Untukmu Indonesiaku

2

Category : tentang KuLiah

Yudisium Pasca Sarjana

Yudisium Teknik

WisuDa

Terima Kasih untuk Anda Semua

10

Category : tentang KuLiah

Menyambung tulisan saya sebelumnya, kali ini saya ingin mempublikasikan salah satu halaman yang terdapat pada dokumen penulisan Tesis sebagai bentuk apresiasi serta rasa Terima Kasih saya kepada orang-orang yang terlibat penuh dan ikut berperan dalam menyelesaikan studi Pasca Sarjana selama dua tahun terakhir. Apa yang tertera dibawah ini adalah apa yang tertera dalam dokumen yang telah ditandatangani baik oleh kedua Pembimbing, juga Direktur Pasca Sarjana Universitas Udayana.

Ucapan Terima Kasih untuk Anda Semua…

Yudisium Teknik

“…mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada :

  1. Bapak Dr. Ir. IGA. Adnyana Putera, DEA dan Bapak Ir. I  Gusti Putu Suparsa, MT  sebagai dosen pembimbing I (satu) dan II (dua) yang dengan sabar dan teliti memberikan dorongan, semangat dan saran selama membimbing penulis dari awal hingga Tesis ini dapat diselesaikan.
  2. Bapak dan Ibu Dosen Pengajar Bidang Keahlian Manajemen Proyek Konstruksi pada Program Magister Program Studi Teknik Sipil Program Pascasarjana Universitas Udayana di Denpasar atas bimbingan dan ilmu yang telah diberikan.
  3. Dosen penguji Bapak Dewa Made Priyantha Wedagama, ST, MT, MSc, Ph.D,  Ir. I Wayan Yansen, MT, beserta  Putu Alit Suthanaya, ST, M.Eng.Sc, Ph.D yang telah memberikan koreksi yang cermat dan detail  demi terwujudnya Tesis ini.
  4. Kedua orang tua, mertua beserta Istri dan anak, Alit Ayu Kusumadewi, SH dan Pande Putu Mirah Gayatridewi yang dengan penuh pengorbanan telah memberikan dukungan moril serta kesempatan berkonsentrasi sejak mulai kuliah sampai dengan selesainya Tesis ini.
  5. Teman-teman  di lingkungan  Pemerintah  Kabupaten Badung diantaranya Ir. Ida Bagoes Soerya (Kadis Bina Marga dan Pengairan), Ir. Ni Luh Putu Dessy Dharmayanthi, MT (Kabag Pembangunan), I G.A.Suryaningsih, ST (Kasi Penyusunan Program), Ir. I G.A.M.Aries Sujati (Kasi Pengendalian dan Pelaporan) dan S.N.Oka Parmana, ST (Kasi Pemeliharaan Jalan) yang telah memberikan semangat, dorongan dan bantuan berupa data, informasi serta pendapat.
  6. Rekan-rekan kuliah dan karyawan Program Studi Teknik Sipil atas dukungan, bantuan dan kerjasamanya.
  7. Rekan-rekan di Bali Orange Communications, Hendra W.Saputro, Arip Yulianto dan Viar S.Kusuma yang telah banyak memberikan bantuan ilmu, dorongan serta semangat sampai dengan selesainya Tesis ini.
  8. Rekan-rekan Bali Blogger Community dan Facebook yang ikut serta memberikan masukan, kritik serta saran dan semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan namanya satu persatu atas bantuan dan dukungannya.

Semoga Ida Sang hyang Widhi Wasa / Tuhan Yang Maha Esa selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada semua pihak serta penulis sekeluarga yang telah membantu pelaksanaan dan penyelesaian Tesis ini.

…dan semua itu berakhir sudah…

16

Category : tentang KuLiah

Melanjutkan studi ke jenjang Pasca Sarjana sebenarnya sama sekali tidak pernah terpikirkan, jika bukan karena desakan seorang teman kantor yang sudah terlanjur mendaftarkan dirinya di Magister Teknik Sipil pertengahan tahun 2007 lalu. Bisa jadi karena saat itu pikiran masih terfokus pada usaha untuk mendapatkan momongan. Kebuntuan jalan yang saya temui akhirnya membelokkan pikiran untuk kembali ke bangku kuliah ketimbang bengong termenung setiap pulang kerja.

