Night Screen, Lindungi Mata saat Menggunakan Ponsel Android

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Menggunakan ponsel Android sesaat sebelum tidur, menurut para pakar merupakan kebiasaan yang tidak baik bagi mata pengguna. Apalagi dengan tingkat kecerahan yang tidak diatur sedemikian rupa khususnya oleh mereka yang awam cara pengaturannya lebih lanjut.
Oleh sebab itu, dalam postingan kali ini saya memperkenalkan aplikasi Night Screen.
Sebuah aplikasi yang menurut saya pribadi, bisa memberikan solusi secara cepat bagi pengguna awam macam kalian yang akan meredupkan layar dalam sekali klik, guna kenyamanan pada mata saat menggunakan ponsel Android di malam hari.

Night Screen dikembangkan oleh Paper Airplane Developers dikemas dalam ukuran yang cukup ringkas untuk sebuah ponsel Android pemula sekalipun.
Disajikan dalam rupa bulan sabit, pasca instalasi pengguna cukup melakukan fungsi aktif/non aktif dalam sekali klik, maka layar ponsel pun akan meredup meski pengaturan default kecerahan pada layar belum di setup sebelumnya.
Jika dianggap belum memberikan rasa nyaman pada mata, tingkat keredupan layar bisa diatur kembali dengan menggeser tombol scroll ke kiri atau kanan pada jendela aplikasi aktif.

Meskipun secara fungsi aplikasi serupa dengan pengaturan kecerahan layar ponsel defaultnya, namun tingkat redupnya layar jauh lebih nyaman dipandang utamanya saat malam hari.
Sayangnya, saat aplikasi Night Screen diaktifkan, secara otomatis saat pengguna mencoba mengambil screenshot layar, tingkat keredupan tadi juga ikut serta sehingga menyulitkan pengguna ataupun netizen lain melihat hasil tangkapan layar tersebut.
Perbedaan dimaksud dapat dilihat pada gambar ilustrasi berikut :

Gambar pertama, paling kiri adalah halaman Author aplikasi saat layar ponsel dalam kondisi default sebelum pengaktifan fungsi Night Screen.
Gambar berikutnya, saat aplikasi Night Screen diaktifkan, bisa dilihat perbedaan kecerahan layar antara gambar pertama dengan gambar berikutnya (ketiga).
Gambar terakhir, paling kanan adalah gambar hasil tangkapan layar melalui aplikasi Google Play.

Salah satu sisi positif penggunaan aplikasi ini selain fungsi yang diberikan adalah ketiadaan iklan yang aktif sepanjang penggunaan. Jadi aman banget bagi pengguna ponsel Android.

AndroMax A, (lagi-lagi) Ponsel 4G LTE Murah untuk Semua

Category : tentang TeKnoLoGi

Rasanya belum lama saya melepas review AndroMax E2, ponsel 4G LTE berkekuatan Quad Core dan RAM 1 GB, paling murah diantara kompetitornya.
Eh, kini mereka hadir kembali dengan spesifikasi yang tidak jauh berbeda, namun dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Mau tau lebih lanjut ?

AndroMax A

Datang dengan layar berukuran 4,5″ resolusi standar ponsel pemula, AndroMax A dibekali teknologi SVI (Sun Visibility Improvement) yang memberikan kenyamanan bagi mata pengguna saat menggunakan ponsel dibawah paparan matahari.
Sedangkan untuk jenis dan kecepatan prosesor, besaran RAM juga internal storage kelihatannya masih sama dengan pendahulunya.

AndroMax A PanDe Baik 2

Terdapat dual kamera yang disematkan di sisi depan dan belakang, dengan menu pengaturan setara professional, dilengkapi pula dengan lampu LED flash untuk memberi pencahayaan tambahan saat pengambilan gambar. ISO, exposure, saturasi, ketajaman warna hingga reduksi mata merah pun ada. Tidak heran apabila hasil gambar yang dihasilkan tergolong halus disandingkan kompetitor di pasar Pemula. Bagi kalian yang punya hobi utak atik pengaturan model begini, wajib diuji coba deh sepertinya.

Mengusung bahan plastik dof abu gelap, sedikit lebih nyaman saat digenggam karena tidak meninggalkan sidik jari pada permukaannya yang halus.
Penampilannya menyiratkan ponsel unibodi dimana batere tampaknya gak bakalan bisa dibuka. Akan tetapi saat ditelusuri lebih jauh, terdapat celah berbeda pada sudut bawah kanan layar yang menjadikannya cara gampang membuka cover belakang layaknya ponsel milik Nokia seri Lumia.

