Untung hanya dalam Mimpi

Category : tentang KHayaLan

Ini kali kedua saya menginjakkan kaki di Batam. Seperti halnya lawatan ke Thailand beberapa waktu lalu, saya lebih memilih menjelajah sendirian ketimbang mengikuti kegiatan paket tour yang ditawarkan. Kali ini anggota yang ikut, semua saudara dari pihak Ibu yang sedang bersantai di tepi pantai depan sebuah hotel dengan kamar yang tersebar laiknya Cottages.

Sayangnya Pikun yang dimiliki rupanya terlalu besar. Saya kehilangan satu tas besar berisi ponsel, baju, dompet berisikan kartu identitas, dan semua kebutuhan selama berada di Batam. Stress tentu saja.

Dengan berkeliling area hotel yang seingatnya tadi masih ditenteng seputaran lokasi, saya mendapat banyak godaan dalam upaya pencarian yang sangat melelahkan. Diantaranya beberapa ponsel yang dicharge begitu saja, sempat menimbulkan ide mengambilnya untuk digunakan berkabar pada beberapa kawan dan tentu saja Istri, pun tas tas tak bertuan yang ditawarkan oleh para pegawai hotel sebagai ganti tas yang hilang tadi. Bersyukur saya tak tergoda satu pun, dan menemukan tas yang dicari dalam kondisi utuh di halaman belakang hotel, lokasi pertama yang saya kunjungi setibanya disini.

Lega ? Ya, Tentu. Sangat bersyukur malah. Maka gak salah kalau saya merayakannya dengan sepiring nasi goreng dan semangkok es kelapa muda.

Dalam perjalanan balik ke hotel, saya bersua seorang artis yang sebentar lagi tampil bersama anjingnya, dan diceritakan berbadan kekar dan berpose layaknya patung Tarzan di area Tiger Zoo Pattaya tempo hari.

Diceritakan ? Yup… karena semua adegan tadi hanyalah sebuah mimpi seorang pns yang kecapekan setelah beraktifitas seharian. Agak ngalor ngidul, tapi tetap bersyukur bahwa semua kehilangan dan penemuan kembali memberikan senyuman di akhir kisah dan semangat saat terbangun dari tidur.

Untung saja semua ini hanya terjadi dalam Mimpi…

64 Filem dan 64 GB

Category : tentang KeseHaRian

Hiburan adalah mutlak. Apalagi saat kesibukan itu menjadi rutinitas yang terkadang menjadi sangat membosankan. Maka tidak ada salahnya jika disela itu semua, hiburan digelar untuk memulihkan suasana kerja atau malah suasana hati agar tak menggalau berkelanjutan yang malah akan menurunkan produktifitas keseharian.
Salah satu hiburan yang saya pribadi nikmati adalah menonton filem.

Jika dahulu aktifitas menonton filem itu bisa dilakoni sembari menulis (faktanya mengetik tuts keyboard) di layar pc ataupun notebook, kini serupa aktifitas blogging yang dijalani empat tahun terakhir, sudah semuanya berpindah perangkat ke layar kecil ponsel. Ribet ? Gak juga…

Malah aksi untuk menonton filem melalui layar ponsel memiliki keasyikan atau sisi positif tersendiri. Diantaranya bisa dilakukan kapanpun, dimanapun dan dalam situasi apapun. Termasuk rapat kerja yang membosankan atau malah menemani perjalanan saat berangkat maupun pulang kantor.

Dengan adanya akses internet gratis di area kantor puspem Badung, rasanya eman kalo ndak dimanfaatkan dengan baik, salah satunya ya mengunduh filem yang diinginkan dan memindahkannya ke perangkat ponsel yang digunakan. Tentu, untuk bisa menampung belasan bahkan kini berkembang menjadi puluhan, satu-satunya cara paling praktis yang bisa dilakukan adalah menambah kapasitas daya tampung eksternal card, dari 16 GB ke 32 dan kini menjadi 64 GB.

Namun besarnya kapasitas daya tampung, akan mubazir apabila diisi dengan puluhan filem berukuran raksasa dihitung satuan Megabytes. Jika begini ya wajar kalau secara jumlah total filem yang bisa dijadikan alternatif hiburan agak terbatas. Bila dibandingkan dengan Trik yang kini mulai dilakukan meskipun harus mengorbankan sedikit kepuasan yang ada sebelumnya. Yaitu mengunduh filem dengan resolusi rendah yang disediakan sejumlah halaman di dunia maya yang tentu saja berstatus Ilegal.

PanDeBaik

Maka, dengan melaksanakan Tips diatas kurang lebih ada sekitaran 60an filem siap tonton berada di perangkat Samsung Galaxy Note 3, belum termasuk puluhan video lainnya yang masuk dalam kategori Live Music HD atau iklan komersial produk gadget terkini. Itupun masih menyisakan kapasitas sebesar belasan Megabytes yang sengaja disisakan untuk berjaga-jaga apabila kawan lain memiliki jenis file serupa yang pula menarik untuk dinikmati.

