Samsung Champ Duos, Mini Wifi nan Menggoda

9

Category : tentang TeKnoLoGi

Tampaknya Samsung sebagai salah satu Brand papan atas benar-benar Serius ingin menghantam balik dominasi ponsel lokal yang dalam dua tahun terakhir benar-benar handal dalam memperebutkan kue penjualan. Setelah melepas dua varian Samsung [email protected], ponsel berkeypad QWERTY yang salah satunya mengadopsi dual sim card dan satu lainnya mengadopsi Wifi seharga 800ribuan saja, kini mereka sudah melepas ponsel dual sim card berlayar sentuh dan sudah Wifi pula. Samsung Champ Duos.

Terakhir dipantau (28/3) Samsung Champ Duos bisa dibawa pulang dengan menukarnya seharga 945ribu saja. Harga yang lumayan bersaing mengingat ponsel lokal yang memiliki kemampuan sejenis (dual sim, layar sentuh dan wifi) dilego dengan kisaran harga yang tidak jauh berbeda. Hanya saja, bagi yang bosan dengan tampilan menu ponsel Lokal, bisa melirik ke Samsung Champ Duos ini kok.

Secara fisik bisa dikatakan Samsung Champ Duos tergolong ponsel Mini. Ketika beberapa kali saya genggam, tak ubahnya seperti membawa dompet gantungan kunci mobil yang Cuma berisikan STNK itu. Saking Mininya, Bisa jadi malahan orang gag akan tau kalo yang saya genggam itu adalah sebuah ponsel.

Dilepas dengan dua varian warna, Elegant Black dan Chic White, Samsung Champ Duos ini rupanya punya tongkrongan HomeScreen yang serupa dengan Android-nya Samsung Galaxy ACE. Saya pribadi sempat membathin, bahwa bagi yang awam, yakin banget bakalan mengira ni ponsel mengadopsi sistem operasi Android. Mengingat baik Samsung maupun brand lainnya sudah mulai melepaskan ponsel kalangan menengah berbasis Android dengan kisaran harga sejutaan saja.

Menilik HomeScreen atau tampilan layar utama, pengguna disajikan lima halaman yang dapat digeser-geser kesamping yang masing-masing terdapat empat icon aplikasi yang dapat di-Customize sesuai keinginan. Masuk pada Menu, pengguna disajikan grid icon 3×3 yang dapat digeser pula untuk mengakses menu yang lain. Sepintas, baik Tampilan HomeScreen maupun icon pada Menu yang digunakan, mengingatkan saya pada ponsel Samsung Galaxy ACE yang kini saya gunakan. Hanya saja berbeda kedalaman warna dan kejernihan grafisnya saja.

Dual Sim Card yang disematkan di badan ponsel dapat aktif secara bersamaan, dan uniknya, untuk bisa menelepon dengan kartu sim yang berbeda, pengguna tinggal menekan tombol kecil di sisi kanan bawah ponsel untuk mengaktifkan kartu sim mana yang ingin digunakan. Keunikan ini tentu berpengaruh pada perwajahan ponsel yang tidak menyajikan dua tombol hijau yang biasanya ada di ponsel-ponsel lokal.

Kameranya masih mengadopsi besaran 1,3 MP dengan Interface yang serupa pula dengan Samsung Galaxy ACE, serupa pula dengan Daftar Kontaknya yang bisa digulir dengan jari. Namun mengingat layar yang disematkan hanya berukuran 2,6 inchi, maka untuk melakukan input data, hanya disediakan keypad numerik virtual dan bukan QWERTY. Jelas ini jauh melegakan apalagi jika jari Pengguna tergolong sama dengan saya. Jempol semua. Hehehe…

Dari segi Multimedia, Samsung Champ Duos hanya menyediakan fitur Musik dan Radio minus Teve Analog. Untuk bisa mengaktifkannya, dalam paket penjualan sedah disediakan Headset yang berfungsi pula sebagai Antenna Radio.