Posisi slot Charger bisa ditemukan di sisi kiri samping atas. Mengingatkan saya pada ponsel Android lama milik HTC, brand ternama dari Taiwan itu. Sementara tombol power dan volume, berkumpul di sisi kanan sedang audio seperti biasa ada di sisi atas.
Dikarenakan penggunaan cover yang menyerupai form unibodi ini, maka akan menyulitkan pengguna untuk melakukan aksi penekanan tombol tanpa menutupnya terlebih dahulu.

Dibalik cover terdapat tiga slot kartu. Paling kanan untuk sim card berjaringan 4G LTE dengan jangkauan yang lebih luas berkat FDD dan TDD LTE, slot tengah untuk sim card berjaringan GSM dan paling kiri untuk eksternal card yang didukung hingga 32 GB saja. Lumayanlah.
Jadi ceritanya masih mampu menampung dual sim beda operator dan jaringan plus penyimpanan tambahan film eh data sekaligus. Ehem…
Hanya saja harus membuka batere untuk bisa menggantikannya.

AndroMax A PanDe Baik 1

Saat dinyalakan, pengguna wajib melewati prosedur standar khas ponsel Android plus pembaharuan hampir seluruh aplikasi default yang tertanam pada ponsel.
Maka bersyukurlah pada bonus kuota data saat aktivasi paket pertama kalinya.

User Interface terpantau menggunakan Trebuchet Launcher dengan Android versi 5.1.1 atau permen Lolipop. Kalo ndak salah sampai saat tulisan ini diturunkan, belum pada upgrade lebih lanjut ke seri M apalagi N. Nagasari eh Nougat maksudnya.

Selain membawa fitur khas AndroMax series seperti penjadwalan perangkat untuk mati dan menyala secara otomatis, saya baru tahu kalo didalamnya disematkan pula fitur Black List yang mampu memblokir nomor atau panggilan masuk dari daftar kontak atau log yang tercatat. Bisa diperuntukkan bagi agen asuransi atau mungkin nomor mantan yang sudah meninggalkan kalian untuk menikah dengan yang lebih mapan. Eh…

Lainnya sih, saya lihat masih sama kok. Baik itu aplikasi tambahan seperti Radio, lampu senter, perekam hingga google photo, maupun kemampuan untuk melakukan pencetakan melalui cloud.

Masih penasaran dengan isi lanjutannya ?

Kenapa ndak dicoba untuk membawanya pulang dari gerai ponsel terdekat ?

Harganya cukup terjangkau kok.
Malah jauh lebih terjangkau dari pendahulunya, apalagi kompetitornya.

Hanya sekitar Rp 649.000 saja kalian sudah bisa menjajal jaringan 4G LTE berkecepatan tinggi milik SmartFren sekaligus menikmati panggilan jernih voLTE dengan bonus kuota sebesar 8 GB saat aktivasi nomor pertama kali.

Cross A20, Android Murah sih, tapi…

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Layar lebar 5 inchi memang kadang suka menggoda mata, apalagi begitu tahu harga tergolong murah dan terjangkau… tapi kalo secara spek sudah meragukan, satu saran pasti dari saya sih, mending urungkan niatmu, nabung dikit lagi, dan ambil yang beneran terbaik di kelasnya.

Adalah seorang kawan yang sudah sejak lama mengangan-angankan sebuah perangkat Android Phablet (Phone Tablet) berlayar lebar 5 inchi, demi mengabulkan harapan sang anak yang memang ingin menjajal berbagai games ternama lebih jauh. Hal ini sebagai lanjutan kekecewaan yang bersangkutan akan pendeknya umur perangkat TabletPC dari brand ternama yang ia miliki dari setahun lalu.

Sebenarnya hanya satu saran saya padanya. Cari perangkat Android dengan besaran RAM 1 GB, terserah mau ambil merek apa.

Saran diatas selalu saya sampaikan pada siapapun yang bertanya, akan rekomendasi apa yang sebaiknya dipilih jika ingin mencari perangkat Android terkini. Tujuannya satu, biar gag nyesel belakangan.

