Merenungi Hidup

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang Opini

Untuk kesekiankalinya saya teringat akan nasehat seorang mantan atasan kantor yang memilih resign dari abdi negara ketika usianya telah melewati batas wajar pensiun dini.

Agar jangan sampai mengorbankan Kesehatan dan Keluarga hanya demi Karir dan Pekerjaan. Meskipun itu saling terkait dan ketergantungan satu sama lain.

Karena ketika kita sakit atau tidak mampu untuk bekerja lagi, maka perusahaan akan langsung mencari pengganti dan melanjutkan hari tanpa kita. Mereka tidak akan menunggu.
Yang ada hanya ucapan Turut Berduka Cita ditambah beberapa amplop dengan jumlah yang seberapa jika disandingkan dengan beban yang kita tinggalkan pada pundak keluarga.

Kepergian staf saya kemarin, jadi pelajaran berharga.
Itu sebabnya saya kembali tersadar akan sakit yang diderita selama ini, dan berharap kesehatan bisa sedikit pulih agar keluarga tak sampai terlantar.

Hanya saja, apa iya bisa mengurangi beban pekerjaan begitu saja dalam fakta lapangannya ?
Saya masih ragu.

Apalagi dengan kinerja dan kepercayaan yang diberikan atasan, sepertinya itu makin sulit dilakukan.
Saat menghindarpun saya yakin tetap akan dicari.
Terkecuali mampu menurunkan idealisme dan pemikiran yang selama ini dijaga. Cuma apa mau ?

Pilihannya ya hanya itu.

Jadi kangen pada Bapak tiga anak itu, yang tak lupa berpesan agar mulai belajar mengingat-ingat batasan pekerjaan dan batasan keluarga, berhubung usia saya masih tergolong muda.

Cerita di Awal Tahun

Category : tentang DiRi SenDiri

Hari Baik menyambut tanah Bali pagi ini.
Awal Tahun 2018 yang diharapkan dapat memberikan kesempatan untuk hidup dan berkarya bagi setiap orang utamanya mereka yang berstatus sebagai kepala keluarga.
Menghidupi anggotanya demi kebahagiaan dan kesejahteraan.

Mari memulainya dengan hal yang positif.

Jalanan yang dilalui masih saja tampak lengang. Bisa jadi karena sebagian besar orang masih lelah dengan aktifitasnya semalam suntuk.
Saya yang semalam menghabiskan Tuak nyaris sepertiga botol besar, langsung tewas tertidur dengan nyaman. Apalagi dicampur obat batuk hitam lima belas menit setelahnya, sukses membuat saya tepar hingga pagi tanpa terbangun lagi malam harinya.
Pagi ini agendanya kami meluncur ke Pura Penataran Puncak Mangu Desa Pelaga Petang, untuk melunasi hutang janji seorang anak manusia yang ingin memperkenalkan jodoh yang ia dapatkan bertahun lalu, dan setelah dua belas tahun lamanya baru bisa terwujud.
Ingin sekali bisa lebih banyak meluangkan waktu sebenarnya untuk mendekatkan diri pada-Nya. Yang setahun lalu jarang kami lakukan lantaran kebiasaan keluarga.

Sementara itu sakit akibat cuaca yang tak menentu pun masih bercokol di badan. Ditambah nanah pada telinga yang cukup membuat tuli sebelah selama beraktifitas. Meski masih bisa dijalankan namun tetap saja tak nyaman.
Berat badan tampaknya makin menurun. Kini mulai terlihat perbedaannya. Kehilangan berat sebanyak 6 kg selama 6 bulan, lumayan membuat banyak perubahan. Ukuran celana turun 2 size, dan baju ukuran XL pun kini sudah bisa digunakan lagi.
Istri yang semakin khawatir akan semua ini kerap mengingatkan agar tetap menjaga kesehatan demi anak dan istri.

Beban pekerjaan masih berat dipikul. Berharap bisa berkurang lagi tahun ini.

