Remaja dan penyalahgunaan FaceBook

8

Category : tentang Opini

Dianandha Heppista, Aisyah Putri PrayudiIbnu Farhansyah, Julianto Madura ataupun Evan Brimob barangkali hanyalah beberapa remaja yang secara kebetulan tertangkap tangan memunculkan Update Status yang kemudian menghentak puluhan, ratusan bahkan ribuan orang yang membacanya. Terlepas dari pengakuan mereka bahwa itu dilakukan karena akun yang di-Hack oleh orang lain bahkan ada juga  karena pengaruh emosi. Mereka belum tahu betapa kuatnya pengaruh sebuah Social Media bernama FaceBook.

Remaja dan FaceBook barangkali merupakan dua hal besar yang saling terkait dan sangat sulit untuk dipisahkan. Remaja yang selalu ingin menjadi yang terkini saya yakin pasti memiliki paling tidak sebuah akun FaceBook, apalagi media cetak, operator telepon dan juga berbagai brand ponsel selalu mengedepankan akun jejaring sosial pertemanan ini sebagai jualan terlaris. Demikian halnya dengan FaceBook. Remaja bisa jadi merupakan salah satu segmen pengguna terbesar.

Seiring perkembangan jaman, rupanya Remaja belum jua menyadari seberapa besar pengaruh dan kekuatan social Media yang mereka gemari tersebut. Padahal diluaran baik FaceBook ataupun Twitter, sudah dianggap mampu mengancam Keamanan Nasional seperti yang terjadi saat penumbangan rezim diktator Mesir tempo hari. Remaja yang saya lihat, rata-rata masih suka menggunakannya hanya untuk mengeluh, mengeluh dan mengeluh. Tentang pacar, sekolah, hal-hal yang sedang trend dibahas media cetak hingga kini mulai menyerempet pada soal agama dan Azas ke-Bhinekaan.

Memang, setiap orang memiliki hak untuk bebas berpendapat di negara ini. Kabarnya dilindungi oleh Undang-Undang pula. Namun yang perlu dipahami adalah kebebasan pendapat yang dilindungi itu hendaknya dapat dipertanggungjawabkan pula oleh yang bersuara, jangan asal bacot apalagi sampe menghina. Jika sudah terlanjur mendapatkan kecaman, berbagai akal buluspun dicoba untuk bisa menghindar dari tudingan. Gag jantan kan ?

Usia Remaja bagi saya pribadi sungguh merupakan usia yang rentan untuk masuk dan bebas berbicara dalam social media sekelas FaceBook ataupun Twitter. Karena di usia mereka ini yang namanya kedewasaan belum tentu bisa disamaratakan dengan remaja lain yang seusianya. Jangankan remaja, para politikus negeri inipun masih ada kok yang pola pikirnya kaya’Remaja (nyaris bebas dan kreatif, baru nyaris loh :p).

Maka itu, berhati-hatilah dalam berpikir, berkata dan bertindak. Seperti halnya ajaran Agama Hindu ada Tri Kaya Parisudha. Berpikir yang Baik, Berkata yang Baik dan Berbuat yang Baik. Sudah banyak cermin (baca:contoh) yang dapat dijadikan bahan pelajaran, diantaranya kelima nama Remaja diatas. Mereka lebih mengutamakan emosi dalam berkata ketimbang memikirkannya terlebih dahulu dan menimbang konsekuensinya. Sangat disayangkan memang mengingat satu dua diantara mereka merupakan panutan bagi remaja seusianya.

Lantas bagaimana cara agar tidak salah jalan ? selektif dalam memilih teman di Jejaring Sosial  selektif pula dalam berkata-kata (update status). Jaga perasaan orang lain, karena tidak semua orang paham dan sejalan dengan apa yang kita pikirkan, jaga pula apa yang menjadi milik kita (akun FaceBook) agar jangan sampai diambil orang.

