FIFA 15 dan Asphalt 8 di AccessGO 4E ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Salah satu yang membuat kaget saat melakukan uji coba ponsel #Android Quad Core Murah untuk Semua, AccessGO 4E tempo hari adalah kemampuannya untuk memainkan dua Games dengan besaran data berukuran raksasa. Pertama ada FIFA 15 yang menghabiskan ruang storage Internal sebesar 1,22 GB dan kedua ada Asphalt 8 dengan space 1,56 GB. Setidaknya sedemikian besar yang harus siap diunduh kedalam perangkat dengan memanfaatkan paket data ataupun wifi hotspot terdekat.

Lalu… bagaimana hasilnya ?

Fifa 15, games besutan EA Sport ini sebenarnya bukanlah satu model permainan yang saya suka. Namun mengingat hasrat ingin tahu yang besar akan kemampuan ponsel AccessGO 4E, yang dibekali dengan empat inti Prosesor Quad Core 1,3 GHz dan dikombinasi dengan RAM sebesar 1 GB, maka jadilah rasa penasaran itu harus dituntaskan habis dengan mencobanya secara langsung.

Hasilnya, lumayan. Setelah menghabiskan waktu sekitar empat jam-an lamanya mengunduh apk dan data dari Google Play melalui wifi gratisan miliknya Telkom IndyHome berkekuatan 512 MB unlimited, maka berikut beberapa skrinsyut dari model permainan sepakbola FIFA 15 sebagai bukti uji. Gag perlu saya jelaskan lebih jauh apa dan bagaimananya kan ? Apalagi soal bagaimana cara memainkannya, saya yakin kalian jauh lebih mahir ketimbang saya.

Screenshot_2014-10-13-21-30-51

Screenshot_2014-10-13-21-33-54

Screenshot_2014-10-13-21-35-18

dan untuk link Video yang bisa dilihat saat ujicoba games FIFA 15 ini, bisa dilihat disini yah…

Kedua, ada Asphalt 8. Entah mengapa, meski berukuran sedikit lebih besar atau sekitar 1,56 GB data yang dibutuhkan, jika berencana diunduh dengan wifi yang sama kelihatannya sih bakalan jauh lebih lama. Sekitar 9-10 jam-an menunggu, jika mau. Maka pilihannya pun berpindah ke wifi kantor yang beruntung sedikit lebih cepat proses unduhannya, yaitu sekitar 2,5 jam lamanya. -tetep lama sih ya :p

dan berikut beberapa skrinsyut dari games permainan Asphalt 8 besutan Gameloft dimana model inilah yang sebenarnya jauh lebih saya sukai, utamanya pada layar PC. Jauh lebih puas untuk dinikmati tentu saja. Tapi karena penasaran jualah, akhirnya dicoba juga di perangkat berlayar 4,5 inchi ini. Yuk dilihat juga bagaimana gambar-gambarnya berikut ini.

Asphalt 8 PanDeBaik 1

Asphalt 8 PanDeBaik 2

Asphalt 8 PanDeBaik 3

Sedangkan link Video yang bisa dilihat saat ujicoba games Asphalt 8 ini, bisa dilihat disini yah…

AccessGO 4E, Android Quad Core Murah untuk semua

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Satu hal utama yang biasanya menjadi pertimbangan sebagian besar pengguna ponsel baik taraf pemula ataupun yang ingin berganti ponsel adalah Budget. Apabila yang namanya Budget bukan lagi menjadi satu masalah, biasanya pengguna tinggal menyasar spesifikasi terbaik diantara semua jenis ponsel dan brand yang ada, utamanya masuk dalam kategori flagship. Namun bagaimana jika Budget yang tersedia amat sangat terbatas ? Maka disinilah tantangannya dalam memilah dan memilih ponsel dengan kemampuan yang optimal namun memiliki harga jual ekonomis. Kira-kira masih ada gag ya ?

Disamping itu, Gag semua konsumen bisa menjangkau harga jual yang ditawarkan untuk sebuah ponsel berkemampuan menengah, apalagi untuk kalangan pelajar dan mahasiswa dimana kebutuhan masih harus dibagi lagi dengan aktifitas lain yang menjadi prioritas utama belajar. Maka tidak heran jika segmen ini kerap disasar sebagai potensi pasar terbesar bagi vendor global hingga lokal, dengan mengedepankan sejumlah fitur dan teknologi terkini sebagai nilai tawarnya.

Dalam rentang harga satu juta rupiah misalnya, tidak banyak pilihan yang bisa didapat jika konsumen kemudian mencoba untuk mensyaratkan beberapa spesifikasi ponsel pintar level menengah, dimana kebutuhan yang sekiranya mampu diakomodir mencakup sejumlah aktifitas sosial media, editing foto selfie atau bahkan hiburan games terpopuler. Di segmen ini rata-rata vendor masih bermain pada spesifikasi prosesor single atau Dual Core dengan besaran memory RAM 512 MB dan storage 4 GB.

