Custom ROM Samsung Galaxy Ace : CM9 GalaxyICS ACE Alpha 3

Category : tentang TeKnoLoGi

Setelah puas menikmati tampilan dan performa Custom ROM The Myth #2, kini giliran CM9 Alpha 3 yang dapat diunduh dari halaman Handy Information.

Seperti halnya The Myth #2, CM9 kali ini mengadopsi tampilan Android versi 4.0 Ice Cream Sandwich dengan basis Cyanogen Mod 9 Custom Rom. Jadi saat disandingkan dengan tampilan The Myth, versi CM9 ini lebih cenderung mengarah ke tampilan original milik ICS ketimbang khas milik Samsung.

Lantaran berbasis CM9, maka beberapa tampilan icon khas milik CM hadir pula disajian Menu dan beberapa fitur bawaan Samsung Galaxy Ace, seperti Radio dan Music. Membawa sedikitnya 4 (empat) fitur tambahan diluar SuperUser yang menandakan perangkat sudah ter-Root pasca instalasi, menyisakan dua catatan yang barangkali patut menjadi pertimbangan.

Pertama, Kamera tidak dapat berfungsi dengan baik. Artinya memang pengguna tidak dapat menggunakan kamera untuk berbagai kebutuhan, baik mengambil gambar, virtual games, dan sejenisnya. Penjelasan ini sebenarnya pun telah diperingatkan sejak awal dalam halaman yang sama. Jadi, jangan heran jika ini terjadi.

Kedua, persoalan Keyboard. Kerap error saat melakukan pengetikan. Kadang tombol S seperti ditekan saat mulai menulis, kadang pula hang saat digunakan. Jadi, silahkan pertimbangkan kembali.

Namun bagi mereka yang termasuk dalam kategori pengguna tahap mahir, disediakan pula opsi Terminal Emulator yang dapat digunakan untuk meng-inputkan bahasa dewa serta memperoleh kustomisasi perangkat lebih lanjut. :p

Custom ROM Samsung Galaxy Ace : PRADA UI 3.0

Category : tentang TeKnoLoGi

Selain The Myth #2, Custom Rom berikut merupakan pilihan yang barangkali bisa saya rekomendasikan untuk dicoba diinstalasikan pada perangkat Samsung Galaxy Ace yang kawan gunakan. PRADA UI 3.0.

Mengambil User Interface perangkat Android LG Prada 3.0 P940 yang dirilis bulan Desember 2011 lalu, tampilan menu serta homescreen didominasi dengan lis icon berwarna putih serta latar belakang hitam gelap. Tampilan ini sama persis dengan tampilan LG Prada sejak awal kemunculannya pada Januari 2007 melalui seri KE850, Prada pertama.

Seperti halnya ponsel tersebut, Custom Rom kali ini mengadopsi basis yang sama, OS Android versi 2.3 GingerBread yang telah dimodifikasi ke Cyanogen Mod 7.2. Dengan demikian secara kecepatan akses hampir tidak ditemui lag atau jeda saat penggunaan maupun operasionalnya lebih jauh. Sekedar informasi bahwa pasca instalasi, Prada UI 3.0 menyisakan space internal storage sebesar 117 MB dari 178 MB yang tersedia.

Dalam aplikasi bawaan, terdapat setidaknya lima aplikasi tambahan diluar icon SuperUser yang menandakan perangkat telah di-Root oleh sistem. Adapun aplikasi tersebut antara lain DSP Manager yang berfungsi sebagai menu pengaturan suara pada headset, speaker maupun Bluetooth A2DP, File Manager yang memerlukan instalasi Open Intens tambahan dari Market untuk mendukung multi extensions pada perangkat, Prada UI fitur untuk mengganti tampilan Wallpaper, Theme Chooser untuk melakukan penggantian Theme atau Tema, dan Torch, pengalihfungsi perangkat menjadi sebuah senter.

Dalam menu Pengaturan, pengguna dapat menemukan Cyanogen Mod Setting untuk melakukan pengaturan perangkat lebih lanjut dari display, interface, lockscreen hingga performance perangkat. selain itu tersedia pula opsi untuk menonaktifkan fungsi Lockscreen dan pemindahan status bar ke sisi bawah perangkat layaknya layar Tablet Android.

Hampir tidak kami temukan adanya kelemahan atau kekurangan yang berarti pada operasional perangkat termasuk opsi penggunaan kamera dan juga Tethering Portable Hotspot, yang sempat tidak berfungsi secara normal dengan memanfaatkan Custom Rom sebelumnya.

Custom ROM Samsung Galaxy Ace : The Myth #2

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Sehari pasca rencana ‘Eksplorasi Custom ROM pada perangkat Samsung Galaxy Ace dimulai, giliran menyasar The Myth part 2 yang dapat diunduh dari halaman TheMythAce seperti yang direkomendasikan oleh Ketut Kumajaya di beberapa halaman forum. Tema dari Custom ROM The Myth #2 ini adalah Go Green.