Mengapa saya anjurkan untuk selektif memilih Teman, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan yang biasanya datang justru dari teman yang tidak kita kenali dalam daftar. Coba deh pikirkan, seberapa jauh atau seberapa banyak teman FaceBook yang benar-benar dikenal di dunia nyata ? saya yakin sangat banyak, apalagi bagi mereka yang punya teman hingga ribuan orang. Teman FaceBook yang memang benar-benar Teman sejati di dunia nyata, saya yakin akan mengingatkan terlebih dahulu ketimbang mencaci.  Iya gak ?

Jika dulu ada kata-kata ‘Mulutmu, Harimaumu… kini sudah berubah menjadi ‘Update Statusmu, Harimaumu…’

Banyak-banyak belajar sebelum bertindak barangkali jauh lebih bijak ketimbang baru tahu sedikit sudah ngebacot berlebihan. Bahaya. Hehehe…

Hysteria VaLenTine 2009

5

Category : tentang KeseHaRian

Sabtu siang rencana saya yang sebenarnya adalah membayar tagihan bulanan koneksi internet Starone yang dikenai biaya sekitar 140ribu untuk bulan lalu. Ya, lantaran bulan lalu itu saya nguber bahan untuk Thesis yang rata-rata memang diambil dari internet. Bukan apa-apa tapi karena yang dalam bentuk cetak buku masih sangat sulit dicari. Kalopun ada harganya mahal padahal informasi yang saya butuhkan paling cuma secuil. Biaya yang membengkak disebabkan juga oleh perburuan info untuk meng-upgrade dua ponsel PDA milik pribadi migrasi ke Windows Mobile 6.1. yah, syukur bisa berhasil.

Rupanya sejak sabtu siang itu, aroma dan nuansa hari kasih sayang –Valentine- untuk tahun ini sudah terasa dari saya keluar rumah. Menyusuri jalan Surapati membelok kearah Tiara Dewata, memutar lantaran macet, menyusuri jalan Arjuna dan Sumatra Hasanuddin, berbelok ke arah Tiara Dewata, BAH ! Sama saja macetnya.

(gambar diatas saya copy paste dari www.facebook.com)

Ternyata kawan, disepanjang ruas jalan itu kemacetan disebabkan oleh kendaraan maupun sepeda motor yang berhenti secara ngawur sembarangan, hanya untuk membeli dan memilih bunga yang dijual secara dadakan, khusus pada hari itu. Tak hanya pedagang bunga permanen, tapi berkembang ke penjual perorangan turut berusaha menjemput bola untuk sebuah keuntungan yang sangat besar.

Bahkan ada juga stan khusus yang dibuat oleh pedagang bunga disepanjang jalan Sutoyo sebelah barat Tiara Dewata, dihiasi berbagai corak dan warna Pink tentu saja. Ada juga yang lucu, bahwa sebetulnya tempat itu kesehariannya adalah bengkel motor, tapi mendadak berubah jadi penjual bunga. Ealah…

Gak salah kok sebetulnya. Wong anak-anak yang masih tergolong keponakan saya walau duduk dibangku SD pun sudah huebohnya minta ampun dari beberapa hari sebelumnya mengingatkan saya pada hari kasih sayang ini. Heran, anak SD sudah pada pinter ngingetin kalo sabtu itu hari Valentine. Sambil ngerumpi mau ngasi cokelat ke idola mereka di sekolah. Waduh !

Gak jauh beda dengan anak-anak yang hobinya maen gim Counter Strike di Warnet, isi obrolan mereka pun tak jauh dari pacar, cokelat dan sayang-sayangan dan juga senandung lagu cinta terkini. Padahal disela obrolan, mereka malah sempat mengumpat kata-kata makian dan umpatan gara-gara tokoh mereka ditembak mati oleh musuh… ya, berhubung saya telat beberapa menit gara-gara kemacetan dadakan, gerai Indosat sudah tutup lima belas menit sebelumnya. Jadilah saya nyasar ke Warnet sebentar untuk hunting video 3gp. Halah….

