Butuh Udara Segar

Category : tentang DiRi SenDiri

Usai menuntaskan proses verifikasi usulan bedah rumah tempo hari, rasanya perjalanan saya kali ini sudah mulai menemukan jalan buntu. Segala kejenuhan dalam rentang nyaris setahun ini, benar-benar menghilangkan semua kreatifitas dan pola pikir pembaharuan yang saya punya.
Mentok tanpa daya.

Ini memang penyakit rutin dalam gaya saya dalam bekerja. Ketika merasa semua berjalan stagnan tanpa adanya perkembangan berarti, biasanya itu merupakan sinyal untuk mengubah haluan, pindah ke tempat kerja yang baru.
Di masa lalu, dalam setahun saya bisa resign tiga kali hanya lantaran merasa tak lagi mampu mengembangkan diri.
Tapi kini saat menjadi pegawai negeri ?
Tentu tak semudah itu.

Saya memang lagi butuh udara segar tampaknya.
Perlu darah baru untuk bisa memulihkan semangat kerja yang mulai luntur.
Pembaharuan pola kerja, pembagian tugas tim, atau bisa juga Liburan. Ah, untuk yang terakhir ini, rasanya ndak mungkin bisa dilakoni saat ini.

Masuk akal, pembaharuan pola kerja dan tim inilah yang menurut saya paling masuk akal. Mengingat disebelah masih ada dua tim yang harus dibimbing agar bisa menyelesaikan pekerjaan dalam 2 bulan terakhir ini. Penuh resiko dan tantangan.
Meski beberapa hari terakhir sudah mulai masuk di ranah ini, namun upaya untuk bergabung kembali, belum lugas dilakoni. Rasanya masih ada beberapa hal yang mengganjal.

Liburan panjang yang tidak bakalan dapat menikmati liburan ini, sepertinya menjadi kesempatan terakhir saya untuk me-recharge ulang pikiran dan tentu saja suasana kerja di ruangan. Jika tidak, maka akibatnya bisa fatal.
Semoga saja saya bisa melewatinya kelak.

Jalan Panjang menuju Pencairan 34 M Dana Bantuan Rumah Layak Huni Badung

Category : tentang PeKerJaan

Ndak nyangka.
Serius… saya ndak nyangka sama sekali.
Bahwa per Senin kemarin, usaha keras kami di Bidang Perumahan bersama tujuh tenaga kontrak yang banyak membantu proses verifikasi bantuan rumah layak huni di Kabupaten Badung, akhirnya bisa terwujud jua.
Padahal dalam tiga minggu terakhir ini, saya kelihatannya agak otoriter memaksa mereka lembur siang malam untuk bisa menyelesaikan proses ini tepat waktu. Apa daya molor seminggu.

Tapi ini prestasi buat kami.
Apalagi setelah mendapat kabar bahwa pimpinan masuk sel jeruji senin 2 oktober lalu, sempat membuat drop semua semangat yang ada. Namun keinginan besar untuk bisa menyelesaikan semuanya, jadi makin membara saat didukung oleh kepala dinas dan sekretaris utamanya terkait komunikasi antar pimpinan instansi. Yang tadinya dihandel penuh pak Kabid kami.

Proses pencairan atau tepatnya seremonial kemarin, berlangsung singkat. Gak ada yang namanya makan siang dan diskusi tanya jawab. Hanya menyampaikan kepedulian Pemerintah Kabupaten Badung serta komitmen membangun kepada masyarakatnya, sudah gitu aja.

Selain tujuh tenaga baru yang ramenya minta ampun dan direkrut awal tahun 2017 ini, saya juga mendapatkan banyak bantuan kawan pindahan dari Klungkung, yang secara pengetahuan banyak tau soal pemanfaatan dana ini. Ilmu kanuragannya tergolong mumpuni, jadi ndak heran kalo progres yang tercapai begitu pesat di awal tahun. Termasuk dua mahmud yang tergolong gencang bantuin saya untuk penugasan yang ndak mampu saya selesaikan. Pula bantuan rekan seruangan yang ndak kalah pentingnya.

