Note 5… Migrasi ndak ya ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Minggu pagi baca eBook hasil unduhan di aplikasi S Lime, rasanya mengkeret saat menemukan artikel review salah satu ponsel flagship milik Samsung bertajuk Note, seri terkini dari yang pernah ada dan hadir dalam balutan material logam. Mantap pastinya.

Tapi sebelum itu, pas kapan seorang senior di dunia birokrasi sempat chat malam-malam membanggakan handset iPhone 6 yang baru dibelinya dan mengaku tak ingin lagi berpindah ke lain merek alias menekankan Android itu… so last years.
He… Intinya Beliau ini sangat puas dengan performa dan kehandalan Apple series yang di-Mak Erot-kan ukurannya, dan berusaha mematahkan semua kebanggaan saya akan Note 3 yang hingga kini masih dipake untuk segala aktifitas. Ya, segala aktifitas.

Bisa dikatakan sejak pegang Note 3, Galaxy series milik Samsung yang tempo hari harga awalnya tembus di angka 7 jutaan ini, nyaris menggantikan semua aktifitas yang biasanya saya lakoni saat senggang. Kini, laptop hanya disentuh saat diperlukan untuk menyusun Laporan atau Karya Tulis yang jumlahnya berlembar-lembar. Sedang jika hanya berupa Notulen bahkan tulisan Blog, bisa diselesaikan dengan aplikasi Evernote. Tabletpc 7 inchi yang dahulu menemani, kini sudah dihibahkan sepenuhnya pada anak.
Sudah cukup puas dengan layar lebar Note series ini.

Sedang dari Performa sebetulnya sudah sangat memuaskan untuk ukuran sejauh ini. Yang namanya Lag ya biasalah, macam tubuh manusia, gak seterusnya bisa berfungsi maksimal. Cuma perlu dimaklumi saja, sisanya masih mantap kok.

Note 7 PanDeBaik

Samsung Galaxy Note 5. Punya spesifikasi yang mirip dengan kedua kakaknya terdahulu. Note 3 dan Note 4. Hanya kali ini ada penambahan space RAM jadi 4 GB. Tapi sejauh sistem Android masih sama, rasanya tetap saja memory yang tersisa gak sampai 1 GB. Infonya sih nanti di OS versi baru, bakalan diubah pola pikirnya.

Sedangkan iPhone ? Hingga saat ini mungkin masih belum aja. Saya masih mencintai pola pikir ‘Copy Paste’ yang dahulu pernah diingatkan pengguna Apple untuk ditinggalkan. Sayangnya lingkungan dimana saya hidup dan tinggal, belum semua memiliki dan menggunakan perangkat yang setara atau serupa.
Masih ada yang betah menggunakan ponsel Jadul dengan konektivitas Bluetooth saja sebagai sambungan. Akan susah bertukar file jika kita menggunakan Apple yang murni mengandalkan jaringan Internet. Tapi yah… kembali pada kebutuhan dan kepentingan sih sebenarnya.

Jadi kalo saat ini ada yang menawarkan untuk Migrasi dari Note 3 ke Note 5, rasanya eman membuang uang sedemikian banyak, toh secara kebutuhan belum perlu sejauh itu. Akan tetapi kalo ada yang mau menawarkannya gratis…
Ya…
Siapa sih yang bisa menolaknya ?
He…

S Lime, Solusi Murah Baca Media Digital

Category : tentang TeKnoLoGi

Salah satu aktifitas yang makin saya gemari ketika berkenalan dengan perangkat Android adalah membaca.
Minimal majalah. Atau koran.

Namun aktifitas ini setidaknya membutuhkan upaya yang tak mudah. Mengingat rasa rasanya kecuali halaman detik, gak ada tuh yang rela memberikan bacaan gratis bagi para pembaca di dunia maya, bahkan untuk informasi ecek ecek sekalipun. Kalopun ada, biasanya ya ilegal. Macam hunting di halaman penyedia Torrents.

S Lime PanDe Baik 1

Nah ceritanya saya menemukan aplikasi ciamik di perangkat Samsung Galaxy E5 kemarin. Yang dibeli atas permintaan ipar, dan E5 menjadi rekomend untuk yang bersangkutan. Ponsel menengah dengan harga terjangkau.
Adalah S Lime, nama aplikasi tersebut. Sebuah aplikasi yang memang berfungsi sebagai media baca bagi para loyalis Samsung, yang sayangnya hanya berlaku bagi perangkat Galaxy series tertentu saja, sesuai promo yang disampaikan pada halaman web Samsung Lime.

