5 Hal Penting yang Wajib diKetahui soal KPR BTN Rumah Subsidi dari Pemerintah

2

Category : tentang PeKerJaan

Tingginya angka kekurangan kepemilikan rumah, masih menjadi pe-er penting bagi pemerintah Indonesia. Tak terkecuali pada era Presiden Jokowi ini.
Hal ini diungkap oleh Pak Ketut Suyasa, perwakilan dari BTN dalam salah satu sesi akhir pemaparan, saat agenda pertemuan di Hotel Grand Santhi Selasa 24 April 2018 kemarin.

Salah satu program pemerintah yang kini digenjot kembali adalah bantuan Rumah Subsidi bagi mereka, masyarakat Indonesia, yang masuk dalam golongan kurang mampu secara finansial, atau memiliki istilah resmi MBR. Masyarakat Berpenghasilan Rendah.

Program Bantuan Rumah Subsidi ini ada yang diberikan dalam bentuk dana stimulan atau pancingan, bagi mereka yang belum memiliki rumah namun memiliki lahan dengan legalitas jelas di tanah kelahiran sendiri, dikenal dengan istilah BSPS Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, atau berupa Kredit Pemilikan Rumah yang kerap disebut KPR, bagi mereka yang ingin membeli rumah hasil karya pengembang.
Nah, ceritanya postingan kali ini bakalan bercerita banyak utamanya 5 Hal Penting yang Wajib Kalian ketahui soal KPR BTN Rumah Subsidi dari Pemerintah, sebagaimana disampaikan oleh Pak Ketut Suyasa tempo hari.

Pertama, soal Siapa yang Berhak mendapat atau mengajukan diri sebagai Calon Penerima Bantuan KPR dari Pemerintah atau yang dalam hal ini, diVerifikasi oleh Kementrian PUPR ?
Adalah mereka, masyarakat Indonesia berusia 21 tahun dan sudah menikah, yang masuk dalam kategori Berpenghasilan Rendah, alias Penghasilan tidak boleh lebih dari 4 Juta Rupiah. Hal ini berlaku bagi masyarakat secara umum, yang dihitung akumulasi alias total penghasilan Keluarga. Bukan Kepala Keluarganya saja. Termasuk Istri.
Sedangkan bagi yang berStatus ASN alias Pegawai Negeri macam saya, persoalan penghasilan tadi diberikan kemudahan, dihitung dari Gaji Pokoknya saja. Jadi meskipun Tambahan Tunjangan Penghasilannya nanti sekitar katakanlah 5 Juta rupiah, selama Gaji Pokok masih dibawah 4 Juta, sepertinya masih bisa lolos dari lubang jarum.

Lalu, persyaratan berikutnya, masih dari Siapa yang berhak adalah, Mendapatkan Surat Rekomendasi atau Pernyataan dari Kepala Desa setempat bahwa memang benar yang bersangkutan Belum Memiliki Rumah. Jadi kalau status rumah masih numpang dengan orang tua, ya sepertinya juga bisa lolos uji seleksi. Hal ini nantinya akan berkaitan erat dengan penghunian rumah yang wajib dihuni oleh penerima bantuan.

Persyaratan terakhir bagi Siapa yang berhak adalah memiliki e-KTP yang nantinya data terkait bakalan dicocokkan melalui Disdukcapil. Jadi harapannya, gak akan ada kebohongan diantara kita yang bakalan terungkap sebelum permohonan KPR disetujui oleh Pemerintah.

Lanjut ke soal Kedua, Rumah Subsidi seperti apa yang bisa dibantu oleh Pemerintah ?
Secara Nilai Bangunan dan Lahan, diatur maksimal sebesar 148,500 Juta rupiah. Diatas itu ya kena pasal Rumah Non Subsidi yang KPRnya bisa diajukan ke Bank atau lembaga perbankan swasta lainnya.
Sehingga, bila dilihat dari fakta lapangannya, bagi kalian yang berharap bisa menemukan Rumah Subsidi di Kota Denpasar atau Kabupaten Badung, lebih baik simpan semua angan-anganmu karena Harga Lahannya saja bisa jadi melebihi batas maksimal tadi diatas.