Jadi, jika kalian berminat untuk menontonnya pula di layar ponsel yang digunakan saat ini, siapkan saja kabel microusb plus flash disk untuk melakukan penggandaan file apabila bersua saya di jalan nanti.
Sebagai gambaran, beberapa filem baru yang masih disimpan hingga saat ini ada :
– Men, Women & Children
– Fast Furious 7
– Avengers 2
– Cinderella
– Minions
– Ted
dan lainnya.

Manfaat lain Minyak Telon

3

Category : tentang iLMu tamBahan

Bagi pasangan muda suami istri dan sedang memiliki bayi putra ataupun putri, saya yakin Minyak Telon adalah salah satu produk yang mutlak dan setia berada dalam tas bepergian mereka.

Minyak Telon menurut Wikipedia adalah minyak yang sering dibalurkan pada tubuh bayi dengan campuran dari minyakadas, minyak kayu putih, dan minyak kelapa dalam kadar yang berbeda-beda. Campuran ini bertujuan untuk memberikan rasa hangat pada bayi karena merangsang pembuluh darah membesar sehingga alirandarah menjadi lebih cepat. Aroma minyak telon juga dapat memberikan rasa tenang. Kurang lebih begitu.

Tapi tahukah kawan bahwa Minyak Telon memiliki manfaat atau kegunaan lain ?

Satu yang saya ketahui dua bulan belakangan ini adalah sebagai alternatif cara untuk menghilangkan noda yang melekat pada permukaan kaca baik layar ponsel maupun kaca depan kendaraan.

Noda dimaksud bisa berasal dari minyak atau nasi yang biasanya melekat pada tangan bayi yang kebetulan memegang layar ponsel atau tabletpc kita miliki, atau kotoran burung yang jatuh pada permukaan kaca kendaraan dan mengendap lebih dari hitungan hari.

Minyak Telon PanDe Baik 8

Meski demikian, rupanya manfaat atau kegunaan ini tak banyak diketahui oleh mereka yang bekerja di tempat pencucian mobil atau service centre yang kaget begitu mengetahui layar ponsel yang kena noda tersebut belum pernah mendapat sentuhan lembar anti gores. Jadi saran mereka untuk mengganti lembar anti gores, jelas dimentahkan. Hehehe…

Padahal caranya cukup sederhana. Tuangkan sedikit minyak telon pada noda yang ada di permukaan layar ponsel ataupun kaca kendaraan, lalu gosok dengan tisu kering dengan cepat. Kalopun mau, bisa sambil dikorek dengan kuku seandainya noda agak tebal. Cara ini jauh lebih baik ketimbang membilasnya dengan sabun dan air sebagaimana pencucian mobil itu. Atau menggunakan lap kuning elastis penyerap air yang biasanya digunakan pemilik kendaraan itu. Bukannya bersih, malah ndak ngaruh.

Nah, semoga Tips ini berguna yah bagi kalian. Siapa tahu nanti mengalami hal yang sama dengan saya.

Kebanyakan Gadget

Category : tentang TeKnoLoGi

– Samsung Galaxy Note 3
– Samsung Galaxy Note 3 Neo *hibah dari aplikasi Pantau
– iPhone 4 CDMA *masih pake nomor Flexy tapi keseringan AirPlane Mode
– Modem Connex M1
– Modem Andromax 4G M2P
– Power Bank Samsung 50K mAh

Itu semua perangkat yang kini selalu hadir dalam tas pinggang cokelat, diselempang lantaran makin berat. Tapi kalopun secara rute gak butuh daya baterai lama, Power Bank biasanya ditinggal di rumah.

– Samsung Galaxy Note 2 – milik istri
– Samsung Galaxy Tab 7 Plus – baba nya Intan
– Samsung Galaxy Tab 3V – baba nya mbojek iYah
– Nokia Lumia 520 – ponsel kakek
– Nokia X – ponsel nenek

Yang ini barisan perangkat yang harus di charge ulang tiap malamnya, agar esok pagi bisa dipergunakan secara maksimal oleh masing masing pemiliknya. Sementara sisa colokan yang ada dalam jangkauan terdekat hanya ada 5. Sehingga yang sering mengalah adalah iPhone, modem, Nokia dan Baba-nya mbojek lantaran jarang dipakai.

Urusan kelistrikan sih sudah jadi kewajiban saya sehari-hari. Dari awal dulu. Tapi kini masih mending karena MP3 player sudah gak difungsikan lagi. Yang menjadi masalah terbesar kini adalah biaya internet bulanannya saja. Mengingat secara rumah, sudah ada wifi routernya Telkom Speedy dengan biaya 75ribu sebulan, akses Unlimited dengan kecepatan terbatas up to 512 KBps, ditambah Axis Pro Unlimited 50ribu di kali dua perangkat. Sementara Paket Indosat di Galaxy Note Neo, hanya seperlunya apabila sedang berada di luar kota, dimana jaringan Axis tidak mampu menjangkaunya. Paket yang diambil seharga 29ribu sebulan. Kini malah nambah dua calon lagi untuk dua Modem SmartFren yang sepertinya bakalan diisi ulang apabila mendesak sekali. Mengingat yang saya lihat masa berlaku paket internet atau sisa kuota data yang ada di kedua modem tersebut, masih cukup lama bisa dinikmati. Sedang perangkat lain, mutlak non aktif langganan paket data, hanya disambungkan bilamana perlu pada koneksi yang disebutkan tadi.