Tapi ngomong-ngomong ternyata ada loh ponsel pintar yang bisa mengadopsi semua kegiatan diatas dengan spesifikasi kelas menengah dan dijual dengan harga amat sangat terjangkau. Gag percaya ? Simak berikut ini.

AccessGO 4E PanDeBaik 2

Desain dan Layar

Hadir dengan layar berukuran 4,5 inchi, dalam balutan material plastik karbonat layaknya Lumia series, membungkus lima sisi ponsel dan menyisakan sedikit list pinggiran, AccessGO 4E tampaknya ingin menyajikan wajah minimalis ala ponsel pintar serupa dari Taiwan.

Terdapat dua tombol fisik di sisi samping ponsel, dengan fungsi Power dan Standby di sebelah kanan ponsel dan Volume Up-Down di sisi seberangnya. Port Charger berada di sisi atas ponsel bersebelahan dengan lubang earphone membuatnya makin membuatnya terlihat simpel ketimbang ponsel pintar lainnya. Di sisi belakang terdapat lensa kamera berkekuatan 5 MP dengan lampu flash mini dan sisi depan tak terlihat satupun tombol haptic sentuh yang biasanya digunakan untuk mengakses fungsi Back, Home dan Pilihan. Rupanya semua pilihan itu murni dibebankan pada layar sentuh IPS LCD 16 juta warna dengan resolusi 540×960 pixel 245 ppi. Hal ini mengingatkan saya pada keberadaan perangkat tabletpc era terdahulu.

Sistem Operasi

Masuk pada penyajian layar, meski sudah mengadopsi Android terbaru versi 4.4 Kitkat namun apa ditampilkan kembali mengingatkan saya pada perangkat lama berbasis Android 3.0 Honeycomb dimana tiga fungsi sentuh tadi mengambil icon dari versi sistem operasi tersebut ditambah opsi Lock Screen yang menyertainya. Keberadaan tiga fungsi sentuh ini rupanya dapat disembunyikan dari tampilan layar, yang apabila ingin dimunculkan kembali, pengguna tinggal menggeser layar dari arah bawah ke atas. Sedikit unik, mengingat fungsi tersebut tidak tampil secara permanen seperti halnya perangkat tabletpc terdahulu yang disampaikan diatas.

AccessGO 4E Review PanDeBaik 1

Homecreen default perangkat ponsel AccessGO 4E ini menggunakan Launcher3 yang sayangnya tidak ditemukan opsi untuk melakukan pengunduhan tambahan terhadap theme lainnya. Sehingga pengguna harus puas dengan 6 varian theme yang tersedia plus 2 varian theme lockscreen. Untuk melakukan perubahan theme tersebut telah disediakan shortcut Switch Theme, memudahkan pengguna dalam berinteraksi.

Dalam tampilan Menu, ditemukan beberapa aplikasi tambahan, add on khusus bagi pengguna ponsel AccessGO 4E diantaranya, Backup dan Restore untuk data dan sistem yang ada didalamnya, Compass untuk menentukan arah mata angin, Skye untuk pembayaran online beberapa rekening penting, dan Torch untuk lampu penerangan memanfaatkan flashlight di bagian punggung ponsel. Selain itu ada juga menu Info dan Garansi ponsel, bermanfaat bagi pengguna seandainya ingin tahu lebih jauh tentang perangkat yang dipilihnya, juga aplikasi Slank sebagai ambassador ponsel menyajikan pilihan Musik, Video, profile dan berita terkini.

Di opsi Pengaturan atau Setting, ada hal unik yang saya temukan lagi didalamnya. Dimana akan ada opsi pengaturan tambahan yang akan tampil ketika pengguna melakukan beberapa perubahan. Misalkan dari input sim card ke dalam perangkat, akan memunculkan opsi pengaturan SIM Management pada kelompok Wireless and Network. Begitu juga saat mencoba menginstalasi Launcher tambahan, akan memunculkan opsi pengaturan Home pada kategori Device. Dan uniknya lagi, pada kategori System, terdapat opsi pengaturan Scheduled Power On & Off untuk mematikan dan menyalakan fungsi ponsel sesuai jadwal yang diatur. Sehingga jika dibutuhkan, ponsel akan mematikan dirinya pada jam-jam tertentu, malam atau saat istirahat siang, dan kembali menyalakan diri sesuai jadwal yang ditentukan.

Ketika masuk lebih dalam lagi, saya menemukan opsi untuk mengaktifkan Tethering atau fungsi untuk mengubah ponsel menjadi wifi Hotspot dan NFC alias Near Field Communication, sebuah teknologi yang memungkinkan pengguna untuk melakukan transfer atau berbagi file dengan cara menyentuhkan perangkat satu sama lainnya. Dimana untuk fungsi terakhir ini rupanya teknologinya sudah tertanam secara default pada cover belakang ponsel. dan yang lebih unik lagi, saya menemukan G-Sensor Calibration yang dapat difungsikan sebagai alat untuk menyeimbangkan posisi ponsel diatas tanah atau media lainnya, sebagaimana yang biasanya ditemukan pada alat-alat pertukangan atau alat ukur Theodolit. Menarik tentu saja.