Banyak hal yang menjadi kendala sebenarnya. Hal terbesar adalah masalah biaya. Seluruh tabungan saya habis digunakan untuk pengobatan diri sendiri yang kala itu diduga Oligoasthenoteratozoospermia oleh Dr.Wimpie. Sebuah istilah ilmiah yang intinya mengatakan bahwa sperma yang saya miliki tidak normal hingga menyulitkan proses pembuahan. Disamping itu, orang tua sudah tidak lagi seproduktif dulu. Apalagi Bapak yang diketahui mengidap Diabetes sejak tahun 2003 lalu. Saya pun akhirnya mengikuti saran dari rekan-rekan kantor, memanfaatkan SK PNS yang saya miliki, untuk dijadikan jaminan pinjaman pada Bank Pembangunan Daerah setempat.

Bidang Ilmu yang saya pilih sama sekali baru. Bisa dikatakan saya mengalami kesulitan saat ujian masuk, kuliah awal hingga tengah semester. Lagi-lagi dari teman jua saya mendapatkan banyak bantuan berupa buku serta petunjuk praktis untuk mengerti lebih jauh satu persatu mata kuliah yang diajarkan. Masa inilah yang saya sebut masa perubahan. Masa dimana saya mulai menggunakan waktu luang saya sepulang kerja untuk belajar dan mengerjakan tugas agar tak tertinggal rekan lain. Masa dimana saya mulai berkenalan dengan scientific calculator yang memiliki tiga baris digital pada display layarnya, demikian pula pc mobile alias Notebook dan juga usb modem.

Untuk memudahkan proses pengerjaan tugas, saya kerap memutar otak mencari jalan terbaik dan termudah untuk dapat menyelesaikannya. Mengingat impian saya untuk mendapatkan momongan sudah didengar Tuhan, yang artinya saya harus meluangkan waktu lagi untuk membantu Istri dalam mengerjakan kewajiban rumah tangga. Bersyukur sekali, apapun kesulitan yang saya hadapi, ada seorang Istri yang dapat diajak bertukar pikiran dan ada rekan kantor juga rekan kuliah yang mendorong dan memberikan bimbingan, hingga masa transisi perkuliahan bisa saya lewati dengan baik.

Hobi nge-BLoG saya katakan adalah hal paling positif dalam sejarah hidup dan sangat bermanfaat dalam proses pembelajaran perkuliahan kali ini. Tugas yang berbentuk laporan bisa saya selesaikan dalam hitungan hari. Kebiasaan untuk mencari ide, bahan-bahan yang diperlukan, hingga mencoba menuangkannya satu persatu dalam bahasa yang mudah dimengerti menjadi amat sangat berharga dan mengundang keheranan beberapa teman lain, mengingat latar belakang pekerjaan saya kini bukanlah bidang yang tepat untuk menghasilkan tulisan atau laporan.

BLoG pada akhirnya menjadi hal terpenting yang saya miliki, karena tugas terakhir yang harus saya selesaikan (baca:Tesis) hampir sembilan puluh persen dipengaruhi oleh spririt nge-BLoG. Percaya gak ?

Dua tahun dua bulan. Masa yang tercatat untuk bisa menyelesaikan studi Pasca Sarjana, bukanlah waktu yang cepat saya kira. Walaupun rasanya baru kemarin saya ikut test TPA yang mirip dengan test psikologi CPNS, dan rasanya baru kemarin saya meledek rekan-rekan diruang kuliah dengan gambar-gambar jahil, bikin nyengir dan tentu saja semua kisah itu terekam dengan baik pada BLoG saya ini. Tercatat pada kategori ‘tentang Kuliah’.

Yudisium Pasca Sarjana

Terima Kasih rekan-rekan, Terima Kasih semuanya. Tanpa kalian tentu saja saya takkan bisa menyelesaikan perjalanan panjang ini dengan baik.

…dan kini sebuah tanggung jawab besar telah menunggu didepan mata. Mau tidak mau saya harus menghadapinya…

13 Orang Ganjil

1

Category : tentang KuLiah

Mistik angka 13 boleh dibilang agak tabu dan sedikit menakutkan apabila diceritakan apalagi lewat nuansa seram horor. Ditambah orang-orang Ganjil yang mungkin agak berbeda dari orang biasa umumnya.

Tapi 13 Orang Ganjil disini bukan malah berbicara masalah mistis atau horor. Tapi hanya satu cerita kebetulan belaka, dimana dalam satu ruang kuliah pasca sarjana terdapat 13 orang peserta dengan pengompokkan kelas sebagai kelas ganjil dimana angka yang dimaksud berasal dari nomor induk masing-masing.
Hehehe…

Diurutkan dari si penulis menerus ke orang-orang Ganjil lainnya.

