BlackBerry 9360 Apollo, OS7 Menengah dengan NFC

Category : tentang TeKnoLoGi

Dari perwajahannya sebenarnya sudah bisa dikenali bahwa perangkat kembangan Research In Motion ini datang dari Curve series, ponsel BlackBerry yang diperuntukkan bagi kelas menengah ke bawah. Namun apabila dibandingkan dengan seri Curve sebelumnya, banyak perubahan yang kami temui kali ini.
Untuk image perangkat BlackBerry yang selama ini dikenal dengan dimensi yang berat dan lebar, agaknya boleh dikesampingkan mengingat secara ketebalan ponsel hanya berkisar 11 mm dengan berat yang tak sampai 100 gram. Bagi yang sudah terbiasa dengan ponsel berkeypad qwerty barangkali bakalan merasakan perbedaannya. Bahkan kami sendiri masih belum percaya jika ponsel yang kami Review kali ini merupakan salah satu dari enam rilis BlackBerry terkini.

Mengambil codename Apollo, BlackBerry 9360 sejauh ini merupakan perangkat berbasis Osv7 yang termurah di tingkat menengah, sangat pantas dimiliki bagi mereka yang merupakan die hard BlackBerry dengan budget terbatas, ataupun pengguna pemula yang menginginkan perangkat BlackBerry tanpa lemot.

Mengusung jaringan 3,5 G HSDPA agaknya sudah menjadi satu jaminan mutu bahwa secara network yang kelak bakalan digunakan tak lagi mengalami keterbatasan akses. Tidak cukup hanya mengandalkan koneksi wireless Bluetooth dan WLAN, BlackBerry 9360 Apollo bahkan telah dibekali pula dengan teknologi NFC atau Near Field Communications. Sebuah teknologi terkini yang memungkinkan pengguna berbagi file dengan cara mendekatkan perangkat saja.

Dengan harga jual dibawah 3,5 juta rupiah, pengguna diharapkan sudah cukup puas dengan layar non-touchscreen berkekuatan 16 juta warna 480×360 pixel, jauh lebih baik dibanding seri Curve sebelumnya. Mengingat versi sistem operasi yang didukung sudah 7.1 maka secara tampilan yang disajikan pun jauh lebih berwarna dan dinamis. Cukup memberi penyegaran bagi mata pengguna yang dahulu dipaksa untuk berhadapan dengan kesan serius.

Dibekali lensa kamera utama sebesar 5 Mega Pixels lengkap dengan LED Flash tanpa tambahan kamera kedua, BlackBerry 9360 Apollo kali ini sudah bisa berbangga dengan kemampuan tambahan perekaman video yang beresolusi VGA. Dari beberapa kali uji coba yang kami lakukan, hasil perekaman gambar maupun video menunjukkan kualitas yang juga jauh lebih baik dari kamera seri BlackBerry sebelumnya.

Untuk mendukung kinerja ponsel serta memudahkan aktifitas pengguna, BlackBerry 9360 Apollo siap mengerahkan daya upayanya dengan cpu prosesor 800 MHz, sebuah ukuran yang sebenarnya bukan merupakan standar masa kini apabila disandingkan dengan ponsel lain di rentang harga jual yang sama. Sedangkan untuk media penyimpanan, sudah tergolong leluasa meski belum selega para kompetitornya. Storage internal diberikan 512 MB serta Memory RAM 512 MB. Inilah yang kemudian menjadi alasan kami untuk mengatakan perangkat BlackBerry tanpa lemot.

Sayang, banyaknya perubahan yang kami temui kali ini tidak dibarengi dengan penambahan daya tahan perangkat yang hanya dibekali standar battery Li-Ion 1000 mAh, sebuah kapasitas yang bagi kami masih tergolong kurang untuk dapat memacu perangkat secara optimal. Dalam sekali charge penuh, BlackBerry 9360 Apollo hanya dapat bertahan beberapa jam saja mengingat secara kebutuhan, perangkat berada dalam posisi online. Sehingga pengguna memerlukan dua tiga kali Charge dalam sehari layaknya ponsel pintar lainnya. Untuk itu, Kami rekomendasikan bahwa pengguna wajib membawa serta kabel charger dalam tas untuk mengatasi kemungkinan terburuk lowbat.

Terkait minimnya daya tahan batere ini, di pasaran bisa ditemui beberapa battery non original yang berkekuatan dua setengah kali lipatnya disertai dengan cover belakang perangkat untuk menutupi keberadaan battery. Jika opsi ini diambil, maka bisa ditebak, baik dari dimensi ataupun berat perangkat barangkali gag akan berkesan lagi bagi para penggunanya.

Tablet Vandroid T2 Android Murah Rasa Lokal

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Demam akan sistem operasi si Robot Hijau rasanya sudah kian menjadi. Dikatakan demikian lantaran semakin banyak saja Vendor baik global dan lokal yang merilis perangkat berbasis sistem operasi Android dengan berbagai rentang harga dan kemampuan. Dari High End hingga Entry level atau Pemula.

Jika selama ini kami lebih merekomendasikan perangkat level Menengah sebagai pilihan bagi Kawan yang ingin merasakan bagaimana nikmatnya perangkat mobile berbasis Android, kini kami mencoba untuk hadirkan Tablet Android level bawah yang barangkali dapat menarik minat bagi mereka yang memiliki budget terbatas. Vandroid T2.

Secara dimensi, Tablet Vandroid T2 terlihat tak jauh berbeda dengan Samsung Galaxy Tab #2 7.0 yang tempo hari sempat kami Review, pun dengan list aluminium yang mengitari layar demikian halnya dengan ketebalan perangkat. Hanya jika disandingkan saja bakalan terlihat perbedaan yang mencolok pada keberadaan empat tombol sentuh yang terdapat di sisi bawah layar. Bisa dimaklumi lantaran secara Versi OS yang dipergunakan masih mengadopsi Android 2.3 GingerBread. Uniknya, meski sudah terdapat empat tombol haptic tersebut, terdapat pula list Taskbar disisi atas layar yang memiliki manfaat sama yaitu mengembalikan aktifitas ke halaman awal (home), back serta volume up and down.

