Kompilasi File Tugas Proyek Perubahan Diklat PIM IV Pola Baru

21

Category : tentang KuLiah, tentang PeKerJaan

Sebagaimana janji saya kemarin, bahwa di akhir postingan Diklat yang rencananya akan dituntaskan minggu ini, bakalan sharing file tugas yang disusun sejak awal, mencakup Kertas Kerja BreakThrough 1, Benchmarking Perorangan dan Kelompok, RPP atau Rancangan Proyek Perubahan dan tentu saja BreakThrough 2 atau yang dikenal dengan Laporan Laboratorium Kepemimpinan Instansional. Tentu untuk lingkup Diklat PIM IV.

dan sebagai bonus tambahannya, disertakan pula beberapa file RAB, Time Schedule atau pelaksanaan Milestones, Handout Presentasi hingga draft Jurnalnya. Jikapun kelak ada kesulitan yang dialami baik untuk melakukan pengunduhan file hingga pemahaman materi, silahkan disampaikan disini. Semoga saja bisa bermanfaat untuk semua.

1. BreakThrough 1
2. Benchmarking Perorangan
3. Benchmarking Kelompok
4. Rancangan Proyek Perubahan
5. Rancangan Proyek Perubahan (Lampiran Tabel – RAB)
6. BreakThrough 2 (Laporan Laboratorium Kepemimpinan Instansional)
7. BreakThrough 2 (Time Schedule – Milestones)
8. BreakThrough 2 (RAB)
9. BreakThrough 2 (Handout Presentasi)
10. Jurnal

Di akhir postingan, semoga dalam waktu dekat, semua tulisan terkait proses berjalannya Diklat, pengalaman baru, orang per orang hingga kompilasi file ini akan saya sajikan dalam satu halaman khusus untuk mempermudah pencarian.

Salam dari Pusat Kota Denpasar.

(dibalik) Seminar I Proyek Perubahan (2)

Category : tentang KHayaLan

Lanjut dikit untuk empat pejuang perubahan lagi, di sesi kedua pasca makan siang kemarin.

05 pande

Yang ini pemilik www.pandebaik.com, membawakan soal Pengendalian Data Teknis Penanganan Jalan Lingkungan, satu inovasi kecil yang digarap sejak awal turun di Dinas Cipta Karya, dan masih dikembangkan, disempurnakan serta digunakan hingga hari ini.

08 Nadu

Berikutnya ada Bapak I Ketut Nadu., S.AP, Kepala Seksi Operasional, Damkar Kabupaten Badung. Punya hobi menulis dan bersuara tegas. khas anggota Damkar. mengambil ide inventarisasi perlengkapan di unit Damkar, biar gag tertukar antar unit ceritanya.

09 Mudja

Masih dari unit yang sama, Damkar Badung, Bapak I Ketut Mudja ini lebih familiar dengan panggilannya Pekak, sebagai Kasubag TU pada UPT Damkar Badung Utara membawakan materi soal data pegawai yang belum tertata. Memudahkan proses ceritanya…

10 Heny

Terakhir ada Ibu Ni Putu Nugraheni, SE, Kepala Sub Bagian Humas Sekretariat DPRD Kabupaten Badung. Salah satu kawan Pra Jabatan saya yang terlupakan. hehehe… Beliau ini lumayan menggalau sejak pagi lantaran mendapat giliran Presentasi terakhir. Ngakunya sih tanpa persiapan, tapi idenya untuk mendokumentasikan kegiatan Dewan Badung ini keren juga. Maka jadilah tawanya itu penutup yang cerah bagi kami, Kelompok 2. cuiiiiirrrr…

(dibalik) Seminar I Proyek Perubahan

21

Category : tentang iLMu tamBahan

errr… gag usah banyak cerita dulu deh hari ini… salah set. seharusnya sih kemarin disempatkan nulisnya, bukan pagi ini. lantaran bendel dan masalah jadi numplek sejak pukul 8 tadi. jadi ya saya posting foto dulu aja kali ya ? (dibalik) Seminar I Proyek Perubahan… orang per orang…

01 Bu Rai

Pertama, namanya Ibu Ni Made Rai Sukarini, SE… Kepala Sub Bagian Keuangan BPPT Badung… yang membawakan materi… apa yah ? *maaf berhubung saya datangnya kesiangan, jadi terlewati deh untuk yang satu ini :p