Perjalanan Dinas Tutup Tahun 2017

Category : tentang PeKerJaan, tentang PLeSiran

Ini kali pertama tugas luar kota bersama staf yang diemban selama menjabat di Pemkab Badung. Ya, ini kali yang pertama.
Biasanya kalo bukan mendampingi pimpinan, perjalanan yang dilakukan selalu sendirian. Mungkin karena akomodasi yang ditanggu selama dinas ya memang hanya 1 orang. Tapi hari ini, saya didampingi 3 orang staf yang bernaung pada seksi dimana saya bertugas, serta satu kolega sesama Kepala Seksi.

Tujuan kali ini ke Jakarta, untuk mendiskusikan kebijakan Bupati terkait pemberian dana Bantuan Rumah Layak Huni bagi masyarakat Kabupaten Badung, pula penanganan Prasarana Sarana dan Utilitas Perumahan yang dibangun oleh Pengembang. Menyasar dua tempat, dibawah Dirjen Penyediaan Perumahan, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Secara pribadi sebenarnya sudah tidak tertarik lagi untuk melakoni perjalanan dinas luar kota begini. Karena kalo mau hitung-hitungan, tahun ini sudah ada 6 kali melawat ke luar pulau. Bosan dan jenuh berhadapan dengan proses di bandara. Masih lebih enak leyeh-leyeh dengan anak-anak sambil becandain mereka.
Tapi ya ini sudah penugasan. Musti dijalani.

Mengingat keberangkatan kali ini saya didaulat untuk memimpin, ya kagok juga jadinya. Gimana nggak, ini kali pertama mengajak staf turut serta. Meski demikian, patut disyukuri juga karena ketiganya cukup mapan dalam urusan pengalaman ke luar daerah. Jadi ndak banyak yang harus disiapkan kesana-kemari berhubung mereka sudah menyiapkannya lebih dulu. Yang kurang hanya soal komunikasinya saja.

Oke deh, menjelang pukul 9 pagi. Saatnya berbenah dan pesan Grab. Sampai jumpa di Jakarta siang nanti.

Rekaman Lensa Tim Megending DPKP Badung

1

Category : tentang iLMu tamBahan

“…di balik sebuah pencapaian, ada proses panjang yang tidak diketahui orang banyak…”

Berikut beberapa rekaman lensa yang sempat saya abadikan dari awal kami latihan, hingga penampilan Rabu pagi kemarin di Kertha Gosana. Mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan…

Sampai jumpa di lain kesempatan.
Tetap Semangat

Butuh Udara Segar

Category : tentang DiRi SenDiri

Usai menuntaskan proses verifikasi usulan bedah rumah tempo hari, rasanya perjalanan saya kali ini sudah mulai menemukan jalan buntu. Segala kejenuhan dalam rentang nyaris setahun ini, benar-benar menghilangkan semua kreatifitas dan pola pikir pembaharuan yang saya punya.
Mentok tanpa daya.

Ini memang penyakit rutin dalam gaya saya dalam bekerja. Ketika merasa semua berjalan stagnan tanpa adanya perkembangan berarti, biasanya itu merupakan sinyal untuk mengubah haluan, pindah ke tempat kerja yang baru.
Di masa lalu, dalam setahun saya bisa resign tiga kali hanya lantaran merasa tak lagi mampu mengembangkan diri.
Tapi kini saat menjadi pegawai negeri ?
Tentu tak semudah itu.

Saya memang lagi butuh udara segar tampaknya.
Perlu darah baru untuk bisa memulihkan semangat kerja yang mulai luntur.
Pembaharuan pola kerja, pembagian tugas tim, atau bisa juga Liburan. Ah, untuk yang terakhir ini, rasanya ndak mungkin bisa dilakoni saat ini.

Masuk akal, pembaharuan pola kerja dan tim inilah yang menurut saya paling masuk akal. Mengingat disebelah masih ada dua tim yang harus dibimbing agar bisa menyelesaikan pekerjaan dalam 2 bulan terakhir ini. Penuh resiko dan tantangan.
Meski beberapa hari terakhir sudah mulai masuk di ranah ini, namun upaya untuk bergabung kembali, belum lugas dilakoni. Rasanya masih ada beberapa hal yang mengganjal.

