Uji Coba Simulatornya Sebelum Membeli

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Terkadang bagi sebagian orang, ketersediaan budget tidak selalu menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pilihan akan sebuah ponsel sebagai alat berkomunikasi. Ada juga yang barangkali terlalu memikirkan ‘apakah kelak perangkat yang akan dipilih mampu digunakan atau termanfaatkan dengan baik atau tidak. Jika Rekan Tokoh masih merasa ragu seperti itu, yuk coba dulu Simulatornya sebelum memutuskan untuk membeli.

Simulator yang dimaksud disini adalah Aplikasi yang dapat dijalankan melalui perangkat PC/NoteBook, untuk memberikan pengenalan awal kepada pengguna khususnya yang bergerak dalam bidang pengembangan mobile application tentang apa dan bagaimana cara kerja sebuah perangkat ponsel. Sejauh ini keberadaan aplikasi Simulator baru tersedia pada ponsel yang berjenis Smartphone dengan ciri penggunaan OS atau Sistem Operasi tertentu. Ukuran installer sebuah aplikasi Simulator ini biasanya berkisar antara dari 50 MB hingga 300an MB. Tergantung pada jenis Sistem operasinya dan juga tahun rilisnya.

Untuk perangkat Symbian yang digawangi Nokia, meski kini sudah tergolong jarang dirilis kembali namun beberapa perangkat ponsel tipe S40nya masih bisa dijumpai di pasaran. Rata-rata perangkat ini mengandalkan layar sentuh dilengkapi dengan keypad 3×4. Untuk dapat mempelajari isinya lebih jauh Kawan Tokoh bisa mengunduh aplikasi Simulatornya di alamat Nokia Developers. Aplikasi ini terbagi atas tipe sistem operasi yang dirilis dari S40 untuk Nokia type keypad numerik, S60 untuk Nokia smartphone, dan S80 untuk Nokia Communicator, serta versinya masing-masing.

Dibandingkan Symbian, ketersediaan ragam Simulator untuk perangkat BlackBerry jauh lebih banyak, bergantung pada versi sistem operasi yang dirilis dan juga seri ponsel yang ingin dicoba. Aplikasinya sendiri dapat diunduh melalui halaman web resmi BlackBerry pada bagian Support. Untuk sistem operasi versi terakhir, ukuran Installernya cukup besar kisaran 180 MB hingga 220 MB. Yang unik dalam pemanfaatan aplikasi Simulator ini adalah kemampuannya yang setara dengan perangkat sesungguhnya meski minus BlackBerry Messenger. Setidaknya Kawan Tokoh bisa memanfaatkannya untuk melakukan Update Status untuk memunculkan tulisan ‘update via BlackBerry’ di bagian bawah status update hingga mencoba satu persatu aplikasi yang terdapat dalam App World.

Lantas ada Android, sistem operasi yang dikembangkan secara khusus oleh Google, raksasa mesin pencari dengan sifat yang terbuka atau Open Source. Berbeda dengan aplikasi Simulator yang lainnya yang berdiri sendiri sesuai seri ponsel ataupun versi sistem operasinya, khusus Android menggunakan satu kesatuan aplikasi untuk semua versi dan seri ponsel. Hanya saja pemilahannya baru dilakukan saat pengguna menjalankan aplikasi Simulator tersebut. Sedikit lebih merepotkan, apabila pengunduhan Simulator lain dilakukan terlebih dahulu baru diinstalasi secara offline, tidak demikian halnya dengan Simulator Android yang proses instalasinya mutlak dilakukan secara online. Ada dua jenis Simulator yang ditawarkan, pertama, aplikasi yang berjalan di perangkat pc/notebook seperti yang disebutkan tadi, dan kedua aplikasi yang berlaku sebagai sistem operasi yang dapat dijalankan secara mandiri melalui proses booting. Untuk yang terakhir ini, file instalasi dapat disimpan dalam bentuk cd atau flash disk.