Banyak cerita dan pengalaman baru yang saya dapatkan sejauh ini. Tentu melengkapi semua keluh kesah yang menghiasi 3 tahun masa pengabdian di jalan lingkungan. Baik dari sisi positifnya maupun maki-makinya. Bahkan malam pasca pencairan kemarin, masih ada kok yang marah-marah karena merasa tidak dianggap lantaran persoalan internal desa disangkutpautkan dengan hasil keputusan tim kami di Dinas.

Namun demikian, perjalanan panjang menuju pencairan dana bantuan ini masih banyak bolong-bolongnya. Saya pribadi satu dua hari ini masih terfokus ke bagaimana nanti kami bisa tampil lebih baik lagi dihadapan masyarakat dan aparat Desa. Pula proses melengkapi persyaratan administrasi dan lainnya. Lumayan berat. Tapi begitu semua ini selesai, waktu luang dan kualitas tidur jadi lebih nikmat. Saya pun kini mulai leyeh leyeh lagi saat senggang di basement kantor.

Kunjungan Singkat ke Balik Jeruji

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang PeKerJaan

Ada rasa haru ketika melihat sosok yang dahulu kerap berdiskusi saban pagi berjalan dari pintu besi yang mengurung sebulan ini, hingga menyunggingkan senyumnya saat melihatku di seberang jeruji.
Sosok itu Kepala Bidang kami, yang ditahan Kejaksaan Senin malam 2 Oktober lalu, atas kasus yang membelitnya dua tahun silam.

Beliau tampak sehat, dan masih bersemangat seperti dulu. Ini kali kedua saya bertatap muka mengunjunginya di LP Kerobokan. Banyak hal yang ingin saya sampaikan.

Tak pernah terbayangkan sebenarnya, apabila satu saat nanti bisa jadi ketiban sial dan mengalami hal yang sama dengan PakYan. ‘Yang penting kamu yakin, tidak ada uang negara yang diambil. Jika memang hanya kesalahan sebatas administrasi ya kenapa musti takut ?’ Ungkapnya disela pertemuan kami selasa siang kemarin.
Selain itu nasehatnya masih sama dengan sebelumnya. Nasehat yang sama sebagaimana mantan pimpinan yang resign dari pekerjaan sebagai PNS Oktober lalu.
Bahwa perbanyak waktu bersama keluarga, karena kita tidak mengetahui kapan dipisah dengan mereka. Sedang pekerjaan, ambil sesuai porsi kemampuan, jangan memaksakan diri apalagi atas tekanan pimpinan.
Beuh… saya jadi makin sedih mendengarnya.

Emosi kali ini masih bisa saya tahan. Padahal sejak awal pertemuan sempat drop juga. Tapi malu kalo sampai di kunjungan kedua ini saya masih menggalau. Hingga obrolan mulai terasa santai dan mengalir.

Saya hanya ingin menyampaikan progres kerja kami hari ini.
Bahwa kegiatan Bedah Rumah yang tempo hari banyak menyita waktu, kini sudah mulai dimudahkan olehNya. Proses Pencairan secara bertahap dilakukan, meski masih banyak bolongnya namun tujuh puluh lima persen beban sudah bisa dilewati. Tinggal pengawasan dan pertanggungjawabannya saja.
Selain itu pula, saya ingin menyampaikan progres jalan lingkungan, yang tampaknya sudah mulai bermasalah saat Beliau tinggalkan. Cukup pelik persoalan yang ada, tapi musti optimis harus bisa diselesaikan.

Saya sendiri gak banyak membawa buah tangan. Secara kondisi kesehatan sebenarnya ya ndak jauh beda dengan yang saya alami.