Kebanyakan Gadget. Itu yang saya rasakan. Padahal beberapa waktu lalu, pikiran sudah cukup tenang seiring aksi Deactivate akun FaceBook, dan dihibahkannya ponsel AccessGo 4E pada kakak ipar. Eh kok malah dapat hadiah lagi yang jauh lebih banyak.

Inginnya nanti mau dihibahkan lagi pada yang memerlukan. Sementara ini baru terlaksana satu saja, modem M2P yang satunya lagi, jadi ada dua modem yang diberikan oleh SmartFren, dipindahtangani ke Sloka Institute, induk Bale Bengong dan komunitas Bali Blogger Community. Ketimbang Mubazir, tidak tergunakan.

Sedang Note 3 Neo, inginnya tak balikin ke Developernya, mengingat secara aplikasi kini sudah mampu dijalankan di Note 3 yang saya miliki.

Rasanya satu Gadget itu sudah pas. Dan kalopun mendesak, ada tambahan Modem Connex M1 rasanya lebih dari cukup. Buat jaga-jaga saat kekurangan sinyal jaringan internet, atau kekurangan daya baterai mengingat modem tipe ini punya fungsi tambahannya juga.

Duuuhhh… Kebanyakan Gadget kok malah bingung ya ?

Pilih-Pilih Ponsel Android High-End Premium (5 juta-an ke-Atas)

Category : tentang KHayaLan

Kategori teratas dari Pilihan Ponsel Android dengan kisaran harga 5 juta keatas, saya punya pilihan level High-End alias Premium yang biasanya juga merupakan ponsel Flagship dari masing-masing brand. Best of the Best of the Best-nya.

Untuk spesifikasinya, ya gag usah ditanya lagi deh. Rata-rata sudah menggunakaan prosesor Quad bahkan Octa Core atau Delapan Inti, RAM 3 GB yang terbesar sejauh ini, Internal Memory ada pada besaran maksimal 32 GB, dan resolusi Kamera yang mumpuni. Ditambah beragam kemampuan tambahan yang menjadi jualan dan andalan bagi calon pembelinya.

Saingan semua alternatif di level High-End ini cuma satu. IPhone. Mengingat secara kisaran harga, hanya ponsel berbasis iOS ini saja yang ditawarkan di pasar Indonesia dengan kisaran harga tersebut. Jadi, pilihan boleh jadi makin lebar. Sedang Lumia series dari Nokia, boleh saja dikesampingkan dahulu mengingat masih banyak fitur didalamnya yang dibatasi untuk menunjang aktifitas sehari-hari. Entah nanti kalau versi Windows Phone-nya mencapai versi 10 yah.

Oke, apa saja pilihannya ? Yuk kita lirik…

Sony menyajikan seri Xperia Z2, yang meskipun sudah merilis penggantinya yang baru yaitu Z3, namun secara spesifikasi yang tidak meningkat terlalu jauh rasanya Z2 masih jadi Best Price untuk ponsel besutan Jepang ini. Spesifikasinya tidak jauh berbeda dengan standar diatas.

Samsung menyajikan seri Galaxy Note 3 yang diperkenalkan pada kuartal ketiga tahun 2013 lalu. Sama halnya dengan Sony, seri pembaharuan Note 4 sebetulnya sudah hadir saat ini, namun dengan harga yang nyaris menyamai sepeda motor, rasanya sih Note 3 masih pantas untuk dipilih. Apalagi secara rupa dan spesifikasi tidak terlalu jauh signifikan perbedaannya.

HTC menyajikan seri One M8 yang diperkenalkan setahun lalu dengan spesifikasi standar diatas dengan sedikit pertimbangan minus yaitu terkait kapasitas batere yang hanya 2600 mAh saja. Memiliki Dual Camera depan Ultra Pixel dan 5 MP kamera depan untuk menyalurkan hobi Selfie bagi para loyalis sejatinya. Satu lagi pertimbangan yang mungkin agak berat dijadikan rekomendasi yaitu soal harga yang lebih tinggi lagi dari Samsung Galaxy Note 4. Fiuuuh…

LG menyajikan seri G3 versi 4G LTE, satu-satunya pilihan dijalur frekuensi terbaru. Ada sih pilihan lainnya yang lebih unik seperti seri G Flex yang punya layar melengkung, namun secara spesifikasi tampaknya G3 4G ini memiliki pilihan yang jauh lebih baik.

Lenovo menyajikan seri Vibe Z2 Pro dengan spesifikasi serupa standar diatas namun dengan kapasitas batere setara TabletPC, 4000 mAh.

Oppo menyajikan seri Find 7 dengan spesifikasi sesuai standar diatas. Namun jangan salah dengan namanya, layar yang dijual bukanlah 7″ namun hanya 5,5″ saja. He…

Untuk brand lainnya, terpantau tidak merilis ponsel Android di kisaran harga ini. Resiko besar mungkin anggapan mereka.