Setelah Microsoft memutuskan untuk menutup riset dan pengembangan bagi sistem operasi Windows Mobile lama mereka yang sebetulnya masih bisa dicoba juga Simulatornya, kini mereka mencoba hadir kembali dengan tampilan dan kinerja yang menggoda lewat Windows Phone versi 7.5 Mango. Serupa dengan Simulator Android yang mengharuskan proses instalasi secara online, untuk aplikasi Simulator yang dikembangkan oleh Microsoft pun demikian pula adanya. Ukuran installernya tergolong kecil, sekitar 3,4 MB saja. Namun untuk mampu menggunakannya, Microsoft mensyaratkan spesifikasi perangkat pc/notebook yang cukup besar yakni ketersediaan space untuk hasil instalasi sebesar 4 GB, penggunaan 3 GB Memory RAM serta versi sistem operasi minimal Vista atau Windows 7. Paket Instalasi ini sudah termasuk dengan aplikasi Microsoft Visual Studio yang menjadi syarat utama menjalankan Simulatornya.

Terakhir ada iOS buatan Apple yang dikenal lewat perangkat iPhone dan iPad-nya. Jika perangkat pc/notebook yang Kawan Tokoh gunakan masih mengadopsi sistem operasi Windows, maka bersiaplah untuk kecewa lantaran aplikasi Simulator untuk perangkat pintar ini hanya tersedia dalam sistem operasi Mac.
Jikapun Kawan Tokoh menemukan beberapa aplikasi Simulator iOS yang mampu dijalankan pada sistem operasi Windows, sepengetahuan kami rata-rata masih merupakan sebuah aplikasi simulasi tampilannya saja, baik yang difungsikan hanya untuk melihat perpindahan menu atau tampilan halaman web yang disajikan lewat layar perangkat.

Sebenarnya masih banyak jenis aplikasi Simulator yang dapat dicoba untuk melakukan pengujian perangkat ponsel sebelum memutuskan untuk membelinya seperti Bada yang dikembangkan oleh Samsung atau WebOS yang dikembangkan oleh Palm lalu diakuisisi oleh HP. Sayangnya perangkat-perangkat tersebut tampaknya tak lagi dirilis oleh vendor terkait atas dasar tidak berhasil dari segi komersial.

Tips memecahkan Masalah Notifikasi FaceBook for Android

Category : tentang TeKnoLoGi

Agus Sunadi, salah seorang Droiders Group BaliDroid Community jejaring sosial FaceBook beberapa waktu lalu sempat bertanya perihal tak adanya Notifikasi (pemberitahuan) dari aplikasi FaceBook for Android di perangkat yang kini ia gunakan. Padahal notifikasi lain dari akun Twitter atau Gmail bisa berfungsi Lanjtar Djaja.

Keluhan ini kemudian ditanggapi oleh Admin Group, Putra Pande, yang memberikan petunjuk penting menuju sebuah link milik TeknoUp. Dari keterangan yang ada terungkap pula bahwa Notifikasi dari aplikasi FaceBook rupanya berjalan Lantjar pada perangkat ponsel pintar bernama BlackBerry namun tidak demikian halnya dengan perangkat Android. Apakah ada kaitannya dengan pengembangan Google+ yang berusaha menyaingi keberadaan FaceBook yah ?

Terlepas dari gosip tersebut, solusi yang dapat diberikan oleh TeknoUp untuk mengatasi ketiadaan Notifikasi dari aplikasi FaceBook for Android adalah (1) meminjam perangkat BlackBerry milik teman ; (2) melakukan login akun FaceBook pada aplikasi FaceBook for BlackBerry ; (3) mengaktifkan Pengaturan Notifikasi pada opsi pilihan dan menyimpannya serta me-LogOutnya kembali.

Sayangnya, seperti yang sudah kita ketahui bersama, saya yakin akan ada satu keengganan dari pemilik Android untuk meminjam perangkat BlackBerry milik teman sejawatnya apalagi bagi mereka yang sudah kadung mengintimidasinya dengan sejuta kelebihan perangkat robot hijau ini. Gengsi dong. Hehehe… lha, trus gimana caranya ?

Gampang. Gunakan saja aplikasi BlackBerry Torch 9800 Simulator.

Bagi yang pernah melakukan aksi ‘Update Status via FaceBook for BlackBerry ‘ (dalam arti sebenarnya -bukan memanfaatkan aplikasi Status Via-) tanpa harus memiliki perangkat BlackBerry, saya yakin sudah punya aplikasi Simulator yang satu ini. Berukuran sebesar 122 MegaBytes, aplikasi BlackBerry Torch 9800 Simulator ini dapat diunduh melalui alamat resmi BlackBerry di dunia maya.

