Kenakalan Anak Sekolah

Category : tentang Opini

Sebetulnya saya enggan kalo ngomongin soal satu ini, karena bukan ahlinya pula bukan orang yang paham akan kondisi lapangan yang sebenarnya.
Akan tetapi ketika mendengar dan mendapat masukan dari yang lain, sempat tergelitik juga untuk mengungkapkannya di halaman ini.
Hanya di halaman ini saja.
Ya anggaplah ini hanya sesi curhatan saya.

Soal kenakalan anak sekolah, jaman menjalaninya ya sekali dua pernah juga melakukan, terlibat didalamnya, menjadi korban, bahkan ketahuan. Namun ketika disandingkan dengan posisi yang dialami putri pertama saya, mirip dengan cerita shitnetron televisi, ya agak geregetan juga jadinya.
Pengen melabrak, tapi kok ya ini anak-anak sekolah SD kelas 4, atau dibiarkan tapi kok ya eman diteruskan tanpa adanya pengawasan dari orang tua.
Jadi ceritanya ingin share dengan para orang tua dulu deh paling aman.

Melihat adanya kenakalan anak sekolah SD kek gini, mengingatkan juga kisah cerita almarhum kakak saat ia masih menjejak masa sekolahnya dulu. Punya kawan baik sesama perempuan, yang kadang menjadi sahabat di kala duka, juga musuh saat berbeda pemikiran. Sementara saya, bisa jadi pernah tapi sepertinya tak separah itu. Mungkin karena kami laki-laki, jadi tak terlalu dalam lah perbedaannya terasa.

Nah balik lagi ke persoalan kenakalan anak sekolah, kalo didiamkan ya lama-lama bikin geregetan juga. Mengingat oknum yang sepertinya ingin berkuasa dan semua teman tunduk padanya ini, mirip dengan karakter antagonis yang diperankan begitu licik dan sinisnya dalam episode shitnetron tadi. Antara pengen ngejambak dan menampar si anak dan ngingetin bahwa apa yang dilakukannya itu tidak baik, atau membalikkan keadaan sesekali agar dia pernah berada di posisi korban. Tapi eh ya ndak boleh seperti itu kan ya ?

Punya Anak PG (lagi)

Category : tentang Buah Hati

Lama gak berkabar tentang putri putri kami, di tahun 2016 ini malah sudah punya anak PG (lagi). Kali kedua.
Ya, di usianya yang menginjak 3,5 tahun kini giliran Intan bersekolah di TK Lokasari. Itupun karena keinginannya bersekolah makin lama makin besar, setelah melihat banyaknya fasilitas mainan anak di pelataran halaman sekolah.
Hmmm… Namanya juga anak anak.

Seperti halnya si kakak yang begitu masuk PG memiliki perwajahan gembul, Intan pun demikian adanya. Cuma ia jauh lebih tabah dan berani, sekaligus punya temperamen keras. Jauh lebih keras dari kakaknya. Weleh…

Intan PanDe Baik

Sudah begitu, ia juga lebih cuek. Menjadikannya sedikit lebih malas dari si kakak baik dari segi kerajinan masuk sekolah maupun aktifitas dalam kelas. Khusus yang satu ini rasanya sebagian besar isi kepalanya masih dipenuhi dengan keinginan main. He…

Ndak sedikit komentar gurunya yang disampaikan langsung maupun lewat kakeknya yang kerap mengantarkannya di hari kerja. Ini anak memang beda kelakuannya. Hahaha…

Tapi senang juga sih sekali waktu bisa antar Intan bersekolah dan menungguinya Sabtu pagi. Sambil berjemur di bawah bale kulkul. Cari matahari pagi barang sebentar.

He… Gak terasa ya waktu cepat berlalu ?

Menunggui Mirah Pulang Sekolah

Category : tentang Buah Hati

Suasananya ramai. Anak-anak lalu lalang berlarian kesana kemari tanpa arah yang jelas. Dari yang berbaju batik sampai endek biru campur aduk jadi satu. Tapi wajah Mirah, putri pertama kami tak tampak disitu.

Waktu yang berjalan sebetulnya belum menunjukkan jam pulang, jadi sepertinya masih sempat menyeruput segelas kopi di kantin belakang sekolah. Wajah Mirah tak jua kujumpai dibeberapa meja makan yang ada didepan kantin.

Empat gadis cilik yang kutanyai rupanya teman sekelas Mirah. Dan dari merekalah aku mengetahui jika ia masih berada di lantai atas, di dalam kelas. Ya sudah, kuhabiskan saja kopiku dulu.