Orang Ganjil pertama posturnya tinggi besar tapi berkacamata plus perut yang tambun, seringkali membuat berdesir dada orang yang dilewati, bukan apa-apa, lantaran ketinggian orang ini membuat ujung kepala hanya selisih 5 centimeter dari balok beton yang terpampang didekat ruang kuliah kampus.
Hari ini lagi rada brewokan dan gondrong, karena faktor kehamilan istri juga biar kliatan lebih serem kalo lagi berhadapan dengan Pemborong gila.
Hobinya bikin sketsa temen disebelahnya ato malah bengong tak karuan lantaran bosen dengan teori-teori diatas awan. > Pb

Orang Ganjil kedua posturnya sedikit lebih kecil walopun kalo sudah dirumah malah dianggap tinggi besar oleh keluarganya.
Serius tapi demen nyeletuk dan gape ngapalin SK Perda maupun Peraturan Pemerintah lainnya. Ngomongnya gak jauh dari kegiatan kantor lantaran sebentar-sebentar selalu dihubungi oleh atasan.
Punya laptop yang pegen banget dijual dengan harga tinggi hanya sayangnya hingga hari ini gak ada yang berani beli sesuai harga yang ditentukan. Suka nawar laptop temen lain dengan harga penawaran kisaran 1-2 juta. Hehehe…
> SNOP
> emang Snoppy ?

Orang Ganjil ketiga menyukai Gadget, Freak malah. Masih rela ngejomblo demi cita-cita yang digantung setinggi langit. Eh enggak ya ?
Tongkrongannya masih sering bikin pangling lantaran dikira masih umur duapuluhan awal, punya tampang culun tapi kabarnya waktu masih kuliah ngganteng banget. Hehehe…
Fujitsu berlayar sentuh kerap menjadi senjata andalan apabila kejenuhan menerpa sebagian makhluk yang berderet dibarisan belakang. namun tak hanya itu, Nokia commie 9300pun tak pernah lepas dan akan sangat berguna saat ujian ataupun pembahasan yang merkaitan dengan rumus dan angka.
ah ni orang bikin ngiri aja deh.
Yang tak pernah lepas ya senyumnya yang ramah dan tata bahasa yang Bali banget. > EG

Orang Ganjil keempat berambut lurus gondrong dengan alasan sama dan mesti bersiap-siap menjadi Bapak SIAGA sebulan terakhir. Semoga lahir dengan selamat ya.
Oke dibidang IT dan klop banget kalo udah duduk berdampingan dengan si EG. Obrolannya kalo ndak Core Duo ya Pentium 4. hehehe… becanda Bos !
> NU
Orang Ganjil kelima ada bapak dosen yang ideal. Udah pinter tajir banget lagi.
Denger-denger punya banyak sampingan dari bisnis garmen, sekolahan sampe restoran. Kalo senyum sangat menyejukkan hati. Maklum udah jadi Pendeta ya Pak ?
Paling serius kalo lagi belajar, bisa dimaklumi lantaran yang ngajar ya masih temen sendiri. Jadi kalo sekalinya ngelucu, he… mantan mahasiswanya takut-takut untuk ketawa. Hahahaha…
> BS

Orang ganjil keenam bapak dosen ganteng cool dan punya senyum ramah. Kabarnya dalam waktu dekat juga bakalan menjadi orang yang menjadi panutan. Tapi walo dosen, hobinya gak jauh beda dengan mahasiswa, paling suka kalo dosen telat ngajar dan pulang lebih awal. Hehehe…
> PW

Orang Ganjil ketujuh pula seorang dosen, hanya saja dari universitas swasta yang terkenal akan biaya tinggi. Humoris dan mengerti akan keinginan teman seruangannya mungkin lantaran udah bau tanah. Hehehe…
Punya hobi gak jauh beda dengan rekan setempat kerjanya, yaitu ngoleksi video syur apalagi kalo yang lokal, wah dengan bangganya dipamerkan dan ditonton rame-rame. Hehehe…
> RB

