Sinetron Indonesia Mudah Ditebak ?

3

Category : tentang Opini

Berikut hal-hal lumrah dan dijamin selalu ada pada produksi sinetron Indonesia yang belakangan seakan makin booming di layar televisi lokal.

Pamer kekayaan : Mobil atau rumah mewah, asesoris pendukung (paling sering tampil sih ponsel ter-gres, selaku pesanan sponsor) serta perilaku yang high class. Mungkin ini yang namanya memberikan mimpi bagi sebagian masyarakat Indonesia. > siapa sih yang gak pengen hidup mapan ?

Kebangetan : si tokoh utama baik, ya baiknya gak ketulungan. Gak jarang digambarkan sebagai orang yang saleh, baik budi dan sabar juga penyayang. (mungkin kalo di-include kan dengan rajin menabung barangkali yang segera terbayang dikepala ya mirip-mirip anak SD jaman dulu lah…). Sedang yang peran antagonis, jahatnya minta ampuuun. Gak jarang saking jahatnya, sampe kepikiran, apa ada orang yang se-tega itu yah ? Biasanya sebelum melakukan kejahatan itu, diawali dengan bisik-bisik, jarang banget ditemui, bahwa suatu tindak kejahatan berawal dari hobi si tokoh ber-blog walking. J

Hitam-Putih : Gampang Ditebak. Dari penggambaran awal si tokoh, penonton bahkan anak kecil sekalipun bakalan tau, oh si ini tokoh jahatnya, dan si itu yang baiknya. Tapi itu masih mending, kadang kepolosan dan keluguan si pembuat cerita atau mungkin sang sutradaranya tergambar jelas, hingga kadang-kadang ‘oh abis adegan gini, pasti deh berikutnya begini begitu’ Entah disengaja atau tidak, alur yang gampang ditebak, merupakan suatu kebodohan atau malah keuntungan ? Gak susah-susah mikirin cerita lanjutannya.

To Be Continued : Dipanjang-panjangin. Suatu saat pikiran sang penonton dengan pedenya menebak, ah paling 2 hari lagi ceritanya bakalan berakhir, toh konflik tokoh utamanya udah kliatan jelas. Tapi siapa nyana kalo ntu cerita bisa sambung menyambung menjadi satu. ah, kok jadi nyasar kesitu ? bahkan sampe ada satu judul yang durasi tayangnya melebihi angka setahun, dengan plot yang begitu-begini-begitu-begini diulang terus. Gak jarang menimbulkan protes dari penonton, ni sinetron kapan selesainya sih ?

Adegan Tabrak Lari : nah, yang ini nih, rasanya paling gampang ditebak. Ada cerita dimana si tokoh utama, ditabrak lari oleh tokoh jahat atau orang tak dikenal, tanpa ada usaha pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas dan menemukan siapa penabraknya, dan berapa tahun hukuman penjaranya.

Cinderela : mirip dengan Kebangetan diatas, dimana tokoh baik selalu dikisahkan menjadi orang miskin dengan sejuta kemalangannya dan coreng moreng hidupnya sedang sijahat kaya raya bahkan untuk uang transfer sekolah anaknya yang jumlahnya satu milyarpun dikabulkan dalam hitungan detik. Kalo saya mah duit sejuta aja masih mikir dapet dari mana nih ? Tapi gak menutup kemungkinan kalo tokoh baiknya yang kaya raya, jatuh cinta pada Pembantu atau gadis miskin.

Komedi Slapstik (ejaannya bener gak ya ?) : Ini sih komedi atau cercaan paling lumrah di cerita lokal. Jarang banget isi ceritanya ya komedi yang lumayan bikin kening berkerut tapi berefek pada ketawa penonton. Jadi lebih banyak menyinggung fisik dan Sara. (bukan Sara Sechan Bos…)

Happy Ending : ah, ini sih gak usah dibahas, karena kebanyakan the end of story-nya lebih baik hepi-hepi tanpa meninggalkan tanda tanya berlebihan (lantaran endingnya gak jelas) atau protes dari penontonnya (masa si tokoh jahat dikisahkan hidup bahagia usai memfitnah atau melakukan perbuatan asusila ?) sekaligus memberikan kepastian bahwa yang jahat ya gak bakalan bebas dari hukumanTuhan, bukannya malah dibebaskan dari tuntutan pengadilan kayak para koruptor negeri ini. I Hope so for Ayin dan Urip.