Tadinya sih berharap banyak bahwa aplikasi dimaksud bisa dinikmati di perangkat Samsung Galaxy Note 3 saya punya. Sayang, Note 3 maupun Note 3 Neo gak termasuk dalam daftar promo dari S Lime.
Namun bersyukur bahwa dalam salah satu daftar tersebut tercantum tabletpc Galaxy Tab 3V yang kebetulan tempo hari dibeli untuk konsumsi putri kami pertama.
Maka eksperimen pun bisa dilanjutkan. (berhubung E5 sudah dibawa pemiliknya)

Aplikasi S Lime yang saya uji dalam perangkat tabletpc ini setidaknya membutuhkan koneksi data untuk dapat mengunduh belasan majalah dan tabloid yang ditawarkan secara gratis dan berkala. Diantara yang saya ambil ada Intisari rilis terbaru, tabloid Sinyal, iDea, Nova dan banyak lagi. Belum termasuk koran kompas harian yang saya baca secara rutin hingga kini. Gak bayar sepeserpun tentu saja.

S Lime PanDe Baik 2

Meski begitu, ada juga edisi lainnya yang ditawarkan dengan harga yang terjangkau yakni 10K, yang saya belum ketahui pasti apakah isinya selengkap edisi cetak ataukan terbatas pada artikel atau halaman tertentu saja.
Yang Sayangnya, metode pembayaran masih menggunakan cara lama yaitu kartu kredit, padahal di Play Store sudah tersedia opsi potong pulsa sebagaimana Custom PIN BBM tempo hari. Coba ini bisa diterapkan, tentu akan jauh lebih mudah lagi menikmatinya.

Untuk bisa menikmati belasan bahkan puluhan majalah dan tabloid digital di Aplikasi S Lime, selain koneksi data juga dibutuhkan sisa storage yang cukup besar, mengingat ukuran satu file majalah digital ini kisaran 100 MB lebih. Maka bisa dihitung pula kemampuan daya tampung perangkat yang kalian miliki. Jadi ya hemat hematlah saat mengunduh apabila media penyimpanan perangkat yang kalian miliki tak seluas milik saya. He…

S Lime PanDe Baik 3

Dan sebagaimana yang telah disampaikan diatas bahwa aplikasi S Lime hanya tersedia bagi perangkat Galaxy tertentu, kelihatannya aplikasi ini memang didesain pasti seperti itu.
Ceritanya, hasil unduhan saya copy paste di folder sama pada perangkat Note 3, tapi tetap saja majalah maupun tabloid digital yang bisa dibaca dengan baik pada Galaxy Tab 3V, tak berlaku di Note 3 maupun Note 3 Neo yang saya gunakan.
Yaelah…

Punya cara lain ?

Criminal Case, temukan petunjuk pelaku kejahatan

Category : tentang TeKnoLoGi

Kemungkinan pertama adalah mencurigai orang terdekat atau yang kedua, mencurigai orang yang tak mungkin dicurigai

Kalimat itu selalu terngiang saat membaca atau menemukan sebuah kisah kasus pembunuhan yang kalau tidak salah saya dengar dari salah satu petinggi kepolisian atau bisa jadi saat membolak balik komik manga jepang Kindaichi atau Conan. Ah, saya terlalu banyak mengkhayal rupanya.

Tapi eh benar loh, karena dari 20-an kasus yang saya temui dan tangani selama ini, para tersangka yang terbukti melakukan kejahatan dengan mengumpulkan lima petunjuk per kasusnya, memang mengarah pada orang terdekat atau orang yang kelihatannya tidak bersalah.

Setidaknya begitu alur cerita Criminal Case, permainan mobile yang saya mainkan lewat layar ponsel sejak mulai merasa bosan dengan Paradise Island atau Plants vs Zombie 2. Tersedia dalam dua platform baik iOS maupun Android. He… jadi jangan ditanggapi serius yah.

