(tetap) waspadai Ponsel Replika

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Penawaran Ponsel Replika kini ramai lagi. Kali ini gag canggung buat ngakuin barang asli tapi BM.. padahal secara spek jauh beda.. hati”yah…

Seorang kawan mendapat penawaran dari rekan kantornya, sebuah ponsel #Android besutan Samsung, dengan harga 25% dari aslinya. Penawaran tsb bisa dilakukan sesuai pesanan, mau ambil seri apa aja bahkan hingga Galaxy S4 sekalipun. Harga tetap 25%, klaimnya BM.

Sekedar info, sebenarnya ponsel BM jika itu produk asli, sebenarnya gag jauh jauh amat bedanya dengan yang resmi. Cuma kalo ponsel dimaksud belum rilis secara resmi, harga versi BM biasanya jauh lebih mahal (kasus iPhone semua seri), Atau kalo sudah rilis resmi, harganya sedikit lebih murah namun tanpa garansi resmi, hanya garansi toko hitungan bulan. Secara spek pun sebetulnya gag jauh beda meski BM, jadi waspadalah sebelum mengambil keputusan.

Akan tetapi Jika penawaran ponsel BM namun murah itu ternyata nyampe di telinga kalian, yang perlu diwaspadai ada 2. Yaitu Penipuan, ini jika ditawarkan secara online oleh alamat web yang gag jelas ataupun menyerupai situs asli ternama. dan kedua, ponsel Replika.

Bagi yg belum tau apa itu ponsel replika, sesuai namanya merupakan tiruan dari jenis atau seri tertentu, dengan spek yang kadang mirip pula. Namun tidak jarang, spek yang dibekali didalam sebuah ponsel replika hanya setengah dari kemampuan ponsel yang ditirunya tersebut. Makin mirip kemampuannya (makin tinggi KW-nya), makin mahal pula harganya. Namun Kisaran termahal yg saya tahu sekitaran 3 jutaan saja.

Lantaran mahalnya ponsel KW atau replika ini, tentu jenis atau seri yang disasar merupakan ponsel mahal atau flagship merek tertentu saja. Misalkan iPhone 4 atau 5, Samsung Galaxy Note I, II ataupun Galaxy III dan IV… dimana rata”masih bercokol di kisaran harga 5 s/d 7,5jtan.

Makin tinggi kualitas KW sebuah ponsel replika biasanya makin sulit pula dikenali secara kasat mata tingkat kepalsuannya. Sepengalaman terdahulu, untuk iPhone bisa dikenali dari fitur Browser bawaan dan adanya File Manager yang notabene jauh dari aslinya. Sedang untuk seri #Android, sedikit agak susah mengingat secara OS, #Android bisa didapat dengan murah, apalagi dikawinin dengan Launcher.

Sehingga untuk mengenali lebih jauh keberadaan ponsel replika ini, bisa diuji dengan beberapa cara seperti cek IMEI online, atau dari metadata hasil jepretan foto, yg dapat dilihat dari layar PC/NoteBook. Selain itu, bisa juga dengan melakukan Compare spek dan fitur Antara ponsel yang diduga sebagai replika dengan ponsel yang ditiru, terutama pada fitur khusus/bawaan vendor. Untuk kasus Samsung Galaxy S4, kabarnya gag hanya fisik yang mampu dituru secara sempurna, namun juga fitur Air Gesture-nya.

Khusus untuk spek, yang bisa dijadikan pedoman barangkali resolusi layar (cari tau dengan cara capture layar, lalu periksa resolusinya), Kecepatan Prosesor (bisa dicaritau dengan menggunakan aplikasi Benchmarking atau Utility sejenis), Kekuatan megapixel Kamera, apakah benar setara asli atau hanya pembesaran (interpolasi), Atau hal lain yang spesifik dengan melihat spek lebih lanjut dari situs resmi milik vendor, atau sekelas gsmarena.