Mengusung prosesor berkecepatan tinggi 1 GHz dikombinasikan dengan besaran Memory RAM 512 MB (386 MB shared) rasanya untuk ukuran sebuah Tablet Lokal yang menyasar pangsa pasar Entry Level sudah cukup menjanjikan. Namun entah mengapa, persoalan layar sentuh yang disandang masih menghantui seperti Tablet Lokal lainnya. Membutuhkan dua tiga kali sentuhan yang sama dengan perangkat Samsung Galaxy Tab #2 7.0 untuk mendapatkan Respon atas tindakan yang Kawan inginkan. Bagi yang sudah terbiasa dengan cepatnya akses menu tentu hal ini Jadi sedikit menjengkelkan.

Urusan Storage rasanya Kawan memang harus berpuas diri dengan sedikit keterbatasan space yang disediakan, yaitu 4 GB (3 GB shared) dengan dukungan memory eksternal yang hanya mampu mencapai maksimal 16 GB saja. Keternatasan pula ditemukan pada resolusi kamera yang disandang pada punggung perangkat berkisar 2 MP tanpa lampu LED Flash. Uniknya selain mengadopsi port mini USB sebagai media charger ataupun bertukar data, Vandroid T2 menyediakan pula port mini HDMI disisi yang sama.

Menjanjikan sistem Plug and Play, Vandroid T2 tampaknya tak ingin membebani pengguna yang akan memanfaatkan perangkat Tablet baik sebagai modem ataupun storage penyimpanan data. Ketika perangkat disambungkan ke pc/notebook, dalam waktu singkat segera terdeteksi dengan baik dan perangkat Vandroid T2 pun siap dieksekusi.

Berhubung Vandroid T2 merupakan Tablet Lokal, dilihat dari segi penampilan halaman depan ataupun menu, hampir tak ada inovasi ataupun User Iinterface tambahan yang mampu membedakan perangkat dengan Tablet lainnya. Meski demikian dari beberapa aplikasi bawaan terdapat aplikasi Market tambahan milik vendor yang patut diapresiasi lantaran dapat dimanfaatkan untuk mengunduh ketersediaan aplikasi dan games dengan cara memotong pulsa.

Selain itu saat kami ujicoba pertama kali, terlihat beberapa aplikasi penting sudah berada di halaman menu seperti Documents To Go Viewer, Google +, FaceBook, eBook Reader, Explorer, Yahoo Mail and Messenger pula Flash Player. Yang terakhir kami sebutkan ini tampaknya memang amat jarang disematkan dalam perangkat Android murah, jadi tidaklah salah jika kami kemudian memberi nilai tambah untuk dukungan dan kemampuannya.

Namun belum lengkap rasanya jika perangkat Vandroid T2 belum melakukan test Benchmarking dengan memanfaatkan AnTuTu, hasilnya lumayan. Layar menunjukkan setidaknya terdapat poin sebesar 2394, setengah dari uji yang sama pada perangkat Samsung Galaxy Tab #2 7.0. Hasil ini berada diatas HTC Wildfire dan Hero yang memang memiliki spec teknis dibawah T2. Untuk membuktikannya memang sedikit terasa adanya lag atau jeda saat digunakan untuk memainkan games Angry Birds atau Cut The Rope.

Terlepas dari semua keterbatasan yang kami sebutkan tadi, dengan harga jual dibawah satu juta rupiah, agaknya keberadaan Tablet Vandroid T2 sangat layak dipertimbangkan. Apalagi untuk pangsa pasar Entry Level, T2 bakalan bersaing dengan beberapa Tablet milik IMO dan juga Axioo Pico 7 yang memiliki spec teknis sama namun harga yang sedikit lebih mahal. Setidaknya untuk memenuhi kebutuhan jejaring sosial atau memainkan beberapa games, T2 cukup mampu mengakomodirnya.

Samsung Galaxy Pocket, Android Murah Fitur Menengah

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Pasca meraup penjualan terbesar dari perangkat ponsel berbasis Android, tampaknya Samsung seakan ingin menancapkan kukunya semakin dalam dikalangan entry level, pengguna Android tingkat Pemula dengan meluncurkan Galaxy series GT-S5300 aka Pocket.
Mengandalkan perwajahan dan dimensi perangkat yang tidak jauh berbeda dengan sidekicknya Samsung Galaxy Y, Pocket rupanya tampil dengan dimensi layar yang sedikit lebih kecil, sekitar 2,8 inchi 240×320 pixel dengan tingkat kedalaman 262 K Warna. Hal yang patut disayangkan sebenarnya, namun mengingat ini merupakan kebiasaan Samsung di level Pemula barangkali hanya perlu dimaklumi saja.

Hal lain yang masih mengadopsi fitur setara diantaranya besaran kamera yang hanya sekitaran 2 Mega Pixel tanpa flash, perekaman video kualitas QVGA, jangkauan jaringan yang sudah mendukung 3,5 G HSDPA dan koneksi wireless plus Bluetooth 3.0. Demikian halnya dengan kemampuan untuk mengubah fungsi ponsel menjadi perangkat wifi Hotspot tetap bisa dinikmati dengan baik.

Mengusung besaran prosesor yang setara 800 MHz Arm v6 dengan 289 MB Memory RAM rasanya sudah cukup bagi Droiders Pemula yang ingin menggunakan perangkatnya untuk melakukan pekerjaan secara Multitasking. Seandainyapun masih kurang gegas, tindakan Rooted masih bisa dilakukan dengan satu langkah mudah meski tidak disarankan oleh Samsung atas dasar menghanguskan garansi ponsel.