Lantas kenapa harus 1 GB ? Karena RAM biasanya akan berkaitan dengan kemampuan perangkat untuk menjalankan segudang aplikasi dalam waktu bersamaan atau lebih familiar dikenal dengan istilah MultiTasking. Memang sih, disitu ada fitur Task Manager yang mampu menghentikan aplikasi yang sedang berjalan sehingga dt membebaskan RAM lebih banyak, namun bukankah lebih baik memiliki sisa yang lebih daripada kekurangan nantinya ?

Cross A20

Cross A20. Jika kalian hunting diberbagai belahan dunia maya, banyak yang merekomendasikan perangkat ini sebagai pilihan terbaik dari perangkat Android berlayar 5 inchi lantaran murahnya harga jual yang bisa dijangkau oleh calon pengguna. 800ribuan saja. Bandingkan dengan perangkat sejenis dari brand ternama, Samsung Galaxy Grand yang dipatok 4-5 kali lipatnya. Tapi tentu saja, harga jual sudah pasti bakalan mencerminkan kualitasnya kok. Rata-rata sih begitu.

Pada Box luaran sebenarnya spek Cross A20 sudah tergolong agak meragukan. ROM 4 GB (512 MB), dan RAM 2 GB (256 MB). Entah apa maksudnya. Dan sialnya, si kawan seakan tidak peduli, meskipun si penjual pun merasa kebingungan dengan maksud spesifikasi tersebut. Dan setelah dibuka dan diuji, barulah ketahuan belangnya.

Adakah yang Masih ingat dengan perangkat serupa, Android murah yang tempo hari sempat saya ceritakan sistem shared memorynya ? Dari ROM 4 GB (Internal Memory), yang bisa diplot sebagai space aplikasi hanyalah sebesar 512 MB saja. Sisanya untuk file multimedia dan hiburan. Sayangnya, entah mengapa dari besaran ini yang tersisa dalam kondisi default (belum diinstalasi aplikasi lain, masih bawaan pabrik), hanya berkisar 80an MB saja. Dimana dengan sisa space sesedikit ini, saya berkali-kali mengalami kegagalan transfer data berupa file APK dari Samsung Galaxy Tab 7+ yang saya miliki, meski ukurannya hanya berkisar 5 MB saja.

Yang jauh lebih unik lagi, dengan kondisi kosongan tanpa memory eksternal dalam paket penjualannya, fitur kamera malah tidak bisa digunakan lantaran ‘ketiadaan memory yang tersisa, dan mengharapkan pengguna bisa mengalihkannya ke eksternal memory sebagai media penyimpanan.

Seakan belum puas dengan minimnya ketersediaan Internal Memory yang dimiliki, hal sama juga muncul dari sisa memory RAM yang dari 256 MB shared, hanya menyisakan RAM sebesar 46 MB dalam kondisi default standby. Nah, mau menjalankan aplikasi apa ya kira-kira ?

Dua hal ini saja sudah cukup membuat saya ilfil sebenarnya, maka sepantasnyalah apabila secara OS, Android yang digunakan pun sudah tergolong jadul untuk era masa kini, yaitu versi 2.3.6 GingerBread. Ini bisa dimaklumi lantaran minimnya dua spek tadi, tapi ya kasihan juga sih dengan pengguna yang terlanjur membeli Cross A20.

Susah payah mengambil direntang harga 800ribuan, eh gag bisa diapa-apain kecuali memanfaatkan jalur komunikasi Dual Sim.

Nah, apa masih mau dilanjutkan lagi reviewnya ?

Belajar Parkir Mobil bareng Parking Frenzy

Category : tentang KHayaLan

Awalnya sih kenal dengan games yang satu ini lewat perangkat NoteBook yang baru aja disuntikkan sistem operasi Windows 8. Demi menjajal lebih jauh, salah satu games yang kemudian diunduh lewat Apps Store yang ada didalamnya adalah Parking Mania. Caranya cukup mudah yaitu pengguna hanya diminta untuk memarkirkan sebuah mobil dari satu tempat ke tempat lain yang menjadi tujuannya.
Untuk dapat melakukannya dengan baik, tentu pengguna diwajibkan mengetahui dasar penggunaan setir mobil baik dalam posisi kendaraan maju ataupun mundur.

