Mimpi yang Aneh…

1

Category : tentang KHayaLan

Mimpi adalah bunga tidur… Biasanya merupakan sebuah kisah pendek, atau rangkaian beberapa kejadian yang jika disatukan menjadi sebuah cerita, memang benar-benar sulit dijelaskan dan diterima logika dan akal sehat. Yah namanya juga mimpi…

Tapi mimpi kali jujur saja menjadi mimpi yang cukup unik…

Karena di mimpi kali ini, saya sedang berusaha untuk menjelaskan bagaimana cara membaca peta, kepada dua orang bule yang bertanya dan ingin tahu, Kintamani itu ada disebelah mana. Sialnya, kedua bule maupun disekitar kami tidak ditemukan satupun peta offline map dalam bentuk cetak yang kemudian memaksa saya untuk membuka tablet GalTab 7 inchi dan mengakses aplikasi Google Maps, lengkap dengan mengaktifkan fitur GPS nya.

Pertama, menjelaskan cara membaca peta yaitu menempatkan arah utara disisi atas dan mereka bisa bertanya lebih dulu pada penduduk di sekitar, mana arah utaranya…,*ini pasti gara”kebiasaan bikin peta jalan di AutoCad. Hehehe…

Kedua, menjelaskan bagaimana memposisikan diri mereka terhadap peta dan lokasi berdiri dengan melihat arah pantai (kebetulan posisi mimpi saat itu sedang berada di pinggir pantai). Lalu mengatakan pula bahwa peta semacam ini bisa mereka peroleh di sekitar tempat ini, dengan harga 10rb rupiah atau lebih. (bener gag sih ?)
‘first, you can hold the maps like this posisition, with the North at the upperside… You can ask the people around you, where’s the North at… An then, you can buy a copy offline map like this, about ten thousand or more around this place…’ :p
*gila, sampe kata”nya meski grammarnya gag bener, tapi saya masih bisa ingat dengan baik apa yang dikatakan dalam mimpi…

Entah ada hubungannya atau tidak, ceritanya sih saya waktu itu lagi mendampingi MiRah putri kecil kami dalam kegiatan semacam outbond yang dilakukan di seputaran Hotel berkelas wisata, bersama kawan-kawan masa SD *padahal sejatinya masa sekolah SMA, dimana beberapa diantaranya membawa serta putri mereka pula.

Masih ingat benar, saya berada di tengah-tengah kawan yang lagi ramai dengan aksi salah satu kakak kelas saya masa kuliah, Made Desu Subrata yang sedang memamerkan kemampuannya dalam menyembunyikan kehadiran motor Yamaha Byson kebanggaannya, hilang dari pelacakan cctv (yang terdengar hanya suaranya) namun sesungguhnya bisa dilihat secara nyata dan langsung. Bayangkan bagaimana edannya alur cerita mimpi kali ini…

Akan tetapi nama dan wajah teman yang bisa saya ingat adalah Donny, sepupu sekaligus teman sebangku masa SMP, Pak Tua atau Wayan Wiriana dan Alit Wisnawa, dua tandem kawan masa sma dimana ketiganya merupakan tim OSIS yang memang saat itu ikut serta mensukseskan kegiatan outBond. Dan tak lupa ada Iddi Harinasutha, kawan masa sma yang pula mengingatkan saya untuk mencari MiRah saat panggilan guru yang memimta kami untuk berkumpul…

Mimpi yang unik namun aneh tentu saja bathin saya. Mengingat mimpi yang biasanya menghampiri tidak selengkap kini, banyak kejadian namun terangkai menjadi satu, meski alurnya jadi agak aneh…
Bisa lengkap dengan kemampuan mengingat seadanya saya tuliskan gara-gara suara Istri yang membangunkan tidur saya dan mengingatkan untuk membuat susu untuk InTan, putri kedua kami, dan langsung coba dituangkan pada Tablet GalTab (lagi-lagi… :p) agar tidak terlupakan begitu saja…

Entah apakah ini gara-garanya tadi sepulang kencan dengan MiRah, saya sempat menjanjikannya untuk bermalam di Hotel bersama adik dan ibunya, hanya untuk merasakan sarapan pagi sushi / daging ikan mentah yang disajikan kepada para penginapnya, juga aksi para koki (chef) yang mengolah makanannya, langsung didepan mata… Akan tetapi bisa juga ini gara” Video yang diunggah oleh Van Der Spek ke jejaring YouTube, lalu dibikin tandingannya oleh Polda Bali yang pula mengisahkan polisi menjelaskan peta pada beberapa bule yang bertanya ?

Ah, buat apa juga kita bahas terlalu jauh… Toh ini hanyalah sebuah mimpi… Sebuah bunga tidur yang aneh tentu saja…

ABSTRACT

12

Category : tentang KuLiah

INFORMATION SYSTEM DEVELOPMENT ROAD

DISTRICT BADUNG GREATER GOVERNMENT

TO SUPPORT DEVELOPMENT OF E-GOVERNMENT

One expected concrete actions taken by the government as a follow up of the issuance of the Instruction of the President No. 3 Year 2003 about National Policy and Strategy of the Development of e-Government is the ability to use the advancement in information technology to manage and distribute the information and public services as part of the good governance process. Currently, Badung Regency administration has not presented the data and information to the public for the entire field of the handle. For example the data and information about roads in the regency of Badung. This information is very important to know the community so that there are two-way communication between communities and governments in handling the road in Badung regency, especially when the government has not able to fully finance road infrastructure needs. Based on these conditions required the development of Highway Information System which can improve the quality of government services to the community, can be accessed at any time, not limited by space and time at reasonable costs.

