Ponsel idaman sejauh ini, macam apa sih ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Kalian…
Ya, Kalian…

Kalian yang kini sedang asyik memegang ponsel, apapun isinya, saya yakin sebagian besar masih berkeinginan untuk mengganti perangkat dengan spek yang jauh lebih baik. Entah dengan harapan kecepatan, leganya storage atau bahkan eksplorasi sosial media.
Tapi kelihatannya tidak lagi kalo seandainya dibalik menunjuk hidung ke saya.

Ada sih keinginannya, cuma ndak urgent banget kebutuhannya. Untuk satu dua tahun ini rasanya sih belum perlu. Bisa jadi karena saat ini merasa sudah cukup puas dengan kinerja ponsel yang saya gunakan, termasuk fitur yang ada didalamnya, walaupun ada sedikit kekhawatiran akan kualitas pemakaian ponsel dalam jangka yang lama.

Mau tau ponsel apa yang saya pegang kini ?
Hisense PureShot+ yang dibundling dengan kartu SmartFren berjaringan 4G LTE itu.
Samsung Galaxy Note 3 yang dulu saya banggakan itu, pada akhirnya masuk kotak dan tidak lagi pernah disentuh. Inginnya dijual, cuma kasian kalo harus banting harga.

Secara spek, ni ponsel kalo mau disandingkan dengan trend kekinian, masuk kategori menengah lantaran RAM yang dibekali sudah mencapai 2 GB. Dan entah kenapa, sisa RAM yang bisa dimanfaatkan lebih sering kisaran 0,99 GB. Jauh beda dengan ponsel Samsung yang sejak awal kemunculan Android saya favoritkan ketimbang lainnya.

Makin kesini, ponsel yang makin disuka ya rasanya masih tetep Android. Meski banyak yang mengeluhkan soal borosnya batere, dan lambatnya kinerja jika dibandingkan ponsel besutan Apple, kemampuan copy paste nya masih tetap jadi faktor penentu nomor satu. Selainnya itu ya mungkin ada beberapa kelebihan lain yang hanya ada di ponsel selain Apple. Dan kelebihan ini, jujur aja baru saya temukan keasyikannya saat menggunakan ponsel Hisense PureShot+. Maaf, bukan lagi promosi merek loh ya.

ponsel-android-pande-baik

Minimal fitur yang didukung adalah Dual SIM. Yang salah satunya berjaringan 4G. Tujuannya ya agar tetap bisa menggunakan nomor lama untuk kebutuhan komunikasi baik sms maupun telepon, dan gonta ganti sim utama untuk kebutuhan internet. Kebetulan saya lagi jatuh cinta dengan jaringan 4G LTEnya SmartFren. Jadi kasian melepas atau malas kembali pada XL lagi.

Setelah itu yang saya butuhkan adalah Internal Storage yang besar. Minimalnya 32 GB kalo ada, seperti Note 3 terdahulu. Sementara yang Hisense ini masih mengandalkan 16 GB untuk internal, maka itu ditambahkan eksternal yang 64 GB biar puas nyimpen filmnya. Hehehe…

Nah, kombinasi tiga slot kartu inilah yang saya harapkan nanti semoga masih ada yang mengadopsi, saat saya membutuhkan pergantian ponsel. Yang rata-rata untuk ponsel kekinian termasuk Samsung, hanya mengakomodir dua slot saja, dimana satu slot bersifat fleksibel, bisa untuk sim card, bisa untuk memory card. Ndak asyik, menurut saya.

Layar lebar itu mutlak. Minimal 5 inchi lah. Lagian lucu kalo saya pegang ponsel berlayar kecil, nanti dikira mainan oleh orang yang melihatnya.
Sedangkan Kamera, ndak butuh yang oke karena nantinya palingan hanya buat pamer di akun Instagram dan cetak ukuran 3R.
Begitu halnya dengan versi OS dan segala macam kelebihannya itu, rasanya sih belum urgent dibutuhkan. Wong ponsel saya kini gak pernah dikunci password atau pattern kok. Free aja.
Cuma manfaatin fitur Lock Screen nya Apex Launcher, mencegah terhapus atau berpindahnya shortcut aplikasi pada layar akibat ketidaksengajaan penggunaan anak anak, selain bertujuan meringankan User Interface dan menyeragamkan tampilan icon.