Untuk mendukung kebutuhan kantoran dan bisnis, telah disediakan aplikasi Document Viewer, kemampuan berkirim dan menerima email baik yang bersifat gratisan atau korporat, Agenda dan Calendar untuk pencatatan jadwal, pula voice recorder dan Memo untuk merekam kegiatan dalam bentuk audio dan data.

Satu-satunya fitur yang kemudian cukup menarik perhatian kami adalah ketersediaan Internal Storage sebesar 3 GB (1 GB User Memory), untuk menampung sejumlah instalasi aplikasi dan permainan tanpa khawatir kepenuhan lagi. Ini jelas jauh lebih baik dari perangkat Samsung sebelumnya, Galaxy Y dan Mini sekalipun. Ketersediaan ini masih pula didukung dengan adanya slot memorycard hingga 32 GB yang berada dibalik battery.

Dan ngomong-ngomong soal daya battery, dengan besaran kapasitas yang hanya 1.200 mAh kami rasa masih kurang untuk menunjang proses aktifitas pengguna selama seharian, meskipun bisa jadi dalam waktu dekat bakalan tersedia pula Battery non iriginal untuk menambah daya hingga dua kali lipatnya.

Dengan harga jual yang hanya sekitaran 1,150 juta, perangkat yang masih mengandalkan OS Android versi 2.3 GingerBread, Samsung Galaxy GT-S5300 aka Pocket tampaknya bisa jadi satu pilihan yang menarik bagi pengguna Android Pemula.

Samsung Galaxy Tab #2 7.0, the Best Value

8

Category : tentang TeKnoLoGi

Akhir bulan April lalu publik beberapa kota besar di Indonesia, dikejutkan oleh peluncuran sebuah perangkat TabletPC branded berotak dua inti yang dijual dengan harga promo 3,499 juta sudah termasuk dengan free 12 bulan paket internet. Bisa ditebak, 200 unit yang disediakan selama masa promo di masing-masing kota, ludes dalam sekejap. Satu minggu kemudian, perangkat tersebut dijual dengan harga normal yaitu 3,999 juta saja dengan bonus paket yang masih sama. Inilah Samsung Galaxy Tab #2 7.0 GT-P3100.

Samsung Galaxy Tab #2 7.0 GT-P3100 ini merupakan seri ketiga dari Samsung Android 7 series yang diluncurkan demi melanjutkan kesuksesan yang sudah digapai oleh dua seri sebelumnya, Samsung Galaxy Tab dan Samsung Galaxy Tab 7+.

Secara perwajahan, Galaxy Tab #2 sebenarnya hampir tak ada beda dengan seri Galaxy Tab 7+ terutama dalam kondisi off. Bisa jadi lantaran secara dimensi dan berat perangkat memang sama persis satu sama lain. Perbedaan baru akan terlihat secara jelas ketika diamati dari sisi belakang atau back cover, tepatnya pada ketiadaan Lampu LED Flash disebelah lensa kamera.

Dalam paket penjualannya, tak ditemukan adanya bonus Leather Case original dan Memory Card 16 GB seperti halnya penjualan Galaxy Tab 7+. Jadi satu-satunya bonus yang bisa didapat oleh pembeli atau pengguna hanyalah free internet unimited 12 bulan paket Indosat senilai masing-masing 50ribu rupiah.

Samsung Galaxy Tab #2 7.0 GT-P3100 ini merupakan TabletPC pertama Samsung yang mengadopsi sistem operasi versi 4.0.3 Ice Cream Sandwich secara resmi sejak peluncurannya. Saat dilihat lebih jauh tampilan yang dihadirkan pada homescreen, terdapat beberapa perubahan icon pada menu yang menjadikannya tampak lebih jernih dan segar ketimbang tampilan icon pada sistem operasi sebelumnya. Selain itu simbol (+) yang dahulunya berada di pojok kanan atas sebagai fungsi penambahan shortcut, wallpaper dan widget dihilangkan, menyisakan simbol akses Menunya saja.

Mengusung User Interface TouchWiz khas milik Samsung, perpindahan antar halaman pada homescreen disajikan secara continuous atau loop, mengingatkan kami pada User Interface Sense 3.0 milik HTC Flyer, TabletPC branded berukuran layar sama yang dirilis setahun lalu.

Masuk kedalam tampilan Menu, terdapat beberapa aplikasi serupa yang dapat ditemukan pada perangkat berlayar 5,3” Samsung Galaxy Note. Diantaranya Games Hub, Readers Hub, S Planner, Messenger dan Video Maker. Uniknya, lima aplikasi yang disebutkan tadi ternyata tidak hadir dalam perangkat Android 7 series lainnya.

Pembaharuan tampilan lainnya bisa ditemukan pada perwajahan halaman Setting/Pengaturan yang secara sepintas menurut kami meniru tampilan sistem operasi iOS pada perangkat iPhone dan iPad. Keyakinan ini jadi makin bertambah ketika melihat pilihan on/off yang dihadirkan dalam masing-masing opsi serta pembagian pola pengaturan berdasarkan fungsi dan penggunaannya. Adapun pembagian fungsi yang dimaksudkan meliputi Wireless and Network untuk opsi Wi-Fi-Bluetooth dan Data Usage, Device untuk opsi Sound-Wallpaper-Lock Screen-Display-Power Saving-Storage dan Battery, Personal untuk opsi Accounts and Sync-Location Service-Security-Language Input dan Backup and Reset, serta System untuk opsi Dock-Date and Time-Accesibility-Developer Options dan About Device.