Orang Ganjil kedelapan merupakan rekan setempat kerjanya pak RB, namun dengan nasib dan takdir yang jauh beda. Walopun punya hobi yang sama, namun kalo si Bapak sudah mulai menonton dan memamerkan video syur lewat PDA Ipaqnya membuat mahasiswa muda lainnya pada mencibir dan berharap sang ayah tak seperti pak dosen teladan ini.
Punya kebiasaan yang dikhawatirkan oleh teman kuliah lain, yaitu bertanya dan mulai berdiskusi saat kejenuhan belajar mencapai titik puncak. Apalagi kalo yang namanya jam pulang sudah didepan mata, bisa mundur jadi tepat waktu bahkan molor. Huahahaha…
Tapi begini-begini jadi mahasiswa terfavorit loh.
Karena apabila Bapak ni sudah mulai bicara, dapat dipastikan semua mahasiswa lain akan menoleh dan memberikan reaksi yang berbeda-beda. Dijamin. hehehe….
> An

Orang Ganjil kesembilan agak jarang kuliah lantaran kesibukannya sebagai pengabdi diwilayah Propinsi. Punya kebiasaan menyalin tugas teman lantaran gak sempat ngebikin tugas lagi.
Tapi tetep asik diajak nonton video yang bikin gak enak duduk ya Pak ?
Karena jarangnya gaul, sampe-sampe ada temen yang surprais saat bertemu bapak ini, kirain dah mengundurkan diri pak. Hehehe….
> WS
> bukan WS Rendra lo.

Orang Ganjil kesepuluh sudah berstatus Ibu satu anak, tapi masih cantik dan seksi layaknya masih lajang. Duh, jangan sampe kedengeran suaminya loh.
Suka senyum kalo lagi nawarin permen biar gak ngantuk dan selalu siap dengan sekotak Teh Sosro setiap kali kuliah.
Kabarnya sempet bawa proposal ke perusahaan Sosro agar mau disponsorin teh kotak setiap kali kuliah. Hehehe…
Pinter banget. Maklum aja, kan dosen…
Tapi lantaran wilayah kerjanya jauh dari suami, yang ada dalam pikirannya sekarang bagaimana agar bisa mencetak anak 3 biji lagi mumpung punya ijin tugas belajar dan bisa deket suami. Hehehe…
> IL

Orang Ganjil kesebelas, wajahnya mirip-mirip tokoh komik. Tapi memang pantes mirip lantaran hasil goresannya oke banget loh. Pinter pula.
Kabarnya masih lajang tapi gak banyak suara, kalem gitu loh.
Walo pinter tapi sempet ngantuk juga kalo lagi denger teori mengambang diawan, beda jauh kalo sudah berhadapan dengan rumus dan angka. Selalu selesai lebih dulu dengan cara yang jauh lebih pendek dan efisien. Salut Mbak…
> SI

Orang Ganjil keduabelas punya bodi tinggi dan hampir selalu dikawal bodiguardnya yang dengan setia menunggu diparkiran saban pulang kuliah. Ni anak gak kalah pinter ditunjang dengan kecepatan tata bahasanya bak sepur super ekspress (kereta api maksudnya), seakan tsunami datang esok hari. Hehehe… Gak rela ngebuang waktu dikit buat narik nafas ya Mbak ?
> SS
> bukan Sabhu Sabhu loh.

Orang Ganjil terakhir termasuk favorit diantara bapak-bapak dosen sehingga dijadikan setrum bagi mereka yang selalu mengantuk saat perkuliahan berjalan. Masih muda cantik dan lajang.
Berpenampilan layaknya gaya anak muda masa kini dengan setelan baju hamil dan tangan yang mahir memencet tuts untuk ber-sms seakan tak lepas dari Nokia seri N70 miliknya.
Punya kebiasaan buruk, merayu teman dengan senyum manisnya untuk membuat tugas lebih dulu agar gampang di copy paste dengan membedakan font, hehehe…
Oh ya, gadis ini pula yang menjadi rebutan dua dosen bersodara tadi yang berhobi sama ditambah selalu bersemangat apabila melirik dan membandingkan sang gadis dengan istri mereka (yang katanya sama cantiknya, hehe…) > Yk

Namun ketigabelas orang Ganjil tadi takkan memiliki cerita ini apabila seorang teman kuliah yang berstatus ibu muda dua anak tak memilih mengundurkan diri dari perkuliahan dan sekarang tinggal di deket-deket kota Jakarta. > DK
Padahal awalnya seneng banget bisa ktemuan lagi dengan ibu ini, bukan lantaran parasnya yang cantik, bukan juga karena ni orang udah jadi temen sejak es de hingga kuliah bareng dan lima tahun belakangan tinggal di New Zea seberang laut ikut suami…
Tapi lantaran merasa senasib sama-sama nyasar kebidang kuliah yang sama sekali gak dimengerti. Hehehe…