02 Canis

Yang ini, namanya Bapak Ida Bagus Putu Caniscahyana, SH, Kepala Sub Bagian Umum dari BPPT Badung, seorang Pembalap sejati… pula terlewatkan materinya :p kalo pengen tau sekali, bisa kontak ybs di nomor ponselnya 🙂

03 Adi

Nah, kalo yang ini namanya Bapak I Wayan Adi Sudiatmika, ST., MT. Beliau rekan kerja yang handal lulusan ITB Bandung. keren kan ? bertugas di Bappeda Litbang Badung sebagai Kepala Sub Bidang Sarana dan Prasarana Wilayah. Kawan sekamar saya saat Pra Jabatan dulu sekaligus juga kawan kuliah saya saat di Program Pasca Sarjana terakhir. Materinya perihal koordinasi usulan antar instansi teknis, yang tujuannya agar tidak tumpang tindih dalam penanganannya. hebat idenya ya ? :p

04 Pras

Yang giliran ke-4 ada Bapak I Kadek Prastikanala, Kepala Seksi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana di RSUD Badung. yang diajukan sebagai materi perubahan adalah soal inventarisasi serta pemeliharaan alat-alat medis agar dapat berfungsi optimal bagi para pasiennya. Mulia kali ya ? pas dengan orangnya. Mulia karena banyak membantu teman-teman yang lain. beda dengan saya *uhuk

06 Tole

Nama kerennya sih Agus Tole. tapi kalo mau dipanjangkan ke nama aslinya ada I Md.Gd.Wiryantara Adi Susandi, SE., Msi, Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPT Terminal Type A Mengwi, DisHub Badung. Peserta Termuda sekaligus Terlucu, Terganteng dan masih banyak Ter-lainnya. Tanya yang bersangkutan untuk lebih lengkapnya. Tapi Maaf, saya lupa topik yang dibawakan, mengingat saat ia Presentasi yang ada malah canda tawanya saja yang diingat. Terutama gambar tengah bawah pada slide diatas, yang ada barisan fotomodelnya. :p *ada-ada saja…

07 Gus

Terakhir untuk sesi pertama Seminar I atau sebelum makan siang, ada Bapak Ida Bagus Putu Sudiyadnya, SH dari Dinas yang sama dengan pak Tole, namun UPT yang berbeda yaitu Kepala UPT Lalu Lintas dan Angkutan Badung Selatan, dengan materi soal mengurai kemacetan di wilayah Kuta. Hebat kalo ini bisa diwujudkan. Kami di Cipta Karya pun akan terbatu olehnya…

KIM Fakultas Teknik tahun 2009

3

Category : tentang KHayaLan

Apa yang akan terlintas dibenak saat melihat pemandangan seperti foto dibawah ini ?

Pemukiman kumuh ? Rompok pendatang tanpa identitas ? Atau malah seperti saya, mengingatkan pada suasana KIM (Kemah Ilmiah Mahasiswa) yang dilakukan oleh Senat Mahasiswa Fakultas Teknik setiap tahun penerimaan mahasiswa Baru. Satu ajang balas dendam antara para senior ke para juniornya. Paling gak ada hukuman fisik, bentak-bentakan ataupun tekanan mental. He….

Yah, foto diatas tadi hanyalah foto perkemahan sebagai tempat tinggal sementara bagi para buruh/pekerja di dekat areal poyek Pemerintah, dalam hal ini pada Proyek Penanggulangan Banjir untuk Kawasan Dewi Sri Kuta dan sekitarnya.

Kalopun mau melihat kebelakang, empat tahun lalu disepanjang jalan Dewi Sri teryata masih berupa sawah yang kemudian dilalui oleh berbagai alat berat dengan ratusan kubik limestonenya sebagai pondasi jalan raya. Kalo ndak percaya, bisa kok ditengok di Google Earth. Sebagai perbandingan yang bisa saya lakukan dan yakini adalah kondisi areal Puspem Kabupaten Badung yang masih berupa sawah dan sedikit limestone (kurang lebih tahun 2004).

