ke Dokter Gigi (muda) ? Siapa Takut ?

10

Category : tentang KHayaLan

Melanjutkan posting sebelumnya, perihal periksa gigi ke dr.Rudita, berawal dari cutinya pak dokter sekitar semingguan (mungkin untuk beristirahat), maka penanganan dialihkan pada seorang dokter gigi muda, dr. Nyoman Sudarnata yang akrab dipanggil dr.Komang, seorang dokter yang walopun pengalamannya tak sebanyak dokter seniornya, dr. Rudita, namun dari segi komunikasi pada pasiennya, tak kalah ramah bahkan selalu menyapa pasiennya dengan salam setiap kali sua pasien yang ia tangani.

Mungkin masih ingat iklan rokok putih yang ‘orang muda gak boleh bicara. Tanya Kenapa !’. Disitu (ini pendapat pribadi loh) ada satu kekhawatiran bahwa orang muda lantaran sedikit pengalaman lebih dikhawatirkan tak mampu menghasilkan karya yang lebih baik dibanding generasi tua. Mungkin Itu sebabnya pula dari sekian banyak pasien yang mengantre, rata-rata lebih memilih dr.Rudita untuk menangani keluhan mereka dibanding merujuk pada si dokter gigi muda ini. Paling gak setiap kali hendak diperiksa, pasien ditanya lebih dulu mau ditangani oleh dokter yang mana ? J

But Hey, bukankah setiap orang punya keinginan untuk berbuat yang terbaik bagi orang lain ? apalagi ini adalah profesi dokter pada pasiennya yang mempertaruhkan keberhasilan-kesehatan sang pasiennya ? Dokter mana sih yang mau bertindak asal-asalan memeriksa dan mendiagnosis pasiennya hingga penanganannya pun tak maksimal ?

dokter-gi3.jpg

Inilah yang menjadi alasan utama, mengapa sedari dr.Rudita cuti tempo hari, untuk penanganan masalah gigi ini diserahkan pada dr.Komang yang notabene baru dikenal ? Keyakinan akan tekad seorang dokter untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasiennya, dan ini tentu berlaku pula untuk dokter muda satu ini.

Jadilah usai gigi yang berlobang ditambal oleh pak dr.Komang, dengan senang hati pula meminta Beliau untuk melanjutkan memeriksa dan menangani keluhan yang lainnya.

Bersyukur, Beliau mau dan mampu memberikan penanganan terbaik bagi pasiennya, terbukti pada rasa sakit gigi yang sudah mulai berkurang (psst.. ada 4 lokasi yang sakit loh) dan keterangan Beliau yang walaupun kebanyakan memakai istilah medis (sulit dimengerti bagi seorang awam seperti saya), tetap diusahakan agar bisa dicerna dengan jelas oleh pasiennya. Tak lupa saran dan tips merawat gigi disertakan pula usai pemeriksaan.

So, kalopun harus datang dan periksa ke dokter Gigi dan ditangani oleh seorang dokter gigi muda, hayooo aja. Siapa takut ?

ke Dokter Gigi ? Siapa Takut ?

1

Category : tentang KHayaLan

dua bulan terakhir ini, aktivitas rutin datang periksa ke dokter Gigi kembali dijalani berhubung beberapa gigi sedang mengalami masalah yang berbeda-beda. Dari berlubang, keropos, pecah hingga gusi bengkak.

Seperti biasa, dokter langganan selama 2-3 tahun ini adalah dr.Rudita yang sampe hari ini praktek di jl. Thamrin sebelah barat Puri Pemecutan, yang kini dibarengi pula oleh seorang dokter gigi muda dr. Nyoman (Komang) Sudarnata, untuk membantu pasien Beliau saat kunjungan lagi ramai-ramainya.

Mengapa bisa betah periksa disini ?

dokter-gi2.jpg

Pertama, dr.Rudita itu sudah dikenal sebagai dokter gigi senior dengan segudang pengalaman pula. Itu sebabnya ketika terpaksa mencabut gigi yang berada paling belakang, dr.Rudita mampu melakukan hal yang terbaik bagi pasiennya. Cepat dan tanpa rasa sakit berlebihan.

Kedua, dr.Rudita itu komunikatif. Satu kunci sukses bagi para dokter agar tetap disukai oleh pasiennya, seperti halnya dokter Kandungan tempat periksa Istri kmaren, dr. Wardiana di Apotik Agung jl. Diponegoro. Jadi apapun keluhan dan pertanyaan yang ada dalam kepala, perihal ‘mengetahui sebab akibat sakit gigi yang diderita, dilayani dengan baik, walopun Beliau jarang senyum pada pasiennya.

Ketiga, mengutip kata-kata Beliau, bahwa pasien yang datang dan periksa rata-rata adalah golongan Menengah kebawah. Artinya baik ongkos yang dikenakan tak semahal dokter gigi lain (Indra Guizot ataupun dokter gigi cewek yang praktek di jl Yudistira)., dan obat yang diresepkan bukanlah obat mahal alias generik.

Jadi, kalopun harus datang dan periksa ke dokter Gigi, hayooo aja. Siapa takut ?