Sesuai temanya, The Myth #2 menyajikan pewarnaan hijau rumput/daun di hampir semua elemen tampilan. Dari Homescreen, lis garis menu hingga beberapa font active. Mengambil DDKQ8 & XWKTM sebagai basis rom, The Myth #2 yang memang diperuntukkan secara khusus bagi perangkat Samsung Galaxy Ace ini memiliki layout khas ala Android 4.0 Ice Cream Sandwich.

Tidak hanya itu, untuk launcher-nya pun mengambil Touchwiz 3 khas milik Samsung. Jadi bagi yang sudah sangat mengenal perangkatnya jauh sebelumnya dijamin gag bakalan pangling dengan cara penggunaan dan pengoperasiannya.

Jika pada WP7 Custom Rom menyisakan 90 MB internal storage, tidak demikian halnya dengan The Myth #2. Hanya 65 MB saja. Meski demikian, selama pengujian hampir tidak ada lag atau hang seperti yang dialami sebelumnya. Maka bisa ditebak, umur pemanfaatan Custom Rom The Myth #2 jauh lebih panjang dari perkiraan awal.

Pasca Instalasi, terlihat beberapa aplikasi bawaan Samsung dihilangkan dari perangkat. Diganti dengan 6 (enam) utility tambahan diantaranya A2SDGUI, CWM, Go Tieng Viet (keyboard input), Solid Explorer, The Myth Updater dan Tweaks. Ditambah beberapa update untuk Google Play 3.4.7, Google Quick Search Box, Voice Search, Google Maps 6.4.0 dan Flash 11.

Untuk bisa melakukan instalasi Custom ROM The Myth #2, pihak pengembang mensyaratkan OS Android versi 2.3 GingerBread sudah terinstalasi pada perangkat Samsung Galaxy Ace. Itu artinya, perangkat harus diUpgrade terlebih dahulu dari OS versi Originalnya yang masih menggunakan 2.2 Froyo.

Setelah itu, pengguna bisa mengunduh The Myth #2 ROM ditambah aplikasi CWM recovery yang dapat diunduh dari halaman yang sama, pada User and Tools Area. Setelah itu, copy dan letakkan kedua file tersebut pada sdcard perangkat.

Langkah ketiga, matikan perangkat, dan masuk ke halaman Recovery Mode (tekan dan tahan tombol Home dan Power secara bersamaan hingga halaman Recovery muncul, baru kemudian lepaskan), lalu pilih ‘update from zip’ dan cari file CWM Recovery.

Di halaman CWM Recovery lakukan ‘full wipe (wipe data/factory reset) kemudian pilih ‘Install zip from sdcard’ dan pilih ‘TheMyth Rom’. Langkah terakhir, lakukan Reboot untuk menyelesaikan proses.

Perlu diketahui bahwa dalam proses instalasi The Myth ROM #2, dibutuhkan beberapa langkah lagi yang dapat diikuti dan dilengkapi sesuai keinginan pengguna.

Sayangnya untuk pengaturan Keyboard yang dapat diakses melalui app Go Tieng Viet tadi, menggunakan bahasa yang sulit untuk dipahami, jadi mending biarkan saja. Demikian halnya dengan Solid Explorer yang membutuhkan Download ulang dari Market lantaran bawaan diklaim sudah expired :p

Custom ROM Samsung Galaxy Ace : WindowsPhone7 UI for Ace! v2.0

Category : tentang TeKnoLoGi

Target pertama saat keputusan mengeksplorasi Custom ROM pada perangkat Samsung Galaxy Ace ini muncul adalah mencoba versi WP7 alias Windows Phone 7 yang dapat diunduh melalui salah satu Thread Forum XDA Developers.

Beberapa features yang katanya hadir dalam Custom ROM ini adalah WP7 UI yang berasal dari WP7 Launcher dilengkapi dengan fitur Fonts, tampilan Alarms, Notifications, Ringtones, Boot Animation, Calculator, Dialer, Contacts, FaceBook, Email, Messaging, Setting dan Camera ala WP7. Fitur lainnya yang ikut hadir disini adalah Tweak Manager, Ad Free dan A2sd yang sudah built in. Yang artinya dalam kondisi berhasil terinstalasi, ponsel dalam keadaan sudah di Root.

Beberapa janji yang tampil dalam iklan si pengembang sih lumayan ‘menggoda, diantaranya LagFree, Stable, Very Fast, Excellent Multi Tasking dan menyisakan 90 MB free space internal. Namun sayangnya tidak semua bisa dibenarkan.

Dalam beberapa kali percobaan, Lag masih terjadi pada penggunaan Samsung Galaxy Ace baik saat offline, apalagi online. Entah mengapa bisa demikian, yang pasti saya malah jauh lebih nyaman menggunakan OS versi 2.3 GingerBread terdahulu. Begitu juga dengan fitur Camera yang kerap force closed.

Bisa ditebak, target pertama ‘Eksplorasi Custom ROM pada perangkat Samsung Galaxy Ace ini tidak bertahan lama. Gag sampe sehari. Apalagi fungsi Tethering Portable Hotspotnya kerap mengalami Lag dan Hang.

Ohya, untuk mengambil Screenshotnya, menggunakan cara yang serupa dengan perangkat iOS yaitu menekan secara bersamaan tombol Home dan Lock.