Dari beberapa alternatif yang disampaikan diatas, barangkali hanya LG G3 4G saja yang menarik untuk dipinang mengingat secara frekuensi jaringan yang dimiliki sepertinya kelak akan menjadi standar menarik bagi pengguna Android yang menginginkan akses Internet kecepatan tinggi guna mendukung kinerja dan produktifitas mereka. Namun bukan tidak mungkin, beberapa nama besar macam Samsung atau Sony sedang menyiapkan ponsel andalan mereka di jaringan yang sama untuk berkompetisi lebih jauh lagi.
Kalian siap ?

Pilih-Pilih Ponsel Android Level Menengah (3,5 hingga 5 juta-an)

Category : tentang KHayaLan

Masuk dalam kategori Level Menengah, Tips memilih ponsel Android dengan rentang harga di kisaran 3,5 hingga 5 juta-an rupiah, memiliki alternatif jauh lebih kompetitif, baik spek maupun keunggulan yang ditawarkan. Beberapa diantaranya malah merupakan ponsel Flagship yang setahun lalu ditawarkan dengan harga fenomenal.

Spesifikasi yang umum pada kategori ini biasanya memiliki besaran RAM 2 GB, prosesor Quad Core, 16 GB Internal Storage dan layar lebar. Apa saja pilihannya ? Yuk kita tengok…

Sony menyajikan seri Xperia Z Ultra yang diperkenalkan bulan September 2013 lalu, salah satu ponsel Flagship yang memiliki spek sebagaimana diatas plus layar 6,4″. Lebih mirip TabletPC Android sebetulnya.

Samsung menyajikan seri Galaxy Note 3 Neo N7500 yang memiliki spesifikasi menengah yaitu RAM 2 GB, prosesor Enam inti dan pengurangan lebar layar dari sang kakak, hanya sekitaran 5,25″ saja.

HTC menyajikan seri Desire 816 dengan spesifikasi dibawah rata-rata diatas, yaitu RAM 1,5 GB, 8 GB Internal Memory, layar 5,5″ dan prosesor Quad Core 1,6 GHz. Perkiraan saya sih seri 816 bakalan jadi spek terendah yang ada dalam kategori ini.

LG menyajikan seri G2 yang juga merupakan salah satu ponsel Flagship di akhir tahun 2013 lalu. Dengan spesifikasi RAM 2 GB, 16 GB Internal Memory, prosesor 2,2 GHz, layar 5,2″ dan daya batere 3000 mAh. Kalau tidak salah sih ya, dalam seri ini diperkenalkan juga teknologi ketuk layar untuk mengaktifkan ponsel.

Oppo menyajikan seri N1 Mini yang dikenal dengan teknologi kamera putarnya yang mampu memfungsikannya sebagai dua kamera, depan dan belakang untuk mendukung kebutuhan Selfie pengguna. Spesifikasinya masih setara diatas namun dengan kapasitas batere yang cukup terbatas. Meski bukan ponsel pertama yang mengadopsi teknologi kamera putar (dulu ada ponsel Samsung yang punya fitur serupa), namun untuk saat ini N1 merupakan satu-satunya ponsel Android papan menengah yang mengadopsi teknologi ini.

Asus menyajikan seri Padfone S dengan spesifikasi serupa diatas, namun dengan besaran Internal Storage yang menggoda iman, 32 GB. Lumayan lega untuk menyimpan banyak video didalamnya.

Huawei menyajikan seri Ascend P7 dengan spesifikasi yang pula tidak jauh berbeda dengan standar diatas.

dan untuk brand Lenovo, Acer juga Xiaomi kalau tidak salah belum mempunyai pilihan pada rentang harga ini.

Untuk pilihan terbaik ada dua alternatif yang bisa dipertimbangkan, pertama Sony Xperia Z Ultra dengan layar lebarnya demi kenyamanan beraktifitas dan menonton video, dan Samsung Galaxy Note 3 Neo dengan teknologi Stylus tambahan built in untuk membantu aktifitas kerja bagi pekerja yang produktif.

Secara brand, keduanya punya jaminan mutu tentu saja.

Pilih-Pilih Ponsel Android Standar Minimal (2 hingga 3,5 juta-an)

2

Category : tentang KHayaLan

Pada kategori pertama ini, saya akan pilihkan beberapa Rekomendasi dari berbagai merek ponsel yang ada, namun lebih mengerucut pada pemain branded. Seperti Samsung, Sony, LG, HTC, Lenovo, Oppo, Asus, Acer dan Huawei. Apa saja itu ? Yuk kita mulai.

Untuk ponsel Android pada rentang harga 2 hingga 3,5 juta-an dengan kategori Standar Minimal RAM 1 GB adalah sebagai berikut :

Samsung menyajikan seri Galaxy Grand II dengan spesifikasi RAM 1,5 GB, prosesor Quad Core 1,3 GHz layar 5,2″ dan kapasitas batere 3000 mAh.

Sony menyajikan seri Xperia T2 Ultra Dual dengan spesifikasi RAM 1 GB, prosesor Quad Core 1,4 GHz layar 6″ dan kapasitas batere 3000 mAh.

HTC menyajikan seri Desire 616 dengan spesifikasi RAM 1 GB, prosesor Octa Core 1,4 dan layar 5″. Sayangnya hanya 2, yaitu Internal Storage tergolong Mini alias 4 GB, sangat riskan meski terdapat eksternal memory dan batere masih menggunakan kapasitas 2000 mAh.