Lalu secara Luasan lahan, diatur pula minimal 60 M2 dan maksimal 200 M2 alias 2 Are.
Selain itu, ada juga diatur soal progress kemajuan fisik rumah dan seberapa jauh finishing yang sudah dicapai.

Masuk ke soal yang keTiga, seberapa besar Bantuan KPR yang nantinya bisa dibantu oleh Pemerintah atas kedua persyaratan sebelumnya ?
Dana Bantuan Uang Muka diberikan sebesar 4 Juta Rupiah untuk Rumah Tapak dan 7 Juta Rupiah untuk Rumah Susun, serta Bunga pinjaman dengan prosentase 5 % sepanjang Kredit KPR diambil oleh calon penerima.
Kalau tidak salah sih jangka waktu disediakan hingga 20 Tahun. Bebas Premi Asuransi dan PPN pula.
Sangat terjangkau kan ya ?

Soal keEmpat, bagaimana cara mengetahui Rumah Subsidi mana saja yang bisa dibantu oleh Pemerintah ?
Untuk yang ini, bisa dipantau melalui Kementrian PUPR, pengembang mana saja yang sudah bekerja sama dan dinyatakan memenuhi syarat agar nantinya tak merepotkan masyarakat kedepannya.

Terakhir, bicara soal Pengembang Rumah Subsidi, syarat apa saja yang Wajib dipenuhi oleh Pengembang agar bisa menjalin kerja sama dengan Kementrian PUPR dan melayani masyarakat melalui KPR ?
Pengembang Wajib berBadan Usaha. Itu amanat Peraturan yang baru kata pakTut Suyasa. Hal ini mengubah persyaratan pada aturan sebelumnya, yang memperbolehkan Pengembang boleh dari Perseorangan.
Sudah begitu, Pengembang Wajib terdaftar dalam Asosiasi untuk memudahkan pemantauan dan pembinaan. Demi mencegah Pengembang nakal yang biasanya tak memenuhi aturan dan kewajibannya pada masyarakat pembeli rumah.
Lanjut lagi, Pengembang wajib Terdaftar di Kementrian PUPR demi jaminan mutu dan pelayanan dari Pemerintah kepada masyarakat.

Kembali pada Program Bantuan Rumah Subsidi, untuk lingkup Provinsi Bali ada 4 Kabupaten yang sudah mulai membangun dan menawarkan Kredit Pemilikan Rumah kepada masyarakat, tentu saja di luar Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.
Seingat saya, diantaranya ada Kabupaten Buleleng dan Jembrana.
Hal ini kelihatannya menutup peluang masyarakat ataupun ASN yang saat ini memiliki mata pencaharian di Kota Denpasar ataupun Kabupaten Badung untuk bisa ikut serta berupaya memiliki Rumah Subsidi melalui KPR yang digagas oleh Pemerintah. Mengingat belum rapihnya infrastruktur dan moda transportasi antar daerah yang cenderung mengakibatkan kemacetan saat jam berangkat dan pulang kerja. Akan sangat tidak nyaman jika musti pulang pergi lintas kabupaten setiap pagi dan sore hari.

Itu artinya, bagi kalian ASN ataupun masyarakat yang merasa masuk dalam golongan berPenghasilan Rendah dengan status bekerja di luar Kota Denpasar ataupun Kabupaten Badung, sebenarnya memiliki peluang yang cukup besar mengingat sebagian dari kami kelihatannya tidak layak untuk memanfaatkan KPR Program Bantuan Rumah Subsidi dari Pemerintah.
Apa kalian tidak tertarik memilikinya ?

Peraturan Terkait :
Permen PUPR Nomor 26/PRT/M/2016 tentang Perubahan atas Permen PUPR Nomor 21/PRT/M/2016 tentang Kemudahan dan/atau Bantuan Perolehan Rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Ingin Renovasi Rumah BTN Murah yang Anda Miliki? Ini Cara Untuk Menghemat Biayanya (bag 2)

Category : tentang KeseHaRian

Pada artikel sebelumnya, telah diulas mengenai berbagai cara untuk menghemat anggaran saat merenovasi rumah BTN Murah yang Anda miliki. Pada artikel kali ini akan kembali diulas beberapa cara lainnya agar dapat menghemat budget dalam merenovasi rumah BTN murah milik Anda. Berikut beberapa caranya.

