Sepultura, obat galau era kekinian

Category : tentang KeseHaRian

Lama gak menikmati musik Thrash Metal rasanya semua beban menclok di kepala hingga membuat suasana hati segalau-galaunya. Kurang lebih begitu yang dirasa Senin pagintadi saat berangkat ngantor sendirian didalam mobil, pasca begadang malam sebelumnya, mengestimasi usulan para anggota Dewan Kabupaten Badung. Tapi gak lama sih, karena begitu kendaraan masuk ke ruang henti di persimpangan Ubung, langsung saja ide untuk menyajikan video hasil unduhan minggu kemarin terwujud. dan inilah mereka.
Sepultura.

Sepultura PanDeBaik

Refuse/Resist… Arise… Altered State… hingga Choke, video official mereka satu persatu hadir dengan volume membahana. Sengaja membuka kaca pintu kendaraan agar musik sedashyat ini bisa dinikmati oleh banyak orang yang lalu lalang menyalip laju atau berhenti di lampu merah. Selain memang sedang ingin menikmati teriknya matahari pagi di sepanjang perjalanan menuju kantor.

Saya mengenal Sepultura tepatnya saat album Arise dirilis. Adalah Mangku, kawan masa SMA yang sering saya tumpangi berangkat sekolah selalu memutar kaset dengan audio yang membuat degub jantung meloncat keluar dada, bolak balik hingga saat pulang sekalipun. Alhasil, selera musik yang awalnya hanya berkonsentrasi di sosok Iwan Fals, harus berpindah paksa ke dentuman drum Igor Cavalera dan auman sang kakak Max Cavalera. Dua sosok yang pada era kekinian sudah gak lagi hadir menyandang nama Sepultura.

Max setahu saya diganti pada album Againt itu, sedang Igor entah kapan. Taunya ya kaget gitu, eh kok jauh lebih muda nih drummernya.
Pantes saja kalo kedua mantan personil ini hadir di live concert-nya NailBomb. Grup sempalannya Sepultura yang punya ke-khas-an musik laiknya album terakhir mereka Chaos AD dan best mix jaman itu.

Berhubung kenal dan mengikuti perjalanan mereka sejak album pertama hingga Against, maka praktis karya musisi kelahiran Brazil ini gak banyak yang saya tahu pasca album tersebut diedarkan.
Bahkan untuk album bernuansa warna kuning ini saja, gak semua lagu saya hafal.
Tapi sudahlah. Toh beberapa musik video dan juga live concert hasil unduhan ini lebih banyak membawakan reportoar album lama. Jadi nikmati saja.

Mari ber-headbang kawan…

Sepultura live Performance @GOR Ngurah Rai ?

1

Category : tentang KHayaLan

Kabar mengejutkan ini pertama kali hadir di telinga dari dua Rekan kantor yang tempo hari sempat menyaksikan Live performance-nya Iron Maiden di GWK, Dewa Gama ‘Namaste’ dan Putu Budayasa. Mereka menawarkan pembelian tiket konser Pre Sale yang kalo gag salah dijual sekitar 225 ribu dari harga normal nantinya 275 ribu.

Ada sedikit rasa ragu dalam menjawab penawaran yang mereka berikan saat itu. Namun karena ini Sepultura dan lokasinya masih dekat rumah, ya sudah… disetujui saja.

Sepultura memang pernah menjadi satu dari beberapa grup cadas yang menjadi favorit bahkan kinipun masih masuk dalam daftar putar 4GB musik yang menemani waktu selama berkendara. Sayangnya seiring bertambahnya usia pula kesempatan, nama Sepultura tak lagi keras gaungnya di telinga ini.

Perubahan. Barangkali itu yang menjadi alasan terkuat mengapa nama Sepultura tak lagi terasa menghentak saat disebutkan. Meliputi jenis musik, personil hingga masa yang sudah jauh berubah mengakibatkan Sepultura barangkali hanya patut saya anggap sebagai Legenda Hidup layaknya Iwan Fals di Tanah Air.

Sepultura kini tak lagi menyajikan Cavalera bersaudara. Dua tandem yang dahulu begitu powerfull menggawangi sejak album pertama. Max keluar saat Against dirilis, digantikan Derrick Green yang punya suara Growl dalem banget. Secara album, vokalnya memang keren… tapi saat live Performance seperti yang saya unduh dari YouTube, malah terasa tersengal-sengal dan gag real seperti pada albumnya. Berbeda dengan Max Cavalera. Igor sendiri dikabarkan baru keluar dari Grup pasca rilis album Dante XXI yang digantikan oleh seorang drummer asal Brazil Eloy Casagrande. Praktis lineup Sepultura yang masih tersisa hanya bassist Paulo Jr dan Guitarist Andreas Kisser.

Saya pribadi hanya mengikuti perkembangan terakhir sampai saat album Nation dirilis. Waktu itupun gag semua karya Sepultura yang mampu saya pahami. Bisa dikatakan, masa emas sejak album Morbid Visions sampai Roots saja yang begitu familiar terdengar di telinga. Sedangkan album Revolusong, RoorBack, Dante XXI, A-Lex dan Kairos, gag satupun yang saya tau dan pernah dengar…

Khawatirnya sih, set list yang bakalan dibawakan saat Live Performance @GOR Ngurah Rai nanti bakalan diambil lebih banyak dari lima album terakhir ini, sehingga apa yang saya harapkan untuk bisa dilihat penampilannya sangat sedikit yang mampu memuaskan hasrat selama ini.