Ada lagi ya kira-kira pertimbangan lainnya ?

Meninggalkan Samsung Galaxy Note 3

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Lama menemani hari, tampaknya masa-masa indah menikmati waktu bersama Samsung Galaxy Note 3 sudah menjelang lewat.

Adalah rasa bosan yang menyebabkan ini semua terjadi. Bosan lantaran belakangan hati mulai mendua, ingin berpaling pada yang lain entah itu ponsel maupun nomor yang kini sudah mulai dikenal banyak orang.
Akan tetapi pilihan lantas jatuh pada Hisense. Ponsel besutan SmartFren yang hampir setahun terakhir jadi selingkuhan utamanya saat berada diluar jam kerja juga luar kantor.
Kebetulan pula sudah mengadopsi Dual Sim Card sehingga jadi memudahkan untuk berganti ponsel tanpa meninggalkan nomor lama sementara waktu.

Yang paling susah dari semua ini adalah Move On, mengingat dari segi kenyamanan penggunaan, Samsung Galaxy Note 3 masih jauh lebih baik ketimbang Hisense. khususnya saat berinteraksi lebih jauh dengan aplikasi Evernote, standar baku ngeBlog belakangan ini. sekedar Catatan, Hisense kerap Typo sehingga menyulitkan penulisan dalam waktu cepat. Sudah begitu ada fitur blocking kata tiap kali mau editing kata. Susyah deh pokoknya.

Tekad sudah bulat.
Ponsel Note 3 sudah terlanjur dikotakkan.
Tinggal menunggu waktu saja, apakah kelak Hisense bisa menggantikan keberadaannya atau harus balik lagi pada mantan ?
Tunggu kabar berikutnya.

Tentang paket True Unlimited SmartFren 4G LTE sejauh ini

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Jika diingat-ingat saat pertama kali mengaktifkan paket data terkini yang diluncurkan SmartFren di jaringan 4G LTE 2 November lalu, artinya pagi ini genap sudah hari ke-14 terlewati atau kalo dipersingkat lagi, minggu kedua sejauh ini. Nah, menurut kalian, apa saja yang kira-kira menjadi catatan penting dari semua aktifitas berkaitan pemanfaatan paket data yang ditebus dengan harga 75 ribu sebulan, bagi mereka pengguna ponsel Hisense Pureshot dan Pureshot + ? yuk lihat pada gambar berikut. Tentu saja karena gambar lebih banyak bisa mengungkap cerita atau maksud ketimbang kata.

SmartFren 4G LTE PanDeBaik 1

Data Usage 29,24 GB dari tanggal 2 November 2015. Dan volume yang tergunakan hingga pagi ini masih terus bertambah dengan kecepatan yang masih berada di jaringan 4G LTE. SmartFren memang moooyyy… masih belum percaya ? yuk lihat gambar berikutnya lagi. Kali ini isi perangkat hasil unduhan. Ujicoba paket True Unlimited 75 ribu sebulan.

SmartFren 4G LTE PanDeBaik 2

Nah, ini 2 file video berukuran raksasa yang saya unduh selama dua minggu terakhir dengan memanfaatkan paket data True Unlimited miliknya SmartFren 4G LTE dengan resolusi gambar yang tergolong sedang. belum termasuk belasan filem luar lainnya dan live concert macam Sepultura kemarin itu.
Gimana ? masih belum yakin dengan kualitas jaringan 4G LTE nya SmartFren ? makanya, buruan ambil paketnya dan uji sendiri. Tapi… harga 75 ribu itu sekali lagi hanya untuk pengguna ponsel Hisense Pureshot dan Pureshot + yah. Sedang bagi kalian yang belum berkenalan dengan ponsel berjaringan 4G ini musti menebusnya dengan angka 300ribu sebulan. Pilih mana ?