Liburan panjang yang tidak bakalan dapat menikmati liburan ini, sepertinya menjadi kesempatan terakhir saya untuk me-recharge ulang pikiran dan tentu saja suasana kerja di ruangan. Jika tidak, maka akibatnya bisa fatal.
Semoga saja saya bisa melewatinya kelak.

Jalan Panjang menuju Pencairan 34 M Dana Bantuan Rumah Layak Huni Badung

Category : tentang PeKerJaan

Ndak nyangka.
Serius… saya ndak nyangka sama sekali.
Bahwa per Senin kemarin, usaha keras kami di Bidang Perumahan bersama tujuh tenaga kontrak yang banyak membantu proses verifikasi bantuan rumah layak huni di Kabupaten Badung, akhirnya bisa terwujud jua.
Padahal dalam tiga minggu terakhir ini, saya kelihatannya agak otoriter memaksa mereka lembur siang malam untuk bisa menyelesaikan proses ini tepat waktu. Apa daya molor seminggu.

Tapi ini prestasi buat kami.
Apalagi setelah mendapat kabar bahwa pimpinan masuk sel jeruji senin 2 oktober lalu, sempat membuat drop semua semangat yang ada. Namun keinginan besar untuk bisa menyelesaikan semuanya, jadi makin membara saat didukung oleh kepala dinas dan sekretaris utamanya terkait komunikasi antar pimpinan instansi. Yang tadinya dihandel penuh pak Kabid kami.

Proses pencairan atau tepatnya seremonial kemarin, berlangsung singkat. Gak ada yang namanya makan siang dan diskusi tanya jawab. Hanya menyampaikan kepedulian Pemerintah Kabupaten Badung serta komitmen membangun kepada masyarakatnya, sudah gitu aja.

Selain tujuh tenaga baru yang ramenya minta ampun dan direkrut awal tahun 2017 ini, saya juga mendapatkan banyak bantuan kawan pindahan dari Klungkung, yang secara pengetahuan banyak tau soal pemanfaatan dana ini. Ilmu kanuragannya tergolong mumpuni, jadi ndak heran kalo progres yang tercapai begitu pesat di awal tahun. Termasuk dua mahmud yang tergolong gencang bantuin saya untuk penugasan yang ndak mampu saya selesaikan. Pula bantuan rekan seruangan yang ndak kalah pentingnya.

Banyak cerita dan pengalaman baru yang saya dapatkan sejauh ini. Tentu melengkapi semua keluh kesah yang menghiasi 3 tahun masa pengabdian di jalan lingkungan. Baik dari sisi positifnya maupun maki-makinya. Bahkan malam pasca pencairan kemarin, masih ada kok yang marah-marah karena merasa tidak dianggap lantaran persoalan internal desa disangkutpautkan dengan hasil keputusan tim kami di Dinas.

Namun demikian, perjalanan panjang menuju pencairan dana bantuan ini masih banyak bolong-bolongnya. Saya pribadi satu dua hari ini masih terfokus ke bagaimana nanti kami bisa tampil lebih baik lagi dihadapan masyarakat dan aparat Desa. Pula proses melengkapi persyaratan administrasi dan lainnya. Lumayan berat. Tapi begitu semua ini selesai, waktu luang dan kualitas tidur jadi lebih nikmat. Saya pun kini mulai leyeh leyeh lagi saat senggang di basement kantor.

Kunjungan Singkat ke Balik Jeruji

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang PeKerJaan

Ada rasa haru ketika melihat sosok yang dahulu kerap berdiskusi saban pagi berjalan dari pintu besi yang mengurung sebulan ini, hingga menyunggingkan senyumnya saat melihatku di seberang jeruji.
Sosok itu Kepala Bidang kami, yang ditahan Kejaksaan Senin malam 2 Oktober lalu, atas kasus yang membelitnya dua tahun silam.

Beliau tampak sehat, dan masih bersemangat seperti dulu. Ini kali kedua saya bertatap muka mengunjunginya di LP Kerobokan. Banyak hal yang ingin saya sampaikan.