Dengan ditawar murahnya sebuah ponsel replika, maka beberapa konsekuensi seperti kualitas, kemampuan, masa garansi bahkan bonus Ya gag akan berlaku laiknya ponsel asli. Untuk garansi biasanya berlaku garansi Toko 1-2 bulan, itupun gag boleh komplain kalo terjadi apa”. Bonus seperti akun Dropbox yang biasanya kini hadir bersama ponsel baru atau bundling paket internet, juga gag didapat. Jadi ya mesti diterima apa adanya. Yang sayangnya, kini tampaknya penawaran sudah bergeser menjadi ponsel Asli namun BM (bukan replika).

Penawaran ini biasanya dilakukan oleh orang yang merasa yakin dengan kepercayaan calon korban dan memang melihat peluang keuntungan berlipat. Berbeda dengan yang memang secara terang terangan mengaku bahwa yang dijualnya merupakan Ponsel Replika.

Bagi kalian yang sudah terlanjur mendapat penawaran ini dan tergoda bahkan sudah memberikan DP atau panjer awal, baiknya sih Main-main sebentar ke halaman Forum semacam Kaskus yang memang secara terang-terangan menjual ponsel Replika dgn segudang realitanya. Misalkan, box yang digunakan yang seresmi aslinya, fitur kamera agak buram, dll… semua itu jelas dan tanpa disembunyikan lagi. Sehingga saat menerima barang nantinya, kalian sudah punya gambaran awal bahwa dengan harga murah ya gag bakalan dapat ponsel aslinya :p

Dengan menyadarinya lebih dini, kelak ketika terjadi apa-apa dengan ponselnya, ya jangan coba-coba membawanya ke Service Centre terdekat. Atau biar tetap pede saat dipake, harus diyakini sejak awal bahwa itu ponsel asli, bukan versi replika dan mengaku dibeli dgn harga mahal :p

Jika memang sejak awal sudah menyadari bahwa yg dibeli adalah ponsel Replika, saya yakin apapun kata orang dan apapun yang terjadi kemudian. Gag bakalan ngaruh bagi pikiran, mengingat semua sudah menjadi resiko pembeli sejak awal.

Namun sebaliknya, apabila sejak awal kita sbg pembeli sudah ditanamkan bahwa ponsel dimaksud adalah Asli namun BM, dan kemudian menyadari bahwa ponsel yang dipegang hanyalah sebuah Replika, kira-kira si penjual bisa dituntut atau minimal mengembalikan uang pembeliannya gag ya ?

Waspadai Gadget Tiruan

11

Category : tentang TeKnoLoGi

Seorang Kawan tampak sumringah lantaran ia baru saja membeli sebuah ponsel Android berlayar 5” Samsung Galaxy Note dengan harga murah, 2,5 juta saja. Sayangnya kegembiraan itu tidak berlangsung lama saat kami memberitahukannya bahwa ponsel yang baru saja ia beli tersebut bukan rilis resmi milik Samsung, melainkan tiruan. Ponsel Replika.

Tentu saja kawan kami tersebut kaget bukan main, lantaran menurut si penjual ponsel yang ia bawa kini, memang benar bahwa perangkat yang berbekal dengan stylus pada back cover merupakan ponsel asli milik Samsung. Merasa belum percaya dengan apa yang kami katakan, iapun meminta kami membuktikannya.

Untuk melakukan pembuktian bahwa perangkat ponsel merupakan barang tiruan, replika atau yang disebut dengan istilah KW sebenarnya perkara mudah, itu jika yang ditiru mengambil brand BlackBerry ataupun iPhone. Sayang tidak demikian halnya dengan Android. Lantaran secara desain dan penampilan menu dapat dibuat dengan sama persis, mengingat sistem operasi yang digunakan dapat diperoleh dengan mudah.

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan fisik. Baik secara tampilan luar mencakup desain depan dan back cover yang biasanya dihiasi dengan tulisan dari brand aslinya, maupun fisik dalam apabila memungkinkan untuk membuka chasing atau baterai. Perangkat original biasanya selalu menyertakan nama brand mereka baik pada tampilan depan perangkat, back cover, mesin hingga baterai. Kenali juga perilaku atau ciri khas dari perangkat. Misalkan perangkat iPhone tidak pernah membekali stylus ataupun baterai terpisah dalam paket penjualan. Demikian halnya letak tulisan BlackBerry apakah berada diatas layar atau dibawahnya.