Criminal Case Pande Baik 1

Criminal Case itu singkatnya sebuah permainan apa yah kalo disebut kategorinya ? puzzle mungkin, yang pola permainannya adalah menemukan petunjuk serta kumpulan benda yang disebutkan dalam sebuah list, dari 7, 9, 12 hingga 60an pieces setiap stage nya, yang dibayar dengan sejumlah kecil uang dan progress bersatuan xp. Uang yang dikumpulkan dapat digunakan untuk membeli karakter tokoh yang dimainkan, ekspresi wajah, fashion hingga asesorisnya. Jadi pemain bisa berkhayal sedikit mau jadi seganteng apa atau secantik siapa. Sedang progress akan menaikkan level satu tingkat secara periodik untuk mendapatkan bonus tenaga atau poin, sebagai syarat memainkan stage dalam setiap kasusnya. Sudah begitu ada progress dalam bentuk bintang yang hadir maksimal 5 buah di setiap lokasi kejadian, untuk membuka dan mencari lebih jauh petunjuk yang ditemukan. Kurang lebihnya begitu.

Dalam satu kali permainan, tersedia sebanyak 110 energi atau poin yang bisa digunakan, dengan rincian 20 poin energi di setiap kali stage dimainkan. Sehingga setiap kali permainan dimulai, pemain hanya bisa menggunakannya untuk lima kali stage saja dan menyisakan 10 poin tanpa mampu dilanjutkan kembali. Poin akan bertambah saat petunjuk berhasil ditindaklanjuti.

Oke, gambaran awamnya begitu.

Criminal Case Pande Baik 3

Namun setelah sekian kali memainkan Criminal Case di perangkat iPhone 4 cdma yang kini beralih fungsi menjadi iPod, ada beberapa tips yang bisa dibagi untuk kalian kalopun berminat ikut memainkannya kali ini.

Satu, buatlah akun kedua masing-masing sosial media untuk diinputkan dalam permainan semacam ini agar tak mengganggu timeline kalian dimata kawan sejawat. Karena update tindakan selalu dipostingkan di halaman profile kita setiap kali dimainkan. Akan mengganggu kalo timeline kawan sejawat dipenuhi notifikasi tampilan game yang kita mainkan. Saya sendiri membuat akun Made Dwi, nama sederhana dan mudah diingat, khusus untuk memainkan games sejenis. Jadi kalo menemukannya di jejaring FaceBook dan Twitter, jangan pangling liat foto profilnya yah. Kalo kalian pemain juga, silahkan di add. Hehehe…

Dua, bertemanlah dengan pengguna permainan yang sama. Peran mereka nanti akan sangat berguna dalam menambah bonus yang didapat, baik berupa tambahan 1-2 energi yang dapat dimanfaatkan saat kepepet, atau kartu remi yang dapat ditukar dengan bonus lainnya. Fungsi teman dalam permainan juga bisa mempercepat akses ke kasus berikutnya tanpa harus menunggu waktu tiga hari kedepan setiap kali menyelesaikan satu kasus.

Tiga, gunakan dua atau tiga lebih perangkat jika mampu untuk menambah kesempatan bermain, mengingat terbatasnya kemampuan permainan setiap kali dimainkan. Maksimum 5 kali saja dalam kasus normal. Masih ingat tulisan sebelumnya yang kebanyakan gadget itu ? saya menginstalasi games yang sama di empat perangkat Android lainnya setelah tahu games Criminal Case telah tersedia di Google Play Store. Jika sudah, masukkan akun sosial media yang sama dalam setiap perangkat, sehingga dalam sekali waktu bermain, ada penambahan 5 kali kesempatan sesuai jumlah perangkat yang diinstalasi. Memang ribet, tapi nikmati saja. Mosok kalah dengan berita hoax cewek china yang memainkan 50 akun permainan Clash of Clan itu ?

Empat, perhatikan sisa energi atau poin yang ada dalam setiap permainan. Jika tersisa sekitar 10 poin, bisa memanfaatkan bonus harian yang diberikan setiap kali memulai permainan, dengan wujud minuman botol 50 poin energi. Artinya ada tiga kali tambahan kesempatan bermain nantinya. Sedangkan jika sisa energi mepet mepet kuota persyaratan minimal memainkan games, bisa melirik notifikasi bonus dari daftar teman yang ada. Syukur-syukur ada beberapa poin tambahan yang dikirim oleh beberapa kawan yang dimiliki.

Lima, banyaknya petunjuk yang ditemukan juga bisa menjadi alternatif tambahan poin energi, kisaran 1-8 untuk permainan biasa (tersedia 9 poin dalam kondisi penuh), dan 1-18 poin untuk permainan tambahan (Elite Mode). Semakin banyak poin yang didapat, bonus progress xp dan uang juga makin banyak didapat.

