICT BADUNG GREATER GOVERNMENT

TO SUPPORT DEVELOPMENT OF E-GOVERNMENT

One expected concrete actions taken by the government as a follow up of the issuance of the Instruction of the President No. 3 Year 2003 about National Policy and Strategy of the Development of e-Government is the ability to use the advancement in information technology to manage and distribute the information and public services as part of the good governance process. Currently, Badung Regency administration has not presented the data and information to the public for the entire field of the handle. For example the data and information about roads in the regency of Badung. This information is very important to know the community so that there are two-way communication between communities and governments in handling the road in Badung regency, especially when the government has not able to fully finance road infrastructure needs. Based on these conditions required the development of Highway Information System which can improve the quality of government services to the community, can be accessed at any time, not limited by space and time at reasonable costs.

There are three main criteria that must be met when planning and designing the road information system: effective, efficient, and flexible. From those criteria, indicators and parameters that are directly related are derived to know the problems and obstacles that may arise and alternative solution to solve them.

The highway information system is created and developed by using WordPress, an open source blog engine that can be used freely. By leveraging the support features that can provide additional functions, the system then launched online at a temporary address http://www.binamargabadung.com/ to test and evaluate the system.

The Badung’s Highway Information System designed as a web base application so it can provide access to the public who need data and information related to the road quickly without overwhelmed by rigid bureaucracy. The system is also designed as a means of access to information in both directions, where the community can contribute to provide feedback in the form of suggestions and complaints directly or in writing. The system is very effective to improve the management of road handling, especially when the government has not been able to finance all infrastructure needs of roads, because the system can ensure two-way communication with both the public and the government so that people get the correct information and can understand the limitations of government.

Keywords: Information Systems, Maps, handling, damage, Badung regency, e-Government

ABSTRAK

21

Category : tentang KuLiah

PENGEMBANGAN  SISTEM  INFORMASI  JALAN  RAYA

PEMERINTAH   KABUPATEN   BADUNG

UNTUK  MENDUKUNG  PENGEMBANGAN  E-GOVERNMENT

Salah satu langkah nyata yang diharapkan oleh pemerintah menyusul dikeluarkannya Instruksi Presiden No.3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government adalah mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk mengelola dan mendistribusikan informasi serta pelayanan publik dalam proses penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance). Saat ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Badung belum menyajikan data dan informasi kepada publik untuk seluruh bidang yang ditanganinya. Misalnya data dan informasi mengenai jalan di Kabupaten Badung. Informasi ini sangat penting diketahui oleh masyarakat agar ada komunikasi dua arah antara masyarakat dan pemerintah dalam menangani jalan di Kabupaten Badung, terutama pada saat pemerintah belum mampu membiayai sepenuhnya kebutuhan prasarana jalan. Berdasarkan kondisi tersebut diperlukan pengembangan Sistem Informasi Jalan Raya yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat,  dapat diakses  setiap saat, tidak dibatasi oleh ruang dan waktu dengan biaya yang terjangkau.

Ada tiga kriteria utama dalam merencanakan dan merancang sistem informasi jalan raya yaitu efektif, efisien dan fleksibel. Dari ketiga kriteria tersebut kemudian diuraikan menjadi indikator dan parameter yang terkait langsung untuk mengetahui permasalahan dan hambatan apa saja yang dapat ditimbulkan serta alternatif solusi untuk menindaklanjutinya.

Sistem informasi jalan raya dibuat dan dikembangkan dengan menggunakan WordPress, sebuah blog engine yang dapat digunakan secara bebas dan bersifat open source. Dengan memanfaatkan fitur pendukung yang dapat memberikan fungsi  tambahan, sistem kemudian diluncurkan secara online dengan menggunakan alamat sementara di http://www.binamargabadung.com/ untuk menguji dan mengevaluasi sistem.

Sistem Informasi Jalan Raya Kabupaten Badung dirancang berbasis web, sehingga dapat memberikan akses kepada masyarakat yang membutuhkan data atau informasi berkaitan dengan penanganan jalan secara cepat tanpa dibelit oleh birokrasi yang kaku dan memberatkan. Sistem dirancang pula sebagai sarana akses informasi dua arah, dimana masyarakat dapat berperan untuk memberikan umpan balik berupa saran dan keluhan secara langsung maupun tertulis. Sistem ini sangat efektif untuk meningkatkan pengelolaan penanganan jalan terutama pada saat pemerintah belum mampu membiayai seluruh kebutuhan prasarana jalan, karena sistem ini dapat menjamin komunikasi dua arah dengan baik antara masyarakat dan pemerintah sehingga masyarakat memperoleh informasi yang benar dan dapat memaklumi keterbatasan pemerintah.

Kata kunci :   Sistem Informasi, Peta, Jalan Raya, Penanganan, kerusakan, Kabupaten Badung, e-Government

Sosialisasi Sistem Informasi Bidang PU by Pusdata

Category : tentang iLMu tamBahan

Jumat pagi ini dijalani dengan setengah hati, mungkin lantaran penugasan dadakan ke Wisma Werdha Pura Sanur dimana dilakukannya kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusdata Pusat, perihal sosialisasi Sistem Informasi di bidang ke-PU-an.

Kegiatan sedianya diikuti oleh perwakilan instansi dari masing-masing daerah/kabupaten se-Provinsi Bali, tentunya berakitan langsung dengan materi yang disampaikan saat itu.

0805-002.jpg

Berhubung materi menyajikan Sistem Informasi di bidang ke-PU-an meliputi pengenalan web site Pekerjaan Umum Pusat dan juga pengenalan sistem e-procurement (pengadaan barang dan jasa online) sampe ke pengenalan data spasial (peta wilayah), maka yang diharap datang tentu perwakilan dari instansi PU dan juga Informasi Telekomunikasi atau badan-badan lain yang terkait. Hanya saja, dalam kaitannya dengan pengadaan peta wilayah, ada baiknya juga yang diundang adalah Badan Perencanaan sejenis Bappeda kali ya ? karena merekalah yang lebih tau dan berwenang.

Dari tenaga yang datang, tak semuanya mengetahui dasar-dasar informasi yang dijelaskan, terutamanya teknis Sistem Informasi (web atau email). Mungkin memang itu yang diharapkan, karena rata-rata para peserta merupakan pegawai yang sudah menjabat Kasie/Kabid minimal punya kewenangan untuk mengambil keputusan. Barangkali saja akan diperlukan apabila daerah yang diwakilinya belum mengerti dan memahami lebih jauh perihal pentingnya sarana Sistem Informasi pada instansi yang mereka tempati.

Semoga saja apa yang dilalui hari ini benar-benar bisa berguna untuk kedepannya…