Selain dilakukannya pembagian pola pengaturan, ada beberapa opsi pilihan yang ternyata berpindah tempat. Seperti opsi persetujuan melakukan instalasi aplikasi/games dari sumber yang tidak diketahui misalnya. Disamping itu ada juga penambahan fungsi seperti Data Usage untuk memantau penggunaan layanan data di masing-masing perangkat dihitung dalam rentang waktu tertentu. Kemudian ada Wi-Fi Peer to Peer yang memungkinkan pengguna bertukar data melalui jalur koneksi Wi-Fi. Uniknya lagi, dalam pola terakhir terdapat opsi ‘Developer Options’ yang bisa jadi diperuntukkan bagi Droiders tingkat Advanced. Didalamnya terdapat beberapa Pengaturan tambahan terkait Screen Flash, Touches, pointer dan usage CPU. Perubahan ini cukup membingungkan terutama bagi pengguna yang sudah terlanjur terbiasa dengan tampilan Pengaturan pada sistem operasi versi sebelumnya.

Dari daftar Spesifikasi yang hadir di perangkat Samsung Galaxy Tab #2 7.0 GT-P3100 sebetulnya tidak jauh berbeda dengan perangkat sebelumnya, Galaxy Tab 7+. Baik dari segi dimensi, berat perangkat, lebar layar, resolusi 1024×600 pixel, kedalaman dan kerapatan 170 ppi, besaran internal storage 16 GB, dukungan kemampuan eksternal storage hingga 64 GB pun 1 GB Memory RAM serta kapasitas daya tahan battery 4000 mAh. Selain itu, dukungan akan voice call dan juga messaging tetap mampu dilakukan.

Sedang beberapa perbedaan yang dapat ditemukan selain ketiadaan lampu LED Flash di sisi lensa kamera pada back cover adalah jenis lensa 3,15 Mega Pixel fixedfocus, resolusi kamera depan yang hanya berkualitas VGA, serta kekuatan chipset TI OMAP 4430 dualcore 1 GHz. Besaran cpu ini sedikit lebih kecil dari milik Samsung Galaxy Tab 7+ yang mengambil chipset Exynos 4210 berkekuatan dualcore 1,2 GHz.

Dari pengujian Benchmark yang kami lakukan pada perangkat Samsung Galaxy Tab #2 7.0 GT-P3100 dengan menggunakan AnTuTu, hasil yang ditunjukkan rupanya tak jauh berbeda dengan hasil pengujian yang kami lakukan pada ponsel HTC Sensation XE beberapa waktu lalu. 4824 Poin, bandingkan dengan pengujian pada Galaxy Tab 7+ sebesar 5857. Itu artinya, apabila disandingkan terpaut lumayan jauh dibawahnya. Bisa jadi inilah alasan mengapa dari segi harga jual Galaxy Tab #2 cenderung lebih terjangkau.

Dalam rentang harga 4 juta rupiah, perangkat TabletPC Samsung Galaxy Tab #2 7.0 GT-P3100 bakalan bersaing dengan TabletPC branded HTC Flyer yang dirilis satu tahun lalu namun masih menggunakan single core 1,5 GHz dan ponsel premium milik Sony Ericsson seri Xperia Arc S berkekuatan single core 1,4 GHz.

Samsung Galaxy Tab #2 7.0 GT-P3100 dapat dijadikan sebagai pilihan bagi Rekan Tokoh yang memiliki keterbatasan Budget namun menginginkan Tablet Android mumpuni yang mampu mengakomodir kebutuhan akan pendukung kerja, hiburan maupun keterkinian OS, paling tidak masih bisa bertahan hingga setahun kedepan. Meski seri Galaxy Tab 7+ memang masih yang terbaik dari segi kemampuan dan kinerja, namun untuk pertimbangan best value tampaknya Samsung Galaxy Tab #2 7.0 GT-P3100 -lah yang terbaik.

BlackBerry Curve 9220, Osv7 Termurah kelas Pemula

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Di tengah gencarnya serangan perangkat Android multi vendor, nama BlackBerry bisa dikatakan makin tertatih dengan bukti penurunan tingkat penjualan di akhir Tahun 2011 lalu. Makin menjadi setelah Lazaridis dan Jim Balsillie dua CEO yang membidani kelahiran BlackBerry mengundurkan diri akhir Januari kemarin lantaran ketidakmampuan mereka menjaga Market Share-nya.

Demi merebut kembali pengguna Handhelds BlackBerry yang kini banyak diambil alih oleh Android, Research In Motions (RIM) mencoba merilis perangkat terkini mereka dengan mengandalkan sistem operasi Osv7 yang tempo hari sempat meramaikan bursa dengan lima rilis awal, dan dilempar untuk mengisi peluang di tingkat pemula atau Entry Level.

BlackBerry Curve 9220 aka Davis, diluncurkan secara resmi ke pasar global per bulan April lalu menyajikan rupa yang jujur saja bagi kami malah mirip dengan perangkat ponsel China dan mengabaikan kesan ekslusifitas BlackBerry seperti yang dikenal selama ini. Dengan bentukan yang rounded di keempat sudut, sepintas memang mengingatkan kami pada BlackBerry termurah versi sebelumnya, Curve 8520 Gemini. Sehingga sangat wajar apabila kemudian BlackBerry Curve 9220 ini dianggap sebagai calon pengganti versi Gemini yang banyak dikeluhkan oleh pengguna akan lemot atau leletnya kinerja perangkat. Image ini makin kuat kami rasakan ketika mengetahui jaringan nirkabel yang didukung hanyalah Quadband 2G seperti halnya versi Gemini.