Langkah kedua, lakukan pemeriksaan spesifikasi. Untuk mengetahui spec original perangkat yang diinginkan, manfaatkan alamat gsmarena.com, sebuah halaman yang dikenal rajin melakukan review untuk setiap perangkat ponsel dan tabletpc branded. Bisa juga melalui buyers guide yang ada dalam setiap tabloid ponsel tanah air. Sandingkan perihal besaran prosesor, internal storage, memory ram hingga wajah tampilan homescreen dan versi OS yang diadopsi jika ada. Untuk memeriksa isi jeroan ponsel bisa menggunakan bantuan aplikasi semacam System Information atau memeriksanya secara langsung pada opsi Pengaturan dan Task Manager. Selain spesifikasi secara umum, pemeriksaan dapat pula dilakukan pada besaran lensa kamera yang digunakan. Biasanya perilaku ponsel tiruan bisa diketahui lewat besaran kamera depan yang memiliki resolusi setara dengan kamera belakang.

Langkah terakhir adalah memeriksa keberadaan aplikasi yang merupakan bawaan khas dari perangkat. Misalkan untuk ponsel BlackBerry, cari dan buka aplikasi BlackBerry Messenger dan App World-nya. Untuk ponsel iPhone bisa memeriksa keberadaan iTunes, app Store, FaceTime atau iMessage yang kini telah hadir di perangkat terbaru. Sedang Android, bisa berupa Samsung Apps, HTC Likes atau MotoSpeak pada ponsel Motorola. Dalam kasus Samsung Galaxy Note diatas, tidak kami temukan aplikasi bawaan seperti Mini Diary, S-Memo, S Planner dan S Choice yang merupakan ciri khas ponsel tersebut.

Apabila terdapat perbedaan yang signifikan dari ketiga langkah diatas, maka hampir bisa dipastikan bahwa perangkat yang dicurigai memang benar merupakan ponsel tiruan, replika atau KW. Jikapun belum merasa yakin benar, perangkat dapat dibawa secara langsung ke Service Centre terdekat untuk mendapatkan pengakuan keasliannya.

Perangkat ponsel tiruan atau yang kerap disebut dengan replika atau KW ini, ada dan sudah dapat ditemukan di masyarakat dengan harga yang jauh lebih murah dari perangkat asli yang ditirunya. Rata-rata kisaran harga jual untuk ponsel semacam ini adalah sekitar 750ribu hingga 2,5 juta tergantung dari kualitas dan kemiripannya. Sedang untuk usaha penjualan, biasanya dilakukan secara door to door atau digerai-gerai kecil.

Salah satu usaha pertama yang dapat digunakan sebagai acuan untuk mencurigai tingkat keaslian perangkat ponsel yang dijual adalah persoalan harga. Apabila seorang konsumen ingin membandingkan harga jual sebuah perangkat ponsel ataupun tabletpc dari gerai satu ke gerai lainnya atau secara langsung dari distributor resmi, perbedaan harga biasanya hanya terpaut di kisaran 25ribu hingga 250ribuan, bergantung pada paket penjualan yang ditawarkan. Sedangkan untuk ponsel tiruan kerap ditawarkan hingga setengah harga dari harga aslinya.

Jika kawan mendapatkan penawaran semacam ini, ada tiga kemungkinan yang biasanya terjadi. Pertama, ponsel yang dijual merupakan replika atau tiruan. Kedua merupakan perangkat Black Market atau perangkat tanpa cukai. Dan ketiga, percobaan penipuan transaksi online. Adapun jenis ponsel yang disasar oleh perangkat tiruan, replika atau KW adalah perangkat yang masuk dalam golongan high-end, terkini atau terbaru, dengan harga jual 4 hingga 6 jutaan.

Apabila Kawan bersikukuh ingin membeli sebuah perangkat tiruan, replika atau KW dan sudah mengetahui statusnya sejak awal dengan dalih harga murah namun bisa bergaya tanpa peduli kemampuan perangkat, barangkali bukan lagi menjadi sebuah masalah. Namun apabila setelah penggunaan jangka lama Kawan baru mengetahui status ponsel merupakan tiruan, replika atau KW padahal saat pembelian si penjual mengklaim barang tersebut asli dari pabrikan tertentu merek branded, hal ini bisa saja dituntut secara hukum. Maka pikirkan sebelum memutuskan untuk membelinya.