LG menyajikan seri G3 Stylus dengan spesifikasi RAM 1 GB, prosesor Quad Core 1,3 GHz, layar 5,5″ dan kapasitas batere 3000 mAh. Nilai plusnya ada pada bonus stylus yang diberikan, namun jenis dan fungsinya tidak sama dengan Stylus yang ada pada seri Note-nya Samsung ataupun HTC terdahulu. Pun demikian dengan penempatan stylus yang tidak built in pada ponsel.

Lenovo menyajikan seri Vibe X2 dengan spesifikasi RAM 2 GB, prosesor Quad Core 2,0 GHz, Internal Storage lumayan menggoda 32 GB dan masih pula bisa ditambahkan dengan eksternal memory, layar 5 inchi namun daya batere yang masih standar, 2300 mAh.

Asus menyajikan seri Zenfone 6 dengan RAM 2 GB, layar lebar 6″ dan Internal Storage yang lega 16 GB plus kapasitas batere 3300 mAh, yang sayangnya secara prosesor masih menggunakan Dual Core 1,6 GHz.

Acer menyajikan seri Liquid E700 dengan RAM 2 GB, Internal Memory 16 GB dan prosesor Quad Core 1,2 GHz, Layar 5″ dan batere 3000 mAh.

Huawei menyajikan seri Honor 3X dengan spesifikasi RAM 2 GB, prosesor Quad Core 1,7 GHz, layar 5,5″ dan batere 3200 mAh.

Oppo sendiri kalo tidak salah gag ada melepas seri di kisaran ini, namun diluar semua brand tadi ada satu alternatif ponsel Android lagi yang belakangan lagi Booming. Yaitu…

Xiaomi Redmi Note dengan spesifikasi RAM 2 GB, prosesor Octa Core 1,7 GHz, layar 5,5″ dan batere 3200 mAh. Menggiurkan bukan ?

Nah, dari beberapa alternatif ponsel Android diatas dengan rentang harga 2 hingga 3,5 juta-an rupiah, kategori Standar Minimal penggunaan, yang paling menarik dilirik tentu saja Xiaomi Redmi Note yang katanya lagi sih, patut disandingkan dengan ponsel mumpuni bernama iPhone. Namun yang kemudian menjadi pertanyaan selanjutnya adalah soal Layanan Purna Jualnya.

Jika kalian yakin dengan kualitas dan layanannya, kenapa musti ragu ?

Pilih Pilih Android (lagi) ?

Category : tentang KHayaLan

Tempo hari saat jalan kaki mengiringi bade ke setra/kuburan, ada diskusi kecil soal Tips memilih ponsel Android di tahun 2015 ini.
Seorang kerabat merasa kebingungan dengan banyaknya pilihan yang ada. Banyak brand, banyak spek, dan tentu masing-masing banyak kelebihan juga kekurangannya.

Memilih ponsel Android setahun terakhir ini memang makin susah. Gak seperti milihin ponsel besutan Apple aka iPhone atau yang spesifik langka bersistem operasi Windows Phone. Semua itu gara-gara bebasnya penggunaan OS Android oleh banyak pihak, dari branded hingga lokal.

Jadi makin susah ketika beberapa brand ternama mulai merilis berbagai jenis ponsel Android dengan spesifikasi mirip-mirip, dengan waktu rilis yang berdekatan pula. Semua dilakukan agar konsumen tetap bisa mendapatkan kualitas yang mampu bersaing satu sama lainnya, meskipun kalau mau meladeni itu semua ya memang butuh dana yang tidak sedikit.

Standar Pertama yang saya tetapkan, ya masih sama dengan terdahulu. Besaran Memory RAM yang minimal 1 GB. Tempo hari pernah saya ralat. namun ketika menyadari bahwa ponsel dengan besaran RAM 1 GB ternyata mampu memainkan beberapa games dengan tingkatan lebih tinggi, maka pilihanpun kembali dipertajam.

Standar Kedua tentu saja masuk ke Budget. Yang saya tetapkan minimal 2 jutaan mengingat perangkat yang masuk spesifikasi RAM 1 GB rata-rata berada pada kisaran tersebut. Terkecuali ponsel Android lokal atau yang dikenal dengan istilah pocin. Dengan rentang harga di kisaran ini, pilihan yang ada terlihat makin banyak. Bahkan ada pula pemain baru yang masuk dengan spesifikasi mumpuni.

Sedang terakhir, bukanlah standar tapi pilihan. Soal Brand. Lebih suka brand lokal atau yang mainstream ? Kelebihan brand lokal tentu jatuhnya jauh lebih murah, dengan banyak bonus biasanya, sedang kekurangannya ya soal layanan purna jual yang masih serba terbatas atau nitip brand lain biasanya. Namun dengan dua syarat diatas saran saya sih ambil yang branded. Ada banyak pilihan lanjutannya kan ?

Sebagai Referensi tambahan, sebelum mulai memilih dan menentukan bisa menggunakan Buyers Guide miliknya tabloid ponsel macam Pulsa atau Sinyal, bahkan kalo punya kemampuan browsing di Google bisa mampir di halaman-halaman Review macam GSMarena misalkan atau hunting di situs berbagi video macam YouTube.