Antara Samsung Galaxy Note 3, Note 3 Neo dan Hisense Pureshot+

Category : tentang TeKnoLoGi

Bingung.
Yah… kurang lebih begitu.

Perasaan ini kerap terjadi ketika hari-hari nyaman itu mulai terganggu dengan kehadiran barang baru. Eh… Gadget baru. Maaf…

Namun kebingungan ini biasanya tak akan lama jika barang eh Gadget baru maksud saya, bukan termasuk yang diinginkan atau layak menggantikan perangkat yang sudah ada sebelumnya.

Nah… trus bagaimana kalo yang datang itu barang eh Gadget baru gres dengan kemampuan mumpuni ?

Na ini… disinilah kebingungan akan selalu muncul, menghantui selama beberapa hari bahkan pekan dan bukan tidak mungkin kehadirannya menggantikan peranan yang telah ada sebelumnya.
Seperti Hisense PureShot+ kali ini.

Samsung Galaxy Note 3 Hisense PureShot

Bagi kalian yang sudah lama mengikuti beberapa postingan saya terakhir, pasti tahu dan pahamlah sejauh mana kemampuan ponsel besutan perusahaan dari China yang selama ini jadi pemasok perangkat milik SmartFren, apalagi saat dikombinasi dengan paket data True Unlimited 4G LTE yang beneran Unlimited sampe puas itu, membuat Hisense PureShot jauh lebih menjanjikan ketimbang Samsung Galaxy Note 3 Neo yang selama ini mendampingi ponsel dan nomor utama yang tersemat didalam Samsung Galaxy Note 3.

Itu sebabnya ketika mencoba satu dua kali membawa ketiga ponsel berlayar lebar ini bersamaan, sepertinya hanya Galaxy Note 3 Neo saja yang lebih banyak terabaikan. Bisa jadi secara isi jeroan yang sama persis dengan sang kakak, Note 3 rilis pertama. Maka disusunlah satu konspirasi untuk menyingkirkan Note 3 Neo secara perlahan namun pasti.

Tidak banyak dokumen maupun file multimedia yang harus dipindahkan dari Samsung Galaxy Note 3 Neo meski sudah dijejali eksternal card 64 GB, karena sebagian besar original filenya masih berada di pc kantor. Maka proses pun bisa jauh dipercepat termasuk menginstalasi beberapa aplikasi yang dahulunya hanya disuntikkan pada ponsel cadangan mengingat secara kebutuhan tidak memerlukan kecepatan saat dibutuhkan.

Begitu semua isi diduplikasi dan dipindah ke ponsel Hisense PureShot+ yang dilakukan pertama kali adalah mengubah Launcher UI nya dari Vision UI versi originalnya Hisense ke Apex Launcher yang selama ini menemani hari di sekian banyak ponsel Android yang pernah dimiliki. Selain simpel, Apex punya fitur mengunci layar desktop yang memberi keamanan dan kenyamanan saat ponsel dipegang anak-anak. Selain itu, dibutuhkan juga pengaturan tambahan penataan icon agar serupa dengan ponsel utama Samsung Galaxy Note 3. Tujuan tentu agar tak membingungkan saat menggunakan salah satu diantaranya secara bergantian.

Maka jadilah ponsel Samsung Galaxy Note 3 Neo teman setia bagi iPhone 4 CDMA yang sejak bangkrutnya Telkom Flexy lebih banyak ngijeng (baca:menunggui) di rumah ketimbang dibawa beraktifitas harian.
Rencananya sih mau di lego saja. Atau diantara kalian ada yang mau ?
He…

Nyobain paket True Unlimited SmartFren yuk

8

Category : tentang TeKnoLoGi

Dua jam lalu, sekitar pukul 7.04 akun twitter @dokterMade sempat mention menyampaikan kabar gembira terkait munculnya paket data yang ia idamkan, meski harus ditebus dengan harga yang cukup mahal. Dalam tweetnya tersebut dilampirkan pula link berita dari akun @InfoTekno yang mengarah ke halaman detikiNet dengan judul ‘SmartFren Bangkitkan Kembali Internet Unlimited’.