Menjajal iPhone 4 (Replika)

14

Category : tentang TeKnoLoGi

iPhone 4 (Replika) yang saya pegang kali ini bisa dibilang sebagai KW 1-nya iPhone 4 milik Apple yang dijual tiga kali gaji saya saat ini. Mengapa demikian ?

setelah mengingat-ingat atau membandingkannya dengan Replika iPhone 3GS yang tempo hari  sempat saya tulis pula disini, secara tampilan awal dan Packagingnya jelas jauh lebih meyakinkan ketimbang yang terdahulu. Charger original, pinset kecil pembuka slot simcard yang berada di sisi samping ponsel dan juga tanpa bekal batere dan stylus tambahan. Sempurna.

Demikian dengan tampilan Icon dan Menu yang menjadi Ciri Khas milik iPhone. Baik Setting, Camera maupun Phone, Contact dan keypad virtual-nya. Sangat jernih dan memuaskan. Begitu pula dengan cara pemindahan ShortCut icon Menu aplikasi antar HomeScreen dan aplikasi yang disertakannya. Saya malah menemukan Talking Tom, aplikasi favorit MiRah putri kami di ponsel Android, yang mampu menirukan suara si pembicara dalam versi Pro atau Full. Atau aplikasi yang hanya sebagai hiasan Jahil semata seperti Zippo, sebuah korek gas yang dapat dibuka, nyalakan dan tutup kembali dengan cara memperlakukan ponsel seperti memperlakukan sebuah korek api. Semua memang tampak meyakinkan, begitu pula Single Sim Card yang makin membuat saya terkagum-kagum plus keberadaan TV Digital (bukan Analog, yang biasanya menjadi ciri khas sebuah ponsel China).

Sayang, kekaguman saya pelan tapi pasti sirna begitu melihat tampilan File Manager yang tidak mendukung pengoperasian yang sederhana dan cepat khas ponsel iPhone, begitu pula dengan tampilan Browser bawaan Safari. Sangat mirip dengan tampilan File Manager serta Browser ponsel China.

Baru menyadarinya ketika saya mencoba mengutak atik Pengaturan Network dan Profile Manager yang memang penuh dengan tampilan tulisan China lengkap dengan keypad huruf China-nya. Waduh…

Mengingat ini adalah sebuah ponsel Replika, pantas saja saya tak menemukan icon App Store-nya sejak awal. Lantas, bagaimana bisa aplikasi Talking Tom dan Zippo yang saya temukan sebelumnya bisa hadir di ponsel ? hal inilah yang menjadi pertanyaan besar bagi saya hingga hari ini.

Meski demikian, satu petunjuk penting yang saya dapatkan lebih lanjut adalah, ponsel Replika ini hanya mendukung aplikasi atau games yang berbasis Java saja. Buktinya terdapat icon Menu Java Manager lengkap dengan isinya (file aplikasi dan games Java) dan juga di beberapa folder yang terdeteksi dalam File Manager, memang benar bahwa terdapat beberapa file Jar dan Jad didalamnya. Sayang, hingga ponsel ini dikembalikan, saya tak menemukan cara untuk membuatkan icon Menu shortcut dari aplikasi ataupun games yang telah berhasil diinstalasi.

