Pemadaman Listrik itu Sejenak Membawaku ke Masa Lalu

6

Category : tentang InSPiRasi

Gelapnya malam mulai turun, areal persembahyangan masih tampak lengang, hanya ada nyala api yang menari didepan sebuah pelinggih dikelilingi anak-anak yang penasaran. Pemadaman listrik kali ini dilakukan lebih awal, yang biasanya mulai pukul 6 sore, hari ini maju dua jam, jadi gak bisa menyelesaikan beberapa pekerjaan. Jika biasanya setiap kali pemadaman dilakukan, banyak terlontar makian yang diperuntukkan bagi ‘si petir’, bisa jadi malam ini terasa berbeda.

Entah ide dari siapa mendadak anak-anak tersebut berkumpul melingkar, satu dua orang mengarahkan mereka untuk berbaris dan dua lainnya saling memegang tangan dan mengacungkannya keatas. Beberapa anak masih tampak belum percaya, terlihat bingung dan khawatir, tidak yakin dengan arahan ini. Setelah berusaha meyakinkan mereka, terdengarlah nyanyian yang dahulu pernah familiar kudengar…

‘Ular naga panjangnya… bukan kepalang… menari-nari kian kemari… umpan yang besar itulah yang dicari… inilah dia yang terbelakang…’ ‘apel apa salak ???’

Untuk sejenak, pemadaman listrik itu membawa kami kemasa lalu, masa dimana kami masih merasakan ketidaksabaran menunggu hari esok untuk bermain kembali…

Khayalan Tingkat Tinggi untuk PLN

30

Category : tentang KHayaLan

‘Selamat Pagi Pak, Hari yang cerah bukan ? bagaimana kabarnya hari ini ?

‘Kami dari PLN dengan nomor hotline xxxxxxx ingin menginformasikan dan mohon permakluman dari Bapak bahwa rumah atau perusahaan Bapak ini dalam lima jam kedepan akan mengalami pemadaman listrik dimulai pada pukul 12 siang.  Silahkan mempersiapkan diri dan mesin yang digunakan agar dimatikan terlebih dahulu agar tidak mengalami kerusakan kelak. Terima Kasih…’

* * *

PLN

…itu hanyalah khayalan tingkat tinggi yang terlintas dibenak saya ketika PLN akan memutuskan arus aliran listrik pada rumah atau perusahaan pelanggannya. Diberitahukan sejam sebelumnya, entah itu melalui telepon atau sms, tentu saja dengan kesepakatan nomor yang telah diketahui kedua pihak, menghindari penyalahgunaan ataupun teror ga’jelas.

Lantas bagaimana kalo si pelanggan ternyata sedang memberikan pelayanan pada konsumen mereka yang barangkali menyangkut keselamatan atau nyawa ? Sebuah Rumah Sakit yang sedang melakukan operasi bedah dan memerlukan pasokan listrik dalam sekian jam kedepan ?

Inilah manfaatnya bagi mereka. Pihak RS dapat melakukan antisipasi terlebih dahulu mengambil alih listrik yang digunakan dengan genset misalnya, serta mengorbankan beberapa titik yang barangkali bisa dipadamkan untuk sementara.

Yah, namanya juga khayalan saya tingkat tinggi, boleh dong…

* * *

Listrik PLN byar pet, masyarakat merugi. Yang paling banyak terkena dampaknya adalah usaha Warnet yang memang jarang mempersiapkan genset sebagai pasokan listrik cadangan atau fasilitas UPS misalnya, yang mampu menyuplai arus listrik selama satu jam kedepan, sambil mempersiapkan diri mematikan perangkat agar tidak terjadi kerusakan. Industri rumahan juga salah satunya.

Lain lagi dengan Rumah Sakit, dimana pelayanan akan sangat diutamakan. Pernah gak membayangkan satu waktu dimana sebuah operasi bedah sedang dilakukan dan pada titik kritis yang terjadi pada pasien tiba-tiba seluruh listrik di RS tersebut padam. Bagaimana jadinya ? Mungkin jarang ada kejadian begitu, tapi bagaimana kalo ada ? siapa yang bakalan dituntut seandainya terjadi apa-apa dengan si pasien ?