Dengan besaran Budget senilai minimal 2 juta rupiah, ada 3 kategori yang nantinya akan saya bagi dengan rentang nilai tertentu untuk mendapatkan sejumlah pilihan terbaik. Pertama, ponsel Android Standar Minimal dengan harga 2 hingga 3,5 juta rupiah, kedua level Menengah dari 3,5 hingga 5 juta rupiah dan ketiga High-End alias versi Premiumnya, diatas 5 juta rupiah.

Kalopun nanti sempat, akan saya pilihkan pula ponsel Android buat pemula yang barangkali secara spesifikasi ada setara atau dibawah standar minimal tadi. Tentu menyasar rentang harga dibawah 2 juta rupiah, RAM 512 MB hingga 1 GB (jikapun ada), dan dari dua sisi merek. Yang Branded maupun pocin.

Sedangkan untuk rencana pilihan diatas, sengaja saya tidak masukkan ponsel pocin atau lokal, karena eman, kasihan, uang 2 juta rupiah keatas dipilihkan kualitas yang masih patut dipertanyakan. Tapi bukannya meremehkan loh ya. Hanya sekedar jaga kemungkinan saja.

Oke, lalu ponsel Apa saja dan mana saja alternatif yang bisa dilirik pada kategori Best Price alias Murah Meriah pada masing-masing kategori, dan layak direkomendasi atau digunakan minimal rentang waktu 1-2 tahun ?
tunggu di tulisan berikutnya ya…

Ketika Tabloid Ponsel tak lagi menarik

1

Category : tentang Opini, tentang TeKnoLoGi

Salah satu bacaan wajib saya sejak satu dasa warsa silam adalah tabloid ponsel. Kalo gag salah jaman itu masih ada yang namanya SmS atau NewsPonsel. Sedang kini yang mampu bertahan hanya dua saja. Pulsa dan Sinyal.

Kebiasaan saya untuk membeli dan (wajib) membaca tabloid model beginian sebenarnya bagus. Selain meningkatkan pemahaman kita akan teknologi ponsel yang semakin hari tingkat perkembangannya semakin pesat, juga kemudian menjadi bahan acuan ketika melakukan Review atau perbandingan spesifikasi bahkan menulis di salah satu media di tanah Bali. Akan tetapi faktanya gag sedikit yang mencibir kebiasaan ini dan dicap gag berguna. Kalo gag salah ingat sih oleh mantan terdahulu *ups

Ketika beberapa artikel yang ada dalam belasan tabloid dan majalah ponsel tampak menarik untuk disimpan dan dipelajari lebih jauh, saya biasanya merobek halaman demi halaman dan mem-file kannya dalam satu map tebal untuk kemudian dibaca kembali saat senggang. Yang kemudian ketika map ini semakin banyak jumlahnya, sayapun beralih mengabadikan halaman tersebut kedalam gambar kamera dan disimpan menjadi satu folder dalam pc maupun ponsel dengan memberikan penamaan secara spesifik untuk memudahkan pencarian.

Tapi entah mengapa, makin kesini kini tabloid ponsel sudah tak lagi menarik hati. Mungkin salah satu penyebabnya adalah rasa bosan yang mendera dari waktu ke waktu belakangan akan informasi yang kelihatannya itu-itu saja diberikan. Tidak ada inovasi baru macam Dark Side nya tabloid SmS yang dahulu bahkan sempat diprotes para vendor ponsel. Selain itu bisa juga lantaran secara perkembangan, kini tak lagi sepesat dan sehebat dulu perubahannya. Bisa dikatakan tergolong stagnan lantaran gag banyak inovasi dan perubahan baru yang dilakukan oleh masing-masing vendor kenamaan. Hanya permainan spesifikasi, harga dan gimmick jualannya. Ini mirip kondisi saat Nokia merajai pasar beberapa tahun silam lewat OS Symbian nya, yang kemudian dilepas dalam berbagai seri N dan E.

Hadirnya beragam varian dari vendor branded hingga lokal untuk Android series tampaknya kini sudah mulai kacangan bahkan murahan. Sehingga gag salah juga sih kalo banyak konsumen yang mulai beralih ke vendor kenamaan yang hanya merilis satu dua ponsel dalam hitungan tahun. Meski demikian, saya pribadi masih tetap setia dengan pilihan sejak awal demi mendapatkan berbagai macam kemudahan yang mendukung pekerjaan.

Balik ke topik, kini semua kebiasaan untuk membaca tabloid ponsel rasanya sudah makin jarang saya lalukan, termasuk saat menunggu turunnya ide di toilet rumah dan menanti agenda yang telah disepakati. Semua berubah dengan adanya ponsel dan layar lebarnya plus informasi online yang semakin mudah didapatkan.

Adakah yang sependapat dari kalian ?