Tapi yah… ditunggu saja penampilannya nanti. Salam Metal kawan-kawan… Sampai Jumpa di Lokasi

Menghabisi Sepultura Mensyukuri YouTube

3

Category : tentang InSPiRasi

Brazil selain dikenal dengan tim sepakbolanya yang solid, bagi saya pribadi merupakan negara yang melahirkan sebuah grup beraliran Thrash sedemikian fenomenal hingga mampu mengguncangkan dunia. Sepultura, saya mengenalnya dari seorang teman sekolah yang dahulu kerap saya ganggu waktunya setiap pagi sekitar tahun 1992. Hingar bingar tembang cadas Arise begitu saya nikmati lewat dentuman sound yang ditanamkan dalam mobil jimny kotak berwarna putih milik si teman.

Sepultura yang saya kenal saat itu masih digawangi oleh duo Cavalera yaitu Max (lead vocal) dan Igor (drum) beserta dua punggawanya Andreas Kisser (lead guitar) dan Paulo Jr. (bass).

Kalau tidak salah ingat, masa-masa itu adalah masa dimana Sepultura masih disejajarkan dengan Metallica, sebuah grup rock cadas yang baru saja melahirkan sebuah album berwarna hitam dengan gambar ular yang hanya bisa dilihat dari sudut tertentu. Mengenal Arise seperti membawa hawa baru dalam nuansa bermusik yang saat itu masih didominasi oleh suara lantangnya Iwan Fals, Swami dan Kantata Takwa. Altered State merupakan jalan pembuka bagi semua.

Makin tinggi pendidikan yang saya kenyam, nama Sepultura tetap merupakan yang terbaik yang saya kenal. Kendati banyak nama yang disuntikkan oleh duo bersaudara penikmat genre Thrash, Desi dan Juni (keduanya laki-laki tulen loh) tak memupus nikmatnya raungan garang sang vokalis yang akhirnya mampu jua saya tirukan suaranya. Napalm Death, Suffocation, Obituary dan masih banyak lagi.

Pasca Arise, saya mulai mengoleksi album-album yang mereka rilis seperti Chaos AD, Roots, The Roots of Sepultura, Live Bercelona hingga yang kemudian sangat mencengangkan bagi saya, Against. Di album ini peran lead vocal telah digantikan oleh Derrick Green yang memiliki suara growl yang bagi saya malah menjadi jauh lebih dashyat. Wajah kulit berwarnanya makin saya kenal melalui majalah remaja yang juga fokus pada musik, HAI yang menurunkan liputan mereka saat konser musik Rock In Rio. Max Cavalera sendiri kabarnya keluar dan membentuk band baru bertitel Nailbomb dan Soulfly.

Ditengah pergeseran kenikmatan mendengarkan musik bertemakan cinta, Against adalah album terakhir yang saya nikmati secara keseluruhan. Kendati demikian saya tetap memantau sejauh apa perkembangan album yang mereka rilis.

Bersyukur masih bisa menikmati perkembangan teknologi informasi terkini, YouTube adalah salah satunya. Penyedia jutaan video dari amatiran hingga resmi berkumpul menjadi satu dan dengan bantuan aplikasi tambahan, video tersebut dapat diunduh dan dinikmati saat senggang. Hunting video musik Sepultura hanyalah satu dari sekian banyak yang saya buru sejauh ini, apalagi koneksi yang saya gunakan sudah pada tahap unlimited. Tidak hanya video musik resminya saja, tapi juga live concert sejak masa jaya hingga masa saya mulai melupakannya.

Banyak album yang mereka miliki akhirnya tidak saya ketahui, diantaranya Nation, Revolusong, Roorback, Dante XXI dan A-Lex. Demikian pula dengan perubahan formasi yang pada akhirnya tidak lagi digawangi oleh Cavalera. Posisinya digantikan oleh Jean Dollabela. Makin jauh saja rasanya.

Keingintahuan akan ‘seperti apa sih Sepultura di era terkini atau dimana keberadaan duo Cavalera agaknya sudah bisa terjawab dengan bantuan YouTube. Satu persatu video live concert mereka saya unduh dan cermati. Banyak yang berubah, demikian pula saya.

Donlot YouTube 2 : Kenapa harus SepuLtura ?

1

Category : tentang KHayaLan

Diurutan kedua aktivitas donlot video musik, tentu saja Sepultura. Mengapa harus Sepultura dan mengapa turun ke nomor dua ?

sepulturaz.jpg

Karena grup cadas ini merupakan favorit dan wajib dengar sejak jaman sma, yang waktu itu kalo ndak salah baru saja merilis album Arise, bersaing dengan album Black milik Metallica.

Grup yang tergolong sebagai Thrash Metal jaman itu memiliki kualitas jauh diatas rata-rata dibanding grup seangkatannya (ini pendapat pribadi loh) walopun gak menutup grup lain macam Obituary, mendapat tempat pula pada musik yang layak dikoleksi saat itu.

Kalo diingat, keheranan ortu masih tetap ada hingga kini, lantaran kok bisa saya itu ketiduran saat denger nomor-nomor cadas besutan grup beberapa tahun terakhir, padahal kalo orang laen yang bisa bikin tidur itu kalo denger Rindik atau instrument mendayu-dayu lainnya.

Lha ini ? Peduli apa dengan pendapat orang laen, yang pasti after album Arise tadi, masih ada album lain macem Chaos AD, Roots hingga Against dan Roorback. Lantas kenapa bisa nomor dua ?

Karena video musik mereka baik clip hingga live konsernya masih bisa didapatkan dalam bentuk keping dvd, sehingga hanya beberapa saja yang dicari untuk sekedar dikoleksi.

Nah, ngomong2 di peringkat ketiga, video apa dong yang dikoleksi ?