Behind The : Pecatu

Category : tentang PeKerJaan

Ternyata panasnya Pecatu, menyimpan view-pemandangan yang gak kalah indah dengan obyek wisata lain di penjuru Bali. Apalagi seperti yang kukatakan sebelumnya, tempat ini juga rame dengan turis maupun penduduk lokal, yang berenang sampe berjemur di sekitar areal pantai.Sempat bikin jantung berdebar kencang, gara-gara satu dua dari mereka gak jarang yang topless, telanjang di areal umum, dan tertangkap jepretan kamera begitu cepat tanpa kilatan flash. Huehehe….
Sejujurnya, selama 3 kali turun ke pantai, cuman menemukan 5 biji objek foto- 3 luar dan 2 lokal, yang berhasil diabadikan, secara diam-diam dengan berbagai angle, mengungkapkan keindahan makhluk ciptaan Tuhan.
Duuuh….

Kesibukan Akhir Tahun : Pecatu Project

Category : tentang PeKerJaan

Jika akhir tahun merupakan kesempatan untuk liburan bagi sebagian besar orang, namun angapan ini tidak berlaku bagi kami yang berada di ruangan Perencanaan.
Disamping berbagai masalah yang menerpa beberapa rekan kami di tempat tugas mereka dalam mengawasi pekerjaan yang dilakukan oleh Rekanan Kontraktor, hingga kabarnya terjadi Pemutusan Kontrak (yang pertama dalam sejarah Pemda Badung – bagimana Muri, apa pantas dimasukkan dalam Rekor ? huehehehe….).Juga ada 5 staf yang ditugaskan untuk ngebut pekerjaan dadakan dan harus selesai sebelum tahun 2006 berakhir.

So, Pecatu Project has Begin…

Selama kurang lebih 2 mingguan pekerjaan fisik dikebut, dan akhirnya bisa terselesaikan pertanggal 25 desember lalu, sesuai rencana. Walopun dokumen dan sisa sedikit pekerjaan bisa tuntas setelah 2 minggu kemudian.

Anyway, selama berada di lokasi yang puanasnya minta ampun, juga jauhnya bikin bbm di tangki mobil cepet abis, tapi tergantikan dengan jatah kupon premium 10 liter per jadwal sekali pengawasan.
Plus warna kulit yang sedikit berubah, akibat berjemur…
He.. kayak turis aja, pake berjemur.

Semua itu sedikit terhibur dengan adanya lokasi pantai di kilometer ketiga, yang rame dengan wisatawan domestik maupun luar, dari sekedar duduk-duduk di pinggir pantai, sampe yang berenang make bikini full sexy, menyegarkan mata setelah seharian ngliat mulusnya aspal. Huehehe…

Pembangunan ato Penghabisan ?

Category : tentang KeseHaRian, tentang Opini

Ada yang aneh bila melintas di Nol Kilometer Kota Denpasar, alias Patung Catur Muka, sebelah Timur Kawasan Gajah Mada, tepatnya di Lapangan Alun-alun. Berhentilah di areal lampu lalu lintas pada ruas jalan Udayana, depan Kodam ato Kantor Pak Walikota. Ada yang hilang ?Ya, kebetulan pas melewati jalan tersebut, mata sempat gak percaya demi melihat Alat Pengenal Polusi telah dihilangkan ato dipindahkan ?
Entah apa pertimbangannya Alat ini diambil kembali.

Sedari awal penempatannya pun hati ini sudah gak setuju, karena jalan dan areal tersebut bukanlah jalur macet dimana polusi perlu dikenal besarnya setiap hari. Mungkin akan lebih tepat jika ditempatkan di Perempatan Dewi Sartika – Matahari Dep.Store – Mc.D. ato malah di Perempatan Pasar Badung ?

Jadi heran, apakah pengadaan Alat ini memang berguna adanya untuk Mendukung Pembangunan Kota Denpasar (tapi kenapa tidak digunakan secara optimal) ato hanya untuk menghabiskan dana anggaran tiap tahunnya dan digunakan untuk gaya-gayaan di mata masyarakat saja ?