Keunikan lainnya adalah Tampilan besaran Memory yang ada di File Manager adalah 32 GB. Sangat mantap tentu saja. Namun saya tak menemukan cara bagaimana memeriksa berapa memory yang tersisa dari besaran 32 GB tersebut, karena meskipun saya jejalkan beberapa file audio melalui perangkat Bluetooth, tetap saja File Manager menyatakan sisa yang sama. 32 GB. Ealah…

Dunia Maya memang berhasil saya akses melalui pengaturan pada Jaringan (Network) dan Profile SIM Card yang digunakan, namun ada satu kendala yang saya temukan di perjalanan dan jujur saja kendala ini bisa dikatakan sangat mengganggu aktifitas saya untuk terkoneksi ke dunia maya, yaitu Profile yang kerap berubah sendirinya ke Pengaturan Default. Padahal pengaturan sebelumnya sudah tersimpan dan berhasil dijalankan. Awalnya saya sempat menduga bahwa perubahan ini sebagai dampak melakukan aksi Restart Ponsel, namun segera terpatahkan ketika Restart tak jua saya  lakukan dalam waktu yang lama. Pengaturan tetap kembali dengan sendirinya, sehingga untuk bisa terkoneksi kembali ke dunia maya, pengguna mutlak melakukan perubahan pada Pengaturan Profile Sim Card lagi secara manual. Sangat merepotkan tentu saja.

Kamera yang disematkan cukup besar, 2 Mega Pixel. Ditambah keberadaan lampu Flash pula. Namun lampu ini akan menyala secara terus menerus saat Pengaturan Flash diaktifkan. Tidak aktif secara otomatis saat gambar diambil.

Beberapa icon menu yang sebelumnya saya akses memang benar sangat mirip dengan tampilan Menu iPhone yang original. Namun tidak demikian halnya dengan icon menu lainnya. Beberapa tidak dapat diaktifkan mengingat sulitnya terhubung dengan Jaringan (mungkin karena perubahan Profile diatas), beberapa lainnya malah menampilkan huruf pada sekujur layar termasuk opsi pilihan dalam tampilan huruf China. Jelas ini sangat menyulitkan, meskipun Setting Pengaturan Bahasa yang dipergunakan pada ponsel sudah diatur ke English.

Naik turunnya daya tahan batere sebagai asupan daya utama juga membuat saya kebingungan, karena prosentase tidak pernah lebih dari 40% meski sudah di-Charge agak lama. Pun demikian saat berada pada low level atau sekitar 10%-an secara mendadak naik menjadi 17/18%.

Bagusnya, secara tampilan layar Menu atau HomeScreen, pengguna dapat melakukan perubahan Wallpaper ataupun tampilan Menu (sejenis Launcher) secara cepat dengan melakukan Tap atau sentuh pada salah satu icon Menu yang disediakan.

Menariknya tampilan luar namun ketahuan belangnya jika ditelusuri lebih dalam, membuat saya dapat memberikan saran yang sederhana saja. Gunakan seperlunya dan sebisa mungkin agar terlihat pada lingkungan sekitar secara sepintas bahwa benar ponsel yang digunakan merupakan iPhone 4 rilis terbaru. Silahkan bolak balik bodi ponsel dan mainkan. Atau gunakan Leather Case atau Hard case untuk lebih meyakinkan. Namun jika bisa, proteksi dengan pin atau password agar ketika ponsel digenggam orang, yang bersangkutan tidak dapat mengakses ponsel lebih lanjut. Mudah kan ?

Urusan Bergaya dan Gengsi tetap bisa dilakukan walau dengan harga yang tak sampai satu juta rupiah, hehehe…

Kerennya Godaan iPhone 4 (replika)

6

Category : tentang TeKnoLoGi

“Kesan Pertama, Begitu Menggoda…  Selanjutnya, Terserah Anda…”

Siapa nyana jika ponsel Apple iPhone 4 yang saya pegang awal bulan Agustus alu ternyata hanyalah sebuah Replika ?

Berawal dari telepon seorang Sepupu yang minta tolong untuk Setting Internet pada ponsel iPhone yang ia punya, lantaran setelah dibawa ke Rimo Trade Centre, gag satupun toko yang mampu melakukannya. Pikir saya saat itu sederhana saja. Sesulit itukah ?

Pertama melihat, sudah jelas sangat meyakinkan. Beberapa kali dibolak balik, pelan tapi pasti saya merasa kagum dengan penampilannya. Saat di-Compare sejajar dengan Samsung Galaxy Ace milik saya, betapa terlihat perbedaan yang tak mencolok saat dilihat secara seksama. Hanya dari ukuran, dan bentukan tombol saja.

