Politik Santun ‘Penegak Hukum’ dalam Kartun Mice Misrad

Category : tentang InSPiRasi

Berikut beberapa gambar goresan kartun karya Muhammad Mice Misrad dalam buku ‘Politik Santun dalam Kartun’ tentang kisah KPK, Menteri dan para Penegak Hukum yang kerap dipertanyakan kredibilitas serta kesungguhannya dalam memberantas Korupsi.

*

*

*

* > KPK

*

*

* > Menteri

*

*

Sensasi FaceBookers Evan Brimob

13

Category : tentang Opini

Evan Brimob merupakan salah seorang dari 12 juta FaceBookers negeri ini yang melek dengan teknologi. Tak hanya situs pertemanan ini saja yang ia miliki, namun juga situs yang sebelumnya booming namun mulai ditinggalkan, Friendster.

Tak ada yang istimewa dari profil yang tertera dalam Info yang bersangkutan. Seorang jejaka kelahiran 1986 dan berzodiak sama dengan saya, Aries. Satu zodiak yang biasanya memiliki gejolak emosi yang tinggi, saya akui itu. Memiliki teman hingga mencapai angka 800an orang, salut saya katakan, lantaran tidak banyak aparat penegak hukum yang mampu bergaul dan bergelut di dunia maya.

Evan Info

Evan Brimob mulai beken setelah salah satu update statusnya mengatakan “polri gak butuh masyarakat… tapi masyarakat yg butuh polri…. maju terus kepolisian indonesia, telan hidup2 cicak kecil…..”

Ya, inilah imbas dari kemelut yang terjadi selama sepekan terakhir. Perseteruan ‘Cicak melawan Buaya’ yang kendati istilah tersebut telah dipinta untuk tidak digunakan lagi, namun publik tetap saja mengingat sebagai tanda arogansi seorang oknum penegak hukum di negeri ini.

Respon yang diberikan atas update status Evan Brimob ini tentu saja beragam. Dari yang Pro terhadap Cicak, tentu saja mengecam pernyataan sang empunya status. Sebaliknya dari pihak yang Pro terhadap Buaya, ya mengamini-nya…

Perseteruan ini mengingatkan saya pada saat negara Tetangga kita, Malaysia mengklaim beberapa warisan budaya yang kita miliki. Di salah satu Forum terdapat beberapa Thread khusus yang difungsikan kedua pihak (remaja Indonesia dengan remaja Malaysia) untuk saling mengejek dan mencaci satu sama lain.

Saya sendiri hanya senyum-senyum saja dibuatnya. Buang-buang energi untuk meladeni orang-orang kaya’gini tentu saja.

Untuk situs pertemanan FaceBook, jika kita tidak menyukai status yang diungkap oleh seorang ‘teman’ ya tinggal di ‘Hide’ saja orang tersebut dari daftar Beranda/Home, update status terakhir. Jika yang bersangkutan membuat pernyataan yang bodoh menurut akal sehat yang kita miliki, kita bisa melakukan tindakan Black List atau bahkan menganggapnya sebagai Spam. Tindakan paling mudah adalah memecat yang bersangkutan dari daftar Pertemanan yang kita miliki.

Sebagai seorang FaceBookers, sah-sah saja Evan mengutarakan pendapatnya seperti itu, yang barangkali sudah mendapatkan pembelokan pola pikir saat pendidikan ataupun obral obrol sejawatnya saat ini. Tapi tetap saja membuat kita mengelus dada…

Sumber dan Perkembangan Terakhir

Evan Profile

Info tentang update status Evan Brimob ini saya dapatkan dari seorang rekan sesama FaceBookers, Agustinus Tri Laksono yang memberikan link menuju Thread Kaskus. Selanjutnya informasi yang bersangkutan (Evan Brimob) saya dapatkan dari link yang tertera pada Thread, menuju akun seorang FaceBookers Maquis Spanish’s. Kebetulan maquis sempat menyadap isi akun si oknum Brimob, dari foto profil, respon status hingga status infonya.