AccessGO 4E, Quad Core Murah untuk Semua ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Kebutuhan akan sebuah perangkat ponsel pintar di jaman kekinian sepertinya sudah menjadi satu standar baku bagi semua kalangan untuk sekedar menemani aktifitas harian, pekerjaan bahkan hiburan. Apalagi untuk segmen generasi muda yang notabene menjadi sasaran empuk bagi para vendor kenamaan, saling berlomba menawarkan fitur dan teknologi terbaru sebagai nilai tambah demi meningkatkan potensi penjualan dan memenangkan persaingan. Dimana pangsa pasar ini memiliki seabrek aktifitas yang biasanya dijalani, dari bermain games sekelas Clash of Clan, bersosial media seperti Facebook, Twitter ataupun Path dan Google Plus, aktif berbicara melalui aplikasi messenger BBM, Whatsapp, Line atau WeChat, maupun Selfie dan photo editing Camera 360 hingga Instagram. Ini belum termasuk aktifitas harian lainnya seperti email, voice ataupun office processing.

Untuk dapat mengadopsi banyaknya kegiatan yang kini sudah dapat dilakukan hanya dengan memanfaatkan satu media smartphone, salah satu yang kemudian menjadi standar baku adalah seberapa besar kemampuan yang dimiliki dan mampu dijalankan. Dalam kapasitas sebuah ponsel, biasanya yang menjadi tolok ukur adalah besaran prosesor, memory RAM dan internal storage. Infonya dalam perkembangan terakhir, perpaduan kekuatan inilah yang kemudian menjadi pertimbangan dalam memilih sebuah perangkat ponsel pintar, ditambah jika memungkinkan dengan faktor besaran Budget yang dibutuhkan.

Biasanya makin besar kemampuan yang dimiliki, makin mahal pula harganya. Namun seiring dengan kompetisi yang dilahirkan, ongkos produksi tampaknya mulai dapat dipangkas untuk dapat memberikan pilihan yang lebih banyak bagi konsumen. Faktanya, untuk mengakomodir seabrek kegiatan tersebut dibutuhkan sebuah perangkat level menengah dimana memiliki kisaran harga 2 juta keatas. Itupun pilihan yang ada hanya beberapa item saja dirilis oleh vendor dengan kombinasi standar. Hal ini menjadikannya sebuah tantangan bagi semua kalangan khususnya generasi muda, memilih perangkat pintar berkemampuan optimal dengan harga yang seekonomis mungkin.

AccessGO 4E PanDeBaik

AccessGo, jika dilihat dari track record yang ada merupakan pendatang baru di barisan vendor smartphone regional. Berbasiskan sistem operasi Android 4.4 Kitkat, mereka tampaknya ingin mencoba peruntungan di pasar Indonesia yang memang tergolong menggiurkan bagi belasan produsen lainnya. Salah satu jagoan yang saat ini akan diperkenalkan kepada publik adalah seri AccessGo 4E yang notabene dari spesifikasi sebagaimana terlampir pada halaman website resmi mereka di http://accessgo.com/ disenjatai dengan prosesor berkekuatan empat inti alias Quad Core 1,3 GHz Cortex A7. Dikombinasi dengan besaran memory RAM standar masa kini 1 GB plus internal storage 4 GB rasanya harapan untuk dapat menjajal berbagai kemampuan di awal tadi sudah sedikit terbayang meskipun secara storage, masih jua terasa kurang. Tapi jangan khawatir, AccessGo telah menyiapkan slot memory card eksternal sebagai storage cadangan untuk mengantipasi banyaknya space yang dibutuhkan dalam beraktifitas. Tentu pengguna musti rajin juga melakukan pemantauan terhadap sisa internal storage demi menjaga performa ponsel secara keseluruhan.

Dibekali ukuran layar 4,5″ tipe IPS LCD 540×960 pixels, tentu sudah cukup lapang untuk digunakan beraktifitas sebatas sosial media ataupun bermain games bahkan untuk aktifitas harian sekalipun. Dan ini berpengaruh pula pada dimensi ponsel yang cukup nyaman untuk masuk ke saku celana ataupun kemeja. Datang dengan fitur microSim Card Dual Standby , ponsel yang mendukung jaringan 3G HSDPA HSUPA ini siap menemani kalian, kapanpun dan dimanapun berada.

Untuk mengabadikan momen penting, AccessGo 4E menyediakan lensa kamera berkekuatan 5 MP di sisi belakang dan 2 MP di sisi depan, yang disertai LED flash dan fitur autofocus, ditambah kemampuan perekaman video HD 1080p. Cukup memuaskan termasuk diantaranya demi menyalurkan hasrat Selfie bersama kawan lainnya.

Namun Terpenting, dari semua fitur kelas menengah yang disajikan tadi, AccessGo 4E rupanya ditawarkan dengan harga yang sangat terjangkau dan bersahabat bagi kalangan generasi muda sekalipun. Satu Juta perak pas mantab. Bukan sejutaan seperti iklan ponsel lain yang ada ekor 999ribu, tapi beneran sejuta. Surprise ? Tentu saja. Bahkan infonya nih, untuk Launching mereka menawarkan harga 969ribu rupiah saja. Makin ngiler… :p

Dengan harga jual yang hanya sejuta perak itu, tentu AccessGo 4E merupakan satu pilihan yang layak untuk dinanti peluncurannya pertengahan Oktober 2014 ini. Mengingat pada rentang harga yang sama, kalau tidak salah belum ada kompetitor yang berani hadir dengan kemampuan tersebut. Rata-rata masih bergerak pada prosesor Dual Core 1 GHz dengan kombinasi RAM 512 MB.