Kronologi Eksplorasi Custom ROM Samsung Galaxy Ace

Category : tentang TeKnoLoGi

Lama tak mengeksplorasi Android lewat perangkat ponsel Samsung Galaxy Ace yang saya beli awal 2011 lalu, menyebabkan meluapnya rasa kangen akan keinginan untuk mencoba sekian banyak Custom ROM yang selama ini dikumpulkan lewat berbagai Forum Diskusi online. Maklum, kesibukan sebagai Sekretaris LPSE Badung kini cukup banyak menyita waktu luang ditambah lagi status sebagai Kontributor kolom Tekno pada Koran Tokoh, praktis membuat mood untuk menjajal Android lebih jauh jadi tertanam dalam-dalam.

Namun pada akhirnya tiba jua saat yang lama dinantikan itu…

Segera setelah perangkat ponsel HTC One V kembali saya dapatkan lewat Sinar Gadget Shop, dua bulan tepat menginap di Sistech Kharisma Jakarta, perangkat tersebut saya tukar pakai dengan milik istri yang kemarin mengambil alih Samsung Galaxy Ace. Tekad saya sudah bulat. Mengingat saya sudah memegang Samsung Galaxy Tab 7+ sebagai ponsel utama, maka Samsung Galaxy Ace ini murni akan digunakan untuk kebutuhan eksplorasi. Minimal untuk mencoba Custom ROM tadi.

Bukan tanpa alasan mengapa saya memilih Samsung Galaxy Ace sebagai bahan eksplorasi. Pertama lantaran ketersediaan Custom ROM yang beragam dari berbagai forum komunitas, seperti Android Indonesia, The Myth atau XDA Developers. Kedua karena faktor kemudahan perangkat, yang memang sedikit banyak sudah saya hafalkan perilakunya. Dari cara mengakses Recovery Mode hingga Download Mode seumpama kelak proses flashing gagal di tengah jalan. Terakhir tentu saja aplikasi yang dibutuhkan sudah sangat lengkap untuk ukuran Samsung Galaxy Ace.

Maka, sejak awal Oktober 2012, keputusan untuk melakukan eksplorasi pada perangkat Samsung Galaxy Ace lebih jauh pun resmi dimulai.

Mau tau Custom ROM apa saja yang kemudian saya coba untuk dijajal ? tunggu kabar selanjutnya yah…

Upgrade Android GingerBread pada Samsung Galaxy ACE

95

Category : tentang TeKnoLoGi

Masih jua belum puas pasca Hard/Factory Reset yang saya lakukan tempo hari, kali ini merasa gatal juga akibat kabar Upgrade sistem operasi Android versi GingerBread (untuk pasar Asia) yang tarik ulur sejak bulan Juli lalu. Kabarnya sih, saat tulisan ini diturunkan Upgrade sistem operasi Android versi GingerBread yang memang diperuntukkan bagi perangkat Samsung Galaxy ACE sudah tersedia melalui aplikasi Kies. Info selanjutnya main ke Android Forum Indonesia yah, dan bagi yang belum tahu apa itu Kies, baca tulisan saya terdahulu.

Secara Default, Samsung Kies memang berperan besar dalam proses pembaharuan sistem operasi Android Froyo yang disematkan dalam setiap perangkat Samsung Galaxy ACE. Baik Cara dan Modal awalnya pun cukup sederhana. Pengguna dapat menginstalasi aplikasi Samsung Kies yang disertakan dalam cd kecil paket penjualan atau mengunduhnya langsung dari alamat web resmi milik Samsung. Jika sudah, aktifkan koneksi data pada perangkat pc/notebook lalu lakukan pembaharuan aplikasi Kies melalui menu Update. Karena sistem operasi Android versi terkini kabarnya hanya dapat dideteksi oleh aplikasi Kies yang telah terupdate pula.

Lakukan sambungan ke perangkat Samsung Galaxy ACE dengan memanfaatkan kabel data (masih dalam posisi online), dan tunggu hingga aplikasi Kies mendeteksi sistem operasi Android yang terkini dari perangkat yang tersambung. Jangan lupa backup terlebih dahulu Daftar Kontak, Memo, Schedule ataupun file Multimedia yang terdapat dalam ponsel. Apabila semua sudah dilalui, barulah perangkat akan lebih aman untuk diUpgrade. Langkah ini mutlak membutuhkan Koneksi data yang tidak terputus.

Biasanya begitu proses Upgrade selesai, ponsel akan melakukan Restart atau Reboot untuk menjalankan sistem operasi Android yang terbaru. Jika ponsel sudah dalam posisi standby, sambungkan kembali perangkat dan lakukan Restore Data untuk mengembalikan Daftar Kontak, memo dan lainnya.

Adalah SamFirmware.com, sebuah alamat di dunia maya yang menyediakan Firmware bagi semua perangkat Samsung termasuk Galaxy ACE, dan terpantau sudah menyediakan Upgrade resmi sistem operasi Android GingerBread untuk pasar Asia (versi 2.3.3). Demikian halnya dengan GingerBread untuk pasar Eropa yang terbagi dalam dua pilihan, Versi 2.3.3 dan 2.3.4. Secara awam tidak ada perbedaan yang mendasar dari kedua pilihan diatas, hanya saja apabila dibandingkan dengan versi sebelumnya 2.2 (Android Froyo) ada beberapa fitur yang ditambahkan, salah satu  diantaranya adalah Download Manager.

