Waspadai (juga) (replika) BlackBerry 9700 ONYX

20

Category : tentang TeKnoLoGi

Seorang kerabat disela obrolan siang hari sabtu kemarin menyodorkan sebuah handset berkeypad QWERTY yang tampak familiar sambil meminta tolong untuk disuntikkan aplikasi BBM agar ia bisa melakukan chatting dengan rekan-rekannya. Sekedar informasi bagi yang belum tahu bahwa aplikasi BBM (BlackBerry Messenger) merupakan aplikasi andalan milik sebuah brand ternama BlackBerry yang dapat digunakan untuk chat sesama pengguna BlackBerry.

Wah Edan ni orang, bathin saya saat itu. Rupanya si teman menyodorkan handset BlackBerry seri terakhir yang punya navigasi TrackPad dan berkeypad ala seri Bold, apalagi kalo bukan BlackBerry 9700 Onyx. Sayangnya keberadaan logo brand BlackBerry yang tampak dibawah layar makin menguatkan dugaan (bahwa ada apa-apa dengan ni handset karena sepengetahuan saya logo brand BlackBerry selalu diletakkan diatas layar).

Masih dalam pikiran yang kebingungan sayapun mencoba mengeksplorasi jeroan fitur yang ada didalam ponsel, mulai mencari keberadaan aplikasi BBM yang secara default saya yakin pasti ada jika itu beneran BlackBerry, fitur WiFi, fitur Web Browser, Pengaturan dan Kamera. Rupanya dugaan saya benar, ini ponsel China yang menembak desain Onyx secara vulgar (bahkan sampai berani mencantumkan logo brand BlackBerry dibawah layar). Karena bagaimanapun pintarnya ponsel China dalam hal meniru ada beberapa hal yang terkadang menguatkan image mereka.

Jenis Font atau tulisan rata-rata seragam demikian pula dengan fitur Browser yang digunakan, ciri khas ponsel China banget. Yang membuat saya hampir tertawa adalah Pengaturannya. Jelas-jelas terdapat opsi pengaturan Dual SIM yang dijamin gak bakalan ditemui pada BlackBerry 9700 Onyx. Rupanya si teman hanya ingin menguji pengetahuan saya yang kerap menulis tentang ponsel di BLoG tak terkecuali handset BlackBerry.

Padahal dari pengakuan si teman di awal pertemuan (sambil berbisik dengan mimik muka yang meyakinkan) handset ini ia dapatkan dari pasar gelap dengan harga murah. 1,2 juta. Wah, boleh nih, bathin saya. Demi mengetahui bahwa ni handset tembakan, si teman hanya tertawa ketika saya tebak. Wah, edan ni orang…

Meski demikian ada juga yang patut saya acungi jempol yakni keberadaan Wifi dan resolusi kamera 5 MP. Bandingkan dengan BlackBerry 9700 Onyx yang hanya 3,2 MP. Lebih edan lagi, ternyata diatas layar disematkan pula lensa kamera yang rupanya beresolusi sama. Wah… makin jelas bukan Onyx. Saya meyakini hal itu ketika mencoba dan melihat secara langsung hasil jepretan baik yang menggunakan kamera belakang dan kamera depan. Fitur navigasi TrackPad-nya juga beneran bisa digunakan, baik untuk menggeser menu, bahkan sebagai tombol eksekusi. Agak sensitif namun Mantap.

Yang makin mengasyikkan, ni ponsel sudah dipersiapkan dengan beberapa aplikasi launcher tambahan khas dunia maya seperti FaceBook, Twitter, Opera, Yahoo Messenger, Google Talk, Yahoo Search dan Google Search. Komplit dah. Hanya saja ketika saya coba membuka salah satunya, baru ketahuan kalau ni ponsel belum bisa terhubung dengan dunia maya lantaran belum melakukan pengaturan GPRS yang seingat saya memerlukan dua langkah penting khas ponsel China. Anehnya terdapat peringatan bahwa ponsel kekurangan memory internal untuk bisa menjalankan aplikasi.

Trus bagaimana caranya si teman yang berdasarkan pengakuannya sempat melakukan chatting bareng kakaknya yang berada di luar Bali sementara akses Internet belum terkoneksi ? menggunakan IMICHAT, satu fitur chatting andalan ponsel yang sifatnya kurang lebih sama dengan aplikasi BBM. Bisa melakukan chatting apabila memiliki handset yang sama juga. Wah…

Secara visual memang tidak banyak terlihat perbedaannya kecuali memang paham benar ciri khas BlackBerry secara fisik antara lain penempatan posisi logo brand yang hampir selalu diatas layar juga lekuk bodi yang juga khas secara visual. Tapi overall, ni handset tinggal menyamarkan chasing belakangnya dan yakin banget gak kalah dalam bergaya didepan banyak orang. Hehehe…

Waspadai (replika) iPhone 3G 16GB

30

Category : tentang TeKnoLoGi

Pagi hari, saat masih berkantor di gedung lama Jl. Beliton No. 1 Denpasar, saya dihubungi seorang Rekan kantor yang meminta bantuan untuk menyalakan handset iPhone milik atasannya. Si Rekan mengatakan sudah putus asa mencoba. iPhone ? wah… mau banget, bathin saya saat itu.