Parking Mania Win 8 PanDe Baik

Tantangan awalnya sih gag begitu sulit. Mobil yang wajib diparkirkan ini berada pada area yang mudah dijangkau dan dikeluarkan. Makin terasa sulit saat pengguna berhadapan dengan posisi kendaraan disamping kanan dan kiri parkir tujuan, pada posisi tegak lurus pula. Belum lagi tambahan traffic jalan raya dan pejalan kaki yang harus sedapat mungkin dihindari untuk mencegah kerusakan mobil menjadi semakin parah.

Games atau permainan ini dapat pula ditemukan pada Applications Store miliknya Android atau yang lebih dikenal dengan nama Google Play lewat nama yang sama. Hanya saja jika pada perangkat NoteBook non touchscreen, pengguna dapat memanfaatkan keempat kursor yang ada dalam perangkat keyboard, dalam versi Android, pengguna diberikan model setir/kemudi dalam layar sentuhnya ditambah gas/rem dengan memajumundurkan persneling disisi kiri layar. Cukup sulit bagi mereka yang sudah terbiasa dengan pola kursor keyboard.

Parking Frenzy AnDroid PanDe Baik

Parking Frenzy, sebenarnya bisa dijadikan model uji coba bagi para pengguna yang ingin belajar memarkirkan mobil secara lebih cepat dan profesional, terutama pada posisi sejajar jalan raya yang cukup banyak ditakuti oleh pengguna pemula. Kuncinya, ya ingat saja posisi setir kalo mau memundurkan kendaraan.

Uji Kemampuan Pembagian Bidang lewat Slice It

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Dibandingkan dengan games permainan otak sejenisnya, untuk yang satu ini secara pintas hampir tidak dibutuhkan kemampuan lebih untuk bisa melewatinya dengan gampang. Tinggal sentuh, potong dan selesaikan.Namun masalah baru muncul saat pengguna dituntut untuk melakukan aksi pemotongan layaknya Fruit Ninja, demi mendapatkan hasil pembagian yang sama rata. Tapi kalo Selisih sedikit, masih bolehlah.

SLice It PanDeBaik 01

Slice It, hampir bisa dipastikan bakalan membuat kalian penggemar matematika tergila-gila lantaran dituntut untuk menyelesaikan tantangan dengan sedikit berhitung. Dengan luasan area dalam bentuk tertentu, pengguna diwajibkan membagi secara sama rata dengan batasan jumlah slice yang harus dipenuhi, juga jumlah potongan yang harus dihabiskan pula.

Jadi ketika sebuah bentuk bujur sangkar menyediakan dua kali aksi slice/pemotongan bentuk untuk menghasilkan dua area yang sama luasnya, kawan tinggal memotongnya di area tengah. Sedang yang membutuhkan tiga area, bisa memotongnya menjadi tiga. Begitu seterusnya.

SLice It PanDeBaik 02

Tantangan Slice It akan menjadi makin sulit saat bentuk yang diberikan bukan lagi bentuk yang sederhana, sehingga pengguna dituntut lebih smart untuk bekerja. Jadi jangan lelah untuk mencobanya berkali-kali.

Onet, Poke versi Android

Category : tentang TeKnoLoGi

Dahulu, jauh sebelum saya mengenal perangkat Android, salah satu games jadul yang pernah saya tuliskan dalam blog ini adalah Poke. Permainan Poke merupakan kepanjangan dari kata Pokemon, satu karakter animasi dari film anak-anak yang berwujud monster dalam bentuk telur, serta dapat bertempur satu sama lain dengan kelebihan kekuatan yang berbeda satu sama lain.

Sayangnya, perwujudan games Poke ini sangatlah jauh dari gambaran yang saya uraikan diatas tadi. Permainan ini lebih mengutamakan ketelitian mata, untuk mengamati gambar kotak demi kotak yang menyajikan figur monster dari kartun Pokemon, dengan aturan yang mirip dengan permainan Mahjong milik Jepang.

Screenshot_2013-01-13-19-18-41

Pertama, pengguna diwajibkan mengambil dua figur yang sama, yang berada dalam posisi sejajar atau bersebelahan, dan berada di area yang dapat diambil dan dipilih tanpa merusak susunan kotak secara keseluruhan. Jadi bisa jadi kotak figur yang diambil berada di area terluar kotak keseluruhan dalam posisi sejajar atau berada pada sisi yang sama, atau area dalamdengan posisi figur berdekatan.