Bagi pengguna yang penasaran dengan sistem operasi Android GingerBread yang ditawarkan oleh SamFirmware.com ini bisa mencoba untuk disuntikkan dalam perangkat yang sama, Samsung Galaxy ACE. Hanya saja, untuk cara yang satu ini tidak lagi menggunakan bantuan aplikasi Samsung Kies, melainkan menggunakan Odin Multi Downloader versi 4.38.

Untuk bisa melakukannya, silahkan unduh terlebih dahulu file Firmware yang diinginkan dari daftar yang telah tersedia (dalam percobaan kali ini mengambil versi 2.3.4 untuk pasar Eropa), dimana rata-rata berukuran sekitar 120 MB. Lakukan Extract file dan jalankan aplikasi Odin Multi Downloader.

Langkah pertama yang harus dilakukan pada perangkat yang akan diUpgrade adalah, matikan perangkat, lalu masuk dalam Menu Download dengan menekan tiga buah tombol secara bersamaan. Tombol untuk mengecilkan volume, tombol Home dan terakhir, tombol Power. Apabila langkah yang dilakukan sudah benar, maka layar ponsel akan masuk dalam menu Download tadi.

Langkah kedua, sambungkan perangkat melalui Kabel Data dan periksa aplikasi Odin Multi Downloader tadi. Jika langkah sudah benar, dalam kolom “COM port Mapping” akan terdeteksi perangkat yang disambungkan dengan warna kuning.

Langkah ketiga, masukkan kelima aplikasi yang terdapat dalam folder Firmware yang telah diexctract ke masing-masing kolom dengan pengaturan sebagai berikut :

  • OPS : masukkan file ‘Cooper_v1.0.ops’
  • BOOT : masukkan file ‘APBOOT_S5830XXKPH.md5’
  • PHONE : masukkan file ‘MODEM_S5830XXKPH.md5’
  • PDA : masukkan file ‘CODE_S5830XXKPH.md5’
  • CSC : masukkan file ‘CSC_S5830SERKPH.md5’

Langkah keempat, eksekusi tombol ‘Start’ dan tunggu proses hingga selesai.

Saat proses berjalan disarankan untuk tidak mencabut kabel data atau melakukan aktifitas lain. Untuk itu disarankan pula untuk mencabut terlebih dahulu kartu simcard dan juga kartu memory dari perangkat ponsel yang akan diUpgrade.

Proses akan dianggap berhasil melalukan Upgrade apabila ponsel melakukan Restart atau ReBoot, serta aplikasi Odin Multi Downloader menunjukkan tulisan PASS pada kotak diatas kolom ‘COM port Mapping’ tadi.  Mudah bukan ?

Sekedar informasi tambahan, cara pertama diatas yang menggunakan bantuan aplikasi Samsung Kies, diperuntukkan bagi mereka yang memiliki koneksi data yang mutlak tidak terputus. Karena jika tidak, proses akan terhenti dan dapat mengakibatkan kerusakan Firmware pada ponsel. Sedang cara yang kedua diperuntukkan bagi mereka yang tidak memiliki koneksi Data. Jadi, untuk mendapatkan atau mengunduh file Firmware yang diinginkan, bisa dilakukan dengan mengunduhnya melalui warnet terdekat. :p

Review Samsung Galaxy Tab GT-P1000

24

Category : tentang TeKnoLoGi

Hampir tidak ada hal yang istimewa ketika perangkat mantap buah karya brand ternama Samsung sampai ditangan saya Jumat pagi kemarin. Satu-satunya yang sempat mengingatkan kekaguman saya akan keindahannya adalah dimensi layar yang mencapai ukuran 7” seakan membuat perangkat Samsung Galaxy ACE S5830 yang begitu saya banggakan selama ini terlihat seperti sebuah mainan anak-anak.

Samsung Galaxy Tab GT-P1000.

Ketika untuk pertama kalinya saya menjajal secara langsung perangkat tabletPC berbasiskan Android ini di gerai Sellular World, jalan Teuku Umar Denpasar, saya sudah yakin bahwa Samsung Galaxy Tab bakalan menjadi yang terbaik dikelasnya. Dengan spesifikasi prosesor 1 GHz dan 16 GB Storage, ditambah daya sebesar 4000 MAh sepertinya sudah cukup untuk menggantikan perangkat NoteBook yang saya miliki meski tidak secara keseluruhan. Minimal, untuk kebutuhan Browsing di dunia maya atau hanya sekedar ber-Social Media, sudah bukan merupakan satu masalah lagi.

Layar lebar 7” yang diusungnya memang secara otomatis menyebabkan dimensi Samsung Galaxy Tab tergolong besar untuk ukuran manusia normal. Tapi untuk saya ? Pas banget. Malahan saat dipegang, membuat orang lain malah mengira kalo perangkat Samsung Galaxy Tab punya rilis baru 5”, hehehe…

Memang, jika dibandingkan dengan perangkat Samsung Galaxy ACE yang selama ini saya gunakan, tidak banyak hal baru yang saya temukan pada perangkat ini. Baik secara pengoperasian perangkat maupun aplikasi. Barangkali jika disandingkan, hanya ukuran layar dan tampilan iconnya saja yang terlihatjelas perbedaannya.