Enam, fokus dan mainkan Criminal Case saat Happy Hours yang menawarkan bonus bonus tertentu, 2 kali xp, full hints, 2 kali bonus bintang atau 2 kali uang. Lamanya Happy Hours biasanya berlangsung selama 1-3 jam lamanya. Penambahan jumlah gadget akan sangat menguntungkan ketika Happy Hours diberikan.

Tujuh, secara default permainan berjalan sesuai settingan bahasa yang digunakan perangkat. Mengingat ponsel yang saya pergunakan menggunakan English pada pengaturannya, nama-nama benda dan juga alur kisahnya tentu disampaikan dalam bahasa Inggris juga. Bagus untuk belajar sebenarnya, juga belajar mengingat. Namun seandainya persoalan English menjadi hambatan besar, nama benda disa ditranslate ke Indonesia dengan mengubah menu Pengaturan Ponsel. Bisa jadi lebih memudahkan, bisa juga jadi membingungkan lantaran kata translatenya agak aneh. Misalkan Hangman (boneka yang digantung pada leher), diartikan sebagai Algojo. Jadi bingung nyari wajah Algojo yang seram namun diarahkan ke wajah boneka culun itu.

Criminal Case Pande Baik 2

Delapan, ingatan manusia biasanya agak terbatas jika digunakan secara berkala. Maka selesaikanlah lima bintang yang ada dalam setiap lokasi kejadian, karena nama benda yang dicari cenderung berulang, sehingga tidak membingungkan saat mencoba peruntungan di setiap stagenya.

Sembilan, poin energi akan bertambah 1 poin untuk tiap menit yang dilalui. Rasanya begitu. Jadi interval permainan yang bisa dilakukan baiknya sih setiap dua jam sekali agar tidak mengganggu waktu kerja, tidur maupun bercengkrama dengan keluarga. Waktu tersebut untuk memenuhi kembali kuota maksimal energi sebanyak 110 poin.

Sepuluh, terkait penggunaan banyak perangkat untuk memainkan satu akun sosial media, dibutuhkan restart ulang permainan apabila saat berhasil melakukan login, jumlah akhir progress yang didapat pada perangkat sebelumnya tidak sesuai. Cek pada progress xp atau jumlah bintang yang didapat. Agar permainan yang dilakukan tidak mubazir lagi kemajuannya.

Oke deh, ini posting terakhir saya minggu ini rasanya. Selamat menjalankan liburan panjang, Selamat merayakan Galungan bersama Keluarga dan selamat Mudik Lebaran juga bagi kalian semeton Muslim.

Kebanyakan Gadget

Category : tentang TeKnoLoGi

– Samsung Galaxy Note 3
– Samsung Galaxy Note 3 Neo *hibah dari aplikasi Pantau
– iPhone 4 CDMA *masih pake nomor Flexy tapi keseringan AirPlane Mode
– Modem Connex M1
– Modem Andromax 4G M2P
– Power Bank Samsung 50K mAh

Itu semua perangkat yang kini selalu hadir dalam tas pinggang cokelat, diselempang lantaran makin berat. Tapi kalopun secara rute gak butuh daya baterai lama, Power Bank biasanya ditinggal di rumah.

– Samsung Galaxy Note 2 – milik istri
– Samsung Galaxy Tab 7 Plus – baba nya Intan
– Samsung Galaxy Tab 3V – baba nya mbojek iYah
– Nokia Lumia 520 – ponsel kakek
– Nokia X – ponsel nenek

Yang ini barisan perangkat yang harus di charge ulang tiap malamnya, agar esok pagi bisa dipergunakan secara maksimal oleh masing masing pemiliknya. Sementara sisa colokan yang ada dalam jangkauan terdekat hanya ada 5. Sehingga yang sering mengalah adalah iPhone, modem, Nokia dan Baba-nya mbojek lantaran jarang dipakai.

Urusan kelistrikan sih sudah jadi kewajiban saya sehari-hari. Dari awal dulu. Tapi kini masih mending karena MP3 player sudah gak difungsikan lagi. Yang menjadi masalah terbesar kini adalah biaya internet bulanannya saja. Mengingat secara rumah, sudah ada wifi routernya Telkom Speedy dengan biaya 75ribu sebulan, akses Unlimited dengan kecepatan terbatas up to 512 KBps, ditambah Axis Pro Unlimited 50ribu di kali dua perangkat. Sementara Paket Indosat di Galaxy Note Neo, hanya seperlunya apabila sedang berada di luar kota, dimana jaringan Axis tidak mampu menjangkaunya. Paket yang diambil seharga 29ribu sebulan. Kini malah nambah dua calon lagi untuk dua Modem SmartFren yang sepertinya bakalan diisi ulang apabila mendesak sekali. Mengingat yang saya lihat masa berlaku paket internet atau sisa kuota data yang ada di kedua modem tersebut, masih cukup lama bisa dinikmati. Sedang perangkat lain, mutlak non aktif langganan paket data, hanya disambungkan bilamana perlu pada koneksi yang disebutkan tadi.