Tapi eits, jangan puas dulu. Karena selain menyediakan fitur standar FM Radio, GPS dan dukungan nirkabel Bluetooth serta kemampuan untuk menjadikan ponsel sebagai perangkat hotspot lewat Tetheringnya, AccessGo 4E pula menyediakan akses NFC alias Near Field Communications dimana pengguna memiliki peluang untuk saling bertukar file dengan cara menyentuhkannya satu sama lain. Keren bukan ?

Satu-satunya kelemahan kecil yang dilihat dari spesifikasi yang ditawarkan adalah data tahan baterai yang hanya berkekuatan 1.700 mAH, masih tergolong standar apabila melihat dari trend yang ditawarkan belakangan ini. Jadi untuk berjaga-jaga, ada baiknya disediakan pula teman setia para ponsel yaitu PowerBank sebagai backup daya.

Mengingat AccessGo merupakan pendatang baru, tentu saja salah satu kekhawatiran konsumen akan pilihannya kali ini adalah Layanan Purna Jual atau aftersales yang rupanya telah pula dipersiapkan secara matang lewat 28 gerai di berbagai kota besar se-Indonesia termasuk diantaranya Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Denpasar, Manado dan lainnya.

Hmmm… rasanya ponsel yang satu ini, memang layak kita tunggu nih kehadirannya.

Ponsel dan Perubahan -era Android

Category : tentang TeKnoLoGi

Saya mulai berkenalan dengan si robot hijau kalo gag salah awal tahun 2010 dengan banyak pertanyaan.

Sementara iPhone yang saat itu sudah mulai tenar meski belum seramai BlackBerry, masih tergolong mahal dan sulit dijangkau. Apalagi untuk potongan seorang PNS.

Baru di bulan Juni tahun yang sama, saya menurunkan satu tulisan yang bercerita soal Android. dan berselang 9 bulan, saya mendapatkan ponsel Android pertama yang masuk dalam kategori Menengah untuk ukuran saat itu, Samsung Galaxy Ace S5830 dengan versi OS 2.3 GingerBread. Masa-masa ini bisa dikatakan sebagai masa lanjutan era Windows Mobile.

Android

Secara keseluruhan, saya sangat puas dengan kinerja Ace dimana saat itu salah satu terobosan penting yang mampu dilakukan adakah me-remote Server milik LPSE Badung, satu unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Secara Elektronik. Ditambah internetan full day secara mobile meski dengan bantuan Power Bank.

Perkenalan dengan Android berlayar 7 inchi pun sebenarnya bukan hal yang disengaja. Gara-garanya sih saya membutuhkan perangkat TabletPC yang bisa nelpon dan sms untuk memudahkan mobilitas, satu perangkat untuk semua. Akhirnya dengan mengumpulkan honor kerja akhir tahun bantu-bantu di Bidang sebelah, sayapun berpindah ke Samsung Galaxy Tab 7 Plus yang kini sudah dilimpahkan pada anak untuk perangkat full games dan multimedia mereka.

Sebagai gantinya, sebuah handset ber-Stylus pun kini jadi senjata. Dipilih setelah kecapekan menggunakan perangkat 7 inchi sebagai ponsel sekaligus lembar kerja. Susah bawanya kalo lagi pengen kemana-mana, musti bawa tas pinggang lagi. :p

Kalo dulu saat memiliki Android pertama, banyak hal yang dipelajari agar perangkat bisa berfungsi secara maksimal. Ini lantaran besaran RAM yang masih dibawah 512 MB, dan secara kebetulan Galaxy Ace merupakan salah satu yang terlaris masa itu, menyebabkan begitu banyak forum yang membahas dan mengembangkan sistem operasinya lebih jauh. Dari Root, update, upgrade hingga Custom ROM. Satu persatu dicoba sampe bosan sendiri. Namun sejak menggunakan Tab 7 Plus dan kini Note 3, aktifitas tersebut sudah tidak saya lakukan lagi mengingat secara bawaan rasanya sudah sangat memuaskan.

Ponsel dan Perubahan (dalam hidup), era Android ini sementara menjadi akhir dari perjalanan panjang satu proses transformasi. Dari yang dahulunya murni untuk berkomunikasi, kini sudah berkembang sangat jauh, utamanya tentu mendukung pekerjaan  serta rutinitas kewajiban sebagai seorang PNS.

Bagi kalian tentu proses perubahan ini akan berbeda satu dengan lainnya, bergantung pada kebutuhan. Namun saya yakin, proses pergeseran ini lambat laun akan mengarah pada hal yang positif dan bermanfaat, meski dalam perjalanannya selalu ada bumbu menarik untuk disimak. Seperti media untuk membaca PlayBoy dan PentHouse bahkan menonton (maaf) Blue Film secara diam-diam.

Tapi oke deh… posting ini merupakan seri terakhir dari rangkaian yang ada, dan sebisanya jangan terlalu dianggap serius mengingat ini hanyalah curhat untuk update isi blog saja.

Dan by the way, hari ini pun sekaligus saya gunakan untuk mengucapkan Selamat Merayakan Galungan bersama Keluarga, semoga keBaikan datang dari segala penjuru.

Well, see you next posting yah…