Meski begitu, setelah diuji dalam waktu singkat dan berusaha untuk lebih mendalam, barulah terlihat beberapa perbedaan antara perangkat Samsung Galaxy Tab dengan perangkat Samsung Galaxy ACE yang saya miliki ini.

Dilihat dari Menu Setting atau Pengaturan Wifi Tetheringnya, terdapat pemisahan fungsi antara MobileAP (mengubah perangkat Android menjadi Portable Hotspot secara free tanpa kabel) dengan USB Tethering (menjadikan perangkat Android sebagai modem khusus melalui kabel data). Hal yang kentara lainnya terlihat saat uji coba untuk menghapus serta menggandakan File melalui menu Myfiles. Jika pada perangkat Samsung Galaxy ACE, aktifitas tersebut dapat diakses dengan menekan file agak lama untuk memunculkan menu tambahan, tidak demikian halnya dengan perangkat Samsung Galaxy Tab. Ditekan berapa lamapun, menu yang diharapkan tak jua muncul. Namun jangan khawatir, untuk memunculkan menu yang dimaksud, tinggal menekan terlebih dahulu tombol virtual Pilihan yang terdapat layar bawah. Tampilan Pilihan akan berubah menjadi menu tambahan untuk fungsi Hapus, Copy ataupun Cut. Sedangkan tampilan files akan menambahkan tampilan kotak yang dapat dicentangkan disebelah kanan nama files.

Apabila dalam perangkat Samsung Galaxy ACE baik tampilan Menu dan Homescreennya hanya mampu menyajikan icon Grid 4×4, dengan layar lebar Samsung Galaxy Tab yang resolusinya mencapai 1024×600 pixel, mampu menyajikan Menu dengan icon grid 4×5 dan pada Homescreen dengan icon grid 5×5.

Ditilik dengan menggunakan Utility Elixir, dapat diketahui bahwa berkat sistem operasi Android versi 2.2 atau yang dikenal dengan istilah Froyo ini, memilah 16 GB kapasitas memory Internal menjadi 3 (tiga) Storage. Yaitu Storage untuk Aplikasi sebesar 2 GB, Storage untuk Games sebesar 2 GB dan Storage untuk data pribadi sebeasr 12 GB. Pembagian ukuran Storage untuk Aplikasi maupun Games, bagi saya pribadi sudah lebih dari cukup untuk mengunduh dan menampung puluhan Aplikasi dan Games yang disediakan Android Market.

Dengan besaran layar hingga 7” tentu saja aktifitas berinteraksi dengan dunia maya, baik itu untuk ber-Social Media, membaca berita ataupun untuk beraktifitas dengan Sistem SPSE/LPSE membuat mata menjadi jauh lebih nyaman ketimbang saat menggunakan perangkat Samsung Galaxy ACE S5830. Apakah ini artinya sudah saatnya untuk beralih ?

* * *

Bagi mereka yang sudah pernah mengalami mantapnya Android, apalagi dalam versi terkini seperti Froyo, saya rasa tidak akan banyak hal baru yang ditemukan dalam perangkat Samsung Galaxy Tab GT-P1000 ini, seperti halnya saya. Namun, Bagi mereka yang baru pertama kali bersua dengan Android apalagi dalam ukuran layar 7″, saya yakin akan banyak hal dan pengalaman baru  yang bisa dirasakan. Cobain deh…

Manfaatkan Tethering dan Jadikan Androidmu Perangkat Portable Hotspot

53

Category : tentang TeKnoLoGi

Ada yang belum tahu apa itu Tethering ? berdasarkan Wikipedia, istilah Tethering atau yang dikenal dengan istilah Peranggitan dalam kosa kata Indonesia adalah sebuah metode untuk berbagi koneksi internet dengan perangkat lain, yang dilakukan melalui sebuah perangkat ponsel atau mobile phone yang terhubung dengan koneksi internet, dengan memanfaatkan perangkat Bluetooth, Wifi atau kabel USB.

Lantas ponsel apa saja yang mampu mendukung fitur Tethering ini ? Untuk yang memanfaatkan koneksi Wifi sejauh yang saya ketahui ya perangkat Android dengan dukungan Sistem Operasi versi 2.2 keatas atau yang dikenal dengan nama Froyo, Gingerbread dan Honeycomb. Sedangkan perangkat iPhone serta BlackBerry memang sudah mendukung kemampuan ini namun masih dalam batas menggunakan sarana BlueTooth dan Kabel Data/USB. Lantas bagaimana dengan Android versi 2.1 Eclair kebawah ? masih bisa, namun hanya sebatas penggunaan dengan memanfaatkan kabel data/USB alias hanya mampu untuk dinikmati sendiri.

Pada perangkat Samsung Galaxy ACE S5830 yang saya miliki, versi Android yang digunakan sudah mengadopsi versi 2.2 atau yang dikenal dengan nama lain Froyo. Pada perangkat ini, fitur Tethering secara default atau bawaan sudah ada dan dapat ditemukan pada opsi Pengaturan/Setting – Wireless and Network – Tethering and Portable Hotspot. Portable Hotspot ?