Kebanyakan Gadget. Itu yang saya rasakan. Padahal beberapa waktu lalu, pikiran sudah cukup tenang seiring aksi Deactivate akun FaceBook, dan dihibahkannya ponsel AccessGo 4E pada kakak ipar. Eh kok malah dapat hadiah lagi yang jauh lebih banyak.

Inginnya nanti mau dihibahkan lagi pada yang memerlukan. Sementara ini baru terlaksana satu saja, modem M2P yang satunya lagi, jadi ada dua modem yang diberikan oleh SmartFren, dipindahtangani ke Sloka Institute, induk Bale Bengong dan komunitas Bali Blogger Community. Ketimbang Mubazir, tidak tergunakan.

Sedang Note 3 Neo, inginnya tak balikin ke Developernya, mengingat secara aplikasi kini sudah mampu dijalankan di Note 3 yang saya miliki.

Rasanya satu Gadget itu sudah pas. Dan kalopun mendesak, ada tambahan Modem Connex M1 rasanya lebih dari cukup. Buat jaga-jaga saat kekurangan sinyal jaringan internet, atau kekurangan daya baterai mengingat modem tipe ini punya fungsi tambahannya juga.

Duuuhhh… Kebanyakan Gadget kok malah bingung ya ?

Android Ponsel Android

Category : tentang TeKnoLoGi

Lima tahun lalu, saat masih setia mendampingi mentor pengadaan Pak Made Sudarsana bersama Kabag Pembangunan yang kini menjadi Kepala Dinas Cipta Karya ke event event LPSE, untuk pertama kalinya saya berkenalan dengan Android dan ponsel Android. Kalo gak salah, perangkat satu ini masih tergolong rilis awal, pionir yang memulai peruntungan dengan menjual sistem operasi besutan Google.

Samsung Galaxy Spica I5700 dengan versi Androidnya, Eclair.

Dibandingkan dengan perangkat yang sedang ngeTrend saat itu, godaan Android jauh lebih menarik hati. Sehingga hanya berselang enam bulan kemudian, saya berkenalan dengan perangkat Android pertama yang dimiliki, Samsung Galaxy Ace S5830. Lewat perangkat inilah, satu persatu tulisan yang ada di halaman Android blog ini lahir dan berkembang lebih jauh.

Empat tahun kemudian, rasa cinta saya pada Android dan ponsel Android ternyata masih utuh, sementara beberapa kawan sudah mulai berpindah ke lain sistem, merasa lebih nyaman dengan iOS besutan Apple. Mengapa ? Mungkin karena fleksibilitasnya yang mudah melakukan aksi ‘copy paste’ ke perangkat lainlah yang membuat kesetiaan itu ada. Meski sempat pula mencicipi iOS yang hingga kini masih saya pegang lewat iPhone 4 cdma.

Android Ponsel

Terhitung belasan perangkat Android yang pernah dicoba dalam periode tersebut. Beberapa diantaranya bahkan masih aktif digunakan hingga hari ini.
– Samsung Galaxy Ace S5830 – dijual kembali
– HTC Flyer milik LPSE – dikembalikan
– HTC One V kenang-kenangan dari HTC Road to Bali – slot sim card rusak, hanya berfungsi layaknya iPod
– Samsung Galaxy Tab 7+ – dihibahkan pada Intan
– Samsung Galaxy Note 10.1 milik LPSE – dikembalikan saat mendapat promosi ke Cipta Karya
– Samsung Galaxy Note II – digunakan Istri hingga kini
– Samsung Galaxy Note III – perangkat utama
– AccessGo 4E – dihibahkan pada ipar
– Nokia X – dihibahkan pada Ibu
– HP Voice Tab 7 – digunakan MiRah
– Samsung Galaxy Note Neo – uji coba aplikasi Pantau
Belum termasuk yang pernah singgah seperti Axioo Pico Pad, Samsung Galaxy Tab 7, Samsung Galaxy Tab 10, Samsung Galaxy Tab 8.9, HTC Sensation XE, Sony XPeria P, Samsung Galaxy Prime, Asus Fonepad 6, Samsung Nexus S, Acer Iconia,  Samsung Galaxy Y, Samsung Galaxy S 5.0 wifi, Samsung Galaxy Tab 7 #2, Samsung Galaxy Pocket, Samsung Galaxy Note, Vandroid T2, Samsung Galaxy Tab 7.7, Cross A20 hingga beberapa Emulator yang diinstalasi pada perangkat PC.