Setelah diinstalasi, jalankan aplikasinya dan masuk ke halaman Menu dengan menekan dua kali tombol berlogo BlackBerry yang ada dibawah layar. Apabila aplikasi FaceBook tidak terpantau dalam barisan Menu yang ada, silahkan pilih dan masuk ke Menu BlackBerry App World. Untuk melakukan pengunduhan terhadap aplikasi FaceBook for BlackBerry, silahkan buat akun BlackBerry ID terlebih dahulu dengan menggunakan alamat email yang dimiliki.

Langkah selanjutnya adalah masuk ke akun FaceBook dengan memasukkan user ID berupa alamat email dan password yang digunakan, kemudian tunggu proses hingga selesai. Setelah itu, silahkan tekan tombol berlogo BlackBerry untuk masuk ke Menu Pilihan (Options), centangkan opsi FaceBook Notification, simpan dan tutup aplikasi Simulator tersebut.

Jika langkah telah selesai dilakukan silahkan melakukan LogOut dan Login kembali akun FaceBook pada perangkat Android dan tunggu hasilnya. Notifikasi yang datang dari aplikasi FaceBook for Android akan bereaksi seperti harapan ketika teman memberikan tanggapan ataupun meninggalkan pesan pada halaman akun FaceBook.

Mudah bukan ?

iPad dan iPhone Simulator ? Enggak Deh…

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Hanya gara-gara penasaran dengan pengalaman menjajal Simulator Development produk iPad dan iPhone, sayapun kembali berburu kedua aplikasi tersebut di dunia maya. Namun, seperti halnya tulisan saya terdahulu terkait iPhone Simulator yang hanya sekedar animasi, kali ini pun saya kembali menelan pil pahit. Rupanya Simulator yang dimaksudkan disini memang hanya sebuah simulator dengan sekian banyak keterbatasan.

Untuk bisa menjalankan kedua aplikasi ini pada PC, dibutuhkan aplikasi Adobe Air sebagai dasar pijakannya. Adobe Air sendiri bisa didapatkan di halaman web resmi milik Adobe secara Gratis. Untuk Simulator iPad hanya berukuran 1,289 MB saja sedangkan Simulator iPhone sedikit lebih besar sekitar 4,250 MB.

Mengingat ukuran kedua Simulator ini cukup hemat dibandingkan Simulator system operasi atau perangkat lainnya, kemampuannya pun tergolong hemat dan ‘sangat menggemaskan’. Hehehe…

Simulator iPad hanya bisa digunakan pada fitur atau icon Browsernya saja. Itupun fungsi daripada browser ini tidak lebih dari hanya untuk memperlihatkan halaman web secara tampilan iPad. Tidak berlaku untuk aktiftas jari (dalam hal ini mouse) untuk mencubit, typing dan lain sebagainya. Jadi bagi yang penasaran dengan bagaimana tampilan halaman blog www.pandebaik.com dalam layar iPad, silahkan mencobanya langsung. Sayangnya, ketika layar dirotasi menjadi landscape, tampilan halaman tidak ikut berubah rotasinya. Jadi Mengingatkan saya pada video amatir artis Indonesia beberapa waktu lalu. Untuk bisa mengoperasikannya dibutuhkan koneksi internet tentu saja. Bagi saya pribadi, ketimbang dijadikan aplikasi, bukankah sebaiknya dibuatkan dalam bentuk sebuah halaman blog ? lebih mudah, lebih simple dan jelas tidak mengecewakan.

Mengecewakan dalam hal mencoba Simulator iPad, makin menjadi ketika saya mencoba Simulator iPhone. Namun untuk kali ini masih tergolong mending ketimbang animasi iPhone Simulator seperti yang saya tuliskan terdahulu. Hanya saja, untuk mencoba fitur ponsel (calling) yang ada dalam aplikasi Simulator ini, pengguna diwajibkan mendaftar dahulu pada satu layanan Ribbit. Wah, ribet banged.

Selebihnya, hampir tak ada layanan lain yang bisa digunakan seperti halnya App World dalam Simulator BlackBerry 9800 Torch Misalnya atau bahkan fitur Browser yang benar-benar mampu menampilkan Update Status berlogo BlackBerry.

Dua kali kecewa hanya lantaran penasaran ingin mencoba Simulator produk yang kabarnya paling keren sejagat ini, barangkali lebih baik saya mencoba produk aslinya saja langsung. Ada yang berminat meminjamkannya ? iPad 3G ? iPhone 4 ? atau sekalian menghibahkannya juga boleh. :p