Untuk dimensi layar Curve 9220 hanya mengadopsi ukuran 2,4 inchi 320×240 pixel TFT 65K Warna. Spesifikasi ini setara dengan pendahulunya yang notabene masuk dalam kategori standar ponsel pemula. Sayangnya dibandingkan dengan sejawatnya yang lain, tingkat kejernihan layar yang disajikan tampaknya bakalan kurang memuaskan bagi mata pengguna.
Demikian halnya dengan lensa kamera utama yang masih mengandalkan resolusi 2 Mega Pixel tanpa dukungan kamera sekunder. Urusan rekam video yang mampu dilakukan masih sebatas QVGA dengan dukungan file multimedia MP4/H.263/H.264/WMV.

Apabila keluhan akan lelet dan lemotnya kinerja ponsel kerap dialami pengguna pada versi 8520 Gemini terdahulu, agaknya kini tak lagi perlu dikhawatirkan mengingat secara jeroan kecepatan sudah mendapatkan peningkatan yang sangat berarti untuk ukurannya. Kekuatan cpu sebesar 800 MHz ditambah besaran 512 MB RAM dan 512 MB ROM siap menjadikan Curve 9220 sebagai teman kerja Pengguna dalam mendukung aktifitas multitasking. Bandingkan dengan para pendahulunya Onyx dan Torch generasi pertama yang masih menggunakan cpu 600 MHz dan internal storage sebesar 256 MB dengan banderol harga lebih mahal.

Selain adanya peningkatan pada cpu, BlackBerry Curve 9220 ini ditunjang pula dengan daya tahan batere 1450 mAh, sebuah kapasitas yang cukup besar untuk ukuran HandHelds BlackBerry. Disamping itu ada juga fitur Radio FM yang sebelumnya sudah sempat disematkan pada BlackBerry seri 9360/9380 cukup untuk hiburan tambahan bagi pengguna saat dilanda kebosanan.

Dengan harga jual yang hanya berkisar 1,99 juta rupiah saat diluncurkan, Curve 9220 tampaknya masih mengandalkan jualan aplikasi Messengernya yang fenomenal itu dengan menambahkan dedicated key di sisi kiri perangkat untuk akses langsung, ditambah dinamisnya User Interface yang disajikan oleh sistem operasi terkini Osv7. Di luar itu tampaknya tidak ada lagi teknologi baru yang mampu ditawarkan kepada pengguna sebagai penarik minat. Pilihan tentu diserahkan kembali pada pasar. Apakah bakalan memilih perangkat lain yang memiliki kemampuan lebih baik dalam rentang harga yang sama ataukah memilih kemampuan ber-BBM dengan harga yang terjangkau ?

Sony Xperia S, Android Premium buatan Jepang

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Pecah kongsi dengan perusahaan Ericsson tahun 2011 lalu tampaknya tak membuat Sony raksasa multimedia kelahiran Jepang patah arang atau mengalami kejatuhan. Tidak tanggung-tanggung, malahan makin percaya diri merilis Xperia series sebagai bukti pertama pada dunia atas nama kegigihan perjuangan mereka.

Sony Xperia S, merupakan perangkat Android pertama yang dirilis pasca berita perpisahan tersebut diketahui publik. Tampil dalam form factor persegi khas ponsel lama milik Sony, dengan klir aluminium di bagian bawah seakan memiliki kesan memisahkan atau malah menegaskan desain ponsel yang memang tampak elegan dan kuat. Bisa dikatakan, dengan penampilannya kali ini Sony ingin memberikan kesan ponsel Android kelas Premium yang pantas untuk dimiliki.

Mengusung dimensi layar lebar 4,3 inchi dengan resolusi HD 720×1280 pixel 16 Juta Warna, tampaknya bakalan bersaing dengan kompetitor terbatas meliputi HTC Sensation Series atau Samsung Galaxy Nexus. Didukung oleh teknologi Sony Mobile Bravia Engine makin memanjakan mata pengguna dengan tingkat kecerahan dan kejernihan layar yang lebih baik.

Ditilik lebih jauh, taji Sony terlihat makin tajam dengan dukungan prosesor Dual Core 1,5 GHz Adreno 220 GPU Qualcomm Snapdragon chipset setara dengan HTC Sensation XE yang tempo hari sempat kami review dihalaman ini, plus 1 GHz Memory RAM dan Internal Storage 32 GB. Spesifikasi yang disebutkan terakhir, kami rasa mampu menjadi nilai tambah bagi Pengguna mengingat besaran tersebut lantas menjadikan Xperia S sebagai satu-satunya ponsel Android yang memiliki kapasitas internal paling lega.

Urusan koneksi data, Sony Xperia S sudah dibekali dengan jaringan nirkabel HSDPA 14,4 Mbps dan HSUPA 5,8 Mbps ditambah kemampuannya sebagai portable Wifi Hotspot plus teknologi Near Field Communications NFC yang kini sudah mulai ditanamkan pada perangkat ponsel rilis terbaru. Disamping itu tersedia pula port microHDMI dan microUSB v2.0 sebagai alternatif tambahan.

Yang patut diberikan acungan jempol adalah konsistensi Sony akan dukungan lensa kamera utama yang disertakan mencapai Resolusi 12 Mega Pixel dengan kemampuan rekam video resolusi full HD 1080p. Masih ditambah dengan lensa kamera Sekunder di sisi depan dengan resolusi 1,3 Mega Pixel dan kemampuan rekam video 720p. Mengagumkan tentu. Ini sempat mengingatkan kami pada masa lalu, saat dimana Sony merilis ponsel berbasis java K750 yang mengandalkan kemampuan kamera dengan fitur autofocus, dimana belum satupun vendor lain mampu melakukannya.

Perangkat Sony Xperia S yang datang dalam pengujian kami rupanya masih mengusung OS Android versi 2.3 GingerBread, namun kabarnya dalam waktu dekat bakalan mendapatkan versi Upgrade ke 4.0 Ice Cream Sandwich. Untuk User Interface masih mengandalkan Timescape UI yang sudah eksis sejak vendor masih menggandeng nama Ericsson. Selain itu ada juga tambahan Widget Mediascape dan Lockscreen yang mampu menampilkan beberapa notifikasi tertentu.