Yap. Portable Hotspot. Dengan memanfaatkan fitur Tethering inilah, kemampuan sebuah ponsel Android dapat digunakan atau dimanfaatkan pula sebagai sebuah Portable Hotspot yang artinya dapat diakses secara Wireless (tanpa kabel) oleh beragam perangkat lainnya yang memiliki koneksi Wifi atau Wlan. Untuk memaksimalkan fitur Tethering ini tentu saja minimal perangkat Android yang akan digunakan sudah berlangganan paket data 3G atau Unlimited bulanan. Jika tidak, maka bersiap-siaplah untuk kehabisan pulsa.

Untuk mengaktifkan fitur Tethering pada ponsel Android ini bisa dilakukan dengan dua cara yaitu, menggunakan kabel data (USB) untuk penggunaan secara intern (sendirian) dan Mobile AP atau memanfaatkan Wifi untuk penggunaan secara intern maupun bersama perangkat lainnya. Pemanfaatan Tethering dengan cara kedua tentu jauh lebih memudahkan proses serta efisiensi perangkat, namun lebih cepat menghabiskan daya pada perangkat Android yang digunakan. Saya pribadi lebih menyarankan untuk memanfaatkan cara yang kedua dengan posisi ponsel disambungkan dengan kabel data/USB ke pc/laptop agar tetap mendapatkan suntikan daya.

Apabila akses yang diinginkan hanya untuk kalangan terbatas, gunakan saja opsi pengisian password yang dapat diatur melalui Mobile AP Setting. Hal ini sama dengan aktifitas menyambungkan perangkat ke Hotspot yang berbayar, sehingga untuk kecepatan akses jadi lebih terjaga. Untuk mengaksesnyapun perangkat lain akan langsung mendeteksi keberadaan Portable Hotspot sesuai dengan nama Profil yang digunakan pada perangkat Android.

Untuk lebih mempermudah akses menuju Pengaturan fitur Tethering ini, gunakan saja aplikasi tambahan Tethering Widget yang dapat diunduh dari Android Market. Aplikasi ini akan memberikan dua Widget khusus apakah pengguna akan mengaktifkan fitur Tethering melalui penggunaan kabel data/USB ataukah dengan cara Wireless/Wifi. Cukup satu kali sentuh saja.

Dengan adanya perangkat Android yang memiliki kemampuan Tethering ini, rasanya sudah tidak ada alasan lagi bagi perangkat lain disekitarnya untuk tidak bisa terkoneksi dengan Internet. Tinggal urunan saja bayarnya untuk biaya langganan tiap bulannya. Mudah bukan ?

 

Saatnya Bersenang-senang dengan Android

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Mengupas habis satu persatu fitur dan kemampuan yang dimiliki oleh ponsel Samsung Galaxy ACE S5830 bersama dengan sistem operasi Android 2.2 Froyo, rasanya belum lengkap kalo sampai mengabaikan unsur Fun-nya. Bersenang-senang dengan Android.

Seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa ketika seorang pengguna memutuskan untuk membeli sebuah ponsel bersistem operasi Android, bisa dikatakan ia pun sedang membeli ratusan bahkan ribuan aplikasi yang notabene dapat digunakan selama yang diinginkan. Maka berterimakasihlah pada Android Market, dan tentu saja para pengembangnya.

Bersenang-senang dengan Android rasanya tak akan jauh dari unsur Games. Baik itu yang diperuntukkan bagi anak-anak (Education) atau bahkan tingkat lanjutan hingga freak dan maniak games. Saya rasanya masuk dalam dua peruntukan terakhir. Hehehe…

Di dalam Android Market, pengguna dapat memilih berbagai jenis Games yang diinginkan yang terbagi-bagi dalam kategori Arcade, Puzzle, Action, Sport dan lainnya. Atau kalopun Cuma ingin tahu dan mencoba dari yang terpopulerpun gag masyalah.

Sedikit rekomendasi untuk memulai asyiknya bersenang-senang bersama Android, cobain deh Games Angry Bird. Games ini kabarnya menduduki peringkat pertama pengunduhan di Android Market loh. Ceritanya kurang lebih perseteruan antara burung-burung imut dengan segerombolan keluarga Babi yang mencuri telur-telur burung dari sarangnya. Misinya tentu saja menghancurkan barikade perlindungan yang dibangun para babi dengan cara melemparkan empat burung imut di setiap level dengan katapel yang ditancapkan di tanah.

Lain Angry Bird yang populer ya lain lagi dengan Games Education untuk anak-anak. Games yang memang murni untuk pendidikan usia dini ini memberikan pilihan untuk mengenal dan melafalkan huruf serta angka, menghubungkan titik-titik tertentu hingga membentuk satu benda, menempatkan bentuk tertentu pada tempatnya atau bahkan melukis dengan menggunakan pena dan spidol virtual.