Kaget juga sebenarnya, saat membaca isi dari berita yang diunggah pada pukul 3 sore tadi, bahwa paket sebagaimana dimaksud @dokterMade adalah paket data True Unlimited yang ditawarkan oleh SmartFren kepada para pelanggannya, sebagai bentuk realisasi misi mereka, bahwa Smartfren selalu berkomitmen memperkaya pengalaman pelanggan melalui produk dan layanan 4G LTE yang inovatif, terluas, dan terandal di Indonesia. Setidaknya demikian penyampaian Derrick Surya, Head of Brand dan Marcomm Smartfren dalam link tersebut.

Jika selama ini paket data Unlimited yang dijual oleh operator lain (termasuk nomor utama yang saya gunakan sekarang) menetapkan adanya pembatasan maksimal FUP (Fair Usage Policy), yang apabila melewati batasan tersebut kecepatan internet akan diturunkan ke titik terendah, maka paket data True Unlimited ini tidak lagi menggunakan batasan apapun, baik FUP maupun waktu Kalong (yang tempo hari sempat dikeluhkan pula oleh @dokterMade).

Serius ?

Iya dong. Hanya saja, ada yang menarik nih kalo mengingat lagi kalimat yang disampaikan @dokterMade terkait harga yang mahal.
Ternyata ada syaratnya berkaitan dengan harga atau biaya yang harus kita tebus untul itu. Yang secara normal atau pengguna dan calon konsumen umum ditetapkan sebesar 300ribu rupiah sebulannya dengan rencana pemberlakuan hingga bulan April 2016 nanti (6 bulan kalo dihitung dari sekarang).
Sedangkan… bagi kalian pengguna ponsel Hisense Pureshot series, rupanya SmartFren berkenan memberikan diskon besar yaitu hanya dikenai biaya sebesar 75ribu saja sebulannya. Yang artinya akan ada penghematan sekitar 1,3 juta rupiah dalam rentang kurun waktu pemakaian yang sama.

Tertarik ?

Yuk, kita cobain paket mantap ini.

Jadi ceritanya, sebagai salah satu pengguna ponsel keren Hisense Pureshot+, musti cari tahu dulu info terkait dari aplikasi mySmartFren yang bisa diunduh di pasar aplikasi Google Play. Hasilnya, ternyata memang ada info paket True Unlimitef pada bagian package, yang ditawarkan dengan harga 75ribu saja. So, berbekal penambahan pulsa sebesar nilai yang sama, paket dapat dibeli dengan cara pemotongan pulsa, langsung aktif dan dapat digunakan. Kalian bisa lihat pada beberapa gambar ilustrasi yang saya sampaikan dihalaman ini, hasil screenshot dari ponsel Hisense beberapa menit lalu.

True Unlimited SmartFren PanDe Baik 1

Done. Paket True Unlimited 75 ribu sebulan pun sudah bisa digunakan. dan seperti biasanya, sebelum dimulai ya diawali dengan pengujian jaringan terlebih dahulu di rumah @pandebaik dengan hasil kecepatan Download sekitar 9,76 MBps dan Upload dibawah 1 MBps. Pun saat diuji coba mengunduh beberapa video dari halaman YouTube, didapat kecepatan rata-rata di kisaran 3 MBps. Lumayan bukan ?

Usai pengunduhan itu, saat diperiksa kembali kuota yang tersisa, rupanya tetap menyajikan pernyataan ‘Unlimited’ saudara-saudara. Keren gak sih ?

True Unlimited SmartFren PanDe Baik 3

dan yang makin bikin pede, tentu opsi add-on di sebelah tab paket data, gak ada opsi tambahan buat kuota/volume. Yang artinya…

Paket True Unlimited ini beneran Unlimited Kuota dengan kecapatan 4G LTE dalam arti yang sebenarnya…