Apa tadi saya sempat mengatakan bahwa Samsung Champ Duos ini sudah mengadopsi Wifi ? yup, itu benar. Ketika saya coba dengan menggunakan fitur Tethering-nya Samsung Galaxy ACE, aktifitas browsing pada Browser Internet bawaan dapat dijalankan dengan baik. Sayangnya, ketika kami mencoba mengunjungi alamat LPSE Badung yang notabene tidak memiliki Versi Mobile, kami kesulitan dalam mengakses halaman secara utuh. Hanya bisa dilakukan pada sisi kiri halaman dengan scroll atas bawah. Bisa jadi diperlukan sedikit pengaturan pada opsi Pilihan Browser. Ohya, bagi yang masih kagok dengan layar sentuhnya, Samsung menyediakan pula ‘Cotton Buds’ yang disematkan di cover belakang ponsel untuk membantu pengguna menunjuk-nunjuk layar layaknya ponsel PDA jadul itu.

Secara keseluruhan, ponsel Samsung Champ Duos ini bisa direkomenasikan bagi mereka yang menyukai ponsel simpel berlayar sentuh, dengan kebutuhan dual sim aktif dan telah mendukung koneksi Wifi. Dengan harga dibawah satu juta, ponsel berukuran mini ini tentu saja sangat menggoda untuk dimiliki.

on air @Bali FM with Bali Blogger Community

27

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang InSPiRasi

Sesuai jadwal yang sudah ditentukan sebelumnya oleh Winarto, rekan saya di Bali Blogger Community, kami (saya, Wirautama dan Eka Dirgantara) didaulat untuk menjadi narasumber pada sesi ngobrol bareng Bali Blogger Community di Stasiun Radio Bali FM frekuensi 89,8 98,9 minggu 25 Oktober malam. Dengan mengambil tema ‘Menjaga Stamina nge-BLoG’.

Demi memenuhi janji saya pada Winarto dan rekan-rekan Bali Blogger bisa dikatakan persiapan yang saya lakukan tak ubahnya akan menjalani sebuah ujian, grogi selama 2 minggu (karena minggu lalu ga’jadi lantaran Stasiun Radio mendapatkan giliran pemadaman listrik), membawa sedikit contekan (yang akhirnya sama sekali ga’dilihat) hingga datang ke lokasi sejam lebih awal. Kebiasaan ini biasanya saya lakukan, selain untuk mempersiapkan diri (baca: menenangkan hati dan pikiran) juga menyesuaikan pikiran agar sesuai dengan apa yang nantinya saya katakan. hehehe… Gak dipungkiri ada sedikit rasa grogi ketika memasuki ruang siaran.

Suasana baru saya rasakan sedikit cair ketika sesi yang dipandu oleh Mbak Tari Tantra dan Winarto dimulai, apalagi ketika rekan kami Eka Dirgantara pemilik blog Horor memasuki ruangan, terasa banget auranya. Hehehe… ¬†Thanks Ka.

Sesi berjalan lancar, jadi gak terasa kalo waktu berjalan begitu cepat. Benar kata Wira, mungkin lantaran kami terlalu narsis membicarakan diri sendiri, kok rasanya malah kekurangan waktu, yang jado topik utama malah belum semuanya bisa dibahas, jadi pengen nambah porsi siaran lagi. Wuahahaha…

BBC

Ohya sekedar informasi, Eka Dirgantara mengaku sebagai blogger newbie yang baru mulai ngeblog sekitar sebulan lalu, tapi rasanya dah lebih lama dari itu ya Ka ? membahas khusus tentang Horor, walopun si empunya takut dengan yang namanya Hantu. Termotivasi membuat BloG, gara-gara punya stori tentang ‘dunia lain’ dan faktor domisili yang berdampingan dengan rumahnya hantu alias Kuburan. Status Jomblo. hehehe…

Wirautama sendiri merupakan seorang Blogger Senior dan aktif dalam mengupdate tulisannya. Seorang Dosen yang berpotensi pada sebuah Perguruan Tinggi di Nusa Dua, sangat menjanjikan baik dari segi visi misinya terhadap dunia pendidikan yang Beliau geluti kini. Status Married…

Winarto, Blogger yang bekerja di daerah Nusa Dua malah baru saya kenal beberapa minggu ini, mengaku masih lajang dan kelihatannya sangat pantas didapuk jadi komandan acara ngobrol bareng Bali Blogger di Bali FM. ¬†Keliatan banget dah menguasai medan. hihihi…

Untuk sementara ini, gak banyak yang bisa saya ceritakan, berhubung terkendala situasi dan waktu. Mungkin lain kali bakalan disambung lagi, anyway Senang bersua kalian hari ini guys…