Bagi yang addict terhadap permainan Puzzle dan lebih mementingkan asah pikiran, selain Sudoku bisa juga melirik Unblock Me Free. Permainan ini kurang lebih sama dengan misi Gone in 60 seconds seperti yang dahulu kerap saya mainkan di ponsel berbasis Windows Mobile, hanya saja dikenalkan dalam bentuk user interface sederhana yaitu Balok Kayu. Misinya ya membebaskan satu balok berwarna merah yang telah dihalangi oleh balok lainnya sehingga pengguna wajib memutar otak agar bisa melaksanakannya dengan baik.

Demikian halnya dengan yang memiliki hobi ber-TTS ria. Ada juga satu tipe permainan ‘mencari kata’ dalam sekotak penuh halaman berisikan tumpukan huruf secara acak. Jika mata tak jeli, bisa jadi waktu yang dibutuhkan untuk menemukan semua kata ya tergolong lama.

Lantas bagaimana bagi mereka yang suka balap mobil ? ada kok. Bahkan cara mainnya sama persis dengan games Racing pada perangkat iPhone. Pengguna tinggal memiringkan ponselnya yang digenggam secara lansdcape dengan dua tangan, kekiri dan kanan untuk melakukan manuver pada tikungan. Untuk memacu mobil, pengguna tinggal memiringkan ponsel ke arah depan, sedang untuk melakukan pengereman ya tarik saja kebelakang. Menarik bukan ?

Namun mengingat borosnya daya batere ponsel Android secara umum, untuk aktifitas bersenang-senang ini sangat saya sarankan agar dilakukan pada waktu senggang atau daya batere ponsel dalam kondisi penuh. Jadi ketika daya batere menurun, kita tidak akan terlalu terburu-buru untuk melakukan Charge Daya.

Masih belum puas oprek Android-nya ? atau kira-kira, apalagi ya yang perlu dituliskan disini ?

 

Mengenal Android Market

34

Category : tentang TeKnoLoGi

Android Market merupakan sebuah toko aplikasi/games online yang dikembangkan oleh Google untuk perangkat teknologi bersistem operasi Android.  Perangkat Teknologi disini bisa berupa ponsel, tablet pc ataupun music player. Sejauh perangkat tersebut dapat terhubung ke dunia maya, maka hampir dapat dipastikan, bisa terhubung dengan Android Market .

Android Market menyediakan aplikasi-games yang dikembangkan oleh pihak ketiga, yang dapat diunduh secara gratis maupun berbayar. Dari pengalaman pertama saya menguji ponsel Samsung Galaxy ACE S5830, baru satu aplikasi saja yang saya temukan merupakan aplikasi Trial sehingga untuk bisa menggunakannya dengan baik, mutlak harus membeli aplikasi tersebut.

Sistem Operasi Android yang bersifat terbuka (open source) memungkinkan pihak ketiga terlibat dalam mengembangkan aplikasi untuk perangkat Android. Berdasarkan informasi yang tercatat pada Wikipedia, Pertama kali Android Market dibuka pada tanggal 22 Oktober 2008. Pertumbuhan jumlah aplikasi yang terdapat dalam Android Market bisa dikatakan sangat cepat. Untuk saat ini saja diperkirakan telah ada lebih dari 140.000 aplikasi padahal pada November 2009, jumlah aplikasi di Android Market hanya sekitar 2.300 aplikasi.

Dari puluhan ribu aplikasi tersebut, lebih dari setengahnya tidak berbayar. Meski banyak aplikasi yang di-gratis-kan, tidak berarti Android Market tidak mendatangkan keuntungan loh bagi para pengembang aplikasi tersebut. Keuntungan datang dari pengiklan yang dapat menyisipkan iklannya dalam aplikasi. Bila pengguna aplikasi mengklik iklan tersebut, pengembang bisa mendapat keuntungan sekitar 0,01 – 0,05 USD. Hal ini mirip dengan perilaku para Blogger yang memasang Adsense di halaman BloG-nya. Untuk aplikasi berbayar, Google menerapkan kebijakan pembagian keuntungan sebesar 70% untuk pengembang dan 30% untuk Google Market.

Android Market kabarnya hanya dapat diakses dari perangkat Android versi 2.1 ke atas. Namun ada juga beberapa vendor ternama yang masih betah menggunakan versi dibawahnya menyematkan  Android Market pada perangkatnya meski tidak semua dapat digunakan atau diinstalasi. Terkait mampu tidaknya digunakan/diinstalasi, saya memiliki pengalaman unik saat menemukan aplikasi Flash Player 10.2 yang ternyata tidak dapat disuntikkan kedalam perangkat Samsung Galaxy ACE S5830 yang saya miliki. Usut punya usut, ternyata perangkat yang notabene sudah berbasis Android 2.2 Froyo ini tidak mendukung aplikasi tersebut. Ealah…

Format aplikasi yang digunakan oleh ponsel Android adalah Android Package Files (APK). Aplikasi yang diunduh dari Android Market tidak secara otomatis terinstal manakala telah selesai diunduh. Diperlukan layanan file manager untuk menginstal aplikasi-aplikasi tersebut. Pada Android versi 2.1 kebawah, aplikasi akan terinstal di memori internal perangkat. Namun, pada Android versi 2.2, aplikasi dapat diinstal di memori eksternal, sehingga memori internal perangkat dapat lebih leluasa.