Untuk hasil pengujian Benchmark, tampaknya kami harus mengacungkan jempol kembali saat melihat poin 6652 yang tampil dilayar Xperia S. Poin ini jauh lebih baik ketimbang hasil Benchmark dengan menggunakan AnTuTu yang diuji pada perangkat HTC Sensation XE beberapa waktu lalu. Padahal secara spesifikasi bisa dikatakan antara Xperia S dengan XE setara satu sama lain.

Adapun besaran daya yang dibekali untuk mendukung semua kinerja dan aktifitas pengguna sudah ditingkatkan menjadi 1750 mAh, sebuah ukuran yang barangkali masih belum cukup mengingat kombinasi grafis layar Sony Xperia S dengan User Interface yang digunakan, membutuhkan daya yang tidak kalah besar dibanding perangkat sejenis lainnya.

Dengan harga jual yang masih berada di angka 5,4 Juta, tampaknya Sony Xperia S dapat dijadikan pilihan bagi Droiders yang memang menginginkan perangkat Android kelas Premium dengan kemampuan handal.

iPhone 4S Desain Tetap Kinerja Melesat

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Meski agak terlambat untuk melakukan Review pada perangkat hasil kembangan Apple beberapa saat setelah kepergian sang Godfather Steve Jobs, tetap saja kami merasa beruntung bisa memegangnya secara langsung selama tiga hari pengujian atas pinjaman seorang teman. Mau tahu gambarannya ?

Secara kasat mata apalagi saat ponsel berada dalam kondisi off, rasanya kami kesulitan untuk membedakan antara perangkat iPhone 4S yang kini berada dalam genggaman dengan perangkat rilis sebelumnya iPhone 4 yang dikaruniai gelar sebagai desain ponsel terbaik itu. Hingga tidak salah jika kami mengatakan seperti halnya judul diatas. Namun, walaupun terlihat sama persis secara desain, kabarnya kali ini permasalahan antenna yang dahulu sempat menuai kritikan tajam dari para pengguna dan pesaingnya pada perangkat iPhone 4, sudah tak lagi ditemukan.

Di saat perangkat pesaingnya sudah berlomba-lomba untuk menyajikan layar super besar dan lebar, iPhone 4S masih mengandalkan besaran layar 3,5 inchi dengan 16 juta warna plus Retina Display, perbedaan itu baru terlihat saat iPhone 4S dinyalakan. Jika dibanding pendahulunya, layar yang disajikan kali ini jauh lebih jernih dan nyaman bagi mata pengguna. Demikian halnya dengan resolusi yang dibekali sedikit lebih besar sekitar 640×960 pixel.

Sayangnya saat ditilik dari tampilan User Interface, rasanya belum ada pengembangan yang berarti sejak rilis awal iPhone terdahulu. Terkecuali penggunaan sistem notifikasi yang bagi pengamatan kami mengadopsi cara kerja Android dengan menyapu taksbar disisi atas layar ke arah bawah. Hal ini jauh lebih memudahkan pengguna untuk melihat info pembaharuan pada perangkat.

Anggapan iPhone (dan juga iPad) yang pelit akan resolusi kamera agaknya patut dihapus kali ini. Dengan memanfaatkan besaran lensa 8 Mega Pixel dan led flash, iPhone 4S kini tampil lebih percaya diri dan siap untuk bersaing dengan perangkat lain yang sudah lebih dulu mengadopsinya. Disisi lain, lensa ini memiliki kemampuan untuk melakukan perekaman video High Definition 1080p 30 fps. Sedang untuk memenuhi kebutuhan akan video call dimana dalam perangkat ini disebut dengan istilah Facetime, iPhone 4S telah menyelipkan kamera sekunder ukuran VGA di sisi depan perangkat.

Untuk urusan kinerja, iPhone 4S nyatanya memberikan bukti yang jauh lebih baik ketimbang pendahulunya. Prosesor dua inti 1 GHz siap dipadukan dengan besaran memory RAM 512 MB plus internal storage 16/32/64 GB. Hal ini membuat pengguna dapat memanfaatkan perangkat untuk melakukan berbagai aktifitas tanpa adanya hambatan yang berarti. Untuk mengujinya, kami sempatkan mencoba beberapa games yang sekiranya membutuhkan grafis tingkat tinggi.

Bicara iPhone 4S rasanya belum lengkap jika belum melirik aplikasi handalannya kali ini, SIRI. SIRI merupakan sebuah teknologi yang memungkinkan sebuah perangkat ponsel pintar berbasis iOS mengubah fungsinya menjadi sebuah perangkat Intelligent Personal Assistant yang memberikan kuasa kepada pengguna untuk melakukan atau menyelesaikan satu kegiatan dengan cara bertanya kepada perangkat yang mengadopsi teknologi ini. Namun Khusus untuk yang satu ini, Koran Tokoh bahkan sempat menurunkan bahasan soal perlu tidaknya SIRI bagi pengguna di Indonesia beberapa waktu lalu. Jadi silahkan buka kembali arsip terdahulu yah.

Selain SIRI, ada juga fitur iCloud, sebuah layanan penyimpanan data di awan yang dapat diunggah dan diunduh dengan cara online atau terhubung ke dunia maya. Bagi setiap pengguna iPhone 4S diberikan opsi gratis penggunaan space sebesar 5 GB. Menurut pendapat beberapa Rekan Tokoh yang memang sudah memanfaatkan fitur ini sejak awal, rata-rata mensyukuri adanya fasilitas iCloud pada perangkat ponsel mereka. Lantaran sejak menggunakan iCloud, tak ada lagi yang namanya ‘ketinggalan data dirumah, di flash disk bahkan Notebook.