Yang kemudian makin membuat saya tambah kagum adalah icon dan warna yang ditampilkan. Sangat jernih dan halus. Begitu pula dengan pergerakan antar halaman menu dan mencoba membuka beberapa icon yang memang menjadi ciri khas dari ponsel iPhone 4.

Sayangnya, semua kepalsuan dari sebuah Replika iPhone 4 ini baru saya ketahui saat membuka Menu jauh lebih dalam. Hampir saja ditawar balik dan tertipu. Hehehe…

Beberapa diantara yang membuat saya makin yakin adalah menu Browser bawaan atau yang disebut dengan Safari, tampilannya kok mirip dengan ponsel China ? begitu pula dengan File Manager-nya yang plek buatan China. Barulah saya ngeh, mengapa tak satupun Toko di Rimo Trade Centre mampu melakukan Setting Internet pada ponsel ini.

Selama setengah jam saya melakukan akses menu bolak balik, tak jua menemukan cara yang pasti. Namun, satu keyakinan saya bahwa, sebuah ponsel China memang memerlukan dua atau tiga kali Pengaturan untuk bisa terhubung dengan dunia maya. Tidak seperti ponsel Branded Global yang begitu mudah.

Namun kukuhnya usaha yang saya lakukan berbuah manis. Ponsel iPhone 4 Replika ini benar-benar bisa terhubung dengan dunia maya meski teramat sangat lelet. Sayapun diberikan keleluasaan mengoprek lebih jauh oleh siempunya ponsel, dengan harapan yang bersangkutan bisa terhubung dengan FaceBook kapan saja.

Siap Ndan. Jawab saya saat itu. Dan bersyukur banget, kalo saya diberi kesempatan untuk menjajalnya lebih jauh. Mau tahu bagaimana kelanjutannya ? simak di tulisan berikutnya. :p

Waspadai (juga) (replika) BlackBerry 9700 ONYX

20

Category : tentang TeKnoLoGi

Seorang kerabat disela obrolan siang hari sabtu kemarin menyodorkan sebuah handset berkeypad QWERTY yang tampak familiar sambil meminta tolong untuk disuntikkan aplikasi BBM agar ia bisa melakukan chatting dengan rekan-rekannya. Sekedar informasi bagi yang belum tahu bahwa aplikasi BBM (BlackBerry Messenger) merupakan aplikasi andalan milik sebuah brand ternama BlackBerry yang dapat digunakan untuk chat sesama pengguna BlackBerry.

Wah Edan ni orang, bathin saya saat itu. Rupanya si teman menyodorkan handset BlackBerry seri terakhir yang punya navigasi TrackPad dan berkeypad ala seri Bold, apalagi kalo bukan BlackBerry 9700 Onyx. Sayangnya keberadaan logo brand BlackBerry yang tampak dibawah layar makin menguatkan dugaan (bahwa ada apa-apa dengan ni handset karena sepengetahuan saya logo brand BlackBerry selalu diletakkan diatas layar).

Masih dalam pikiran yang kebingungan sayapun mencoba mengeksplorasi jeroan fitur yang ada didalam ponsel, mulai mencari keberadaan aplikasi BBM yang secara default saya yakin pasti ada jika itu beneran BlackBerry, fitur WiFi, fitur Web Browser, Pengaturan dan Kamera. Rupanya dugaan saya benar, ini ponsel China yang menembak desain Onyx secara vulgar (bahkan sampai berani mencantumkan logo brand BlackBerry dibawah layar). Karena bagaimanapun pintarnya ponsel China dalam hal meniru ada beberapa hal yang terkadang menguatkan image mereka.

Jenis Font atau tulisan rata-rata seragam demikian pula dengan fitur Browser yang digunakan, ciri khas ponsel China banget. Yang membuat saya hampir tertawa adalah Pengaturannya. Jelas-jelas terdapat opsi pengaturan Dual SIM yang dijamin gak bakalan ditemui pada BlackBerry 9700 Onyx. Rupanya si teman hanya ingin menguji pengetahuan saya yang kerap menulis tentang ponsel di BLoG tak terkecuali handset BlackBerry.