Kedua, terkait posisi, selain berada di posisi terluar dan sejajar, figur dapat diambil dengan menggunakan maksimum tiga garis linear tegak lurus dalam sekali aksi. Jadi, ketka kotak figur mulai habis satu demi satu, pengguna dapat memilih dua karakter yang sama, asal pemilihannya membutuhkan maksimum tiga garis tegak lurus dalam posisi apapun.

Ketiga, perhatikan pergerakan kotak pada tiap-tiap level, yang berbeda sehingga pengguna dituntut kejelian dan ketelitiannya dalam menemukan kotak figur yang sama.

Sebenarnya tidaklah susah untuk memulai permainan bahkan bisa jadi akan membuat kawan ketagihan. Namun yang perlu diingat adalah karakter figur yang digunakan beberapa diantaranya dibuat sedikit mirip sehingga mengaburkan mata. Jadi ya gag salah kalo kemudian seorang kawan menyatakan ‘ah ini sih permainan yang memang merusak mata lebih jauh…

Screenshot_2013-01-15-21-52-25

Games Poke sempat menjadi booming di kalangan Pegawai Negeri Sipil, pra era Zuma. Waktu itu, games Poke sempat bersanding dengan games Bola-Bola (nama asli games ini adalah Magic Lines) dan Bounce versi pertama. Ketiga games ini perlahan tapi pasti makin tergerus keberadaannya, dengan kehadiran Zuma, Luxor dan sejenisnya. Kini malah sudah pindah ke Angry Bird dalam berbagai versi.

Nah, demi mengenang keberadaan games Poke atau Pokemon, rupanya di Applications Market milik Android atau yang lebih dikenal dengan nama Google Play, Poke kemudian berganti nama sebagai Onet. Games ini dapat ditemukan pada kategori Games Free Teratas. Kalo gag salah Onet sudah mendapatkan banyak pembaharuan yang menutupi bugs terdahulu, termasuk waktu yang tidak di Restart ulang saat pengguna naik level. Sayangnya, persoalan suara masih cukup mengganggu meski sudah dinonaktifkan sebelumnya. Sehingga agar kawan tidak mengganggu lingkungan sekitar dengan musiknya yang khas, silahkan ubah nada profile perangkat Android yang digunakan dalam versi Silent atau Getar.

Screenshot_2013-01-15-21-48-15

Onet atau permainan Poke dalam versi Android ini lebih baik dimainkan pada perangkat yang berlayar lebar, untuk kenyamanan mata pengguna. Meski agak kasihan kalo perangkat yang berlayar lebar dan biasanya berkecepatan tinggi, malah digunakan untuk bermain games sekelas Onet :p

Widget, Pemanis HomeScreen perangkat Android

Category : tentang TeKnoLoGi

Salah satu tampilan yang dapat memberikan perbedaan bagi mata pengguna akan perangkat berbasis iOS (iPad/iPhone buatan Apple) dengan Android adalah Widget.
Widget kurang lebih bisa diartikan sebagai fungsi tambahan yang dapat dihadirkan pada tampilan layar depan/homescreen perangkat Android, dengan perwujudan atau grafis tertentu. Bagi sebagian besar pengguna (termasuk saya), Widget lebih sering digunakan sebagai pemanis tampilan HomeScreen.

Lantaran Widget dapat ditampilkan pada halaman depan layar/homescreen, serupa dengan Launcher, tentu merupakan salah satu faktor penentu menurunnya daya tahan batere dan juga memori RAM pada perangkat. Oleh sebab itu, berlakulah bijak dalam memilih dan menggunakannya.

APEX Launcher PanDe Baik 03

Aplikasi Widget, tersedia di halaman Google Play, application store-nya perangkat Android yang ditawarkan secara free (biasanya berkemampuan terbatas) dan berbayar (dengan sejumlah fungsi dan fitur serta grafis tambahan). Jikapun ingin yang berbayar namun tetap gratis, disarankan untuk mencari versi bajakannya. *uhuk

Jenis dan fungsi Widget ada beragam. Dari yang mampu menghentikan aplikasi dan games yang tadinya dijalankan demi menambah panjang daya tahan dan besaran sisa memori RAM, sekedar penunjuk waktu lewat tampilan Analog maupun Digital, kondisi cuaca lengkap dengan wajah matahari dan bulannya, atau photo frame seperti yang saya gunakan untuk memajang wajah Anak dan Istri. Jikapun ingin yang jauh lebih serius, tersedia pula opsi penunjuk kurs mata uang, finance, berita hingga jejaring sosial.