Dari sekian yang coba di-list, barangkali memang ada banyak lagi hal-hal gampang ditebak dari sebuah Sinetron Indonesia (bahkan tak jarang menjangkiti film karya Sutradara muda). Tapi ini hanyalah sebuah impian dan harapan bagi karya anak bangsa ini.

Entah kapan bisa melihat cerita tentang seorang psikopat macam Ryan tempo hari, yang kesehariannya begitu sempurna, bahkan punya tampang innocent seperti si Hannibal Lecter (Silence of the Lambs), melakukan pembunuhan berantai namun bersembunyi dibalik pekerjaannya sebagai penjual balon anak-anak di Puputan Badung, misalnya.

Entah kapan juga ada sinetron yang mengisahkan setori tak berujung hingga penontonnya mungkin tak sadar bahwa endingnya sudah didepan mata, sambil berkata ‘loh segitu aja ? action-nya mana neh ?‘ atau ‘loh si tokoh utama itu mimpi ato apa sih ?’

Entah kapan juga ada kisah seorang B(e)Logger yang begitu terinspirasi oleh tulisan rekan lainnya lantas mengembangkannya menjadi Hoax bahkan menjadi incaran intelijen dunia akibat tulisan dan kebohongannya itu. Halah, ini sih mengkhayal pisan…

Atau mungkin penulis harus bersiap-siap untuk di-bredel berkaitan dengan aktivitasnya di Blog ini ? hmmm… barangkali saja ada yang tertarik untuk memprofilkan penulis menjadi sebuah kisah film kalo positif di-bredel… J J J

PinTa kecil Hari ini pada-NYA

Category : tentang KHayaLan

Oh Tuhan, pinta hamba ditengah kesendirian ini
Hentikanlah tayangan semua sinetron di teve
Seakan memaku mata pengasuhkan hingga tak peduli padaku lagi
Membuat ibu dan saudara perempuanku makin berurai air mata yang seharusnya tak perlu
Membuat teman-temanku berbuat serupa tanpa memikirkan akal dan logika mereka lagi
Membuat kami yang kecil ini berharap lingkungan kami akan bertindak sedramatis kejadian sinetronOh Tuhan, dengarkan pinta hamba-Mu ini
Hentikanlah sinetron Soleha apalagi Candy
Ceritanya terlalu ditarik ulur membuat beberapa orang yang pintar malah emoh menonton
Membuat sebagian lagi malah terhanyut dalam berbagai penderitaan sang pemeran utama tiada henti
Sungguh ngalor ngidul cerita gak keruan ditambah akting yang nyebelin
Namun sayangnya malah mendapatkan rating tinggi dan kian dinanti oleh para ibu2 rumah tangga plus PRTnya

Tuhan, musnahkan pula semua tayangan yang menjiplak tayangan luar trus diakui sebagai hasil ciptaannya
Gak heran kalo Malaysia lantas berbuat sama mengaku kalo Lagu Rasa Sayange milik mereka
Makin emoh lagi kalo udah ketahuan punya irama nada yang sama, eh masih sempet bilang biar publik yang menilai
Indonesia yang indah ini malah dipenuhi artis dengan mudahnya ngjiplak hasil karya luar, tapi lantas menuntut saat negara luar mengaku aset kami sebagai miliknya

Tuhan, hentikanlah semua dagelan ini
Artis makin sering bersikap over didukung pula dengan overnya tayangan full gosip dari pagi hingga petang
Jelas mengganggu waktu ibuku yang seharusnya sudah selesai berbenah malah menyayangkan lewatnya hot gosip artis cengeng
Jelas mengganggu negara ini dengan obrolan mereka yang seakan ‘akulah yang benar, kalianlah yang salah’
Makin jarang melihat artis mengakui kesalahannya dimasa lalu
Malah menuntut sesuatu agar didukung publik yang sebenarnya sudah menjadi konsekuensinya