Langsung di ruangan sang atasan, penampilan pertama handset iPhone yang disodorkan begitu menggoda. Mulus dan Maknyus. Hehehe… tapi kening mulai berkerut ketika saya mulai mencoba menyalakannya. Bagaimana tidak, satu-satunya tombol yang berfungsi sebagai Home rupanya tidak berada pada tempatnya. Ceruk yang terdapat pada bagian bawah layar iPhone hanya menyajikan gambar tombolnya saja. Wah, alamat apa nih ?

Iseng-iseng saya bertanya ‘boleh liat kotak kemasan iPhone-nya Pak ?’

Disodorkanlah saya sekotak kecil penuh perlengkapan mencakup Charger putih, Stylus (yang bener ???) dan Batere (apa ???). Kecurigaan saya mulai muncul dan bertanya sekali lagi ‘kira”harga yang dikasihkan, berapaan Pak ?’ ‘dua juta sekian’ kata sang atasan. Murah amat ? bathin saya.

Berbekal sedikit pengetahuan tentang iPhone, sayapun memberikan penjelasan kepada sang atasan yang meliputi keraguan saya akan keaslian iPhone yang dibeli ini. Indikasinya adalah iPhone tidak dibekali dengan Stylus karena handset iPhone merupakan type ponsel pintar yang mampu merespon sentuhan jari manusia sebagai input utama pada layar sentuhnya. Indikasi kedua tentu saja keberadaan Batere-nya, karena salah satu kelemahan iPhone adalah sulitnya pengguna untuk mengganti batere atau dengan membuka cover belakang handset.

Seijin sang atasan ni handset diperbolehkan untuk dibawa untuk dioprek, kira-kira bisa dinyalakan gak ya ?

Setelah bertanya pada Mbah Google akhirnya semua pertanyaan saya terjawab sudah. iPhone dua jutaan yang penjualannya dibekali dengan Stylus dan Batere adalah replika iPhone buatan China yang memang secara bentuk dan tampilan Menu-nya meniru abis iPhone versi aslinya. Untuk membuka back cover bisa digunakan dua buah pinset kecil yang saya ganti dengan clip kantor. Caranya mirip-mirip dengan membuka back cover ponsel Nokia seri Low End.

…dan setelah sedikit berkeringat, back cover handset ‘iPhone’ ini berhasil jua saya buka. Benar saja, niy batere handset belum terpasang, pantas saja kalo si Rekan sampe putus asa nyoba menyalakannya. Hehehe… Setelah mengabadikan langkah-langkah diatas dalam bentuk beberapa foto lewat kamera ponsel Nokia 6275i CDMA, ni ‘iPhone’ saya pasangkan kembali back covernya dan mulai di-charge dan lanjut dengan menekan ‘tombol joystick’nya agak lama. Samar-samar tampilan Menunya mulai terlihat.

Lagi-lagi kalo dilihat dari jauh apalagi dengan membuka kacamata minus saya ini, tampilan Menu yang tampak pada layar benar-benar maknyus seperti kesan penampilan pertama diatas tadi. Namun ketika saya perhatikan dengan tambahan kacamata, ni ‘iPhone’ baru keliatan khas China-nya. Icon Menu yang ditampilkan tidak sehalus mulus iPhone original dan respon perpindahan antar Menu juga tidak begitu bagus, perlu jeda 1-2 detik untuk menunggu.

Yang namanya tiruan China, ni ‘iPhone’ gak Cuma mulus dari tampilan luarnya saja, apalagi pada back covernya terpampang jelas logo ‘buah Apel macegut’ plus tulisan ‘3G 16 GB’. Waaaahhh… Mantaaap punya. Dari segi tampilan Menu, perpindahan antar Menu hingga proses tampilan aplikasinya pun berhasil ditiru dengan baik. Salah satu ke-khas-an iPhone yang saya ketahui saat menjajal iPhone beberapa waktu lalu adalah penggunaan fitur kamera-nya yang sama plek dengan percobaan yang saya lakukan pada ‘replika iPhone’ ini.

Masih gak puas juga saat menjajal ‘iPhone’ ini, saya memutuskan membuka kembali back cover dan memastikan bahwa apa yang saya lihat pada tampilan Menu memang benar adanya. ‘iPhone’ ini mengadopsi 2 (dua) kartu dengan frekuensi GSM. Khas ponsel China banget. Sejak kapan siy iPhone bisa dual GSM dan sama-sama ON ?

Pantas saja kalo harganya bisa murah banget didapatkan. Waaaahh… kasihan juga nih si atasan. Hehehe…

Keberhasilan misi untuk menyalakan ponsel ‘iPhone’ ini mengingatkan saya pada seorang Rekan kuliah yang tempo hari sempat wisuda bareng, Made Kariyana. Kalo gak salah saat wisuda berlangsung yang bersangkutan sempat memamerkan ‘iPhone’-nya yang dual GSM ini. Katanya, lumayan-lah kalo Cuma buat nampang atau mejeng. Yang penting jangan pernah perlihatkan lama-lama didepan orang lain, jangan pernah dipinjamkan dan tentu saja jangan gunakan Stylus. Yakin banget, dengan menggunakan ni ‘iPhone’, gengsi dijamin bakalan meroket Bro. Tips yang sangat bagus menurut saya. Hihihi…