Keberagaman jenis dan fungsi sebagaimana disebutkan diatas, dapat pula ditemukan dari segi ukuran. Dari yang hanya sebesar icon (1×1), memanjang (3×1, 4×1 dst), atau persegi (3×2, 5×3 dst). Apabila layar depan perangkat yang kawan gunakan cukup terbatas, pilihlah ukuran widget yang sesuai dengan ruang yang ada, atau lakukan Resize ukuran Widget seminimal mungkin.

Beberapa yang bisa saya rekomendasikan untuk dicoba untuk diadopsi pada perangkat TabletPC maupun ponsel adalah Beautiful Widget, HD Widget, HD Metallic, Clean atau Premium Widget. Semakin besar ukuran installer yang hadir di halaman Google Play, biasanya makin banyak juga pilihan grafis yang disediakan sesuai selera. Namun biasanya makin banyak pula menghabiskan resources daya dan memori.

Screenshot_2013-01-15-22-02-47

Untuk menggunakannya, bisa diakses melalui halaman Menu, lalu pilih halamn Widget, pilih, tekan dan tahan Widget yang diinginkan, lalu tempatkan sesuai keinginan pada layar depan. Halaman ini dapat juga diakses langsung dari halaman depan yang ingin dicustomize dengan cara menekan dan tahan area kosong pada layar.
Jika sudah, silahkan dipindah dan diatur sesuai selera atau dikombinasikan dengan icon shortcut aplikasi lainnya.

APEX Launcher, Customize untuk TabletPC Android

Category : tentang TeKnoLoGi

Ah, ternyata lama juga yah saya gag nurunin laporan tentang Aplikasi Android ? terakhir kalo gag salah masih sempat mengulas tentang Kolase Foto, Games dan Custom ROM. So, biar gag ngebosenin ngulas Review ponsel mulu selama ini, mulai hari ini sekitar satu minggu, saya bakalan berbagi review aplikasi dari Google Play, applications store perangkat Android yang sedang saya gunakan.
Kesempatan pertama, saya ambil dari Apex Launcher.

Bagi kawan yang masih belum tahu apa beda Launcher dan Theme, silahkan baca tulisan saya terdahulu terkait memperbaharui tampilan Android. Nah, untuk yang satu ini, secara khusus deh saya bahas.

APEX Launcher PanDe Baik 01

Jadi kisah awalnya lantaran merasa layar HomeScreen default-nya Tabletpc Samsung Galaxy Tab 7+ mulai agak membosankan, saya mulai berburu beberapa aplikasi Launcher sekedar untuk menyegarkan tampilannya saja. Kalo gag salah dulu saya sempat suka dengan Espier Launcher yang mengubah tampilan ala iPad/iPhone, trus DX Home launcher bawaan aplikasi DX ToolBox yang memang bisa digunakan meski minim memori, dan kini pindah ke Apex Launcher.

Secara tampilan sebetulnya sih gag jauh beda yang launcher yang lain, namun yang membuat saya jadi tertarik adalah fitur untuk melakukan customisasi jumlah grid (columns/rows) dan lebar icon yang tampil di halaman depan. Selain itu yang bikin makin jatuh hati adalah ketersediaan belasan Theme yang beberapa diantaranya mengacu pada tampilan perangkat Android lain, seperti HTC Sense, Moto Blur miliknya Motorola, iPhone, Sony Xperia, hingga Windows 8. jadi, tentu saja gag ngebosenin.

Selain itu ada juga fitur Lock Desktop, yang mampu mengunci tampilan layar dari tangan-tangan jahil termasuk tangan anak yang kadang kala suka ketelingsut menghapus icon atau memindahkannya ke tempat lain. Jadi ceritanya fitur ini digunakan untuk menjaga susunan icon pada desktop tetap aman dan pada tempatnya.

Ditambah beberapa fitur penting yang dapat di-hidden-kan jika memang tidak dianggap perlu. Berikut screenshot tampilan APEX Launcher pada perangkat TabletPC Samsung Galaxy Tab 7+ yang kini sedang saya gunakan, termasuk opsi berganti tampilan ke icon Windows 8.

APEX Launcher PanDe Baik 03