Kabar terakhir, akun Evan Brimob telah di-nonaktifkan dari situs pertemanan FaceBook. Kehilangan ini direspon oleh para ‘pendukung” Evan dengan membuat satu group “Evan Brimob di Benci Rakyat Indonesia” yang hingga pk. 8.10 Wita tadi sudah memiliki keanggotaan 187 FaceBookers. Dari group pula, terdapat link menuju sebuah media online koran radar, yang menaikkan headline ‘akibat FB, Evan Brimob mencari Sensasi’.

‘Cicak vs Buaya’ merambah FaceBook

41

Category : tentang Opini

Perseteruan antar lembaga negeri ini rupanya telah memasuki babak baru. Dijebloskannya dua pimpinan KPK Bibit dan Candra kedalam sel sekaligus ditetapkan sebagai Tersangka, dituntut dengan pasal ‘seenak perut’ (karena digonta ganti ketika tuntutan lainnya tidak terbukti) direspon oleh sebagian besar rakyat Indonesia. Beberapa Tokoh penting juga akhirnya turun gunung berusaha menengahi ataupun mendesak Presiden untuk bertindak. Tak sedikit pula yang tampil dibarisan depan menjaminkan diri mereka dan menuntut pembebasan kedua petinggi KPK tersebut.

Dukungan moral rupanya tak hanya disuarakan dalam bentuk nyata. Dalam ranah mayapun dukungan terus mengalir demi sebuah keinginan menegakkan keadilan dinegeri ini. Facebook salah satunya.

“Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Riyanto” yang digagas oleh Usman Yasin dalam hitungan hari telah meraup dukungan setengah dari target yang diharapkan. Hingga 3 November pagi pk. 8.50 tercatat sudah mencapai angka 505.095 Facebooker yang ikut memberikan dukungan. Adapun tambahan link (pranala) yang berkaitan sekitar 3.121, 486 foto (ilustrasi) dan 72 video.

Dukungan KPK

Dukungan terhadap KPK dihimpun juga oleh beberapa group lain seperti “PEOPLE POWER!!!” DUKUNG TRANSPARANSI KASUS BIBIT DAN CHANDRA HAMZAH “ dengan 3.224 FaceBookers, “Sejuta Dukungan Buat Bibit S Rianto & Chandra M Hamzah (KPK)” dengan 1.277 FaceBookers, “Dukungan Buat KPK” dengan 661 FaceBookers dan  “Dukungan Moral Untuk KPK” dengan 322 FaceBookers.

Maraknya dukungan terhadap lembaga superbodi KPK rupanya lumayan membuat gerah para ‘pendukung’ Polri dan Kejaksaan. Demopun dilakukan dan mengecam balik KPK. Sayangnya terlepas benar tidaknya ‘dukungan’ ini, adanya pengakuan para pendemo ‘pendukung’ ini makin mencoreng citra Polri dan Kejaksaan. Seperti biasa adanya uang lelah yang diberikan agar mereka bersedia turun kejalan, dengan alasan sebagai ‘uang makan’ saat melakukan demo. Jelas-jelas ini berbeda dengan gerakan Pendukung KPK yang secara ikhlas merasa terpanggil untuk turun kejalan.

Dukungan POLRI

Pada situs pertemanan FaceBook, para ‘pendukung’ Polri dan Kejaksaan ini akhirnya membuat tandingan dengan nama “Dukungan 2.000.000 facebookers untuk POLRI” yang sayangnya masih dalam rentang waktu yang sama hanya mampu menjaring 34 FaceBookers. Adapun beberapa bentuk dukungan lain di situs pertemanan ini adalah “1.000.0000.0000 dukungan untuk POLRI melawan pengkerdilan institusi Polisi” Satu milyar ? yang bener ? dan dari target satu milyar tersebut baru berhasil menjaring 27 FaceBookers. “1.000.000 Dukungan Facebooker terhadap POLRI dalam Drama Buaya Vs Cicak” dengan 109 FaceBookers,  “M3MB3RI DUKUNGAN TERHADAP POLRI” dengan 106 FaceBookers dan “DUKUNGAN KEPADA POLRI & KPK MEMBERANTAS KORUPSI DAN OKNUM SILUMAN” dengan 19 FaceBookers.

Kekuatan dunia maya dalam upaya memberikan pengaruh pada politik di Indonesia tengah diuji. Apakah masing-masing nantinya akan mampu membuktikan harapannya ? kita tunggu saja…