Tak ketinggalan fitur iBookStore, sebuah aplikasi e-Reader untuk buku-buku dalam format digital yang disajikan dalam sebuah tampilan rak kayu. Buku-buku tersebut tersedia dalam jumlah ribuan baik berbayar atau yang dapat diunduh dan dibaca secara gratis. syukurnya, untuk dapat memperbaharui koleksi buku yang dapat dimiliki oleh pengguna tersedia cara importing file melalui sinkronisasi aplikasi iTunes atau mengunduhnya langsung dari jendela Browser.

Ngomong-ngomong soal Browser, iPhone 4S masih menggunakan Safari sebagai andalannya dalam menjelajah dunia maya. Sayangnya, browser bawaan ini tidak mendukung flash player seperti halnya para pesaingnya, namun telah mendukung format HTML5 yang diyakini jauh-jauh hari oleh almarhum Steve Jobs bakalan menggantikan keberadaan flash player tadi cepat atau lambat.

Dan seperti biasa, untuk mendukung kinerja iPhone 4S yang kini sudah jauh lebih baik dan sejumlah fitur penting yang mampu dijalankan, Apple memberikan peningkatan kapasitas dan daya tahan batere Li-po sebesar 1432 mAh. Dalam tiga hari pengujian kami, daya tahan batere ini dapat berlangsung hingga 1,5 hari dalam batas pemakaian normal (berkat ketiadaan dukungan flash player yang mampu menyedot daya tahan jauh lebih banyak), dan dua kali Charge dalam sehari untuk penggunaan secara terus menerus. Apalagi jika aktifitas pengguna memiliki kesamaan dengan perilaku kami, bermain games HD.

Mengenal Samsung Galaxy Note (bagian 3)

Category : tentang TeKnoLoGi

Masih berlanjut, berikut tampilan screenshot dari perangkat Samsung Galaxy Note 5” bagian ke-3, yang diambil dengan cara ScreenCapture untuk kategori Multimedia.

Tampilan Reader atau NewsStand dalam bentuk rak kayu dan terbagi atas tiga kategori, News atau Berita yang didukung oleh PressDisplay, Buku dari Kobo dan Magazine atau majalah oleh Zinio. Terpantau beberapa koleksi e-Book dalam format pdf masih bisa diimport oleh Fitur ini.

Tampilan kedua dari aplikasi bawaan Photo Editor. Secara kemampuan mirip dengan PicSay Pro, aplikasi editing Photo favorit yang memiliki banyak efek dan sisipan. Kali ini Samsung memberikan kemampuan ini secara Free alias Gratis dalam setiap pembelian perangkat mereka di rentang Menengah keatas.

Kies Air, merupakan cara sinkronisasi perangkat Samsung dengan NoteBook atau PC yang dapat dilakukan via BlueTooth dan Wireless atau Wifi. Meliputi Contact, Agenda hingga file Multimedia.

Terakhir ada Video Maker dimana Pengguna dapat membuat Video sendiri atas momen momen berharga dalam berbagai gaya. Video Maker ini mengandalkan lensa kamera utama yang mampu melakukan perekaman High Definition hingga 1080p.

Mengenal Samsung Galaxy Note (bagian 2)

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Berikut tampilan screenshot lanjutan dari perangkat Samsung Galaxy Note 5” bagian ke-2, yang diambil dengan cara ScreenCapture.

Tampilan pertama dari S Memo, aplikasi bawaan Samsung Galaxy Note 5” yang dapat dipergunakan untuk menyimpan catatan, desain, gambar dan lain sebagainya dengan memanfaatkan pen stylus bawaan. Untuk bagaimana cara penggunaannya dapat dilihat dari Manual Book yang disertakan dalam paket pembelian.

Agenda bawaan Samsung Galaxy Note 5”tampil dengan gaya Agenda sesungguhnya lengkap dengan tab halaman yang dapat dipilih di sisi kanan, untuk akses cepat menuju kegiatan yang diinginkan.

Terakhir ada Mini Diary yang siap menampung banyak cerita Pengguna lengkap dengan sisipan foto, video, juga lokasi yang terhubung dengan Maps, layaknya Blog pribadi.

Mengenal Samsung Galaxy Note (bagian 1)

Category : tentang TeKnoLoGi

Seperti biasa, setiap kali blog www.pandebaik.com melakukan Review terhadap ponsel kelas Premium, berikut ditampilkan Screenshot layar ponsel untuk bisa mengenalnya lebih jauh, yang kelak bakalan berguna terutama bagi mereka yang ingin memburunya sebagai pilihan. Sebagai informasi bahwa screenshot layar diambil dengan cara Capture Screen yang serupa dengan cara kerja iPad yaitu menekan tombol Home dan Power secara bersamaan.

Penampilan pertama, disajikan layar Lock Screen Samsung Galaxy Note yang secara default dapat di-Unlock dengan cara Swipe atau gerakan sapu kearah manapun. Ketika layar ditekan dan ditahan, akan tampak gambar gembok yang siap disentuh layaknya perangkat Android Honeycomb, hanya saja lokasi gambarnya tidak terpaku di satu tempat.

Berikut tampilan layar utama Samsung Galaxy Note Amoled dengan resolusi 800×1280 pixel, tergolong tinggi untuk sebuah perangkat Tabletpc sekalipun. Ditambah lebar 5,3 inchi, akan sangat memuaskan bila digunakan untuk menikmati video High Definition. Tampilan Dashboard menyajikan 5 icon utama yang akan tampil dalam setiap halaman layar meliputi Phone, Contact, S-Memo, Messaging dan Menu.

