Pelajaran dari Politik Hari Ini Untuk Kita Semua

Category : tentang iLMu tamBahan

Pelajaran dari Agus Harimurti untuk kita semua :
Jangan resign kalau belum dapat kerjaan baru, meskipun dapet rekomendasi dari bapak.

Pelajaran dari Pak Mahfud buat kita semua :
Jangan cerita ke orang-orang dapat kerjaan baru kalau belum sign kontrak.

Pelajaran dari Sandiaga untuk kita semua :
Selalu liat peluang baru yang lebih baik. Berani keluarin modal untuk keberhasilan.

Pelajaran dari Ma’ruf Amin buat kita semua :
Jangan putus asa jika usia sudah tidak muda lagi, siapa tau keberhasilan datang di usia di atas 60 tahun.

* * *

Saya kurang tahu siapa yang membuat quote diatas pertama kali. Namun jika dicermati, tentu memiliki makna yang sangat dalam utamanya bagi kita generasi muda milenial.
Saya sendiri mendapatkannya dari share kawan Whatsapp Group. Mohon Maaf jika hanya Copas…

Siap-siap di-UnFollow yah

Category : tentang Opini

Kalian yang sempat baca postingan saya Sabtu kemarin, dijamin langsung nyengir kalo sempat baca tanggapan upload video tenggelamnya penataan sungai sebelah sekolah Dharma Praja Gatot Subroto, dekat stand kuliner Taman Kota Lumintang, Senin sore tadi. Padahal baru juga diguyur hujan deras sebentar.

Saya pribadi sebetulnya gak ada maksud politis apapun mengingat Kota Denpasar, kota kelahiran dan kòta dimana saya menetap, kini sudah begitu menarik untuk dinikmati, rupanya menyimpan banyak perubahan yang tak pernah disadari sebelumnya. Salah satunya ya penataan sungai di tekape yang meski belum semegah area pasar Badung, rasanya patut juga diacungi jempol. Cuma sayangnya, kekaguman saya hanya bertahan sebentar seiring air pasang naik yang menenggelamkan pemandangan apik sejauh mata memandang.
Berhubung Jaman Now lagi rame-ramenya Kampanye PilGub kedua pihak, postingan itu jadi dikait-kaitkan dengan Politis deh. Sampai-sampai ada yang berupaya menyinggung soal Hujan di Pantai Pandawa dan Bupati Badung. Hadeh…

Kronologis pengambilan Gambar, berencana olah raga di Taman Kota Lumintang, pas hujan mulai turun sekitar pukul 3.50, saya take gambar pertama layar video bigscreen pk. 3.58 pas berteduh di sebelahnya. Berhubung menyadari ada tempat kuliner, mampir di gerai paling bawah, sate babi dan bakso beranak nya Mbah Joyo. Ambil gambar kedua pas menyadari ada penataan sungai pk. 4.08, dan gak lama sudah hilang di pk. 4.16.
Politis ? Tebak sendiri deh…

Yang seperti ini, siap-siap saja saya UnFollow sementara. Tapi kalopun memang terus berlanjut ya ndak apa-apa juga. Toh ini sudah cara yang paling Halus untuk menghindari berantem dunia maya dan mengorbankan pertemanan yang sebelumnya sudah dipelihara dengan baik. Ketimbang UnFriend atau Block ?

…dan kalau sudah seperti ini, seperti biasa kok saya malah gatel pengen mancing kerusuhan lagi ?
Nanti mau Upload Gambar Sepatu olah raga yang Senin sore tadi saya pake buat Jalan Santai sejam lamanya di alun-alun Kota Denpasar gegara sepatu kets Puma putih yang biasanya menemani, musti basah kuyup pasca hujan deras sekitaran jam 4 sore itu. Bakalan jadi rame karena warnanya yang Merah.
Dicoba ndak ya ?

Pilkada lagi, Berantem Media Sosial lagi

Category : tentang Opini

Belum juga masa kampanye, suasana media sosial sudah mulai gerah dirasakan.
Setidaknya itu yang terjadi dalam enam bulan terakhir.