Tak pernah terbayangkan sebenarnya, apabila satu saat nanti bisa jadi ketiban sial dan mengalami hal yang sama dengan PakYan. ‘Yang penting kamu yakin, tidak ada uang negara yang diambil. Jika memang hanya kesalahan sebatas administrasi ya kenapa musti takut ?’ Ungkapnya disela pertemuan kami selasa siang kemarin.
Selain itu nasehatnya masih sama dengan sebelumnya. Nasehat yang sama sebagaimana mantan pimpinan yang resign dari pekerjaan sebagai PNS Oktober lalu.
Bahwa perbanyak waktu bersama keluarga, karena kita tidak mengetahui kapan dipisah dengan mereka. Sedang pekerjaan, ambil sesuai porsi kemampuan, jangan memaksakan diri apalagi atas tekanan pimpinan.
Beuh… saya jadi makin sedih mendengarnya.

Emosi kali ini masih bisa saya tahan. Padahal sejak awal pertemuan sempat drop juga. Tapi malu kalo sampai di kunjungan kedua ini saya masih menggalau. Hingga obrolan mulai terasa santai dan mengalir.

Saya hanya ingin menyampaikan progres kerja kami hari ini.
Bahwa kegiatan Bedah Rumah yang tempo hari banyak menyita waktu, kini sudah mulai dimudahkan olehNya. Proses Pencairan secara bertahap dilakukan, meski masih banyak bolongnya namun tujuh puluh lima persen beban sudah bisa dilewati. Tinggal pengawasan dan pertanggungjawabannya saja.
Selain itu pula, saya ingin menyampaikan progres jalan lingkungan, yang tampaknya sudah mulai bermasalah saat Beliau tinggalkan. Cukup pelik persoalan yang ada, tapi musti optimis harus bisa diselesaikan.

Saya sendiri gak banyak membawa buah tangan. Secara kondisi kesehatan sebenarnya ya ndak jauh beda dengan yang saya alami.

Tapi senang bisa mengunjungi Beliau, sendirian.
Ada banyak cerita yang bisa dituliskan dalam blog ini kelak. Hanya soal mau dan sempatnya saja.

Lain kali pasti saya sambung lagi.
Semoga kesehatan Beliau selalu dijaga olehNya.

Badung Cairkan 34 M Bantuan Rumah Layak Huni

1

Category : tentang PeKerJaan

Petang 23/10. Pemerintah Kabupaten Badung rupanya berkomitmen penuh dalam melaksanakan lima program unggulan strategis yang menjadi skala prioritas dan tertuang dalam Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB). Mencakup pemenuhan akan kebutuhan papan bagi masyarakat Badung yang masih menempati rumah tidak layak huni, dan ditargetkan harus tuntas di tahun 2019 mendatang.

Penyerahan dana bantuan secara simbolis kepada 625 rumah tangga sasaran oleh Wakil Bupati Badung Ketut Suiyasa di Kantor Camat Petang Senin kemarin, menggunakan dana APBD Perubahan Tahun 2017, sebagai bukti hadirnya pemimpin dan pemerintah di tengah-tengah masyarakat Badung.

Sementara itu Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman AA Ngurah Bayu Kumara menyampaikan bahwa hingga saat ini proses verifikasi yang telah dilaksanakan terhadap usulan Desa mencapai 3.315 RTS dengan penentuan kriteria serta persyaratan yang dikaitkan dengan calon penerima bantuan secara personal maupun objek rumah yang ditinggali. Semua itu telah dituangkan dalam Peraturan Bupati Badung nomor 51 Tahun 2017 sekaligus nantinya digunakan sebagai standar prosedur pelaksanaan bantuan bagi penerima maupun pengawasan di tingkat desa.

Kedepannya Ketut Suiyasa Wakil Bupati Badung mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten sudah mengupayakan bentuk bantuan yang sama pada RAPBD Tahun 2018 secara bertahap menuju masyarakat Badung makmur dan sejahtera.