Sajian layar ketiga, Menu dengan tampilan grid 5×5 diluar Dashboard utama, memberikan rasa nyaman bagi mata pengguna dalam beraktifitas dengan perangkat walaupun dalam jangka waktu yang lama.

Dan terakhir untuk bagian pertama ini adalah Informasi terkait perangkat Samsung Galaxy Note. Menggunakan codename GT N7000, dan ternyata masih setia dengan OS Android 2.3.6 GingerBread, meski kabarnya dalam waktu dekat bakalan mendapatkan Upgrade Resmi dari Samsung ke OS versi 4.0 Ice Cream Sandwich.

It’s a Galaxy Note

8

Category : tentang TeKnoLoGi

Saat pertama perangkat ini sampai ke meja kami, sempat tertegun demi melihat penampilan layar lebar berpadu dengan tipisnya bodi ditambah sebuah stylus yang tersemat rapi di cover bagian belakang. Dari kesan pertama terlihat jelas desain khas milik Samsung yang memang sudah kadung dikenal sejak kerjasama yang terjalin dengan pihak Google, dan merilis satu persatu ponsel SmartPhone berbasis sistem operasi Android.

Tapi jangan salah. Meski perangkat yang satu ini dibekali kemampuan untuk melakukan voice call dan juga messaging, namun secara besaran layar serta dimensi masih tergolong nanggung untuk bisa disebut sebagai ponsel. Demikian pula jika disebut sebagai sebuah perangkat Tabletpc. Maka itu, Samsung pun menyebut perangkat ini sebagai Galaxy Note.

Saat layar Amoled 5,3 inchi-nya kami aktifkan dengan cara ‘Swipe to Unlock, terlihat jelas kejernihan layar berpadu dengan resolusi yang tergolong lebar untuk sebuah perangkat ponsel ataupun tabletpc sekalipun. Membuat mata pengguna terasa nyaman saat berinteraksi lebih jauh. Sayangnya, apabila dibandingkan dengan perangkat ponsel pintar milik Samsung yang dirilis sebelumnya, tidak banyak perubahan tampilan yang disajikan mengingat versi sistem operasi Android yang dipergunakan masih berkisar GingerBread 2.3.6.

Meski begitu, perangkat yang diluncurkan secara resmi pada September 2011 lalu ini memiliki spesifikasi yang tidak bisa dianggap remeh. Terhitung Prosesor Dual Core 1,4 GHz ARM, 16 GB internal Storage dan 1 GB RAM rasanya sudah menjadi satu jaminan mutu bahwa Samsung Galaxy Note dilepas untuk bersaing secara ketat dengan para kompetitor sejenis lainnya. Dengan mengandalkan jeroan tingkat tinggi ini, dalam beberapa kali uji fitur Multimedia video High Definition, nyaris tidak ditemukan lag ataupun waktu jeda yang lama untuk proses loading atau menunggu.

Khusus untuk kekuatan kamera, Samsung Galaxy Note membawa dua lensa, utama 8 Mega Pixel di sisi belakang dengan satu Led Flash, memiliki beragam pengaturan tambahan layaknya kamera profesional plus daya rekam video HD hingga 1080p, serta kamera depan 2 Mega Pixel untuk memnuhi kebutuhan video call.

Apakah kami sempat menyebutkan keberadaan Stylus Pen diawal tulisan tadi ?

Ya, perangkat Samsung Galaxy Note ini dibekali pula sebuah Stylus Pen yang disematkan di sisi bawah cover belakang, mengingatkan kami pada perangkat PDAphone berbasis Windows Mobile PocketPC terdahulu. Namun Sedikit berbeda dengan perangkat tabletpc HTC Flyer yang pula dibekali dan memiliki fungsi yang sama, stylus pen milik Samsung tak lagi harus dijejali batere mini untuk bisa digunakan oleh pengguna.

Demi mendukung keberadaan Stylus Pen, Samsung menyuntikkan setidaknya empat fitur tambahan yang dapat dimanfaatkan meliputi S Memo yang tampil pada dashboard utama, S Planner sebuah Agenda yang sangat mirip dengan buku Agenda yang sebenarnya, S Choice dan juga Mini Diary untuk mencatat kegiatan layaknya sebuah Blog.

Disamping itu, ada juga beberapa mainan baru yang sempat pula disematkan dalam perangkat Tabletpc milik Samsung lainnya seperti Social Hub untuk merangkum akun jejaring sosial milik pengguna, Readers Hub untuk membaca buku dan dokumen digital, Photo Editor, Video Maker, Kies Air, Chat On aplikasi Messenger yang dikembangkan secara khusus oleh Samsung. Dan tentu saja permainan berbasis Augmented Reality, Dragonfly.

Lantaran Teknologi Stylus Pen ini tergolong baru di kalangan pengguna Samsung, maka untuk membantu pemahaman penggunaan lebih jauh diberikan pula Petunjuk atau Manual-nya yang dapat diakses melalui fitur Pengaturan. Selain itu terdapat pula pengaturan tambahan bagi pengguna yang lebih banyak memanfaatkan tangan kanannya dalam beraktifitas ataupun yang kidal.

Mengandalkan besaran daya hingga 2500 mAH, rasanya masih kami anggap kurang besar mengingat banyak faktor yang nantinya bakalan menjadi penguras daya lebih cepat seperti layar dan spesifikasi tadi, apalagi terdeteksi didukungnya perangkat oleh Flash Player. Setidaknya dalam tahap penggunaan secara normal dibutuhkan perlakukan Charge penuh setiap paginya, agar perangkat dapat digunakan tanpa keluhan. Meski demikian, Samsung menawarkan opsi Power Saving, sebuah fitur penghemat daya batere seperti yang pernah kami temukan pada perangkat HTC Flyer, yang dapat di-customize sesuai aktifitas dan kebutuhan pengguna.