Sulitnya menjadi seorang Single Parent

12

Category : tentang Buah Hati, tentang Opini

Jika anak rewel, bisa jadi kesalahan ada pada si pengasuh. Setidaknya pemikiran itu sempat terlintas dibenak saya beberapa waktu lalu. Tepatnya ketika dipaksa menjadi seorang Single Parent dalam waktu dua setengah hari, liburan panjang namun disibukkan oleh kewajiban adat.

MiRah, putri kecil kami mendadak menjadi anak yang menyebalkan. Saya pribadi sempat merasa kecewa lantaran tidak sempat menegur sapa tetamu yang datang di perkawinan sepupu saya Jumat lalu. Dan kekesalan itu dengan terpaksa saya pendam dan biarkan mengingat penyebabnya merupakan seorang anak berusia tiga tahun.

Bisa jadi ada banyak hal yang ia rasakan yang tidak mampu saya rasakan disaat yang sama. Well, kami memiliki pemikiran, pemahaman dan juga tujuan hidup yang sudah sangat jelas berbeda. Dan disinilah baru saya menyadari betapa sulitnya menjadi seorang single parent.

“Ini baru satu” tegur seorang rekan kerja kantor yang kini telah memiliki tiga putra. Ya, teguran yang makin menampar saya untuk segera menyadari bahwa apa yang saya alami, belumlah apa-apa. Apalagi ini hanya untuk dua setengah hari. Itupun tidak termasuk tidur malam dimana MiRah menginap bareng kakek neneknya.

Perilaku MiRah hari jumat lalu seakan menyadarkan saya, pada kemungkinan-kemungkinan yang mampu terjadi pada tumbuh kembang anak nantinya. Salah satunya jika saya melampiaskan marah secara terang-terangan, bisa jadi kelak, saya menjadi seorang Bapak yang tidak pernah mampu memberikan kasih sayang yang cukup untuk seorang anak.

Jika anak rewel, bisa jadi kesalahan ada pada si pengasuh. Ini pengalaman pertama saya menghadapi MiRah ditengah situasi krodit seorang diri. Mengurusi makan, penampilan serta berusaha menjaganya selama berlangsung upacara pernikahan merupakan satu mimpi buruk yang belum pernah terpikirkan. Ini terjadi baru beberapa jam, bagaimana dengan mereka yang telah menjadi seorang Single Parent dalam waktu yang sangat lama ?

MiRah memiliki gejala Batuk hari itu. Bisa jadi disebabkan oleh faktor cuaca dan angin malam sehari dua sebelumnya. Bisa juga lantaran keteledoran saya memberikan kentang kering (istilahnya untuk snack kentang goreng yang berisi cup saos didalamnya) plus sebungkus Chitato sebelumnya, yang saya pikir itulah yang disebutnya sebagai Kentang Kering. Dan Batuk merupakan sakit terburuk yang untuk MiRah yang saya tahu sejauh ini.

Batuk dapat menyebabkan kondisi dan daya tahan tubuhnya menurun, setidaknya itu yang terlintas pertama. Belum lagi Batuk mampu menurunkan nafsu makan MiRah yang biasanya selalu lahap meski hanya berlaukkan setengah telur mata sapi. Batuk tentu sangat mengganggu baginya saat situasi yang tak ia sukai.

Jika anak rewel, bisa jadi kesalahan ada pada si pengasuh. Well, saya kena batunya kali ini.