Dari kesemua perangkat yang pernah dijajal tadi, tentu ada satu hal yang kemudian menjadi kesimpulan saat ini. Bahwa apapun perangkatnya, apapun merek dan serinya, Android yang diusung tetap sama. Yang membedakan hanyalah spek hardware yang digunakan dan versi OS dan segala kelebihannya.

Ini mengingatkan saya pada perangkat PocketPC yang satu dasa warsa lalu telah saya kenali lewat beberapa perangkat. Dari T-Mobile, O2, Audiovox dan lainnya. Jadi sebetulnya gak ada kekhawatiran lagi ketika diminta untuk mengeksplorasi sebuah perangkat Android yang berasal dari berbagai vendor tadi.

Akan tetapi makin kesini, ada beberapa standar baku yang kemudian saya tetapkan sebagai syarat minimal dalam pembelian ataupun pemilihan ponsel Android untuk kepuasan bagi si pengguna ponsel kedepannya.

Pertama, besaran Memory RAM Minimal 1 GB. Memang berapapun RAM yang dibekali pada setiap ponsel Android, belum sekalipun saya merasakan memory sisa yang lega. Maksimal kisaran 500 hingga 700 MB, itupun saat ponsel berada dalam posisi standby. Akan tetapi dengan besaran Memory RAM sebesar minimal 1 GB ini, beberapa permainan ataupun aplikasi yang membutuhkan resources besar, saya kira gak akan menjadi satu masalah lagi.

Kedua, besaran memory Internal Storage minimal 16 GB. Bagi yang gemar menginstalasi aplikasi maupun permainan berukuran besar, saya yakin bakalan menemukan kendala penyimpanan saat jumlahnya mencapai belasan. Gak akan muat, sehingga diwajibkan menghapus beberapa aplikasi yang sekiranya tidak terpakai, mengingat secara umum yang saya ketahui, besaran memory Internal Storage akan dibagi dua terlebih dahulu untuk memberikan ruang bagi aplikasi dan data. Sangat lega jika internal Memory yang dimiliki berada pada besaran itu.

Jenis Layar TFT atau lebih baik lagi, Amoled dsb. Silahkan bandingkan dengan layar IPS yang biasanya digunakan pada perangkat Android murah, dari vendor lokal hingga branded macam HP. Saya yakin bagi kalian yang sudah nyaman dengan layar berjenis TFT bakalan merasa terganggu dengan penggunaan IPS, utamanya saat perangkat di lihat dari sudut pandang samping.

Dengan adanya Tiga standar minimal tersebut, saya yakin secara besaran budget yang harus disediakan, memang cukup besar. Namun sebanding dengan kepuasan penggunaan perangkat dengan umur lebih dari setahun. Seperti halnya beberapa perangkat yang hingga kini masih tangguh untuk digunakan. Samsung Tab 7+ dan angkatannya.

InTan, Mimik Susu dan BaBa

Category : tentang KHayaLan

Saban pagi hari, teriakan anak satu ini bakalan kedengaran hingga kamar mandi. Memanggil Neneknya sembari meminta mimik susu sebotol lagi.
Entah sudah botol ketujuh atau kedelapan sejak malam tadi, hanya neneknya saja yang tahu. Bergantung pada berapa banyak botol yang dicuci, karena kami hanya menyediakan 4 buah botol susu siap seduh sebelum tidur. Dan Intan memang lebih memilih tidur bersama neneknya ketimbang Bapak Ibunya.

Intan kini sudah menginjak usia 3 tahun. Jalan 4.

Perawakannya kini sudah mulai terlihat gemukan, mungkin lantaran mimik susu yang berlebih saat malam ia tidur. Meski begitu tumbuh kembangnya cukup mengejutkan. Karena di usianya kini, ia tampak fasih menyanyikan beberapa lagu anak secara lengkap. Seperti Balonku, Naik Gunung, Kasih Ibu atau tembang rare Putri Cening Ayu.