Empat tahun, lantas merubah sepanjang areal jalan Dewi Sri mulai dijejali bangunan modern nan mewah (apalagi apartemen yang sedang dibangun di ujung jalan Dewi Sri). Satu perkembangan pesat tentunya. Membuat saya berandai-andai, kira-kira kalo seumpamanya kegiatan KIM tadi masih tetap dilakukan hingga tahun penerimaan mahasiswa baru enam bulan lagi, dimana yah, para Panitianya bakalan mencarikan lahan yang mendukung prosesi berjalanannya proses dan program yang diemban nantinya.

Pastinya yah minimal di daerah terpencil, tertinggal, yang gak ada sarana air bersihnya (seperti yang saya alami di Tahun 1995) apalagi air minum yang layak….

Bukan malahan diseputaran daerah Kota Denpasar apalagi Badung. Hahahaha…. kalopun beneran sampe di daerah Badung apalagi Kuta, dijamin bayangan saya akan pemandangan pelaksanaan KIM bakalan seperti foto diatas. Hahahaha……

> PanDe Baik hanya ingin sedikit bernostalgia dengan suasana KIM tahun 1995 lalu, setelah melihat suasana perkemahan buruh/pekerja disekitar kantor Direksi Keet untuk proyek Penanggulangan Banjir di Kawasan Dewi Sri dan sekitarnya. <

Salam dari PuSat KoTa Denpasar

KESIBUKAN BARU : Jalan LC Blok III & IV

Category : tentang PeKerJaan

Sembari menunggu diselesaikannya penanganan Banjir Dewi Sri tadi, juga dilakukan beberapa kegiatan yang sebelumnya ditunda.
Pembuatan jalan baru pada LC Subak Seminyak di Blok III yang berada ditimur jalan Kunti dan Blok IV yang berada ditimur jalan Taman-Mertanadi.Kondisi awal jalan ini masih berupa tanah kosong dan sawah.
Satu hal yang sama dengan kawasan Puspem beberapa tahun lalu. Bedanya tentu pada lingkungan sekitar yang sudah berupa bangunan dan jalan.
Ini pula yang menyebabkan nuansa pembuatan jalan baru tak sengeri saat pembuatan jalan di kawasan Puspem Badung waktu lalu.
Menerabas sawah dan lebatnya kawasan.

Jalan yang dibuat hanya mampu selebar 4-5 meter walopun areal yang disediakan selebar 8 meter. Ini karena masih harus dipotong untuk areal got atau drainase aliran air plus Senderan pasangan batu untuk mencegah larinya perkerasan mengingat dikanan kiri areal jalan masih berupa sawah lengkap dengan airnya.

Harapannya tentu bisa sebagai jalur alternatif pengalihan arus lalu lintas menuju kawasan Sunset Road dan tentunya untuk memberikan akses bagi masyarakat yang berada dikawasan LC tersebut.

KESIBUKAN BARU : Banjir Dewi Sri (2)

Category : tentang PeKerJaan

Selain penambahan saluran untuk penampung air juga dilakukan satu upaya, untuk mencegah air masuk kedaerah tepi sungi yang saat ini sudah dipenuhi rumah liar para pendatang yang juga menuntut haknya sebagai masyarakat agar dilayani.
Bagaimana dengan kesadaran mereka saat pertama kali membangun didaerah emperan sungai yang sudah pasti tak berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat ?Ah, masyarakat pendatang ini rupanya mau menang sendiri rupanya.

Penanganan disini dilakukan berupa pengurugan Sirtu, bahan campuran yang diturunkan untuk mencegah penumpukan air dipinggir jalan tempat dimana rumah kumuh ini dibangun.

Tujuannya tentu agar air yang dahulunya sebagian besar mengalir ke titik-titik rumah kumuh dan menenggelamkan mereka layaknya kawasan Sidoarjo, tak lagi turun keareal tersebut dan berpindah kesungai.

Namun apakah ini akan mampu diandalkan ?
Entahlah. Manusia hanya bisa berusaha. Alam dan Tuhan yang menentukan.