Yang bikin saya makin terheran-heran, sore hingga malam hari, dimana-mana jalanan rasanya tumpah ruah oleh keberadaan para generasi muda yang bersliweran lengkap dengan gandengannya, ngebut zig zag atau malah menikmati jalanan dalam nuansa Valentine tahun ini. Ada juga yang sempat menimbulkan rasa geli saat saya dan Istri yang kebetulan baru bertolak dari kampung Istri untuk tangkil di Pura Dalem Babakan Canggu, kami saling menerka apa yang dilakukan sang gadis dibalik jaket si cowok saat melaju pelan dijalan raya.

Ya, gaya pacaran anak muda sekarang emang jauh lebih edan. Pernah satu kali kami menjumpai sepasang remaja, dimana si cowok memakai jaket dengan keadaan terbalik, dimana tangan si gadis (kalopun bener ia masih gadis, he…) bisa masuk disela daleman jaket. Eh, pas di lampu merah si cowok melenguh. Rupanya ia orgasme kawan… para tetangga yang bermotor jadi terkesiap saat (maaf) sperma si cowok muncrat ke pangkuan si pengendara lain. Huahahahahahaha…. Kami berdua tertawa keras menyaksikan lawakan seru ini…

Terlepas dari semua itu, rupanya kawan-kawan di Bali BLogger Community untuk kali ini menggelar event dalam rangka hari kasih sayang ini. Kalo ndak salah tajuknya ‘BLoody VaLentine’. Kegiatan donor darah yang sedianya bakalan dilakukan di Lapangan Renon hari minggu pagi. Semoga saja jika tak ada halangan saya bisa ikutan berpartisipasi sekedar menyumbangkan setetes dua darah untuk mereka yang memerlukan.

Hingga saya sampai dirumah pukul 9 malam, Hysteria VaLentine 2009 ini ternyata masih juga terasa. Warung kacang hijau dan bakso depan rumah silih berganti didatangi pasangan muda yang sudah siap tempur, berpakaian necis, dengan setangkai bunga bersiap untuk melewati malam penuh cinta kali ini. Yang tak disangka, rupanya pedagang bunga didepan rumah, Dian FLower, masih terlihat menjual bunga-bunga Valentine. Padahal kalo hari biasa, jam enam sore sih sudah tutup. Ealah….


> PanDe Baik mengucapkan Selamat hari kasih sayang –istilah kerennya VaLentine- bagi semua rekan yang mereguk indahnya Cinta… Special tentu saja untuk Istriku, ALit Kusumadewi dan putriku, Mirah Gayatridewi. Juga untuk kedua orang tuaku dan keluarga besar PanDe dimanapun kalian berada… <

Salam dari PuSat KoTa DenPasar

Trend Gaya anak Muda : Memprihatinkan

5

Category : tentang KeseHaRian

Pernah memperhatikan kedekatan gaya berpakaian tradisional antara dua generasi berbeda, kayak gini ?

trend-anakk-mudas.jpg

Yang tua, mungkin masih tetap apa adanya seperti dahulu, dengan kebaya yang tetap sopan dan tak mengundang mata memandang. (ini aneh, siapa juga yang tertarik memandang ibu-ibu tua ?) Yang muda ? mengadopsi cara berpakaian artis cantik tapi memprihatinkan, si Britney Spears. Agak melorot kebawah, hingga bagian pinggul atau pantat. Disertai kebaya dengan model lobang-lobang yang makin besar besar saja tampaknya, seakan tembus pandang. Menampakkan lekuk tubuh si gadis yang begitu aduhai mengundang suitan nakal para generasi muda hingga ke Bapak-bapak seperti saya. Hmmm…pemandangan gratis. Sayang untuk dilewatkan. He…

Barangkali saja generasi yang akan datang bakalan jauh lebih fenomenal. Pakaian adat kepura, robek-robek pada daerah dekat vital barangkali ?