Sayangnya hingga saat ini saya belum menemukan cara agar pengguna memiliki kuasa penuh untuk mengatur dimana aplikasi itu diletakkan seperti halnya sistem operasi Symbian dan Windows Mobile. Lagi-lagi Android-lah yang kemudian mengatur, bahwa Aplikasi yang berkaitan dengan perangkat akan diinstalasi di memori internal sedangkan Games dan Aplikasi lainnya secara otomatis ditanamkan pada memori eksternal.

Langkah Instalasi aplikasi Android ini tergolong sederhana dan mudah.  Pertama, pengguna dapat Mencari aplikasi yang diinginkan berdasarkan klasifikasi, atau mengetikkan penggalan nama atau kata kunci pada fasilitas search yang disediakan. Kedua. apabila pengguna mengklik/memilih sebuah aplikasi, akan muncul deskripsi tentang aplikasi/games tersebut, rating yang diberikan oleh para penggunanya sekaligus dan review atau komentar. Lalu, bila pengguna mengklik/menekan tombol install, maka aplikasi akan segera diunduh dan proses unduhan akan berlangsung sebagai background process, sehingga pengguna dapat kembali berselancar di Android Market. Aplikasi yang telah diunduh dari Android Market akan tampil dalam menu downloads. Jikapun Pengguna merasa aplikasi ini tidak berguna, aplikasi yang telah diunduh tadi dapat dihapus dari Menu Task Manager.

Beberapa aplikasi yang hingga saat ini masih saya gunakan diantaranya AntiVirus, Ping, PaderSync (Trial), Opera Mini, Real Calculator, Compass, FxCamera, Barcode Scanner, Yahoo Messenger, Androidify, WordPress, Go Launcher Ex, Compass-Koi-Fish-Ballon Live Wallpaper, hingga jejaring sosial Waze, TweetDeck, FaceBook dan FourSquare. Sedangkan untuk Games ada Angry Birds, Brain Genius, Math Workout, Jewel, Unblock Me Free, Tangram, Word Search dan Sudoku.

Ohya, Android Market kini bisa juga diakses melalui PC/laptop loh. Yang dibutuhkan hanyalah alamat Email yang sama-sama digunakan pada perangkat Android. Jika berhasil, maka akan terlihat aplikasi/games yang digunakan pada perangkat Android pada menu akun Profile. Tak hanya itu, hingga nama perangkat yang digunakan pun terlihat dengan jelas. Itu sebabnya ketika saya iseng mencoba melakukan instalasi aplikasi Flash Player 10.2, apa yang terjadi sudah bisa ditebak kan ?

Trik Personalisasi Themes pada Android

8

Category : tentang TeKnoLoGi

Bosan dengan tampilan HomeScreen dan Menu Android yang itu-itu saja ? Silahkan personalisasi dengan tampilan Live Wallpaper. Gambar yang bergerak dan rata-rata bernuansa Dinamis ini minimal mampu memberikan sedikit warna untuk mengatasi kebosanan akan User Interface Android. Tapi kalo sampe bosan juga dengan yang namanya Live Wallpaper, apa ada solusi lain lagi ?

Silahkan coba aplikasi Go Launcher Ex yang dapat diunduh secara Free alias Gratis melalui Android Market. Ukuran installernya hanya sebesar 2,25 MB untuk versi terbaru 2.16. Sejauh ini Go Launcher merupakan salah satu aplikasi yang paling direkomendasikan oleh pengguna Android lantaran dapat memberikan sentuhan User Interface alias Theme yang berbeda dengan tampilan Default.

Dibandingkan tampilan HomeScreen milik Samsung Galaxy ACE S5830, dengan bantuan aplikasi Go Launcher Ex ini, selain menambah satu icon Browser Internet di posisi bawah layar, tampilan icon yang senada dengan wallpaper pun menjadi lebih unik dan menarik. Demikian halnya dengan tampilan Menu yang serupa dengan HomeScreen. Hanya saja apabila dibandingkan dengan tampilan Menu secara Default, terdapat tiga pilihan tambahan dibagian atas layar terdiri dari All (program yang terdapat pada handset), Recent (yang kerap atau terakhir digunakan) dan Running (yang sedang berjalan). Khusus pada pilihan Running ini, bisa juga difungsikan sebagai Task Manager alias menutup aplikasi yang sedang berjalan.

Bagusnya, Go Launcher Ex ini memberikan kesempatan pada pengembang lainnya yang ingin membuat paket Theme dengan menggunakan Go Launcher sebagai basis datanya. Itu artinya ada beberapa pilihan Theme lagi yang dapat dipilih selain Theme bawaan aplikasi.

Sebagai contoh ilustrasi, saya coba menggunakan Cartoon Theme yang memberikan nuansa anak muda yang begitu segar atau Sketch yang mengingatkan saya pada pendidikan Arsitektur dahulu atau Blux Theme hasil karya ZT Art yang elegant. Yang terpenting lagi adalah semua Theme ini bisa diunduh secara Free alias Gratis melalui Android Market.

Apabila ingin kembali pada tampilan Android secara Default, tutup saja aplikasinya melalu Menu Task Manager bawaan Android. Mudah bukan ?