Masih belum percaya ? Ayo dicoba…

Beberapa Catatan terkait Hisense Pureshot+

Category : tentang TeKnoLoGi

Setelah menurunkan empat tulisan berkaitan dengan ponsel Hisense Pureshot+ yang diBundling dengan SmartFren 4G, baik siapa Hisense dan bagaimana kinerja ponsel berlayar 5,5 inchi dan delapan inti prosesor, serta uji kecepatan koneksi data dalam dua sesi, ada baiknya juga saya mengimbangi beberapa fakta lapangan yang didapat selama oprak oprek seminggu terakhir ini. Namun apa yang akan saya sampaikan nanti, hanyalah sebagai catatan kita bersama, yang kelak saya harap dapat menjadi masukan bagi Hisense dalam pengembangan aplikasi sehingga dapat menutup kekurangan dimaksud, pilun demikian, masukan bagi kawan-kawan peminat Pureshot+ sebagai bahan pertimbangan sebelum menjatuhkan pilihan.

Pertama soal Vision UI.
User Interface atau perwajahan perangkat Hisense Pureshot+ rupanya menggunakan Launcher pribadi yang saya pantau tidak akan dapat ditemukan di Play Store, dan juga tidak dapat diadopsi ke ponsel maupun tabletpc berbasis Android lainnya. Nilai tambah tentu. Sudah begitu, dilihat secara Pengaturannya, cukup mudah dipahami. Terdapat tambahan scroll menu bolak balik dan efek perpindahan antar layar yang unik. Namun demikian, secara penampilan Vision UI mengadopsi murni tampilan iOS milik Apple yang pula meniadakan opsi Menu dan opsi Tema. Sehingga pengguna harus puas dengan tampilan sebagaimana pabrikan dibuat meski bisa diatasi dengan menginstalasi Launcher tambahan lain. dan seperti halnya iOS, pengaturan icon yang sudah di-set sedemikian rupa dengan mudahnya dapat dipindahkan oleh orang lain, seperti anak-anak misalkan secara tidak sengaja, bahkan terhapus secara permanen dari layar depan.

Kedua, selain UI bawaan, secara fisik luar Pureshot+ mirip plek dengan iPhone 6 baik ukuran maupun penempatan lensa kamera di punggung belakang. Sehingga saat saya menemui kesulitan untuk menemukan Leather Case maupun screen guard di gerai ponsel besar sekalipun, sempat terlintas untuk mencoba menggunakan asesoris milik iPhone 6 yang rupanya gagal total. Tidak sepenuhnya siy, karena screen guard masih bisa diCustom dengan memotong lekukan namun tidak dengan Case. Dimana posisi lensa Pureshot rupanya sedikit ke ujung pinggiran atas yang jika dipaksakan, tentu akan menutup lensa kamera. Itu sebabnya, pe-er bagi pihak Hisense barangkali entah mengupayakan sendiri atau bekerja sama dengan pihak lain untuk dapat merilis Leather Case sendiri dan tidak mengandalkan versi Universal yang punggungnya bolong setengah badan itu. Sangat tidak nyaman, dan tidak elok jika ponsel sedemikian canggih, menggunakan Universal Case atau malah rentan goresan pada punggung ponsel yang berbahan plastik itu.

Catatan Ketiga, meski dalam paket penjualan Hisense menyertakan kabel data sekaligus charger yang dapat dipisah dengan kepalanya, namun saat perangkat disambungkan dengan PC, ternyata tidak semudah brand lain yang biasanya secara otomatis terdeteksi tanpa banyak proses instalasi. Setidaknya pengguna harus memilih opsi fungsi kabel usb saat penyambungan, apakah hanya untuk Charging, membuka (mount) sdCard, media data atau lainnya. Selain itu, apabila kita memilih sebagai Media Data, perangkat pc masih harus membutuhkan waktu panjang untuk menginstalasi driver perangkat secara online. Kalo mau aman, pilih Mount sdCard saja. Cuma Internal storage ponsel gak bisa diakses.

Catatan keempat, soal keberadaan dual speaker yang ada di sisi bawah perangkat, secara tampilan tentu saja meyakinkan. Hal ini serupa dengan beberapa ponsel flagship dari brand lain. Namun sayangnya, fungsi output suara yang dihasilkan saat memutar musik maupun video, hanya berlaku untuk 1 speaker saja yaitu yang sisi kanan apabila dilihat dari permukaan layar. Apabila speaker ini ditutup, meski sebelah saja, suara akan teredam bahkan tak terdengar dengan baik. Ada yang mengalami hal serupa ?