Tapi senang bisa mengunjungi Beliau, sendirian.
Ada banyak cerita yang bisa dituliskan dalam blog ini kelak. Hanya soal mau dan sempatnya saja.

Lain kali pasti saya sambung lagi.
Semoga kesehatan Beliau selalu dijaga olehNya.

Badung Cairkan 34 M Bantuan Rumah Layak Huni

1

Category : tentang PeKerJaan

Petang 23/10. Pemerintah Kabupaten Badung rupanya berkomitmen penuh dalam melaksanakan lima program unggulan strategis yang menjadi skala prioritas dan tertuang dalam Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB). Mencakup pemenuhan akan kebutuhan papan bagi masyarakat Badung yang masih menempati rumah tidak layak huni, dan ditargetkan harus tuntas di tahun 2019 mendatang.

Penyerahan dana bantuan secara simbolis kepada 625 rumah tangga sasaran oleh Wakil Bupati Badung Ketut Suiyasa di Kantor Camat Petang Senin kemarin, menggunakan dana APBD Perubahan Tahun 2017, sebagai bukti hadirnya pemimpin dan pemerintah di tengah-tengah masyarakat Badung.

Sementara itu Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman AA Ngurah Bayu Kumara menyampaikan bahwa hingga saat ini proses verifikasi yang telah dilaksanakan terhadap usulan Desa mencapai 3.315 RTS dengan penentuan kriteria serta persyaratan yang dikaitkan dengan calon penerima bantuan secara personal maupun objek rumah yang ditinggali. Semua itu telah dituangkan dalam Peraturan Bupati Badung nomor 51 Tahun 2017 sekaligus nantinya digunakan sebagai standar prosedur pelaksanaan bantuan bagi penerima maupun pengawasan di tingkat desa.

Kedepannya Ketut Suiyasa Wakil Bupati Badung mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten sudah mengupayakan bentuk bantuan yang sama pada RAPBD Tahun 2018 secara bertahap menuju masyarakat Badung makmur dan sejahtera.

Bimbang di Persimpangan Jalan

Category : tentang Opini

Hari ini tiba-tiba saya teringat dengan nasehat senior saya, yang sudah resign setahun lalu, meninggalkan tugas sebagai abdi negara dan memilih menjadi warga biasa. Keputusan itu diambil saat ia berada pada posisi yang sama dengan kondisi saya hari ini.

Pikiran saya pun jauh melayang disela kesibukan yang makin terasa selama dua minggu terakhir. Dengan adanya tambahan tugas baru dari pimpinan, jadi makin jauh dari keluarga. Utamanya anak-anak dan ‘me time’. Meski lelahnya belum separah tahun lalu, namun perubahan itu mulai agak mengganggu waktu luang yang biasanya ada.

Saya juga jadi teringat pimpinan yang kini berada di balik jeruji. Hanya karena luput menjalankan tugasnya, ia harus meninggalkan keluarga dan melupakan karir yang telah dibangun selama ini. Sepertinya bantuan hukum yang diharapkan tak jua kunjung tiba di depan mata. Semua terkesan meninggalkannya sendirian saat bersua masalah di tengah jalan.
Saya sendiri belum sempat menjenguknya kembali pasca kehilangan kata-kata Kamis lalu.

Bimbang di persimpangan jalan.
Rasanya jika diperbolehkan memilih, lebih baik memiliki waktu luang yang banyak untuk keluarga dan anak-anak ketimbang disibukkan oleh pekerjaan yang meskipun dijalankan dengan benar saja, masih ada celah salah yang dilihat dan dimanfaatkan orang lain untuk menjatuhkan semua usaha dan pengorbanan yang dilakukan. Apalagi dengan sengaja berbuat salah ?

Namun sepertinya pilihan itu tak akan pernah ada ketika jalan belum mapan terbentang untuk masa depan keluarga. Jalan terus.

