Musim Panen Telah Usai

Category : tentang KeseHaRian

Panas matahari di siang yang terik gak memupuskan keinginanku untuk berjalan di silaunya limestone yang telah ditebarkan disepanjang jalan tembus, rencana peningkatan jalan dari Kubu Gunung ke LC Gatsu Utara, karena ini memang sudah tugas, Men.Di kanan kiri ruas jalan baru, terlihat sisa hamparan padi yang menguning namun sudah selesai di panen, menyisakan sedikit batang bawahnya saja. Mungkin sudah waktunya atau mungkin saja karena pengaruh pembangunan jalan baru yang memotong kurang lebih selebar 8 meter areal tersebut.

Pemandangan ini jelas berbeda dengan sawah yang ada didepan rumah Istri, Babakan – Canggu, yang pada hari itu sebagian padi yang ditanam sudah tinggi namun masih hijau, dan sebagian lagi baru saja ditanam dan dipupuk.

Petani kini mungkin tak lagi mengandalkan asap dapurnya dari penghasilan penjualan padi yang katanya rendah, namun ada sebagian yang aku ajak bincang-bincang, mulai menawarkan lahannya untuk dibangun ruko maupun rumah kos, berhubung jalan baru sudah setengah jadi dibangun.

Satu keuntungan bagi pemilik lahan yang letaknya dibagian pinggiran jalan.

Ternyata Bali Masih Punya Sawah

Category : tentang KeseHaRian

Diundang ke Resepsi Pernikahan seorang teman di Desa Rejasa, Tabanan, benar-benar membuatku sedikit tercengang akan hamparan luas jalur hijau yang terdapat di kiri kanan jalan yang panjangnya kurang lebih 2 kilometeran.
Mata yang setiap hari melihat angkuhnya bangunan ruko yang sedang maupun sudah terbangun, kini terasa sejuk dengan alam yang begitu indah dan asri, sayang gak bawa kamera untuk mengabadikannya.Saat pulangpun begitu, mencoba jalur alternatif, ke arah Kaba-kaba tembus ke Munggu Kabupaten Badung, sawah juga terlihat terhampar demikian luasnya.
Namun hati tetap saja tak tenang, sampai kapan lahan hijau ini akan bertahan, apalagi pajak tanah yang kini mungkin makin meninggi, membuat para pemilik lahan bingung memikirkan bagaimana cara untuk membayar pajak tersebut.
Mungkin saja, satu-satunya cara adalah dengan membangun lahan tersebut menjadi investasi yang bisa mengembalikan modal untuk pajak tadi.

Ah, andai saja ada kebijakan pajak untuk jalur hijau ya…..

Panen Padi

Category : tentang KeseHaRian

Saat bertugas mengawasi pelaksanaan jalan tembus Kubu Gunung di siang hari, terlihat dikiri kanan ruas jalan yang dikerjakan, beberapa orang sibuk memanen adi yang sudah menguning.Ternyata dihari gini, masih ada yang mau untuk bertani, ditengah arus teknologi dan pariwisata di Bali. Namun terasa getir saat tahu, bahwa orang-orang tersebut tak satupun tenaga lokal Bali.

Benar kata Pak Wali Kota saat pemberian ucapan Terima Kasih atas Kebersihan Kota Denpasar, sudah seharusnya kita berterima kasih pada tenaga luar, yang umumnya dari Jawa, karena mereka masih mau turun ke selokan got, untuk membersihkan saluran, sedangkan tenaga lokal, mungkin masih merasa malu untuk melakukannya. Begitu pula dengan pekerjaan ini.
Lebih memilih menjadi karyawan bidang teknologi maupun pariwisata.

Beruntung rasanya masih bisa melihat padi yang menguning, namun riuh orang yang memanen padi, agaknya sudah tak ada lagi.

Malangnya Sawah Negeri ini

1

Category : tentang KeseHaRian

Pulang survey Rabu kemarin, sempet mampir ke Rumah Jabatan Kadis di Jalan Kebo Iwa. Terpana sesaat ngliat sawah, yang dulunya jauh-jauh aku cari sampe ke Taman Ayun, Cuma ingin duduk diem di tengah hamparan hijau. Kata orang ‘sok puitis…’ Hehehe…

Terlintas bayangan, mau jadi apa sawah ini 10 tahun lagi ? eh 5 tahun lagi ? atau malah setahun lagi ? mungkin aja bakalan jadi bangunan yang katanya Semi Permanen, trus ijin membangun pun dikeluarkan, padahal menurut papan Peruntukan deket situ, ni areal merupakan Lahan Terbuka Hijau.

Lagi-lagi ndak bisa upload foto…. duuh

Pernah melintas di jalan menuju Legian Kuta, dari arah perempatan Kerobokan ? di jalur PetiTenget ?
Itu Lahan Terbuka Hijau… lihat papan Peruntukan Lahan di dekat perempatan lampu merah LP-PetiTenget.
Tapi kenyataannya ? kawasan ini malah penuh bangunan-bangunan yang bersifat semi permanen (dan itu diijinkan dibangun dikawasan tersebut), karena berbahan baku bambu dan kayu, bukan tembok bata, digunakan untuk ngejual kerajinan keramik atau tanaman hias… yang sayangnya… digunakan pula sebagai tempat tinggal yang bersangkutan. ealah…

Atau pernah melintas di kawasan Tanjung Bungkak menuju Sanur ? Areal sebelah timur jalan, setelah Kuburan di persimpangan pertigaan itu areal apa hayo ? Namun kenyataannya malah penuh pedagang tanaman hias yang juga tinggal dan tidur disitu…

Pernah maen ke pelosok Jalan Marlboro ‘Teuku Umar Barat ?
Lantaran keseringan dapet tugas nge-Tim bareng Dinas lain, sekedar untuk ngecek perijinan lahan yang akan dibangun Perumahan, berkesempatan pula melihat isinya. Sawah-sawah sudah berubah fungsi menjadi Ruko, Perumahan sampai rumah-rumah kumuh yang dipenuhi para pendatang.

Mungkin para petani sudah bosan menanam lahannya, karena bangsa ini lebih suka mendatangkan beras impor, daripada membeli beras lokal ?

Mungkin karena harga jual beras saat panen, tidak sebesar harga jual atau kontrak lahan pertahunnya, jika dipakai untuk fungsi lain ?

Jadi wajarlah, jika masih terpana demi melihat sawah terbentang luas dipenuhi padi yang menghijau.

Sampai kapan ya, sawah-sawah ini akan bertahan ?