Sedangkan untuk keamanan ponsel, selain pilihan Slide to Unlock tadi, tetdapat pula opsi standar lainnya khas Android 4.4 Kitkat yaitu Pattern, PIN, password, Face Unlock dan Voice Unlock. Untuk yang satu ini, memanfaatkan suara pengguna untuk membuka kunci ponsel dengan melakukan pengaturan dan penyimpanan suara terlebih dahulu. Keren kan ?

dan yang lebih mengejutkan lagi, masih di bagian Keamanan atau Security, terdapat opsi untuk melakukan pengaturan Auto Start Management yang berfungsi untuk memilah aplikasi yang diijinkan berjalan saat booting awal ponsel sehingga diharapkan tidak memberatkan ponsel saat berada dalam posisi standby nantinya. Bagi yang paham dunia oprek, saya yakin tahu betul fungsi opsi yang satu ini, dimana jika dalam perangkat PC dikenal dengan istilah Auto StartUp Applications.

Hardware

Bicara soal spesifikasi, bisa jadi AccessGO 4E sesungguhnya lebih pantas masuk dalam kategori menengah, dimana secara penggunaan Prosessor, terdapat Empat Inti alias Quad Core dengan kekuatan 1,3 GHz tipe Cortex A7 dikombinasikan dengan Memory RAM sebesar 1 GB, rasanya sih sudah lebih dari cukup untuk mengakomodir seabrek aktifitas online yang biasanya dilakukan generasi muda jaman sekarang dari Games, sosial media, selfie hingga hiburan musik dan video. Dari pemantauan yang dilakukan sejauh ini, dalam pemanfaatannya, ternyata tidak semua prosesor ini berfungsi secara bersamaan, akan tetapi bergantung pada jenis aktifitas yang dilakukan. Jikapun kemudian pengguna melakukan aktifitas multitasking, bisa ditebak keempat prosesor ini akan aktif bahu membahu untuk memberikan performa terbaiknya saat digunakan.

AccessGO 4E Review PanDeBaik 3

Saat diuji benchmarking menggunakan aplikasi Quadrant, hasilnya lumayan pada score 7059, berada diatas ponsel lawas HTC One X dan Asus Transformer Prime. Sedangkan saat diuji dengan AnTuTu hasilnya cukup mengejutkan, berada pada score 17.681, dibawah perangkat Xiaomi, Sony Xperia Z2 dan Samsung Galaxy Note 3. Mengagumkan bukan ?

Sayangnya hanya satu. Besaran Internal Storage masih tergolong Standar yaitu 4 GB, dimana meskipun disediakan opsi untuk menambahkan eksternal storage hingga 32 GB, namun sepengetahuan saya, besaran 4 GB ini biasanya akan dibagi lagi untuk menyimpan data serta aplikasi secara terpisah. Hal ini dapat dilihat dalam menu pengaturan/storage dimana untuk space aplikasi hanya disediakan sebesar 2 GB saja, dan sisanya diberikan untuk penyimpanan data, musik gambar dan lainnya. Yang akibatnya adalah terdapatnya keterbatasan kemampuan perangkat dalam menyimpan jumlah aplikasi yang kelak akan digunakan, termasuk diantaranya Games atau permainan.

Dalam percobaan yang saya lakukan, dengan menginstalasi beberapa aplikasi dan permainan yang membutuhkan data tambahan di kisaran 50 MB, perangkat mampu merespon dengan baik pula saat digunakan secara bersamaan atau multitasking. Namun masalah akan timbul ketika pengguna mencoba melakukan instalasi serta download data dalam ukuran GB seperti Fifa 15 atau Asphalt 8, dimana perangkat akan menyarankan pengguna untuk menghapus beberapa aplikasi atau permainan lain yang menghabiskan storage sedemikian besar atau proses tidak akan dijalankan mengingat sisa space tidak mampu mengakomodir data yang dibutuhkan.

Hal yang sama juga terjadi Ketika proses kami balik urutannya dimana setelah permainan Fifa 15 berhasil kami instalasi dan unduh data yang dibutuhkan, perangkat akan kembali menyarankan pengguna untuk menghapus permainan tersebut saat kami coba untuk menginstalasi beberapa permainan lainnya macam Clash of Clans, Paradise Island maupun Subway Surfers. Agak repot memang.

Sehingga disarankan, agar pengguna lebih selektif dalam memilih aplikasi atau permainan yang ingin diinstalasi kedalam perangkat, atau memanfaatkan aplikasi tambahan untuk melakukan pemindahan data atau aplikasi atau permainan yang mengambil space lumayan besar ke eksternal memory atau sdcard, sehingga semua aplikasi dan permainan tersebut tetap dapat digunakan dengan baik.