Lalu mau bertahan sampai kapan ?

antara Perumahan dan Permukiman

Category : tentang Opini

Sepintas terdengar sama saja, namun secara tugas sebenarnya bidang dimana saya ditempatkan saat ini hanyalah satu dari sekian banyak tugas yang dahulu saya emban ketika masih di Permukiman.
Kini saya hanya fokus pada kegiatan yang berkaitan dengan Peningkatan Kualitas Rumah saja, tidak lebih.

Secara banyaknya pekerjaan, bisa dikatakan jauh berkurang. Apalagi jika bicara soal tekanan dari luar. Nyaris kini berjalan tanpa beban.
Hanya saja posisi sebagai salah satu dari tiga pion yang membimbing sekian banyak bawahan, tampaknya harus lebih bijak dalam mengambil keputusan. Mengingat dua lainnya seharusnya memiliki beban tanggung jawab yang sama.

Mungkin karena dulu saya mengambil lakon di semua bidang yang kini ada, tugas-tugas baru yang seharusnya sudah dimasak oleh orang-orang baru masih saja dilempar balik untuk diramu ulang mengingat masakan tersebut merupakan ide dan penugasan di awal yang tak pernah bisa selesai dengan baik. Maka itu ya, bingung juga sebenarnya. Mau ambil pekerjaan yang mana.

Tapi seiring pimpinan yang infonya bakalan dikosongkan, antara Perumahan dan Permukiman kelihatannya memang belum bisa ditinggalkan begitu saja.
Mungkin karena history yang masih banyak tercatat dibenak orang, Mungkin juga karena keengganan mereka mengambil beban yang saya wariskan.
Semoga saja bisa menyelesaikan semua itu dengan Baik.

Selamat Hari Suci Galungan dan Kuningan.
Selamat merayakannya bersama Keluarga.
Tetap semangat…

Catatan Hari Ini, Tugas Tambahan di Jakarta

Category : tentang KeseHaRian, tentang PLeSiran

Hari ini saya terbangun sekitar pukul empat pagi. Jam biologis di Bali.

Masih belum tersadarkan berada jauh dari anak istri. Perlu mengingat sebentar untuk beringsut mengambil selimut. dan tertidur lagi.
Harusnya kali ini saya bisa mengambil libur sejenak.

Agenda rakor Dinas Perumahan kemarin berlangsung hingga malam. Seharian.
Sesuai perkiraan.

Meski demikian, nda berani ambil resiko juga, saya memilih memesan tiket pesawat lebih awal, hari ini pukul 17.50 setempat.
Maka jadilah hari ini menunggu hingga jam check out hotel tiba.

Akan tetapi mumpung lagi lowong, saya ditugaskan pimpinan untuk membawa Surat dari Bupati Badung ke Kementrian Keuangan dan juga Bappenas terkait permohonan pengalihan anggaran DAK Bidang Perumahan untuk menangani Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Badung yang berada di wilayah Utara.
So, keknya saya musti siap siap lebih awal agar perjalanan hari ini tak sampai siang.

Saatnya mencoba UberX lagi…

Catatan Hari Ini, Rakor Dinas Perumahan Seluruh Indonesia

Category : tentang PLeSiran

Nyaris tak ada hal penting yang saya catatkan di halaman ini berkaitan aktifitas selama berada di Jakarta, dari kemarin malam.
Baik kenikmatan perjalanan, proses berlangsungnya acara, atau isi diskusi.
Seakan terlupakan oleh pengalaman menjajal Uber.

Namun bisa jadi semua tak terarsipkan sebagaimana biasanya, lantaran keberangkatan kali ini harus mendampingi pimpinan yang memiliki kedisiplinan tinggi dalam beraktifitas, utamanya soal waktu.
Ini sedikit tidaknya mengakibatkan agenda yang ada jadi terasa serius meski harus diakui, sangat menyenangkan.

Maka ya dimaklumilah apabila halaman ini jadi tak terUpdate untuk sementara waktu.
Yang ada hanyalah kantuk luar binasa selama rapat koordinasi berjalan, atau saat jam istirahat begini.