Sekitar pukul 6 pagi, Intan akan kembali terbangun dan meminta kembali sebotol susu, sesi final sebelum ia mandi dan bersiap mengantarkan kakaknya sekolah. Namun sebelum itu dilakukan, ia pun sigap meminta BaBa.

Intan Baba dan Susu 12

BaBa adalah sebuah perangkat tabletPC berbasis Android yang saya miliki sekitar 3 tahun lalu, sebuah karya masterpiece dari Samsung yang hingga kini masih tangguh digunakan meski statusnya sudah dihibahkan pada Intan sejak setahun lalu. Isinya puluhan games anak-anak dan sejumlah film anak yang diunduh dari berbagai sumber. YouTube maupun Torrents.

Kenapa dinamakan BaBa ? Karena Intan mengenal perangkat tabletPC ini pertama kali lewat sebuah video apik yang menyajikan nyanyian epik para Minions di seri Despicable Me. Kalo gak salah judulnya Banana. Maka jadilah Ba Ba Ba Ba Ba Na Na itu dipenggal menggantikan nama Tab 7+, salah satu perangkat kebanggaan saya sejak awal kepemilikan.

Sambil menunggu Bapaknya selesai, dua benda inilah yang setia menemani Intan di pagi hari. Sendirian di tempat tidur.

Pilih-Pilih Ponsel Android High-End Premium (5 juta-an ke-Atas)

Category : tentang KHayaLan

Kategori teratas dari Pilihan Ponsel Android dengan kisaran harga 5 juta keatas, saya punya pilihan level High-End alias Premium yang biasanya juga merupakan ponsel Flagship dari masing-masing brand. Best of the Best of the Best-nya.

Untuk spesifikasinya, ya gag usah ditanya lagi deh. Rata-rata sudah menggunakaan prosesor Quad bahkan Octa Core atau Delapan Inti, RAM 3 GB yang terbesar sejauh ini, Internal Memory ada pada besaran maksimal 32 GB, dan resolusi Kamera yang mumpuni. Ditambah beragam kemampuan tambahan yang menjadi jualan dan andalan bagi calon pembelinya.

Saingan semua alternatif di level High-End ini cuma satu. IPhone. Mengingat secara kisaran harga, hanya ponsel berbasis iOS ini saja yang ditawarkan di pasar Indonesia dengan kisaran harga tersebut. Jadi, pilihan boleh jadi makin lebar. Sedang Lumia series dari Nokia, boleh saja dikesampingkan dahulu mengingat masih banyak fitur didalamnya yang dibatasi untuk menunjang aktifitas sehari-hari. Entah nanti kalau versi Windows Phone-nya mencapai versi 10 yah.

Oke, apa saja pilihannya ? Yuk kita lirik…

Sony menyajikan seri Xperia Z2, yang meskipun sudah merilis penggantinya yang baru yaitu Z3, namun secara spesifikasi yang tidak meningkat terlalu jauh rasanya Z2 masih jadi Best Price untuk ponsel besutan Jepang ini. Spesifikasinya tidak jauh berbeda dengan standar diatas.

Samsung menyajikan seri Galaxy Note 3 yang diperkenalkan pada kuartal ketiga tahun 2013 lalu. Sama halnya dengan Sony, seri pembaharuan Note 4 sebetulnya sudah hadir saat ini, namun dengan harga yang nyaris menyamai sepeda motor, rasanya sih Note 3 masih pantas untuk dipilih. Apalagi secara rupa dan spesifikasi tidak terlalu jauh signifikan perbedaannya.

HTC menyajikan seri One M8 yang diperkenalkan setahun lalu dengan spesifikasi standar diatas dengan sedikit pertimbangan minus yaitu terkait kapasitas batere yang hanya 2600 mAh saja. Memiliki Dual Camera depan Ultra Pixel dan 5 MP kamera depan untuk menyalurkan hobi Selfie bagi para loyalis sejatinya. Satu lagi pertimbangan yang mungkin agak berat dijadikan rekomendasi yaitu soal harga yang lebih tinggi lagi dari Samsung Galaxy Note 4. Fiuuuh…

LG menyajikan seri G3 versi 4G LTE, satu-satunya pilihan dijalur frekuensi terbaru. Ada sih pilihan lainnya yang lebih unik seperti seri G Flex yang punya layar melengkung, namun secara spesifikasi tampaknya G3 4G ini memiliki pilihan yang jauh lebih baik.

Lenovo menyajikan seri Vibe Z2 Pro dengan spesifikasi serupa standar diatas namun dengan kapasitas batere setara TabletPC, 4000 mAh.