Tuhan, hanya Engkau yang mampu tangani semua ini
Negeri ini sudah dipenuhi koruptor yang kian hari kian banyak saja
Sudah cukup kuping ini mendengar alasan sakit bagi mereka yang sedang diusut tindak korupsi
Lantas mendadak sehat saat divonis bebas
Negeri ini sudah menjadi pecundang dimata dunia
Negeri ini menjadi momok menakutkan lantaran dalang pengeboman ada juga disini

Tuhan, tak cukupkah kau injak negeri ini ?
Sudah jatuh pula dipenuhi tayangan memuakkan pada teve memberi pengaruh buruk pada teman-temanku
Sudah banyak pula diusia mereka yang seumur jagung berani menyatakan Cinta pada teman sekolahnya
Sudah hilang pula masa kecil kami tertawa riang dibulan purnama
Berganti dering ha pe di dalam kelas menuntut orang tua kami yang sudah terlampau banyak beban dipundak mereka
Menuntut orang tua kami akan segala material yang disodorkan media juga teve
dan jika mereka tak menuruti keinginan kami, akan kuancam kuingin bunuh diri
Akankah mereka akan mengabulkannya sebelum aku berani mengambil tali tuk menggantungkan diriku yang hina ini ?

Tuhan, terlalu banyak rasa malu kami bila dibandingkan dengan mimpi indah tayangan teve hari ini
Sungguh hina rasanya kami tak pernah rasakan hidup mewah dengan mobil rumah plus kolam renang
Bahkan tak jarang yang jahat semakin jahat,
namun lagi-lagi dengan menggunakan namamu diceritakan bahwa yang jahat itu terkena karmanya yang bertubi-tubi
Mengapa dalam kehidupan nyata Engkau tak sama begitu ?

Tuhan, aku capek protes melulu ditengah kebobrokan mimpi indah negeri ini
Hanya satu yang kuinginkan
Masa kecil juga remaja yang indah tanpa terbebani materi, gengsi hingga kemewahan sesaat
Biarkan kami tumbuh tanpa rasa penyesalan saat dewasa nanti
dan biarkan pula remote kontrol yang dipegang ibu ada padamu

– 20 Oktober 2007 ; 22:33 PM
– Malem minggu penuh Sinetron
Kapan ada tayangan yang mampu mencerdaskan kami hingga tak bermimpi lagi

Selebriti Juga Manusia

Category : tentang Opini

Men, acara apa yang paling boom di Televisi Indonesia ?
Yap, Sinetron.
Selainnya itu ya Infotainmentnya para Artis.
Gak henti-hentinya di masing-masing stasiun, berbeda jam tayang dan berbeda tajuknya.Terakhir ada juga yang bikin acara yang menurutku agak gila, ya Selebriti Juga Manusia.
Bilangnya aja cerita fiksi, satu kebetulan belaka, tapi yang namanya masyarakat Indonesia hari ini tentunya udah pinter-pinter dan langsung bisa nebak, ini ceritanya siapa….

Cerita yang bagiku cuman membenarkan secara sepihak, dan mungkin nutup mata dari pihak lawan mainnya. Bahkan gak jarang setelah tayang, protespun muncul dari lawan main versi kenyataan cerita aslinya. Tapi lagi-lagi bantahan yang ada ya itu, Cuma kebetulan dan fiksi. Padahal….

Bagiku pribadi ni acara mungkin lebih baik stop tayang, karena menjalankan cerita pembenaran sepihak bagi yang jadi bintang pada episode tertentu, tanpa adanya ijin dari pihak lawan main dalam kenyataannya.

Manusia gak ada yang sempurna, Bung.
Pasti ada salahnya, dan aku yakin kesalahan-kesalahan yang dilakukan sang bintang, kalo bisa ya diminimalisir untuk mendapatkan kesan cerita yang dramatis di mata penonton. Gak mungkin lah mengungkap aib keburukan diri sendiri, ya gak ?

Acara ini gak ada bedanya dengan cerita-cerita yang dikarang seorang cowok ato cewek yang masih ngejomblo ato bahkan diputus pacarnya, agar terlihat jadi seorang hero dimata orang lain, utamanya sasaran berikut yang barangkali bisa dijadikan pacar baru.
Boong dikit, gak pa pa, toh sang mantan yang dulu gak tau.

Nah, gimana kalo terungkap kebenarannya ?
Berkelit tentunya….
ah ini kan kebetulan belaka.