Mohon ijin untuk molor dulu ya kawan…

GA415 tujuan Jakarta

Category : tentang PeKerJaan, tentang PLeSiran

Perjalanan kali ini bisa dikatakan saya lakoni tanpa beban.

Tapi meskipun ada, ya ndak sebesar perjalanan terakhir. Atau segalau kisah kemarin.
Ada hanya lantaran saya berangkat mendampingi Pimpinan yang merasa penting untuk bisa ikut serta lantaran pertemuan kali ini di Kementrian PU dan Perumahan Rakyat, ada kaitannya dengan opd baru yang dibentuk akhir tahun 2016 lalu.
Selebihnya ya biasa saja.

Mengambil perjalanan sehari sebelum jadwal acara, bertujuan agar kami tak perlu berkejaran dengan waktu untuk bisa menghadiri pembukaan rapat koordinasi terkait penyediaan perumahan di auditorium kementrian jalan Pattimura, sebagai hal sebelumnya.
Saya sendiri akan mengambil trip hingga selesai acara dan langsung balik malam harinya, sementara pimpinan mengambil pesawat pagi mengingat ada agenda khusus yang dilakukan terkait pemeriksaan BPKP.

Maka dilakonilah perjalanan ini kembali.

Lebih Santai
Seperti yang dikatakan diatas, perjalanan ini nyaris tanpa beban. Mengingat secara penugasan, kini saya tak lagi dibebani tanggung jawab sebagai PPK, tak satupun, baik untuk paket kegiatan Jalan Lingkungan yang dulu dilakoni, maupun kaitan dengan Perumahan, dinas penugasan kini.
Maka untuk agenda berangkat pun sepertinya tak seberat dulu. Hanya kepikiran dengan si kecil Ara yang biasanya saya temani tidurnya di malam hari, begitupun kesibukan keluarga jelang rahinan Tumpek Landep, sabtu besok.

Online dan Online
Semua transaksi yang dijalani selama 3 hari kedepan, dilakukan dengan memanfaatkan kemudahan Online.
Di jaman begini, ya harus nekat mencoba atau bahkan menggantikannya secara permanen, dari pemesanan tiket pesawat, booking hotel, hingga transportasi pengantaran.
Online dan Online.
Bersyukur bisa berada di era kekinian dimana koneksi internet sudah tidak lagi mahal untuk ditebus pakai.
dan ini adalah kali pertama pengalaman saya memanfaatkan kemajuan teknologi yang sebenarnya sudah lama dikenal.

Gangguan Mata
Sayangnya, aksi kali ini malah sedikit terganggu oleh kondisi mata yang belum jua membaik. Padahal sudah nyaris seminggu saya lakoni.
Mata merah, bengkak dan berair.
Belakangan malah bertambah banyak volume cairan yang keluar dari kelopak mata. Menyebabkan kantung mata penuh dengan bayangan bayangan semu yang menyulitkan jarak pandang.
Entah apa karena memang harus demikian prosedur kesembuhannya ataukah ada kaitannya dengan Diabetes yang saya derita selama ini ?

Tapi apapun itu, saya berharap ada banyak pengetahuan baru yang bisa didapatkan selama tiga hari kedepan ini.
Bisa ikut di doakan ya Kawan kawan…

RTLH MBR RTM

Category : tentang PeKerJaan

Semua berawal dari program Sejuta Rumah yang dicanangkan pak Jokowi saat Beliau dipercaya memegang jabatan tertinggi di negara ini, melalui tangan Kementrian Perumahan Rakyat yang kini telah bergabung dengan Pekerjaan Umum. Satu amanat besar utamanya bagi kami yang bertugas di daerah untuk bisa mengawal kebijakan tersebut dengan baik.
Begitu garis besarnya.