Mata pun menerawang jauh ke arah barat. Lorong yang dahulu menghubungkan area SD 1-2 Saraswati dengan SLUB kini sudah jauh lebih terang benderang warnanya. Gerbang barat pun kini tampak lebih dekat dari perkiraan. Gedung yang ada di kiri kanannya pun sudah berganti rupa. Yang dahulunya merupakan bangunan bertingkat kini hanya berlantai satu dan sebaliknya. Lumayan bikin pangling bagi mereka yang merupakan alumnus sini.

Halaman bermain disebelah pelinggih yang dahulu sering kami tongkrongi, kini sudah dipagari. Semua berpindah ke halaman utama yang kini telah diperkeras tanpa pohon. Beralih fungsi menjadi lapangan upacara bendera, area olahraga dan aktifitas kurikuler. Jadi lebih lapang tentu saja.

Toilet bau dan kotor yang dahulu menjadi cerita seram dan berhantu bagi siapapun di masa lampau, kini sudah berubah menjadi sebuah perpustakaan milik yayasan. Rasanya sih sudah gag ada lagi sisi seramnya, apalagi disebelahnya terdapat kantin milik tetangga, SD 2 Saraswati plus usaha fotocopy.

Ruang kesenian yang dahulu ada di belakang kelaspun kini telah berpindah ke sisi paling timur, tepatnya di sebelah area pelinggih. Suara gambelan pun bertalu berpadu dengan riuh teriakan anak-anak yang mulai tampak berbaris rapi di lantai bawah.

Mirah menjadi Sekretaris Kelas, kata Ibu Murni, wali kelasnya. Mih, bisa apa ya si Mirah nanti mengingat jenjang yang baru menginjak kelas 1 SD ? Karakter yang kalem, tambah si Ibu Guru. Wah… apa gag salah tuh ? Hehehe…

Aku melangkah ke lantai bawah, menuju tempat lowong di pinggiran lantai lalu mulai menulis. Waktu menunggu begini memang paling enak untuk menuangkan ide.
Yah… sebagaimana yang kalian baca sedari tadi.

Great Teacher Onizuka – eBook asyik 21 tahun keatas

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Akhirnya kesampean juga niatnya nih… membaca tuntas komik Djadoel GTO alias Great Teacher Onizuka hingga buku ke-25…
Berawal dari rasa penasaran akan koleksi komik GTO milik sepupu yang kalo gag salah hanya ‘berakhir’ hingga seri 20/21, kelihatannya memiliki masalah makin pelik dan sulit dipahami gegara bolongnya seri di akhir belasan. Dan setelah mengubek-ubek seisi dunia maya dan tidak menemukan edisi berBahasa Nasional, maka seperti biasanya, Torrents menjadi akhir dari semua solusi… Done, ketemu… meski dalam bahasa English.
Dan kalian tahu ? usaha donlot gak kurang dari 1 GB pun memang worth it dengan hasilnya. Semua edisi lengkap, meski untuk bisa menggabungkannya agar enak dibaca, perlu sedikit trick khusus. Apalagi media bacanya juga gag kalah asyik, tablet Android. Hehehe…
Sudah menjadi kebiasaan kalo semua koleksi eBook dari yang Djadoel, berbau pornoaksi hingga teknologi terkini dikumpulkan dan dimaintenance secara berkala di perangkat TabletPC Android agar tidak menuh-menuhin bungkusnya *eh sdcardnya, sehingga sesaat sebelum tidur ataupun sedang menunggu dan senggang, inilah yang jadi pelampiasan membunuh waktu. Jikapun sudah merasa gag dibutuhkan lagi, tinggal pindah ke laptop, burning ke dvd cakram, lalu hapus permanen. Gampang kan ?
Balik ke GTO, saya yakin bagi penggemar komik manga Jepang, sudah tau apa isinya, kisah maupun ciri khasnya.
Sebagai salah satu komik remaja menuju dewasa, hal paling sering yang ditemui adalah cewe seksi, berbalut rok mini, cd bahkan di edisi English beberapa malah gag dibumbui gambar kotak-kotak atau dikaburkan. Hehehe… jadi makin nikmat saat membacanya. Sudah gitu dihiasi pula dengan perkelahian dan pertempuran yang berdarah-darah, bahasa slengean yang… yah, gag usah dilanjutin deh… pokoknya kalian musti baca.
Kisahnya ya seputar dunia sekolahan yang dalam hal ini penuh intrik khas anak sekolah, yang sedikit sadis mengingat misinya adalah menghancurkan para guru dan integritas mereka dengan segala cara, tujuannya agar mereka di’hajar’ sehingga memiliki alasan untuk melaporkan tindakan pada orang tua ataupun komite.
Onizuka, tepatnya Eikichi Onizuka adalah bintang utamanya, seorang pemuda khas anak jalanan, dalam arti sebenarnya, memutuskan untuk menjadi seorang guru, hanya karena tergiur dengan hadirnya cewe cewe bening dan seksi sebagai murid sekolahan level smp-sma. Harapannya tentu sederhana, bisa dekat bahkan ‘mendapatkan’ salah satunya untuk sarapan pagi. *uhuk yah, begitulah maksudnya :p
Uniknya, meski Onizuka adalah produk jalanan, namun berkat integritasnya yang jujur *uhuk mampu mendatangkan hasil yang baik, walaupun secara proses harus melalui hal-hal sulit, kocak hingga menyakitkan. Well, termasuk kepentingan para murid yang ingin mengerjai guru mereka.
Membaca satu persatu seri buku GTO, sedikit banyak bakalan mengingatkan kita pada masa-masa sekolah SMP hingga SMA yang memang memiliki sejuta kenangan, baik kenakalan remaja, kisah cinta hingga guyonan sesama teman. Dan sayapun yakin, banyak diantara kalian yang kangen masa-masa itu bahkan jikapun bisa, ingin rasanya memutar balik waktu untuk bisa mengulanginya dengan cara yang sedikit lebih santai…
Satu-satunya hal yang paling sulit dalam menikmati 25 seri edisi komik GTO adalah persoalan Bahasa English yang tidak sepenuhnya dapat saya pahami, mengingat secara gambar rupanya jauh lebih menarik untuk ditelaah oleh mata, ketimbang membaca dan mengerti kalimat yang diucapkan. Barangkali kelak kalopun ada waktu, kalimat ini bakalan saya pahami sambil mengingat kembali alur ceritanya.
Untuk sementara, biarlah demikian adanya…
Bagi kalian yang berminat mengcopy-nya, bawakan saja Flash Disk yang tersisa barang 1,5 GB ke saya. Jangan lupa dari segi usia minimal ya 21 tahun lah, biar gag terpengaruh akan edannya moral yang dituangkan dalam gambar. *uhuk