KESIBUKAN BARU : Banjir Dewi Sri

3

Category : tentang PeKerJaan

Awal tahun gak selalu diartikan sebagai bulan-bulan bersantai seperti halnya tahun-tahun lalu. Disaat para pegawe menanti ‘ketok palu’ disetujuinya anggaran tiap tahun oleh para angota DPR yang Terhormat, sebagai tanda dimulainya tahun anggaran. Hari ini tidak lagi.Kegiatan yang sebetulnya sudah dimulai sejak Januari lalu menyusul kegiatan pengaspalan jalan menuju Pantai Berawa akhir tahun lalu.
Begitu selesai kegiatan yang satu, banjir yang terjadi di salah satu areal kawasan Kuta, cukup menyita perhatian publik baik di media cetak maupun layar kaca. Langsung saja diambil satu kebijakan untuk mengerjakan apa yang bisa dilakukan dan seperti biasa, media cetak ‘Radar Bali’ selalu siap menayangkan apa yang mereka saksikan dengan begitu sinis dan men’judge sekehendak mereka sendiri.

Penanganan banjir sebagai akibat kurangnya saluran pada areal depan bangunan yang berada disepanjang jalan Sunset Road dan Dewi Sri.
Benar apa kata koran Radar Bali. Bahwa bangunan yang berdiri sudah seijin salah satu instansi terkait dan ternyata memang sudah memiliki saluran sesuai dengan standar perijinan yang dikeluarkan.
Namun bagaimana dengan rompok-rompok kecil liar yang dapat dipastikan tak berijin ?
Sudah bisa ditebak, diareal pinggir jalan bangunan mereka tak dibuatkan sarana penyaluran air satupun.
Inilah yang menjadi pokok permasalahan.

Kedua sudah barang tentu bahwa aliran air dalam kenyataannya tak mampu lagi dialihkan kemanapun. Mungkin karena makin menipisnya daerah resapan air, sebagai salah satu akibat dicaploknya lahan-lahan yang seharusnya tak boleh dibangun. Tapi apa mau dikata. Masyarakat sudah tetlalu pintar. Membangun terlebih dahulu barulah mengurus ijin. So, siapa yang berhak disalahkan ?

Balik kepada banjir yang terjadi di sepanjang jalan Dewi Sri sebagai titik terendah kawasan tersebut, sejauh ini hanya bisa ditindak dengan pembuatan saluran-saluran penampung air yang mungkin tak bisa dialirkan sesuai harapan. Hanya saja memang sebagian besar dialirkan kearah Tukad mati yang dikhawatirkan akan meluap saat hujan turun.

Kekhawatiran itu terjadi.
Aliran air berbalik arah dan menyebabkan banjir terjadi lagi, namun tak setinggi banjir terdahulu. Maka diputuskan untuk menambah lagi saluran penampung air disepanjang jalan kawasan tersebut dengan harapan air yang tergenang mampu beralih kedaerah tersebut sembari mencoba meninggikan titik terendah kawasan tersebut. Sehingga mampu mengalirkan air ketempat lain.

Memang tak satupun rencana ini bisa berjalan sempurna. Namun setidaknya pemerintah daerah sudah berusaha semampunya untuk masyarakatnya walopun belum didukung sepenuhnya oleh masyarakatnya sendiri. Termasuk juga media cetak yang mungkin hingga hari ini hanya bisa ngomong ngawur tanpa mau memberikan sedikit pemikirannya untuk sebuah solusi.

Project Aseman : AC-Duiker 2

Category : tentang PeKerJaan

Per hari sabtu lalu, poyek perbaikan jalan menuju Pantai Berawa sudah mulai dilaksanakan pada pekerjaan mayor, yaitu penghamparan AC ‘hotmix yang sedianya akan dikerjakan paling lama selama 10 hari untuk mengejar selesainya proyek diakhir tahun ini.Namun harapan ini tak lantas bisa berjalan mulus lantaran sikap arogan dari masyarakat setempat yang seenaknya membongkar jalan hanya karena hasutan pihak lain agar saluran yang mereka miliki diperbaiki seperti halnya yang lain.
Padahal saluran yang mereka bongkar kondisinya masih tergolong bagus dan kokoh untuk dilakukan pemeliharaan.

Sehingga berimbas pada proses penghamparan hotmix tadi yang sempat membuat emosi pihak pengawas lantaran masyarakat melanggar kesepakatan yang sudah dibuat sehari sebelumnya. Hingga menurunkan keputusan untuk melewati areal tersebut dan melanjutkan penghamparan hottmix seperti biasa. Nah lo..