Padahal dari pengakuan si teman di awal pertemuan (sambil berbisik dengan mimik muka yang meyakinkan) handset ini ia dapatkan dari pasar gelap dengan harga murah. 1,2 juta. Wah, boleh nih, bathin saya. Demi mengetahui bahwa ni handset tembakan, si teman hanya tertawa ketika saya tebak. Wah, edan ni orang…

Meski demikian ada juga yang patut saya acungi jempol yakni keberadaan Wifi dan resolusi kamera 5 MP. Bandingkan dengan BlackBerry 9700 Onyx yang hanya 3,2 MP. Lebih edan lagi, ternyata diatas layar disematkan pula lensa kamera yang rupanya beresolusi sama. Wah… makin jelas bukan Onyx. Saya meyakini hal itu ketika mencoba dan melihat secara langsung hasil jepretan baik yang menggunakan kamera belakang dan kamera depan. Fitur navigasi TrackPad-nya juga beneran bisa digunakan, baik untuk menggeser menu, bahkan sebagai tombol eksekusi. Agak sensitif namun Mantap.

Yang makin mengasyikkan, ni ponsel sudah dipersiapkan dengan beberapa aplikasi launcher tambahan khas dunia maya seperti FaceBook, Twitter, Opera, Yahoo Messenger, Google Talk, Yahoo Search dan Google Search. Komplit dah. Hanya saja ketika saya coba membuka salah satunya, baru ketahuan kalau ni ponsel belum bisa terhubung dengan dunia maya lantaran belum melakukan pengaturan GPRS yang seingat saya memerlukan dua langkah penting khas ponsel China. Anehnya terdapat peringatan bahwa ponsel kekurangan memory internal untuk bisa menjalankan aplikasi.

Trus bagaimana caranya si teman yang berdasarkan pengakuannya sempat melakukan chatting bareng kakaknya yang berada di luar Bali sementara akses Internet belum terkoneksi ? menggunakan IMICHAT, satu fitur chatting andalan ponsel yang sifatnya kurang lebih sama dengan aplikasi BBM. Bisa melakukan chatting apabila memiliki handset yang sama juga. Wah…

Secara visual memang tidak banyak terlihat perbedaannya kecuali memang paham benar ciri khas BlackBerry secara fisik antara lain penempatan posisi logo brand yang hampir selalu diatas layar juga lekuk bodi yang juga khas secara visual. Tapi overall, ni handset tinggal menyamarkan chasing belakangnya dan yakin banget gak kalah dalam bergaya didepan banyak orang. Hehehe…

Waspadai (replika) iPhone 3G 16GB

30

Category : tentang TeKnoLoGi

Pagi hari, saat masih berkantor di gedung lama Jl. Beliton No. 1 Denpasar, saya dihubungi seorang Rekan kantor yang meminta bantuan untuk menyalakan handset iPhone milik atasannya. Si Rekan mengatakan sudah putus asa mencoba. iPhone ? wah… mau banget, bathin saya saat itu.

Langsung di ruangan sang atasan, penampilan pertama handset iPhone yang disodorkan begitu menggoda. Mulus dan Maknyus. Hehehe… tapi kening mulai berkerut ketika saya mulai mencoba menyalakannya. Bagaimana tidak, satu-satunya tombol yang berfungsi sebagai Home rupanya tidak berada pada tempatnya. Ceruk yang terdapat pada bagian bawah layar iPhone hanya menyajikan gambar tombolnya saja. Wah, alamat apa nih ?

Iseng-iseng saya bertanya ‘boleh liat kotak kemasan iPhone-nya Pak ?’

Disodorkanlah saya sekotak kecil penuh perlengkapan mencakup Charger putih, Stylus (yang bener ???) dan Batere (apa ???). Kecurigaan saya mulai muncul dan bertanya sekali lagi ‘kira”harga yang dikasihkan, berapaan Pak ?’ ‘dua juta sekian’ kata sang atasan. Murah amat ? bathin saya.