Oppo menyajikan seri Find 7 dengan spesifikasi sesuai standar diatas. Namun jangan salah dengan namanya, layar yang dijual bukanlah 7″ namun hanya 5,5″ saja. He…

Untuk brand lainnya, terpantau tidak merilis ponsel Android di kisaran harga ini. Resiko besar mungkin anggapan mereka.

Dari beberapa alternatif yang disampaikan diatas, barangkali hanya LG G3 4G saja yang menarik untuk dipinang mengingat secara frekuensi jaringan yang dimiliki sepertinya kelak akan menjadi standar menarik bagi pengguna Android yang menginginkan akses Internet kecepatan tinggi guna mendukung kinerja dan produktifitas mereka. Namun bukan tidak mungkin, beberapa nama besar macam Samsung atau Sony sedang menyiapkan ponsel andalan mereka di jaringan yang sama untuk berkompetisi lebih jauh lagi.
Kalian siap ?

Pilih-Pilih Ponsel Android Level Menengah (3,5 hingga 5 juta-an)

Category : tentang KHayaLan

Masuk dalam kategori Level Menengah, Tips memilih ponsel Android dengan rentang harga di kisaran 3,5 hingga 5 juta-an rupiah, memiliki alternatif jauh lebih kompetitif, baik spek maupun keunggulan yang ditawarkan. Beberapa diantaranya malah merupakan ponsel Flagship yang setahun lalu ditawarkan dengan harga fenomenal.

Spesifikasi yang umum pada kategori ini biasanya memiliki besaran RAM 2 GB, prosesor Quad Core, 16 GB Internal Storage dan layar lebar. Apa saja pilihannya ? Yuk kita tengok…

Sony menyajikan seri Xperia Z Ultra yang diperkenalkan bulan September 2013 lalu, salah satu ponsel Flagship yang memiliki spek sebagaimana diatas plus layar 6,4″. Lebih mirip TabletPC Android sebetulnya.

Samsung menyajikan seri Galaxy Note 3 Neo N7500 yang memiliki spesifikasi menengah yaitu RAM 2 GB, prosesor Enam inti dan pengurangan lebar layar dari sang kakak, hanya sekitaran 5,25″ saja.

HTC menyajikan seri Desire 816 dengan spesifikasi dibawah rata-rata diatas, yaitu RAM 1,5 GB, 8 GB Internal Memory, layar 5,5″ dan prosesor Quad Core 1,6 GHz. Perkiraan saya sih seri 816 bakalan jadi spek terendah yang ada dalam kategori ini.

LG menyajikan seri G2 yang juga merupakan salah satu ponsel Flagship di akhir tahun 2013 lalu. Dengan spesifikasi RAM 2 GB, 16 GB Internal Memory, prosesor 2,2 GHz, layar 5,2″ dan daya batere 3000 mAh. Kalau tidak salah sih ya, dalam seri ini diperkenalkan juga teknologi ketuk layar untuk mengaktifkan ponsel.

Oppo menyajikan seri N1 Mini yang dikenal dengan teknologi kamera putarnya yang mampu memfungsikannya sebagai dua kamera, depan dan belakang untuk mendukung kebutuhan Selfie pengguna. Spesifikasinya masih setara diatas namun dengan kapasitas batere yang cukup terbatas. Meski bukan ponsel pertama yang mengadopsi teknologi kamera putar (dulu ada ponsel Samsung yang punya fitur serupa), namun untuk saat ini N1 merupakan satu-satunya ponsel Android papan menengah yang mengadopsi teknologi ini.

Asus menyajikan seri Padfone S dengan spesifikasi serupa diatas, namun dengan besaran Internal Storage yang menggoda iman, 32 GB. Lumayan lega untuk menyimpan banyak video didalamnya.

Huawei menyajikan seri Ascend P7 dengan spesifikasi yang pula tidak jauh berbeda dengan standar diatas.

dan untuk brand Lenovo, Acer juga Xiaomi kalau tidak salah belum mempunyai pilihan pada rentang harga ini.

Untuk pilihan terbaik ada dua alternatif yang bisa dipertimbangkan, pertama Sony Xperia Z Ultra dengan layar lebarnya demi kenyamanan beraktifitas dan menonton video, dan Samsung Galaxy Note 3 Neo dengan teknologi Stylus tambahan built in untuk membantu aktifitas kerja bagi pekerja yang produktif.

Secara brand, keduanya punya jaminan mutu tentu saja.