Kecelakaan Bermotor dibawah umur

4

Category : tentang KeseHaRian

Kalo rajin menyimak media cetak baik lokal maupun luar, ada saja pemberitaan perihal kecelakaan yang melibatkan para abg dibawah usia sewajarnya untuk kepemilikan surat ijin mengemudi di negeri ini. Fenomena ini tak lepas dari maraknya pula anak-anak sd hingga smp yang notabene usianya blom sampai standar usia kepemilikan sim-17 tahun, terlihat bersliweran dijalan raya baik kawasan pedesaan, perumahan hingga jalan umum, memakai sepeda motor, bahkan ada yang tanpa mengenakan helm pengaman pula. Contoh paling riil silahkan tengok di jalan menuju Canggu-Tanah Lot ataupun kawasan perukiman Dalung. Tentu saja tingginya angka kecelakaan tadi cukup membuat was-was akan keselamatan diri sendiri saat mulai turun kejalan raya. Lantas siapa yang patut instrospeksi paling awal atas semua kejadian ini ?

Para Orang Tua. Memberikan fasilitas kepada anaknya yang masih dibawah umur batas wajar kepemilikan surat ijin mengemudi tadi, tanpa memikirkan keselamatan anak sendiri yang seandainya saja terjadi kecelakaan bakalan pula melibatkan orang lain. Namun rata-rata pemberian fasilitas ini ada yang karena rasa ‘sok pamer’ pada tertangga, ada juga yang melakukannya karena ‘ancaman’ dari anak sendiri jika fasilitas tersebut tidak diberikan.

Birokrasi pengajuan SIM dan Biro Jasa. Ribetnya proses jika melakukan pengajuan surat ijin dengan jalur normal, menjadikan banyak biro jasa ataupun calo berkeliaran menawarkan bantuan pada sang pemohon dengan catatan khusus, cepat dan bisa diatur.Tak jarang faktor umur yang menjadi batas minimal kepemilikan bisa pula diatur dengan segala kedekatan sang calo-biro jasa dengan birokrat yang terlibat dalam proses tersebut. Tak lagi menawarkan tes Tulis atau psikologis maupun tes Praktek berkendara, menjadi saah satu penyebab pula tingginya angka kecelakaan tadi. Lantaran abg ane ‘mare bise ngilut gas’ sudah mendapatkan surat ijin mengemudi, tanpa perlu bersusah payah mengikuti semua tes tadi.

Objek Penderita ya si pelaku kecelakaan, abg itu sendiri.Tak terlepas dari cara didikan sang ortu, yang harusnya menyadari betapa berbahayanya di usia muda sudah turun kejalan, kebut-kebutan sekedar untuk pembuktian diri atau hanya gengsi ada teman, sehingga malah membahayakan orang lain, yang barangkali saja tak sengaja berada pada lokasi kejadian dan ikut menjadi korban akibat kelalaiannya.

Aparat Kepolisian, yang harusnya pula ikut aktif memberikan pembelajaran kepada para abg, terutama para pelanggar yang mampu ditangkap dengan memberikan hukuman ‘kerja sosial’ atau malah -diharuskan untuk menyaksikan penderitaan mereka yang telah menjadi korban sebelumnya-, bukan dengan cara ‘wajib lapor’ saja. Ini bisa dilakukan dengan pengenalan ke sekolah-sekolah dengan menyertakan para korban tadi. Mungkin saja bisa jauh lebih efektif.

Remaja dan Teknologi

Category : tentang KeseHaRian

Kian pesatnya perkembangan teknologi, tentu sangat berdampak pada psikologis maupun pergaulan dari generasi muda saat ini. Jika itu berdampak positif, seperti halnya berlomba untuk mendesain dan menciptakan robot yang dapat membantu kehidupan manusia, mungkin bisa didukung oleh generasi tua dalam hal support moral dan dana.Namun bagaimana jika berdampak negatif, seperti yang marak diberitakan akhir-akhir ini ?
Santer terdengar peredaran foto bugil Siswi SMU di Kabupaten Gianyar Bali, membuat sedikit mendelik, karena pose yang diberikan terlalu dewasa untuk anak umur seusianya.
Inikah dampak negatif kemajuan teknologi digital pada remaja kita ?