Hari Pertama Sekolah MiRah GayatriDewi

7

Category : tentang Buah Hati

Rasanya baru kemarin MiRah GayatriDewi, putri kecil kami lahir. Eh, hari ini (11 Jul lalu-Red) ia sudah memasuki hari sekolahnya yang pertama. PlayGroup.

Rencana MiRah untuk ikut serta dalam tahap sekolahan PlayGroup yang secara kebetulan berlokasi di Banjar Taensiat lingkungan rumah, sebetulnya sudah lama kami pikirkan bersama. Tujuannya Cuma satu. Agar MiRah bisa bergaul dan bersosialisasi dengan anak seusianya lebih dini. Mengingat lingkungan rumah tak lagi ramah untuk mau menyapanya.

Maka, sedari satu dua bulan sebelumnya, pelan-pelan MiRah kami tanamkan bahan ajaran awal terkait Angka dan Huruf. Meski terkadang mengalami kesulitan dalam memperkenalkan semua itu, MiRah terpantau cukup mampu untuk mengenali karakter Angka dan menuliskannya satu persatu meski harus diberikan sedikit ‘Clue atau petunjuk terlebih dahulu. Seperti angka 7 yang menyerupai sosok putrinya Mr.Crab, pemilik restoran Crabby Patty-nya Sponge BoB, atau angka 8 yang merupakan dua telor bertumpuk.

Untuk Hari Pertama MiRah bersekolah, ia diantar langsung oleh Ibunya yang memang secara khusus memohon ijin kantor, untuk absen setengah hari. Padahal sedari awal MiRah sudah tegas mengatakan bahwa ia akan diantar Kakek Neneknya dengan berjalan kaki.

Ketidaksabaran MiRah akan hari pertama sekolahnya ini sudah tampak sejak sehari sebelumnya. Ia selalu bertanya bagaimana sekolah itu, apa yang harus dibawa dan apa yang diberikan. Namun, sejelas apapun kami menerangkannya, hanya satu kesimpulan yang dia dapat, bahwa di sekolah akan diberi makanan dan susu. Hehehe…

Pukul 5.30 pagi MiRah terjaga dari tidur tanpa dibangunkan. Kalimat pertama yang terlontar adalah “sekolah yuk Pak…” dengan nada yang keras. Walah… ni anak semangat 45 rupanya. Maka usai mandipun MiRah dengan segera meminta untuk dikenakan baju seragam yang seupa anak TK namun tanpa Badge untuk membedakannya.

Sebelum berangkat, MiRah saya sempatkan untuk berpose sebentar dengan menggunakan seragam barunya. Cantik bukan ?