Jika ingin membuat dua lantai, gunakan konstruksi baja ringan
Cara lain untuk menghemat budget renovasi rumah BTN murah adalah dengan menggunakan konstruksi baja ringan pada saat proses peningkatan lantai rumah. Ya, rumah BTN murah biasanya cenderung memiliki luas bangunan yang sempit sehingga dibutuhkan lantai tambahan agar semua ruangan dapat memadai. Untuk menghemat anggaran tersebut, baja ringan merupakan solusi yang tepat agar budget saat merenovasi rumah BTN murah tidak bengkak terlalu banyak.

Gunakan tenaga kerja dengan sistem harian
Selain material bangunan, perhatikan pula penggunaan tenaga kerja yang akan membantu jalannya proses renovasi. Untuk menghemat budget, Anda dapat menggunakan tenaga kerja dengan sistem harian bukan borongan per proyek. Hal tersebut bertujuan untuk menghemat durasi kerja agar sesuai dengan target yang diinginkan. Selain itu, pastikan Anda mengontrol kinerja dari tenaga kerja tersebut agar biaya yang Anda keluarkan untuk mereka tidak membengkak nantinya.

Proporsi tenaga kerja yang optimal
Selain memastikan sistem tenaga kerja yang digunakan, pastikan pula jumlah tenaga kerja yang Anda gunakan memiliki proporsi yang optimal. Jika renovasi rumah tidak dilakukan secara masif, Anda dapat menggunakan tenaga kerja setidaknya 2-3 orang saja. Apabila lebih masif, Anda dapat menggunakan tenaga kerja hingga 10 orang agar pekerjaan menjadi lebih cepat selesai dan tidak memakan biaya banyak saat merenovasi rumah BTN murah Anda.

Pastikan bahan material dipesan sendiri sesuai dengan kebutuhan
Selain memastikan jumlah tenaga kerja yang digunakan, pastikan pula semua bahan material yang dipesan Anda lakukan sendiri. Meski terdengar merepotkan akan tetapi pemesanan bahan material yang dilakukan sendiri dapat mencegah terjadinya kecurangan yang mengakibatkan bocornya anggaran. Dengan demikian, Anda dapat menjaga uang tidak sampai terbuang sia-sia.

Badung Cairkan 34 M Bantuan Rumah Layak Huni

1

Category : tentang PeKerJaan

Petang 23/10. Pemerintah Kabupaten Badung rupanya berkomitmen penuh dalam melaksanakan lima program unggulan strategis yang menjadi skala prioritas dan tertuang dalam Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB). Mencakup pemenuhan akan kebutuhan papan bagi masyarakat Badung yang masih menempati rumah tidak layak huni, dan ditargetkan harus tuntas di tahun 2019 mendatang.

Penyerahan dana bantuan secara simbolis kepada 625 rumah tangga sasaran oleh Wakil Bupati Badung Ketut Suiyasa di Kantor Camat Petang Senin kemarin, menggunakan dana APBD Perubahan Tahun 2017, sebagai bukti hadirnya pemimpin dan pemerintah di tengah-tengah masyarakat Badung.

Sementara itu Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman AA Ngurah Bayu Kumara menyampaikan bahwa hingga saat ini proses verifikasi yang telah dilaksanakan terhadap usulan Desa mencapai 3.315 RTS dengan penentuan kriteria serta persyaratan yang dikaitkan dengan calon penerima bantuan secara personal maupun objek rumah yang ditinggali. Semua itu telah dituangkan dalam Peraturan Bupati Badung nomor 51 Tahun 2017 sekaligus nantinya digunakan sebagai standar prosedur pelaksanaan bantuan bagi penerima maupun pengawasan di tingkat desa.

Kedepannya Ketut Suiyasa Wakil Bupati Badung mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten sudah mengupayakan bentuk bantuan yang sama pada RAPBD Tahun 2018 secara bertahap menuju masyarakat Badung makmur dan sejahtera.

Merayakan Galungan dan Bangga jerih payah sendiri

Category : tentang KeseHaRian

Awalnya benar-benar ndak kepikiran dengan hasil yang begitu nyata, karena yang terlintas dibenak adalah bagaimana caranya agar rejeki yang diterima tak lantas terbuang percuma begitu saja. Minimal bisa dinikmati bersama-sama. Maka keputusan pun diambil, menyisihkan sebagian untuk membuat wastra atau penganggo sejumlah pelinggih di rumah, dan sebagian lagi memperbaiki perkerasan jalan masuk yang sepuluh tahun terakhir tampak mengenaskan.