Salah satu pertimbangan yang diambil saat keputusan untuk membuka kembali akun FaceBook beberapa waktu lalu adalah meminimalisir akun-akun dengan berbagai kepentingan politik, utamanya mereka yang dulu berseberangan visi memilih berada di pihak om Wowo dan secara rutin dan rajin menyebar hoax terkait pak Jokowi. Itu sebabnya begitu FaceBook memberikan opsi UnFollow pada akun teman yang dimiliki, saya pun melakukan filterisasi secara rutin setiap harinya, agar jangan sama melakukan UnFriend sebagaimana yang pernah dilakukan sebelumnya.
Kasian pertemanan di real world kalo sampe terganggu hanya gara-gara pilkada.

Sebentar lagi, ya sebentar lagi kok. Ndak lama.
Kita bakalan punya Gubernur baru, yang hadir dengan sekian banyak kelebihan dan kekurangannya.
Aura perseteruan pun sudah makin jelas terlihat di antara dua kubu meski salah satunya baru saja mendeklarasikan diri setelah tarik ulur siapa yang jadi Bali 1.
Isu terpenting jaman now yang jadi trending adalah soal BTR atau Bali Tolak Reklamasi dimana kedua calon memiliki arsip jejak digital yang mendukung agenda Reklamasi atau pengurugan teluk Benoa.

Dilema, itu yang saya rasakan secara pribadi.
Jika melihat dari zona kerja, Badung kelihatannya sudah positif pol mendukung KBS. Sementara jika dilihat dari zona tempat tinggal, pesona Rai Mantra begitu unggul untuk dilirik.
Yang sayangnya, masing-masing pun punya kekurangan secara sudut pandang saya pribadi.
KBS minim Prestasi dalam membangun Bali, setidaknya jarang terdengar kiprah nyata Beliau. Sementara Rai Mantra mendapat pasangan yang nggak sreg untuk dipilih. Jadi susah juga mikirnya.

Jangan sampai Golput kalau bisa. Sayang kan kalo sampai 5 tahun kedepan, Bali jadi salah pilih Gubernur macamnya DKI Jakarta itu.

Tapi lain lagi kalo dilihat dari partai pengusung. Kok saya malah cenderung ke Merah ketimbang Biru ya ?
Kalo kalian punya pendapat serupa ?

Perang Sudah Dimulai

2

Category : tentang Opini

Satu persatu akun pertemanan di sosial media kembali menampakkan wajah aslinya. Jika selama ini selalu terbuai oleh sejumlah pencitraan palsu yang ingin dibangun dengan tujuan menambah follower atau pengikut, kini kian jelas terlihat mereka ada di posisi mana.
Entah dengan klaim terpanggil karena hati nurani, bisa juga ya sekedar mencari makan di tengah sulitnya persaingan yang ada.

Timeline mulai dipenuhi ajakan dan paparan ayat ayat suci yang sesungguhnya tak relevan bila dikaitkan dengan ajang pilkada. Apalagi Indonesia adalah negara demokrasi.
Ya, topik ini lagi membicarakan Pilkada DKI Jakarta yang oleh sebagian orang disebut sebagai Pilpres edisi 2.
Kehebohannya, black campaign nya, fitnah yang mengesampingkan akal sehat, permainan tafsir kitab suci dan ribut antar kawan lama, ah itu sudah biasa.

Tidak ada kawan ataupun lawan abadi dalam politik. Yang ada hanyalah Kepentingan.
dan semua dibalut dalam bahasa ‘demi kepentingan rakyat’.
Partai yang dahulunya bergabung di seberang, kini mulai merapat dan meninggalkan kesepakatan yang pernah dibanggakan.
dan mereka yang dahulu bahu membahu bersatu melawan fitnah, kini memilih berpisah dan melancarkan fitnah yang sama untuk sang mantan kawan.
Yah… Begitulah…

Hanya yang sangat disayangkan bahwa ada, orang-orang yang dulunya pernah menjadi idola banyak kalangan, kini dijauhi hanya karena politik kepentingan tadi.
Pura buta dan Pura tuli, ikut arus mengadu domba masyarakat, membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar.

Perang sudah dimulai.
Tinggal kalian, inginnya berdiri dimana.

Saya cukup pindah ke Bigo aja sementara waktu.

Politik Santun ‘Partai’ dan ‘Korupsi’ dalam Kartun Mice Misrad

Category : tentang InSPiRasi

Berikut beberapa gambar goresan kartun karya Muhammad Mice Misrad dalam buku ‘Politik Santun dalam Kartun’ tentang kisah Partai Politik yang begitu lekat dengan Budaya Korupsi.

*

*

*

*

*

*

* > Korupsi

*

*

*