Berbekal sedikit pengetahuan tentang iPhone, sayapun memberikan penjelasan kepada sang atasan yang meliputi keraguan saya akan keaslian iPhone yang dibeli ini. Indikasinya adalah iPhone tidak dibekali dengan Stylus karena handset iPhone merupakan type ponsel pintar yang mampu merespon sentuhan jari manusia sebagai input utama pada layar sentuhnya. Indikasi kedua tentu saja keberadaan Batere-nya, karena salah satu kelemahan iPhone adalah sulitnya pengguna untuk mengganti batere atau dengan membuka cover belakang handset.

Seijin sang atasan ni handset diperbolehkan untuk dibawa untuk dioprek, kira-kira bisa dinyalakan gak ya ?

Setelah bertanya pada Mbah Google akhirnya semua pertanyaan saya terjawab sudah. iPhone dua jutaan yang penjualannya dibekali dengan Stylus dan Batere adalah replika iPhone buatan China yang memang secara bentuk dan tampilan Menu-nya meniru abis iPhone versi aslinya. Untuk membuka back cover bisa digunakan dua buah pinset kecil yang saya ganti dengan clip kantor. Caranya mirip-mirip dengan membuka back cover ponsel Nokia seri Low End.

…dan setelah sedikit berkeringat, back cover handset ‘iPhone’ ini berhasil jua saya buka. Benar saja, niy batere handset belum terpasang, pantas saja kalo si Rekan sampe putus asa nyoba menyalakannya. Hehehe… Setelah mengabadikan langkah-langkah diatas dalam bentuk beberapa foto lewat kamera ponsel Nokia 6275i CDMA, ni ‘iPhone’ saya pasangkan kembali back covernya dan mulai di-charge dan lanjut dengan menekan ‘tombol joystick’nya agak lama. Samar-samar tampilan Menunya mulai terlihat.

Lagi-lagi kalo dilihat dari jauh apalagi dengan membuka kacamata minus saya ini, tampilan Menu yang tampak pada layar benar-benar maknyus seperti kesan penampilan pertama diatas tadi. Namun ketika saya perhatikan dengan tambahan kacamata, ni ‘iPhone’ baru keliatan khas China-nya. Icon Menu yang ditampilkan tidak sehalus mulus iPhone original dan respon perpindahan antar Menu juga tidak begitu bagus, perlu jeda 1-2 detik untuk menunggu.

Yang namanya tiruan China, ni ‘iPhone’ gak Cuma mulus dari tampilan luarnya saja, apalagi pada back covernya terpampang jelas logo ‘buah Apel macegut’ plus tulisan ‘3G 16 GB’. Waaaahhh… Mantaaap punya. Dari segi tampilan Menu, perpindahan antar Menu hingga proses tampilan aplikasinya pun berhasil ditiru dengan baik. Salah satu ke-khas-an iPhone yang saya ketahui saat menjajal iPhone beberapa waktu lalu adalah penggunaan fitur kamera-nya yang sama plek dengan percobaan yang saya lakukan pada ‘replika iPhone’ ini.

Masih gak puas juga saat menjajal ‘iPhone’ ini, saya memutuskan membuka kembali back cover dan memastikan bahwa apa yang saya lihat pada tampilan Menu memang benar adanya. ‘iPhone’ ini mengadopsi 2 (dua) kartu dengan frekuensi GSM. Khas ponsel China banget. Sejak kapan siy iPhone bisa dual GSM dan sama-sama ON ?

Pantas saja kalo harganya bisa murah banget didapatkan. Waaaahh… kasihan juga nih si atasan. Hehehe…

Keberhasilan misi untuk menyalakan ponsel ‘iPhone’ ini mengingatkan saya pada seorang Rekan kuliah yang tempo hari sempat wisuda bareng, Made Kariyana. Kalo gak salah saat wisuda berlangsung yang bersangkutan sempat memamerkan ‘iPhone’-nya yang dual GSM ini. Katanya, lumayan-lah kalo Cuma buat nampang atau mejeng. Yang penting jangan pernah perlihatkan lama-lama didepan orang lain, jangan pernah dipinjamkan dan tentu saja jangan gunakan Stylus. Yakin banget, dengan menggunakan ni ‘iPhone’, gengsi dijamin bakalan meroket Bro. Tips yang sangat bagus menurut saya. Hihihi…