Pureshot Hisense SmartFren 4G LTE

Namun begitu, ada juga hal-hal kecil yang bisa saya sampaikan di akhir tulisan sebagai nilai tambah yang bisa menjadi info berimbang bagi Hisense Pureshot+ dalam postingan ini. Yaitu :

1. Aplikasi Firewall yang berfungsi untuk memblokir panggilan dan sms dari nomir tertentu, sepaham dengan Vision UI, aplikasi ini tak akan dapat ditemui di Play Store manapun dan tidak dapat diadopsi pada ponsel lain.

2. Pengambilan Screenshot tampilan halaman bisa dilakukan dengan menekan 2 (dua) tombol bersamaan yaitu Volume Down dan Power. Hasil akan tersimpan pada folder Screenshot pada kartu memori eksternal.

3. Meskipun Tema tampilan tidak didukung oleh Vision UI, namun secara tampilan keyboard ponsel masih mampu lah dilakukan dengan baik. Manfaatkan saja aplikasi TouchPal lebih lanjut.

4. Pureshot+ tampaknya ingin memanjakan penggunanya yang jaman masa kini akan lebih banyak memanfaatkan lensa kamera depan untuk kebutuhan Selfie sendiri maupun saat bersama kawan. Jadi manfaatkan saja kamera 5 MP yang ada di sisi depan ponsel, dilengkapi dengan fitur flash light atau lampu kilat untuk mendapatkan hasil maksimal. Jauh lebih baik lah jika dibandingkan dengan beberapa ponsel yang ada saat ini.

Nah, demikian kira kira postingan terakhir yang dapat diungkap sejauh ini, semoga bisa bermanfaat dan menjadi bahan masukan sebagaimana di awal tadi.

Overall, secara fungsi tampaknya ponsel Hisense Pureshot+ ini masuk dalam daftar rekomendasi saya untuk kalian yang membutuhkan kehadiran sebuah ponsel dengan kemampuan setara flagship brand lain namun dengan harga yang cukup terjangkau. Apalagi secara spesifikasi lumayan mumpuni, tentu dengan beberapa permakluman diatas tadi.

Uji Kecepatan SmartFren 4G dengan SpeedTest (bundling Hisense Pureshot+) #2

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan aksi uji kecepatan koneksi data SmartFren 4G yang diBundling pada ponsel Hisense Pureshot+ berlayar 5,5” yang mengandalkan prosesor delapan inti, kali ini saya menyampaikan 7 (tujuh) lokasi di seputaran Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, wilayah yang merupakan Coverage Area utama operator satu ini. Setidaknya demikian informasi yang dahulu pernah diterima.

Dimulai dari Gedung Dewan yang terhormat Kabupaten Badung, blok seberang kantor yang berjarak sekitar 400an meter dari ruangan @pandebaik di satu pagi sesaat sebelum Rapat Kerja SKPD Dinas Cipta Karya bersama Komisi II. Yang ternyata dibatalkan pelaksanaannya karena ke-empat puluh anggota sore di hari yang sama akan berangkat dinas ke Jakarta. Kecepatan Download terpantau diatas 10 MBps, berbanding terbalik dengan kecepatan Upload yang hanya mampu di kisaran 1 MBps.

Uji Smarrtfren 4G Hisense 04

Kecepatan lalu terpantau menurun saat kendaraan berada di parkiran Pasar Sempidi, sore sepulang kerja masih di hari yang sama, sekedar membeli buah dan penganan untuk anak-anak.

Uji Smarrtfren 4G Hisense 01

Masih berada dalam kendaraan di jalanan Gatot Subroto Tengah menuju perjalanan pulang ke rumah, kecepatan terpantau meningkat jauh baik Download maupun Upload. Cukup signifikan dibanding sebelumnya. Bisa jadi lantaran lokasi ketiga pengujian ini merupakan jalur utama area cakupan SmartFren ketimbang yang lain.