AccessGO 4E Review PanDeBaik 2

Ohya, apa tadi sempat saya sampaikan bahwa dengan spesifikasi tersebut games sekelas Fifa 15 dan Asphalt 8 ternyata bisa dimainkan dengan baik ?

Disamping itu secara spesifikasi lainnya, ponsel AccessGO 4E memiliki kemampuan Dual Standby untuk dua sim card berbentuk micro (sim 1) dan mini (sim 2), yang letaknya berdampingan dengan slot sdcard dibalik cover belakang. Dimana pengguna wajib mencopot batere untuk bisa memasukan ketiga kartu tersebut. Jaringannya sendiri mendukung HSDPA dan HSUPA 900 serta 2100.

Kamera

Sebagaimana yang disampaikan di awal tadi bahwa AccessGO 4E menyandangkan lensa kamera berkekuatan 5 MP di sisi belakang ponsel didukung mini flashlight untuk menjaga objek dari kegelapan, ditambah pula lensa kamera 2 MP di sisi depan untuk memuluskan hasrat ber-selfie bersama kawan lainnya.

Adapun beberapa fitur yang didukung oleh lensa kamera utama diantaranya Live foto mode, face beauty mode dan panorama mode. Dengan opsi pengaturan Exposure, Color Effect (mono, sepia, negative, aqua, blackboard dan whiteboard), Scene Mode (auto, night, sunset, party, portrait, night portrait, theatre, beach, snow, steady, fireworks, sports, dan candle light), serta white balanced. Untuk perekaman videonya sendiri mampu mendukung pengambilan HD hingga 1080p.

Baterai

Untuk mendukung daya tahan ponsel, AccessGO 4E menyematkan batere Lithium berkekuatan 1700 mAh yang dalam kondisi standby dengan aktifitas normal mampu bertahan sehari dengan kondisi full di pagi hari.

AccessGO 4E PanDe Baik paket

Harga

Jika kalian masih menganggap biasa saja ulasan sejak awal tadi mengingat secara materi bisa jadi tidak banyak hal baru yang ditawarkan, namun cobalah membacanya sekali lagi saat saya ungkap dan kaitkan soal harga jual yang ditetapkan dari pihak vendor untuk ponsel AccessGO 4E.

Hanyalah sebesar 1.010.000 rupiah saja sudah bisa dibawa pulang. Kaget ? Surprise ? Tentu saja.

Mengingat, balik lagi ke awal tadi, dengan harga sejutaan (beneran sejuta tanpa ekor 999ribunya), pengguna sudah mendapatkan sebuah ponsel yang berkemampuan optimal empat inti prosesor atau Quad Core dengan RAM 1 GB, lantjar djaja saat digunakan untuk menjajal games kelas berat macam Fifa 15 atau Asphalt 8 (apalagi Clash of Clans atau Subway Surfer), sambil diajak berMultitasking. Apakah itu belum cukup ?

Dalam paket penjualannya, ponsel AccessGO 4E dibekali dengan charger yang sekaligus berfungsi sebagai kabel data, kartu garansi, petunjuk pemakaian dan earphone. Untuk penjualannya sendiri bisa pesan secara online lewat Lazada atau gerai ponsel terdekat. Tak lupa mengambil info di tulisan sebelumnya dan halaman web mereka, untuk layanan purna jual terdapat 28 service centre yang bisa dijangkau kedepannya, baik Jakarta, Surabaya, Jogjakarta maupun Denpasar dan lainnya.

AccessGO 4E, Quad Core Murah untuk Semua ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Kebutuhan akan sebuah perangkat ponsel pintar di jaman kekinian sepertinya sudah menjadi satu standar baku bagi semua kalangan untuk sekedar menemani aktifitas harian, pekerjaan bahkan hiburan. Apalagi untuk segmen generasi muda yang notabene menjadi sasaran empuk bagi para vendor kenamaan, saling berlomba menawarkan fitur dan teknologi terbaru sebagai nilai tambah demi meningkatkan potensi penjualan dan memenangkan persaingan. Dimana pangsa pasar ini memiliki seabrek aktifitas yang biasanya dijalani, dari bermain games sekelas Clash of Clan, bersosial media seperti Facebook, Twitter ataupun Path dan Google Plus, aktif berbicara melalui aplikasi messenger BBM, Whatsapp, Line atau WeChat, maupun Selfie dan photo editing Camera 360 hingga Instagram. Ini belum termasuk aktifitas harian lainnya seperti email, voice ataupun office processing.

Untuk dapat mengadopsi banyaknya kegiatan yang kini sudah dapat dilakukan hanya dengan memanfaatkan satu media smartphone, salah satu yang kemudian menjadi standar baku adalah seberapa besar kemampuan yang dimiliki dan mampu dijalankan. Dalam kapasitas sebuah ponsel, biasanya yang menjadi tolok ukur adalah besaran prosesor, memory RAM dan internal storage. Infonya dalam perkembangan terakhir, perpaduan kekuatan inilah yang kemudian menjadi pertimbangan dalam memilih sebuah perangkat ponsel pintar, ditambah jika memungkinkan dengan faktor besaran Budget yang dibutuhkan.