Kini setelah semuanya selesai, tampilan rumah kami yang jauh dari kata mewah ini terlihat sedikit lebih bersih ketimbang sebelumnya. Utamanya saat perayaan Galungan yang jatuh dalam hitungan hari kedepan.

PanDe Baik wastra

PanDe Baik Paving 5

Eh, sekarang anak anak dah bisa naik sepeda sampe depan loh…

PanDe Baik Paving

Ada rasa senang saat melihatnya. Jadi makin bangga ketika teringat bahwa penggantian penganggo wastra dan juga perkerasan paving khas pekerjaan kantor tahun 2013 silam merupakan pemanfaatan rejeki hasil jerih payah sendiri. Ya, berusaha sendiri.

Bagaimana menurut kalian ?

Telkom Denpasar Lama merespon Keluhan Telepon Rumah

Category : tentang Opini

Kepada Yth. 
Telkom Indonesia (untuk pemberitahuan karena saya tak menemukan alamat email Customer Service) – [email protected]
[email protected]
Redaksi Bali Post (untuk Surat Pembaca) – [email protected]
Redaksi Denpost (untuk Surat Pembaca) – [email protected]

TELKOM DENPASAR LAMA MERESPON KELUHAN TELEPON RUMAH

Om Swastyastu

Orang tua saya tercatat sebagai pelanggan lama layanan telepon rumah milik Telkom. Sudah 14 hari terakhir nomor rumah kami tidak bisa dihubungi (tidak ada dering telepon) dan tidak bisa menghubungi (tidak ada nada tunggu). Untuk antisipasi, saya sudah mencoba untuk membeli pesawat telepon baru namun kondisi yang ada tetap sama.

Saya memutuskan untuk menaikkan keluhan ini ke Surat Pembaca mengingat selama 14 hari ini, tidak ada tindaklanjut yang disampaikan secara langsung baik kunjungan teknisi atau konfirmasi ke nomor telepon yang dapat dihubungi. Saya sudah menghubungi 147 (dipotong pulsa pula) untuk yang ke-5 kalinya per 25 September 2015 pk. 7.14 dan mention berkali-kali serta DM ke akun twitter milik Telkom di @TelkomCare namun jawaban sama selalu saya dapatkan. ‘on progress’

Pada hari ke-3 di laporan yang ke-2, seseorang  yang mengaku Teknisi Telkom sempat menghubungi dengan menggunakan nomor telepon berawalan 0361 yang saat saya hubungi balik selalu bernada sibuk. Yang bersangkutan menanyakan alamat rumah, namun hingga kini belum tampak batang hidungnya. Berikut nomor laporan yang disampaikan Telkom setiap kali saya menyampaikan keluhan. 2015D.0915.11748

Mohon tanggapan secepatnya dari pihak Telkom.
Om Shanti Shanti Shanti Om

Hormat kami,
Pande Nyoman Artawibawa
Jalan Nangka No.31 Denpasar
Kontak 083 119 540 188 atau di akun Twitter @pandebaik atau email di [email protected]

******

By the way…
Keluhan diatas rupanya sudah ditanggapi dengan Baik oleh pihak Telkom pada hari Sabtu, 26 September 2015, tepatnya hari ke-15 sekitar pukul 4.30 pm.
Ini artinya bahwa ketika semua keluhan yang sudah disampaikan secara lisan ataupun non formal kepada pihak yang berwenang namun belum jua ada tanggapan hingga hitungan Minggu, tidak ada salahnya bagi kita sebagai Konsumen menyampaikan keluhan secara Resmi dan Tertulis untuk diPublikasi dan diTembuskan ke pihak yang memiliki kewenangan lebih tinggi, induk perusahaan atau media cetak. Ketimbang memaki-maki admin sosial media mereka. Demikian disampaikan.

Jadi, Terima Kasih atas tanggapan admin @TelkomCare atas perbaikan Telepon Rumah kami hari ini.
Salam dari Pelanggan tetapmu ini.