Uji Smarrtfren 4G Hisense 02

Namun meskipun lokasi keempat, Tiara Dewata berada di persimpangan jalanan besar Jendral Sudirman dengan Mayjen Sutoyo, Kecepatan terpantau standar untuk ukuran jaringan 4G, baik Download maupun Upload-nya.

Uji Smarrtfren 4G Hisense 03

Masuk ke lokasi kelima di Warung Mina Dalung, pengujian sempat diulang hingga tiga kali. Mengingat secara hasil terpantau kecepatan Upload malah lebih besar ketimbang Download. Hmmm… Kok bisa ya ?

Uji Smarrtfren 4G Hisense 05

Hasil pengujian paling rendah terpantau di rumah Mertua Indah, Desa Canggu kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung, yang merupakan salah satu sisi barat perbatasan wilayah dengan Kabupaten Tabahan. Hasil yang ditunjukkan baik kecepatan Download maupun Upload sama-sama berada dibaawaah 1 MBps, yang dibuktikan pula lewat leletnya jaringan saat digunakan untuk browsing dan lainnya. Hal sama berlaku pula dengan operator utama yang saya gunakan selama ini.

Uji Smarrtfren 4G Hisense 06

Dan untuk lokasi terakhir pengujian sesi kedua ini, diambil di parkiran pinggir jalan SD 1 Saraswati sisi timur. Kecepatan uji menunjukkan hasil yang lumayan dibanding lainnya.

Uji Smarrtfren 4G Hisense 07

Nah, demikian dua sesi pengujian kecepatan Koneksi data milik SmartFren jaringan 4G yang sempat dilakukan seminggu terakhir di seputaran Kota Denpasar dan Kabupaten Badung sebagai referensi pada kalian semua, seakan menguatkan satu hasil pemikiran yang selama ini www.pandebaik.com yakini terkait koneksi internet operator kita di negeri ini. Bahwa posisi (memang mutlak) menentukan prestasi kecepatan data. Tidak ada yang cepat di seluruh area, atau mampu menjadikannya yang terBaik diantara lainnya.

Oh ya, untuk ilustrasi gambar memang sengaja saya balik posisi hasil uji dengan maps lokasi untuk membedakan uji sesi pertama dengan kedua ini.

Uji Kecepatan SmartFren 4G dengan SpeedTest (bundling Hisense Pureshot+)

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan tulisan Hisense PureShot+ HS-L695 sebelumnya, ponsel Android ber-Jaringan 4G yang kompatibel dengan semua operator, kali ini saya mencoba berbagi sebagaimana janji di pragaraf terakhir, terkait uji coba kecepatan kartu SmartFren 4G memanfaatkan jasa aplikasi SpeedTest di beberapa lokasi seputaran Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Adapun perangkat yang digunakan masih sama. Hisense Pureshot+ yang dibanderol sekitar 3,2 Juta rupiah saja.

Sebagai gambaran awal, bahwa paket Bundling ponsel berkamera mengagumkan ini memberikan keleluasaan bagi konsumennya untuk menikmati data sebesar 2 GB + 6 GB sebagai bonus yang berlaku hingga 7 hari kedepan sejak aktivasi kartu pertama kali. Jadi bisa dikatakan bahwa kartu SmartFren yang saya uji coba kali ini memiliki masa berlaku paket data 8 GB hanya sampai tanggal 26 Oktober 2015 pukul 23.59.

Adapun metode pengujian yang saya lakukan tergolong sederhana yaitu memanfaatkan jasa aplikasi SpeedTest yang dapat diunduh dari GooGLe Play Strore, serta aplikasi Maps untuk menunjukkan posisi lokasi pengujian. Dalam sesi pertama ini, ada 6 (enam) lokasi yang saya sambangi untuk proses pengujian kecepatan Download dan Upload SmartFren 4G yaitu di Kota Denpasar sebanyak 4 (empat) lokasi pada tanggal 19 Oktober 2015 dan sisanya di Kabupaten Badung keesokan harinya. Kelak apabila rute main saya bertambah, pasti akan di-Update kembali dalam tulisan yang sama.

Oke, berikut hasilnya.