Lalu apabila kalian kemudian kebingungan membaca judul postingan kali, ya wajar. Karena kalian bukan merupakan bagian yang mengurusi atau menindaklanjuti itu semua.
Saya pribadi baru ngeh setahun terakhir.

Adalah Provinsi Bali, yang intens mengundang kami dalam pertemuan berskala kecil maupun besar di Hotel Grand Santhi, demi membahas satu demi satu agenda kerja dalam upaya mewujudkan sebagian kuota yang diberikan terkait Program Sejuta Rumah.
Sebagaimana halnya pagi ini.

pande-baik-rtlh

RTLH atau Rumah Tidak Layak Huni, adalah sasaran utama yang harus kami rangkum dan catat di masing-masing daerah, serta dituntut sudah BNBA atau ‘by name by address‘ untuk mencegah kesalahan pemberian bantuan kedepannya.
Adapun Kriteria yang ditentukan untuk menemukan data RTLH ini adalah dengan melakukan verifikasi MBR atau Masyarakat Berpenghasilan Rendah, yang salah satu item penentunya adalah jumlah penghasilan perbulannya. Berada dalam rentang 600ribuan hingga UMK Nasional atau sebesar 4,5 juta.
Ha ? Kalian masuk dalam kelompok ini ?
Sama.
Kita sama kok. He…

Pendataan dan Pencatatan RTLH ini kelak akan menjadi basis data pemberian bantuan Program Sejuta Rumah, khusus yang ditangani oleh Kementrian PU PERA, dimana Kabupaten Badung hanya mengajukan usulan BSPS atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya pada jenis Peningkatan Kualitas saja. Bahasa sederhananya, mengusulkan Bedah Rumah.
Hal ini diputuskan mengingat usulan bantuan rumah sebagaimana disampaikan dalam peraturan terkait, rata-rata mewajibkan Pemerintah Daerah menyediakan lahan baru bagi calon masyarakat penerima bantuan.
Sementara bisa dikatakan harga jual tanah atau lahan di Kabupaten Badung amat sangat tinggi jika dibanding kabupaten lainnya.

Sayangnya, belum semua pemerintah daerah Kabupaten di Provinsi Bali ini, siap dengan data RTLH yang BNBA. Sejauh ini baru Karangasem, Buleleng dan Tabanan saja yang sudah menyampaikan usulannya sehingga menjadi prioritas penanganan tahun 2016 ini dengan memanfaatkan dana APBN.
Kabupaten Badung sendiri hingga hari ini masih berstatus On Progress.

Dari 2009 data Rumah Tangga tersisa dalam daftar RTM atau Rumah Tangga Miskin, yang dirilis oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung, terpantau sekitar 497 Rumah Tangga yang sudah diverifikasi lebih lanjut, masuk dalam daftar calon penerima bantuan BSPS diatas atau tercatat sebagai RTLH Tahun 2016 ini.
Dimana daftar RTM sebagaimana disebutkan diatas, biasanya digunakan sebagai data awal pendataan RTLH lantaran sudah pasti dimiliki oleh masing-masing daerah/Kabupaten. Daftar ini sedianya digunakan untuk menyalurkan bantuan Beras untuk Masyarakat Miskin serta bantuan BSPS atau Peningkatan Kualitas atau Bedah Rumah yang ditangani oleh Kementrian Sosial tentu dengan bantuan Dinas Sosial.

Nah, berdasarkan data sebanyak 497 RTLH inilah tugas kami selanjutnya adalah melakukan input kedalam sistem database RTLH milik Pemerintah Pusat, serta memilahnya lebih jauh untuk bisa diajukan penanganannya dengan memanfaatkan dana APBN (minimal 30 RTLH per Desa), DAK (dibawah 30 RTLH per Desa) atau APBD (masih dikaji lebih lanjut terkait besaran bantuan per RTLH penerima bantuan).
dan Agenda kerja hari ini, salah satu fokus pembahasan kelihatannya ya berkaitan dengan tugas diatas.
Bagaimana kelanjutannya, nanti akan dikabarkan kembali.

