Project Baha-Kedampal : miskomunikasi

Category : tentang PeKerJaan

Lain lagi dengan pengaspalan jalan di Desa Baha Mengwi, sebelah timur tempat wisata Taman Ayun, sesungguhnya kegiatan ini sudah tergolong sangat bagus dari kualitas permukaan pekerjaan dan hampir mendapatkan dua acungan jempol dari para pengendara yang melintas menuju ke Kedampal.Hanya saja sayangnya miskomunikasi pula terjadi disini antara pihak entah itu PLN atau Telkom yang seenaknya menggali badan jalan (bagian pinggir jalan yang umumnya masih berupa tanah biasa) untuk menanamkan untaian kabel disepanjang sisi jalan. Sialnya lagi pengerjaannya tak kearah vertikal turun, namun penggaliannya yang menyamping kearah horizontal mengakibatkan dibawah permukaan aspal tercipta sebuah goa yang mampu meremukkan permukaan lapisan aspal yang sudah sedemikian bagus menjadi cacat dan tak nyaman tuk dinikmati.

Hal ini sebagai bukti sebuah miskomunikasi antar instansi didalam satu wilayah sehingga seringkali menciptakan image proyek tambal sulam, padahal baru aja selesai diaspal, eh jadi rusak parah akibat galian kabel tadi.

Mungkin sangat diperlukan satu solusi dan pendekatan kedua belah pihak instansi apalagi masih dalam lingkup satu wilayah Badung.

Sungguh disayangkan.

Project Aseman-Pantai : Senderan

Category : tentang PeKerJaan

Seperti yang sudah pernah diposting tempo hari, pekerjaan yang dilakukan pada kegiatan pengaspalan jalan menuju Pantai Berawa diantaranya adalah pembuatan atau perbaikan senderan pasangan batu pada areal jalan yang mengalami penurunan level sebagai akibat dari gerakan tanah yang labil hingga kelebihan beban muatan dari kendaraan yang melintas disekitarnya.

Pula pemasangan senderan sebagai pengaku jalan pada areal yang mengalami keretakan pada konstruksi saluran air yang dapat membahayakan konstruksi jalan didekatnya.
Jadi hanya pada sisi yang menempel pada jalan saja.Sedangkan untuk saluran Subak yang dituntut agar dibuatkan Duiker / gorong-gorong waktu lalu, sempat mengalami banyak penundaan lantaran miskomunikasi antara pelaksana pekerjaan dilapangan dengan aparat desa setempat.

Namun pada Jumat siang tadi tampaknya untuk pemasangan Duiker ini baru selesai setengahnya dan akan dilanjutkan setengah lagi saat penghamparan lapisan aspal dilakukan, yang sedianya dilakukan sekitar hari minggu besok.

Keterlambatan ini lebih banyak diakibatkan karena miskomunikasi tadi yang berimbas pada naiknya tensi pengawas lapangan. Huehehe…

Timer

Category : tentang KeseHaRian

Melihat sesuatu yang unik di traffic light-lampu lalu lintas di perempatan Pusat Kota Denpasar, Catur Muka ?
Ada penunjuk waktu-timer yang diperuntukkan bagi pengguna jalan disekitar situ dengan maksud memberitahukan waktu berapa lama lampu menyala merah maupun hijau.Dari pengamatan, tentu waktu yang terlihat dibawah 1 menit, karena ada peraturan yang membatasi waktu lampu merah di persimpangan jalan, tak boleh lebih dari 1 menit.
Ini tentu berguna sekali bagi mereka yang masih jauh sebelum sampai di traffic light, tak perlu lagi ngebut ato mal

Behind The : Pecatu

Category : tentang PeKerJaan

Ternyata panasnya Pecatu, menyimpan view-pemandangan yang gak kalah indah dengan obyek wisata lain di penjuru Bali. Apalagi seperti yang kukatakan sebelumnya, tempat ini juga rame dengan turis maupun penduduk lokal, yang berenang sampe berjemur di sekitar areal pantai.Sempat bikin jantung berdebar kencang, gara-gara satu dua dari mereka gak jarang yang topless, telanjang di areal umum, dan tertangkap jepretan kamera begitu cepat tanpa kilatan flash. Huehehe….
Sejujurnya, selama 3 kali turun ke pantai, cuman menemukan 5 biji objek foto- 3 luar dan 2 lokal, yang berhasil diabadikan, secara diam-diam dengan berbagai angle, mengungkapkan keindahan makhluk ciptaan Tuhan.
Duuuh….

Kesibukan Akhir Tahun : Pecatu Project

Category : tentang PeKerJaan

Jika akhir tahun merupakan kesempatan untuk liburan bagi sebagian besar orang, namun angapan ini tidak berlaku bagi kami yang berada di ruangan Perencanaan.
Disamping berbagai masalah yang menerpa beberapa rekan kami di tempat tugas mereka dalam mengawasi pekerjaan yang dilakukan oleh Rekanan Kontraktor, hingga kabarnya terjadi Pemutusan Kontrak (yang pertama dalam sejarah Pemda Badung – bagimana Muri, apa pantas dimasukkan dalam Rekor ? huehehehe….).Juga ada 5 staf yang ditugaskan untuk ngebut pekerjaan dadakan dan harus selesai sebelum tahun 2006 berakhir.

So, Pecatu Project has Begin…

Selama kurang lebih 2 mingguan pekerjaan fisik dikebut, dan akhirnya bisa terselesaikan pertanggal 25 desember lalu, sesuai rencana. Walopun dokumen dan sisa sedikit pekerjaan bisa tuntas setelah 2 minggu kemudian.

Anyway, selama berada di lokasi yang puanasnya minta ampun, juga jauhnya bikin bbm di tangki mobil cepet abis, tapi tergantikan dengan jatah kupon premium 10 liter per jadwal sekali pengawasan.
Plus warna kulit yang sedikit berubah, akibat berjemur…
He.. kayak turis aja, pake berjemur.

Semua itu sedikit terhibur dengan adanya lokasi pantai di kilometer ketiga, yang rame dengan wisatawan domestik maupun luar, dari sekedar duduk-duduk di pinggir pantai, sampe yang berenang make bikini full sexy, menyegarkan mata setelah seharian ngliat mulusnya aspal. Huehehe…

Pembangunan ato Penghabisan ?

Category : tentang KeseHaRian, tentang Opini

Ada yang aneh bila melintas di Nol Kilometer Kota Denpasar, alias Patung Catur Muka, sebelah Timur Kawasan Gajah Mada, tepatnya di Lapangan Alun-alun. Berhentilah di areal lampu lalu lintas pada ruas jalan Udayana, depan Kodam ato Kantor Pak Walikota. Ada yang hilang ?Ya, kebetulan pas melewati jalan tersebut, mata sempat gak percaya demi melihat Alat Pengenal Polusi telah dihilangkan ato dipindahkan ?
Entah apa pertimbangannya Alat ini diambil kembali.

Sedari awal penempatannya pun hati ini sudah gak setuju, karena jalan dan areal tersebut bukanlah jalur macet dimana polusi perlu dikenal besarnya setiap hari. Mungkin akan lebih tepat jika ditempatkan di Perempatan Dewi Sartika – Matahari Dep.Store – Mc.D. ato malah di Perempatan Pasar Badung ?

Jadi heran, apakah pengadaan Alat ini memang berguna adanya untuk Mendukung Pembangunan Kota Denpasar (tapi kenapa tidak digunakan secara optimal) ato hanya untuk menghabiskan dana anggaran tiap tahunnya dan digunakan untuk gaya-gayaan di mata masyarakat saja ?