* * *

‘Halo… Selamat Pagi. Dengan PLN ? kami dari bagian Humas Pemerintah Daerah xxx ingin menginformasikan bahwa apabila diperlukan pemadaman listrik, baiknya padamkan saja listrik yang berada pada areal perkantoran kami di sore hingga pagi hari. Toh kami tidak menggunakannya diluar jam kerja.

Untuk lampu taman dsb, biar kami gunakan arus dari genset yang dibeli dari anggaran lima tahun lalu. Masih berfungsi dengan baik.

Keamanan lingkungan kami ? tak perlu khawatir. Jika Masyarakat tahu bahwa listrik yang mereka gunakan tidak terkena pemadaman karena pemadaman listrik dialihkan ke areal kantor kami, kami yakin Masyarakat akan ikut serta menjaganya. Bukankah Pemerintah yang baik itu bertujuan untuk melayani Masyarakatnya ?’

* * *

…halah, khayalan tingkat tinggi lagi nih…

Mana ada sih pejabat yang mau melakukan hal itu demi rakyatnya ?

PLN byar pet lagi

2

Category : tentang KeseHaRian

Sesaat sebelum hasil karya seorang tukang cukur selesai, malam 22 Juli kmaren di persimpangan jalan Nangka patung Adipura, singgah sbentar usai pemeriksaan rutin ke dokter gigi, ruangan berubah menjadi gelap berhubung listrik mendadak padam. Tanpa menunggu waktu lama, entah dikomando atau memang reflek, secara serentak dilingkungan sekitar suara “aaahhh” (nada kecewa) pun terdengar.

Sedikit ngedumel terdengar suara si tukang cukur ‘lagi-lagi mati. Padahal tadi sore udah sempat mati juga. Gini deh kalo kita lagi butuh listrik, eh mendadak dipadamkan. Tapi kalo kita telat bayar, eh kena denda dan listrik diputus. Pelayanannya kacau nih ! masyarakat yang tetep merugi.

Memang gak salah kalo pak tukang cukur menggerutu begitu, ya wong kalo ditelusuri, pemadaman listrik dimalam hari yang paling dirugikan tentu mereka yang punya usaha menjual jasa. Karena penerangan adalah hal paling penting untuk mendukung datangnya pelanggan dan penghasilan mereka. Ini beda loh ya dengan penjual jasa ‘plus daging mentah’. J

Hal ini bisa dilihat pas menyusuri jalanan saat pemadaman listrik di suatu wilayah, rata-rata dari tempat usaha yang menjual jasa seperti tukang cukur tadi, salon ato klinik kecantikan, dokter (terutama bagi mereka yang memerlukan bantuan alat elektronik) seperti gigi, dan juga laundry.

Akan berbeda dengan mereka yang memiliki usaha penjualan barang kelontong, makanan ataupun pulsa. Karena peran pembayaran yang selama ini mungkin diandalkan pada alat elektronik masih bisa digantikan dengan itungan kalokulator.

Pada usaha penjualan makan, pemadaman listrik bahkan bisa memberikan nilai plus. Seperti suasana yang tambah romantis gitu loh, hanya ditemani sebuah lilin ditengah meja membuat keremangan malam jadi menambah temaram. halah kok malah ngelantur, Nde ?

Back to topic, ini emang menjadi ironi dan kerap menjadi sorotan akhir-akhir ini perihal pemadaman listrik bergilir seperti halnya di Jakarta beberapa waktu lalu, yang memiliki akibat tingginya penjualan lilin di supermarket atau bagi yang berkantong tebal, lebih memilih genset sebagai pengganti daya listrik.

Siapa yang patut disalahkan atas semua ini ?

PLN tentu saja pintar berdalih, dengan mengatakan bahwa mereka kekurangan pasokan listrik sehingga ‘terpaksa’ mengambil langkah pemadaman bergilir ada suatu area tertentu. Yang ditanggapi oleh Pemerintah dengan himbauan pada masyarakat untuk lebih menghemat pemakaian listrik pada rumah tangga. Seperti ‘Jangan meninggalkan colokan charger hape saat tak dipakai’…

Malah sedikit mengancam pula untuk memberikan denda atau harga pemakaian yang tak disubsidi bagi masyarakat yang pemakaiannya melebihi ‘standar yang ditetapkan…..’

Hoaaheem… bosen dah. Ngomongin hal-hal beginian kok ternyata malah bikin ngantuk. Mungkin karena suasana dalem kamar gelap gulita, jadi lebih baik tidur aja aaahh…