There are three main criteria that must be met when planning and designing the road information system: effective, efficient, and flexible. From those criteria, indicators and parameters that are directly related are derived to know the problems and obstacles that may arise and alternative solution to solve them.

The highway information system is created and developed by using WordPress, an open source blog engine that can be used freely. By leveraging the support features that can provide additional functions, the system then launched online at a temporary address http://www.binamargabadung.com/ to test and evaluate the system.

The Badung’s Highway Information System designed as a web base application so it can provide access to the public who need data and information related to the road quickly without overwhelmed by rigid bureaucracy. The system is also designed as a means of access to information in both directions, where the community can contribute to provide feedback in the form of suggestions and complaints directly or in writing. The system is very effective to improve the management of road handling, especially when the government has not been able to finance all infrastructure needs of roads, because the system can ensure two-way communication with both the public and the government so that people get the correct information and can understand the limitations of government.

Keywords: Information Systems, Maps, handling, damage, Badung regency, e-Government

ABSTRAK

21

Category : tentang KuLiah

PENGEMBANGAN  SISTEM  INFORMASI  JALAN  RAYA

PEMERINTAH   KABUPATEN   BADUNG

UNTUK  MENDUKUNG  PENGEMBANGAN  E-GOVERNMENT

Salah satu langkah nyata yang diharapkan oleh pemerintah menyusul dikeluarkannya Instruksi Presiden No.3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government adalah mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk mengelola dan mendistribusikan informasi serta pelayanan publik dalam proses penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance). Saat ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Badung belum menyajikan data dan informasi kepada publik untuk seluruh bidang yang ditanganinya. Misalnya data dan informasi mengenai jalan di Kabupaten Badung. Informasi ini sangat penting diketahui oleh masyarakat agar ada komunikasi dua arah antara masyarakat dan pemerintah dalam menangani jalan di Kabupaten Badung, terutama pada saat pemerintah belum mampu membiayai sepenuhnya kebutuhan prasarana jalan. Berdasarkan kondisi tersebut diperlukan pengembangan Sistem Informasi Jalan Raya yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat,  dapat diakses  setiap saat, tidak dibatasi oleh ruang dan waktu dengan biaya yang terjangkau.

Ada tiga kriteria utama dalam merencanakan dan merancang sistem informasi jalan raya yaitu efektif, efisien dan fleksibel. Dari ketiga kriteria tersebut kemudian diuraikan menjadi indikator dan parameter yang terkait langsung untuk mengetahui permasalahan dan hambatan apa saja yang dapat ditimbulkan serta alternatif solusi untuk menindaklanjutinya.

Sistem informasi jalan raya dibuat dan dikembangkan dengan menggunakan WordPress, sebuah blog engine yang dapat digunakan secara bebas dan bersifat open source. Dengan memanfaatkan fitur pendukung yang dapat memberikan fungsi  tambahan, sistem kemudian diluncurkan secara online dengan menggunakan alamat sementara di http://www.binamargabadung.com/ untuk menguji dan mengevaluasi sistem.

Sistem Informasi Jalan Raya Kabupaten Badung dirancang berbasis web, sehingga dapat memberikan akses kepada masyarakat yang membutuhkan data atau informasi berkaitan dengan penanganan jalan secara cepat tanpa dibelit oleh birokrasi yang kaku dan memberatkan. Sistem dirancang pula sebagai sarana akses informasi dua arah, dimana masyarakat dapat berperan untuk memberikan umpan balik berupa saran dan keluhan secara langsung maupun tertulis. Sistem ini sangat efektif untuk meningkatkan pengelolaan penanganan jalan terutama pada saat pemerintah belum mampu membiayai seluruh kebutuhan prasarana jalan, karena sistem ini dapat menjamin komunikasi dua arah dengan baik antara masyarakat dan pemerintah sehingga masyarakat memperoleh informasi yang benar dan dapat memaklumi keterbatasan pemerintah.

Kata kunci :   Sistem Informasi, Peta, Jalan Raya, Penanganan, kerusakan, Kabupaten Badung, e-Government

Google Earth : Museum Jalan Nangka ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Ngliatin peta dunia 3D ala Google Earth sebenarnya sudah pernah dijajal, namun dulu itu main ke web sitenya langsung. Sempat ngedaftarkan pula lokasi rumah, kantor plus rumah asal Istri. Terlihat dengan sangat baik maksimum ketinggian 500 meter, hanya saja setelah diteliti lebih jauh, ternyata update terakhirnya itu sebelum tahun 2005. dilihat dari keberadaan Puspem Badung yang masih terlihat sawah membentang. Padahal di tahun 2005 kmaren, sawah hijau tersebut sudah diratakan dan dibuatkan jalan akses masuknya.

Kini, berkesempatan nyobain versi program, ternyata apa yang dicatat dahulu itu gak ada lagi, padahal kalo dilihat dari web sitenya masih ada kok. Ini mungkin lantaran data peta yang dipake berbeda antara versi web dengan programnya.Yang unik dan aneh tentu saat mendaftarkan lokasi rumah di Jalan Nangka Selatan, eh ada logo kamera kecil didekat rumah yang ternyata setelah di-klik menunjukkan Museum Bali yang realitanya berada jauh dari rumah. Lha ini kok bisa ada disebelah rumah ? sejak kapan punya tetangga Museum ?

museum-nangka.jpg