Biasanya makin besar kemampuan yang dimiliki, makin mahal pula harganya. Namun seiring dengan kompetisi yang dilahirkan, ongkos produksi tampaknya mulai dapat dipangkas untuk dapat memberikan pilihan yang lebih banyak bagi konsumen. Faktanya, untuk mengakomodir seabrek kegiatan tersebut dibutuhkan sebuah perangkat level menengah dimana memiliki kisaran harga 2 juta keatas. Itupun pilihan yang ada hanya beberapa item saja dirilis oleh vendor dengan kombinasi standar. Hal ini menjadikannya sebuah tantangan bagi semua kalangan khususnya generasi muda, memilih perangkat pintar berkemampuan optimal dengan harga yang seekonomis mungkin.

AccessGO 4E PanDeBaik

AccessGo, jika dilihat dari track record yang ada merupakan pendatang baru di barisan vendor smartphone regional. Berbasiskan sistem operasi Android 4.4 Kitkat, mereka tampaknya ingin mencoba peruntungan di pasar Indonesia yang memang tergolong menggiurkan bagi belasan produsen lainnya. Salah satu jagoan yang saat ini akan diperkenalkan kepada publik adalah seri AccessGo 4E yang notabene dari spesifikasi sebagaimana terlampir pada halaman website resmi mereka di http://accessgo.com/ disenjatai dengan prosesor berkekuatan empat inti alias Quad Core 1,3 GHz Cortex A7. Dikombinasi dengan besaran memory RAM standar masa kini 1 GB plus internal storage 4 GB rasanya harapan untuk dapat menjajal berbagai kemampuan di awal tadi sudah sedikit terbayang meskipun secara storage, masih jua terasa kurang. Tapi jangan khawatir, AccessGo telah menyiapkan slot memory card eksternal sebagai storage cadangan untuk mengantipasi banyaknya space yang dibutuhkan dalam beraktifitas. Tentu pengguna musti rajin juga melakukan pemantauan terhadap sisa internal storage demi menjaga performa ponsel secara keseluruhan.

Dibekali ukuran layar 4,5″ tipe IPS LCD 540×960 pixels, tentu sudah cukup lapang untuk digunakan beraktifitas sebatas sosial media ataupun bermain games bahkan untuk aktifitas harian sekalipun. Dan ini berpengaruh pula pada dimensi ponsel yang cukup nyaman untuk masuk ke saku celana ataupun kemeja. Datang dengan fitur microSim Card Dual Standby , ponsel yang mendukung jaringan 3G HSDPA HSUPA ini siap menemani kalian, kapanpun dan dimanapun berada.

Untuk mengabadikan momen penting, AccessGo 4E menyediakan lensa kamera berkekuatan 5 MP di sisi belakang dan 2 MP di sisi depan, yang disertai LED flash dan fitur autofocus, ditambah kemampuan perekaman video HD 1080p. Cukup memuaskan termasuk diantaranya demi menyalurkan hasrat Selfie bersama kawan lainnya.

Namun Terpenting, dari semua fitur kelas menengah yang disajikan tadi, AccessGo 4E rupanya ditawarkan dengan harga yang sangat terjangkau dan bersahabat bagi kalangan generasi muda sekalipun. Satu Juta perak pas mantab. Bukan sejutaan seperti iklan ponsel lain yang ada ekor 999ribu, tapi beneran sejuta. Surprise ? Tentu saja. Bahkan infonya nih, untuk Launching mereka menawarkan harga 969ribu rupiah saja. Makin ngiler… :p

Dengan harga jual yang hanya sejuta perak itu, tentu AccessGo 4E merupakan satu pilihan yang layak untuk dinanti peluncurannya pertengahan Oktober 2014 ini. Mengingat pada rentang harga yang sama, kalau tidak salah belum ada kompetitor yang berani hadir dengan kemampuan tersebut. Rata-rata masih bergerak pada prosesor Dual Core 1 GHz dengan kombinasi RAM 512 MB.

Tapi eits, jangan puas dulu. Karena selain menyediakan fitur standar FM Radio, GPS dan dukungan nirkabel Bluetooth serta kemampuan untuk menjadikan ponsel sebagai perangkat hotspot lewat Tetheringnya, AccessGo 4E pula menyediakan akses NFC alias Near Field Communications dimana pengguna memiliki peluang untuk saling bertukar file dengan cara menyentuhkannya satu sama lain. Keren bukan ?

Satu-satunya kelemahan kecil yang dilihat dari spesifikasi yang ditawarkan adalah data tahan baterai yang hanya berkekuatan 1.700 mAH, masih tergolong standar apabila melihat dari trend yang ditawarkan belakangan ini. Jadi untuk berjaga-jaga, ada baiknya disediakan pula teman setia para ponsel yaitu PowerBank sebagai backup daya.