KoTa SateLit DaLung PerMai

6

Category : tentang KHayaLan

Ketika saya masih duduk di bangku mahasiswa di FT Arsitektur dahulu, setiap kali mendengar sebutan ’Kota Satelit’ yang didengungkan oleh Pemerintah untuk sebuah konsep Perumahan di kawasan Kerobokan, rasanya telinga ini secara otomatis mentransfer rasa kekaguman kedalam otak yang membuat saya membayangkan sebuah kota nan asri, bersih dan ideal.

Perumahan Dalung Permai. Cukup lama pula saya tak mengetahui dimana tepatnya lokasi ini berada. Barangkali terkait dengan intensitas saya yang bisa dikatakan jarang melewati daerah Gatsu Barat hingga mentok.

Bagaimana tidak. Satu-satunya lokasi Perumahan yang saya ketahui berada disekitar Kota Denpasar pada masa tersebut adalah Perumnas Monang Maning yang sudah penuh sesak dengan hunian dan jalan tikusnya. Belum lagi isu banjir dan kumuhnya lingkungan disana, membuat sedikitpun saya tak tertarik sekalipun hanya untuk mampir.

Kota Satelit’ adalah kota kecil di tepi sebuah kota besar yang meskipun merupakan komunitas mandiri, sebagian besar penduduknya tergantung dengan kehidupan di kota besar. Biasanya penghuni kota satelit ini adalah komuter dari kota besar tersebut ini.

Kota Satelit juga merupakan daerah penunjang bagi kota-kota besar di sekitarnya dan merupakan ‘jembatan’ masuk/akses untuk menuju ke kota besar.

Bayangan saya waktu itu ya gak jauh beda dengan Bali Pecatu Graha, dimana nuansa mewah dan megah jelas terlihat dari perencanaan hingga lingkup lingkungannya. Setiap mendengar ’Perumahan Dalung Permai’ yang ada dalam pikiran hanyalah sebuah lingkungan hunian yang nyaman bagi penghuninya, bagi orang yang berkunjung, bagi siapapun yang melewatinya. Lengkap dengan jalan pedestrian untuk pejalan kaki, sepeda gayung maupun taman untuk bersantai dan berolahraga.

Hampir sepuluh tahun berlalu.

Sayapun akhirnya berkesempatan mampir ke kota yang menjadi angan-angan saya selama ini.

Jalan yang berlubang, becek sana sini, lingkungan hunian yang kumuh dan berantakan, saluran drainase yang tak terencana dengan baik hingga air yang seharusnya mengalir di saluran malah naik ke jalan, sapi liar plus rumput yang tumbuh sembarangan, tak tertata.

Pasar dan juga Terminal yang tak berfungsi dengan baik, sampah bertebaran menimbulkan aroma yang tak layak cium bagi pemilik rumah apalagi para pengunjung perumahan.

Lantas apa yang bisa saya harapkan dalam angan-angan akan sanjungan yang diberikan selama ini pada Perumahan Dalung Permai ? Kota SateLit.

Benar apa kata orang bijak, program dan perencanaan boleh saja membumbung setinggi langit, tapi apa daya yang namanya pelaksanaan atau usaha untuk mewujudkannya bisa dibilang hanya kata-kata saja. Tak selamanya dapat memberikan hasil terbaiknya.

Lantas jika hari ini saya begitu terkagum-kagum pada program dan janji para CaLeg yang nampang dengan wajah Narsis dan titel seenak udelnya itu, apakah saya bakalan punya jaminan akan perwujudan sikap dan perilaku mereka saat sudah duduk di kursi idaman nan empuk nanti yah ?

Beneran mau berjuang demi ’rakyat’ ?

> PanDe Baik baru aja punya mood buat nyelesaikan posting ini yang udah ketunda beberapa hari lantaran flu batuk tempo hari….. <

Salam dari PuSat KoTa DenPasar