Lokasi Pertama, tentu rumah saya @pandebaik di Banjar Tainsiat dengan titik pengujian berada di dalam rumah berlantai 1 (satu). Kecepatan yang didapat tidak terlalu signifikan, sebagaimana hasil pengujian Modem SmartFren terdahulu. Ini tercermin pula dari kecepatan unduh (lihat gambar terakhir) yang tidak terlalu besar yaitu sebesar maks 1,8 MBps. Bandingkan dengan gambar yang ada di sebelahnya.

Speed PanDe Baik

Lokasi Kedua, rumah atau praktek Dokter Dani Iswara yang membuka gerai Kangen Water, di sisi timur Lapangan Renon, mencapai kecepatan tertinggi dari yang diuji coba hari itu. Bisa jadi secara lokasi yang berada di pinggiran jalan besar kawasan Renon.

Speed Dani Iswara

Lokasi Ketiga, diambil di depan ATM BPD depan Lapangan Renon, yang meski secara kecepatan Download sedikit menurun namun kecepatan Upload naik secara signifikan.

Speed ATM BPD

Lokasi Keempat yaitu Apotek Adhi Guna yang ada di sebelah barat Sakura Elektronik Jalan Diponegoro. Mengingat secara lokasi tidak jauh beda dengan pengujian pertama maka secara hasilpun ya mirip-mirip lah.

Speed Adhi Guna

Sebenarnya sebelum menyasar lokasi pengujian keempat, saya sempat mampir sejenak ke Sellular World di jalan Teuku Umar untuk mencari Screen Guard dan Leather Case perangkat ponsel Hisense Pureshot+ ini, namun kelupaan saking kagetnya pas tahu ternyata si mbak yang dari tadi excited menceritakan kelebihan Hisense, kebingungan pula mencari Screen Guard yang akhirnya diputuskan menggunakan Custom Guard alias dipotong dari pilihan yang ada. He… Sedang Leather Case, agak malas menggunakan yang versi Universal karena cukup ribet saat menggunakan kamera-nya. Mungkin dari pihak Hisense bisa memberikan jalan keluar untuk ini ? Screen Guard dan Leather Case free untuk saya barangkali ? Hehehe…

Lokasi Pengujian Kelima, berlanjut di ruangan kantor Seksi Permukiman, Gedung Dinas Cipta Karya lantai III, area Pusat Pemerintahan Puspem Badung, Sempidi kecamatan Mengwi Kabupaten Badung. Meski meningkat cukup jauh, namun kecepatan Upload sepertinya masih standar-standar saja.

Speed Puspem Badung

Lokasi pengujian terakhir sesi pertama atau Keenam, saya coba di tempat makan siang, daerah Kwanji dengan menu Sate Kambing Lemak. Duuuhhh… ini sih dijamin nambah-nambahin Kolesterol dah. Tapi kalo dilihat dari hasilnya, bisa dikatakan ini adalah hasil yang paling tinggi yaitu kisaran 14 MB untuk kecepatan Download dan 5 MB-an kecepatan Upload. Wiiihhh… mantap yah ? padahal secara lokasi bisa dikatakan Jalan Tibung Sari Kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung ini tergolong pinggiran kota loh.

Speed Sate Kwanji

Terakhir saya sampaikan satu ilustrasi kecepatan Unduh dengan melakukan ujicoba Download dua tiga file Video dari halaman YouTube menggunakan aplikasi TubeMate, dimana saat hari pertama pengujian di rumah sendiri hanya mendapatkan kecepatan kisaran 1,8 MBps. Bandingkan dengan kecepatan yang didapat saat mengunduh dua video dari gedung kantor di Puspem Badung, tembus hingga kecepatan 10 MBps. Video dengan durasi 3 menitan, dilahap habis gak sampe semenit. Mantap masbroh…

Speed SmartFren 4G

Nah, kira-kira begini nih, hasil ulik-ulik saya dengan kartu SmartFren 4G, bundling paket ponsel Hisense PureShot+ HS-L695 berlayar 5,5”, kamera 13 MP, dan Octacore prosesor 64 bit. Ada yang masih kurang ?