Mengingat AccessGo merupakan pendatang baru, tentu saja salah satu kekhawatiran konsumen akan pilihannya kali ini adalah Layanan Purna Jual atau aftersales yang rupanya telah pula dipersiapkan secara matang lewat 28 gerai di berbagai kota besar se-Indonesia termasuk diantaranya Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Denpasar, Manado dan lainnya.

Hmmm… rasanya ponsel yang satu ini, memang layak kita tunggu nih kehadirannya.

Dual Core atau Quad core ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Salah satu teknologi terkini yg dibenamkan di perangkat #Android adalah Prosesor Quad Core dan RAM 2 GB, bandingkan dengan pesaing yang lain. Namun keberadaan perangkat #Android berProsesor Quad Core tsb, masih sebatas Test Case, hanya satu dua diantara puluhan rilis lainnya

Bisa jadi karena biaya yang dibutuhkan cukup besar dgn harga jual mahal tentunya, namun secara fungsi gag banyak perbedaan #Android. Itu sebabnya belasan rilis perangkat #Android lainnya masih betah bermain di prosesor Dual Core dan RAM 1 GB, termasuk para pesaing

Disamping harga jual jadi lebih logis diterima publik,seberapa besar sih manfaat Quad Core pada aktifitas yg pengguna lakukan secara rutin ?

Untuk mengoptimalkan #Android Prosesor Quad Core, para vendor seakan ingin menggambarkannya lewat iklan komersial yg bisa dilihat di YouTube. Dari memainkan Games HD,desain grafis dengan MultiTasking atau pekerjaan berat lainnya, yg barangkali hanya segelintir pengguna bisa spt itu. Sedang sisanya ? Bisa dikatakan hanya memanfaatkan office app, photo editing, video streaming, social network atau chat ? Dan Multimedia. Yang notabene belum memerlukan kecepatan dan ketangguhan sebesar Quad Core, karena dengan Dual Core saja sebenarnya masih mampu. Bahkan untuk diOprek dan gonta ganti Custom ROM sekalipun… Jadi pikir”sebelum mengganti #Android yg kini digunakan dgn Quad Core

Jika anggaran mampu sih sebenarnya gag masalah, diluar faktor Gengsi, jika Dual Core msh mampu utk mengakomodir semua, apa musti Quad Core ?

AnDroid panDe Baik Cores

Diluar spek, sebenarnya ada satu lagi hal penting yang perlu dipertimbangkan untuk bisa mengoptimalkan #Android apapun merek dan serinya… Koneksi. Yup… Tanpa koneksi, #Android bukanlah perangkat pintar yang maksi meskipun kemampuannya tanpa koneksi tetap mampu beraktifitas. Koneksi jadi hal yang mutlak penting seperti halnya perangkat pintar lainnya, baik itu BB, iPhone dll. Itu sebabnya, kalopun kelak anggaran buat Quad Core ada,mending tetep di Dual Core plus koneksi terbaik dan stok pulsa buat bulanannya *uhuk

Ohya, bagi kawan”yang hingga kini masih bingung mau pake Koneksi apa buat #Android nya mungkin app My Mobile Coverage bisa dicoba lebih dulu. App My Mobile Coverage bisa diunduh Free di Google Play, untuk memantau jaringan/koneksi apa sih yang kuat di seputaran pengguna ? Untuk memaksimalkan pemanfaatan app My Mobile Coverage, fitur GPS disarankan untuk aktif demi mendapatkan info lokasi pengguna

Didalam app My Mobile Coverage ini, bisa dilihat kekuatan para operator yg ada di seputaran kita, secara 5 Besar terbaik. Kriteria penentuan 5 Besar Operator Terbaik di app My Mobile Coverage meliputi akses 2G, download 3G, Upload dan Voice Call/Telepon. Jadi pengguna bisa memilah dan memilih, operator apa yg bagusnya diambil untuk dijadikan nomor utama,atau mencari nomor kedua sbg alternatif

Sejauh ini sih untuk wilayah rumah dan kantor, Axis dan XL yang terbaik. Sayangnya XL masih suka ngilang sinyalnya, jadi malah bikin mangkel. Tapi syukurnya XL lumayan kenceng kalo lagi dipake diluar kedua lokasi tsb, cuma agak pening kalo inget”paket iNet nya :p

Jadi ceritanya, kalopun nanti kawan”sudah menemukan kartu dari operator mana yang punya kemampuan terbaik, tinggal menentukan… Paket iNet, yang ditawarkan oleh masing”operator… Kalo untuk penggunaan #Android ambil pilihan minimal 1 GB lah per bulannya

Nah, kalo sudah menemukan semuanya, tinggal gunakan dan optimalkan perangkat #Android nya sesuai kebutuhan…

LG Nexus 4, Nexus series setengah hati

Category : tentang TeKnoLoGi

Hmmm… Tadi sempat pegang”Nexus 4, ponsel flagship lanjutan Google yang kali ini dilansir oleh LG… Keren…
Lantaran bawa”nama Nexus, seri 4 kali ini dirilis dengan pasokan prosesor Quad Core 1,5 GHz plus RAM 2 GB. Wiiihh…

Dengan besaran spek seperti itu, LG Nexus 4 bakalan bersaing dengan Samsung Galaxy S III dan Note II yang punya wajah mirip”pula

Eh iya, soal wajah Nexus 4 kali ini sebenarnya gag jauh”beda dengan Nexus series sebelumnya. Hanya kaget kalo nyinggung soal LG-nya :p *Perasaan LG baru kali ini rilis wajah yang membulat, biasanya kaku dan persegi… Serupa Motorola deh…

Akan tetapi Nexus 4 kali ini bagi saya sih masih tergolong nanggung pas ngomong soal Storage dan Batere… Tau sendiri #Android kaya’apa. Soal Storage, kabarnya LG Nexus 4 dilepas dalam 2 versi, 8 GB dan 16 GB… Tergolong minim, apalagi sampe minus Ext.Storage… Padahal Bayangan awal, Nexus 4 bakalan dibekali Storage paling minim 32 GB… Nanggung kalo mau nyimpen”film gituh *uhuk

Persoalan Batere juga, masih nanggung… Hanya disematkan daya 2.100 mAh… Padahal ini Quad Core loh… Sandingkan dengan yang lain… Ponsel #Android saat ini kalo gag salah sudah ada yang hadir dengan daya batere 3300 mAh (Motorola) dan 4000an loh… Sempat pula bayangannya, bahwa Nexus bisa standby iNet hingga 3-4 harian dengan aktifitas normal, 2 hari dengan aktifitas padat…

Mengingat nama Nexus itu, harusnya mampu bikin keder seri yang lain… Ingat pas Nexus One hadir ? Julukannya ‘superphone… Saat itu ponsel”yang rilis masih bau BB, pake keypad qwerty… Kalopun ada #Android, prosesor masih rata”600 MHz, sdg Nexus One 1 GHz… Layar lebar Nexus One juga bikin keder yang lain, harusnya sih yang sekarang pun sama… Minimal 5,5″ inchi lah… Kan lagi trend ? :p

LG Nexus 4 PanDe Baik

LG Nexus 4 bawa OS Jelly Bean versi 4.2… Kabarnya sih ini yang pertama bawa OS versi tsb. JB yang lain rata”masih berkutat di versi 4.1.2. Entah apa perbedaannya, namun kalo urusan Update, tentu Nexus series menjadi Prioritas Pertama dari Google. Wong seri HTC Dream #Android pertama saja kabarnya dapat Update versi ICS kok :p *padahal yang lain blom tentu dapat

Nexus 4 kali ini dibesut oleh LG… Sedang sebelumnya sempat diberi kesempatan pada HTC dan Samsung, demikian halnya Asus utk versi 7″. Jadi, kalo dari vendor versi Branded, tinggal nunggu gilirannya Sony dan Motorola… Kira”mau dapet Nexus seri yang mana :p Samsung sendiri memborong 2 seri Nexus versi ponsel kalo gag salah… Sedang Tablet, ambil 1 versi yg 10″…

Bagi kalian yg masih betah dengan ponsel #Android Dual Core kebawah, selama masih memuaskan, mending pikir”dulu sebelum milih LG Nexus 4 :p

Seberapa Penting perangkat Tabletpc/Ponsel Quad Core ?

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Belum habis rasa kagum kami pada teknologi prosesor Dual Core yang baru setahun terakhir diadopsi oleh berbagai perangkat mobile phone dan tabletpc serta meramaikan bursa persaingan pangsa pasar perangkat telekomunikasi. Kini pembicaraan sudah mulai bergeser menuju kecepatan Quad Core, empat inti prosesor yang siap menopang seabrek aktifitas pengguna dengan iming-iming Multitasking dan halusnya kinerja slide pengoperasian.

Tercatat baru beberapa vendor saja yang berani tampil di kancah peperangan ini. Pada line up perangkat ponsel terdapat nama besar Samsung lewat Galaxy SIII, HTC lewat One X serta LG lewat Optimus 4X HD, sedangkan di line up TabletPC terdapat Asus lewat Transformer Prime, Samsung lewat Galaxy Note 10.1 serta Nexus 7 hasil kerjasama Google dengan Asus. Sementara vendor lain seperti Apple, Sony, Motorola, BlackBerry hingga Nokia tampaknya merasa belum saatnya untuk beranjak dari prosesor Single dan Dual Core. Mengingat banyaknya pertimbangan dan keterbatasan dukungan dari pengembang aplikasi pihak ketiga. Maka itulah sebabnya mengapa pertanyaan diatas sempat muncul dalam benak kami, ‘seberapa penting teknologi prosesor Quad Core menghiasi dapur pacu perangkat ponsel ataupun tabletpc yang kelak akan kita pilih?’

Teknologi prosesor Quad Core sebenarnya bukan hal baru di dunia perangkat elektronik, namun jika berbicara soal perangkat telekomunikasi bisa jadi hal ini baru saja dikembangkan dan diperkenalkan pada publik. Empat inti tentu saja lebih baik dari dua bahkan satu inti. Dengan analogi empat batang pipa untuk mengalirkan air dari sebuah tangki ke bak air, tentu akan lebih cepat menyelesaikan pekerjaan ketimbang menggunakan dua atau satu pipa berdiameter sama. Demikian halnya dengan iming-iming Multitasking yang diiklankan oleh vendor besar diatas, akan amat sangat menarik apabila ditelaah lebih jauh.

Namun sebelum melangkah sejauh itu, ada baiknya pikirkan dahulu seberapa banyak aktifitas yang bisa dilakukan oleh seorang pengguna ponsel ataupun tabletpc untuk berinteraksi dengan perangkatnya, setiap hari ?

Mengelola email, update status, telepon atau messaging, office applications atau bermain games, merupakan aktifitas standar yang kerap dilakukan oleh setiap pengguna di negeri ini. Sedang yang mampu memenuhi kriteria aktifitas seperti yang diiklankan barangkali tidak banyak, terbatas pada golongan desainer dan editing video profesional. Jikapun masuk di kategori penyuka Games High Definition, sejauh ini belum banyak pula yang menyediakan permainan semacam itu, masih bisa dihandle dengan baik oleh perangkat berbasis satu atau dua inti prosesor.

Semakin cepat dan besar kekuatan prosesor tentu akan berbanding lurus dengan kebutuhan daya yang dihabiskan. Yang sayangnya untuk urusan ini belum banyak peningkatan daya tahan yang diberikan oleh vendor, masih terkungkung oleh faktor desain terutama soal ketipisan dimensi. Terpantau besaran daya yang dibekali pada perangkat dengan prosesor empat ini masih berkisar pada rentang 1800 hingga 2100 mAh untuk kategori ponsel. Yang notabene hanya bertahan sekitar satu sampai satu setengah hari saja.

Selain itu untuk urusan Harga jual, demi menebus sebuah perangkat ponsel berkekuatan empat inti prosesor dibutuhkan dana yang setara dengan pembelian sebuah perangkat Tabletpc berkekuatan dua inti atau sama, yang secara fungsi memiliki banyak kemampuan lebih diluar faktor mobile dan kenyamanan untuk dipegang satu tangan. Terkecuali apabila soal harga jual vendor mampu tampil terjangkau layaknya tabletpc Nexus 7 yang kabarnya bakalan dilepas di bawah angka 2 juta rupiah. Satu penawaran yang menarik tentu saja.

Akan tetapi jangan ditanya jika sudah menyangkut fitur dan kemampuannya. Rata-rata perangkat high end semacam ini dibekali dengan sejumlah teknologi terkini seperti NFC atau Near Field Communications, fitur berbagi dan interkoneksi secara wireless dengan cara mendekatkan perangkat saja, Burst Camera atau pengambilan gambar dalam jumlah banyak secara cepat tanpa jeda (meski fitur ini sudah bisa dinikmati pula lewat aplikasi), editing video dan foto secara profesional, serta inovasi menggigit lainnya. Katakan saja kemampuan untuk melakukan aktifitas dalam dua jendela secara bersamaan seperti halnya saat pengguna bekerja menggunakan pc/notebook. Kemampuan ini sudah bisa ditemukan pada perangkat TabletPC Samsung Galaxy Note 10.1.

Jadi apakah prosesor Quad Core sudah sedemikian perlunya bagi perangkat ponsel ataupun tabletpc ? semua kembali pada pilihan yang Kawan berikan, baik terkait jenis aktifitas, budget ataupun kebutuhan lain. Gengsi misalnya. Akan sangat berbeda apabila hal yang terakhir kami katakan ini masuk dalam daftar persyaratan yang diberikan.

Namun apabila urusan Gengsi bisa dikesampingkan, dan sejumlah aktifitas masih bisa berjalan dengan baik pada perangkat berbasis dua inti prosesor, mengapa pula harus mengorbankan sejumlah dana tambahan untuk hal yang barangkali nantinya malah tidak tergunakan?

Dan seperti yang sempat kami ungkapkan diawal tadi, Kabarnya hal ini pula yang menjadi pertimbangan dari banyak vendor lainnya seperti Apple lewat the New iPad-nya yang masih setia dengan dua inti prosesor, bahkan Nokia dan BlackBerrypun menyatakan masih tetap setia dengan satu inti.

Akan tetapi apabila aktifitas yang Kawan lakoni memang membutuhkan proses Multitasking yang lebih baik dari sebelumnya, dan juga inovasi yang ditawarkan memang benar dibutuhkan, silahkan mempertimbangkan prosesor empat inti dengan bentukan Tabletpc untuk kenyamanan beraktifitas (layar kerja lebih lebar) atau ponsel untuk kenyamanan mobile, setidaknya bisa lebih nyaman untuk digenggam.